Tag: Wisata

  • Mau Wisata Alam di Sekitar Sentul? Cek 10 Review Ini Dulu

    peloporberita.com/ | Mau wisata alam di sekitar Sentul? Anda bisa cek 10 review ini terlebih dahulu.

    1. Gunung Pancar

    Sebut Gunung Pancar, pasti langsung ingat Sentul. Demikian sebaliknya, sebut Sentul, ingat Gunung Pancar. Gunung ini tidak menjulang tinggi, namun cukup menghiasi pemandangan panoramic yang keren, berderet dengan beberapa anak gunungnya dan juga Gunung Papandayan diujung panorama pandangan. Di Gunung Pancar, banyak spot wisata yang akan kita bahas di bawah ini, sebagai bagian dari wisata alam sekitar Sentul.

    2. Gunung Ciung

    Gunung Ciung, mungkin tidak sepopuler Gunung Pancar. Gunung ini lebih landai dari Gunung Pancar, sehingga cocok bagi para pendaki pemula. Sesampainya di puncak, para pengunjung akan disuguhi pemandangan Gunung Salak yang memesona.

    3. Curug Leuwi Hejo, Curug Hordeng, Curug Kembar

    Sentul memiliki banyak air terjun (curug), memang bukan yang besar atau tinggi, menawarkan kemudahan untuk digapai dan beragam view. Yang paling berdekatan adalah Leuwi Hejo yang cucurannya seperti kolam hijau permata jade. Seperti di satu komplek besar, Leuwi Hejo berdekatan dengan Curug Hordeng dan Curug Kembar.

     

    4. Curug Bidadari

    Kalau Curug Bidadari, air terjunnya cukup tinggi, sekitar 30 meter dan sudah menjadi wahana wisata yang dikelola menajemen profesional, bukan warga lokal. Dengan begitu, harga tiket masuknya lebih mahal dibanding curug lainnya yang dikelola warga lokal.

    5. Trekking Sawah, Kebun dan Hutan

    Kalau ini, kita akan bertemu berbagai penyelenggara trekking yang adalah warga lokal dengan paket yang mirip-mirip dan rute utamanya adalah menyusuri sawah, kebun, aliran sungai kecil serta bersentuhan dengan hutan pinus. Biasanya, paket trekking berangkat pagi dan menyediakan makan siang. Anda harus siap jalan selama berjam-jam dengan sepatu yang siap basah dan kotor.

    Pemandangan alam di Sentul. (Foto: peloporberita.com/Ardi)

    6. Hutan Pinus

    Sudah pasti pemandangan hutan pinus rapih dan adem jadi pilihan warga metropolitan yang sudah suntuk dengan gedung tinggi. Hutan ini berada di Gunung Pancar yang sudah dilengkapi dengan kedai-kedai kecil warga lokal dan spot-spot untuk berfoto cantik. Ada juga spot untuk kemah, baik kemah besar untuk beramai-ramai maupun kemah tunggal dengan paket yang dikelola warga lokal.

    7. Goa Garunggang

    Cari pemandangan yang berbeda dari pohon-pohon maupun aliran air nan sejuk. Goa Garunggang mudah digapai dan menyajikan bebatuan juga stalaktit dan stalagmit sederhana. Goa Garunggang juga sering menjadi bagian dari paket trekking, sehingga Anda harus teliti mau rutenya apa saja.

    8. Kawah Merah

    Kedengarannya akan berjumpa cekungan di atas pegunungan, tidak juga. Sebutan kawah merah adalah menawarkan wisata rendam air panas, baik kaki maupun badan di kolam-kolam kecil, yang dikelola warga lokal dengan sumber air panas dari Gunung Pancar.

    9. Jungle Land

    Taman bermain atau theme park dengan latar belakang perbukitan Hambalang dan barisan gunung-gunung, agak mencontoh Disneyland dengan roller coaster, serta sejumlah wahana permainan lainnya. Dibandingkan taman bermain lain di Jakarta maupun Indonesia, Jungle Land termasuk yang lebih ekonomis harganya. Jungle Land baru saja kembali beroperasi pada Desember 2021, setelah sempat tutup akibat pandemi.

