Tag: Vaksin

  • Personel Nakes Satgas Yonmek 403/WP Terima Vaksin Moderna

    peloporberita.com/ | Personel tenaga kesehatan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista mulai melaksanakan suntik vaksin Covid-19 tahap ketiga jenis Moderna di Kantor Dinas Kesehatan Keerom Kampung Wor Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua.

    Kegiatan vaksinasi tahap ketiga jenis Moderna ini diharapkan dapat menambah imun atau daya tahan tubuh petugas kesehatan Satgas TNI, sehingga dapat terus berkontribusi dalam mendukung program pemerintah melaksanakan program vaksinasi di wilayah perbatasan RI-PNG.

    “Semoga semua unsur pemerintahan baik TNI-Polri, dan instansi kesehatan pemerintah terkait lainnya di Provinsi Papua ini dapat selalu bersinergi demi menyukseskan kegiatan program vaksinasi Covid-19 ini untuk menuju Indonesia bebas Covid-19,” ungkap Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, (14/11/2021).

    Baca juga: Papua Mulai Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

    Sementara itu, Dokter Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista Lettu Ckm dr. Kristia Yudha Bayu mengatakan bahwa tim kesehatan pos jajaran selalu siap mendukung program pemerintah dengan ikut menyukseskan dan mengawal proses vaksinasi Covid-19, terutama di wilayah Kabupaten Keerom dan Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

    “Dengan vaksin ini, kita berharap akan mendukung dalam pelaksanaan tugas, sehingga dapat lebih maksimal dalam membantu kesulitan masyarakat dan menjaga kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan,” tutur Bayu. []

  • Kasus COVID-19 Kembali Melonjak di Sejumlah Negara Ini

    peloporberita.com/ | Belakangan ini, COVID-19 dilaporkan kembali melonjak di sejumlah negara di Eropa, Asia dan Amerika. Dirangkum dari berbagai sumber, inilah sejumlah negara yang kembali melaporkan lonjakan kasus COVID-19 dan beberapa di antaranya terpaksa menerapkan aturan lockdown lagi.

    1. Perancis

    Meski belum ada rencana lockdown, varian Delta menjadi penyumbang terbesar kenaikan kasus COVID di Perancis. Bahkan, pada Rabu (10/11/2021), Menteri Kesehatan Perancis Olivier Veran mengatakan, Perancis berada diawal gelombang kelima pandemi.

    Tercatat, per Kamis (11/11/2021) ada 12.603 kasus Corona di Perancis, dengan penambahan kasus meninggal sebanyak 17 orang.

    1. Belanda

    Belanda kembali mencatat kenaikan kasus COVID-19 sebanyak 16.287 orang, dengan 26 kematian, pada Kamis (11/11/2021). Lonjakan kasus di Belanda diperkirakan dimulai saat aturan jarak sosial dicabut pada akhir September, seperti dikutip dari Reuters.

    Tak lama setelah itu, terjadi penambahan kasus hingga dua kali lipat. Akibat kenaikan ini, Belanda pun berencana memberlakukan lockdown parsial pertama.

    1. Jerman

    Setelah sempat berhasil menangani pandemi dan menuai pujian, Jerman kini menghadapi gelombang keempat COVID-19, seperti dikutip dari Evening Standard.

    Pada Jumat (12/11/2021), Jerman melaporkan jumlah kasus COVID-19 baru tertinggi kedua. Berdasarkan data Institut Robert Koch, ada 48.640 infeksi COVID-19 di Jerman dan 191 kasus meninggal.

    Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran terjadinya lockdown kembali, terutama jika vaksinasi tidak digencarkan.

    4. Austria

    Selama sepekan terakhir, kasus baru COVID-19 di Austria dilaporkan menyentuh 815 per 100.000 orang. Negara itupun akhirnya memperketat aturan dengan menerapkan lockdown terhadap jutaan orang yang tidak divaksinasi mulai Senin (15/11/2021).

    Bagi mereka yang tidak divaksinasi, hanya boleh meninggalkan rumahnya untuk kepentingan tertentu seperti bekerja atau berbelanja kebutuhan pokok.

    Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer menegaskan akan ada pemeriksaan menyeluruh selama lockdown. Bagi yang melanggar, bisa didenda hingga 1.450 euro atau sekitar Rp 23 juta, dan petugas polisi akan memeriksa status vaksinasi warga.

