Tag: WSBK

  • Persiapan Sirkuit Mandalika Sedikit Lagi Rampung

    peloporberita.com/ – Jelang World Superbike (WSBK), kesiapan Pertamina Mandalika International Street Circuit terus ditingkatkan. Fokus pembangunan, dicurahkan ke tribun penonton, pit building, race control, observation deck dan sektor penunjang balapan lainnya.

    Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ricky Baheramsjah menyampaikan, pihaknya optimistis sirkuit Mandalika dapat lolos proses homologasi dari FIM.

    Untuk lintasan balap sudah memasuki tahap pengecatan dengan bahan yang di impor dari Jerman. Teknologi pengecatan juga menggunakan teknologi tinggi yang dilakukan perusahaan spesialis Race Track, Roadgrip asal Inggris, bersama anak perusahaannya, Roadgrip Motosport Indonesia (RMI).

    World Superbike 2021
    Sirkuit Mandalika tempat dilangsungkannya World Superbike 2021. (Foto: peloporberita.com/MGPA)

    Pengecetan dilaksanakan tenaga spesialis yang mengerjakan sirkuit-sirkuit dunia, seperti Austin di Texas, Zaandvort di Belanda, dan Yas Marina di Abudhabi.

    Sedangkan untuk pit building dibangun dengan kapasitas 50 garasi, dengan panjang mencapai 350 meter. Dibangun dengan sistem modular. Lantai dasar pit building merupakan lokasi bagi pebalap dan krunya, sementara lantai dua untuk tribune penonton VVIP dan media center.

    Baca juga :

    Sektor race control dalam tahap penyelesaian sisi luar bangunan serta instalasi sistem elektronik balapan. Observation deck di area sirkuit juga dalam tahap penyelesaian toilet dan area pengantaran.

    Selain itu, pembangunan tribun penonton, juga dikebut. Saat ini dilakukan pemasangan grand stand (panggung) tersebar. Titik-titik tersebut berdekatan dengan tikungan 15, 16, 17, 1, dan garis finish.

    Dengan semua fasilitas pendukung yang tengah dipersiapkan, Ricky menyebut WSBK Indonesia 2021 pada November mendatang siap digelar. []

  • Peluang Usaha di Sekitar Sirkuit Mandalika Jelang World Superbike

    peloporberita.com/ – World Superbike (WSBK) akan berlangsung kurang tiga pekan lagi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika-Lombok Tengah, NTB. Banyak peluang usaha yang bisa ditangkap masyarakat Lombok dari event berskala internasional yang akan dihelat pada 19-21 November 2021 itu.

    Project Dirctor WSBK, Ahmad Husein mengatakan, impact event akbar olahraga otomotif ini, harus banyak dinikmati masyarakat Lombok. Menurut Husein, peluang usaha masyarakat Lombok-Sumbawa dari ajang tersebut masih terbuka lebar hingga 10 tahun mendatang.

    “Peluang usaha itu akan terbuka lebar. Khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Masyarakat NTB harus kreatif melihat dan menangkap peluang usaha yang ada.”

    “Saya setuju, impact event WSBK ini harusnya banyak dinikmati masyarakat NTB (Lombok-Sumbawa). Banyak usaha masyarakat yang akan diuntungkan. Namun perlu kita ingat, ini baru awal dan merupakan sesi akhir World Superbike. Kita masih punya kontrak hingga 10 tahun ke depan,” tutur Husein belum lama ini.

    MGPA, ITDC bersama pemerintah pusat dan daerah menegaskan, kehadiran Sirkuit Mandalika, dapat menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya NTB . Pemulihan pariwisata nasional dan pembangunan nasional lebih luas.

    WSBK
    World Superbike WSBK. (Foto: peloporberita.com/Antara)

    Menurut Husein, peluang usaha akan banyak tersaji jelang event WSBK. Kunci utama pencapaian tujuan akhir itu, adalah bagaimana mensukseskan event olahraga ini berjalan lancar.

    "Keuntungannya bisa dinikmati banyak kalangan bisnis, hotel, restaurant, bisnis tourism, kuliner, UMKM dan usaha masyarakat lainnya. Banyak peluang usaha, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, jelang dihelatnya event World Superbike nanti," ungkapnya.

