Tag: Tri Rismaharini

  • Mensos Risma: KPM Bisa Terima Lebih dari Satu Komponen Kesejahteraan Sosial

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST) merupakan bantuan sosial yang eksisting. Yakni program yang sudah berjalan sebelum kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

    Khusus pada Program PKH, dirasakan membawa manfaat luas bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), meskipun targetnya untuk 10 juta KPM.

    “Namun sebenarnya, yang menerima bantuan lebih besar. Yang merasakan manfaat PKH sebanyak 33.674.865 jiwa. Nilai bantuannya juga cukup besar. Harapannya bisa membantu masyarakat di tengah pandemi,” tutur Mensos Risma di Jakarta, 21 Juli 2021.

    “Itu mereka (KPM PKH) bisa dapat lebih dari satu. Ya kalau ada ibu hamil dan anak balita, dapat dua bantuan. Besarnya berapa tergantung dari komponen dalam keluarganya.”

    Hal ini bisa terjadi lantaran dalam PKH terdapat tiga komponen, yakni komponen kesehatan, pendidikan dan komponen kesejahteraan sosial (kesos).

    Komponen kesehatan terdiri dari ibu hamil/nifas/menyusui dan anak balita. Komponen pendidikan terdiri dari siswa SD/sederajat, SMP/sederajat, dan SMA/sederajat. Kemudian komponen kesos terdiri dari lanjut usia dan penyandang disabilitas.

    “Itu mereka (KPM PKH) bisa dapat lebih dari satu. Ya kalau ada ibu hamil dan anak balita, dapat dua bantuan. Besarnya berapa tergantung dari komponen dalam keluarganya,” tegas Mensos Risma.

    Kemensos
    Menteri Sosial Tri Rismaharani. (Foto:Pelopor/Kemensos)

    Indeks bantuan dalam PKH ditetapkan untuk ibu hamil/nifas/menyusui (dibatasi kehamilan kedua) sebesar Rp3 juta/tahun. Anak usia dini (usia 0-6 tahun, dibatasi dua anak) Rp3 juta/tahun.

    Anak pendidikan SD/sederajat dan aktif sekolah Rp900 ribu/tahun. Anak pendidikan SMP/sederajat dan aktif sekolah Rp1,5 juta/tahun. Anak sekolah SMA/sederajat dan aktif sekolah Rp2 juta/tahun.

    “Keluarga dengan lanjut usia (usia lebih 70 tahun maksimal satu orang) sebesar Rp2,4 juta/tahun. Penyandang disabilitas berat (maksimal satu orang) sebesar Rp2,4 juta/tahun. “Jadi, indeks atau besarnya bantuan bisa lebih besar,” sebut Mensos Risma.

    Bansos lainnya yakni BPNT/Kartu Sembako ditetapkan sasarannya untuk 18,8 juta KPM dengan indeks Rp200 ribu/KPM/bulan dan BST sebanyak 10 juta KPM juga dengan indeks Rp200 ribu/KPM/bulan.

    Anggaran untuk PKH  sendiri mencapai Rp28,3 triliun, dan BPNT/Kartu Sembako sebesar Rp42,3 triliun yang disalurkan melalui Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara). Kemudian anggaran untuk BST sebesar Rp15,1 triliun disalurkan oleh PT Pos Indonesia.

    Kemensos juga mencairkan BST untuk 10 juta KPM selama 2 bulan yakni Mei Juni, yang cair pada Juli. Kemudian untuk 18,8 juta KPM BPNT/Kartu Sembako mendapat tambahan dua 2 bulan, yakni pada bulan Juli dan Agustus. Sehingga mereka seperti menerima 14 bulan,” urai Mensos.

    Sementara program bansos yang terbaru adalah kebijakan untuk memberikan bantuan kepada 5,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

    Mensos
    Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto:Pelopor/Tantri)

    “Mereka ini sama sekali baru. Datanya dari pemerintah daerah. Bantuannya sebesar Rp200 ribu/KPM selama Juli-Desember 2021,” kata Mensos Risma belum lama ini. Untuk keperluan itu, Kemensos mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,08 triliun.

