peloporberita.com/ | Hari Pekerjaan Sosial Sedunia diperingati setiap hari Selasa ketiga bulan Maret setiap tahunnya. Momen ini merayakan dan mempromosikan kontribusi profesi pekerja sosial kepada individu, keluarga, komunitas dan masyarakat luas.
“Yang terpenting, Hari Pekerjaan Sosial Sedunia ini adalah perayaan yang bertujuan untuk menyoroti pencapaian pekerjaan sosial dan meningkatkan visibilitas layanan sosial untuk masa depan masyarakat, dan untuk membela hak asasi manusia dan keadilan sosial,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keynote speech pada seminar “Positioning Social Work In An Eco-Social World: Building New Partnerships and Alliances” Selasa (15/03/2022)
Menurut Risma, “Eco-Social World” dalam konteks ini berbicara tentang dua hal, yaitu keadilan ekologis dan dan keadilan sosial. Dengan demikian, pekerja sosial harus memasukkan keadilan lingkungan ke dalam praktik arus utama, dan harus proaktif menangani sosial dan lingkungan sekaligus.
Seperti diketahui, pekerja sosial adalah profesi yang didedikasikan untuk mendukung kelompok paling rentan, seperti anak-anak, orang tua, penyandang disabilitas, masyarakat adat, kelompok minoritas, dan kelompok berpendapatan rendah atau miskin. Mereka paling rentan terdampak bencana lingkungan, alam atau buatan manusia.
“Orang miskin juga lebih rentan terhadap masalah kesehatan akibat penurunan kualitas udara perkotaan dan penyakit menular, termasuk malaria, demam berdarah, kolera, dan infeksi yang dibawa hewan pengerat setelah banjir atau kekeringan,” ujar Risma.
Dalam hal ini, pekerja sosial dapat memainkan peran kunci memperjuangkan keadilan lingkungan, membantu mencegah dan mengatasi konsekuensi perubahan iklim melalui pendidikan, advokasi, pengorganisasian masyarakat dan penelitian.
“Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, keadilan lingkungan terkait erat dengan keadilan sosial untuk semua dan integral dengan pekerjaan sosial. Melindungi bumi dan menjaga keadilan lingkungan merupakan hal yang penting karena bencana perubahan iklim akan mempengaruhi semua orang,” ucap Risma.
Oleh karena itu, praktik pekerjaan sosial harus menjadi lebih hijau (greener social work). Green social work adalah sebuah pandangan baru terhadap pekerjaan sosial untuk mengatasi ketimpangan struktural dan perburukan lingkungan.[]
peloporberita.com/ – Komisi VIII DPR RI meminta pendamping sosial ikut memastikan akurasi data kemiskinan. Permintaan ini sebagai tindak lanjut koordinasi Komisi VIII DPR dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam penyempurnaan data penerima bantuan sosial (bansos).
Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Rizal menyatakan, DPR telah sepakat dengan Mensos Risma untuk menyempurnakan data penerima bansos. Minimal 3 bulan sekali data penerima bansos akan diperbaharui.
“Para pendamping harus mendata ulang siapa saja masyarakat yang belum masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Pastikan jangan sampai bansos salah sasaran, jika ada penerima bantuan yang tidak layak sebaiknya direvisi karena bansos diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutur anggota Fraksi PAN tersebut saat menyerahkan bansos di Tangerang Kamis, (10/03/2022).
Kali ini, Kementerian Sosial bersama Muhammad Rizal menyerahkan bantuan ATENSI, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)Program Sembako secara simbolis senilai total Rp200.222.259.217.
“Kami mengapresiasi gerak cepat Mensos dalam percepatan penyaluran bansos khususnya di wilayah Tangerang Raya, dan umumnya di daerah lain. Menjadi tanggung jawab kita bersama dalam monitoring penyaluran bansos dan memastikan pemanfaatannya untuk peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat,” ungkap Rizal.
Pencairan bansos, dilakukan secara serentak di sejumlah daerah di tanah air. Selain Muhammad Rizal di Tangerang, di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung, kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII Tb. Ace Hasan Syadzily. Kemudian di Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, dihadiri Selly Andriany Gantina. []
peloporberita.com/ – Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama CEO Kitabisa.com Alfatih Timur, menyerahkan bantuan untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Rumah Singgah Bunda Peduli, Jakarta Pusat dan Rumah Singgah Respek Peduli, Jakarta Utara.