    Apabila seluruh tiket terjual, sekitar 25 ribu penonton akan hadir di Lombok. Lombok Tengah khususnya, akan menjadi lautan manusia. Tidak saja dari kalangan mereka yang ‘berkantong tebal’. Tapi juga hampir di semua level tingkatan ekonomi masyarakat akan hadir.

    “Di sinilah, peluang usaha itu akan terbuka lebar. Khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Masyarakat NTB harus kreatif melihat dan menangkap peluang usaha yang ada,” sebut Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi.

    Selain berpeluang melahirkan usaha baru, ucap Yusron, usaha lain seperti kuliner, cendramata (souvenir) dan asesoris WSBK juga cukup berpeluang memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Peluang usaha lain juga tersaji untuk mereka yang bergerak di usaha jasa. Transportasi, homestay, dan perhotelan.[]

  • Fasilitas Nonton World Superbike Harga Tiket Termurah dan Termahal

    peloporberita.com/ – Sebelum nonton pertarungan pebalap-pebalap kelas dunia, ada baiknya cek tempat duduk Anda sesuai harga tiket menonton WSBK. Pasalnya, Perhelatan event World Superbike (WSBK), di Pertamina Mandalika International Street Circuit, kurang dari tiga pekan lagi.

    Tiket menonton WSBK mulai disebar agen-agen penjualan tiket, dengan harga cukup variatif. Selain melalui situs resmi penjualan tiket, harga tiket nonton WSBK juga beredar di sejumlah media sosial dan agen perjalanan wisata. Adapun fasilitas menonton dengan kisaran harga tiket termurah, mendapat tempat duduk tanpa atap.

    Harga tiket tertinggi (premiere class) mencapai Rp. 22.425.000,- (dua puluh dua juta empat ratus dua puluh lima ribu rupiah). Dan harga terendah (standard grand stand 2) hampir satu juta rupiah atau Rp. 914.250.

    Dengan tiket premiere class, Anda mendapat fasilitas menonton di ruang khusus ber-AC. Layanan satu kali makan siang, dua kali coffee break dan parkir kendaraan di areal parkir VIP. Di posisi ini, Anda dengan sangat mudah, nyaman dan leluasa menonton momen demi momen para pebalap yang tengah berkompetisi.

    Selain itu, kita juga bisa melihat aksi para pebalap dengan fasilitas yang sama dengan premiere class. Kapasitas penonton di ruangan ini lebih banyak. Kisaran harga tiket untuk deluxe class sekitar Rp. 17.192.500,- Berada di ruangan besar (hall) ber-AC, satu kali makan siang, dua kali coffee break dan areal parkir VIP.

    Sementara kelas menonton harga tiket di atas standard. Berada di areal merah, biru dan tosca. Atau Premiere Grand Stand A-C sekitar Rp. 3 juta lebih. Kelas Main Grand Stand 1A – 1B kisaran harga tiket hampir tigaa juta rupiah atau sekitar Rp. 2,7 juta. Dan kelas Main Grand Stand-2, dengan kisaran harga tiket Rp. 2 juta lebih.

    Kemudian areal tonton Premiere Grand Stand A-C (red area), tepat berada dekat dengan posisi start-finish balapan. Dan tempat duduk beratap. Di Main Grand Stand 1A – 1B (blue area), fasilitas yang Anda dapatkan hanya tempat duduk tanpa atas.  Lalu, menonton dàri Main Grand Stand-2 (tosca area), tepat berhadapan dengan tikungan 15 dan 16, tempat duduk tanpa atap.

    Ada juga posiai menonton kelas West Grand Stand Sec 1-8 (purple area) harga tiket Rp.1,6 juta lebih. Posisi menonton Anda tepat di tikungan 14 sirkuit menggunakan bangku tanpa atap. Dan ķelas Standard Grand Stand 1, section 1-5, harga tiket hampir Rp. 1,2 juta berlokasi di tikungan 14, tempat duduk tanpa atap.