    Selain itu, kebijakan baru yang diluncurkan dalam rangka mengurangi beban masyarakat bersamaan dengan PPKM Darurat adalah penyaluran beras. Kemensos bermitra dengan Perum Bulog dalam penyaluran beras seberat 10 kg/KPM untuk 10 juta KPM PKH, untuk 10 juta KPM BST, dan 8,8 juta KPM Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako non PKH.

    “Yang menyalurkan Perum Bulog, Kemensos hanya mengirimkan data penerima kepada Kementerian Keuangan. Kemensos juga menyalurkan bantuan beras sebesar 5 kg khusus disalurkan untuk pekerja sektor informal terdampak pandemi di se-Jawa-Bali, yakni zona pemberlakuan PPKM Darurat,” tegas Mensos.

    “Para penerima adalah pemilik warung makan, pedagang kaki lima, pengemudi ojek, buruh lepas, buruh harian, karyawan kontrak, dan sebagainya, yang tidak bisa bekerja karena pembatasan aktifitas,” sambungnya.

    Untuk itu, Kemensos menyiapkan total 2.010 ton beras. Sebanyak 122 pemerintah kabupaten/kota mendapatkan masing-masing 3.000 paket beras (per paket seberat 5 kg) dan 6.000 paket (per paket seberat 5 kg) untuk enam ibukota provinsi. []

  • Kemensos Siapkan Bansos Rp 7,08 Triliun untuk 5,9 Juta Keluarga

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharani meminta masyarakat agar tenang, karena dalam masa kedaruratan pemerintah menyalurkan bantuan cukup beragam untuk masyarakat. Program bansos yang terbaru yakni bantuan sebesar Rp7,08 Triliun kepada 5,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

    “Dengan bantuan beras, diharapkan memenuhi sebagian kebutuhan pokok para KPM yang terdampak pandemi. Sehingga mereka seperti menerima 14 bulan.”

    “Mereka ini sama sekali baru. Datanya dari pemerintah daerah. Bantuannya sebesar Rp200 ribu/KPM selama Juli-Desember 2021,” tutur Mensos berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Selasa, 20 Juli 2021.

    “Total volume untuk beras dari Perum Bulog sebesar 200.000.000 kg. Dengan bantuan beras, diharapkan memenuhi sebagian kebutuhan pokok para KPM yang terdampak pandemi. Sehingga mereka seperti menerima 14 bulan,” sebut Mensos.

    Sementara untuk PKH, Mensos mengingatkan, meskipun target bantuan 10 KPM, tapi sebenarnya yang riil mendapatkan bantuan PKH sebanyak lebih dari 33.674.865 jiwa.

    Bansos
    Ilustrasi pembagian BLT. (Foto:Pelopor/Kemensos)

    “Sebab bantuan untuk peserta PKH itu berdasarkan komponen yang ada dalam keluarga. Dengan ketiga bansos ini diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat,” ucap Mensos.

    Sedangkan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo agar salur bantuan sosial dipercepat sampai ke tangan penerima manfaat, Mensos Risma terus bergerak door to door.

    Kemarin, ia blusukan melakukan pengecekan kepada para penerima manfaat BST, BPNT/Program Sembako, dan PKH di Kota Surakarta. Mensos Risma pun harus keluar-masuk gang-gang sempit, padat dan hanya cukup satu orang lewat saja.

    “Pangapunten niki sampeyan sudah menerima Bantuan Sosial Tunai ?” tanya Mensos sambil menyerahkan 10 kg beras.

    Di tempat berikutnya, Mensos Risma melanjutkan pengecekan dengan menanyakan hal serupa kepada warga, Sri Lestasi yang tercatat sebagai PKH dengan komponen anak sekolah SD dan SMP.

    “Sudah terima bansos PKH?,” tanya Mensos Risma sambil memberikan beras 10 kg.

    Sebelum Mensos meninggalkan tempat tersebut, Sri memanggil saudara dan tetangganya untuk berfoto bersama. Selain itu, Mensos juga menyapa dan berdialog singkat dengan warga, Evi Purwaningsih yang sudah menerima BST tepat waktu yakni Rp 600 ribu rupiah, yang sebelumnya diambil di Kantor Pos terdekat.

