Tag: Garut

  • Enam Variabel Terpenuhi, Garut siap Layani Pemudik

    Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, mendapat laporan dari Bupati Garut dan Kapolres Garut bahwa Kabupaten Garut sudah memenuhi variabel kesiapan penanganan mudik, dan siap melayani pemudik yang akan datang dan melintas.

    Laporan ini diterima Menko PMK saat ia meninjau kesiapan Kabupaten Garut dalam menangani pemudik, di Posko Terpadu Pengamanan Lebaran 2022 Rest Area GTC Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (29/04/2022).

    “Mulai dari tata kelola lalu lintasnya, ketersediaan BBM, kemudian kondisi Covid-19 di Kabupaten Garut yang sudah level 1, vaksinasi dosis lengkap di atas 90 persen, vaksinasi booster 3 sudah menuju 60 persen,” tutur Muhadjir Effendy.

    “Kemudian distribusi sembako untuk masyarakat yang tidak mampu sudah mencapai target sehingga kita harapkan masyarakat tidak mampu ikut merasakan gembira pada Idul Fitri 2022. Kemudian kesediaan bahan pokok makanan yang terjamin,” sambungnya.

    Menko PMK Muhadjir Effendy di Posko Terpadu Pengamanan Lebaran 2022 Rest Area GTC Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (29/04/2022). (Foto:Kemenko PMK)

    Dalam kesempatan itu, Menko PMK juga mewanti-wanti agar seluruh stakeholder terkait bersiaga dalam menghadapi kejadian tak terduga dari perilaku pemudik dan bencana alam.

    “Apalagi Garut merupakan daerah yang rawan terjadi bencana alam seperti tanah longsor,” ucapnya.

    Menko PMk juga mengapresiasi atas kesiapan yang telah dilakukan Pemkab Garut beserta seluruh jajaran terkait dalam penanganan mudik lebaran 2022.

    “Saya ucapkan banyak terima kasih Pak Bupati, Pak Kapolres, dan jajaran pemerintah Kabupaten Garut yang telah menyiapkan tata kelola mudik dan hal yang diperlukan dengan sangat baik. Mudah-mudahan apa yang terjadi di Garut juga menggambarkan yang sama untuk Kabupaten Kota di seluruh Indonesia,” tandasnya. []

    [irp]

  • Muhadjir Effendy Imbau Pemudik Lintasi Jalur Selatan

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, melakukan perjalanannya ke Garut bersama Kepala BNPB. Dalam perjalanan ini, ia sekaligus melakukan pemantauan udara di atas Jalur Selatan. Dari pemantauan, Km 30, Km 47 terjadi kepadatan akibat bergabungnya Japek atas dan bawah.

    Kemudian pemantauan Menko PMK dilanjutkan ke gerbang Tol Padaleunyi, lalu ke Cileunyi. Selanjutnya, ia memantau daerah Nagrek dan dilanjutkan ke Jalur Selatan Garut tepatnya dari Pameungpeuk menuju Cipatujah Tasikmalaya, dan terakhir ke Limbangan.

    Sepanjang pemantauannya, menurut Muhadjir Effendy, Jalur Selatan masih terbilang sepi dilintasi oleh pemudik. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat agar memanfaatkan Jalur Selatan untuk menuju ke kampung halaman. Termasuk, Jalur Selatan Garut yang masih terbilang sepi dilintasi pemudik.

    Menko PMK juga meminta agar media massa ikut mengampanyekan Jalur Selatan sebagai alternatif jalan menuju kampung halaman. Menurutnya, Jalur Selatan juga sudah lengkap dengan berbagai fasilitas, dan didukung pemandangan yang indah.

    “Memang koneksinya masih ada beberapa ruas yang sulit. Tetapi sulitnya tidak lama karena akan mendapatkan jalan yang lurus tidak banyak hambatan. Mestinya ini kesempatan baik untuk pemudik menikmati Jalur Selatan,” tegasnya. []

  • Menko Airlangga Tinjau Ekosistem Industri dan UMKM Pengrajin Kulit di Garut

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke PT Garut Makmur Perkasa di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/04/2022).

