Tag: Ukraina

  • Harga Minyak Terdampak Konflik Rusia-Ukraina, Pertamina Pastikan Suplai Aman

    peloporberita.com/ | PT Pertamina (Persero) terus memantau perkembangan pasar minyak dan gas (migas) dunia. Seperti diketahui, tren harga minyak mentah dunia telah menembus USD 100 per barel, antara lain dipengaruhi oleh pulihnya demand energi secara global dan juga dampak konflik Rusia-Ukraina.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan, pihaknya konsisten mempertahankan kinerja operasional hulu sampai hilir untuk meningkatkan ketahanan energi dan menjaga stabilitas suplai untuk kebutuhan konsumsi nasional.

    Ia juga mengatakan bahwa Pertamina memiliki sumber pasokan minyak mentah, produk BBM dan LPG bervariasi, baik dari dalam negeri maupun dari negara lain, sehingga memiliki fleksibilitas suplai.

    “Sebagian minyak mentah kebutuhan dalam negeri diproduksi melalui portofolio Pertamina yaitu Subholding Upstream, dan juga disuplai oleh produksi KKKS di Indonesia,” ungkap Fajriyah, seperti dikutip dari laman resmi Pertamina.

    Sedangkan mekanisme pengadaan dilakukan berbasis long-term serta penyesuaian dengan short-term, baik untuk minyak mentah maupun produk BBM dan LPG, sesuai dengan kebutuhan dan dengan perencanaan yang matang.

    Di samping memastikan penugasan untuk mendistribusikan energi ke seluruh Indonesia, Pertamina juga harus mengantisipasi dinamika market global saat ini yang berpotensi memberikan tekanan pada kinerja keuangan perusahaan dari sektor hilir.[]

  • Polandia Negara Pertama yang Kirim Bantuan Militer ke Ukraina

    peloporberita.com/ – Polandia mengumumkan dirinya sebagai negara pertama yang mengakui secara resmi pengiriman bantuan militer ke Ukraina yang saat ini tengah diserbu Rusia. Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Błaszczak menegaskan, bantuan militer itu berupa satu konvoi amunisi.

    “Satu konvoi amunisi yang kami berikan ke Ukraina telah sampai ke tetangga kami. Kami mendukung Ukraina, dan menunjukkan solidaritas terhadap agresi Rusia,” cuit Błaszczak di Twitternya, Sabtu (26/02/2022).

    Namun, tidak dijelaskan amunisi jenis apa yang dikirim Polandia ke Ukraina, ataupun berapa jumlah amunisinya. Yang pasti bantuan negara tetangganya ini sangat berarti lantaran pasukan Rusia disebut sudah hampir mencapai ibu kota Ukraina, Kiev.

    Melihat kondisi Ukraina yang semakin terdesak, Presiden Volodymyr Zelensky
    meminta kesempatan perundingan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Hal ini disambut Putin, sembari mengatakan ia berencana mengirimkan perwakilan Kremlin ke Minsk, ibu kota Belarus, untuk berdiskusi.

    Sementara NATO disebut bakal mengirimkan Pasukan Respons (NRF) untuk membantu menangani krisis di Ukraina. Elemen NRF di darat, di laut, dan di udara akan lebih memperkuat respon di segala kemungkinan.

    Di sisi lain Republik Ceko, Polandia, dan Bulgaria mengatakan pada Jumat (25/2/2022), bahwa mereka akan menutup wilayah udara untuk penerbangan oleh operator Rusia sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina. Sedangkan Polandia telah lebih dulu menghentikan penerbangan ke Moskwa dan Saint Petersburg.[]

  • Ukraina Minta Bos Apple Blokir Akses App Store di Rusia

    peloporberita.com/ – Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov secara resmi meminta CEO Apple Inc, Tim Cook mengurangi produk dan memblokir akses App Store di Rusia.

    Hal ini diketahui melalui salinan surat yang ditujukan kepada Cook yang diunggah di media sosial. Dalam surat tersebut, Ukraina meminta produsen iPhone tersebut agar berhenti memasok produk dan layanan Apple kepada Federasi Rusia, termasuk memblokir akses App Store pada Sabtu (26/02/2022).

