Tag: Uang Kripto

  • Pergerakan Bitcoin dan Ethereum Terpengaruh Ketidakpastian Akibat Omicron

    peloporberita.com/ | Pergerakan Bitcoin, Ethereum dan sejumlah mata uang kripto lainnya terbilang bervariasi pada perdagangan hari ini, Selasa (28/12/2021). Salah satunya dipicu oleh ketidakpastian akibat kasus COVID-19 varian Omicron.

    Pada dini hari tadi waktu Indonesia, harga Bitcoin sempat melesat ke kisaran level USD 52.000. Namun dipagi harinya, Bitcoin kembali berada di kisaran level USD 48.000.

    Aktivitas perdagangan kripto masih cenderung sepi, terlihat dari volume perdagangan Bitcoin yang hanya USD 25 miliar, lebih tinggi sedikit dari Minggu lalu.

    Selain itu, investor cenderung memburu aset berisiko konvensional seperti saham, dalam beberapa hari terakhir. Hal ini membuat pasar saham Amerika Serikat (AS) masih cenderung bergairah, akibat adanya potensi Santa Rally.

    “Kripto berada dalam tren terkoreksi, namun tetap mendekati level tertinggi pada kisaran perdagangan baru-baru ini, bahkan ketika Federal Reserve AS  yang mengisyaratkan langkah pengetatan yang lebih cepat pada pertemuan kebijakan mereka bulan ini,” kata Chief Strategy Officer Litedex Protocol Harris Sutresna dalam keterangan tertulis, Selasa (28/12/2021).

    Selain itu, menurut Sutresna, pasar secara global optimis bahwa Omicron tidak akan menggagalkan pemulihan ekonomi dan mengurangi permintaan untuk mata uang surga, terutama kripto.

    Melansir data dari CoinMarketCap per pukul 09:30 WIB, Bitcoin, Ethereum, Solana, XRP, Terra dan Polkadot terpantau terkoreksi, sedangkan sisanya yang termasuk kripto stablecoin, terpantau menguat.

    Bitcoin terkoreksi 1,87% ke level harga USD 49.811,81/koin atau setara dengan Rp 708.822.056/koin (asumsi kurs Rp 14.230), sementara Ethereum merosot 2,11% ke level USD 3.985,01/koin atau Rp 56.706.692/koin.

    Selanjutnya Solana anjlok 3,47% ke USD 191,35/koin (Rp 2.722.911/koin), XRP melemah 1,69% ke USD 0,9041/koin (Rp 12.865/koin), Terra menurun 10,10% ke USD 92,27/koin (Rp 1.313.002/koin), dan Polkadot jatuh 5,28% ke USD 30,01/koin (Rp 427.042/koin).

    Untuk perdagangan Rabu besok, Ethereum di platform Litedex Protocol kemungkinan dibuka fluktuatif, namun ditutup menguat tipis dikisaran USD 3.850.30 – USD 4.170.50. []

    Baca juga: Bitcoin dan Etherium Menguat, Investor Fokuskan Perhatian ke China

  • Kekhawatiran IMF Soal Aset Kripto

    peloporberita.com/ – Booming cryptocurrency membuat International Monetary Fund (IMF) khawatir, lantaran pasar uang kripto tumbuh dengan cepat, namun tidak diikuti regulasinya.

    Salah satu hal yang disoroti IMF adalah banyaknya individu dan lembaga keuangan ikut memperdagangkan aset-aset kripto, tanpa disertai tata kelolanya.

    IMF mengatakan, konsumen aset kripto memiliki resiko terkait pengawasan yang tidak memadai, sehingga aset-aset kripto menciptakan sejumlah celah ke aktivitas yang tidak diinginkan, seperti praktek pencucian uang hingga pendanaan teroris.

    Selain itu, IMF melihat rendahnya pengawasan membuat para Influencer di aset-aset kripto menjadi resiko lain yang harus di cermati investor.

    Berdasarkan data IMF, nilai pasar kripto per September 2021 telah mencapai US$2 triliun atau tumbuh 10 kali lipat dari awal 2020.