    “Kunjungan ini merupakan kunjungan kerja untuk meninjau ekosistem industri kulit dan UMKM pengrajin kulit di Garut,” tututnya.

    PT Garut Makmur Perkasa sendiri, merupakan pabrik penyamakan kulit terbesar di Indonesia dan telah memiliki fasilitas standar untuk pengolahan limbah. Perusahaan ini memproduksi kulit sebagai bahan baku industri termasuk bagi UMKM.

    Dalam kunjungan ini, Menko Airlangga melakukan factory touring meninjau fasilitas pabrik dan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan KUR secara simbolis kepada 2 UMKM pengrajin kulit binaan BNI. Selanjutnya, ia mengunjungi stand UMKM yang menampilkan berbagai produk kerajinan dari kulit serta berdialog dengan para pelaku UMKM tersebut.

    Bupati Garut Rudy Gunawan yang hadir dalam kesempatan itu, mengapresiasi Menko Airlangga yang telah berperan serta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Garut.

    “Kunjungan kerja ini mempunyai arti yang sangat besar bagi Kabupaten Garut, karena program-program dari Kemenko Perekonomian terasa di Kabupaten Garut yang penduduknya saat ini berjumlah sekitar 2,7 juta,” kata Bupati Rudy.

    “Tentu kami berterimakasih, Bapak mengadakan kunjungan di saat kami juga sedang recovery dari keterpurukan ekonomi. Dahulu pertumbuhan ekonomi kami minus, kini sudah plus lagi, diatas 3,7%. Mudah-mudahan kami bisa lanjut menuju ke angka 5% kembali,” sambungnya.

    Menko Airlangga menyerahkan KUR secara simbolis saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/04/2022). (Foto: Kemenko Ekon)
    Menko Airlangga menyerahkan KUR secara simbolis saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/04/2022). (Foto: Kemenko Ekon)

    Sementara penyaluran KUR, secara simbolis disampaikan Menko Airlangga kepada 2 debitur BNI yang memiliki usaha di bidang industri sarung tangan kulit yang saat ini telah dipasarkan hingga ekspor ke Malaysia, serta industri jaket dan kerajinan dari kulit.

    “Diharapkan UMKM untuk terus mengakses KUR. Karena KUR telah disiapkan Pemerintah sebesar Rp373,17 Triliun dengan subsidi bunga 3%, jadi silahkan dimanfaatkan,” ucap Menko Airlangga.

    Dalam kunjungan ini, hadir 14 UMKM pengrajin kulit. Beberapa pengrajin kulit itu, merupakan pengusaha dari kalangan milenial yang diantaranya mengusung brand yakni Astiga Leather yang sudah mampu merambah pasar ekspor dan Tag Leather yang turut memasok produk saat perhelatan Moto GP di Mandalika beberapa waktu lalu.

    Menko Airlangga saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/04/2022). (Foto: Kemenko Ekon)
    Menko Airlangga saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/04/2022). (Foto: Kemenko Ekon)

    Industri pengolahan, masih memberikan kontribusi terbesar terhadap struktur Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan tercatat mencapai sebesar 19,25 % pada tahun 2021. Industri pengolahan sendiri berhasil tumbuh sebesar 3,39 %(yoy) sepanjang 2021 tersebut.

    Sementara untuk sektor Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki sebagai bagian dari industri pengolahan nonmigas juga berhasil tumbuh positif sebesar 7,75% (yoy) pada tahun 2021 dengan kontribusi 0,25% terhadap PDB.

    [irp]

    Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik, untuk sektor industri tersebut menyumbang PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) dengan nilai mencapai Rp42,51 triliun pada 2021. Nilai tersebut porsinya sebesar 1,44% dari industri pengolahan nonmigas nasional.