    Dalam pengecekan lapangan tersebut, Mensos tidak lupa memfoto KTP/KK dan kartu PKH sebagai bentuk telah dilakukan pengecekan dan wujud transparansi. Sebelum meninggalkan lokasi pengecekan Mensos meminta kepada para pendamping agar terus mengawal dan jika ada kendala segera diatasi agar warga segera menerima bansos.

    “Tugas pendamping itu membantu warga agar mendapatkan bansos sesuai dengan haknya dan jika ada kendala tolong dibantu ya,” tegas Mensos.[]

  • Mensos Risma Sidak Dapur Umum Surabaya

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini pada hari Minggu, 18 Juli 2021 melakukan sidak ke dapur umum di halaman Convention Hall di Jalan Arif Rahman Hakim Kota Surabaya, Jawa Timur.

    Mensos Risma ingin memastikan semua relawan pilar-pilar sosial dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta Karang Taruna bekerja lebih cepat.

    “Jangkauan pendistribusian ribuan nasi kotak dan telur rebus meliputi wilayah di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Bangkalan.”

    Mensos Risma mengecek proses produksi makanan siap saji dengan seksama. Bahkan, Mensos ikut memasukkan nasi dan lauk pauknya ke dalam beberapa dari ribuan kotak di atas meja yang sudah tertata rapi.

    Joko Purnomo, penanggung jawab dapur umum Surabaya menyatakan, setiap hari memproduksi ribuan nasi kotak dan telur rebus yang didistribusikan kepada masyarakat yang tengah isolasi mandiri (isoman), tenaga kesehatan (nakes), petugas penyekatan PPKM. Pendistribusian juga dilakukan kepada rumah sakit, laboratorium kesehatan dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

    Mensos Risma
    Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan sidak ke dapur umum di halaman Convention Hall di Jalan Arif Rahman Hakim Kota Surabaya, Jawa Timur pada hari Minggu, 18 Juli 2021. (Foto:Pelopor/Kemensos)

    “Adapun untuk jangkauan pendistribusian ribuan nasi kotak dan telur rebus meliputi wilayah di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Bangkalan,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Senin, 19 Juli 2021.

    Selain itu, dalam rangka mengantisipasi dampak kebijakan PPKM Darurat, Kemensos juga mengoptimalisasi bansos Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako, dan BST. Ketiga jenis bansos ini pencairannya dipercepat, dengan harapan meningkatkan daya beli penerima manfaat.

    Lebih lanjut, Kemensos bekerja sama dengan Perum Bulog dengan menyalurkan paket beras 10 kg per KPM untuk 10 juta KPM PKH dan 10 juta KPM BST. Kemensos hanya mengirimkan data penerima kepada Kemenkeu. Kemudian Perum Bulog berperan menyediakan dan menyalurkan beras kepada KPM.

    Selain itu, Kemensos juga menyalurkan bantuan beras sebanyak 5 kg khusus untuk masyarakat pekerja sektor informal di Jawa-Bali yang tidak bisa bekerja karena pembatasan kegiatan dalam PPKM Darurat. []

  • Hore! Bansos Cair Rp 600 Ribu Sekaligus

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan bahwa pihaknya akan menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) seiring akan diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang akan berdampak di beberapa sektor.

    “BST akan disalurkan untuk bulan Mei dan Juni, setelah sebelumnya berhenti di April. Kita berharap pekan ini atau paling lambat pekan depan bansos ini dapat tersalur, ” tutur Mensos di Jakarta, Kamis (1/7/2021).

    “Warga akan menerima Rp 600 ribu sekaligus, tapi saya minta jangan diijonkan dan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja,”

    BST yang akan diberikan adalah senilai Rp 300 ribu per bulan dan akan disalurkan kepada warga di setiap awal bulan. Sedangkan untuk bulan Mei dan Juni 2021 akan diberikan Rp 600 ribu sekaligus.

    “Warga akan menerima Rp 600 ribu sekaligus, tapi saya minta jangan diijonkan dan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja,” tegas Mensos.

    BST ditargetkan menyasar 10 juta penerima bantuan per bulan, penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 18,8 juta, serta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) 10 juta.

