Tag: Tri Rismaharini

  • Mensos Risma Sapa Warga Papua

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah, melalui Kementerian Sosial memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan masyarakat Papua. Hari ini, Mensos melakukan lawatan ke Papua, untuk menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana, juga memperkuat pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

    Mengawali lawatannya ke Bumi Cendrawasih, Mensos menemui pengungsi korban banjir bandang Sentani tahun 2019 di Posko Pengungsi Palomo, Sentani. Di hadapan anak-anak yang menunggunya di tenda, Mensos berbincang dan menghibur dengan membacakan cerita. Usai bercerita, Mensos melontarkan beberapa pertanyaan dan dijawab dengan tangkas oleh anak-anak.

    “Saya dipanggil “mama Papua” sama anak-anak Surabaya.”

    Dalam kesempatan tersebut, Mensos dan rombongan meninjau lahan yang rencananya akan didirikan hunian untuk pengungsi, tak jauh dari Posko Palomo. Sebanyak 76 rumah akan dibangun untuk warga Jemaat Gereja Eklesia, Milinik Cyckloop yang menjadi pengungsi Posko Palomo. Mensos berharap, dengan dibangunnya rumah tersebut, pengungsi mendapatkan hunian yang lebih layak.

    Didampingi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Papua Pendeta Lipiyus Biniluk, Mensos dan rombongan bergerak ke dua pusat pengembangan SDM yakni di Kompleks ICCI (Indonesia Cross Cultural Institute) dan kemudian ke kantor Maga Edukasi Papua. Di dua lokasi, Mensos menekankan pentingnya pengembangan SDM Papua.

    Menurut Mensos, dengan SDM yang unggul, putra Papua diyakininya akan bangkit dan mengejar ketertinggalan.

    “Penting bagi anak-anak Papua untuk mendapatkan akses pendidikan dan pengembangan vokasional. Dengan SDM yang terdidik, Papua akan bisa mandiri. Seperti kebutuhan akan minyak, bisa dicukupi oleh anak-anak Papua, tanpa harus bergantung dari luar. Caranya dengan mengembangkan minyak dari kelapa yang banyak tumbuh di sini,” tutur Mensos saat berkujung ke kantor Maga Edukasi Papua, Sabtu, 7 Agustus 2021.

    Di hadapan tokoh dan masyarakat Papua, Mensos memotivasi anak-anak dan pemuda untuk bersikap optimistis. Kondisi yang mereka hadapi tidak menjadi halangan bagi mereka untuk maju dan hidup sejahtera.

    “Tuhan tidak membeda-bedakan manusia yang satu dengan yang lain, selama ia memiliki kemauan, ia bisa maju,” ungkapnya.

    Ia mencontohkan dirinya pada saat awal menjadi Wali Kota Surabaya, yang dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Dengan kerja keras dan kemitraan dengan semua pihak, warga Surabaya bisa lebih sejahtera.

    “Anak-anak bisa mendapatkan pendidikan dan kesehatan gratis. Surabaya bisa memberikan beasiswa untuk 3000 mahasiswa. Bisa membangun 300 km jalan,” sebutnya.

    Mensos menyatakan, bahwa tidak ada yang tidak mungkin bila memang kita mau berusaha. Ia mengaku tangannya sampai patah karena harus masuk got untuk melakukan perbaikan saluran air agar Kota Surabaya tidak banjir.

    “Sudah tiga tahun Surabaya tidak banjir, dulu 50 persen Kota Surabaya terendam banjir,” tandasnya.

    Mensos menyatakan, dalam membangun dan memajukan Kota Surabaya, dilakukan dengan menggerakkan semua potensi tanpa membeda-bedakan asal usul dan latar belakang. Di Surabaya, ia menyatakan sudah cukup dekat dengan warga Papua di Surabaya. Ia mengaku sering Natalan dengan masyarakat Papua.

    “Makanya saya dipanggil “mama Papua” sama anak-anak Surabaya,” kata Mensos.

