Tag: Tri Rismaharini

  • Pedagang Pasar Surakarta Janji Bantuan dari Kemensos akan Dipakai untuk Modal Usaha

    Jakarta – Kehadiran Presiden Joko Widodo di Pasar Mojosongo, yang didampingi Menteri Sosial Tri Rismaharini, disambut riuh dan teriakan para pedagang dan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyerahkan bantuan di dalam amplop putih.

    Kepada penerima bantuan, Presiden kembali mengingatkan agar bantuan digunakan untuk keperluan mendesak.

    “Tidak boleh untuk beli rokok, tidak boleh untuk beli pulsa, ya. Sebaiknya untuk modal usaha atau untuk beli minyak goreng,” tutur Presiden, bersama Ibu Iriana (26/05/2022).

    Kepada wartawan, Presiden menyatakan, bantuan diberikan untuk pedagang, UMKM, dan PKL di Pasar Mojosongo, Pasar Gede, Pasar Gading, dan juga Pasar Harjodaksino.

    “Bantuan juga untuk para seniman. Dan juga ada tambahan modal untuk mendorong ekonomi pulih kembali,” sebut Jokowi.

    Salah seorang pedagang lenjongan atau jajanan manis khas Kota Surakarta bernama Rubina mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang telah diberikan Presiden dan Ibu Iriana.

    [irp]

    “Matur nuwun, terima kasih. Bantuannya buat nambah dagangan, nambah (bayar) kontrakan, terus menutupi kebutuhan keluarga sehari-hari. Matur nuwun sanget,” ucap Rubina di Pasar Gede.

    Rasa syukur turut dirasakan oleh Hermawan, seorang tukang becak di Pasar Gede yang bersama rekan-rekannya mendapatkan bantuan secara langsung dari Kepala Negara. “Ini yang jadi Presiden Bapak Jokowi bisa dapat bantuan semua, rombongan abang becak semua di sekitar Solo,” ucap Hermawan.

    Di Pasar Harjodaksino, Aminah mewakili para pedagang lainnya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

    Pedagang Pasar Surakarta Janji Bantuan dari Kemensos akan Dipakai untuk Modal Usaha

    Aminah menyebut, bantuan tersebut akan digunakan untuk menambah modal usahanya. “ Nderek remen kulo (ikut senang saya). (Bantuan rencananya) buat modal. Terima kasih atas perhatiannya pada rakyat,” ucap Aminah.

    Rekan Aminah di Pasar Mojosongo, Suwarni (51), mengaku senang mendapatkan perhatian pemerintah. Warga Mojosongo RT 05/32, Kecamatan Jebres ini mengaku, baru kali ini mendapatkan Bantuan Modal Kerja (BMK) dan bantuan sembako.

    Pendapatan Suwarni tak seberapa, meskipun ia biasa ngider . Dari jualan di trotoar, pindah-pindah ke depan Balai Kota Suarakarta, geser Pasar Legi kalau malam. Pagi berhenti di Pasar Mojosongo.

    [irp]

    “Terima kasih banyak bantuannya. Semoga bermanfaat dan membantu saya. Semoga dagangan saya laris manis untuk menghidupi kebutuhan keluarga,” katanya.

    Selain ke Pasar Mojosongo, Presiden dan rombongan juga menuju Pasar Gede Kota Surakarta. Agenda Presiden sama, yakni untuk menyalurkan secara simbolik Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng, bantuan ATENSI untuk kelompok rentan dan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

    Di Pasar Mojosongo, bantuan Atensi yang diberikan berupa bantuan aksesibilitas (motor roda tiga,kursi roda adaptif, kursi roda elektrik, dan tongkat penuntun adaptif) dan bantuan modal usaha (usaha penjahitan, jualan wedangan/nasi kucing,jualan nasi liwet ), santunan YAPI, serta lansia produktif. Total bantuan sebesar Rp130.395.747 untuk 10 PM.

    Pedagang Pasar Surakarta Janji Bantuan dari Kemensos akan Dipakai untuk Modal Usaha

    Selain itu diserahkan juga secara simbolis Bansos PKH, BPNT dan BLT Minyak Goreng untuk 7 KPM dengan jumlah bantuan Rp 6.425.000.

    Sementara di Pasar Gede bantuan Atensi yang diserahkan berupa bantuan aksesibilitas (motor roda tiga, kursi roda adaptif, kursi roda elektrik, kursi roda multi guna, tongkat penuntun adaptif) dan bantuan modal usaha (usaha penjahitan, jualan nasi dan sayuran) sejumlah Rp129.569.450 untuk 10 PM.

