Kategori: Daerah

  • Konflik Lahan Sawit PT ANA, Ketua DPRD Morowali Utara: Berikan Hak Masyarakat

    Morowali – Ketua DPRD Morowali Utara Megawati Ambo Asa menyampaikan, terkait konflik lahan sawit antara PT. Agro Nusa Abadi (ANA) dengan Kelompok Tani Sipatuo lima desa, pihaknya ingin masyarakat diberikan hak-haknya.

    “Terkait klaim warga, rekomendasi saya sudah sangat jelas. Berikanlah hak-hak masyarakat sesuai legalitas kepemilikannya,” tutur Megawati kepada awak media, Senin, (3/1/2022).

    Bahkan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan perusahaan tersebut untuk mengetahui hak, legalitas, perizinan dan lainnya. Berdasarkan RDP itu, lantas diberikan beberapa rekomendasi.

    “Beberapa rekomendasi dari DPR yaitu Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang mana itu harus disetor ke pemerintah daerah, yang kalau kita lihat bersama untuk sampai kontribusi kewajiban dari pihak perusahaan itu persyaratan salah satunya nya HGU. Setelah hasil RDP itu katanya on proses,” ungkapnya.

    Ketua DPRD Morowali Utara Megawati Ambo Asa
    Ketua DPRD Morowali Utara Megawati Ambo Asa. (Foto: peloporberita.com/Titik)

    Megawati menegaskan, pihaknya sebagai lembaga DPRD menginginkan segala sesuatunya terlaksana sesuai target. Dimana perusahaan melakukan dan melaksanakan yang menjadi kewajiban-kewajiban mereka pada pemerintah daerah dan masyarakat.

    “Sampai hari ini kami menunggu juga karena HGU masih berproses. Mengundang pihak dari BPN, insyaallah dalam waktu dekat masa sidang kami akan melakukan RDP kembali,” tegasnya.

    “Rekomendasi saya sudah sangat jelas. Berikanlah hak-hak masyarakat sesuai legalitas kepemilikannya.”

    Selain itu, Megawati juga menyebut bahwa dirinya sudah menyampaikan permasalahan BPHTB ini kepada pemerintah daerah setempat.

    Adapun Masyarakat Petani Morowali Utara yang tergabung dalam Kelompok Tani Sipatuo lima desa menganggap bahwa lahan sawit yang dikuasai PT. ANA merupakan lahan masyarakat.

    Klaim ini, berdasarkan Surat Keterangan Tanah yang dikeluarkan Kepala Desa Bungintimbe, Toara, Bunta, Tompira dan Molino pada tahun 1993. Lahan tersebut, sudah dimanfaatkan secara terus menerus sebagai lahan pertanian dan tambak oleh masyarakat.

    Bahkan menurut Koordinator Kelompok Tani Lima Desa, Haji Abidin, Para petani di lima desa ini, juga telah membayar pajak pada setiap tahunnya.

    Hal serupa disampaikan Ketua LBH HKTI, H. Apriyansyah, SH, MH. Menurutnya, Penguasaan lahan oleh PT. ANA menyalahi hukum, lantaran perusahaan itu tidak memiliki kekuatan hukum berupa HGU dari Kementrian ATR/BPN.

    PT. ANA, lanjut Apriyansyah, hanya memiliki izin prinsip dari Plt Bupati Morowali Utara, yang berdasarkan keterangan Ombudsman Republik Indonesia telah cacat hukum dan itu merupakan mal prakrek administrasi, karena Plt tidak boleh mengeluarkan kebijakan.

    “Tentu dengan persoalan ini, negara wajib hadir ditengah-tengah masyarakat yang menuntut keadilan hukum terkait kepemilikan lahan masyarakat, dimana masyarakat merasa hak kepemilikannya telah dirampas oleh perusahaan perkebunan,” tutur Apriyansyah.

    PT. ANA sampai saat ini tidak memiliki HGU selama 16 tahun, namun menguasai tanpa memberikan kompensasi kepada masyarakat sebagaimana terungkap pada saat RDP DPRD Kabupaten Morowali Utara pada tanggal 3 November 2021 dan PT. ANA tidak hadir walaupun sudah diundang.

    Sementara Humas PT ANA, Doddy menepis tudingan penyerobotan lahan. Dalam keterangannya pada 22 Oktober 2021, Doddy menjelaskan bahwa PT ANA telah melakukan proses pemberian kompensasi terhadap nama-nama yang dinyatakan sebagai pemilik lahan.