    Fedorov menyampaikan, bahwa di tahun ini, teknologi adalah “jawaban terbaik untuk tank, roket dan misil”. Selain itu, ia juga meminta Amerika Serikat memberikan dukungan berupa sanksi terhadap Rusia.

    “I’ve contacted @tim_cook, Apple’s CEO, to block the Apple Store for citizens of the Russian Federation, and to support the package of US government sanctions! If you agree to have the president-killer, then you will have to be satisfied with the only available site Russia 24,” tulis Mykhailo Fedorov di Twitter.

    Apple belum berkomentar atas permintaan Ukraina itu. Namun Tim Cook menyatakan kekhawatirannya terhadap Ukraina melalui Twitter. Cook mengatakan, pihaknya akan melakukan segala yang bisa dilakukan untuk tim dan akan mendukung aksi kemanusiaan lokal.

    Surat Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov untuk CEO Apple, Tim Cook
    Surat Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov untuk CEO Apple, Tim Cook. (Foto:Pelopor.id/Twitter Mykhailo Fedorov)

    Adapun Presiden Rusia Vladimir Putin, mengumumkan operasi militer di Ukraina pada Kamis (24/02/2022). Aksi Rusia ini dianggap berbahaya bagi kesepakatan Eropa setelah Perang Dingin. Sedangkan Putin beralasan aksinya itu untuk membela separatis di wilayah timur negara tersebut. []

  • Jepang Setop Ekspor Chip ke Rusia Sebagai Sanksi Serang Ukraina

    peloporberita.com/ – Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengumumkan bahwa pihaknya akan menjatuhkan sanksi kepada Rusia, dengan membidik ekspor chip semikonduktor dan lembaga keuangan. Semikonduktor, adalah komponen penting dalam berbagai produk, dari mobil hingga konsol game. Saat ini pasokannya terbatas di seluruh dunia.

    Sanksi ini, diungkapkan Kishida setelah para pemimpin G-7 setuju untuk menerapkan hukuman terhadap Rusia secara ekonomi, lantaran telah menyerang Ukraina.

    Kishida menjelaskan, Jepang merencanakan pembekuan aset dan penangguhan penerbitan visa untuk individu dan organisasi Rusia, serta pembekuan aset yang menargetkan lembaga keuangan Rusia.

    “Ketiga, kami akan memberikan sanksi ekspor ke organisasi terkait militer Rusia. Dan ekspor ke Rusia (untuk) barang-barang keperluan umum seperti semikonduktor dan barang-barang dalam daftar terbatas, berdasarkan perjanjian internasional,” tuturnya Jumat (25/02/2022).

    Media lokal menyebut Bank Rossiya, Promsvyazbank, dan bank pembangunan ekonomi Rusia VEB akan dikenai sanksi meski Kishida tidak merinci skala sanksi atau individu dan lembaga mana yang akan menjadi sasaran.

    Sebelumnya, pemerintah Jepang mengumumkan larangan penerbitan dan perdagangan obligasi pemerintah Rusia di Jepang setelah negara tersebut memerintahkan pasukan ke dua wilayah Ukraina yang dikuasai separatis.

    Duta Besar Rusia untuk Tokyo Mikhail Galuzin, pada hari yang sama mengatakan bahwa langkah-langkah kontraproduktif akan menemui tanggapan serius dari Rusia.

    Menurut Galuzin, sanksi itu didorong oleh dalih yang benar-benar tidak berdasar. Jepang dan Rusia memiliki hubungan yang kompleks dan tidak menandatangani perjanjian damai setelah Perang Dunia II.

    Lebih lanjut, keduanya dalam perselisihan berkepanjangan atas empat pulau yang diklaim oleh pemerintah Rusia pada hari-hari terakhir konflik. Pulau-pulau tersebut, di lepas pantai pulau paling utara Jepang Hokkaido, dikenal sebagai Kuril selatan di Rusia dan Teritori Utara di Jepang.[]

  • Organisasi Ukraina Raih Sumbangan Bitcoin untuk Beli Senjata Lawan Rusia

    peloporberita.com/ | Come Back Alive, organisasi non-pemerintah asal Ukraina yang menyediakan bantuan untuk angkatan bersenjata, dalam periode 12 jam telah menerima sumbangan Bitcoin senilai USD 400.000 atau sekitar Rp 5,7 miliar (kurs Rp 14.300/USD). Angka itu berdasarkan data firma analitik blockchain, Elliptic.