    10. Taman Budaya

    Awalnya, Taman Budaya hanya menawarkan area outbound ringan dan beberapa resto menu nusantara. Namun, sejak destinasi wisata Sentul jadi tren, Taman Budaya pun mendadak ikut menawarkan pemandangan pegunungan dan perbukitan dengan resto dan kafe tempat kongkow yang instagramable. []

  • Wisata Kapal Tenggelam, Peluang Usaha bagi Masyarakat

    peloporberita.com/ – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan bahwa Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dapat dikembangkan menjadi salah satu usaha yang dikelola oleh kelompok masyarakat atau desa. Hal tersebut diungkapkan Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Pamuji Lestari dalam webinar “Pengelolaan Berkelanjutan Wisata Kapal Tenggelam”.

    Selain dapat dikembangkan menjadi satu usaha yang dikelola oleh kelompok masyarakat atau desa, investasi BMKT telah diatur PP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko sebagai implementasi atas UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

    “Agar pemanfaatan BMKT dapat berkelanjutan secara optimal, pemerintah menyusun Rancangan Perpres tentang Pengelolaan BMKT yang mengatur tentang mekanisme pengangkatan, pemanfaatan BMKT baik insitu maupun eksitu dan menyelesaikan status pemanfaatan BMKT yang telah diangkat,” tutur Tari berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip Kamis, (9/12/2021).

    “Sekitar 15-30 lokasi BMKT dan kapal tenggelam berpotensi sebagai atraksi wisata selam.”

    Tari menjelaskan, KKP mengelola lebih dari 200.000 buah koleksi BMKT yang diangkat dari perairan Indonesia, yang berasal dari abad ke 9-18 Masehi. BMKT tersebut dipamerkan di Marine Heritage Gallery KKP dan disimpan di Warehouse Cileungsi yang dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat.

    KKP juga telah menetapkan satu lokasi kapal tenggelam masa Perang Dunia II milik Australia di Teluk Banten sebagai Kawasan Konservasi Maritim (KKM) yang dapat diakses secara bertanggungjawab oleh wisatawan yang ingin menyelam di lokasi bersejarah.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jasa Kelautan Miftahul Huda menjelaskan, BMKT adalah sumber daya kelautan yang memiliki nilai ekonomi, sejarah, budaya dan/atau ilmu pengetahuan yang berada di dasar laut. Selain itu, BMKT memiliki nilai unik yaitu ekonomi, sejarah dan pengetahuan, pemanfaatannya juga perlu diukur. Sedangkan Cakupan pengelolaan BMKT meliputi muatan kapal, kapal dan lokasinya.

    “Lebih dari 900 titik kapal dan BMKT tercatat dalam PP Nomor 32 Tahun 2019 tentang Tata Ruang Laut, 463 titik diduga bernilai sejarah. Dua puluh lima persen telah disurvei dan tiga persen telah diangkat. Sekitar 15-30 lokasi BMKT dan kapal tenggelam berpotensi sebagai atraksi wisata selam,” jelas Huda.

    Baca juga :

    Nia Naelul Hasanah Ridwan, Kepala Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP) Bungus yang juga menjadi pembicara dalam webinar tersebut menyampaikan, pariwisata bahari merupakan segmen pariwisata terbesar, terutama untuk negara dengan pesisir dan pulau-pulau kecil yang mengandalkan ekosistem laut yang sehat.

    Oleh sebab itu, pengembangan pariwisata harus menjadi bagian dari pengelolaan wilayah pesisir terpadu untuk membantu melestarikan ekosistem yang rapuh dan berfungsi sebagai wahana untuk mempromosikan ekonomi biru.