“Pertama saya ucapkan terima kasih. Saya dapat info (warga yang membutuhkan bantuan) dari teman-teman media maupun warga yang mengunggah di media sosial. Terima kasih kepada orang-orang baik yg membantu melalui Kitabisa,” tutur Mensos Risma Rabu (09/03/2022).
Bantuan hasil donasi masyarakat melalui Kitabisa.com diberikan untuk satu anak di Rumah Singgah Bunda Peduli dan tujuh anak di Rumah Singgah Respek Peduli. Adapun donasi yang terkumpul per 9 Maret 2022 diberikan dengan perincian sebagai berikut:
1. Rp67.215.848 untuk Muhammad Jafarudin (penderita kanker tulang)
2. Rp70.952.922 untuk Aulia Alfina Febriyanti (penderita gagal ginjal)
3. Rp144.947.255 untuk Irwansyah (penderita kanker darah)
4. Rp147.775.775 untuk Dwi Bayu Adi Saputra (penderita kanker tulang ganas)
5. Rp102.434.343 untuk Syifa Aulia (penderita jantung bocor)
6. Rp108.237.193 untuk Eva Ruri (penderita kelainan tulang)
7. Rp117.132.454 untuk Heni Adelia (penderita kelainan rahim)
8. Rp96.183.523 untuk Lutfi Al Rizki (penderita kerusakan hati).
Menurut Mensos, banyak orang sakit yang dirujuk ke Jakarta lantaran ketersediaan fasilitas dan tenaga medis paling lengkap berada di Jakarta sehingga mereka pun membutuhkan tempat untuk singgah.
“Meskipun ada donasi, mereka masih membutuhkan biaya operasional untuk pulang pergi bolak balik berobat. Sehingga alhamdulillah rumah singgah ini bisa menampung,” ungkap Mensos.
Dalam kesempatan itu, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan untuk anak-anak lainnya yang berada di kedua Rumah Singgah tersebut berupa keperluan anak seperti popok, kebutuhan gizi anak, susu, dan mainan.
Sebelumnya, Kementerian Sosial melalui Loka “Kahuripan” Sukabumi dan Balai “Galih Pakuan” Bogor memberikan pendampingan kepada anak-anak berkebutuhan khusus tersebut mulai dari asesmen, pendampingan, dan identifikasi kebutuhan pokok serta bekerja sama dengan Kitabisa.com menggalang donasi masyarakat.
Sementara CEO Kitabisa Alfatih Timur mengatakan, donasi yang digalang melalui Kitabisa disalurkan secara bertahap dan dikawal dalam beberapa bulan ke depan.
“Iya karena penyalurannya (donasi) akan dibuat beberapa bulan, jadi bisa kita pantau perkembangannya dan akan kita laporkan ke Kemensos juga,” tandasnya. []
peloporberita.com/ | Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menerbitkan surat edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengamanan dan Perlindungan Anak di Berbagai Lingkungan.
SE tersebut ditujukan kepada gubernur, bupati/wali kota dan para pemangku kepentingan, untuk mengingatkan adanya peningkatan kekerasan terhadap anak. Menurut Risma, diperlukan upaya yang terarah, terpadu, sistematis dan berkelanjutan dalam pencegahan, penanganan dan pendampingan terhadap anak.
“SE ini dimaksudkan mengajak pemda untuk melakukan pencegahan, memberikan perlindungan dan memastikan anak mendapatkan lingkungan yang aman,” kata Risma di Jakarta, Senin (07/03/2022).
Dalam SE ini, Risma meminta seluruh organisasi dan perangkat daerah sesuai dengan kewenangannya, memberikan pengamanan dan perlindungan dari lingkungan yang rentan untuk terjadinya tindak kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan diskriminasi.
SE ini juga meminta pemda mengidentifikasi dan melaksanakan upaya perlindungan dan pengamanan kepada anak serta melakukan pencegahan, penanganan, dan pendampingan terhadap anak.
Pencegahan meliputi pengasuhan; upaya pencegahan berfokus pada anak, orangtua dan komunitas; kampanye sosial; dan penegakan hukum. Penanganan dilakukan dengan pelaporan, asesmen dan penanganan komprehensif; penegakan hukum; pelibatan berbagai disiplin ilmu; dan pelibatan stakeholders.