    Dimana proses penyelesaiaan lahan itu, semuanya melibatkan pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten. Hasil verifikasi dan validasi data yang telah ditetapkan melalui rapat pihak lembaga-lembaga yang berwenang termasuk eksekutif dan legislatif menjadi dasar perusahaan membayarkan kompensasi kepada pemilik lahan seperti dikutip dari Obormotindok.co.id. []

  • Satgas Yonif 743/PSY Gotong Royong Buat Saluran Air di Perbatasan

    peloporberita.com/ | Pos Delomil Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 743/PSY bersama masyarakat setempat membuat saluran air di Desa Lamaksenulu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Aksi itu dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian sebagai garda terdepan dalam membantu kesulitan warga dan mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan.

    Dalam keterangan tertulis pada Jumat (31/12/2021), Dankipam II Lettu Inf Dwi Jatmiko menyebutkan, gotong royong pembuatan saluran air ini dipimpin oleh Danpos Delomil Letda Inf Saeful Angga. Aksi ini juga bertujuan mengantisipasi luapan air pada saat musim penghujan sekaligus untuk dialirkan ke sawah-sawah milik masyarakat.

    “Kita berharap kehadiran Satgas dalam membantu kesulitan masyarakat diperbatasan dapat membawa manfaat yang baik, serta tetap terciptanya hubungan yang harmonis antara anggota Satgas dengan masyarakat binaanya,” ucap Dwi Jatmiko.

    Di tempat terpisah, salah satu warga yang bernama Markus mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 743/PSY yang telah membantu dan selalu hadir di tengah masyarakat. []

  • Ikuti Langkah Anies, Ridwan Kamil Naikkan Upah Buruh Jabar Jadi 5%

    peloporberita.com/ – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menaikkan upah buruh di wilayahnya sebesar 5 persen. Tetapi kenaikan tersebut hanya untuk buruh yang telah bekerja diatas 1 tahun. Sementara yang dibawah 1 tahun, kenaikan upahnya tetap 0 sampai 1 koma 72 persen.

    Keputusan Kang Emil, panggilan akrabnya, mengikuti keputusan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sebelumnya telah menaikkan upah buruh sebesar 5 persen.

    Kang Emil mengaku, Jawa Barat memberi solusi tanpa melanggar konstitusi juga tanpa melanggar PP 36 Tahun 2021. Menurutnya, UMK untuk 2022 tetap mengikuti PP-36, yang mengatur upah bagi buruh dengan masa kerja kurang dari 1 tahun.
    Buruh dengan masa kerja kurang dari 1 tahun di Jawa barat jumlahnya hanya 5 persen dari total 10 juta buruh. Untuk buruh dengan masa kerja diatas 1 tahun, tidak diatur oleh PP36.

    Jumlah buruh dengan masa kerja di atas 1 tahun mencapai 95 persen dari total 10 juta buruh Jawa Barat. Upahnya, bersifat skalatis dan sesuai persetujuan masing- perusahaan dengan menghitung inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

    “Kenaikannya diputuskan berkisar 3,27 persen – 5 persen. Semoga ini menjadi kemaslahatan bagi buruh dan pengusaha dan kondusivitas kebangkitan ekonomi 2022,” tuturnya Kamis, (30/12/2021)

    Sementara Kementerian Ketenagakerjaan, sebelumnya mengimbau seluruh perusahaan untuk menerapkan struktur pengupahan berdasarkan skala, sehingga pekerja mendapatkan gaji yang layak sesuai masa kerjanya.

    Dirjen PHI dan Jamsos Kemenaker Indah Anggoro Putri menjelaskan, bahwa pemerintah terus mendorong implementasi struktur dan skala upah di perusahaan-perusahaan.

    “Pemerintah wajib memediasi perusahaan/pemberi kerja untuk segera menyusun dan menetapkan struktur skala upah, dan melakukan pembinaan teknis melalui fasilitasi, konsultasi, pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan,” ungkap Putri belum lama ini.

    Indah menegaskan, seluruh kepada daerah harus menetapkan upah minimum berdasarkan PP No 36 Tahun 2021. Kemenaker, bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Provinsi se-Indonesia pun, siap untuk mengawal pelaksanaan pengupahan pada 2022 berdasarkan ketentuan tersebut.