    Terakhir, posisi menonton di tikungan 16 dengan harga tiket termurah sekitar Rp. 1 juta atau Rp. 914 ribu. Anda memperoleh fasilitas tempat duduk tanpa atap.[]

  • Diancam Somasi, Ketua PHRI NTB Siap Menunggu

    peloporberita.com/ – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat(NTB), Ni Ketut Wolini menyatakan dirinya siap menunggu somasi yang dilancarkan Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Mohammad Faozal.

    Wolini berharap, keputusan Faozal melapor secara hukum, dapat mengungkap semua sikap dan tindakan negatif yang selama ini menimpa pelaku industri pariwisata sejak Faozal menjabat sebagai Kadispar hingga akhirnya dia dimutasi menjadi Kadishub NTB.

    “Saya menunggu saja langkah yang ditempuh Pak Faozal. Selama ini saya dan pelaku usaha lain hanya diam. Tapi untuk kali ini tidak. Kami sudah terlalu sering dilecehkan. Ya, kita tunggu saja lah. Nanti juga semua akan tahu dan jelas, bagaimana teman-teman pelaku usaha diperlakukan,” tutur Wolini dengan santai pada Rabu, 27 Oktober 2021.

    Sebelumnya, dilansir dari sejumlah media lokal NTB, Kadishub Faozal, berencana melancarkan somasi dan laporan hukum kepada Wolini. Laporan dan somasi Faozal ini terkait pemberitaan tanggal 25 Oktober 2021 di sejumlah media online lokal dan nasional tentang “PHRI Cium Gelagat ‘Kotor’ Kadishub Gagalkan Program WSBK”.

    “Kita tunggu saja lah. Nanti juga semua akan tahu dan jelas, bagaimana teman-teman pelaku usaha diperlakukan.”

    Faozal menyebut, tudingan itu tidak masuk akal. Dan cenderung menebar fitnah dan mencemarkan nama baik. Tidak terima dengan pemberitaan itu, Faozal kemudian berencana melaporkan dan men-somasi Wolini.

    “Tudingan itu kayak fitnah, tidak beralasan. Saya secara pribadi akan melayangkan somasi dan mempertimbangkan untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik,” kata Faozal, Selasa, 26 Oktober 2021 dilansir dari beberapa media lokal.

    Faozal menjelaskan, pertemuan dengan hotelier pada Senin itu dilakukan untuk sosialisasi terkait Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) WSBK Mandalika, lima koridor transportasi massal, dan juga titik-titik shuttle bus di kawasan Mandalika. Ini dilakukan agar pihak manajemen hotel bisa memberikan informasi yang komprehensif kepada para tamu mereka saat gelaran WSBK 19-21 November mendatang.

    Sedangkan Menurut Wolini, Jika alasannya untuk memberi informasi yang komprehensif, seyogyanya Faozal bersurat atau mengundang anggota PHRI melalui organisasi induknya, PHRI.

    Dengan demikian, Wolini menjamin penyebaran informasi akan lebih komplit. Namun Faozal malah melakukan sebaliknya dengan mengundang sekitar 20 management hotel secara personal, dan dalam waktu yang bersamaan dengan pertemuan PHRI di Dispar. Langkah Faozal ini, diànggap Wolini sebagai sikap yang tidak menghargai organisasi PHRI.

    “Gelagat dan diduga itu hampir sama maknanya. Saya belum lihat unsur fitnah. Namanya juga judul media, harus bombastis dong.”

    Sementara menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Wilayah NTB Jewantoro Umbu Joka, konflik adalah barang simpel yang bisa diselesaikan. Umbu menyarankan, Kadishub membantah pernyataan ketua PHRI NTB tersebut lewat media.

    “Barang simpel yang bisa diselesaikan. Tinggal bantah saja by media lagi kesana kan beres. Gelagat dan diduga itu hampir sama maknanya. Saya belum lihat unsur fitnah. Namanya juga judul media harus bombastis dong. Berperkara itu habisin waktu dan dana. Memangnya yang mau disomasi itu diam aja?,” ujar Umbu dikutip dari detikNTB.

    Umbu menyebut, Polemik itu merupakan tanda tidak adanya koordinasi antara Dispar, Dishub dan stakeholder pariwisata.