    Pengenalan BMKT sebagai salah satu sumber daya kelautan dan sejarah kemaritiman, juga dilakukan sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk mengelola sumber daya laut secara bijak dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan ekonomi. []

  • Libur Nataru Tempat Wisata Tidak Tutup Tetapi Dibatasi 50%

    peloporberita.com/ – Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Kadispar NTB) Yusron Hadi, menyatakan bahwa tempat wisata tidak akan ditutup pada saat libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2021. Hal ini sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 62 tahun 2021, dimana di dalamnya tidak ditemukan klausul yang menyatakan tempat wisata harus ditutup.

    “Kami tidak menutup, tetapi pengunjung yang kami batasi hingga 50 persen,” ujar Yusron Hadi, Sabtu 4 Desember 2021.

    Sementara Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menyampaikan, kebijakan baru itu bukan berita yang enak didengar bagi industri pariwisata yang sedang mencoba bangkit setelah sekitar dua tahun mati suri.

    “Tadinya akan memanfaatkan momen sebelum pembatasan kegiatan Natal dan Tahun Baru di akhir tahun,” ucapnya.

    Sedangkan Pengamat Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi mempertanyakan bahwa jika tempat pariwisata ditutup terus, lalu kapan waktunya pariwisata bisa hidup berdampingan dengan covid-19.

    Taufan Rahmadi
    Taufan Rahmadi satu mobil dengan Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah untuk mengunjungi Gili Trawangan. (Foto: peloporberita.com/FB TR)

    "Walaupun ada varian baru, kalau ditutup, kapan kita bisa hidup berdampingan dengan pandemi. Kita tidak pungkiri covid-19 masih ada, tapi kan pengunjung kita batasi," tutur penulis buku protokol destinasi ini.

    TR panggilan akrabnya juga menegaskan, bahwa penerapan protokol kesehatan juga tetap menjadi perhatian dan fokusnya.

    Baca juga : 

    “Pariwisata Lombok Sumbawa sedang moncer-moncernya, kalau harus ditutup saat libur natal dan tahun baru, waduh….jangan lah. Pemerintah memang memberlakukan status PPKM level III, tapi kan gak harus tutup. Dibatasi lah….,” pintanya.

    Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyoroti kebijakan penghapusan cuti bersama Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, kebijakan ini juga akan mengurangi potensi orang berlibur di akhir tahun, dan pasti berdampak ke sektor pariwisata. []

  • 10 Destinasi Wisata Lombok yang Wajib Dikunjungi

    peloporberita.com/ | Lombok bukan nama yang asing untuk kita. Potensi wisatanya luar biasa, sehingga menjadi destinasi yang sedang aktif didorong pemerintah dalam 10 destinasi wisata baru Indonesia. Baru-baru ini, tim redaksi peloporberita.com/ mendapat kesempatan menelusuri Lombok secara langsung dan ini adalah rekomendasi tempat wisata bagi Anda yang berkunjung ke Lombok.

    1. Pantai Batu Rudal

    Pantai ini cukup sulit digapai, sekitar satu jam dari sentral kuta. Namun, perjalanan maupun pantainya sendiri memberikan pengalaman tersendiri. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi dengan pemandangan bukit-bukit kecil di kanan kiri jalan. Kemudian tantangan paling seru dalam menggapai Pantai Batu Rudal adalah perjalanan yang sulit dengan menjajaki batu-batu tepian pantai yang akan mengundang adrenalin. Anda harus extra hati-hati dalam perjalanan ini.

    Pantai Batu Rudal. (Foto: Pelopor/Ist.)

    2. Pantai Semeti

    Kalau merasa tidak sanggup menjalani tantangan ke Pantai Batu Rudal, Anda bisa lanjut ke Pantai Semeti. Meski jalanan masih off road, tetapi hal itu terbayarkan begitu tiba di tepi pantai karena pantainya sangat cantik dengan berpasir putih. Kanan kiri adalah susunan batu-batu dan di depannya ada bukit-bukit cantik yang membuat pantai ini seperti pantai pribadi yang dipagari bukit-bukit.