    Reuters melaporkan memang banyak warga Austria yang skeptis soal vaksin. Hal itu terlihat dari hanya 65 persen populasi Austria yang telah menerima dua dosis vaksin COVID-19, salah satu cakupan vaksinasi terendah di Eropa barat.

    1. China

    Otoritas wilayah bagian utara China juga disebut akan kembali melakukan lockdown, akibat adanya lonjakan kasus COVID-19.

    Tercatat, ada lebih dari 100 kasus harian positif di 11 provinsi, antara lain Mongolia dalam, Gansu, Ningxia, Guizhou dan Beijing.

    1. Negara bagian Amerika Serikat

    Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat, seperti Michigan, Vermont, Colorado dan New Mexico juga mengalami lonjakan kasus COVID-19.

    Bahkan, rumah sakit di New Mexico dan Colorado sudah mulai kewalahan akibat melonjaknya jumlah pasien COVID-19. Selain itu, satu rumah sakit di Michigan juga melaporkan sedang mengobati hampir 400 pasien COVID. []

  • AstraZeneca Akan Tarik Keuntungan dari Vaksin Covid-19

    peloporberita.com/ | AstraZeneca dikabarkan akan mulai mengambil keuntungan sekitar Rp 71.000 dari biaya dasar pembuatan vaksin Covid-19 mulai tahun 2022.

    Awalnya, vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca memang dikembangkan tanpa memperhitungkan faktor keuntungan, sehingga vaksin ini pun dapat diakses oleh berbagai negara dan menjadi yang paling banyak digunakan di dunia. Namun, setelah muncul laporan kerugian, pihak manajemen akhirnya memutuskan untuk mulai mengambil keuntungan dari vaksin Covid-19.

    Baca juga: BPOM AS Izinkan Vaksin COVID-19 Pfizer untuk Usia 5-11 Tahun

    Pascal Soriot yang merupakan salah satu pejabat tinggi AstraZeneca menjelaskan, keputusan ini diambil berdasarkan kedaruratan pandemi yang perlahan sudah menjadi endemi. “Artinya kita harus belajar hidup berdampingan dengannya,” ujar Pascal, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (13/11/2021).

    Meski demikian, Pascal memastikan, vaksin AstraZeneca akan tetap diberikan gratis untuk negara berpenghasilan menengah ke bawah. “Kita memulai vaksin ini untuk menolong. Tapi kita juga sudah bilang perlahan akan berubah mengambil keuntungan dari vaksin,” katanya. []

  • Varian Delta Plus Mulai Masuk Malaysia dan Singapura

    peloporberita.com/ | Virus Corona AY.4.2 atau varian ‘Delta Plus’ telah ditemukan di Singapura dan Malaysia. Dikutip dari Channel News Asia, Rabu (10/11/2021), dua kasus pertama di Malaysia berasal dari siswi yang baru pulang dari Inggris. Belakangan ini, varian ‘Delta Plus’ memang menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus Covid-19 di Inggris.

    Per Selasa (09/11/2021), tercatat ada 5.403 orang yang terinfeksi Corona di Malaysia. Angka itu bertambah dari hari sebelumnya yang tercatat 4.543 kasus. Padahal, selama empat hari terakhir Malaysia terbilang mengalami tren penurunan kasus baru Covid-19.

    Adapun total kasus Covid-19 di Malaysia telah mencapai 2.517.173, dengan total meninggal melampaui 7.600 kasus.

    Hari ini juga teridentifikasi enam klaster baru di Malaysia, yang tiga di antaranya dilaporkan dari tempat kerja dan tiga lainnya terhubung dengan institusi pendidikan tinggi, institusi pendidikan dan fasilitas holding.

    Sementara, Singapura melaporkan 3.397 kasus baru Covid-19 pada Selasa (09/11/2021).

    Sebanyak 12 orang di antaranya meninggal dunia akibat komplikasi virus Corona, dengan rentang usia 58-95 tahun dan semuanya belum menerima vaksin. Dengan demikian, total kematian di Singapura akibat Covid-19 telah mencapai 523 orang.

    Baca juga: Pemerintah Beli 1 Juta Molnupiravir untuk Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19

    Dikutip dari Healthline, Direktur University College London Genetics Institure Francois Balloux, PhD. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengungkapkan, varian AY.4.2 atau ‘Delta Plus’ kemungkinan 10 persen lebih menular dibandingkan varian Delta yang paling umum, AY.4.