    Pemerintah mendorong keberpihakan yang besar kepada pengembangan industri kecil dan menengah melalui pemberlakuan PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Keberpihakan tersebut salah satunya diwujudkan dalam Program Pembinaan UMKM melalui Pengelolaan Terpadu (factory sharing) UMKM.[]

  • Koperasi Produsen di Garut Ekspor Kopi Perdana ke Belanda

    peloporberita.com/ – Koperasi Produsen Sari Buah Kopi dari Desa Mekarsari, Cikajang, Garut, Jawa Barat, melepas ekspor kopi yang dipesan Belanda. Pesanan itu, sebanyak 2 kontainer dengan nilai ekspor sebesar Rp4 miliar. Ekspor kopi tersebut, dilakukan berdasarkan kerjasama yang baik antara PT Astra Internasional Tbk dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

    Menurut Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi dan UKM, Luhur Pradjarto ekspor ini menjadi bukti bahwa dengan pengelolaan dan kerjasama yang baik oleh berbagai pihak, ekspor produk perkebunan bisa dilakukan oleh koperasi. Hal ini, disampaikannya dalam acara Pelepasan Ekspor Kopi tersebut, Rabu, (2/3/2022).

    “Kegiatan pelepasan ekspor seperti ini diharapkan dapat berkelanjutan, tidak berhenti disini saja, agar menghasilkan nilai ekspor yang terus meningkat. Saya sangat bangga dan apresiasi sekali dengan optimisme para petani milenial ini untuk memajukan komoditas unggulan daerah khususnya kopi,” tutur Luhur.

    Luhur menyampaikan, permintaan kopi dunia saat ini trennya sedang meningkat. Pada 2021 lalu volume ekspor kopi Indonesia mencapai 380,17 ribu ton atau naik sekitar 1,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 375,60 ribu ton. Sedangkan nilai ekspor kopi sebesar USD842,52 juta. Terdapat kenaikan sekitar 4,11 persen dibandingkan 2020 yang sebanyak USD809,20 juta.

    Luhur menambahkan bahwa Pemerintah juga siap memfasilitasi para pelaku UMKM dan koperasi mendapatkan akses pembiayaan murah karena targetnya tahun 2024 sebesar 30 persen kredit perbankan untuk UMKM.

    Hal senada disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Menurutnya, masa depan ekonomi Indonesia ditopang olah sektor pertanian dengan syarat harus dipadukan dengan teknologi. Oleh sebab itu dia berharap para lulusan perguruan tinggi dapat kembali ke desa untuk membangun ekonomi dengan konsep modern.

    “Ini bisa terwujud dengan kolaborasi pentahelix yang erat. Jawa Barat itu ekspor rata rata per tahun untuk produk pertanian Rp200 milar. Mudah mudahan bisa kita tingkatkan sampai triliun dengan praktik yang baik seperti har ini sehingga Jawa Barat bisa menjadi unggulan eksportir kopi di Indonesia,” tegasnya.

    Sementara Rektor IPB, Arif Satria menyatakan pihaknya kini telah mendampingi 53 desa di Jawa Barat untuk mengembangkan produk lokalnya agar bisa menembus pasar ekspor. Di sektor pertanian, dia berharap para petani yang tergabung dalam wadah koperasi atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dapat mengaplikasikan teknologi inovasi yang dikembangkan oleh IPB agar produktivitasnya meningkat.

    Koperasi Produsen di Garut Ekspor Kopi Perdana ke Belanda
    Koperasi Produsen di Garut Ekspor Kopi Perdana ke Belanda. (foto:Pelopor.id/KemenKopUKM)

    “Kita terus berupaya meningkatkan inovasi, alhamdulillah desa-desa yang kita dampingi mulai berkembang. IPB berusaha maksimal mendongkrak potensi desa terutama di masa krisis sektor pertanian selalu unggul tahan banting dan tidak pernah mengalami kontraksi,” tandasnya.

    Dalam kesempatan yang sama Ketua Koperasi Produsen Sari Buah Kopi, Juanda bersyukur bahwa perjuangannya untuk membangun koperasi produksi kopi akhirnya membuahkan hasil. Walaupun usia koperasi masih tergolong muda namun untuk pemrosesan dan produksi kopi sudah dilakukannya selama tujuh tahun.