Data Kemensos menunjukkan, pelaku kekerasan termasuk kekerasan seksual, banyak berasal dari lingkungan terdekat yaitu ayah kandung, ayah tiri, kakek, paman, tetangga, pacar, guru, pengasuh, teman dari media sosial dan orang asing.
Berdasarkan data Kemensos per 6 Januari 2022, jumlah anak hamil akibat kekerasan seksual yang telah ditangani oleh Kemensos ada sebanyak 780 anak, dengan rincian 568 orang sudah melahirkan dan 212 belum melahirkan.
Kemudian data Kemensos 31 Januari 2022, ada 1.253 kasus kekerasan terhadap anak. Dari jumlah ini, korban tertinggi pada kategori anak korban kejahatan seksual sebanyak 338 kasus, anak korban kekerasan fisik dan /atau psikis sebanyak 80 kasus.[]
peloporberita.com/ – Gempabumi bermagnitudo 6.1 mengguncang Kabupaten Pasaman pada Jumat (25/2), Sumatera Barat. Mengutip Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gempa telah mengakibatkan korban jiwa 10 orang, 10 orang luka berat, 76 orang luka ringan, dan 6.002 jiwa mengungsi.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini pun langsung terjun mengecek salah satu bangunan yang terdampak gempa, yakni Madrasah Al Wahid di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau. Bangunan sekolah ini, tampak rusak di beberapa tempat. Dindingnya masih berdiri, namun retak parah dan sangat berpotensi roboh.
Dalam kunnjungan ini, Mensos menyampaikan kepada masyarakat dan tokoh setempat bahwa kemandirian dan kesiapsiagaan sangat penting dalam menghadapi gempa susulan yang mungkin terjadi. Untuk memberikan contoh, Mensos meminta petugas membawa salah satu tenda merah.
Kemudian ia mengajak warga setempat, bersama-sama mendirikan tenda tersebut di halaman madrasah. Selain itu, Mensos juga akan mendirikan lumbung sosial. Di lumbung sosial akan diisi dengan berbagai kebutuhan yang menunjang kelangsungan hidup warga terdampak bencana.
Isinya antara lain, adalah bahan makanan, selimut, karpet, tenda, genset, BBM dan pemurni air. Untuk keperluan itu, Mensos meminta kepada Pemkab Pasaman Barat untuk menentukan dimana titik koordinat dimana lumbung sosial akan didirikan. Selain ke Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Mensos juga mengunjungi Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.
Dalam kunjungan itu, Mensos menyerahkan santunan kepada ahli waris senilai Rp15 juta/jiwa. Sebanyak 10 jiwa diberikan santunan, dengan 2 di antaranya diserahkan langsung oleh Mensos. Dari 10 jiwa itu, 4 jiwa merupakan warga Kabupaten Pasaman Barat dan 6 orang lainnya adalah warga Kabupaten Pasaman.
Selain santunan ahli waris, Kemensos juga mengirimkan bantuan logistik dari Gudang Regional di Palembang dengan bantuan logistik berupa pampers, makanan siap saji, sandang bayi, pembalut wanita, tenda gulung, tenda keluarga dan lain sebagainya. []
peloporberita.com/ | Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan santunan ahli waris korban bencana meninggal akibat guguran awan panas Gunung Semeru di Lapangan Tirtosari, Desa Penanggal, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ini adalah penyerahan tahap kedua, dengan nilai total Rp 360 juta atau Rp 15 juta per orang.
"Penerima santunan tadi ada 24 orang. Yang kemarin (sebelumnya) itu 17 orang, ya," ujar Risma dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/.
Risma mengatakan, tidaklah mudah menyelesaikan pemberian santunan ini, lantaran banyak dari keluarga yang sudah tidak di lokasi, baik itu mengungsi maupun di luar kota. Namun, Risma memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi agar seluruh warga yang berhak mendapat santunan, dapat terakomodasi.
Dalam kesempatan yang sama, Risma juga menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 400 paket dan makanan anak sebanyak 360 paket. Bantuan tersebut dikirim ke Posko Pengungsian yang kemudian diserahkan melalui Koordinator Posko Penanggal.
Selain menyalurkan bantuan, Risma juga meninjau fasilitas yang ada di pengungsian, mulai dari tempat tidur para pengungsi, dapur umum, hingga stan kewirausahaan Dapur Kreasi yang didirikan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan para warga di lokasi pengungsian.