    “Pemerintah konsisten untuk menerapkan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, dan mewajibkan semua kepala daerah untuk melakukan hal yang sama,” tandas Putri.

    Meski demikian, dinas ketenagakerjaan wajib memberikan pemahaman kepada pengusaha dan pekerja/buruh. Bahwa upah minimum (UMP dan UMK) adalah safety net atau jaringan pengaman yang diberikan kepada tenaga kerja yang bekerja kurang dari 12 bulan. Bagi tenaga kerja yang sudah bekerja lebih dari 12 bulan diberlakukan ketentuan struktur dan skala upah.

    Apabila terjadi perselisihan mengenai pengupahan, dinas ketenagakerjaan agar mendorong pihak-pihak yang berselisih untuk berdialog secara bipartit maupun tripartit. Sedangkan bagi perusahaan dan pengusaha yang melanggar ketentuan pengupahan akan dilakukan pembinaan teknis dan jika belum membuahkan hasil yang diharapkan, akan dilakukan pengawasan teknis.

    Pengawasan teknis meliputi dampak pelaksanaan kewenangan bidang ketenagakerjaan yang sudah diserahkan kepada pemerintah daerah, maka pemerintah melakukan pengawasan teknis melalui review, monitoring, dan evaluasi.

    Jika masih belum membuahkan hasil, maka dilakukan tahapan teknis selanjutnya berupa pemeriksaan reguler dan/atau pemeriksaan khusus atau/investigatif.

    “Dari hasil pemeriksaan yang terakhir ini, jika terbukti terdapat kesalahan maka untuk selanjutnya digunakan oleh pemerintah menegakkan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tandas Putri.[]

  • Delivery Fee Terlalu Mahal, Gibran Semprot Gojek

    peloporberita.com/ – Gojek dapat teguran dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Teguran itu, diakui Gibran disampaikan olehnya secara langsung kepada Gojek.

    Menurut Gibran, teguran tersebut dilayangkan lantaran mahalnya biaya pengiriman yang ditetapkan oleh aplikasi yang didirikan Nadiem Makarim itu.

    “Kalau masuk situ biaya atau fee-nye gede, ya itu lama kelamaan bisa mematikan para UMKM.”

    Gibran berpendapat jika delivery fee yang ditetapkan terlalu mahal dapat membunuh pelaku UMKM, utamanya di sektor makanan dan minuman.

    “Kan sekarang banyak UMKM yang kami dorong untuk digitalisasi, masuk Grab, masuk Go Food, masuk Shopee Food. Tapi kalau masuk situ biaya atau fee-nye gede, ya itu lama kelamaan bisa mematikan para UMKM,” tutur Gibran dalam diskusi virtual Selasa, (28/12/2021).

    Gibran pun mengaku Pemkot Solo bisa saja membuat aplikasi serupa Gojek bila keluhannya masih terus terjadi.

    Sopir Gojek menunggu penumpang. (Foto: Pelopor/Unsplash)

    “Ya bukannya mau menandingi. Tapi ini bukan apa-apa, kalau selama ini masih berjalan baik ya enggak perlu (membuat aplikasi serupa Gojek). Tapi kalau merugikan ya kita bikin sendiri, kenapa tidak,” tegas bapak Jan Ethes tersebut.

    Gibran juga menegaskan, dirinya tidak takut ditinggal oleh Gojek, namun dirinya mengaku tidak mau juga menutup diri untuk menjalin kerjasama.

    “Jadi saya tidak takut ditinggal mereka, tapi saya juga tidak menutup kemungkinan untuk berkolaborasi dengan mereka,” tandasnya.

    Jika Pemkot membuat aplikasi sejenis Gojek untuk mengakomodasi UMKM, Gibran ingin agar tidak dibuat sembarangan. Sebab baginya, yang terpenting adalah bagaimana aplikasi tersebut bisa benar-benar bermanfaat bagi para pelaku UMKM di masa pandemi ini. []

  • Kasih Hadiah Atlet Rp 95.000, Kadispora Pandeglang Dipecat Bupati

    peloporberita.com/ – Bupati Pandeglang Irna Narulita memecat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pandeglang lantaran pemberian hadiah Rp 95.000 untuk atlet pemenang Bupati Cup. Irna memecat Kadispora Dadan Saladin lantaran sudah mencoreng nama baik dirinya sebagai bupati.

