Tag: Teten Masduki

  • Teten Masduki: Dampak Pandemi Banyak UMKM Tutup Usahanya

    peloporberita.com/ | Jakarta — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan dampak pandemi Covid-19 yang dihadapi UMKM sangat signifikan, terutama pada saat diberlakukan pembatasan mobilitas masyarakat. Dampak dari kebijakan itu memicu penurunan permintaan terhadap produk barang dan jasa, mengakibatkan penurunan penjualan, dan pada akhirnya berdampak pada menurunnya pendapatan UMKM.

    Hal ini diungkapkan Teten dalam acara Webinar Nasional Virtual dengan tema ‘Akselerasi Digital UMKM Dalam Rangka Pemulihan Emonomi’ yang diselenggarakan oleg STIE Indonesia Banking School.

    “Hal tersebut mempengaruhi kondisi keuangan UMKM disertai dengan adanya kendala akses permodalan menyebabkan banyak usaha UMKM terganggu dan bahkan sampai menutup usahanya,” tutur Teten  berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip peloporberita.com/ Minggu, 25 Juli 2021.

    “Digitalisasi yang dilakukan adalah yang memperkuat dayalenting atau resiliensi UMKM menghadapi krisis saat ini dan antisipasi berbagai perubahan ke depannya.”

    Oleh sebab itu, menurut Menteri Teten untuk bertahan di masa pandemi Covid-19, salah satu strategi yang dapat dilakukan UMKM adalah dengan bergabung ke dalam marketplace atau berjualan dan memasarkan produknya secara digital melalui platform e-commerce.

    Mengingat lanjut Teten, sudah semakin banyak masyarakat yang go digital yang terlihat dari angka peningkatan transaksi beberapa e-commerce besar.

    “Tercatat nilai transaksi e-commerce pada periode 2019-2020 secara year-on-year meningkat 29,6%, dan pada kuartal I-2021 Bank Indonesia mencatat data transaksi e-commerce besar mencapai 548 juta dengan nilai Rp88 triliun, masing-masing meningkat 99% dan 52% secara year-on-year,” jelas Teten.

    Pemerintah mencanangkan program digitalisasi UMKM dengan target pada 2024 sebanyak 30 juta pelaku UMKM terhubung dengan digital.

    Program ini sekaligus untuk memperbaiki struktur ekonomi nasional yang didominasi oleh UMKM.

    “Upaya percepatan digitalisasi UMKM merupakan suatu keniscayaan, didukung dengan infrastruktur digital yang dikembangkan Pemerintah seperti pembangunan jaringan 4G, proyek palapa dan lainnya, perkembangan pengguna digital Indonesia yang terus meningkat, serta lanskap digital Indonesia yang kuat,” tegasnya.

    Walaupun telah banyak UMKM yang tergabung dalam ekosistem digital, namun masih banyak lagi yang perlu terus didorong.

    Selain itu, menurut Teten, tantangan dalam mendorong digitalisasi UMKM masih ada, yang utama adalah dari aspek SDM terkait literasi digital serta aspek produk seperti kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan serta konsistensi dalam menjaga kualitas.

    Untuk peningkatan literasi digital UMKM, Kemenkop UKM telah mengembangkan media pembelajaran online, yaitu EDUKUKM.id, yang dapat diakses UMKM secara luas.

    Selain Kemenkop UKM, terdapat beberapa kanal pembelajaran lainnya, seperti ONBOARDINGUMKM.id. yang dikembangkan oleh Bank Indonesia.

    Selanjutnya, Pemerintah juga telah menyusun roadmap digitalisasi UMKM dengan target UMKM digital secara bertahap dari tahun 2021 sebanyak 13,7 juta, 2022 sebanyak 19 juta, 2023 sebanyak 24,5 juta dan 2024 sebanyak 30 juta.

    Penyusunan roadmap tersebut dilengkapi dengan rencana aksi untuk pelaksanaan berbagai program dan kegiatan digitalisasi UMKM secara nasional.

    Selain penyusunan roadmap, Pemerintah sejak Mei 2020 telah meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI.

    Tujuan gerakan ini adalah untuk akselerasi transformasi digital UMKM, memperkuat kelangsungan usaha, percepatan perputaran siklus ekonomi, mondorong semangat bangga produk lokal, dan mendorong nation branding produk lokal unggulan.

    “Walaupun pandemi Covid-19 memang merupakan musibah, namun kiranya kita tetap harus dapat memanfaatkan momentum ini seoptimal mungkin, yaitu untuk menuju percepatan Indonesia dalam digitalisasi UMKM, sekaligus untuk dukungan pemulihan ekonomi nasional,” tandasnya.

    “Digitalisasi yang dilakukan adalah yang memperkuat dayalenting atau resiliensi UMKM menghadapi krisis saat ini dan antisipasi berbagai perubahan ke depannya,” ucap Teten

    “Untuk mencapai hal tersebut perlu kerja bersama, kerja kolektif dari berbagai pihak, melalui edukasi, inkubasi UMKM agar terhubung dengan ekosistem digital dan terjaga keberlanjutannya,” sambungnya.

    Di kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi yang bisa digarap oleh pelaku UMKM.

    Namun salah satu yang perlu dipersiakan untuk menggarap potensi itu adalah digitalisasi.