    Financial Conduct Authority (FCA) selaku regulator keuangan Inggris, telah memperingatkan bahwa influencer di media sosial seringkali dibayar oleh penipu untuk meningkatkan penjualan token mereka dengan cara spekulasi.

    Kripto
    Ilustrasi koin Kripto. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/vjkombajn)

    Kepala FCA Charles Randell dalam pidatonya pada September 2021 lalu mengatakan, beberapa influencer mempromosikan koin yang ternyata tidak ada sama sekali.

    Menurutnya, dengan karakteristik nilai yang volatil, aset kripto bisa menjadi pedang bermata dua bagi investor. Data dari FCA sendiri menunjukkan bahwa 2,3 juta warga Inggris memiliki aset kripto.

    Sebanyak 12 persen dari mereka membelinya secara kredit dan 12 persen di antaranya meyakini bahwa kepemilikan aset kripto akan dilindingi oleh FCA. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu.

    Selain nilai yang bisa jatuh sewaktu-waktu, investor juga akan dihadapkan dengan kewajiban membayar kembali pinjaman mereka untuk memiliki kripto. []

  • Bisnis NFT Naik Daun, Line Terjun ke Blockchain dan Kripto

    peloporberita.com/ | Line Corporation resmi mendirikan Line Next Corporation untuk mengembangkan dan memperluas bisnis kripto non fungible token (NFT) yang semakin naik daun.

    NFT sendiri adalah sejenis infrastruktur teknologi yang akan mengubah ruang digital dan berinovasi dalam pengalaman pengguna di semua bidang, seperti konten, game, sosial dan perdagangan.

    Line Next terdiri dari dua perusahaan, yaitu Line Next Corporation berbasis di Korea yang fokus pada strategi dan perencanaan platform NFT global, serta Line Next Inc yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dan berencana memperkenalkan platform NFT global baru.

    Nantinya, platform baru akan mendukung perusahaan dan kreator di seluruh dunia ketika mereka membangun pasar dan menciptakan komunitas dan ekosistem bagi pengguna umum untuk memperdagangkan NFT.

    “Sekarang kami bertujuan melakukan hal yang sama untuk bidang baru NFT bersama dengan mitra global kami. Kantor Korea yang berfokus pada strategi platform NFT global dan kantor kami d Amerika Serikat berfokus pada bisnis NFT,” ujar CEO Line Next Youngsu Ko dalam keterangannya yang dikutip Jumat (24/12/2021).

    Sejak mendirikan Line Blockchain Lab, Line telah menerbitkan link aset kripto dan mengoperasikan pertukaran aset kripto Line Bitmax di Jepang dan Bitfront secara global. Selain itu, perusahaan tersebut juga mengoperasikan platform pengembangan layanan blockchain, Line Blockchain Developers Platform, dan NFT versi beta di Line Bitmax Wallet di Jepang.

    Diketahui, sudah ada lebih dari 1,3 juta NFT berdasarkan Line Blockchain yang terbit melalui berbagai mitra blockchain di berbagai bidang, seperti IP, konten dan game. []

    Baca juga: Menang Lelang, Taipan Kripto Justin Sun Akan Plesiran ke Luar Angkasa

  • Binance dan Grup Telkom Kembangkan Platform Pertukaran Aset Kripto

    peloporberita.com/ – Binance Holdings Ltd, Penyedia infrastruktur blockchain dan cryptocurrency terbesar di dunia, membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan konsorsium yang dipimpin MDI Ventures, perusahaan modal ventura milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Kolaborasi ini, dalam rangka mengembangkan platform pertukaran aset kripto, juga kedepannya bisa untuk membentuk bursa kripto.

    Pendiri dan CEO Binance Changpeng ‘CZ’ Zhao mengatakan, Binance berambisi menumbuhkan ekosistem blockchain dan cryptocurrency secara global. Hal ini mendorong Binance dengan konsorsium yang dipimpin MDI Ventures membentuk inisiasi pengembangan cryptocurrency di Indonesia.

    “Dengan adopsi teknologi yang cepat dan potensi ekonomi yang kuat, Indonesia dapat menjadi pusat terkemuka ekosistem blockchain dan kripto di Asia Tenggara,” tuturnya belum lama ini.