    “Sudah saya berikan peringatan tadi, copot Kadispora,” tutur Irna saat menyerahkan hadiah tambahan kepada atlet di Setda Pandeglang, Senin (20/12/2021).

    Irna juga menegaskan, bahwa dirinya tidak tahu adanya kegiatan Bupati Cup tersebut karena tidak ada laporan. Dadan juga tidak datang untuk konsultasi saat hendak menyelenggarakan acara tersebut.

    Selanjutnya, Irna meminta Inspektorat untuk mengaudit kegiatan Bupati Cup. Menurutnya, penelusuran terhadap kegiatan yang menelan anggaran sebesar Rp 150 juta itu perlu dilakukan. Sebab, Dispora hanya menyisihkan uang Rp 30 juta untuk hadiah.

    “Inspektorat audit, Rp 150 juta, hadiah Rp 80 (juta), Rp 100 (juta) juga oke, Rp 50 (juta) kegiatannya, ulah loba ngabatina (jangan banyak ambil untung),” tandas Irna.

    Menanggapi pencopotan atas dirinya, Dadan pasrah. “Ya copot-copot saja, rezeki, ajal sudah ada ketentuannya dari Allah, hanya bagaimana kita menyikapinya,” ucap Dadan.

    Dadan tidak menampik pernyataan Irna yang disebut sudah mencoreng nama baik bupati. Ia juga mengakui dirinya tidak melaporkan kegiatan tersebut kepada bupati.

    “Enggak ada komunikasi ke Ibu, kelemahan saya tidak lapor,” ucapnya.

    Sebelumnya, viral di media sosial foto hadiah Bupati Cup di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, senilai Rp 95.000 viral di media sosial. Dalam unggahan viral tersebut, tampak foto tiga amplop dengan logo Pemerintah Kabupaten Pandeglang bertulisan ‘Juara Panjat Tebing Bupati Cup Tahun 2021’ melalui pesan WhatsApp.

    Di masing-masing amplop berjejer beberapa lembar uang yakni, Rp 165.000 untuk amplop bertulisan Juara II, dan Rp 95.000 untuk dua amplop bertulisan Juara III. Kasi Pembibitan dan Prestasi Olahraga, Dinas Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pandeglang Ahmad Jubaedi, membenarkan bahwa foto yang beredar itu adalah hadiah untuk Bupati Cup. []

  • Polda Jateng Ungkap Praktek Prostitusi Papan Atas, Libatkan Artis Selebgram Ternama

    peloporberita.com/ – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng membongkar praktik prostitusi yang melibatkan artis selebgram ternama Indonesia dan seorang warga negara Brazil.

    Kasus ini berhasil diungkap setelah aparat Unit 2 Subdit IV Ditreskrimum Polda Jateng menggrebek salah satu hotel di Kota Semarang pada 15 Desember 2021.

    Dari penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan dua orang perempuan berinisial TE (26) yang diketahui seorang artis selebgram ternama dari Jakarta dan FBD (26) wanita berkewarganegaraan Brasil.

    Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan, pengungkapan kasus prostitusi yang melibatkan selebgram TE tersebut bermula dari informasi yang diterima Polda Jateng.

    Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran Subdit IV Ditreskrimum Polda Jateng melakukan penyidikan dan didapati jika TE dan FBD berada di salah satu kamar hotel di Kota Semarang.

    “Saat penggerebekan didapati seorang wanita bernama TE yang merupakan artis selebgram sedang berhubungan badan dengan seorang pria. Sementara di kamar satunya petugas juga mendapatkan FBD juga tengah berhubungan badan seorang pria,” kata Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dalam konferensi pers yang juga dihadiri Kabid Humas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy di lobby Dirreskrimum, Senin (20/12/2021) siang.

    Modus operandi, pelaku yakni JB mempekerjakan korban sebagai PSK untuk melayani para tamu dengan tarif masing-masing Rp25 juta, dari praktik prostitusi ini JB yang juga muncikari mendapatkan keuntungan sebesar Rp13 juta.

    Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan 6 kondom bekas pakai, satu unit Hp iPhone XI, uang tunai Rp13 juta dan satu unit Hp Xiaomi warga hitam biru.

    Berdasar keterangan TE dan FBD, polisi pun mengembangkan proses penyidikan dan menangkap JB (42) yang belakangan diketahui berperan sebagai mucikari. JB merupakan warga Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

    Kombes Djuhandani menjelaskan, berdasarkan hasil interogasi sementara, mucikari telah menerima uang tanda terima untuk pemesanan dua PSK tersebut sebesar Rp20 juta dari sang pemesan di Semarang pada 10 Desember.