    “Soal data penerima bansos sudah dibersihkan kemarin, tapi ada 3,6 juta yang nyangkut di bank dan tadi sudah di clearkan dalam rapat, ” ucap Mensos.

    Mensos menjelaskan, data nyangkut itu disebabkab nama yang tercantum di data bank tidak persis sama dengan data milik Kementerian Sosial yang sudah padan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

    Mensos
    Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto:Pelopor/Tantri)

    “Di bank itu nama minimal 3 huruf dan tidak berbentuk angka, seperti nama ‘IT’, NA70, namun untuk kesalahan minor lainnya masih bisa dikoordinasikan,” sebut Mensos.

    Sementara teknis penyaluran BST seperti biasa melalui kantor pos, sedangkan untuk BPNT dan PKH akan disalurkan melalui jaringan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara).

    “Jadi, mudah-mudahan paling telat bisa direalisasikan pekan kedua bulan ini dan kita usahakan agar semua bisa tersalurkan kepada warga,” tandas Mensos.

    Penyaluran bantuan ini tidak mengganggu anggaran dari Kementerian Sosial, melainkan ada tambahan anggaran dari Pemerintah untuk dua bulan, yaitu pada bulan Mei danJuni sebanyak Rp 2,3 triliun.

    “Sebetulnya ada total tambahan sebesar Rp 6 triliun untuk penyaluran selama dua bulan, tapi kita masih punya uang _spare_ sebanyak Rp 3 triliun sekian,” ucapnya.

    Upaya percepatan bantuan ini juga diimbangi dengan adanya pengawasan penggunaan dana bansos yang dilakukan dari struk belanja penerima manfaat, jika dibelanjakan selain untuk kebutuhan pokok.

    “Evaluasi penggunaan uang bansos bisa dilihat dari struk belanja penerima bansos, digunakan untuk barang kebutuhan pokok atau barang yang lain, ” tandasnya.[]

  • Mensos Bagikan Telur Matang ke Warga Tak Mampu DKI

    peloporberita.com/ | Jakarta -Menteri Sosial Tri Rismaharini membagikan telur rebus kepada warga tidak mampu, agar kesehatan mereka terjaga di tengah pandemi. Sebelumnya, Mensos meninjau langsung aktivitas perebusan dan pengepakan telur yang akan dibagikan tersebut di tenda Tagana di halaman belakang kantor Kementerian Sosial, Rabu (23/6/2021).

    Sebanyak 5.500-an orang menerima masing-masing dua butir telur matang. Telur disalurkan melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan RT/RW di sekitar kantor Kemensos, Jalan Salemba Raya. Adapun untuk keperluan memasak, dibantu relawan Tagana sebanyak 30 orang.

    “Kami memiliki peralatan memasak sehingga berinisiatif untuk mengolahnya terlebih dahulu, agar siap dikonsumsi karena jika diberikan mentah akan berisiko pecah.”

    Mensos mengungkapkan, pandemi telah mengakibatkan banyak masyarakat berkurang pendapatannya. Hal ini membuat mereka tidak mampu menyediakan kebutuhan protein yang justru dibutuhkan untuk melawan serangan virus.

    Menteri Sosial Tri Rismaharini
    Menteri Sosial Tri Rismaharini meninjau langsung aktivitas perebusan dan pengepakan telur yang akan dibagikan kepada masyarakat. (Foto:Pelopor/Kemensos)

    “Pandemi membuat masyarakat kurang mampu tidak bisa mencukupi kebutuhan protein. Oleh karena itu kita bantu masyarakat dengan memberikan bahan makanan dengan asupan tinggi protein, seperti telur untuk meningkatkan daya tahun tubuh,” tutur Mensos.

    Mensos menjelaskan, alasan didistribusikan telur dalam keadaan matang kepada masyarakat adalah untuk meminimalisir risiko pecahnya telur tersebut.

    “Harus matang. Kalau diberikan kepada masyarakat dalam keadaan mentah nanti beresiko. Dengan mengkonsumsi telur, diharapkan dapat membantu asupan protein dan meningkatkan daya tahun tubuh,” sebutnya.