    Selama itu, jatuh bangun membangun koperasi produksi kopi telah dirasakannya. Dan kini koperasi dengan luas lahan produktif sebesar 2.815 hektare ini akhirnya pecah telor mengekspor produk kopi atas nama koperasi. []

  • KemenKopUKM: Garut Berpotensi Jadi Sentra Kulit Dunia

    peloporberita.com/ – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mengatakan Kabupaten Garut memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi sentra kulit untuk produk fesyen kelas dunia. Sebagai industri kulit yang sudah berdiri sejak tahun 1925, Kabupaten Garut dapat dikembangkan lebih lanjut untuk dijadikan sentra kulit yang besar.

    “Ini langkah pertama untuk bisa kembangkan potensi di Garut. Pengrajin kulit di Garut harus kita kembangkan, talenta pelaku UMKM di sini bisa jadi luar biasa,” tutur Deputi Bidang Kewirausahaan, KemenKopUKM, Siti Azizah dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, Minggu (16/1/2022).

    Selain industri kulit, Siti Azizah menambahkan bahwa Kabupaten Garut juga memiliki potensi yang besar dalam pengembangan produk akar wangi, kriya dan wisata geopark. Ia juga mengapresiasi penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) di Kabupaten Garut yang dilakukan oleh Bank bjb sebesar Rp500 juta untuk sektor usaha peternakan sapi pedaging.

    Kemudian juga Bank BNI Rp400 juta untuk industri pengolahan kopi, Bank Mandiri Rp200 juta untuk industri kerajinan kulit, dan Bank BRI Rp50 juta untuk dagang daging domba dan hewan ternak.

    KemenKopUKM: Garut Berpotensi Jadi Sentra Kulit Dunia
    KemenKopUKM: Garut Berpotensi Jadi Sentra Kulit Dunia. (Foto:Pelopor.id/KemenkopUKM)

    “Semoga kita bisa melangkah lebih maju untuk mengembangkan Kabupaten Garut dengan potensi kulit, kriya, geopark dan lainnya,” ungkapnya.

    Sementara Ketua Umum Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono menyampaikan bahwa dengan potensi sentra kulit ini, Kabupaten Garut dapat membuat produk yang memiliki daya jual tinggi layaknya produk Hermes yang mendunia.

    Untuk merealisasikan hal ini, Poppy membawa pengusaha garmen yang berasal dari Australia yakni David Cohen untuk ikut mengembangkan sentra kulit di Kabupaten Garut.

    “Saya membawa pengusaha garmen yang telah membuka industri di Bandung yakni David Cohen asal Australia untuk memberikan mesin bagi pembuatan sentra kulit ini, karena beliau juga mengirimkan produknya untuk British Army dan juga sekolah di Australia,” tandas Poppy.

    Poppy menegaskan, dirinya memiliki beberapa kenalan di Italia yang bersedia untuk mempromosikan produk UMKM khususnya fesyen di sana. Dia berharap, KemenKopUKM dapat melakukan kerja sama dengan industri garmen Italia untuk mengembangkan sentra kulit di Garut ini.

    “Semoga ke depan sentra Garut ini bisa jadi Firenze nya Indonesia. Saya melihat Garut punya potensi besar sebagai sentra kulit untuk industri fesyen. Saya ingin mengundang duta besar untuk datang ke Garut karena ada banyak potensi baik itu dari segi produk UMKM dan juga wisata,” ucapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Bupati Garut Rudy Gunawan menegaskan bahwa dengan dukungan dari KemenKopUKM dan Poppy Dharsono, produk fesyen berbahan kulit di Kabupaten Garut dapat memiliki nilai jual yang tinggi.

    “Dengan adanya dukungan kita bisa membuat produk UMKM yang tadinya harga Rp2 ribu menjadi Rp2 juta,” tandas Rudy. []

  • Hujan Deras Sebabkan Banjir Bandang di Sukawening Garut

    peloporberita.com/ – Bencana banjir bandang terjadi pada Sabtu sore (27/112021) di wilayah utara Garut tepatnya di Kecamatan Sukawening. Penyebabnya, hujan dengan intensitas tinggi yang terus-terusan mengguyur Kabupaten Garut.