    Mensos Risma menyebut, banyak pejabat di Kota Surabaya berasal dari Sabang sampai Merauke termasuk dari Papua. Kepala Dinas Kominfo Surabaya dari Papua.

    “Itulah kita harus saling menghormati,” tandasnya.

    Dalam kesempatan ini, Kemensos menyalurkan berbagai bantuan dengan total nilai Rp949.912.000. Dengan rincian bantuan berupa alat bantu aksesibillitas (kursi roda, tripod, dan walker) sebanyak 152 unit dengan nilai Rp149.850.000.

    Kemudian bantuan kewirausahaan (usaha bengkel tambal ban, usaha stempel, usaha sate ayam, usaha sablon, usaha servis HP, dan usaha kedai minuman) sebanyak 395 paket dengan nilai Rp125.200.000. Bantuan untuk usaha kios, kios pulsa, dan kios sembako sebanyak 20 paket dengan nilai Rp65.600.000.

    Bantuan untuk peternakan sapi, kambing dan babi sebanyak 24 paket dengan nilai Rp77.000.000. Kemudian ada juga bantuan untuk kebutuhan dasar yakni makanan, pakaian, penambah daya tahan tubuh, dan masker sebanyak 550 paket dengan nilai Rp532.362.000.

    Selain itu, Kemensos juga menyalurkan bantuan masker dan vitamin melalui Karang Taruna Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Bantuan dikirimkan sebanyak 1.270 paket per Kabupaten/Kota, total 2.540 paket bantuan. Kemudian bantuan untuk Kabupaten/Kota yang lainnya akan dikirimkan menyusul menggunakan PT. Pos Indonesia.

    Bantuan masker dan vitamin melalui forum kerukunan umat beragama (FKUB) berupa masker medis sebanyak 824 karton, paket vitamin 5.250 paket, vitamin D1000 IU, vitamin C tab 250 mg, dan vitamin Zink tab 20 mg.

    Ada juga bantuan untuk persipan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021 melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berupa 5 paket Alat Sablon, 1 unit PC i5 Ram 8 Gb (monitor & CPU) dan printer warna, 10 lusin kaos oblong lengan pendek warna warni, dan Buku Cerita Anak. []

  • Tri Rismaharini Bawa Mesin Jahit ke Papua

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) telah menerima bantuan 100 unit mesin jahit Singer. Acara seremonial penyerahan mesin jahit dilakukan hari ini (06/08/2021) di lobi utama di Kantor Kementerian Sosial Jalan Salemba 28, Jakarta. 

    “Saya yakin bantuan mesin jahit ini sangat bermanfaat terutama dalam masa pandemi. Terima kasih kepada para distributor mesin jahit Singer yang sudah tergerak memberikan bantuan,” kata Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

    Baca juga: Jajaran Kemensos di Daerah Tindak Lanjut Masalah Bantuan Beras

    Kemensos akan mengirim sebagian mesin jahit itu ke Papua, sekaligus memberikan penguatan kemampuan vokasional warga Papua dengan bimbingan menjahit kaos, cinderamata dan souvenir. Kemensos melakukan hal itu salah satunya untuk meningkatkan partisipasi warga Papua dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021, yang rencananya dilaksanakan pada Oktober 2021. 

    “Kami akan mengajari anak-anak Papua dengan keterampilan menjahit kaos, cinderamata dan souvenir yang bisa disajikan pada PON XX tahun 2021 Oktober nanti. Saya akan membawa beberapa unit mesin jahit ke Papua,” kata Risma.

    Baca juga: Respon Cepat Kemensos Tangani Anak yang Orangtuanya Terdampak Covid

    Dalam kesempatan tersebut, Mensos Risma juga menyatakan, dengan bantuan mesin jahit diharapkan memperkuat produktivitas warga Papua dan pada gilirannya meningkatkan penghasilan mereka. Rencananya, sebagian mesin jahit akan dibawa bersamaan dengan kunjungan mensos ke Papua malam ini.