Risma juga berjanji akan terus meningkatkan kualitas Dapur Kreasi, agar terjadi percepatan pemulihan ekonomi dari para korban.
"Nanti kita improve terus supaya mereka bisa untuk percepatan pemulihan. Karena kan mereka mulai dari nol, percepatan pemulihan ekonomi keluarga, maka kita latih itu," pungkasnya. []
peloporberita.com/ – Kementerian Sosial akan berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia untuk mempercepat Bantuan Sosial (Bansos), khususnya pencairan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako secara tunai.
“Kami sudah memutuskan untuk menyalurkan BPNT/Kartu Sembako secara tunai dengan melibatkan PT Pos Indonesia,” tutur Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini di Jakarta (20/02/2022).
Seperti diketahui mekanisme pencairan bantuan oleh PT Pos Indonesia tidak melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sehingga diharapkan bisa meningkatkan kecepatan dalam penyaluran.
Adapun pagu bansos Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kemensos pada Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp102,5 Triliun. Sebesar 2,1% dari pagu tersebut, masih membutuhkan penyaluran pada tahun 2022.
Mensos juga mengatakan, proses penyaluran secara tunai untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT/Kartu Sembako terus dimatangkan. Sehingga mereka kedepannya bisa menerima bantuan untuk tiga bulan dalam sekali pencairan.
“KPM bisa mencairkan bantuan sekaligus untuk tiga bulan,” ungkap Mensos.
Ia juga menegaskan, keputusan untuk menyalurkan BPNT/Kartu Sembako secara tunai, merupakan hasil evaluasi dari penyaluran di sejumlah tempat. Dimana di antara informasi yang didapat, KPM menerima bantuan dalam bentuk paket.
Sementara semestinya, KPM bisa bebas menentukan jenis barang yang dibeli sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, di sejumlah lokasi juga diketahui kualitas barangnya di bawah standard.
Sebelumnya pada kesempatan mengecek pencairan bansos di sejumlah daerah, Mensos sudah menekankan bahwa BPNT bisa diambil manfaatnya dalam bentuk tunai dengan nilai sebesar Rp200 ribu per bulan.
Percepat Salur BPNT Secara Tunai, Kemensos Berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia. (Foto:Pelopor.id/Kemensos)
Terkait hal ini, Mensos mengutip Perpres No. 63 tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai.
“Di Perpres nomor 63 tahun 2017 penerima bantuan tidak harus menerima dalam bentuk barang. Kalau mau ngambil uangnya dari ATM atau dari bank boleh. Jadi di Perpres itu indikasinya bisa uang tunai,” ucapnya belum lama ini.
Dengan adanya kepastian pencairan bantuan secara tunai, diharapkan dapat semakin mendekatkan KPM terhadap barang yang dibutuhkan. Sedangkan untuk meningkatkan akurasi salur bansos Mensos terus melakukan pembaruan data.
“Saya menandatangani SK setiap bulan. Jadi setiap bulan dilakukan pembaruan data. Karena data kependudukan kan selalu dinamis. Begitu saya sahkan, sebentar kemudian ada yang meninggal ada yang pindah dan sebagainya,” tegas Risma.
Oleh sebab itu, Mensos meminta pemerintah daerah secara terus menerus melakukan pembaruan data penduduk dana menyingkronkannya dengan data Kementerian Dalam Negeri. []
peloporberita.com/ | Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meminta semua pihak lebih waspada, mengingat intensitas cuaca ekstrem terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Risma juga menekankan agar para pemangku kepentingan memastikan keselamatan kelompok rentan dalam penanganan bencana. Salah satunya dengan memberikan tanda di setiap rumah kelompok rentan, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, atau balita dan ibu hamil.
“Nanti bila bencana datang, Tagana dan instansi penanganan bencana lainnya bisa memberikan prioritas penanganan terhadap mereka,” kata Risma dalam kunjungannya ke lokasi banjir di Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Sukabumi, Jumat (18/02/2022).
Risma dan rombongan bergerak ke Sukabumi, setelah mengecek lokasi bencana di kawasan Vila Nusa Indah di Cileungsi, Kabupaten Bogor, seperti tertulis dalam keterangan resminya yang diterima peloporberita.com/.
Tiba di lokasi banjir dan longsor di Kelurahan Jayaraksa malam hari, Risma dengan didampingi Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Kapolresta dan Dandim Kota Sukabumi langsung mengecek saluran air yang jebol akibat luapan air.