    Menurut dia, digitalisasi membuka ruang market yang besar apalagi saat ini sudah hampir 74% penduduk Indonesia menggunakan internet.

    “Survei menunjukkan bahwa sekitar 220 juta penduduk kita di tahun 2030 diperkirakan masuk ke dalam kelompok menengah sehingga ini akan menciptakan daya beli yang kuat untuk produk Indonesia,” ucap Destry.

    UMKM mendominasi struktur tenaga kerja di Indonesia dengan jumlah 65 juta unit dengan kontribusinya terhadap PDB sebesar 57%, menyerap 96% tenaga kerja dan berkontribusi pada ekspor mencapai sekitar 16%.

    Apabila terjadi peningkatan digitalisasi UMKM, ia yakin perekonomian Indonesia dapat meningkat 2%.

    “Ini menjadi suatu peluang yang perlu kita optimalkan. Namun demikian, kita ketahui bahwa ada tantangan di mana baru sekitar 13% UMKM kita yang memanfaatkan marketplace atau penjualan secara online,”

    Ini disebabkan karena pengetahuan yang masih terbatas dan juga kapasitas karena kadang-kadang kita bicara UMKM mereka ini masih menghadapi jumlah dalam hal kuantitas dari produksinya,” tandasnya. []

  • KemenkopUKM dan Shopee Berkolaborasi di Program Live Shopping Produk UKM

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) sejak tahun lalu berkolaborasi dengan marketplace Shopee menggelar program Live Shopping Produk UKM. Ini, merupakan program belanja online yang ditekankan pada subsektor Kuliner, Fesyen & Kriya, serta Kesehatan & Kecantikan.

    “Selama pandemi ekonomi digital tumbuh positif 38% dan terjadi penambahan lebih dari dua juta UKM masuk ke ekosistem digital.”

    Upaya KemenkopUKM ini, tidak hanya bertujuan sebagai wadah atau ajang promosi produk UKM agar dapat bangkit di masa pandemi ini, tapi juga memiliki perhatian khusus terhadap pembinaan SDM dan askes pasarnya.

    “Mendorong digitalisasi menjadi salah satu prioritas Kementerian Koperasi dan UKM agar dapat berperan lebih strategis dalam perekonomian nasional.  Selama pandemi ekonomi digital tumbuh positif 38% dan terjadi penambahan lebih dari dua juta UKM masuk ke ekosistem digital,” tutur Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Jumat, 16 Juli 2021.

    “Upaya untuk mendorong digitalisasi koperasi dan UKM dilakukan antara lain melalui peningkatan kapasitas SDM yang meliputi bimbingan teknis & pendampingan,  peningkatan proses digitalisasi bisnis, serta perluasan akses pasar melalui on-boarding di marketplace dan bantuan pemasaran melalui program Live Shopping Produk UKM ini,” sambung Teten.

    Sementara Shopee, sebagai sebagai wadah pemasaran dan penjualan produk UKM di nusantara, mendukung penuh program ini dengan ambil bagian di setiap tahapannya. Ketiga sektor yang menjadi penekanan pada Live Shopping Produk UKM ini, mempunyai nama masing-masing seperti Festival Adiwarna (Fesyen), Kolaborasa (Kuliner), Kirana (Kesehatan & Kecantikan).

    Program Live Shopping Produk UKM akan berlangsung pada hari Rabu, 21 Juli 2021 ini merupakan sebuah live virtual event yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube Kemenkop dan Shopee Live.

    Bagi para pelaku UKM yang ingin berpartisipasi dalam program ini ada tahapan-tahapan yang perlu diikuti selama rangkaian acara sebelum tanggal 21 Juli. Yaitu tahap kurasi, lalu mengikuti bimbingan on board di Shopee, kemudian akan dipromosikan di landing page Shopee Pilih Lokal. Seluruh tahapan tersebut berlangsung dari tanggal 5 sampai 21 Juli 2021.

    Aneka aktivitas menarik pun sudah dirancang untuk program Live Shopping Produk UKM. Sebut saja Ngobrol dan Ngobral. Ngobrol adalah acara talkshow bersama Kemenkop UKM dan salah satu speakers webinar yang dipandu oleh moderator. Sementara Ngobral, adalah program review dan jualan produk UMKM yang diarahkan langsung menuju landing page marketplace bersama Influencer.

    “Shopee terus berkomitmen untuk bahu membahu bersama KemenkopUKM Republik Indonesia, menyelenggarakan program ini yang sudah memasuki tahun ke-2, dengan harapan digitalisasi bisnis dapat terus diterapkan oleh semakin banyak pelaku UMKM di negeri ini,” sebut Handhika Jahja, Direktur Shopee Indonesia.

    “Oleh karena itu, ekosistem dan SDM digital di dalam masyarakat harus terus dirangsang oleh program-program seperti ini. Ini merupakan wujud nyata Shopee dalam mendukung perkembangan bisnis digital di Indonesia. Kami optimis, masa pandemi dapat dijadikan momentum untuk membangkitkan perekonomian dengan UKM sebagai kuncinya,” lanjutnya.

    Bagi Anda yang tertarik untuk mencari informasi lengkap seputar program Live Shopping Produk UKM, silakan kunjungi sosial media Instagram dan Facebook Page @kemenkopUKM dan website www.https://kemenkopukm.go.id/.[]