    Selain ke Papua, mesin jahit tersebut juga akan didistribusikan kepada kelompok marjinal termasuk pemulung. “Mesin jahit juga akan didistribusikan kepada para pemulung. Karena ada pemulung yang memiliki kemampuan menjahit juga. Mereka bisa membuat masker yang nanti kita beli lalu kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Risma. []

  • Jajaran Kemensos di Daerah Tindak Lanjut Masalah Bantuan Beras

    peloporberita.com/ | Menteri Sosial Tri Rismaharini menegaskan agar bantuan bagi masyarakat terdampak pandemi tersalurkan dengan baik, tepat sasaran dan tepat kualitas. Terkait hal itu, jajaran Kementerian Sosial di daerah pun bergerak cepat.

    Adanya temuan beras ukuran 5 kg yang kurang baik pada Rabu (04/08/2021) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, langsung direspon oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) setempat. Dihari yang sama, mereka berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan mengupayakan penggantian beras.

    Baca juga: Respon Cepat Kemensos Tangani Anak yang Orangtuanya Terdampak Covid

    “Kami lakukan pendataan. Setelah lengkap kami langsung lakukan pengiriman. Beras yang lama langsung diangkut, bersamaan dengan penurunan beras pengganti. Ada dua truk, satu truk tanpa muatan dan satu truk membawa beras pengganti. Langsung diganti 3.000 paket,” kata Kepala Dinsos Kabupaten Bangkalan Wibagio Suharta, seperti dikutip situs resmi Pemkab Bangkalan. 

    Kemensos memang memiliki program menyalurkan bantuan beras 5 kg untuk masyarakat pekerja sektor informal di Jawa-Bali yang tidak bisa optimal mencari nafkah, akibat kebijakan pembatasan kegiatan. Data penerima bantuan beras merupakan usulan dari pemerintah daerah. 

    Baca juga: Pesepeda Korban Tabrak Lari Mobil Rescue Terima Bantuan dari Mensos

    Penerima bantuan beras adalah mereka yang tidak menerima tiga jenis bansos yang selama ini sudah berjalan, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Mayoritas para penerima bantuan beras adalah pemilik warung makan, pedagang kaki lima, pengemudi ojek, buruh lepas dan buruh harian.

    Dalam program ini Kemensos menyiapkan total 2.010 ton beras. Sebanyak 122 pemerintah kabupaten/kota mendapatkan masing-masing 3.000 paket beras (per paket seberat 5 kg) dan 6.000 paket (per paket seberat 5 kg) untuk enam ibukota provinsi. []

  • Respon Cepat Kemensos Tangani Anak yang Orangtuanya Terdampak Covid

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pandemi memunculkan beberapa kasus keterpisahan anak, baik akibat orangtua isolasi mandiri, dan dirawat karena terpapar covid-19, atau orangtua meninggal.  Terkait hal ini, Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta pengasuhan anak ketika orangtua terpapar Covid atau meninggal dunia menjadi perhatian jajaran Kemensos, dan mengharapkan semua unsur dapat berperan.

    “Intinya kita hendak memastikan ketika ada orangtua dirawat di RS, maka RS bertanya apakah ada anak di rumah dan siapa yang mengasuh, untuk kemudian dilaporkan ke dinsos dan diurus.”

    Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Eka Kanya Santi memaparkan, Kemensos sudah menyusun protokol pengasuhan anak terdampak Covid-19 yang bekerja sama dengan lembaga lain maupun pemda.

    “Intinya kita hendak memastikan ketika ada orangtua dirawat di RS, maka RS bertanya apakah ada anak di rumah dan siapa yang mengasuh, untuk kemudian dilaporkan ke dinsos dan diurus,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis di Jakarta, 4 Agustus 2021.

    Terbaru, Kemensos memberikan perhatian kepada bocah Vino berusia 10 tahun yang menjadi yatim piatu lantaran kedua orang tuanya meninggal terpapar Covid-19. Hidup sebatang kara, Vino dijemput Mbah Yatin atau biasa dipanggil Kakung oleh Vino, yakni kakek Vino dari keluarga almarhumah ibunya.