    Namun, Spesialis Penyakit Dalam dan Paru di Lenox Hill Hospital di New York Dr. Len Horovitz mengatakan, “Menular bukan berarti lebih berbahaya.”

    Menurutnya, masa inkubasi virus yang lebih pendek membuat virus lebih cepat dan lebih mudah menyebar dibandingkan yang membutuhkan masa inkubasi lebih lama.

    Varian ‘Delta Plus’ memiliki dua mutasi tambahan pada protein lonjakan, yaitu Y145H dan A222V.

    Hingga akhir Oktober 2021, varian AY.4.2 mewakili 10 persen dari total sekuensing genom lengkap yang dilakukan di Inggris. Badan Keamanan Kesehatan Inggris pun menetapkan AY.4.2 sebagai varian yang tengah diselidiki. []

  • Harga Tes PCR Jadi Rp 300 Ribu, ASITA: Kalau Bisa Lebih Rendah Lagi

    peloporberita.com/ | Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan kepada para menterinya supaya harga tes PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300 ribu dan berlaku selama 3×24 jam untuk perjalanan pesawat.

    Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Artha Hanif mengapresiasi hal tersebut. “Ya itu bagus, pemerintah mesti selalu hadir disetiap persoalan rakyat ini. Bahkan kalau bisa lebih rendah lagi (harga tes PCR),” katanya dalam wawancara lewat telepon bersama peloporberita.com/, Selasa (26/10/2021).

    Sejatinya, ia mengaku bingung mengapa tes PCR harus menjadi salah satu syarat bagi calon penumpang pesawat. Menurut Artha, selama calon penumpang sudah menerima vaksin Covid-19 sebanyak dua dosis, semestinya sudah dianggap aman.

    Baca juga: Luhut Pandjaitan: Presiden Minta Harga PCR Turun Jadi Rp 300 Ribu

    “Apa sih bedanya, misalnya seorang yang lengkap (menerima vaksin Covid-19) dan kemudian datang ke suatu kementerian untuk rapat, apalagi rapatnya juga cukup padat, dan mereka hanya melalui satu proses tahapan dibaca barcodenya (dalam aplikasi PeduliLindungi), dianggap sudah cukup, termasuk kita datang ke beberapa tempat lain, termasuk mal, prosesnya begitu. Tapi kenapa untuk pesawat harus pakai PCR?” ujar Artha.

    Artha juga mempertanyakan sebenarnya berapa biaya yang dibutuhkan dalam melakukan tes PCR. Mengingat, harga tes PCR di Indonesia sempat terbilang sangat tinggi, yaitu berkisar Rp 900 ribu – Rp 1,2 juta sejak awal pandemi Maret 2020 dan terus turun hingga sekarang berkisar Rp 500 ribu.

    “Kalau melihat begitu dinamisnya harga PCR itu, saya malah berpikir ini ada apa? Jadi, sebenarnya sejak dulu sampai sekarang biaya yang real PCR itu berapa sih? Itu satu persoalan,” tanya Artha.

    Baca juga: Trubus Rahadiansyah Menduga Ada Pihak yang Diuntungkan dari Kebijakan Naik Pesawat Wajib PCR

    Artha juga yakin ada pihak-pihak tertentu yang mendapatkan manfaat dari kebijakan ini, bukan maksudnya diuntungkan, tapi pasti mendapatkan manfaat. “Dalam keadaan tsunami saja ada yang masih jualan, atau apalagi jadi ada bansos, sehingga sembako jadi laku, jadi pastilah segala sesuatunya pasti ada manfaatnya,” pungkasnya.

    Meski demikian, Artha mengajak masyarakat untuk tetap berpikir positif bahwa semua ini dilakukan demi mengutamakan kesehatan masyarakat. []

    Baca juga: Test PCR Mahal, Pengamat Gaungkan “No Vaksin No Holiday”

  • Test PCR Mahal, Pengamat Gaungkan “No Vaksin No Holiday”

    peloporberita.com/ – Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi meminta agar Pemerintah tidak memberatkan wisatawan dengan mewajibkan test PCR sebagai syarat bepergian dengan Pesawat udara lantaran biayanya yang masih mahal.

    “No Vaksin No Holiday.”