    Sementara CEO MDI Donald Wihardja mengatakan, cryptocurrency, crypto assets, dan blockchain menghadirkan bagian penting yang tidak dapat disangkal dari infrastruktur keuangan dan digital lainnya di masa depan. MDI sendiri sebagai lengan investasi teknologi dan pemandu teknologi Telkom, sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam proyek ini.

    Baca juga :

    “Kami berharap dapat bertumbuh bersama Binance dan mitra investasi kami dan menjembatani peluang dan teknologi dengan Telkom untuk membantu peningkatan kemampuan Indonesia dalam infrastruktur digital ini,” sebutnya.

    Pembentukan joint venture, adalah bagian dari strategi Binance yang lebih luas untuk menumbuhkan ekosistem blockchain global. Pengumuman tersebut juga sejalan dengan pengumuman terbaru tentang inisiatif 100M EUR Binance untuk mendukung pengembangan ekosistem blockchain Prancis dan Eropa, serta investasi Binance Asia Services di Hg Exchange (HGX) yang berbasis di Singapura.

    Terkait hal yang sama, Senior Vice President (SVP) Corporate Communication & Investor Relations Telkom Ahmad Reza mengatakan, selain prinsip GCG, kemitraan dilakukan setelah regulasi bursa kripto sudah memadai baik dari sisi keamanan, transparansi, dan perlindungan investor.

    “Kami harus kerja sama dengan pemain top di bidang kripto dan yang regulasinya sudah memadai,” tandasnya.

    Adapun keseriusan Grup Telkom ke bisnis mata uang digital menurut Ahmad Reza lantaran didukung masih besarnya ceruk dan karakter pasar yang sesuai untuk bisnis kripto di Indonesia. []

  • Solana Ventures Investasi USD 150 Juta Untuk Game Blockchain

    peloporberita.com/ | Solana Ventures, unit perusahaan teknologi Solana Labs, menganggarkan investasi senilai USD 150 juta untuk game blockchain. Dalam hal ini, Solana menggandeng Forte dan Griffin Gaming Partners, yang merupakan dua pemain utama di sektor tersebut.

    Melansir Reuters, Forte membangun teknologi untuk aplikasi game berbasis blockchain, sedangkan Griffin adalah perusahaan modal ventura yang berinvestasi di pasar game global.

    “Pengembang game harus terus membuat konten baru untuk dikonsumsi pemain sebagai pembelian satu kali,” kata salah satu pendiri sekaligus CEO Forte Josh Williams.

    Dalam permainan yang mendukung blockchain, pemain di seluruh dunia dapat memiliki barang serta bebas memperdagangkan barang dan jasa satu sama lain. Selain itu, para pemain juga dapat berpartisipasi dalam ekonomi komunitas. Bahkan, beberapa game blockchain memungkinkan pemain mendapatkan hadiah berupa mata uang kripto.

    Laporan ResearchAndMarkets.com menyebutkan, pada tahun 2020, nilai pasar game global mencapai USD 173,7 miliar.

    Angka itu pun diprediksi naik menjadi USD 314,40 miliar pada tahun 2026, yang salah satunya didorong oleh lockdown selama pandemi membuat pengguna internet menghabiskan waktu ke platform game. []

  • Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Uang Kripto

    peloporberita.com/ – Perusahaan pemroses pembayaran terbesar di dunia Visa Inc, pada Rabu (8/12/2021) meluncurkan layanan konsultasi mata uang kripto (cryptocurrency) global bagi para kliennya, yang bergerak di industri perbankan dan para pedagang (merchant). Peluncuran ini, dipicu adopsi mata uang digital yang semakin meningkat, juga dilatarbelakangi permintaan luar biasa dari investor untuk mendapat layanan kripto.

    Tawaran yang diberikan Visa diarahkan kepada lembaga-lembaga keuangan yang ingin menarik atau mempertahankan pelanggan dengan penawaran kripto, dan para pengecer yang ingin mempelajari non-fungible tokens (NFT), atau bank sentral yang mengeksplorasi mata uang digital. Visa juga mengatakan bahwa bank Amerika Serikat (AS), UMB telah menjadi klien yang menggunakan layanan konsultasi kripto mereka.