    Pantai Semeti. (Foto: Pelopor/Ist.)

    3. Pantai Telawas

    Sebelum Semeti, di sebelah kiri jika melihat bangunan berpanel surya dan ada tangganya, silahkan mengikuti tangga tersebut dan Anda akan berjumpa dengan Pantai Telawas. Mirip juga dengan Pantai Semeti, Telawas akan melengkapi pengalaman wisata Anda ke pantai nan cantik.

    Pantai Telawas. (Foto: Pelopor/Ist.)

    4. Pantai Selong Belanak

    Pantai ini sudah sangat populer. Banyak aktivitas sudah terjadi di sana, selain nelayan, ada juga restoran seafood maupun kelapa di sekitar pantai. Perahu-perahu juga ditawarkan kepada pengunjung yang ingin mengarungi pantai. Selain perahu juga tampak banyak peselancar. Mirip Semeti, Pantai Selong Belanak yang cantik berpasir putih ini, juga dikelilingi bukit-bukit menawan.

    Pantai Selong Belanak. (Foto: Pelopor/Ist.)

    5. Pantai Pawon

    Pantai berpasir putih dan masih sepi ini disebut rawan tsunami. Pantai ini bisa dikatakan versi kecilnya Selong Belanak, hanya saja tidak digunakan untuk berselancar dan masih banyak nelayan lokal beserta keluarga nelayan di sekitar pantai.

    Pantai Pawon. (Foto: Pelopor/Ist.)

    6. Sembalun

    Jika Anda tidak tahan dengan udara panas atau memang lebih menyukai udara dingin, Lombok juga memiliki Kawasan wisata gunung. Gunung Rinjani memiliki anak-anak gunung maupun kaki gunung yang menghampar di sekelilingnya. Sembalun adalah tempat yang sangat populer dengan ketinggian sekitar 1.000 MDPL. Sembalun menawarkan berbagai restoran, kebun stroberi dan kebun kopi untuk dikunjungi sambil menikmati hidangan yang tersedia di berbagai restoran sekitarnya.

    Sembalun. (Foto: Pelopor/Ist.)

    7. Desa Wisata Tetebatu

    Desa wisata ini sangat terkenal dengan keindahan alam dan kesejukannya. Bukan hanya di Indonesia, namun juga di Eropa, khususnya Belanda. Desa Tetebatu memiliki pemandangan terasering sawah dengan latar belakang puncak Gunung Rinjani, sehingga ketika dipandang bagaikan lukisan alam yang indah. Selain sawah dan ladangnya, Tetebatu juga memiliki air terjun dan beberapa desa penyangga di sekitarnya yang akan melengkapi alternatif desa wisata bagi pengunjung.

    Desa Tetebatu. (Foto: Pelopor/Ist.)

    8. Air Terjun Benang Kelambu

    Air terjun ini termasuk geopark kaki Gunung Rinjani. Benang Kelambu merupakan air terjun yang berasal dari mata air murni dengan tatanan halus bagai benang, yang bersalur merata menutupi hamparan tanaman hijau dengan tinggi sekitar 700 meter. Berdekatan dengan Benang Kelambu, ada air terjun Stokel yang berasal dari sungai kaki Gunung Rinjani.

    Air Terjun Benang Kelambu. (Foto: Pelopor/Ist.)

    9. Bukit Merese

    Bukit cantik, tempat banyak orang mengabadikan sunrise maupun sunset yang sangat cantik, menghadirkan pemandangan 360 derajat akan keindahan pantai-pantai yang mengelilinginya. Jika ada waktu, mampir juga ke Tanjung Aan yang merupakan pantai di bawah bukit Merese.

    Bukit Merese. (Foto: Pelopor/Ist.)