    [irp]

    Di Pasar Gede pula, diserahkan bansos PKH, BPNT dan BLT Minyak Goreng secara simbolis diberikan kepada 7 KPM dengan nilai bantuan 7.700.000.

    Di Kota Surakarta sendiri untuk salur bansos minyak goreng periode Mei 2022 sebanyak 40.302 KPM, PKH tahap 2 sebanyak 20.229 KPM (Rp. 14.207.075.000), dan BPNT sembako sebanyak 40.302 KPM. []

    [irp]

  • Kemensos Salurkan Bantuan Logistik dan Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir Rob Kota Semarang

    Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini menginstruksikan jajarannya untuk memberikan respon cepat terhadap korban banjir rob di Kota Semarang dan kota-kota terdampak di sepanjang Pantai Utara Jawa.

    Menindaklanjuti arahan ini, Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan instansi terkait telah melaksanakan langkah-langkah tanggap darurat.

    Tagana Kota Semarang dan sekitarnya bersama instansi terkait telah melakukan identifikasi dan pendataan korban, mengevakuasi korban dari situasi tidak aman ke tempat yang lebih aman, menyalurkan bantuan logistik, dan mendirikan dapur.

    Petugas Tagana di lapangan saat ini tengah fokus pada pendirian dapur umum untuk mencukupi kebutuhan dasar penyintas bencana.

    “Saat ini kami sedang fokus pada pengelolaan dapur umum. Dengan tujuan untuk pemenuhan kebutuhan pokok,” tutur Ginarto, personel Tagana Kota Semarang di lokasi kejadian (25/05/2022).

    Untuk mencukupi kebutuhan para penyitas, Kemensos telah mendirikan dua dapur umum induk dan sekitar 6 dapur umum mandiri. Dapur umum induk didirikan di Kecamatan Semarang Timur dan perbatasan (Semarang dan Demak).

    “Di perbatasan sehari kami produksi 6.000 bungkus makanan siap saji. Dan yang di Kecamatan Semarang Timur sehari 1.500 bungkus,” ungkap Ginarto.

    Selain itu Kemensos melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung telah dan Sentra Terpadu Dr. Soeharso Surakarta menyalurkan bantuan logistik kepada penyintas bencana di kawasan tersebut.

    [irp]

    Adapun bantuan yang diberikan di Kota Semarang adalah sebagai berikut :

    1. Selimut 900 lembar
    2. Sandang bayi 580 paket
    3. Popok bayi 438 paket
    4. Sandang dewasa 1.200 paket
    5. Foodware 27 paket
    6. Perlengkapan dapur keluarga 7 paket
    7. Kidware 430 paket
    8. Family kit 28 paket
    9. Makanan siap saji 2.900 paket
    10. Makanan anak 2.290 paket
    11. Lauk pauk siap saji 1.980 paket.

    Sedangkan bantuan logistik untuk Kabupaten Demak adalah :

    1. Selimut 400 lembar
    2. Sandang bayi 600 paket
    3. Popok bayi 438 paket
    4. Sandang dewasa 400 paket
    5. Foodware 100 paket
    6. Perlengkapan dapur keluarga 10 paket
    7. Kidware 12 paket.
    8. Makanan siap saji 1.250 paket
    9. Makanan anak 1.620 paket
    10. Lauk pauk siap saji 1.920 paket
    11. Air minium kemasan 8 dus
    12. Telor 500 kg (untuk dapur umum Dinas Sosial di Puskesmas Sayung)
    13. Mie instan 100 dus (untuk dapur umum Dinas Sosial di Puskesmas Sayung). []

    [irp]

  • Kunjungi Korban Longsor di Bogor, Mensos Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Ancaman Bencana Hidrometeorologi

    Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, fenomena La Nina masih menjadi ancaman hingga Juni 2022.

    Artinya potensi peningkatan curah hujan masih dapat terjadi hingga pertengahan 2022 dan 47 persen wilayah zona musim di Indonesia diprediksi akan terlambat masuk musim kemarau.

    Hal ini, memicu terjadinya bencana hidrometeorologi. Yakni fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi).

    Oleh sebab itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terkait fenomena anomali cuaca sebagai dampak dari global warming.

    Mensos juga mengingatkan, warga masyarakat yang berada di lokasi rawan bencana seperti di lereng gunung, di ketinggian atau tepian sungai, untuk lebih waspada.

    “Kita harus tetap waspada mengingat cuaca masih tidak menentu yang disebabkan anomali sebagai dampak global warming,” tutur Mensos saat mengunjungi lokasi bencana longsor di Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Senin (23/05/2022).