    “Jangan lagi diberatkan wisatawan dengan PCR yang biayanya besar, dengan karantina lagi. Fokus vaksin, itu udah paling utama ya “No vaksin No Holiday”, tuturnya kepada peloporberita.com/, Jumat, 22 Oktober 2021.

    Menurut penulis buku Protokol Destinasi itu, sudah saatnya Pemerintah melalui kebijakannya merealisasikan agar masyarakat bisa hidup berdampingan dengan covid-19.

    “Sudah waktunya kebijakan Pemerintah kita “living side by side with covid-19”. Caranya gimana? ya protokol kesehatan diterapkan, vaksin dilakukan, dikencangkan,” tandas TR panggilan akrabnya.

    Taufan Rahmadi juga meminta Pemerintah untuk memperbolehkan masyarakat pergi berlibur dengan syarat utama vaksinasi dan penerapan prokes ketat.

    “Kalau vaksin sudah, protokol kesehatan sudah, ya sudahlah mereka bisa berwisata,” tandasnya.

    Sebelumnya, Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa, kewajiban PCR bagi calon penumpang pesawat, adalah untuk mengantisipasi kasus negatif palsu dalam tes usap antigen.

    Sebab, sensitivitas tes antigen tidak mendekati kondisi sebenarnya dibandingkan dengan tes PCR. []

  • Aparat TNI Awasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Papua

    peloporberita.com/ | Babinsa Koramil 1703-02/Tigi Sertu Djoko Rianto mengawasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap I dan II bagi warga, bertempat di Aula Kantor Dinas kesehatan Kabupaten Deiyai, Papua, pada Selasa (12/10/2021).

    Dalam keterangan tertulis Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Sertu Djoko mengungkapkan pihaknya membantu para peserta vaksinasi dan melakukan pengawasan serta penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes).

    “Tentu kami akan terus mendukung dan membantu, baik itu pengamanan maupun pendampingan di lokasi pelaksanaan vaksinasi. Kami juga akan pastikan kegiatan ini berjalan aman, lancar dan kondusif serta tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan,” ujarnya.

    Baca juga: Profil Brigjen TNI Junior Tumilaar, Dicopot Setelah Surati Kapolri Listyo Sigit

    Babinsa Sertu Djoko Rianto juga menyampaikan, sebelum divaksin, para peserta wajib melakukan pendaftaran yang dilanjutkan dengan pemeriksaan screening. Kemudian, penyuntikan vaksin dan observasi selama kurang lebih 30 menit.

    “Kami lakukan ini guna membantu petugas kesehatan supaya dalam penyuntikan vaksin kepada peserta dapat berjalan dengan lancar dan tertib serta tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Babinsa Sertu Djoko.

    Baca juga: Mengintip Prestasi Roro Terry, Atlet Judo Kebanggaan TNI AD

    Selain itu, Sertu Djoko Rianto juga mengatakan, dengan adanya pelaksanaan vaksinasi bagi warga ini, diharapkan dapat memutus penyebaran Covid-19. “Kami juga mengingatkan kepada warga setelah divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, kita harus tetap waspada jangan mengabaikan prokes, karena pandemi Covid-19 ini masih melanda dan kita tetap jaga kesehatan,” ucap Sertu Djoko. []

  • OJK Gelar Vaksinasi dan Kegiatan Sosial di Lamongan

    peloporberita.com/ | Otoritas Jasa Keuangan bersama Industri Jasa Keuangan terus berupaya mendorong pemulihan ekonomi melalui gerakan vaksinasi massal Covid-19 dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso bersama Self Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal, menyelenggarakan rangkaian kegiatan bantuan sosial dan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Matholiúl Anwar (MAWAR), Lamongan, Jawa Timur pada Jumat (08/10/2021). Kegiatan ini diselenggarakan masih dalam rangkaian peringatan HUT Ke-44 Pasar Modal Indonesia.

    “OJK bersama industri jasa keuangan berkomitmen dalam mendukung target pemerintah mencapai herd immunity di masyarakat. Pada akhir Desember 2021, kami menargetkan vaksinasi untuk 10 juta penduduk,” kata Wimboh. Ia berharap, dengan adanya percepatan distribusi vaksin dan penerapan protokol kesehatan, akan mendukung mobilitas masyarakat untuk dapat kembali beraktivitas sosial, keagamaan dan tentunya usaha perekonomian.