    Bocah Vino
    Bocah Vino (10) yang menjadi yatim piatu lantaran kedua orang tuanya meninggal terpapar Covid-19. (Foto: peloporberita.com/Kemensos)

    Mbah Yatin datang menjemput Vino ke kediaman anak laki-laki itu di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur dengan didampingi Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dari Kabupaten Sragen Januri dan difasilitasi Dinas Sosial, Kabupaten Sragen. Setelah berziarah ke makam anak dan menantunya di Kutai Barat, Mbah Yatin dan Vino, bersiap terbang ke Sragen, Jawa Tengah.

    Diantar langsung rombongan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat menuju Bandara Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Mbah Yatin bersama Vino dan Sakti Peksos Januri berangkat menuju Bandara Juanda Surabaya.

    Selanjutnya mereka dijemput oleh staf Dinas Sosial Kabupaten Sragen untuk kembali ke rumahnya di Desa Gringging, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

    Kemensos melalui Tim Respon Darurat Balai Budi Luhur Banjarbaru yang terdiri dari Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial memberikan dukungan psikososial, motivasi dan penguatan kepada Vino dan Mbah Yatin. Selain itu, Tim juga memberikan paket pelindung diri berupa masker medis, handsanitizer, dan face shield dan sarung tangan.

    Lebih lanjut, Balai memberikan penyuluhan agar Vino dan keluarga selalu mentaati protokol kesehatan dan memakai alat pelindung diri lengkap ketika keluar dari rumah. Kedepannya, Vino akan tinggal bersama keluarga besar nya di Kabupaten Sragen Jawa Tengah dan melanjutkan sekolah.

    Selain itu, Kemensos juga melakukan respon kasus terhadap BSS (18), disabilitas intelektual di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. BSS tidak memiliki tempat tinggal setelah kedua orangtuanya meninggal akibat Covid-19. Parahnya, BSS lebih banyak dikurung sehingga dinas sosial setempat, aparat desa, dan warga setempat tidak mengetahui keberadaannya.

    Terkait hal ini, Kepala Balai Medan Lyana Siregar menugaskan Kepala Subbag Tata Usaha Budi Prayitno dan 2 (dua) Pekerja Sosial Maidinse Hutasoit dan Ilzami untuk datang ke lokasi melakukan respon kasus.

    Kemensos
    BSS (18), disabilitas intelektual di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. (Foto : peloporberita.com/Kemensos)

    Sejak 1 Agustus 2021, BBS ditempatkan di asrama putra. Selama di dalam balai, BSS akan mendapat pendampingan dan pelatihan terutama berkaitan dengan kegiatan aktivitas kehidupan sehari-hari.

    “Harapannya, BSS cukup mandiri untuk melakukan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari sendiri yang sederhana,” ungkap Lyana Siregar.

    Adapun salah satu hal yang menjadi perhatian utama dari koordinasi tersebut adalah dengan berusaha melakukan penelusuran keluarga dan tempat layanan yang tepat bagi BSS. []

  • Pesepeda Korban Tabrak Lari Mobil Rescue Terima Bantuan dari Mensos

    peloporberita.com/ | Kementerian Sosial (Kemensos) mendatangi kediaman Wawan, pesepeda korban tabrak lari mobil rescue di Makassar. Tim Kemensos yang melakukan kunjungan itu menyampaikan amanah dan salam dari Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. 

    “Ibu Mensos menyampaikan prihatin atas insiden yang menimpa Wawan. Dan berharap Wawan segera pulih, dan bisa beraktivitas sebagaimana biasa,” kata Kepala Subdit Penanganan Korban Bencana Alam Muhammad Delmi yang hadir di kediaman Wawan, di Kelurahan Maricaya Selatan, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar (01/08).