    Adapun layanan yang diberikan Visa, antara lain edukasi mengenai mata uang kripto terhadap lembaga-lembaga, memungkinkan para klien menggunakan jaringan pemroses pembayaran untuk penawaran digital, dan membantu mengelola operasional di balik layar.

    Baca juga :

    “Kami datang ke Visa untuk mempelajari lebih lanjut tentang kripto dan stablecoin serta kasus-kasus penggunaan yang paling relevan untuk lini bisnis ritel dan komersial kami,” tutur Wakil Presiden Eksekutif UMB Bank, Uma Wilson, dikutip dari Reuters Kamis, (9/12/2021)

    Belum lama ini, Visa melakukan studi global yang hasilnya diperoleh data hampir 40% pemilik kripto yang disurvei kemungkinan besar atau sangat mungkin mengalihkan bank utama mereka ke bank-bank yang menawarkan produk terkait kripto dalam 12 bulan ke depan.

    Sementara Visa, saat ini menggunakan jaringannya untuk memungkinkan pembelian, penjualan, dan penyimpanan mata uang digital. Mereka, juga menawarkan kartu kredit yang memungkinkan pengguna mendapatkan bitcoin saat pembelian, dan memungkinkan penggunaan koin USD – sebuah mata uang kripto stablecoin yang niilainya mengacu langsung pada dolar AS. []

  • Bitcoin dan Etherium Menguat, Investor Fokuskan Perhatian ke China

    peloporberita.com/ | Mayoritas aset kripto berkapitalisasi pasar besar (big cap) diperdagangkan di zona hijau pada perdagangan hari Selasa (07/12/2021), setelah sempat terkoreksi selama beberapa hari terakhir. Saat ini, investor kripto memfokuskan perhatiannya ke China setelah tingkat pendanaan Bitcoin di bursa derivatif China mulai pulih secara perlahan dari zona negatif.

    “Fokus investor kripto saat ini akan tertuju pada pasar kripto di China,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Selasa (07/12/2021).

    Sebelumnya, koreksi harga aset kripto sebenarnya masih merupakan hal yang normal dan sehat. Koreksi yang terjadi merupakan bagian dari pasar yang tidak bisa dihindari, namun masih dapat dimanfaatkan. Dalam kondisi ini, investor sebaiknya memanfaatkan momen yang ada sesuai profil risiko yang dimiliki.

    "Ketika aset kripto masih terkoreksi cukup dalam, ini bisa jadi momentum bagi investor untuk melakukan aksi beli. Tapi perlu dicermati benar pergerakan harga Bitcoin, karena bisa jadi patokan pergerkan harga altcoin. Koin-koin produk Defi seperti Litedex Protocol yang akan segera launching, bisa jadi peluang cuan bagi investor karena projectnya menjadi favorit investor saat ini, yakni metaverse project,” kata Community Relation Officer Litedex Protocol Deri Agung Muharam.

    Melansir data CoinMarketCap, kesepuluh kripto big cap terpantau cerah pada pagi hari ini (07/12/2021), di mana Binance Coin memimpin penguatan kripto big cap, yaitu melonjak 8,32% ke level USD 589,90/koin, atau setara Rp 8.494.560/koin (asumsi kurs Rp 14.400/USD).

    Sedangkan untuk Bitcoin dan Ethereum masing-masing melesat lebih dari 3% dan 4%. Bitcoin melesat 3,85% ke level USD 50.763,06/koin atau sekitar Rp 730.988.064/koin. Sedangkan Ethereum melonjak 4,74% ke level USD 4.344,54/koin atau setara Rp 62.561.376/koin.

    Adapun untuk koin digital alternatif (altcoin) Terra masih berada di posisi ke-10, di mana altcoin dengan kode LUNA tersebut menguat 1,64% ke USD 66,22/koin (Rp 953.568/koin) pada hari ini.