    Kemudian, ada juga Ukrainian Cyber Alliance yang telah meraih USD 100.000 dalam bentuk sejumlah uang kripto sejak tahun lalu. Aktivis yang tergabung dalam kelompok ini memang sudah meluncurkan serangan siber ke Rusia sejak 2016.

    Para aktivis itu menggunakan dana sumbangan untuk membiayai berbagai hal, termasuk menyediakan persenjataan bagi tentara Ukraina, membeli drone, hingga mendanai aplikasi facial recognition yang dirancang untuk mengidentifikasi mata-mata atau tentara bayaran Rusia.

    Menurut data Elliptic, kelompok relawan dan organisasi non-pemerintah Ukraina secara total telah mengumpulkan uang kripto senilai lebih dari USD 1 juta. Jumlah sumbangan yang masuk pun terus meningkat, setelah Rusia melancarkan serangannya.

    Ukraina juga sudah mulai mengadopsi mata uang kripto di level nasional. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan parlemen baru saja mencapai kesepakatan tentang hukum yang akan mengatur dan melegalkan mata uang kripto.

    “Mata uang kripto semakin banyak digunakan untuk menggalang dana buat perang, dengan persetujuan diam-diam dari pemerintah,” ujar Chief Scientist Elliptic Tom Robinson dikutip dari CNBC.

    Tidak hanya Ukraina, kelompok separatis pro-Rusia juga ikut menggalang dana berbentuk Bitcoin. Menurut analis data fintech Boaz Sobrado, penggalangan dana dalam kripto untuk kasus kontroversial memang sudah sering terjadi.

    Alexei Navalny misalnya, politikus Rusia oposisi Vladimir Putin, yang sempat menerima sumbangan berbentuk Bitcoin setelah masuk penjara pada tahun lalu.[]

  • Presiden Prancis Sebut Putin Bermuka Dua, Begini Alasannya

    peloporberita.com/ – Kesal dengan kelakuan Vladimir Putin, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut Presiden Rusia tersebut ‘bermuka dua’. Ungkapan in bukan tanpa alasan, pasalnya, Putin memerintahkan serangan militer terhadap Ukraina, hanya beberapa jam setelah dia melakukan perundingan dengan para pemimpin Eropa lainnya.

    Macron pun menjelaskan, bahwa dirinya dan para pemimpin Eropa lainnya tengah membahas ‘detail penerapan perjanjian Minsk’ dengan Putin, namun hanya dalam beberapa jam kemudian Putin memerintahkan pasukannya menyerang Ukraina pada Kamis (24/02/2022) waktu setempat.

    Minsk sendiri, merupakan perjanjian yang dibuat tahun 2015 untuk mengatur gencatan senjata di Ukraina bagian timur, di mana pasukan pemerintah bertempur dengan kelompok separatis yang didukung Rusia.

    “Ada yang bermuka dua. Iya, ada pilihan yang diambil dengan sengaja dan secara sadar oleh Presiden Putin untuk melancarkan perang ketika kami masih bisa merundingkan perdamaian,” tutur Macron dalam pernyataannya usai menghadiri rapat darurat Uni Eropa di Brussels, Belgia seperti dikutip dari CNN, Jumat, (25/02/2022)

    Meski demikian, Macron menegaskan bahwa dirinya berada dalam posisi sebagai mediator untuk Rusia dan Ukraina bagi kemungkinan gencatan senjata.

    “Saya pikir itu adalah tanggung jawab saya, pertama-tama, untuk mengambil inisiatif seperti itu ketika diminta oleh Ukraina, dan kemudian, sambil mengecam, sambil menjatuhkan sanksi, sambil terus mengambil keputusan dan tindakan, akan membiarkan jalan ini terbuka sehingga pada hari persyaratan bisa dipenuhi, kita bisa mendapatkan gencatan senjata dari permusuhan ini bagi rakyat Ukraina,” tegas Macron.