    Di Sukawening, banjir bandang paling parah melanda Kampung Ciloa, Desa Sukamukti. Dari sungai, air meluap dan menerjang permukiman serta lahan pesawahan warga sehingga menimbulkan kerusakan parah. Selain Kampung Ciloa, banjir bandang juga melanda sejumlah kampung lainnya seperti Mulabaruk, Munjul, Bangkonol, dan Cipeucang.

    Banjir bandang pada Sabtu sore (27/112021) di Sukawening, Garut, Jawa Barat.
    Banjir bandang pada Sabtu sore (27/112021) di Sukawening, Garut, Jawa Barat. (Foto:Pelopor.id/Ist)

    Kantor SAR (Search and Rescue) Bandung, Jawa Barat pun menerima informasi dari warga terkait banjir bandang itu pada Pukul 15.45 WIB. Untuk melaksanakan evakuasi warga yang terdampak banjir, Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengerahkan satu tim rescue Basarnas Bandung menuju lokasi kejadian pada pukul 16.00 WIB.

    Tim tiba di lokasi kejadian banjir pukul 17.15 WIB, dan langsung melakukan koordinasi dengan unsur SAR di lapangan. Komandan Tim Rescue, Syahrir melaporkan, kondisi di lokasi kejadian bahwa banjir sudah surut dan kini tersisa lumpur.

    Baca juga :

    Untuk sementara, tim di lapangan melaporkan akibat banjir tersebut 4 Rumah rusak berat di Desa Mekarhurip dan 7 jiwa melakukan evakuasi mandiri ke rumah saudara yang lebih aman. Sedangkan di desa Sukawening 17 Rumah rusak dengan jumlah 63 jiwa. Mereka, mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur. []

  • Densus 88 Dalami Peristiwa Baiat NII di Garut Jawa Barat

    peloporberita.com/ | Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tengah mendalami adanya dugaan baiat Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah Garut, Jawa Barat. Puluhan warga disebut mengaku telah mengambil sumpah kelompok yang juga dikenal dengan nama Darul Islam. “Kami sudah monitor kejadian ini dan sedang mengumpulkan informasi yang lebih detail,” tutur Kabag Ops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar kepada wartawan, Kamis (07/10/2021).

    Meski begitu, Aswin belum merinci proses penyelidikan yang dilakukan petugas, termasuk data dan barang bukti terkait dugaan pembaiatan NII tersebut. Ia hanya mengatakan perlu upaya tindak lanjut secara menyeluruh dalam menangani kasus tersebut. “Nanti akan ada tindak lanjut sesuai fakta hukum yang ditemukan,” ujarnya.

    Baca juga: Polisi Gagalkan Peredaran Ganja Lintas Sumatera-Jawa Seberat 279 Kilogram

    Sebelumnya, puluhan anak dan sejumlah orang tua di wilayah Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut mengaku dibaiat masuk aliran sesat Negara Islam Indonesia. Tidak hanya dibaiat saja, mereka juga diduga didoktrin paham radikal. Suherman yang merupakan Lurah Sukamentri mengatakan bahwa terungkapnya puluhan warga yang masuk NII, berawal dari laporan seorang warganya yang mengaku kalau anaknya yang masih 15 tahun mengalami penyimpangan aqidah.

    Baca juga: Polisi Amankan Tiga Remaja Pembuat Tembakau Sintetis

    Mengetahui hal itu, pihaknya langsung melakukan pendalaman informasi. Ternyata, cukup banyak jumlah anak yang mengalami penyimpangan serupa. Bahkan, totalnya mencapai puluhan anak dan sejumlah orang tua.

    “Mereka ini diduga masuk NII setelah dibaiat oleh seseorang. Yang masuk kebanyakan masih anak-anak, ada juga orang dewasa dan orang tua. Berdasarkan pengakuan sejumlah anak yang mengaku dibaiat, salah satu doktrin yang diberikan adalah menganggap pemerintah RI thogut,” ucapnya pada Rabu (06/10/2021). []

  • Menparekraf Sebut Bakal Ada Revenge Tourism, Maksudnya?