Di hadapan Wali Kota dan jajaran, Risma menekankan pentingnya kesiagaan dan koordinasi yang baik dari unsur penanganan bencana di daerah.
Risma juga meminta warga yang tinggal di kawasan rawan bencana, seperti di perbukitan, lereng tebing dan kawasan dengan kemiringan tertentu, bisa meningkatkan kewaspadaan di saat intensitas hujan meningkat. Misalnya dengan menyiapkan shelter sementara.
“Saya minta ada edukasi terhadap masyarakat di wilayah rawan bencana. Kalau intensitas hujan meningkat seperti saat ini, mereka bisa menempati tenda atau shelter sementara yang memang sudah disiapkan,” kata Risma.
Selama warga menempati shelter sementara, tentunya akan ada dukungan berupa bantuan logistik dan kebutuhan hidup lainnya. Cara seperti ini diharapkan mampu mengurangi kerugian akibat materi, terutama korban jiwa.
Dalam kesempatan tersebut, Risma juga menyerahkan secara simbolik bantuan dari Kementerian Sosial untuk korban banjir Kota Sukabumi sebesar Rp 460.666.600. Jenis bantuan berupa bantuan logistik dan santunan ahli waris seorang korban meninggal dunia.[]
peloporberita.com/ | Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi lokasi bencana banjir di Bogor dan Sukabumi.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Perumahan Villa Nusa Indah, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Kawasan ini dilanda banjir pada Rabu (16/02/2022) malam pukul 22.15 WIB dan baru surut pada Kamis (17/02/2022) dini hari.
Banjir yang menerjang Perumahan Villa Nusa Indah 1 dan 2 ini juga berdampak pada wilayah tetangga, yaitu Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih, Kota Bekasi.
Kemudian, Risma dan rombongan bergerak ke lokasi berikutnya di Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Tingginya curah hujan mengakibatkan banjir dan longsor yang menerjang sejumlah kawasan dan Kecamatan Baros adalah yang paling terdampak. Selain kerusakan fisik, kejadian ini dilaporkan menyebabkan satu lansia meninggal dunia.
Untuk korban bencana di Bogor, Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan bantuan logistik berupa makanan anak 600 paket, makanan siap saji 1.000 paket, pakaian bayi 300 paket, pakaian dewasa 400 paket, tenda gulung 200 lembar, tenda serbaguna keluarga 2 unit, kasur 100 unit, lauk pauk siap saji 2.000 paket, velbed 10 unit, matras 200 lembar, air minum kemasan 50 dus, kids ware 100 paket, selimut 200 lembar, perahu karet 3 unit, perlengkapan perahu 3 set, dan pelampung 10 unit.
Sedangkan untuk korban banjir di Kota Bekasi, bantuan Kemensos berupa makanan anak 300 paket, makanan siap saji 100 paket, pakaian bayi 100 paket, dan pakaian dewasa 100 paket. Bantuan selanjutnya adalah tenda gulung 100 lembar, selimut 100 lembar, kasur 100 unit, lauk pauk siap saji 1.000 paket, velbed 10 unit, matras 100 paket, air minum kemasan 20 dus, dan kids ware 50 paket.
Kemudian korban bencana di Kota Sukabumi diberikan bantuan berupa makanan siap saji 900 paket, makanan anak 420 paket, lauk pauk siap saji 1.000 paket, kids ware 200 paket, pakaian dewasa 200 paket, dan tenda gulung 100 lembar. Bantuan lainnya adalah selimut 200 lembar, kasur 100 unit, velbed 10 unit, matras 100 paket, air minum kemasan 30 dus dan popok bayi 100 paket.[]
peloporberita.com/ – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyampaikan, berdasarkan perjalanan dinasnya ke berbagai pelosok negeri, ia banyak menemukan kasus masyarakat di kawasan 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya. Seperti saat kunjungannya ke Pulau Pantar, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lewat kunjungan itu Risma mengetahui, bahwa ada seorang ibu yang terpaksa harus melintasi laut menuju pulau seberang, lantaran di tempat tinggalnya tidak ada air. Sang Ibu, baru bisa kembali esok hari, karena ketiadaan kapal. Padahal, setelah melalui serangkaian uji coba, air bisa didapat dengan menggali tanah sedalam 4 meter.