    Macron adalah pemimpin besar dari Barat pertama yang berbicara dengan Putin usai aksi militer Rusia dimulai. Keduanya juga berbicara sebelum rapat darurat yang digelar Uni Eropa, tetapi Macron mengaku percakapan telepon dengan Putin tidak menghasilkan banyak hal.

    Ukraina merupakan bagian dari Uni Soviet hingga memperoleh kemerdekaaanya pada Tahun 1991. Hubungan Rusia dan Ukraina menegang pada Tahun 2013 akibat kesepakatan politik dan perdagangan penting dengan Uni Eropa.

    Viktor Yanukovych, Presiden Ukraina saat itu yang pro-Rusia, menolak perjanjian asosiasi dengan Uni Eropa demi hubungan yang lebih dekat dengan Moskow. Penolakan ini, memicu gelombang protes hingga rakyat menggulingkannya pada tahun 2014.

    Kemudian di tahun yang sama, yakni pada Maret 2014, Rusia mencaplok Krimea, sebuah semenanjung otonom di Ukraina selatan dalam referendum yang dikecam oleh Ukraina dan sebagian besar dunia sebagai hal yang tidak sah.

    Uni Eropa dan AS, memberlakukan serangkaian tindakan sebagai tanggapan atas tindakan Rusia di Krimea dan Ukraina timur, termasuk menjatuhkan sanksi ekonomi yang menargetkan individu, entitas, dan sektor tertentu dari ekonomi Rusia.

    Selain pencaplokan Krimea, keinginan Ukraina untuk bergabung dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO) juga memicu tanggapan keras Rusia. Negeri Beruang Merah seakan melarang kehendak Ukraina bergabung dengan NATO, yang berdiri dengan bertujuan melawan ancaman ekspansi Rusia pascaperang di Eropa.

    NATO yang didirikan pada tahun 1949, kini telah berkembang ke 30 negara, termasuk bekas republik Soviet yakni Lituania, Estonia dan Latvia. NATO menegaskan, bahwa jika satu negara diserang atau diserang oleh pihak ketiga, maka semua negara yang tergabung di dalamnya akan secara kolektif memobilisasi pertahanan. []

  • Pernyataan Resmi Pemerintah Indonesia Soal Serangan Militer Rusia Terhadap Ukraina

    peloporberita.com/ – Presiden Rusia Vladimir Putin, mengumumkan operasi militer di Ukraina pada Kamis (24/02/2022) dengan alasan membela separatis di wilayah timur negara itu. Serangan Rusia terhadap Ukraina, menuai sanksi dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, hingga negara-negara Eropa.

    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun menyatakan sikapnya soal situasi perang yang terjadi di Rusia dan Ukraina. Kepala Negara minta perang dihentikan karena akan menyengsarakan manusia dan membahayakan dunia.

    Adapun saat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyebut, ada 238 warga negara RI di Ukraina. Dimana, sebanyak 138 WNI sudah menjalin kontak dengan Kemenlu dan KBRI Kyiv. Pernyataan sikap resmi Republik Indonesia selengkapnya adalah sebagai berikut:

    1. Penghormatan terhadap tujuan dan prinsip piagam PBB dan hukum internasional, termasuk penghormatan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan, penting untuk terus dijalankan.

    2. Oleh karenanya, Serangan militer di Ukraina tidak dapat diterima. Serangan juga sangat membahayakan keselamatan rakyat dan mengancam perdamaian serta stabilitas kawasan dan dunia

    3. Indonesia meminta agar situasi ini dapat segera dihentikan dan semua pihak agar menghentikan permusuhan serta mengutamakan penyelesaian secara damai melalui diplomasi.

    4. Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah nyata guna mencegah memburuknya situasi.

    5. Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri, telah mempersiapkan rencana evakuasi WNI. Keselamatan WNI selalu menjadi prioritas pemerintah.