    10. Pantai dan Sirkuit Mandalika

    Pantai dan sirkuit ini adalah paket yang harus dikunjungi, berdekatan dan saling mendukung ketenarannya. Pantai yang sudah terkenal cantik, landai dan dikelilingi bukit hijau maupun bukit berbatuan ini, sekarang juga bersandingan dengan sirkuit balap international. Mandalika yang sesungguhnya berasal dari nama Putri Mandalika yang merupakan legenda di Lombok.

    Pantai dan Sirkuit Mandalika. (Foto: Pelopor/Ist.)

    []

  • Jacob Ereste : Potensi Wisata Alam, Budaya, Spiritual dan Religi di Tanah Air

    peloporberita.com/ – Obyek wisata alam yang mulai mengarah pada budaya dan wisata spiritual, diharap terus berkembang seperti obyek wisata Desa Kali Adem, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Beberapa tempat wisata di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah semakin oke setelah selesainya pembangunan Bundaran Simpang Lima PB VI yang kini menjadi ikon Kecamatan Selo sebagai destinasi wisata yang dapat ikut memperkuat wisata budaya, wisata spiritual dan wisata religius untuk mendekatkan semua orang kepada Sang Pencipta jagat raya dan seisinya.

    Ekspresi yang tampil dari Agama Jawa dalam paparan Prof. Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum., diakui sebagai fenomena yang juga sulit dijangkau oleh akal sehat. Fenomena dari Agama Jawa yang dominan bersandar pada kepercayan serta ritus sungguh mengesankan pada Budhisme yang menjadi awal keyakinan manusia Jawa pada pra sejarah di nusantara.

    Baca juga :

    Selain itu, sinkritisme pun sudah terjadi jauh sebelum orang banyak mengenal tentang sinkritisme itu kemudian. Karenanya, Agama Jawa dapat dipastikan bukan Budhisme, karena Budhisme sendiri berbeda dengan Agama Jawa.

    Syahdan, konsepsi Budhisme sendiri meyakini dirinya sebagai tatanan moralitas tanpa Tuhan. Atau Ethiesme tanpa hakekat. Maka itu dalam Vhihara Buddha dominan memiliki pandangan Sang Buddha itu sebagai Tuhan dengan Candi yang menjadi tempat pemujaan.

    Menurut Profesor Suwardi Endraswara, keyakinan serupa ini merupakan ciri dari Buddha Utara. Dalam keyakinan Buddha Selatan tetap percaya bahwa Sang Buddha itu adalah manusia yang memiliki kelebihan agak berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya.

    Baca juga :

    Jadi dalam Agama Jawa jelas meyakini adanya Tuhan yang acap disebut dalam istilah Tan Kena Kinaya Ngapa. Dan Agama Jawa bukan pula Islam maupun Hindu. Namun, cukup meyakinkan dalam pemahaman theosofi adalah konsepsi yang lahir dari Agama Jawa. Yaitu suatu keyakinan terhadap Tuhan yang berdasarkan cinta terhadap kebijaksanaan, yang sering pula disebut Ngudi Kasampurnaning Hurip Nggayuh Kamardhikan.

    Theosofi yang bersandar pada monistik dan pantaistik meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa itu ada dan menjadi cahaya dalam setiap diri manusia serta jagat raya dan seisinya. Namun masalahnya, kedalaman dari pemahaman itu menjadi sangat tergantung pada masing-masing orang yang mau mengeksplorasi potensi atau energi Ketuhanan yang ada dalam dirinya masing-masing.

    Agaknya, atas pemahaman seperti itu logika spiritual dalam perspektif Islam menjadi sangat relevan dengan keyakinan bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang paling mulia dibanding dengan makhluk Tuhan lainnya. Demikian pula hakikat dari khalifatullah yang diturunkan ke bumi untuk menjadi bagian dari pelalu serta penjaga wujud dari rachmatan lil alamin.

    Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. (Foto: Pelopor/Antara)

    Potensi wisata alam, wisata budaya, wisata spiritual dan wisata religius di Indonesia dapat dimaksimalkan dengan contoh seperti wahyu yang dinikmati oleh umat Islam di Arab Saudi. Dari ibadah haji dan umrah saja, telah menjadi sumber devisa yang dasyat nilainya. Belum lagi nilai non materi yang bisa ditangguk dari kunjungan bangsa-bangsa di dunia yang berduyun-duyun datang ke negeri Arab Saudi itu.

    Belajar dari kemajuan bangsa Arab yang bisa menikmati devisa dari berbagai negara itu, wajar saja bila Eko Sriyanto Galgendu selaku penggagas sekaligus pelaku dari gerakan kebangkitan kesadaran spiritual di Indonesia untuk bangsa-bangsa di dunia mengidokan posisi dari Candi Borobudur dapat menjadi pusat spiritual bangsa-bangsa di dunia, sekaligus obyek wisata religius bagi mereka yang ingin pula menjalani laku spiritual khususnya bagi Ummat Hindu dan Buddha dari berbagai manca negara.

    Borobudur
    Candi Borobudur. (Foto: peloporberita.com/Wonderin.id)

    Karena itu, tata kelola dari candi-candi yang ada di Indonesia serta situs sejarah yang berserakan di tanah air kita, mulai dari Candi Muara Takus dan Muara Tebo hingga situs yang berserakan di Lampung Timur, perlu dan patut dikelola hingga dapat menjadi sumber devisa bagi negara.

    Baca juga : 

    Kecuali impak bawaan dari bergulirnya ekonomi di daerah setempat, perluasan dari khasanah budaya dan pemahaman serta kesadaran dari pendalaman spiritualitas warga bangsa Indonesia pun diharap bisa meningkat.

    Jika dalam laku spiritual itu bisa konsisten patuh pada etika, moral dan akhlak yang terpimpin serta terjaga dengan baik, maka perbaikan pada tata masyarakat menuju bangsa yang kuat dan rangguh pasti akan berkontribusi pada tata negara yang baik dan benar untuk menjalankan amanah rakyat.

    Karena konsep dasar dari tujuan kemerdekaan bangsa Indonesia adalah agar kehidupan rakyat yang makmur dan adil, seperti tertuang dalam pembukaan UUD 1945 dan batang tubuhnya yang merinci segenap kesejahtera rakyat dalam arti luas.

    Hingga dalam rumusannya Bung Karno adalah Trisakti. Atau mandiri dalam ekonomi, berdaulat secara politik dan berkepribadian dalam budaya. Atau yang lebih gagah lagi seperti Nawacita yang digagas Presiden Joko Widodo, meski belum sempat juga direalisasikan sampai sekarang. []

    Banten, 1-4 November 2021 oleh Jacob Ereste

  • Terpilih Wakili Indonesia di Ajang UNWTO, Desa Wisata Tetebatu Diserbu Pengunjung

    peloporberita.com/ – Desa Wisata Tetebatu yang terletak di Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang Best Tourism Award yang diselenggarakan UNWTO.

    “Masalah menang atau tidak, itu adalah bonus. Karena wisatawan ketika value brand equitynya Tetebatu sudah naik, wisatawan akan tau.”

    Hal ini ibarat mendapat durian runtuh bagi desa wisata yang ada di kaki gunung Rinjani tersebut. Pasalnya, sejak terpilih Tetebatu banyak diserbu pengunjung yang hendak melihat sendiri keindahannya atau sekedar memuaskan rasa keingintahuan mengapa Tetebatu bisa menjadi wakil Indonesia di ajang dunia.

    “Saya melihat impact Tetebatu menjadi wakil Indonesia di UNWTO itu berdampak sangat besar bagi tingkat kunjungan wisatawan lokal ataupun nusantara ke Tetebatu,” tutur Pengamat sekaligus ahli Strategi Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi kepada peloporberita.com/, Minggu, 18 Oktober 2021.