    Mensos juga meminta masyarakat setempat untuk pindah sementara waktu dari lokasi yang rawan longsor saat hujan deras. Hal ini, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

    “Karena bencana itu kan tidak bisa diprediksi. Tapi langkah antisipasi harus dilakukan dengan baik agar kerugian bisa diminimalisir,” ungkap Mensos.

    Di lokasi bencana yang dikunjungi Mensos, tampak sejumlah rumah warga rusak akibat tebing setinggi 6 meter longsor dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Selain hadir meninjau langsung lokasi bencana, Mensos juga menyerahkan santunan ahli waris.

    “Bagi para korban tadi kami sampaikan dan minta bantuan kepada camat dan kepala desa untuk membantu pengurusan BPJS. Sedangkan dari Kemensos untuk setiap ahli waris sudah ada standarnya yaitu Rp15 juta per jiwa,” sebut Mensos.

    Terkait penanganan bencana, Kementerian Sosial bersama instansi terkait telah gerak cepat menangani masyarakat terdampak. Untuk anak-anak, Mensos memastikan akan membantu agar mereka bisa terus sekolah dengan mengirimkan peralatan sekolah, sedangkan pakaian sehari-hari akan disiapkan dan dikirimkan ke tempat.

    [irp]

    Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga mendengarkan keluhan dan perasaan penyintas bencana. Mereka menyatakan masih adanya trauma dan rasa takut pasca bencana.

    “Saya memaklumi munculnya trauma. Nanti akan saya kirimkan petugas untuk melakukan layanan trauma healing untuk mengurangi rasa takut dan trauma,” ucap Mensos.

    Mensos juga menyaksikan seorang ibu yang diperkirakan akan melahirkan sebulan lagi. Mensos meminta agar ibu tersebut dibantu oleh instansi terkait di daerah untuk biaya persalinan maupun pengobatan selama proses melahirkan.

    Bantuan Korban Banjir Rob

    Selain di Bogor, Kemensos juga menangani bencana untuk korban banjir rob di Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan sekitarnya.

    Untuk membantu para penyintas bencana, Kemensos melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung telah mengirimkan bantuan logistik ke Dinas Sosial Kota Semarang berupa:

    • Selimut 900 lembar
    • Sandang bayi 580 paket
    • Popok bayi 438 paket
    • Sandang dewasa 1.200 paket
    • Foodware 27 paket
    • Perlengkapan dapur keluarga 7 paket
    • Kids wear 430 paket
    • Family kit 28 paket
    • Makanan siap saji 2.900 paket
    • Makanan anak 2.290 paket
    • Lauk pauk siap saji 1.980 paket

    Bantuan logistik Kemensos juga dikirimkan dari Sentra Terpadu Soeharso Surakarta ke Dinas Sosial Kabupaten Demak untuk para penyintas banjir dengan rincian:

    • Selimut 400 lembar
    • Sandang bayi 600 paket
    • Popok/pampers bayi 438 paket
    • Sandang dewasa 400 paket
    • Foodware 100 paket
    • Perlengkapan dapur keluarga 10 paket
    • Kids wear 12 paket
      Makanan siap saji 1.250 paket
    • Makanan anak 1.620 paket
    • Lauk Pauk siap saji 1.920 paket
    • Air minum kemasan 8 dus. []

    [irp]

  • Mensos Kunjungi Tiga Bocah Penderita Penyakit Serius, Salurkan Donasi Para Dermawan

    Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos), menggandeng platform penggalangan dana berbasis digital, kitabisa.com untuk membantu membiayai anak-anak yang menderita penyakit serius.

    Mereka antara lain tiga bocah yang menderita penyakit serius yakni Karina Putri Denias (10 bulan), M. Parhan Kulyubi (3 tahun), dan Fransiska Junita Priscilla (24 tahun).

    Denias mengidap penyakit atresia bilier sejak usia 3 bulan. Sementara Parhan mengidap hidrosefalus (penyakit otak akut) dan Fransiska menderita cerebral palsy (lumpuh otak).

    Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini pun mengunjungi mereka di lokasi yang terpisah. Denias dan Parhan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM), Jakarta. Sementara Fransiska, ditemui Mensos di kediamannya di Perumahan Duta Kranji, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat.

    Mensos menjelaskan, pihaknya membantu anak-anak tersebut berjuang melawan penyakit. Tetapi dengan proses penyembuhan yang membutuhkan waktu tidak sebentar, anggaran Kemensos tidak didesain untuk bisa membantu selama tindakan medis dilakukan.