    Baca juga: OJK Dirikan Task Force Keuangan Berkelanjutan Sektor Jasa Keuangan

    Selain pelaksanaan vaksinasi dan donor darah, dalam kegiatan itu juga dilakukan pemberian santunan kepada ahli waris tenaga kesehatan periode pandemi COVID-19 sebesar Rp1,128 miliar dan pemberian bantuan alat kesehatan di Klinik Kesehatan Pesantren Matholiúl Anwar (MAWAR). Vaksinasi dilaksanakan pada 5-8 Oktober 2021, dengan target peserta 3.000 orang ditujukan untuk kalangan Pondok Pesantren MAWAR dan masyarakat sekitar.

    Selain di Lamongan, Wimboh Santoso juga meninjau pelaksanaan penyaluran KUR Klaster Pertanian Porang di Mojokerto, sekaligus memberikan bantuan senilai Rp99 juta berupa mesin pencuci, mesin peranjang, oven dan mesin pembuat tepung porang.

    Dalam kegiatan itu, Wimboh memastikan OJK akan terus mendukung upaya kolaboratif dan sinergis antara pemerintah daerah, perbankan dan pihak-pihak terkait, untuk memperluas akses keuangan bagi petani. “KUR diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Wimboh.

    Baca juga: OJK Perpanjang Relaksasi Restrukturisasi Kredit Perbankan

    Jawa Timur memiliki potensi komoditas pertanian baru yaitu porang, tanaman umbi-umbian yang kini menjadi unggulan ekspor komoditas pertanian di Indonesia. Kabupaten Mojokerto sendiri memiliki luas lahan porang mencapai 855 Ha. Pada tahun 2020, nilai ekspor porang tercatat mencapai Rp932,6 miliar, dengan negara tujuan ekspor mencakup Jepang, Tiongkok, Taiwan, Vietnam dan Thailand.

    Turut hadir dalam acara tersebut anggota Komisi XI DPR-RI Sarmuji, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua Parlindungan Simajuntak, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, dan Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal. []

  • Tiga Vaksin Hewan Diluncurkan Pada Acara Puncak Hari Rabies Sedunia

    peloporberita.com/ | Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri puncak hari rabies sedunia (world rabies day) yang digelar di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (08/10/2021). Dalam kesempatan ini, Syahrul mencanangkan Indonesia mampu bebas rabies pada 2030 mendatang.

    Menurut Syahrul, tiga vaksin yang dilepas hari ini merupakan hasil dari penelitian jajaran Kementerian Pertanian (Kementan). Ketiga vaksin itu adalah pertama, vaksin Neo Rabivet yang sudah terintegrasi, terverifikasi dan memenuhi persyaratan CPOHB. Kedua, vaksin Afluvet HiLow yang merupakan vaksin kombinasi antara H5N1 dan H9N2. Terakhir, serum Scovet ASF yang merupakan produk biologis berupa serum konvalescen African Swine Fever dari babi yang sembuh dari penyakit ASF.

    Syahrul mengaku sangat bangga dengan ketiga produk yang dikeluarkan Pusvetma Surabaya ini, mengingat ketiganya adalah hasil karya pegawai Kementan, dan terutama produk serum ASF yang berdasarkan pada penelitian mampu meningkatkan kekebalan virus demam babi afrika hingga 52%. Produk tersebut menjadi solusi saat ini, mengingat vaksin demam babi afrika belum ada di dunia.

    Baca juga: Syahrul Yasin Limpo Tinjau Pengolahan Sarang Burung Walet di Kalimantan Barat

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan Nasrullah menegaskan bahwa program pengendalian dan pemberantasan rabies merupakan komitmen kuat dari jajarannya untuk Indonesia yang lebih berkualitas. Sejauh ini, kata Nasrullah, Kementan telah mengalokasikan vaksin dan operasional pengendalian rabies, khususnya untuk wilayah tertular dengan risiko tinggi.

    “Untuk daerah tertular risiko tinggi, kita upayakan alokasi vaksin sebanyak 70 persen populasi hewan penular rabies. Sedangkan untuk daerah risiko rendah dan bebas, alokasi vaksin cukup untuk vaksinasi tertarget dan vaksinasi darurat,” katanya.