    Kemudian dari uang tersebut digunakan untuk pembelian tiket pesawat sebesar Rp 3 juta, lalu ditransferkan ke TE sebesar Rp5 juta.

    “Sisanya Rp 7 juta masih dikuasai oleh muncikari. Setelah TE dan FBD bertemu tamu di hotel, mucikari JB mendapatkan uang komisi sebesar Rp 6 juta pada 15 Desember untuk pemesanan dua PSK tersebut,”ungkap Kombes Djuhandani.

    Dijelaskan, kesepakatan antara mucikari dengan dua orang wanita diatas, masing-masing mendapatkan Rp 16 juta untuk TE dan Rp 10 juta untuk FBD.

    Dirkrimum juga menambahkan, kedua PSK yakni TE (selebgram) dan FBD berstatus sebagai korban yang ditawarkan oleh JB sebagai muncikari. Polisi masih mendalami kasus ini untuk pengembangan berikutnya.

    Atas perbuatannya, tersangka JB disangkakan pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan pidana 3 tahun dan paling lama 15 tahun denda Rp120 juta – Rp600 juta.

    (Tyo)

  • Kolam Renang Sri Rejeki, Water Park Kekinian Bertarif “Goceng”

    peloporberita.com/ | Ngawi – Kolam Renang Sri Rejeki yang berlokasi di Desa Pojok, Dusun Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menyajikan wahana rekreasi bermain air yang menyenangkan.

    Menariknya, Kolam Renang Sri Rejeki yang dibangun 3 (tiga) tahun lalu ini, hanya memasang tarif “Goceng” alias Rp 5000 sebagai harga tiket masuk (HTM).

    Sri Tami alias Tami, pemilik Kolam Renang Sri Rejeki ini mengatakan, harga tiket masuk yang sangat terjangkau ini sebagai sumbangsih atau giat sosial untuk membantu masyarakat Ngawi dan masyarakat pojok grudo dan sekitarnya yang akan berenang.

    Sri Tami alias Tami, pemilik Kolam Renang Sri Rejeki.(Foto:Pelopor.id/Tk)

    “Ia Mba, masuk dikolam renang ini hanya Rp 5000 rupiah saja, bisa anak-anak juga orang dewasa loh mba, murah banget kan,” tutur Tami kepada wartawan, Minggu, (19/12/2021).

    Untuk memberikan keterampilan masyarakat Ngawi yang belum pandai berenang, Kolam Renang Sri Rejeki ini menyediakan les renang dengan pelatih renang yang mumpuni.

    Bahkan jika perut para perenang ‘keroncongan’, disediakan juga kantin yang menyajikan berbagai makanan pelepas lapar setelah renang. Mi instant alias Indomie, kopi, popmie, juga makanan ringan serta minuman kopi, es teh manis menjadi menu favorit.

    Kolam Renang Sri Rejeki.(Foto:Pelopor.id/Tk)

    “Yang belum bisa renang, disini juga menyediakan les renang. Kalau lapar dan haus, disini juga ada kantin yang menyajikan sesuai dengan selera masing-masing,” ungkap Tami.

    Tak hanya itu, bagi para pekerja dan pelaku bisnis, Tami juga menyediakan tempat pertemuan untuk acara keluarga atau ‘gathering’ berikut paket pesan makanan Cathring yang lokasinya bersebelahan dengan Kolam Renang Sri Rejeki.

    “Kedepannya saya berharap, dengan adanya kolam renang, tempat gathering ini bisa membantu masyarakat untuk mempermudah menjangkau lokasi kolam renang yang kemungkinan sebagian masyarakat sekitar mudah untuk mendatangi,” tandas Tami. []

  • Mau Wisata Alam di Sekitar Sentul? Cek 10 Review Ini Dulu

    peloporberita.com/ | Mau wisata alam di sekitar Sentul? Anda bisa cek 10 review ini terlebih dahulu.

    1. Gunung Pancar

    Sebut Gunung Pancar, pasti langsung ingat Sentul. Demikian sebaliknya, sebut Sentul, ingat Gunung Pancar. Gunung ini tidak menjulang tinggi, namun cukup menghiasi pemandangan panoramic yang keren, berderet dengan beberapa anak gunungnya dan juga Gunung Papandayan diujung panorama pandangan. Di Gunung Pancar, banyak spot wisata yang akan kita bahas di bawah ini, sebagai bagian dari wisata alam sekitar Sentul.