    Desa Tete Batu
    Desa Tete Batu. (Foto: peloporberita.com/rockstarticket)

    Menurut TR panggilan akrabnya, saat ini Tetebatu menjadi tempat favorit wisata keluarga dimana desa wisata tersebut selalu ramai pengunjung saat weekend.

    "Orang-orang di Ibukota Mataram, datangnya ke Tetebatu seiring dengan mulai dikenalnya Tetebatu, orang mulai penasaran. Dan saya melihat juga, stakeholder disana sudah mulai berbenah. Ya komunitasnya dibenahi, terus infrastruktur jalan dibenahi, terus homestay-homestay dibenahi," ungkap penulis buku Protokol Desatinasi ini.

    Namun yang paling terpenting menurutnya adalah optimisme masyarakat.

    "Sedangkan masalah menang atau tidak, itu adalah bonus. Karena wisatawan ketika value brand equitynya Tetebatu sudah naik, wisatawan akan tau," tegas TR.

    Taufan Rahmadi

    Meski demikian, bukan berarti jika Tetebatu tidak menang maka tidak ada orang yang datang lantaran kejuaraan ataupun kompetisi adalah salah satu cara untuk menaikkan brand equity.

    “Bukan berarti, kekalahan ending dari segala-galanya dan inikan semuanya adalah bagian daripada bagaimana meningkatkan citra, dari sebuah destinasi,” tandas Taufan.

    Dihubungi secara terpisah, Pengelola Tetebatu, Ani mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyediakan segala keperluan untuk mendukung CHSE di desa wisata tersebut. Saat ini, disetiap spot di lokasi wisata di Tetebatu telah disediakan Thermo Gun dan hand sanitizer.

    “Itu semua sudah ada dan sudah diterapkan di semua Homestay dan begitu masuk Tetebatu semuaya ada,” kata Ani kepada peloporberita.com/, Senin, 18 Oktober 2021.

    Penampakan Desa Wisata Tetebatu
    Penampakan Desa Wisata Tetebatu. (Foto:Pelopor.id/Dispar NTB)

    Sementara spot yang menjadi favorit para wisatawan di Tetebatu menurut Ani adalah rumah adat, Air terjun, sarang walet, Rice field serta Taman ulem-ulem.

    Adapun saat ini, ada 25 Homestay di Desa Wisata Tetebatu, yakni:

    1. Edryan Bungalows, 6 room
    2. Pondok Indah, 6 room
    3. Surya, 20 room
    4. Jaya Homestay, 3 room
    5. Soedjono room
    6. Rinjani Bungalow 2 room
    7. Tetebatu Garden 8 room
    8. Sama2 10 room
    9. Wina Wani
    10.Dream Chather 2 room
    11. No Name 2 room
    12. Ariel Bungalows 2 room
    13. Pondok Indah 4 room
    14. Full Moon 2 room
    15. Brigadoon 4 room
    16. Pondok Tetebatu 5 room
    17. Toni Bungalow 1 room
    18. Second Home 2 room
    19. Bale Uleq 4room
    20. Satu Lingkeng 3 room
    21. Vanila Cottage 2 room
    22. Jumadil Homestay 1 room
    23 Awak Homestay 1 f room
    24 Marsya Homestay 2 room
    25. Biladi Homestay 1 room. []

  • Polda Jatim Siapkan Aturan Ganjil Genap di Destinasi Wisata

    peloporberita.com/ | Pemerintah telah membuka tempat wisata di wilayah PPKM Level 2, namun dengan ketentuan penerapan aturan ganjil genap. Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Gatot Repli Handoko mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan mekanisme penerapan ganjil genap bagi kendaraan bermotor di sejumlah destinasi wisata di Jawa Timur.

    “Jatim rencananya akan menerapkan ganjil genap di tempat wisata. Kita lagi koordinasi dengan stakeholder, pemerintah provinsi dan Kabupaten Kota, tempat mana saja yang menerapkan ganjil genap,” ujar Kabid Humas Polda Jatim beberapa waktu lalu.