Sementara di kawasan lain, kebutuhan air bersih diperkirakan memerlukan teknologi melalui desalinasi air laut. Yakni proses menghilangkan kadar garam berlebih pada air, sehingga air dapat dikonsumsi manusia, hewan, dan tumbuhan.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Mensos Risma menggelar pertemuan dengan Rektor Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, para guru besar, dan civitas akademika ITS. Pertemuan ini, membahas lanjutan rencana kerja sama sejumlah program dari kedua institusi.
Secara umum, dalam pertemuan di Gedung Rektorat ITS (14/2/2022) itu, dibicarakan soal inovasi teknologi untuk memudahkan akses transportasi dan ketersediaan air di beberapa daerah pedalaman dan perbatasan di Indonesia.
“Masih banyak daerah di kawasan 3T yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Seperti yang dialami masyarakat di Pulau Alor, kawasan ujung di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang harus menyeberang ke Pulau Pantar untuk mendapatkan air,” tutur Mensos berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/.
Mensos Temui Rektor ITS Bahas Rencana Pemenuhan Air Bersih Kawasan 3T. (Foto:Pelopor.id/Kemensos)
Tak ketinggalan, Mensos menyebut wilayah di Kabupaten Asmat, Papua yang kesulitan bercocok tanam dan memperoleh air tawar karena kontur tanah yang cenderung dipenuhi rawa.
“Mereka itu benar-benar kesulitan, seorang ibu di Pulau Alor sampai rela bermalam di Pulau Pantar dan tidak bisa kembali ke Pulau Alor karena ombak tinggi hanya untuk mendapatkan air,” ungkap Risma.
Selain membahas inovasi terbaru, Mensos juga menindaklanjuti pengadaan kapal penumpang bagi masyarakat Memberamo, Papua. Serta motor listrik GESITS untuk mobilitas masyarakat di pegunungan Papua, hasil kerja sama dengan ITS dan Universitas Cenderawasih (Uncen), tahun lalu.
“Saat ini, telah berhasil dirakit empat unit kapal yang nantinya akan digunakan untuk transportasi air masyarakat di Memberamo,” sebutnya.
Menanggapi permasalahan serupa yang turut terjadi di kawasan 3T lainnya, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menyambut antusias kesempatan yang diberikan Kemensos untuk membantu pembangunan daerah tertinggal.
“Dengan senang hati, ITS siap untuk ikut berkontribusi bersama Kemensos guna mendukung pembangunan Indonesia,” katanya.
Selain proses perakitan kapal yang sudah mencapai 90 persen tersebut, telah tiba pula dua jenis motor listrik GESITS, yaitu untuk daerah pegunungan dengan kemiringan standar serta kemiringan curam.
“Saat ini dua motor listrik GESITS telah tiba di Jayapura, tinggal menunggu peluncurannya serta transfer teknologi kepada masyarakat sekitar,” tegas Manajer Sains Techno Park (STP) Otomotif ITS Dr Bambang Sudarmanta ST MT.
Di akhir pertemuan, Mensos mengungkapkan bahwa masyarakat Papua sangat senang menerima bantuan kapal penumpang yang jauh melebihi ekspektasi mereka. Ia berharap, ke depannya kolaborasi sejenis dengan ITS akan terus berlanjut.
Tak lupa, Rektor ITS yang biasa disapa Ashari juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Kemensos kepada ITS. “Inovasi ide dari ITS tentu akan sulit untuk direalisasikan kepada masyarakat tanpa dukungan pemerintah seperti ini,” tandasnya.
Dalam pertemuan ini, disepakati beberapa rencana kolaborasi ITS dengan Kementerian Sosial. Di antaranya adalah penelitian lebih lanjut oleh ahli Geofisika ITS terkait peninjauan daerah sulit air bersih, inovasi pembuatan hidroponik apung di daerah rawa.
Kemudian alat desalinasi portable untuk mengubah air laut menjadi air tawar, pengadaan panel surya di daerah minim listrik, serta penyelenggaraan kuliah kerja nyata (KKN) dan kerja praktik (KP) mahasiswa ITS untuk membantu di wilayah sasaran Kemensos.
Hadir juga dalam pertemuan itu, Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT (Wakil Rektor 1), Ir Mas Agus Mardyanto ME PhD (Wakil Rektor 2), Dr Eng Ir Ahmad Rusdiansyah MEng (Wakil Rektor 3), dan Bambang Pramujati ST MScEng PhD (Wakil Rektor 4). []