    Baca juga: Viral Video Mobil Rescue Tabrak Pesepeda, ini Klarifikasi Kemensos

    Selain untuk bersilaturahmi, mereka juga menyampaikan amanah dari Mensos Risma berupa bantuan sebesar Rp5 juta kepada Wawan. “Ibu juga doa agar Wawan segera pulih,” kata Delmi.

    Baca juga: Mensos Risma: KPM Bisa Terima Lebih dari Satu Komponen Kesejahteraan Sosial

    Sebelumnya, viral video yang menayangkan mobil rescue menabrak sekumpulan pesepeda di Kota Makassar, Rabu (28/07/2021), dan Wawan menjadi korban dalam peristiwa itu. Mobil diketahui milik Kementerian Sosial yang dipinjam pakaikan ke Dinas Sosial Kabupaten Takalar untuk mendukung penanganan bencana. 

    Pada Pasal 2 Berita Acara Serah Terima, disebutkan bahwa mobil tersebut merupakan tanggung jawab Kepala Dinas Sosial (Pemerintah Kabupaten Takalar). Pasal 3 disebutkan bahwa pemeliharaan dan segala yang timbul selama pelaksanaan pinjam pakai menjadi tanggung jawab peminjam (Pihak Kedua/Pemerintah Kabupaten Takalar). []

  • Kemensos Cairkan Tali Asih Tagana Aktif Rp 42,9 Miliar

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) RI, telah mencairkan tali asih untuk Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebesar 42,9 miliar yang ditransfer langsung ke rekening masing – masing melalui salah satu bank pemerintah.

    “Tali asih ini diberikan kepada 26.050 orang, mereka adalah Tagana aktif yang diusulkan by name by address (BNBA) oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi dan telah melalui penilaian berjenjang mulai dari Dinas Sosial kabupaten/kota”, tutur Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 29 Juli 2021.

    “totalnya setiap Tagana mendapat 1.650.000 rupiah.”

    Mensos Risma menerangkan, bahwa Tali asih diberikan kepada Tagana yang aktif. Hal ini dilakukan untuk menghindari Tagana yang terdaftar tetapi tidak pernah ke lapangan, namun menerima tali asih.

    Kemensos Cairkan Tali Asih Tagana
    Taruna Siaga Bencana (Tagana). (Foto:Pelopor.id/ Kemensos)

    “Masing – masing Tagana mendapatkan tali asih 1.500.000 rupiah untuk enam bulan, ditambah dengan insentif sebesar 150.000 rupiah, jadi totalnya setiap Tagana mendapat 1.650.000 rupiah”, ungkap Mensos Risma.

    Mensos Risma berharap insentif tali asih ini dapat meningkatkan motivasi dan kesiagaan relawan Tagana yang tersebar di seluruh Indonesia dalam memberikan bantuan darurat kepada korban bencana.

    Tagana merupakan relawan sosial yang sudah terlatih atau Tenaga Kesejahteraan Sosial masyarakat yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana. Penanggulangan bencana ini meliputi kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi. []

  • Risma Gandeng Karang Taruna untuk Distribusi Masker dan Vitamin

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Sosial akan menggandeng Karang Taruna di seluruh Indonesia untuk mendistribusikan masker dan vitamin bagi masyarakat kalangan bawah. Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini telah menerima surat dari Karang Taruna yang merasa terpanggil untuk bersinergi dan ambil bagian dalam kegiatan terkait penanganan pandemi Covid-19 melalui berbagai program yang dilakukan Kementerian Sosial. 

    “Kami akan mendistribusikan masker dan vitamin kepada seluruh Karang Taruna di Indonesia. Saya mohon Karang Taruna membantu mendistribusikan kepada masyarakat di daerah masing-masing,” kata Mensos saat melakukan pertemuan virtual dengan 514 Karang Taruna Kab/Kota di seluruh tanah air, Rabu (28/07/2021). 

    Baca juga: Kemensos Siapkan E-Warong untuk Pantau Penggunaan Bansos

    Meski begitu, Mensos tidak merekomendasikan karang taruna mendistribusikan langsung di perempatan jalan, melainkan per kecamatan. Pasalnya, jika langsung di perempatan jalan, dapat menimbulkan kerumunan masyarakat dan juga tidak sehat. 

