peloporberita.com/ - Bencana banjir bandang terjadi pada Sabtu sore (27/112021) di wilayah utara Garut tepatnya di Kecamatan Sukawening. Penyebabnya, hujan dengan intensitas tinggi yang terus-terusan mengguyur Kabupaten Garut.
Di Sukawening, banjir bandang paling parah melanda Kampung Ciloa, Desa Sukamukti. Dari sungai, air meluap dan menerjang permukiman serta lahan pesawahan warga sehingga menimbulkan kerusakan parah. Selain Kampung Ciloa, banjir bandang juga melanda sejumlah kampung lainnya seperti Mulabaruk, Munjul, Bangkonol, dan Cipeucang.
[caption id="attachment_8416" align="alignnone" width="1024"]
Banjir bandang pada Sabtu sore (27/112021) di Sukawening, Garut, Jawa Barat. (Foto:Pelopor.id/Ist)[/caption]
Kantor SAR (Search and Rescue) Bandung, Jawa Barat pun menerima informasi dari warga terkait banjir bandang itu pada Pukul 15.45 WIB. Untuk melaksanakan evakuasi warga yang terdampak banjir, Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengerahkan satu tim rescue Basarnas Bandung menuju lokasi kejadian pada pukul 16.00 WIB.
Tim tiba di lokasi kejadian banjir pukul 17.15 WIB, dan langsung melakukan koordinasi dengan unsur SAR di lapangan. Komandan Tim Rescue, Syahrir melaporkan, kondisi di lokasi kejadian bahwa banjir sudah surut dan kini tersisa lumpur.
Banjir bandang pada Sabtu sore (27/112021) di Sukawening, Garut, Jawa Barat. (Foto:Pelopor.id/Ist)[/caption]
Kantor SAR (Search and Rescue) Bandung, Jawa Barat pun menerima informasi dari warga terkait banjir bandang itu pada Pukul 15.45 WIB. Untuk melaksanakan evakuasi warga yang terdampak banjir, Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengerahkan satu tim rescue Basarnas Bandung menuju lokasi kejadian pada pukul 16.00 WIB.
Tim tiba di lokasi kejadian banjir pukul 17.15 WIB, dan langsung melakukan koordinasi dengan unsur SAR di lapangan. Komandan Tim Rescue, Syahrir melaporkan, kondisi di lokasi kejadian bahwa banjir sudah surut dan kini tersisa lumpur.
💬 Komentar (0)
Tulis Komentar