    “Kalau dengan anggaran Kemensos tidak bisa terus menerus membantu. Oleh karena itu, saya bersama kitabisa.com membantu adik-adik kita tadi yang mengidap penyakit berat,” tutur Mensos di RSCM Jakarta (11/05/2022).

    Mensos Kunjungi Tiga Bocah Penderita Penyakit Serius, Salurkan Donasi Para Dermawan
    Mensos Kunjungi Bocah Penderita Penyakit Serius, Salurkan Donasi Para Dermawan. (Foto: Kemensos)

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada para dermawan dan orang baik yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu mereka,” sambungnya.

    Kepada orangtua anak-anak tersebut, Mensos memberikan motivasi. Agar mereka tetap tegar, tidak pantang menyerah dan rajin memeriksakan kesehatan anaknya ke rumah sakit.

    Dalam kesempatan yang sama, CEO kitabisa.com Alfatih Timur menyatakan, bantuan terhadap tiga anak tersebut dilakukan dengan berkoordinasi dengan Kemensos.

    [irp]

    “Kitabisa.com menyalurkan donasi sebesar Rp474.236.963 untuk Denias dan Rp83.627.512 untuk Parhan,” ucap Timi panggilan Alfatih.

    Timi menjelaskan, derita yang dialami anak-anak tersebut cukup berat. Denias dilahirkan secara normal. Namun pada usia 3 bulan, ia didiagnosa mengalami gangguan aliran cairan empedu. Cairan empedu terakumulasi di dalam hati. Ia pernah mendapatkan perawatan di RSCM pada Januari 2022 dan RS Hermina Karawang, Maret dengan menggunakan BPJS Mandiri.

    Denias tinggal bersama ibunya, Suryani Triwidia Ningsih, di rumah dengan ukuran kurang lebih 5×10 meter di Dusun Baktijaya, Desa. Batujaya, Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang. Sehari-hari, Suryani seorang ibu rumah tangga, sementara ayahnya, Deni adalah pekerja cuci mobil yang tinggal mengontrak di Jakarta.

    [irp]

    Di RSCM, Denias melakukan persiapan operasi cangkok hati, menunggu kondisi anak stabil. Dokter telah memasang selang untuk mengeluarkan cairan di perutnya.

    Kemudian Parhan, lahir dalam kondisi normal dan sehat. Namun sejak usia 5 bulan terlihat ada benjolan di hidung. Parhan sering mengalami demam dan muntah. Ia berada dalam asuhan ibunya, Rosita dan kakaknya, sejak ayahnya meninggalkan mereka tanpa kabar.

    Rosita bekerja serabutan mulai dari menjadi tukang ojek sampai tukang cuci mobil dan motor dengan upah Rp30.000/hari.Dengan penghasilan tidak menentu, penanganan terhadap penyakit Parhan tidak memadai. Mensos telah berkunjung ke kediaman Parhan di Kecamatan Pabuaran, Sukabumi, Januari lalu.

    [irp]

    Untuk Fransisca, telah didiagnosis menderita kelumpuhan otak sejak usia 2,5 bulan. Ibunya, Irene banting tulang menghidupi dan merawat Sisca seorang diri, setelah suaminya pergi.

    Selain ketiga anak tersebut, Kemensos juga memberikan asessmen untuk Almahyra Khawla Rachma (9 bulan). Bocah asal Malang, Jawa Timur ini, didiagnosis menderita obstruksi bilier (penyumbatan saluran empedu).

    Kepada jajarannya, Mensos sudah menginstruksikan agar anak-anak tersebut mendapatkan penanganan sebaik mungkin. Atas arahan Mensos, melalui Balai Phala Martha Sukabumi, Kemensos telah memberikan bantuan Atensi kepada Rosita, ibunda Parhan.

    Mensos Kunjungi Tiga Bocah Penderita Penyakit Serius, Salurkan Donasi Para Dermawan
    Mensos Kunjungi Bocah Penderita Penyakit Serius, Salurkan Donasi Para Dermawan. (Foto: Kemensos)

    Yakni, dukungan pemenuhan hidup layak yang terdiri atas beras, telur, minyak, kecap, tepung terigu, kacang hijau, gula merah, susu, biskuit, makanan ringan, kasur, selimut, bantal, dan mainan anak.

    Balai Phala Martha juga memberikan dukungan psikososial kepada Rosita agar tetap semangat.

    “Kami akan beri bantuan sosial PKH dan BPNT untuk orangtua Parhan. Kemudian, diberi modal usaha warung,” sebut Mensos Risma.

    Kepada Denias, Tim Sentra Budi Dharma melaksanakan pendampingan rujukan ke Rumah Sakit Hermina Karawang bersama Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), aparat Desa Batujaya dan Dinas Sosial Kabupaten Karawang.