    “Tidak mudah sekarang ini mencari vitamin, tapi kami akan berupaya semaksimal mungkin dan untuk memudahkan pendistribusian vitamin dan masker oleh karang taruna maka akan kami usahakan sudah dalam bentuk dikemas,” ujar Mensos. 

    Baca juga: Mensos Risma: KPM Bisa Terima Lebih dari Satu Komponen Kesejahteraan Sosial

    Untuk mempercepat pendistribusian masker dan vitamin, Kementerian Sosial akan mengirimkan melalui alamat sekretariat-sekretariat karang taruna. Namun jika tidak ada, maka alternatif lain melalui Dinas Sosial (Dinsos) di setiap daerah. 

    “Pengiriman melalui Dinsos saya berharap tidak ada masalah. Jadi, kita memberikan peranan bagi anak-anak muda kita supaya mereka bisa berkontribusi nyata kepada bangsa dan negara yang memang sedang membutuhkan semangat gotong royong dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini,” ungkap Mensos. []

  • Alasan Menteri Sosial Tri Rismaharini Marah Besar di Tuban

    peloporberita.com/ | Jakarta – Ramai beredar video Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memarahi Kepala Dinas Sosial Tuban Eko Julianto saat blusukan di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (24/7/2021). Dalam video itu, mensos marah karena mengetahui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako hanya dicairkan dua bulan, yang seharusnya dibagikan untuk tiga bulan.  

    Baca juga: Kemensos Siapkan E-Warong untuk Pantau Penggunaan Bansos

    Selain itu, setelah dihitung pun jumlahnya tidak sesuai. “Pertama bantuan baru disalurkan dua bulan dan totalnya Rp 400 ribu, seharusnya tiga bulan. Permasalahan kedua, setelah dihitung, jumlah yang dua bulan itu jika ditotal tidak sampai Rp 400 Ribu,” kata Risma di kawasan Jakarta Timur, Senin (26/7/2021). 

    Mensos lantas bertanya, kemana sisa uang Bantuan Pangan Non Tunai tersebut? 

    Tak hanya itu, Risma juga menjelaskan, mekanisme pencairan bantuan tersebut sebenarnya sudah diserahkan kepada pihak bank, namun pihak penyalur sering bermasalah. Dia juga menegaskan, permasalahan tersebut tidak berkaitan langsung dengan instansi dia bekerja. “Jadi itu diserahkan ke bank. Kemudian ada penyaluran, nah, penyalur itu yang bermasalah. Jadi tidak terkait langsung dengan tempat ku, itu penyalur itu,” tegas Risma. 

    Baca juga: Kemensos Siap Respon Kasus Covid-19 Anak

    Politikus PDIP itu tidak mengetahui alasan pasti kepala dinas sosial Tuban tidak mencairkan bantuan itu sepenuhnya. Meski begitu, ia sudah mendapatkan kabar bahwa sisa dari bantuan pangan non tunai tersebut akan disalurkan kepada masyarakat. “Tadi saya mendengar laporannya, sisa (BPNT) akan dibagi sesegera mungkin, tetapi katanya kepolisian juga sudah turun. Saya tidak tahu persis, tetapi yang jelas, katanya itu mau dibagi sisanya,” kata Risma. []

  • Kemensos Siapkan E-Warong untuk Pantau Penggunaan Bansos

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Fintech Indonesia, untuk menyiapkan aplikasi E-Warong. Aplikasi ini, dapat meningkatkan layanan kepada penerima manfaat sekaligus menjadi alat kontrol efektif dalam penggunaan bantuan sosial.

    “Bisa untuk memonitor apakah bantuan dibelanjakan sesuai kebutuhan atau di luar itu. Misalnya untuk membeli rokok atau minuman keras. Kan tidak boleh untuk membeli rokok atau minuman keras.”