    “Perhelatan WSBK dan MotoGP itu ayo kita kerja bareng-bareng semua stakeholder, ayolah semua bersinergi dan saling bergandeng tangan untuk sukseskan perhelatan ini demi nama NTB dan umumnya Indonesia,” tegasnya. []

  • ASITA: Sangat Disesalkan Kalau Ada Upaya Menjegal WSBK

    peloporberita.com/ | Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Artha Hanif mengimbau semua pihak, termasuk segala unsur negara, untuk saling mendukung dalam pelaksanaan acara berkelas internasional, seperti World Superbike (WSBK) yang akan digelar 19-21 November 2021.

    Artha mengutarakan pendapatnya itu untuk menanggapi sikap Kepala Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Barat (Kadishub NTB) Mohamad Faozal, yang menurut Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) wilayah NTB, terlihat seolah-olah ingin menggagalkan program pariwisata dan acara WSBK.

    Pasalnya, ketika PHRI NTB harus menghadiri undangan rapat bersama MGPA dan Dinas Pariwisata NTB pada Senin (25/10/2021), untuk mempersiapkan strategi menyukseskan program WSBK, diwaktu yang sama Kadishub NTB justru memanggil 20 anggota PHRI untuk mendengarkan sosialisasi shuttle bus.

    Baca juga: PHRI Cium Gelagat Kadishub NTB Ingin Gagalkan Event World Superbike

    Dalam wawancara via telepon bersama peloporberita.com/, Selasa (26/10/2021), Ketua Umum ASITA Artha Hanif mengatakan, “Ini sesuatu yang sangat disesalkan kalau sampai terjadi ada upaya-upaya yang menjegal atau menghalangi acara yang penting, acara yang sudah dirancang lama dan sudah ditunggu-tunggu oleh kita semua,”

    “Dan ini adalah acara penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia itu aman, Indonesia itu sangat siap untuk menyelenggarakan event-event yang levelnya internasional. Karena ini kehormatan loh, kehormatan negara dan ini sungguh akan menjadi suatu persepsi yang buruk kalau sampai terhalang,” lanjutnya.

    Meski demikian, Artha Hanif tetap berusaha berpikir positif, “Mungkin karena (Dishub) ingin segala sesuatunya terintegrasi. Mudah-mudahan tidak bermaksud menjegal, tapi mudah-mudahan dimaksudkan bagaimana supaya seluruh elemen yang terkait dengan penyelenggaraan (WSBK) nantinya itu benar-benar bisa disatukan,” ucap Artha.

    Baca juga: Pre-Order Tiket Prioritas WSBK Mandalika Dibuka Mulai Harga Rp 600.000-Rp 19,5 Juta

    Terkait hal ini, Kadishub NTB Mohammad Faozal menerangkan bahwa dirinya memanggil 20 orang manajemen hotel untuk membahas uji petik untuk kebutuhan transportasi dalam event WSBK.

    “Apa yang di bahas kemaren uji petik untuk beberapa hotel terkait skenario lalu lintas untuk beberapa hotel. Sehingga bisa di sepakati berapa kebutuhan moda transportasi di saat event WSBK. Silahkan ditanya teman-teman manajemen hotel yang hadir apa yang dibahas. Atau tanya ke Ketua Organda saja,” sebut Faozal melalui pesan Whatsapp menjawab pertanyaan peloporberita.com/. []

  • PHRI Cium Gelagat Kadishub NTB Ingin Gagalkan Event World Superbike

    peloporberita.com/ – Ketua Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI)-NTB, Ni Ketut Wolini mencium gelagat kotor Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Mohammad Faozal yang mencoba melakukan tindakan adu domba dengan tujuan ingin menggagalkan sejumlah program pariwisata dan event World Superbike (WSBK) yang siap digelar 19-21 November 2021 nanti.

    “Ini namanya adu domba. Saya keberatan anggota PHRI dipanggil secara personal dan tidak mengundang kami melalui induk organisasi. Dan hotel di Lombok bukan cuma 20 itu saja.”