    Akhirnya, Bitcoin, Ethereum dan kripto big cap lainnya berhasil kembali ke zona hijau setelah terkoreksi selama sekitar 4 hari beruntun akibat investor khawatir dengan potensi sikap hawkish dari bank sentral Amerika Serikat (AS) dan Covid-19 varian Omicron.

    Dalam perdagangan sore ini, Etherium di platform Litedex protocol menguat di harga USD 4.357.00. Sedangkan untuk perdagangan besok, Etherium kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup menguat di kisaran USD 4.326.29 – USD 4.450.50 []

    Baca juga: Dukung Uang Kripto, Wali Kota New York Ingin Gaji Bitcoin

  • Kekayaan Pencipta Bitcoin Disebut Tembus Ratusan Triliun

    peloporberita.com/ | Harga Bitcoin mencapai titik tertingginya pada bulan ini, di atas USD 68 ribu. Bahkan, ada prediksi bahwa mata uang kripto ini akan menembus USD 100 ribu jelang akhir tahun 2021. Pernahkah Anda terpikir siapa pencipta Bitcoin?

    Dikutip dari Independent, Rabu (17/11/2021), sosok misterius bernama Satoshi Nakamoto dikenal sebagai pencipta Bitcoin. Kabarnya, Nakamoto memegang antara 750 ribu sampai 1 juta Bitcoin. Kekayaan bersihnya pun diperkirakan mencapai USD 73 miliar atau sekitar Rp 996 triliun.

    Ia menggemakan visinya tentang mata uang digital pada 2008, yang kemudian meluncurkannya pada Januari 2009. Setelah berkolaborasi dengan developer lain selama dua tahun, Nakamoto menghilang sampai saat ini.

    Suatu ketika pada 2014, muncul laporan dari Newsweek yang menyebut seseorang bernama Dorian Nakamoto sebagai pencipta Bitcoin. Namun ternyata hal itu tidak terbukti. Selain itu, Dorian juga mengeluarkan hak jawabnya dengan menyebut bahwa dia bukan pencipta Bitcoin.

    Setahun kemudian, Kepolisian Federal Australia menggerebek rumah milik seorang pebisnis bernama Craig Steven Wright, yang diduga sebagai pencipta Bitcoin. Sebelumnya, Wright mendadak terkenal setelah diberitakan oleh dua media, yaitu Wired dan Gizmodo, yang menyebut kemungkinan identitas asli Wright adalah Satoshi Nakamoto.

    Wright sendiri adalah seorang warga negara Australia berprofesi wiraswasta, ahli komputer, dosen dan seorang yang memiliki banyak gelar akademik. Namun pada 2019, Wright mengaku sebagai pencipta Bitcoin dan mengancam akan memperkarakan pihak yang menyebutnya sebagai pembohong. []

    Baca juga: Dukung Uang Kripto, Wali Kota New York Ingin Gaji Bitcoin

  • Kripto Diharamkan MUI, Begini Tanggapan Bos Indodax

    peloporberita.com/ – Chief Executive Officer (CEO) Indodax Oscar Darmawan mengatakan di Indonesia aset kripto memang bukan dijadikan sebagai mata uang, sebagaimana yang diharamkan oleh MUI, melainkan sebagai komoditi.

    “Di Indonesia, aset kripto memang bukan untuk mata uang sebagaimana peraturan Bank Indonesia ini juga sama seperti hasil musyawarah MUI yang mengharamkan kripto sebagai mata uang karena di Indonesia hanya rupiah mata uang yang diakui. Di Indodax sendiri kita memperdagangkan banyak jenis aset kripto , bahkan volume perdagangan terbesar di Indodax datang dari aset kripto yang punya underlying aset fisik,” tutur Oscar Jumat, (12/11/2021).

    “Sebenarnya semua aset kripto punya underlying. Cuma ada yang underlying-nya mudah dipahami dalam aset fisik seperti USDT, LGold, LSILVER, XSGD tapi ada juga yang underlying-nya berupa biaya penerbitannya seperti bitcoin.”

    Soal underlying aset dari aset kripto itu sendiri, Oscar menjelaskan bahwa sebenarnya hampir semua aset kripto memiliki underlying aset-nya tersendiri yang mungkin belum pernah dijelaskan sebelumnya.