    Demikian sikap resmi Pemerintah Republik Indonesia yang disampaikan Kementerian Luar Negeri. []

  • Serangan Rusia ke Ukraina Bikin Coca-cola dan Nestlé Tutup Pabrik

    peloporberita.com/ – Akibat serangan Rusia kepada Ukraina, banyak perusahaan menutup pabriknya seperti Mondelez, Carlsberg, Nestlé hingga Coca Cola. Para perusahaan itu menyampaikan kekhawatiran dan keprihatinannya atas ketegangan yang terjadi serta mengambil langkah untuk keamanan para karyawannya.

    Coca-cola
    Produsen minuman berkarbonasi Coca-Cola menutup pabriknya di Ukraina, dan meminta staf di negara tersebut untuk tetap di rumah. Perusahaan ini juga menyampaikan bahwa merekan akan terus meninjau kondisi ini dalam beberapa hari mendatang seperti dikutip dari Reuters.

    Nestlé
    Nestlé menyatakan telah menutup sementara pabrik, gudang, dan rantai pasokannya di Ukraina dan telah merekomendasikan karyawannya untuk tinggal di rumah. Juru bicara perusahaan juga menyampaikan bahwa mereka akan terus berkomitmen untuk terus melayani masyarakat lokal dan memiliki rencana darurat untuk memastikan perusahaan dapat memulai kembali pasokan setelah kondisi aman.

    ArcelorMittal
    Pabrikan baja itu, melalui cuitan di Twitter menyampaikan bahwa mereka sangat prihatin tentang situasi di Ukraina dan telah membuat rencana agar karyawannya tetap aman. Perusahaan sedang memperlambat produksi ke level minimum hingga menghentikan penambangan bawah tanah.

    Carlsberg
    Pembuat bir terbesar kedua di Ukraina yang memiliki pangsa pasar 31% ini, telah menghentikan operasi di dua pabrik birnya di Kyiv dan kota selatan Zaporizhzhya. Perusahaan ini telah memutuskan untuk mengambil inisiatif di Ukraina untuk menjaga keselamatan karyawan dengan menyuruh mereka untuk tinggal di rumah. Selain kedua pabrik tadi, Carlsberg juga memiliki tempat pembuatan bir ketiga di Ukraina tepatnya di kota barat Lviv.

    Mondelez
    Mondelez International menyatakan, bakal menutup pabriknya di Ukraina jika ketegangan negara itu dengan Rusia meningkat dan menjadi terlalu berbahaya. CEO Dirk Van de Put menegaskan, langkah tersebut diambilnya untuk memastikan para karyawan tetap aman.

    Van de Put juga mengatakan, Mondelez memiliki bisnis besar di kedua negara dan akan menutup pabrik mereka jika kondisi menjadi berbahaya. Mondelez memproduksi merek lokal seperti biskuit Jubilee dan cokelat Korona di kedua negara yang sedang bertikai itu. Selain itu, mereka juga turut menjual biskuit Oreo, cokelat, dan permen karet. []

  • Dampak Perang Rusia-Ukraina, DPR Minta Kemendag Antisipasi Kenaikan Harga Komoditi

    peloporberita.com/ – Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih, mengingatkan pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan untuk menyusun langkah-langkah antisipasi inflasi dalam negeri. Permintaan ini, terkait keputusan Presiden Rusia, Vladimir Putin menginvasi Ukraina yang akan memicu turbulensi baru ekonomi global.

    Terutama dalam rantai pasok (supply chain) berbagai komoditi perdagangan antar negara. Pasalnya, Rusia merupakan supplier komoditi energi dan mineral terbesar di dunia. Bahkan, Rusia dan Ukraina juga pemain besar dalam perdagangan gandum. Sehingga jelas, perang ini akan berdampak pada ekonomi global.

    “Pemerintah, melalui kementerian perdagangan harus cepat merespon dampak perang Rusia-Ukraina sebelum krisis benar-benar makin parah. Harga minyak dunia sudah mencapai titik tertinggi. Ini warning, karena biasanya krisis ekonomi ditandai dengan melonjaknya harga minyak mentah. Apalagi posisi kita sekarang adalah importir minyak mentah,” tutur Abdul Hakim Bafagih berdasarkan keterangan tertulis, Jumat, (25/02/2022).