    [irp]

    “Sentra juga memberikan motivasi kepada Suryani agar selalu optimistis dan rajin dalam melakukan pemeriksaan Denias ke rumah sakit,” ucap Mensos.

    Kemensos juga memberikan bantuan ATENSI berupa kebutuhan nutrisi untuk ibu dan anak (susu, biskuit bayi, bubur bayi, kurma, madu, kacang kacangan), kebutuhan perawatan diri bagi anak (sabun, sampo, bedak, baby oil, minyak telon, pampers, tisu basah, tisu kering, handuk, pakaian, jaket, topi, kaos kaki), mainan serta stroller.

    Untuk menggerakkan ekonomi, Kemensos memberikan bantuan kewirausahaan kepada Suryani berupa warung sosis bakar/goreng, sembako dan kebutuhan sehari – hari. Sedangkan suami Suryani, Deni, tetap melaksanakan pekerjaannya di Jakarta. Bantuan lain berupa biaya transportasi dan akomodasi selama perawatan di Rumah Sakit.

    Kepada Fransisca, Kemensos menyalurkan bantuan ATENSI berupa bantuan kewirausahan untuk Irene dan bantuan terapi dan pengobatan untuk Fransisca dengan total sebanyak Rp17.242.511. []

    [irp]

  • Mensos Beri Motivasi Anak-anak Peserta Pesantren Kilat: Tidak boleh Putus Asa, Tidak Ada Kata Menyerah

    Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini hadir memberikan motivasi di acara pesantren kilat untuk 103 peserta anak-anak penerima manfaat di Masjid Istiqomah Sentra Handayani Jakarta.

    “Anak-anak Ibu Risma semuanya. Kalian tidak boleh merugikan orang lain, tidak boleh putus asa, tidak boleh ada kata menyerah. Tunjukkan pada dunia kalau kalian ada, kalian bisa, tinggal kalian dari diri kalian, mau atau tidak,” tutur Mensos berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip Minggu, (01/05/2022).

    Ia juga menyatakan, bahwa dirinya adalah ibu dari semua anak-anak. Mensos pun meminta anak-anak terus berjuang dan tidak mengulangi kesalahan yang sama, serta menatap hari esok yang lebih bermakna.

    “Ibu ingin melihat kalian semua bisa berhasil dan sukses, itu akan sangat bangga sekali. Jangan pernah menyerah sesulit dan seberat apapun. Kalian bisa berubah untuk menjadi lebih baik,” ungkap Risma.

    Anak-anak peserta pesantren kilat ini, tak adalah mereka para penerima manfaat multi-layanan sentra yang tengah menjalani rehabilitasi sosial residensial di dalam lingkungan sentra.

    [irp]

    Dalam kesempatan ini, Mensos didampingi Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kanya Eka Santi dan Kepala Sentra Handayani Anna Puspasari. Dalam kesempatan itu Mensos memberikan bingkisan kepada empat orang anak yang menang dalam lomba mewarnai tulisan kaligrafi.

    Salah seorang pemenang lomba berinisial “H”, yang nerupakan penerima manfaat korban penyalahgunaan NAPZA, mengaku bersyukur bisa berjumpa langsung dengan Mensos dan biasanya hanya melihat dari televisi. Bahkan kini bisa menerima bingkisan langsung.

    “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bu Risma semoga senantiasa diberikan kesehatan, dipermudah segala urusannya dan diberikan kebahagiaan dunia dan akhirat,” kata H.

    H adalah satu dari sekian anak bangsa yang pernah ‘tenggelam’ dalam kelamnya NAPZA. Namun masih ada hari esok untuk bisa merubah menjadi lebih baik guna mewujudkan mimpi-mimpi indah di masa depan. []

    [irp]

  • Tingkatkan Kualitas Layanan Sosial, Risma Bakal Kirim Pegawai Kemensos Belajar di Jepang

    Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, dirinya bakal membuka kesempatan bagi para pegawai Kementerian Sosial untuk belajar di negara maju.

    Hal ini, untuk memberikan layanan terbaik kepada penerima manfaat sehingga dibutuhkan SDM handal yang ahli di bidangnya, baik terkait dengan anak, lanjut usia (lansia) dan penerima manfaat jenis lainnya.

    “Saya berencana memberangkatkan temen-temen ke Jepang untuk melihat fasilitas dan belajar di sana supaya kita tidak banyak tertinggal,” tutur Risma saat memberikan arahan di lingkungan Ditjen Rehabilitasi Sosial secara daring di Jakarta, Rabu (27/04/2022).