    “Kami memiliki peralatan memasak sehingga berinisiatif untuk mengolahnya terlebih dahulu, agar siap dikonsumsi karena jika diberikan mentah akan berisiko pecah,” sambung Mensos.[]

  • Mensos Risma Ngefans Sama Nagita Slavina

    peloporberita.com/ | Jakarta –  Raffi Ahmad menyatakan bahwa istrinya Nagita Slavina sangat mengagumi Menteri Sosial Tri Rismaharini. Hal ini, diungkapkan Raffi saat bertemu dengan mensos.

    Menurut Raffi, Istrinya mengagumi Mensos lantaran Risma dikenal tangguh, berprestasi, dan sangat peduli dengan kalangan masyarakat yang kurang beruntung.

    “Oh ngga, aku yang nge-fans Mbak Nagita. Dia orangnya baik banget,” tutur Bu Risma dalam pertemuan dengan sang ‘Sultan Andara’, Raffi Ahmad.

    “Sekarang RANS Entertainment pelan-pelan sudah ada foundation bu. Supaya kita juga bisa mengurangi dosa, ya bu.”

    Raffi yang pernyataannya “dipotong” Mensos pun, sontak tertawa.

    “Kebalik bu. Saya dan Nagita yang nge-fans ibu,” ungkap Raffi, bersama Mensos di Sentra Kreasi Atensi (SKA), Balai Pangudi Luhur Kementerian Sosial, Bekasi (21/6/2021).

    “Ngga, aku yang nge-fans Mbak Nagita. Dia orangnya baik,” Mensos kembali menyela.

    Raffi pun kembali tersenyum. Ia lalu menjelaskan dalam vlognya, lokasi dimana ia berada bersama Mensos.

    Sambil menghirup kopi Historisma, Raffi menjelaskan ia berada di SKA tempat yang rehabilitasi sosial bagi penerima manfaat dengan pembekalan berbagai keterampilan agar mereka bisa mandiri.

    Di sini, para penerima manfaat diajari berjualan makanan dan minuman, bertanam hidroponik, kerajinan tangan, salon, dan sebagainya.

    Raffi menyatakan kekagumannya terhadap gagasan Mensos. Ia menyatakan kesiapan RANS Entertainment – perusahaan yang dikelola Raffi Ahmad dan istrinya, Nagita Slavina, membantu Kemensos mempromosikan program serupa.

    “Bila ada lokasi serupa, kami RANS Entertainment siap membantu, bu,” sebut Raffi yang disambut positif Mensos.

    Raffi menyatakan, RANS Entertainment memiliki visi yang sama dengan Kemensos, yakni punya niat membantu kalangan yang kurang beruntung.

    “Sekarang RANS Entertainment pelan-pelan sudah ada foundation bu. Supaya kita juga bisa mengurangi dosa, ya bu,” ujar Raffi. Pernyataan ini disambut baik Bu Risma. []

  • Kunjungi Kampung Bedeng, Mensos Dengar Keluhan Rawan Banjir Sampai Status Tanah

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini kembali mengunjungi Kampung Bedeng di Jalan Cempaka Putih Timur IV No 29 RT 07/RW 07 Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (20/6/2021).

    Dalam kunjungan kali ini, Mensos mendengarkan keluhan warga di Kampung Bedeng tersebut seperti rawan bencana banjir, pemukiman padat, serta status kepemilikan tanah.

    “Soal tanah kami tak memiliki kewenangan ya,” tutur Mensos berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/ Senin, 21 Juni 2021.

    “Kami fokus memastikan warga mendapatkan kesejahteraan sosial.”

    Mensos Risma, kemudian merespon dan menampung keluhan warga untuk dicarikan solusi terbaik, khususnya terkait masalah sosial yang menjadi tanggungjawab Kemensos.

    “Jika rawan bencana, perlu kesigapan menghadapi bencana di kami ada Kampung Siaga Bencana (KSB). Tentu saja, akan disinergikan dengan pemerintah daerah serta para pihak terkait,” tegasnya.

    Kampung Bedeng
    Kampung Bedeng di Jalan Cempaka Putih Timur IV No 29 RT 07/RW 07 Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Foto:Pelopor/Kemensos)

    Selain itu, Kemensos akan fokus upaya peningkatan kesejahteraan warga, terlebih dari sebagian warga terdapat anak-anak usia sekolah dan para lanjut usia (lansia).