    Adapun saat ini, harga minyak mentah dunia sudah mencapai US$100 per barel, yang merupakan harga tertinggi sejak 2014 lalu. Sebagai net importir minyak mentah, tentu ini akan sangat berdampak pada perekonomian Indonesia. Harga komoditas lain seperti gandum dan kedelai yang selama ini tergantung pada impor akan berpotensi melonjak juga. Dan semua ini akan berdampak pada inflasi dalam negeri.

    Oleh sebab itu, Anggota DPR dari Fraksi PAN ini mengingatkan kembali bahwa asumsi harga minyak mentah dalam APBN 2022 hanya US$ 63 per barel, sangat jauh dari harga saat ini. Dampaknya adalah realisasi anggaran akan banyak meleset dari target. Subsidi BBM dan Pupuk akan membengkak dan tentu ini akan semakin membebani anggaran.

    “Beban subsidi selama ini sudah cukup besar. Bahkan, setiap tahun pemerintah masih memiliki utang subsidi yang harus dibayar kepada BUMN seperti Pertamina untuk subsidi energi, PT Pupuk Indonesia untuk subsidi pupuk. Selain berdampak pada beban APBN, naiknya harga minyak mentah juga akan mengancam cash flow beberapa BUMN kita,” tegas Abdul Hakim.

    Ia pun, meminta Pemerintah untuk cepat dan tepat merumuskan langkah dan kebijakan antisipasi krisis akan dampaknya tidak terlalu luas dan mendalam bagi perekonomian nasional. Apalagi, kondisi ekonomi kita saat ini masih belum pulih dari pandemi.

    Sementara fakta di lapangan, harga komoditi seperti minyak goreng, tahu dan tempe masih tinggi. Bahkan saat ini barangnya mulai langka. Jika ditambah dengan krisis global akibat perang Rusia-Ukraina, maka dampaknya bagi masyarakat luas berpotensi akan semakin memburuk. Oleh sebab itu, Pemerintah dituntut untuk bekerja lebih cepat dan tepat.[]

  • Serang Ukraina, Rusia Dikeroyok Sanksi dari Berbagai Negara

    peloporberita.com/ | Setelah melancarkan serangan terhadap Ukraina, Rusia kini menuai sanksi dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, hingga negara-negara Eropa.

    Presiden AS Joe Biden melarang lembaga keuangan Amerika memproses transaksi untuk bank utama Rusia, VEB dan bank militernya, PSB dari transaksi yang melibatkan dolar amerika, yang selama ini menjadi mata uang cadangan global. Selain itu, mengutip AFP, Biden juga melarang bank-bank Amerika memperdagangkan saham atau meminjamkan dana.

    Kemudian, Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau akan melarang warganya terlibat dalam pembelian surat utang negara Rusia. Transaksi keuangan ke bank-bank Rusia juga tidak akan diizinkan, termasuk dengan Donetsk dan Lugansk.

    Sementara Jepang memberikan sanksi berupa larangan mengeluarkan visa, membekukan aset dan melarang perdagangan. PM Jepang Fumio Kishida menyatakan pihaknya juga akan melarang penerbitan dan perdagangan obligasi pemerintah Rusia di Jepang serta menghentikan ekspor barang keperluan militer, seperti semikonduktor.

    Sedangkan, Kerajaan Inggris menjatuhkan sanksi terhadap lima bank Rusia, termasuk Rossiya dan Promsvyazbank. Inggris juga memberikan sanksi kepada tiga orang terkaya negeri tersebut, yaitu Gennady Timchenko, Boris Rotenberg dan Igor Rotenberg.

    Demikian juga negara-negara Uni Eropa menyetujui paket sanksi baru terhadap Rusia. Sanksi itu akan menargetkan anggota parlemen Rusia yang mendukung pengakuan wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina. Targetnya adalah pembekuan aset dan larangan visa, termasuk 351 anggota Duma, majelis rendah parlemen Rusia. []