    “Saya sudah dapat ijin BI, OJK dan akan dibantu oleh anak-anak muda dari Fintech Indonesia, untuk menyiapkan aplikasi. Nanti dengan aplikasi itu, penerima manfaat tidak harus belanja di E-Warong, tapi bisa ke tempat lain,” tutur Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam acara jumpa pers di Istana Negara, Senin, 26 Juli 2021.

    “Selain itu juga bisa untuk memonitor apakah bantuan dibelanjakan sesuai kebutuhan atau di luar itu. Misalnya untuk membeli rokok atau minuman keras. Kan tidak boleh untuk membeli rokok atau minuman keras,” sambung Mensos Risma.

    Sementara untuk meringkankan beban masyarakat terdampak pandemi, Kemensos menyiapkan sejumlah bantuan. Selain bansos eksisting seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST), juga disalurkan beras sebesar 10 kg melalui Perum Bulog untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, 10 juta KPM BST dan 8,8 juta KPM BPNT/Kartu Sembako non PKH.

    Bansos
    Ilustrasi pembagian BLT. (Foto:Pelopor/Kemensos)

    Selanjutnya, Kemensos juga menyalurkan beras 5 kg untuk 5,9 juta pekerja informal di Jawa-Bali yang penyalurannya melalui dinas sosial. Total volume beras adalah 2.010 ton, dengan 3000 paket beras untuk 122 kabupaten/kota dan 6000 paket untuk enam ibukota provinsi.

    Sedangkan Untuk menghindari atau menutup celah korupsi, Mensos Risma membeberkan tiga langkaah strategis. Pertama, melakukan sinkronisasi dan pemadanan data dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kementerian Dalam Negeri.

    “Maka itu, beberapa waktu lalu saya memutuskan untuk menidurkan lebih dari 21 juta data. Karena di dalamnya ada data ganda. Pemadanan dengan NIK untuk memastikan ketepatan sasaran penyaluran bansos,” tegas Mensos Risma.

    Langkah kedua adalah dengan memperbaiki mekanismenya. Dalam penyaluran bantuan sosial yang eksisting, yakni PKH, BPNT/Kartu Sembako, dan BST disalurkan melalui mekanisme non tunai.

    Yakni PKH, dan BPNT/Kartu Sembako penyaluran bantuan melalui Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) langsung ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang berada di tangan penerima manfaat. Untuk BST penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia.

    “Untuk bantuan beras yang 10 kg dari Perum Bulog, disalurkan melalui Perum Bulog. Kemensos hanya menyampaikan data penerima bantuan,” jelas Mensos Risma. []

  • Hari Anak Nasional, Mensos Risma Minta Dipanggil Eyang

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini turut memperingati Hari Anak Nasional (HAN) pada Jumat 23 Juli 2021. Dalam Kesempatan tersebut, Mensos Risma minta dirinya dipanggil Eyang oleh anak-anak se-nusantara.

    “Pada kesempatan ini, panggil saja Eyang Risma ya, ingin mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional buat anak-anak di seluruh nusantara,” tuturnya yang disambut gembira oleh ratusan anak-anak di tempat yang berbeda.

    Peringatan HAN tahun ini merupakan yang kedua kalinya diperingati dalam masa pandemi Covid-19, namun terbukti anak-anak Indonesia tetap tangguh dan produktif.

    “Dulu Eyang suka mengumpulkan biji-bijian seperti cabe dan tomat lalu menanamnya dan hasilnya boleh diambil oleh tetangga-tetangga. Itu artinya sekecil apa pun yang bisa kita lakukan dan bermanfaat untuk orang lain, lakukanlah!.”

    Mensos pun sangat concern terhadap kegiatan ini dengan meluangkan waktu secara khusus untuk menyapa anak-anak di seluruh nusantara dari Sabang-Marauke yang digelar secara daring, tapi tetap meriah dan bahagia.

    Eyang Risma pesan kepada anak-anak, agar selalu menghormati kedua orang tua, lantaran tanpa peran mereka tentu saja mereka tidak bisa seperti sekarang ini.