    “Kami fokus memastikan warga mendapatkan kesejahteraan sosial, tapi belum tahu apakah pemberdayaan ekonomi atau layanan lainnya tepat,” ungkap Mensos.

    Tri Rismaharini
    Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi Kampung Bedeng di Jalan Cempaka Putih Timur IV No 29 RT 07/RW 07 Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (20/6/2021). (Foto:Pelopor/Kemensos)

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua RW 07, Heru Wardana menyatakan, hingga kini tercatat terdapat 66 Kepala Keluarga (KK) dengan 44 pintu petak yang menghuni lahan di Kampung Bedeng.

    “Sebagian warga bekerja jadi sopir pribadi, jualan, satpam, asisten rumah tangga serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU),” sebutnya.



    Salah seorang warga, Cipto Parmanto menceritakan warga sudah tinggal selama 20 sampai 30 tahun di lahan 637 meter dan kalau hujan turun selalu kebanjiran.

    “Dengan kehadiran Ibu Mensos, banyak keluhan warga yang disampaikan, salah satunya bagaimana cara agar saat turun hujan tidak kebanjiran lagi,” ucapnya.

    Turut mendampingi Mensos dalam kunjungan tersebut, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat dan Staf Khusus Menteri, serta pejabat Kemensos lainnya. []

  • Menteri Sosial: Tiru Perjuangan Raffi Ahmad dan Chef Renatta Raih Sukses

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Sosial (mensos) Tri Rismaharini menghadiri acara demo masak bersama Pembawa Acara Raffi “Sultan Andara” Ahmad dan Chef Renatta Moeloek, di Sentra Kreasi Atensi (SKA) Balai Pangudi Luhur Kementerian Sosial, Bekasi, dengan tajuk “Workshop Memasak dan Motivational Talks” (20/06/2021). 

    “Mas Raffi ini tidak tiba-tiba seperti sekarang ini. Dia berjuang dan tidak mudah di awal perjuangannya. Tapi karena dia bekerja keras, tidak putus asa, dan terus berdoa, dia bisa sukses.”

    SKA adalah sarana yang didirikan oleh Mensos Risma bagi para warga terlantar atau marjinal, di mana mereka bisa mendapatkan rehabilitasi sosial agar bisa berkreasi dan memiliki akses untuk kehidupan yang lebih baik, juga supaya bisa berdaya secara ekonomi. SKA juga menyediakan tempat untuk berbagi usaha. Diawali dengan pemberian pelatihan, mereka akhirnya bisa buka usaha kuliner di SKA milik Kemensos.

    Dalam acara ini, Mensos Risma juga memotivasi para penerima manfaat di seluruh Indonesia. Menurut Risma, sosok terkenal seperti Raffi Ahmad dan Chef Renatta tidak langsung sukses seperti sekarang, tetapi mereka melewati perjuangan dan tidak putus asa.

    “Mas Raffi ini tidak tiba-tiba seperti sekarang ini. Dia berjuang dan tidak mudah di awal perjuangannya. Tapi karena dia bekerja keras, tidak putus asa, dan terus berdoa, dia bisa sukses.” kata Mensos Risma.

    Chef Renatta Moeloek (kiri), Raffi Ahmad (tengah, Menteri Sosial Tri Rismaharini (kanan). (Foto: Pelopor/Kemensos)

    Kepada penerima manfaat dari beberapa balai milik Kemensos yang ikut hadir, Risma meminta mereka terus bersemangat dan tidak mengenal putus asa. Ia juga meminta agar para penerima manfaat mencontoh perjuangan Raffi Ahmad.

    “Bisa dicontoh perjuangan Mas Raffi. Meskipun dengan keterbatasan, jangan pernah menjadi halangan bagi kalian untuk maju dan sukses,” kata Mensos. “Ini bukan takdir ya anak-anak dan bapak ibu. Selama kalian punya usaha keras dan terus berdoa. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan,” lanjutnya. 