    “Sebenarnya semua aset kripto punya underlying. Cuma ada yang underlying-nya mudah dipahami dalam aset fisik seperti USDT, LGold, LSILVER, XSGD tapi ada juga yang underlying-nya berupa biaya penerbitannya seperti bitcoin,” ungkap Oscar.

    “Bitcoin memiliki underlying berupa biaya penambangan bitcoin untuk proses verifikasi dan penerbitan bitcoin yang membutuhkan biaya listrik sebesar 150 TeraWatt per jam, cuma memang bentuknya murni digital ya namanya ini inovasi teknologi sekarang uang aja sudah tidak ada bentuk fisiknya cuma digital seperti e-money,” sambungnya.

    Baca juga :

    Oscar menjelaskan, Bitcoin memiliki biaya produksi sendiri, bitcoin juga tidak muncul begitu saja, sehingga jangan heran kalau bitcoin harganya naik terus.

    Sebelumnya, Dalam Ijtima Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum lama ini, dihasilkan sejumlah kesepakatan yang salah satunya berisi haramnya penggunaan kripto sebagai mata uang. Penggunaan kripto sebagai mata uang haram lantaran kripto tidak memenuhi sil’ah secara syar’i.

    Secara ekonomi, Sil’ah  merupakan sesuatu yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memiliki beragam manfaat didalamnya. Sil’ah adalah wujud materiil (goods/barang) dengan ciri-ciri sesuatu tersebut bersifat fisika. Syarat sesuatu dianggap sebagai sil’ah adalah bisa rusak, baik hakiki maupun ma’nawi. []

  • MUI Sebut Kripto Haram Sebab Tidak Memenuhi Sil’ah, Begini Penjelasannya

    Pelopor. id – Dalam Ijtima Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum lama ini, dihasilkan sejumlah kesepakatan, salah satunya penggunaan kripto sebagai mata uang haram hukumnya.

    Hasil kesepakatan yang dibacakan Ketua Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam itu berisi, para ulama menyetujui bahwa penggunaan kripto sebagai mata uang adalah haram lantaran kripto tidak memenuhi sil’ah secara syar’i.

    “Cryptocurrency sebagai komoditas atau aset digital tidak sah diperjualbelikan karena mengandung gharar, dharar, qimar, dan tidak memenuhi syarat sil’ah secara syar’i.”

    Kripto itu haram dengan alasan, mata uang digital itu mengandung gharar, dharar, juga bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 Tahun 2015.

    “Cryptocurrency sebagai komoditas atau aset digital tidak sah diperjualbelikan karena mengandung gharar, dharar, qimar, dan tidak memenuhi syarat sil’ah secara syar’i,” tegas Asrorun Niam, Kamis (11/11/2021)

    Sil’ah sendiri, secara ekonomi merupakan sesuatu yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memiliki beragam manfaat didalamnya. Sil’ah adalah wujud materiil (goods/barang) dengan ciri-ciri sesuatu tersebut bersifat fisika. Syarat sesuatu dianggap sebagai sil’ah adalah bisa rusak, baik hakiki maupun ma’nawi.

    Baca juga :

    Lalu apa itu Rusak Hakiki?, Yakni barangnya bisa hilang, lenyap, sehingga tidak bisa dijual, dibeli, atau disimpan. Sedangkan Rusak Ma’nawi bila barang dibeli orang, dicuri, ditemukan orang lain sehingga barang tersebut sebenarnya masih ada namun terjadi perpindahan kepemilikan.

    Sementara gharar  adalah ketidakjelasan pada akad jual beli, sedangkan qimar adalah ketidakjelasan pada akad taruhan permainan atau perlombaan sehingga keduanya hukumnya haram.

    Adapun dharar, artinya transaksi yang dapat menimbulkan kerusakan, kerugian, ataupun ada unsur penganiayaan, sehingga bisa mengakibatkan terjadinya pemindahan hak kepemilikan secara batil. Hal ini, sangat dilarang atau haram dalam syariat Islam. []