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menparekraf Sandiaga Uno, mengajak pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut untuk bersiap menyambut serangan pariwisata (Revenge Tourism). Ini akan terjadi ketika nantinya level PPKM dilonggarkan atau diturunkan seiring tren melandainya kasus Covid-19 yang ada.

    Menparekraf Sandiaga Uno saat berdiskusi dengan PHRI Garut di Rancabago Hotel and Resort Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjelaskan, selama 1 tahun 7 bulan sejak pandemi Covid-19 hadir, masyarakat banyak yang jenuh dan ingin sekali berwisata.

    “Sejauh ini kita selalu bicara destinasi yang berkelas dunia mengharapkan wisatawan mancanegara bersaing dengan Thailand, Malaysia dari segi jumlah kunjungannya. Tapi ternyata permata di depan kita dilupakan yaitu wisatawan nusantara yang menghabiskan 11 miliar dolar AS tiap tahun yang berwisata ke luar negeri.”

    Terlebih saat gelombang kedua Covid-19 terjadi beberapa waktu belakangan, yang membuat pemerintah mengambil kebijakan PPKM yang dibagi dalam 4 level. Stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif pun, khususnya PHRI, harus dapat mempersiapkan diri menerima kunjungan wisatawan yang sangat masif nantinya.

    “Contohnya yang terjadi di India, setelah lockdown, di sana terjadi revenge tourism. Semua penerbangan habis, okupansi hotel full bahkan kelebihan permintaan sebesar 40 persen dan akhirnya banyak wisatawan yang kecewa. Itu bisa terjadi di sini lantaran destinasi-destinasi di Garut yang bisa dicapai dengan menggunakan transportasi darat dari Jakarta selama kurang lebih tiga jam,” tutur Menparekraf, Minggu, 22 Agustus 2021.

    Diketahui belum lama ini, beberapa pelaku parekraf di Garut mengibarkan bendera putih sebagai tanda mereka membutuhkan keberpihakan pemerintah untuk hadir dan membantu di tengah pandemi Covid-19.

    Menparekraf Sandiaga Uno bersama PHRI Garut
    Menparekraf Sandiaga Uno bersama PHRI Garut di Rancabago Hotel and Resort Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Foto: peloporberita.com/Kemenpar)

    Sandiaga menjelaskan, tidak ada satupun orang yang mengetahui secara pasti kapan pandemi akan berakhir. Tetapi berbagai upaya perlu dimaksimalkan untuk dapat meminimalisir dampak dari pandemi tersebut.

    “Berdasarkan data yang kami himpun, diprediksi akhir September 2021 angka COVID-19 akan melandai. Hal itu sembari kita menyiapkan protokol kesehatan dengan upaya percepatan vaksinasi,” ungkapnya.

    Menurut Sandiaga, semua peluang yang ada harus dimaksimalkan dan tantangan harus dapat dilewati dan diantisipasi dampak negatifnya. Diperlukan dukungan dan kerja sama dari unsur pentahelix pariwisata dan ekonomi kreatif agar berbagai upaya dan kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam menyelamatkan sektor pariwisata dapat menemui titik terang dan mengembalikan neraca ekonomi negara yang terpuruk.

    Selain vaksinasi Covid-19 yang saat ini terus diakselerasi oleh pemerintah termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE yang ketat dan disiplin juga harus menjadi perhatian. Terlebih tren pariwisata kedepan polanya akan beradaptasi kepada pariwisata yang personalize, customize, localize, dan smaller in size.