    Mensos menjelaskan, dengan mengasah pengetahuan, diharapkan terbentuk SDM yang profesional dan bertugas pada posisi yang tepat. Misalnya lansia, anak-anak, dan lainnya.

    “Mungkin setelah melalui assesmen dibutuhkan psikolog. Maka para pimpinan UPT diminta menghadirkan psikolog bukan ditangani oleh SDM seadanya,” tegas Risma.

    Ia juga menyampaikan bahwa yang tak kalah penting adalah memastikan peralatan di sentra milik Kemensos sesuai kebutuhan dan mengikuti perkembangan sesuai zaman.

    “Selain itu, untuk mendukung peningkatan layanan agar lebih baik di balai-balai perlu digelar training personel untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman, seperti bagaimana menangani lansia, penyandang disabilitas, anak maupun ODGJ,” tandas Mensos. []

  • Komisi VIII DPR RI Setujui Anggaran Kemensos Rp 78 Triliun

    Jakarta – Rapat Kerja antara Komisi VIll dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini dan jajaran di Gedung DPR RI pada Rabu (13/04/2022) menyetujui realokasi anggaran untuk Kementerian Sosial sebesar Rp48.580.993.500.287, sesuai Pagu SOTK baru dengan pagu awal Rp78.256.327.121.000. Juga, menyetujui realisasi anggaran sesuai DIPA TA 2022 sebesar Rp29.675.333.620.713 (37,92%).

    Selain itu, dalam Raker dengan topik “Pembahasan revisi DIPA Kementerian Sosial RI TA 2022 sesuai Perpres No. 110 tahun 2021 tentang Kementerian Sosial” yang dipimpin Ketua Komisi VIll Yandri Susanto tersebut, ditekankan tiga poin yang menjadi agenda yang akan dikawal bersama.

    1. Terkait kepastian SDM Kesejahteraan Sosial (SDM Kesos) di dua unit kerja yakni Ditjen Penanganan Fakir Miskin dan Badiklit Pensos dapat terus mengabdi di lingkungan Kemensos.

    2. Terkait peningkatan kualitas Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    3. Memastikan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) tetap sebagai program strategis Kemensos.

    Dalam raker tersebut, Mensos menyampaikan bahwa pihaknya memastikan SDM Kesos di bawah dua unit kerja yang tidak tercakup dalam STOK baru tersebut, akan tetap mendapatkan peran.

    “SDM akan tetap mendapatkan peran. Bahkan lebih besar lagi,” tuturnya.

    Dalam kesempatan sebelumnya, Mensos menyatakan bahwa para pendamping akan dioptimalkan pengabdiannya untuk melayani dan menangani kebutuhan penerima manfaat. Misalnya, untuk memastikan layanan kepada lansia terutama lansia yang tinggal tanpa keluarga.

    “Para pendamping nanti bisa membantu memasak untuk memastikan kebutuhan nutrisi lansia terpenuhi,” kata Mensos.

    Kemensos
    Rapat Kerja antara Komisi VIll dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini dan jajaran di Gedung DPR RI pada Rabu (13/04/2022). (Foto: Kemensos)

    Sementara untuk peningkatan kualitas DTKS, Kemensos telah melakukannya secara sistematis, inovatif, dan berkesinambungan. Termasuk dengan penggunaan teknologi berbasis satelit yakni geo-tagging. Selain itu, Kemensos juga membangun sistem berbasis digital yakni aplikasi cekbansos yang lebih partisipatif dan transparan.

    Dalam raker tersebut, Komisi VIII juga memberikan apresiasi dan dukungan terhadap program dan kebijakan Mensos.

    Tb Ace Hasan Syadzily

    Ia menekankan pentingnya program Rutilahu berada di Kemensos dan tidak ada duplikasi di kementerian lain.

    • Iskan Qolba Lubis

    Menyampaikan pentingnya program Rutilahu. Sebab menurutnya dengan Rutilahu bisa langsung dan efektif mempercepat pengentasan kemiskinan. []

    [irp]

  • Kunjungi Jambi, Mensos Bertemu Anak Rimba yang Jadi Anggota Polri

    Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi lokasi Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Sungai Terap, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan itu, tampak dua pemuda anggota Polri berseragam lengkap turut hadir di antara pejabat, tamu undangan dan warga setempat.

    Setelah ditelusuri, ternyata keduanya adalah anggota Polri yang berlatar belakang Suku Anak Dalam (SAD). Mereka adalah Brigadir Dua (Bripda) Jeni Adi Saputra, dan Brigadir Dua (Bripda) Sarif Santoso. Keduanya, mengaku tercatat sebagai anggota unit Sabhara Polda Jambi.