    Baca juga: Kakorlantas Polri Apresiasi Ganjil Genap Genap di Jalur Puncak

    Kombes Pol. Gatot mengatakan, penerapan ganjil genap ini untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah pengunjung di tempat wisata. Meski demikian, tidak semua tempat wisata di Jatim akan menerapkan ganjil genap. “Kelihatannya tempat tertentu, yang banyak dikunjungi masyarakat. Itu untuk mengurangi kerumunan,” ujarnya.

    Baca juga: Tak Ada Lagi Level 4 di Jawa-Bali, PPKM Diperpanjang Sampai 4 Oktober

    Rencananya, penerapan ganjil genap akan diterapkan di Malang Raya, yang disusul Banyuwangi, karena kedua wilayah tersebut paling banyak diminati para wisatawan. Kabid Humas Polda Jatim menegaskan bahwa penerapan ganjil genap tersebut berlaku di tempat wisata, bukan di jalan umum Kabupaten/Kota tersebut.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa tempat wisata di PPKM Level 3 sudah diizinkan beroperasi, dengan ketentuan penerapan ganjil genap. []

  • Dirjen Bimas Islam: Wisata ke Borobudur Tidak Haram

    peloporberita.com/ | Jakarta – Sebuah Video Youtube viral di media sosial, Ustaz Sofyan Chalid menyebut wisata ke Candi Borobudur haram hukumnya. Mengomentari hal ini, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengatakan bahwa berwisata ke Borobudur tidak haram hukumnya.

    “Jadi berkunjung ke borobudur sih menurut saya tidak ada masalah selama itu kan hanya tempat rekreasi. Sama kalau kita berkunjung ke Eropa.”

    “Nggak (haram), disana cuma berkunjung, mau rekreasi melihat itu apa salahnya. Beda bila Borobudur itu tempat ibadah, trus umat islam masuk ikut ibadah, ya itu yang tidak boleh,” tutur Dirjen Bimas Islam dalam wawancara dengan wartawan peloporberita.com/, Rabu, 15 September 2021.

    Kamaruddin menegaskan bahwa Borobudur bukanlah tempat ibadah. Namun, hanya sebagai tempat rekreasi, produk peradaban agama tertentu.

    “Jadi berkunjung ke borobudur sih menurut saya tidak ada masalah selama itu kan hanya tempat rekreasi. Sama kalau kita berkunjung ke Eropa. Di Eropa, bahkan gereja-gereja tua yang tidak terpakai jadi tempat berkunjung, tidak ada sama sekali (hubungan) dengan keyakinan,” ungkapnya.

    Kamaruddin Amin

    Menurut Dirjen Bimas Islam, orang yang berkunjung ke Borobudur tidak ada yang melaksanakan ibadah. Dalam hal ini, umat islam hanya menyaksikan, atau melihat kehebatan dan keluarbiasaan dari candi tersebut.

    “Tidak ada yang beribadah, yang turut melakukan ibadah sama sekali. Jadi bagi kami, bagi saya pribadi ya tidak masalah,” tandasnya.

    Untuk itu, lanjut Kamaruddin, pihaknya melakukan upaya pengarus-utamaan pemahaman agama yang moderat. Adapun pemahaman agama yang moderat itu, artinya menghargai memaklumi pemahaman agama orang lain. Tidak ikut-ikutan.

    “Ya misal saya orang Islam, saya yakin agama saya yang paling benar. Tapi kan saya tau, selain saya, teman saya, kolega saya, juga yakin dengan agamanya paling benar,” sebutnya.

    Selanjutnya, Dirjen Bimas Islam mengimbau agar semua pihak saling menghormati, saling respek sebagai warga negara di indonesia. Dimana semuanya punya hak yang sama tanpa diskriminasi sama sekali.

    “Jadi itu yang kita lakukan pengarus-utamaan pemahaman agama yang moderat. Yang didalamnya ada toleransi, menghargai perbedaan dan lain-lain,” pungkasnya. []