    Menurut Wolini, Gelagat Faozal ingin memecah belah pelaku industri pariwisata di Lombok terlihat saat Pihak Dinas Pariwisata (Dispar) NTB mengadakan rapat untuk mempersiapkan strategi mensukseskan program WSBK. Pada waktu yang bersamaan, Faozal juga memanggil 20 pengelola Hotel untuk sosialisasi shutle bus.

    “Ketika PHRI harus hadiri undangan rapat Kadispar Senin kemarin (25/10/2021). Kami sedang menyiapkan strategi mensukseskan program WSBK yang sebentar lagi digelar. Kami sedang rapat dengan pihak MGPA yang difasilitasi Kadispar di kantor Dinas Pariwisata NTB. Ehhh….dalam hari, waktu dan jam yang sama Pak Faozal, panggil 20 management hotel ke kantornya,” tutur Wolini, Senin malam (25/10/2021) di Senggigi.

    Wolini, menilai sikap Faozal itu sebagai tindakan adu domba dan membuatnya tersinggung.

    “Saya pribadi dan secara organisasi, sangat tersinggung. Ini namanya adu domba. Saya keberatan anggota PHRI dipanggil secara personal dan tidak mengundang kami melalui induk organisasi. Dan hotel di Lombok bukan cuma 20 itu saja,” tegas pengusaha sukses di Lombok tersebut.

    Keyakinan Wolini soal gelagat Kadishub Faozal ingin menggagalkan event WSBK dan program pariwisata lainnya semakin menjadi, setelah anggota PHRI yang hadir dalam rapat dengan Waloni melaporkan bahwa kedatangan mereka ke sana, cuma mendengarkan sosialisasi shutle bus.

    “Ini kan gak jelas. Dan apa hubungannya anggota PHRI di undang cuma untuk sosialisasi shutle bus. Ini kan gak bener, mengadu domba anggota PHRI namanya,” tandas Wolini.

    Wolini menegaskan, sah-sah saja bila mengundang siapapun termasuk anggota PHRI, tapi harus dengan etika dan harus sesuai tupoksinya.

    “Kaitannya shutle bus dengan anggota PHRI apa? Ini kan ada gelagat tidak baik. Kami mau berkoordinasi untuk urusan WSBK malah diam-diam anggota kami diminta datang untuk sosialisasi shutle bus. Kan merusak namanya,” pungkas Wolini.

    ASITA
    Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu. (Foto: peloporberita.com/Ist)

    Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu sependapat dengan Wolini dan menurutnya sikap Faozal tidak fair.

    "Waduh, gak bener cara yang dilakukan Pak Faozal. Itu kurang fair. Ngapain coba, urusan shutle bus sosialisasinya ke anggota PHRI," tanya Dewantoro.

    Dewantoro pun menyarankan, agar Faozal mengurus mana yang menjadi bagian tugasnya sebagai Kepala Dinas Perhubungan.

    "Kan banyak yang diurus. Truk-truk dan angkot yang mati KIR -nya. Kemacetan di pasar Ampenan karena cidomo, angkot dan truk yang oper kapasitas, jembatan timbang. Dan masih banyak lah yang lain-lain yang lebih pas dengan bidang tugasnya. Biarlah urusan pariwisata jadi domain dispar," saran Dewantoro.

    Lalu Mohammad Faozal

    Terkait hal ini, Kadishub NTB, Lalu Mohammad Faozal menerangkan bahwa dirinya memanggil 20 orang manajemen hotel untuk membahas uji petik untuk kebutuhan transportasi dalam event WSBK.

    "Apa yang di bahas kemaren uji petik untuk beberapa hotel terkait skenario lalu lintas untuk beberapa hotel. Sehingga bisa di sepakati berapa kebutuhan moda transportasi di saat event WSBK.  Silahkan di tanya teman-teman managemen hotel yang hadir apa yang dibahas. Atau tanya ke Ketua Organda saja," sebut Faozal melalui pesan Whatsapp menjawab pertanyaan peloporberita.com/. []

  • Asosiasi Travel Agent NTB Minta Jatah Kuota Tiket WSBK

    peloporberita.com/ | Kalangan pengusaha perjalanan wisata yang diwakili Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB, hari ini (25/10/2021) melakukan diskusi dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), mengenai jatah kuota tiket World Superbike (WSBK).