    “Setelah menjalani pendidikan, kami ditempatkan di Sabhara Polda Jambi. Tentu kami bangga dan akan memberikan pengabdian terbaik,” tutur Jeni Adi Saputra berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kamis, (31/03/2022).

    Keduanya, baik Jeni maupun Sarif mengungkapkan bahwa mereka memang memimpikan menjadi anggota Polri atau TNI sejak mereka SD. Status sebagai putra SAD tidak menjadi penghalang, justru menambah motivasi mereka agar meraih prestasi.

    Jeni Adi Saputra berasal dari SAD wilayah Pamenang, Kabupaten Merangin, dan Sarif Santoso dari warga SAD Desa Karya Bakti, Pelepat, Kabupaten Muara Bungo. Sebenarnya ada tiga putra SAD yang terdaftar sebagai anggota Polri, satu angkatan mereka. Satu lagi bernama Perbal Tampung, warga SAD asal Bukit Dua Belas, Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.

    Namun, Perbal tidak hadir dalam kesempatan kunjungan Mensos. Mereka bertiga dinyatakan lulus menjadi anggota Bintara Polri TA 2021, setelah mengikuti sejumlah tahapan tes bersama dengan 585 peserta lainnya. Adapun Jeni maupun Sarif memiliki pandangan yang sama, bahwa menjadi anggota Polri bisa mengangkat harkat dan martabat keluarga dan SAD secara umum.

    “Tentu ini merupakan kebanggan keluarga, tempat asal kami, serta berkontribusi bagi bangsa. Selain itu, dengan profesi sebagai anggota Polri, kami ingin menjadi contoh adik-adik saya di SAD agar terus belajar, dan meningkatkan pola pikir mereka agar semakin maju,” ungkap Sarif.

    Menurut mereka, semua anak bangsa memiliki kesempatan sama untuk berkembang. Tidak terkecuali anak-anak SAD, juga tidak mustahil bisa maju dan meraih prestasi, sejajar dengan anak bangsa lainnya.
    “Kami ingin anak-anak SAD tidak dipandang sebelah mata. Mereka harus yakin bisa mengejar ketertinggalan dari saudara di tempat lain yang sudah lebih dulu maju,” tandas Sarif.

    Pandangan Jeni dan Sarif sejalan dengan kebijakan umum Kemensos mendorong kemajuan kualitas SDM bagi KAT, khususnya anak-anak Rimba (SAD). Di Sungai Terap, Kabupaten Batanghari, Mensos Risma membangun community center sebagai tempat pemberdayaan bagi warga SAD di daerah itu.

    Community center merupakan bantuan dari dana CSR SKK Migas-PetroChina Internasional Jabung. Selain itu, Kemensos juga membantu penyediaan fasilitas air bersih dan MCK komunal. Kemudian dibangun pula sarana pendukung, seperti solar cell, sound system, perpustakaan dan sebagainya.

    Dengan berbagai fasilitas tersebut, Kemensos menyediakan pengajaran yang layak untuk anak-anak Orang Rimba di Jambi, karena mereka hidup berpindah-pindah. Akibatnya, anak-anaknya ikut serta berpindah-pindah.

    Mensos berharap, ke depan akan ada kesetaraan bagi Orang Rimba di Jambi dengan masyarakat lainnya, baik dari segi pendidikan, kesejahteraan sosial dan aspek-aspek lainnya.[]

  • Kemensos Siap Fasilitasi Pemulangan PMI dari Arab Saudi ke Indonesia

    Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, masalah yang dihadapi PMI sangat kompleks dan tidak ringan. Namun, tantangan yang tidak kalah berat adalah keberadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri yang harus hidup terpisah dengan orang yang mereka cintai di tanah air. Oleh sebab itu, Mensos menawarkan kesempatan kepada PMI yang berniat pulang ke Indonesia, Kemensos siap memfasilitasi.

    “Bagi yang ingin kembali ke tanah air, Kemensos siap memfasilitasi pemulangan PMI dari Arab Saudi ke Indonesia, kecuali bagi PMI yang masih bermasalah dengan hukum,” tuturnya di Kedutaan Besar RI (KBRI), Riyadh, Arab Saudi, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima, Rabu, (30/03/2022)

    Kunjungan Mensos ke Riyadh, dalam rangka menghadiri Kongres Kewirausahaan Global (GEC) sebagai pembicara kunci. Dalam Kongres tersebut, Mensos menjelaskan berbagai upaya pemerintah mengembangkan program kewirausahaan untuk kelompok rentan terdampak pandemi dengan meluncurkan program kesejahteraan sosial secara intensif.