    “Pelajaran yang kita ambil, sejauh ini kita selalu bicara destinasi yang berkelas dunia mengharapkan wisatawan mancanegara bersaing dengan Thailand, Malaysia dari segi jumlah kunjungannya. Tapi ternyata permata di depan kita dilupakan yaitu wisatawan nusantara yang menghabiskan 11 miliar dolar AS tiap tahun yang berwisata ke luar negeri. Karena saya yakin yang mampu melayani customer adalah PHRI,” tandasnya. []

  • Kemenparekraf Bakal Libatkan PHRI di Sentra Vaksinasi Garut

    peloporberita.com/ | Jakarta –  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno akan berkolaborasi dengan Bupati Garut dan Ketua beserta pengurus PHRI Garut dalam upaya peningkatan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

    Kemenparekraf antara lain akan menggandeng PHRI Garut untuk menghadirkan sentra vaksinasi COVID-19 bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif juga masyarakat. Hal ini, disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan audiensi secara virtual dengan Pemda Garut dan PHRI Garut, Jumat, 23 Juli 2021.

    “Mudah-mudahan ini bisa sedikit menggeliatkan sektor perhotelan di Garut. Karena tentu saja tenaga kesehatan baik dari pusat dan daerah butuh tempat beristirahat.”

    Sebelumnya PHRI Garut mengibarkan bendera putih sebagai tanda keprihatinan atas pandemi COVID-19 yang memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan usaha mereka.

    “Memang saat ini bangsa kita sedang menghadapi masa sulit, tapi saya yakin dengan bergandengan tangan kita bisa bangkit,” tutur Menparekraf Sandiaga Uno.

    Selain itu, Kemenparekraf juga akan menggandeng para pelaku perhotelan di Garut untuk menyediakan akomodasi bagi para tenaga kesehatan.

    “Mudah-mudahan ini bisa sedikit menggeliatkan sektor perhotelan di Garut. Karena tentu saja tenaga kesehatan baik dari pusat dan daerah butuh tempat beristirahat,” sebut Sandiaga.

    Menurut Sandi, nantinya akan ditugaskan tim khusus dari Kemenparekraf yang akan menyiapkan kerja sama yang lebih jauh dengan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Garut.

    Menparekraf pun mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya di sektor perhotelan dan restoran di Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk tetap optimistis menghadapi pandemi COVID-19 yang tengah melanda Indonesia dan dunia.

    Bahkan, Sandiaga mengajak PHRI Garut mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol semangat dan bangkit dari pandemi COVID-19.

    Bendera-bendera itu nantinya akan diproduksi oleh para pelaku ekonomi kreatif yang ada di Garut sehingga dapat membuka peluang usaha serta memastikan roda perekonomian di sektor ekonomi kreatif di Garut dapat terus bergerak.

    Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga mengapresiasi dukungan dari KAHMIPreneur yang didirikan anggota komisi XI DPR RI, Kamrussamad, yang akan memberikan dukungan program seperti bantuan sosial dan beasiswa bagi para pelajar yang berasal dari keluarga pelaku UMKM di Garut.

    “Program-program bantuan ini merupakan investasi sosial bagi masyarakat yang terdampak untuk merespons situasi yang sangat memprihatinkan ini,” tegas Sandiaga.

    Dalam kesempatan yang sama Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Henky Manurung, menjelaskan, nantinya 80 persen relawan yang mengelola sentra vaksinasi di Garut adalah para pekerja hotel dan restoran.

    “Jadi nantinya mereka bisa mendapatkan sesuatu dari hasil kolaborasi kita dengan perusahaan-perusahaan besar dan para pelaku usaha untuk membantu Garut,” tandas Henky.

    Kemudian Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo, mengatakan, pihaknya juga akan menggencarkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental sustainability) bagi restoran serta hotel di daerah yang dijuluki sebagai “Kota Dodol” tersebut.

    “Mulai minggu depan proses sertifikasi dan verifikasi akan berjalan. Tahun ini kita menargetkan ada 6.300 usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang usahanya tersertifikasi CHSE,” tandas Fadjar.

    Turut hadir dalam acara ini Plt Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Cecep Rukendi; Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf, Anggara Hayun Anujuprana; serta Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Raden Sigit Witjaksono.

    Serta Bupati Garut, Rudy Gunawan; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar; serta Ketua Badan Pengurus Cabang PHRI Garut, Deden Rochim beserta jajarannya. []