    Raffi Ahmad pun menjelaskan perjuangan yang harus dilaluinya sebelum meraih sukses seperti sekarang  “Saya mulai ikutan casting umur 13 tahun, dari Bandung ke Jakarta. Sendirian. Sudah antri dari jam 9.00 eh ngga diterima,” katanya. 


    Baca juga: Mensos Siap Jadi Mediator Pekerja Migran yang Tiba di Indonesia


    Ia juga mengatakan bahwa kariernya dimulai dari peran kecil-kecilan dengan honor yang kecil juga. “Saya dapat honor Rp 200.000 bu. Saya buat sewa hotel yang tarifnya Rp 20.000. Kepotong lagi uang transport,”  katanya. 

    Begitu juga dengan Chef Renatta, ia mengaku mengawali kariernya dengan menawarkan jasa memasak untuk orang lain dari pintu ke pintu. “Door to door, bu. Karena masakannya enak, saya bisa mendapatkan job memasak,” katanya. Raffi Ahmad menambahkan, “Sebelum takdir menjemput, tidak ada kata putus asa. Terus berusaha ya.” 


    Baca juga: Kunjungi Bedeng Cempaka Putih, Mensos Risma Dengar Curhat Warga Terdampak Pandemi


    Sebelumnya, Mensos Risma pernah mengembangkan program seperti SKA ini, ketika ia masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. “Saya di Surabaya mengembangkan program Pahlawan Ekonomi. Alhamdulillah, saat pandemi di mana banyak pihak kesulitan berusaha, mereka malah kenaikan 100%-200%. Maka kita harus pandai-pandai melihat situasi.” katanya. []

  • Mensos Siap Jadi Mediator Pekerja Migran yang Tiba di Indonesia

    peloporberita.com/ – Jakarta – Manteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, menerima kedatangan Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Jumat (18/6/2021) yang melaporkan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia.

    Terkait laporan ini, Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan kesiapannya menjadi mediator dalam pemulangan 11.000 PMI dari Malaysia. Kemensos, juga siap memfasilitasi penyediaan lahan hidup mereka di daerah masing-masing.

    “Pak Gubernur sepulang dari sini akan mendata, apa potensi dari daerah-daerah itu yang bisa kita berdayakan, nanti saya dan tim saya akan memikirkan bagaimana mengembangkan potensi itu.”

    “Pak Gubernur meminta bantuan kita, bagaimana menempatkan shelter (tempat penampungan), tapi saya kurang setuju, saya menyampaikan, nanti kita pesan dari luar warga Sulbar langsung dipulangkan ke asal daerahnya masing-masing,” tuturnya dalam wawancara dengan wartawan peloporberita.com/ di Kantor Kemensos Salemba Jakarta.   

    “Saya akan menjadi mediator untuk bagaimana mereka dipulangkan di daerahnya dan saya akan menyurati kepala daerah,” sambungnya.

    Manteri Sosial
    Manteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dan Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar di Kemensos Jumat (18/6/2021) membahas kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia. (Foto:Pelopor/Kemensos)

    Lebih lanjut, Risma juga mengusulkan untuk memberdayakan para PMI di daerah masing-masing, agar mereka tetap bertahan dan tidak tertarik untuk kembali bekerja di luar negeri.

    “Kemudian pemberdayaan di daerah itu sehingga mereka tidak tertarik lagi untuk kembali ke sana,” sebut mantan Wali Kota Surabaya itu.

    Untuk itu, Mensos meminta Gubernur Sulbar untuk berkomunikasi dengan Kedutaan Malaysia untuk mendapatkan data PMI yang akan pulang nanti. Tidak hanya asal daerah, namun juga apa yang mereka inginkan setelah mereka kembali ke daerahnya masing-masing.

    “Saya minta ke Pak Gubernur untuk komunikasi dengan kedutaan sana (Malaysia) untuk tracing mereka dari mana, nanti data dikirim ke saya. Kemudian kita minta daerah-daerah untuk mempersiapkan dan menjemput warganya,” tegasnya.