    Nasrullah berharap, pemerintah daerah turut mendukung pelaksanaan program dengan mengisi kekurangan ketersediaan vaksin dan sumber daya lain yang diperlukan. Ia juga menyebutkan bahwa di pusat, Ditjen PKH sudah merangkul mitra kerja internasional, seperti FAO, AIHSP dan USAID dalam pengendalian dan penanggulangan rabies.

    “Kerjasama dengan kementerian dan lembaga sebenarnya sudah berjalan baik, khususnya dengan Kemenkes, KLHK dan Kemenko PMK, namun ini perlu terus dipertahankan dan diperkuat, agar target Indonesia bebas rabies 2030 dapat tercapai,” kata Nasrullah.

    Baca juga: Syahrul Yasin Limpo Dorong Hutan Sagu Papua Barat Jadi Lahan Agrowisata

    Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi terhadap jajaran Kementan yang memberi perhatian khusus terhadap kondisi dan kesehatan hewan, melalui peluncuran vaksin yang kini telah bersertifikat.

    “Dan kita tahu bahwa flu burung atau penyakit flu babi telah mengakibatkan kematian yang tinggi khususnya di Indonesia. Dan sampai saat ini baru ada vaksin yang di buat oleh negara selama lebih dari 50 tahun. Alhamdulillah Kementan berhasil mendapatkan serum semacam antibody yang akan diberikan ke ternak-ternak babi yang sehat agar tidak terjangkit penyakit ASF,” tutupnya. []

  • Indonesia Terima Dua Juta Dosis Vaksin Dari Tiongkok dan Sinovac

    peloporberita.com/ | Indonesia hari ini, Jumat (24/09/2021), kembali menerima dua juta dosis vaksin COVID-19 dari Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan perusahaan Sinovac, melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. 

    “Hari ini telah tiba satu juta dosis Vaksin Sinovac bantuan Pemerintah RRT. Hari ini juga tiba satu juta dosis Vaksin Sinovac bantuan perusahaan Vaksin Sinovac yang diberikan secara gratis,” ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi dalam keterangan persnya secara virtual, menyambut kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-78, Jumat (24/09/2021). 

    Baca juga: Door To Door Percepatan Vaksinasi Bagi Lansia di Jembrana

    Sebelumnya, Selasa (21/09/201), Indonesia juga telah menerima 200 ribu dosis Vaksin Sinopharm dukungan dari Palang Merah RRT. Menlu Retno menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan tersebut. “Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan atas dukungan vaksin yang diberikan, baik oleh Pemerintah RRT, perusahaan Sinovac, dan juga Red Cross Society of China,” ucapnya. 

    Dengan demikian, jumlah vaksin yang telah tiba di Indonesia adalah sebanyak 273,6 juta, baik dalam bentuk vaksin jadi maupun bahan baku. Menutup keterangan persnya, Menlu Retno kembali menekankan bahwa solidaritas antarnegara merupakan kunci untuk mengakhiri pandemi global. “Kerja sama adalah kunci. Mesin diplomasi kita terus bekerja menjalin kerja sama dalam berbagai bentuk agar kebutuhan vaksin kita tercukupi,” pungkasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Duta Besar RRT untuk Indonesia Xiao Qian mengatakan bahwa dukungan kali ini merupakan tambahan dukungan penanganan pandemi dari Pemerintah RRT, menyusul donasi 120 ventilator, 400 generator oksigen dan alat-alat kesehatan lainnya, yang telah diberikan pada Agustus lalu. 

    Baca juga: Sekolah Wajib Tatap Muka Bila Guru Sudah 100 Persen Divaksin

    “Hingga saat ini, Sinovac dan Sinopharm telah mengirimkan 215 juta dosis vaksin ke Indonesia. Terhitung hampir 20 persen dari semua vaksin yang diekspor oleh China dalam periode waktu yang sama, dan lebih dari 80 persen dari total vaksin yang diperoleh Indonesia,” ucap Dubes RRT. Xiao Qian menyampaikan, sejak awal pandemi, China dan Indonesia telah saling mendukung upaya penanganan pandemi COVID-19 di masing-masing negara. 

    “Di bawah kepemimpinan yang kuat dari Presiden Joko Widodo dan upaya seluruh rakyat Indonesia, China percaya Indonesia akan mampu menangani pandemi dalam waktu dekat dan memulihkan pertumbuhan sosial ekonomi secepatnya. China akan terus berupaya mendukung Indonesia dan upayanya dalam menangani pandemi,” ucapnya. []