    2. Gunung Ciung

    Gunung Ciung, mungkin tidak sepopuler Gunung Pancar. Gunung ini lebih landai dari Gunung Pancar, sehingga cocok bagi para pendaki pemula. Sesampainya di puncak, para pengunjung akan disuguhi pemandangan Gunung Salak yang memesona.

    3. Curug Leuwi Hejo, Curug Hordeng, Curug Kembar

    Sentul memiliki banyak air terjun (curug), memang bukan yang besar atau tinggi, menawarkan kemudahan untuk digapai dan beragam view. Yang paling berdekatan adalah Leuwi Hejo yang cucurannya seperti kolam hijau permata jade. Seperti di satu komplek besar, Leuwi Hejo berdekatan dengan Curug Hordeng dan Curug Kembar.

     

    4. Curug Bidadari

    Kalau Curug Bidadari, air terjunnya cukup tinggi, sekitar 30 meter dan sudah menjadi wahana wisata yang dikelola menajemen profesional, bukan warga lokal. Dengan begitu, harga tiket masuknya lebih mahal dibanding curug lainnya yang dikelola warga lokal.

    5. Trekking Sawah, Kebun dan Hutan

    Kalau ini, kita akan bertemu berbagai penyelenggara trekking yang adalah warga lokal dengan paket yang mirip-mirip dan rute utamanya adalah menyusuri sawah, kebun, aliran sungai kecil serta bersentuhan dengan hutan pinus. Biasanya, paket trekking berangkat pagi dan menyediakan makan siang. Anda harus siap jalan selama berjam-jam dengan sepatu yang siap basah dan kotor.

    Pemandangan alam di Sentul. (Foto: peloporberita.com/Ardi)

    6. Hutan Pinus

    Sudah pasti pemandangan hutan pinus rapih dan adem jadi pilihan warga metropolitan yang sudah suntuk dengan gedung tinggi. Hutan ini berada di Gunung Pancar yang sudah dilengkapi dengan kedai-kedai kecil warga lokal dan spot-spot untuk berfoto cantik. Ada juga spot untuk kemah, baik kemah besar untuk beramai-ramai maupun kemah tunggal dengan paket yang dikelola warga lokal.

    7. Goa Garunggang

    Cari pemandangan yang berbeda dari pohon-pohon maupun aliran air nan sejuk. Goa Garunggang mudah digapai dan menyajikan bebatuan juga stalaktit dan stalagmit sederhana. Goa Garunggang juga sering menjadi bagian dari paket trekking, sehingga Anda harus teliti mau rutenya apa saja.

    8. Kawah Merah

    Kedengarannya akan berjumpa cekungan di atas pegunungan, tidak juga. Sebutan kawah merah adalah menawarkan wisata rendam air panas, baik kaki maupun badan di kolam-kolam kecil, yang dikelola warga lokal dengan sumber air panas dari Gunung Pancar.

    9. Jungle Land

    Taman bermain atau theme park dengan latar belakang perbukitan Hambalang dan barisan gunung-gunung, agak mencontoh Disneyland dengan roller coaster, serta sejumlah wahana permainan lainnya. Dibandingkan taman bermain lain di Jakarta maupun Indonesia, Jungle Land termasuk yang lebih ekonomis harganya. Jungle Land baru saja kembali beroperasi pada Desember 2021, setelah sempat tutup akibat pandemi.

    10. Taman Budaya

    Awalnya, Taman Budaya hanya menawarkan area outbound ringan dan beberapa resto menu nusantara. Namun, sejak destinasi wisata Sentul jadi tren, Taman Budaya pun mendadak ikut menawarkan pemandangan pegunungan dan perbukitan dengan resto dan kafe tempat kongkow yang instagramable. []

  • Sekber IPJT Pekalongan Raya Adakan FGD

    peloporberita.com/ – Dalam rangka menjalin sinerginitas dan soliditas anggota dan Pengurus Sekretariat Bersama Insan Pers Jawa Tengah( Sekber IPJT), Dewan Pimpinan Cabang Pekalongan Raya pada 17-18 Desember 2021 mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang berlokasi di perkebunan Teh Pagilaran, tepatnya di Villa Alamanda , Pagilaran Kecamatan Blado Kabupaten Batang.

    Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari , pada hari pertama diisi oleh Pengurus Sekber IPJT Pusat pada Jumat 17 Desember dan pada Sabtu 18 Desember 2021 diisi dari Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan.

    Ketua Sekber Pekalongan Raya, Ali Rosidin pada kesempatan acara FGD mengatakan bahwa kegiatan FGD ini adalah dalam rangka mengevaluasi kinerja Pengurus dan meningkatkan sinerginitas dan soliditas anggota Sekber IPJT Pekalongan Raya.

    ” tujuan dari kegiatan FGD disamping dalam rangka meningkatkan kesolidan anggota dan mengevaluasi kinerja Pengurus juga guna meningkatkan kerjasama antara insan Pers dengan Pemerintah setempat serta mengangkat issu issu yang sedang hangat” tutur Ali pada Jum’at ( 17/10/2021) malam.

    Selanjutnya disampaikan bahwa kegiatan FGD juga guna mencari solusi dalam menemukan suatu permasalahan di lapangan.

    “Disaat teman teman wartawan menemukan suatu kasus dilapangan setelah kita melakukan konfirmasi dan klarifikasi maka apa yang didengar, dilihat dan fakta serta data yang akurat, maka tugas wartawan untuk tidak segan segan memuatnya dalam sebuah tulisan atau berita” pintanya.

    Sementara itu Sekjen Sekber IPJT Pusat, M.Safik mengatakan bahwa lahirnya Sekber IPJT adalah pada saat seluruh wartawan se Indonesia merasa gundah dan resah karena sikap Dewan Pers yang.belum dapat mengakomodir wartawan dan media diluar konstituen Dewan Pers.

    “Saat itu seluruh wartawan dan pemilik media mengadakan Mubes dan Kongres Pers di Jakarta, sehingga lahirlah Dewan Pers Indonesia(DPI) dan Sekber Insan Pers” terangnya.

    Lebih jauh dikatakan bahwa wartawan harus selalu berpegang pada undang-undang nomor 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik.

    “Dalam menjalankan tugas seorang wartawan harus selalu berpedoman pada Undang undang 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik sehingga produk jurnalistiknya dapat dipertanggungjawabkan” terang M.Safik.

    Wartawan jangan sampai terjebak kasus pidana seperti pemerasan, pengancaman, penipuan dan lainnya.

    “Maka seorang wartawan harus tau masalah hukum dan regulasinya sehingga tidak sampai terjebak hukum”sambung M.Safik
    Acara dilanjutkan tanya jawab dan diakhiri dengan hiburan.

    (Tyo)

  • Perkumpulan Wartawan Online Magelang Raya Lanjutkan Galang Donasi untuk Korban Semeru

    peloporberita.com/ – Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Magelang Raya bersama Komunitas Musik Magelang melanjutkan penggalangan dana untuk korban gunung Semeru. Setelah pada hari Minggu (12/12/2021) di CFD Lapangan Rindam IV/Diponegoro Kota Magelang, kini di simpang tiga Tanjung, Banjarnegoro, Mertoyudan, Magelang, Selasa (14/12/2021).

    Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan iringan organ tunggal, Komunitas Musik mendendangkan lagu-lagu aneka irama. Sementara lainnya berkeliling membawa kotak donasi.

    Para pengendara yang berhenti saat lampu merah, disambangi dan mereka yang terketuk hatinya menyumbang seikhlasnya. Kegiatan terjeda sekitar 2 jam karena hujan dan dilanjutkan setelah reda.

    Baca juga : SD Muhammadiyah Alternatif 1 Kota Magelang Gelar Konser Amal untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

    Salah satu anggota PWO Magelang Raya, Ikhwan mengatakan dengan mengambil lokasi simpang tiga Tanjung ini, memberi kesempatan kepada masyarakat terutama pengendara untuk beramal.

    “Karena bisa jadi banyak anggota masyarakat ingin menyumbang, namun belum sempat disalurkan. Sehingga di tempat ini mereka bisa menyumbang melalui kami di tempat ini,” katanya dengan semangat.

    Ikhwan merasa bangga bisa bergabung menggalang donasi dalam program “Konser Amal Peduli Semeru” ini.

    Semoga aksi ini menggugah kepedulian masyarakat terhadap para korban erupsi gunung Semeru di Lumajang.

    “Hari ini, aksi penggalangan dana berakhir pukul 17.00 WIB.

    (Tyo)