    Namun diskusi yang dimediasi oleh Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Kadispar NTB) Yusron Hadi ini berlangsung alot dan dilanjutkan pada Kamis (28/10/2021) mendatang.

    Ketua Astindo NTB Sahlan M. Saleh menyayangkan bahwa selama ini penyedia jasa perjalanan wisata tidak dilibatkan dalam penjualan tiket WSBK. “Sebelumnya kami sangat optimistis event WSBK akan sukses. Dan kami bisa ambil peran di sport event berskala internasional ini. Kami perhatikan harga tiket sekelas WSBK juga lebih tinggi dari MotoGP di Sepang-Malaysia,” kata Sahlan.

    Melihat tenggat waktu yang semakin dekat, Sahlan merasa pesimistis bisa menjual tiket WSBK dalam kurun waktu tiga minggu sebelum jadwal acara tersebut 19-21 November 2021. “Bisa menjual 10 persen saja dari tiket yang tersedia, itu sudah luar biasa,” ujarnya.

    Meski demikian, pelaku usaha travel di NTB akan tetap berjuang keras menjual tiket WSBK, salah satunya menawarkan tiket dengan bundling paket wisata Lombok-Sumbawa.

    Di sisi lain, Project Director WSBK Ahmad Husein menjelaskan, minimnya komunikasi dengan pihak asosiasi di NTB karena terkendala sempitnya waktu. Disebutkan, fokus Mandalika Grand Prix Association (MGPA) adalah persiapan proses sampai event berlangsung harus sempurna. Hal itu yang membuat MGPA harus menunjuk pihak ketiga untuk penjualan tiket.

    “Kami butuh banyak masukan. Tapi karena terkendala waktu kami harus bekerja cepat. Soal harga tiket yang terlalu mahal itu sudah ada kajian dari internal kami. Dan terlalu prematur kalau kita bicara soal harga tiket sekarang,” ungkap Husein.

    Husein juga meyakinkan asosiasi travel agent bahwa persiapan perhelatan WSBK selanjutnya akan lebih baik lagi. “Kami paham ini race pertama. Kontrak kami hingga 10 tahun ke depan. Ke depan kami akan menyiapkan lebih baik,” ucapnya.

    Dalam diskusi ini, Kadispar Yusron Hadi meminta asosiasi travel agent bisa berkomunikasi dengan Bank NTB, selaku pemegang kuota tiket WSBK. Sedangkan pihak MGPA dan ITDC masih akan berkomunikasi terlebih dahulu untuk mencari solusi lain. []

  • Rinjani Geopark Sport Tourism Festival Digelar 24 Oktober-7 November 2021

    peloporberita.com/ | Setelah HK Endurance Challenge sukses terlaksana, giliran Rinjani Geopark Sport Tourism (RGST) Festival ’21 memberi bukti pariwisata Lombok-Sumbawa bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.

    “Rinjani Geopark sport tourism festival 2021 ini bisa menjadi upaya pemulihan kepariwisataan di NTB setelah pekan lalu HK Enduranve Challenge sukses di gelar,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi, dalam pembukaan RGST Festival di Sembalun, Lombok Timur, Minggu (24/10/2021).

    “Kolaborasi event HK Endurance Challenge, Rinjani Geopark Sport Tourism Festival dan WSBK nanti, bisa menjadi bukti NTB berhasil berdamai dengan pandemi. Dan kolaborasi event-event ini bisa terselenggara dengan baik dan lancar,” kata Yusron penuh harap.

    Adapun, agenda side event jelang World Superbike (WSBK) yang merupakan acara di luar WSBK dan MotoGP, akan berakhir pada 7 November mendatang. Yusron pun optimis, acara-acara ini berdampak positif bagi sektor kepariwisataan NTB. Menurut Yusron, Dispar NTB akan mendorong setiap kabupaten menyiapkan satu event unggulan atau event kolaborasi dengan kabupaten lain pada tahun depan.