    Ali Baal Masdar
    Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar di Kemensos Jumat (18/6/2021) . (Foto:Pelopor/Tantri)

    “Pak Gubernur sepulang dari sini akan mendata, apa potensi dari daerah-daerah itu yang bisa kita berdayakan, nanti saya dan tim saya akan memikirkan bagaimana mengembangkan potensi itu, sehingga nanti tidak ada bayangan lagi karena sudah ada yang dapat pekerjaan,” sambungnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyampaikan bahwa dirinya setuju dengan usulan Mensos. Selanjutnya, ia akan mempersiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan dalam kepulangan PMI tersebut. Agar keselamatan dan kesehatan mereka terjamin.

    “Jadi saya kira itu sudah konsepnya Ibu dan kita arahkan bersama mudah-mudahan ini berjalan dengan baik. Memang pertama-pertama akan berat tapi kita berusaha bersama dan pasti akan berhasil,” pungkasnya.

    Sementara seiring suasana pandemi, Gubernur Ali Baal memastikan, tracing juga diberlakukan dalam konteks penerapan protokol kesehatan.



    “Kami pastikan, PMI akan dicek kesehatannya sebelum tiba di daerah. Sehingga tidak menimbulkan masalah baru,” tandasnya.

    Ia mengakui, semua ini memerlukan proses, namun dirinya berjanji akan secepatnya berkoordinasi dengan Kemensos. Tujuannya agar para PMI tetap berada di Indonesia dan tidak kembali ke luar negeri.

    “Pemprov Sulbar akan bersinergi dengan Kemensos mengembangkan program pemberdayaan bagi PMI,” ucap Gubernur. []

  • Kunjungi Bedeng Cempaka Putih, Mensos Risma Dengar Curhat Warga Terdampak Pandemi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Manteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi Kampung Bedeng di wilayah Cempaka Putih Jakarta Pusat pada Jumat, 18 Juni 2021 pagi. Kunjungan ini berdasarkan informasi yang diterima Mensos dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait masalah stunting.

    Megawati mengungkapkan, bahwa di daerah tersebut ada keluarga yang tinggal di dalam bedeng dengan kondisi memprihatinkan di area sekitar 500 meter persegi.

    Rumah mereka dari kayu, mereka minta perbaiki rumahnya. Tapi permasalahannya kan aku harus ngecek lahan itu milik siapa.

    “Saya dapat informasi dari Bu Mega, kalo ada perumahan yang kumuh di dekat lokasi tempat mewah Cempaka putih,” tutur Mensos kepada awak media di kantor Kemensos, Jumat, 18 Juni 2021.

    Mensos Risma menjelaskan, kunjungannya ke bedeng Cempaka Putih untuk mengecek beberapa permasalahan, salah satunya rumah mereka yang terbuat dari kayu.

    “Rumah mereka dari kayu, mereka minta perbaiki rumahnya. Tapi permasalahannya kan aku harus ngecek lahan itu milik siapa,” ungkapnya.



    Lebih lanjut Mensos mengungkapkan, bahwa dalam kunjungan kali itu, dirinya mendengarkan curahan para warga disana yang selama masa pandemi ini tidak bisa jualan.

    “Ya udah kamu inginnya apa? lalu mereka jawab, aku inginnya jualan, tapi karena covid ngga bisa jualan. Ya udah dicatat aja maunya apa nanti hari Minggu (20/6/2021) aku ambil data itu,” terang Mensos.

    Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) (Foto:Pelopor/Tantri)

    Selain itu, pada kunjungan itu juga Mensos menerima laporan bahwa ada lansia yang tidak mendapatkan bantuan dari Kemensos.

    “Tadi juga itu saya dapat laporan ada yang ngga dapat bantuan, padahal saya lansia, nah itu nanti Minggu sore aku ambil datanya,” ucapnya.

    Terkait hal ini, Mensos menegaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan situs “Usul Sanggah”

    “Nanti kan disitu bisa diusulkan bisa dibuka, tapi sekarang kan belum. Nanti kalau sudah aku komunikasi dengan komisi 8, apakah (situs) ini sudah memenuhi atau belum. Nanti kalau sudah memenuhi kita launching gitu.

    Menurut Mensos, situs tersebut rencananya akan diluncurkan sebelum akhir Juni 2021.

    Mudah-mudahan sebelum akhir bulan ini ya,” sebutnya.[]