    “Kedua, Eyang berpesan agar semua anak tidak boleh ada kata menyerah karena saat ini memang berat, seperti tidak bisa bertemu dengan teman-temen di sekolah dan sekolah pun masih daring sehingga tidak boleh putus asa ya,” ucapnya lembut.

    Mensos Risma ingin masyarakat memahami bahwa semua anak-anak adalah kebanggaan bangsa yang kelak akan menjadi penerus dari perjuangan para pendiri bangsa dan Pahlawan Kemerdekaan Indonesia.

    Mensos Risma
    Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2021 pada Jumat 23 Juli 2021. (Foto:Pelopor.id/Kemensos)

    “Tuhan memberikan kesempatan sama dan tidak membeda-bedakan, siapa orang tua kalian, dimana dan dari mana kita berasal, sebab yang bisa dilakukan adalah berusaha dan berdoa. Anak-anakku tidak boleh menyerah tidak ada kata lelah untuk mencapai tujuan dan cita-cita, sesulit dan seberat apapun pasti kita bisa melewati dan melampauinya,” tegas Eyang Risma.

    Namun katanya, bisa jadi merasa bete di rumah, karena tidak ketemu teman-teman. Saat itulah kalian bisa mengembangkan berbagai hobi yang positif seperti melukis, membaca, menanam tanaman, menyanyi dan lain sebagainya.

    “Dulu Eyang suka mengumpulkan biji-bijian seperti cabe dan tomat lalu menanamnya dan hasilnya boleh diambil oleh tetangga-tetangga. Itu artinya sekecil apa pun yang bisa kita lakukan dan bermanfaat untuk orang lain, lakukanlah!,” ungkapnya.

    Sementara saat ini, Eyang Risma menyebut kondisi belajar masih daring dan menggunakan gawai. Terkait gawai, Eyang Risma berpesan kepada anak-anak Indonesia agar menggunakannya untuk hal-hal yang positif dan tidak membully, menjelek-jelekan ataupun mengolok-olok teman sendiri.

    Mensos Risma
    Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2021 pada Jumat 23 Juli 2021. (Foto:Pelopor.id/Kemensos)

    “Yuk gunakan gawai sebaik mungkin, dengan punya banyak teman kalian bisa belajar misalnya si A ingin belajar Bahasa Indonesia atau matematika bisa minta dibantu kepada teman yang lainnya. Banyak teman dan tidak punya musuh, itu baru keren!,” ajaknya.

    Terakhir, Eyang Risma berpesan agar mengejar dan berani mewujudkan mimpi-mimpi setinggi apapun menjadi penyanyi dan pelukis terkenal, menjadi astronot pun boleh dan tidak ada yang melarang.

    “Eyang percaya anak Indonesia bisa bersaing dengan anak-anak di seluruh dunia karena kalian sama. Tidak boleh rendah diri, minder dan tidak boleh takut ingatlah kalian adalah anak dan cucu pejuang yang tercatat sejarah tidak kenal menyerah, ” tandasnya.

    Sebelum mengakhiri, Eyang Risma menggoreskan dengan kuas di atas kain kanvas bertuliskan, “ SELAMAT HARI ANAK 2021.”

    Adapun peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021 mengusung tema, “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial menggelar rangkaian kegiatan, yakni lomba menulis, menggambar pada 8 – 14 Juli, melukis, dan foto.

    Selain itu, mengadakan Webinar “Mendongeng Budayaku” pada 22 Juli; Workshop “Mimpi Anak Tangguh” pada 23 – 23 Juli; Diary Anak pada 25 Juli; Talkshow “Berbagi Lewat Hobi” pada 25 Juli; serta acara puncak perayaan Hari Anak Nasional pada 29 Juli.

    Di akhir acara, panitia menyampaikan menerima 825 karya dan para pemenang lomba karya anak akan diumumkan pada momen Puncak Hari Anak Nasional yang akan dilaksanakan pada Tanggal 29 Juli mendatang.[]