    Bersamaan dengan kunjungan Mensos, ada 34 orang PMI yang akan dipulangkan dengan biaya KBRI. Atas arahan Mensos, mereka akan dijemput dan diberikan pendampingan oleh tim Kemensos. Mereka juga akan mendapatkan layanan dasar sementara di Sentra Mulya Jaya, milik Kemensos.

    Mensos
    Menteri Sosial, Tri Rismaharini menghadiri Kongres Kewirausahaan Global (GEC), yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, Senin, (28/03/2022). (Foto:Kemensos)

    Untuk PMI yang bermasalah, Kemensos di antaranya akan membantu seperti membayar denda dari setiap PMI yang tidak memiliki iqomah (identitas kependudukan sementara). Selanjutnya bila masalah hukum mereka sudah selesai, akan difasilitasi kepulangannya ke tanah air.

    Tim Kemensos juga melakukan asesmen terhadap kebutuhan dan kemampuan PMI terutama setelah mereka kembali ke tanah air. Kemensos akan melakukan pendampingan dan bantuan sehingga mereka dapat hidup mandiri. Tim juga mengirimkan dokter/psikiater untuk mendampingi pemulangan PMI yang bermasalah dengan gangguan kejiwaan.

    Adapun berdasarkan data dari KBRI Riyadh, terdapat 177 orang PMI yang saat ini ditampung di shelter Ruhama KBRI di Riyadh dengan berbagai jenis masalah. Mereka ada yang gajinya tidak dibayar, korban pelecehan, korban kekerasan, dan sebagainya. []

  • Mensos Paparkan Program Pemberdayaan Kelompok Rentan di Kongres Kewirausahaan Global Riyadh

    Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, mengungkapkan berbagai upaya pemerintah RI mengembangkan program kewirausahaan untuk kelompok rentan terdampak pandemi pada Kongres Kewirausahaan Global (GEC), yang digelar di Riyadh, Kerajaan Arab Saudi, Senin, (28/03/2022).

    Mensos menegaskan, pandemi telah memukul semua sektor di tanah air, termasuk kelompok miskin dan rentan menjadi pihak yang paling terdampak. Untuk mendukung kelompok rentan tersebut, Pemerintah Indonesia meluncurkan program kesejahteraan sosial secara intensif.

    “Yaitu berupa bantuan sosial tunai (Program Keluarga Harapan/PKH) untuk 10 juta penerima manfaat, bantuan sembako (Bantuan Pangan Non Tunai/BPNT) untuk 18,8 juta penerima manfaat. Tathun 2021 nilai bantuan sekitar Rp105 triliun (atau US$ 7,5 juta),” tutur Mensos.

    Selanjutnya, program afirmatif khusus untuk mendukung kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, dan yatim piatu. Pandemi lanjut Mensos, juga membuat sebagian anak-anak kehilangan orangtuanya dan menjadi yatim piatu (YAPI) baru di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

    “Untuk anak YAPI, pemerintah meluncurkan program yang mendukung pendidikan dan kebutuhan sehari-hari mereka,” ungkap Mensos Risma.

    Sementara tantangan yang dihadapi pemerintah adalah luasnya wilayah tanah air yang terdiri dari 16.772 pulau sehingga penyaluran bantuan sosial (bansos) sangat mengandalkan keunggulan dalam pengelolaan data.

    Tantangan lainnya adalah respon terhadap korban bencana yang melanda mulai gempa bumi, badai, tanah longsor, banjir bandang, dan letusan gunung berapi. Selain penanganan terhadap korban, Kemensos juga memodifikasi tenda untuk memastikan penanganan pengungsi menjaga kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

    Sedangkan untuk pemberdayaan penyandang disabilitas, Kemensos memberikan pekerjaan di balai dan loka. Mereka membuat alat bantu sesuai kebutuhan spesifik dan mendapat upah yang membantu mereka keluar dari garis kemiskinan sesuai standar Bank Dunia sebesar USD 1,9 per hari.

    Kemudian, Kemensos juga menyediakan pusat galeri kewirausahaan yakni Sentra Kreasi Atensi atau SKA. SKA telah didirikan di 28 dari 41 balai di seluruh Indonesia. Galeri SKA menampilkan hasil berkebun, kuliner, dan produk buatan industri rumahan, serta menyediakan kios untuk penjahit, salon, dan spa.

    Untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat di Indonesia Timur, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Barat, dan Papua, Kemensos mengintesifkan pembangunan akses ekonomi dan pasar dengan membangun sistem transportasi sendiri dari fiber, speedboat hingga sepeda motor listrik. []