    Baca juga: Pre-Order Tiket Prioritas WSBK Mandalika Dibuka Mulai Harga Rp 600.000-Rp 19,5 Juta

    RGST Festival sendiri disebut-sebut sebagai sport tourism pertama di pulau Lombok. Acara yang berlangsung di Pusat Informasi Geopark Rinjani-Sembalun ini, diinisiasi Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark (RL-UGGp).

    RGST Festival menggelar tiga acara utama dengan enam acara tambahan yang dibatasi maksimal 20 team dari dalam dan luar NTB. Peserta yang sudah mendaftar adalah 300 orang untuk kelas atlet dan adventure yang berasal dari dalam dan luar negeri.

    Direktur Event dan GM Geopark Rinjani Mohammad Farid Zaini mengatakan, tiga kegiatan utama terdiri dari,

    • Rinjani Geopark Sembalun 7 Summits (25-28 Oktober 2021)
    • Sembalun Paragliding (30-31 Oktober 2021)
    • Rinjani Geopark International Enduro (5-7 November 2021).

    Sedangkan kegiatan tambahan adalah,

    • Rinjani Art Camp (6-7 November 2021)
    • Bazar UMKM (24-28 Oktober dan 4-7 November 2021)
    • Eksibisi Panahan (24-28 Oktober dan 4-7 November 2021)
    • Eksebisi permainan tradisional Egrang dan Begasingan (24-28 Oktober dan 4-7 November 2021)
    • Eksebisi Mini Catur (5-7 November 2021). []

    Baca juga: Sambut WSBK, Mandalika Grand Prix Association Luncurkan Logo Baru

  • Pre-Order Tiket Prioritas WSBK Mandalika Dibuka Mulai Harga Rp 600.000-Rp 19,5 Juta

    peloporberita.com/ | Mandalika Grand Prix Association (MGPA) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Dyandra Promosindo, pada Selasa (19/10/2021) di Jakarta, untuk menyediakan 2.000 tiket paket prioritas bagi para pecinta otomotif yang ingin menyaksikan balap World Superbike (WSBK).

    Ajang berskala internasional itu akan digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 18-21 November 2021 mendatang.

    Presiden Direktur Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh mengatakan, 2.000 tiket yang disiapkan akan terbagi dalam dua kategori, yaitu berupa tiket saja dan berupa paket tour.

    “MGPA dengan IMI mempercayakan kepada Dyandra Promosindo untuk membuat atau merangkul kalangan otomotif karena menonton WSBK bukan hanya menonton balap, tapi juga untuk menikmati lifestyle (gaya hidup) otomotif,” ucap Hendra.

    Baca juga: Diikuti Peserta 18 Negara, HK Endurance Challenge Ajang Uji Coba WSBK-MotoGP

    Bagi Anda yang ingin memesan tiket paket prioritas, pre-order telah dibuka di dyandratiket.com sebelum tanggal resmi penjualan tiket pada 23 Oktober 2021.

    Untuk harganya tiketnya sendiri, sebanyak 1.000 tiket di antaranya tersedia dalam paket VIP, dengan harga mulai dari Rp 600 ribu sampai Rp 19,5 juta.

    Paket ini memiliki tiga level yaitu Sultan, Juragan dan Bos, yang masing-masing sudah termasuk akomodasi penginapan, tur sirkuit, hingga bisa ditingkatkan bagi mereka yang memiliki permintaan khusus, misalnya taksi helikopter menuju sirkuit.

    Baca juga: World Superbike Mandalika Diharap Tumbuhkan Ekonomi NTB 5-6%

    Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo alias Bamsoet memastikan, masyarakat dapat membeli tiket WSBK yang lebih terjangkau di luar 2.000 paket prioritas tersebut. Secara keseluruhan, panitia menyediakan 25.000 tiket untuk gelaran seri terakhir WSBK nanti.

    “Tentu ada yang murah bagi warga yang langsung ‘on the spot’ (beli tiket) ke sana,” kata Bamsoet.

    CEO MGPA Ricky Baheramsjah mengatakan, penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal komitmen MGPA merangkul dan menyediakan aksesibilitas bagi komunitas otomotif yang tergabung dalam IMI. []