Tag: Tangerang

  • Istrinya Disetubuhi Ahli Pengobatan Alternatif, Suami Sewa Pembunuh Bayaran

    peloporberita.com/ | Jakarta – Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa penembakan terhadap seorang ahli pengobatan alternatif di Jalan Gempol Tangerang bermotifkan dendam pribadi lantaran istri Pelaku disetubuhi. Sebelumnya diketahui, Warwan alias Alex, ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya dan meninggal saat berusaha dibawa ke rumah sakit.

    “Rasa dendam ini karena ada dugaan memang kejadian sekitar tahun 2010 yang lalu, pada saat itu istri tersangka M ini berobat kepada korban, masang susuk pada saat itu. Tetapi, yang terjadi adalah korban disetubuhi.”

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui motifnya adalah dendam pribadi terhadap korban. Sedangkan tersangkanya ada 4 orang.

    “Saya sudah sampaikan kemarin bahwa korban ini memang bekerja sudah bekerja sekitar 20 tahun sebagai paranormal, sering mengobati orang,” tutur Yusri kepada wartawan, Selasa, 28 September 2021.

    “Rasa dendam ini karena ada dugaan memang kejadian sekitar tahun 2010 yang lalu, pada saat itu istri tersangka M ini berobat kepada korban, masang susuk pada saat itu. Tetapi, yang terjadi adalah korban disetubuhi,” sambungnya.

    Polisi mengetahui hal ini, dari SMS yang sempat bocor kepada tersangka M di tahun 2010. Namun kala itu, istri tersangka tidak mau mengaku. Barulah saat keduanya menunaikan haji, sang istri ini mengakui kejadian tersebut.

    “Pada 2010 pada saat dia berobat ke sana, kemudian dengan rayuan-rayuannya terjadi di rumahnya dan si korban ini, kemudian juga berpindah kepada salah satu hotel yang ada di Tangerang,” ungkap Kombes Yusri berdasarkan pengakuan tersangka M.

    Inilah yang membuat M dendam dan ingin menghabisi si korban, ditambah lagi ada cerita bahwa istri kakak kandungnya meninggal dunia, juga korban yang sama. Hal tersebut kemudian menimbulkan dendam sehingga tersangka mengatur untuk melakukan pembunuhan terhadap korban.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memaparkan, pihaknya pertama kali mengamankan M, seorang pengusaha angkutan daerah Banten yang merupakan menginsiator dalam kejadian tersebut.

    “Dia yang menginisiasi, dia aktor intelektualnya. Hari Kamis yang lalu kita amankan yang bersangkutan di daerah Serang, Banten, pada saat yang bersangkutan di rumah makan,” sebutnya.

    Kemudian, kemarin tanggal 27 polisi berhasil mengamankan lagi dua orang tersangka. yakni K, eksekutornya yang melakukan penembakan terhadap korban. Kemudian di tempat yang sama di daerah Serang, turut diamankan S yang berperan sebagai Joki.

    “Jadi eksekutornya adalah K, pada saat itu melihat korban, mendatangi korban dengan jarak dua meter melakukan penembakan, setelah itu melarikan diri ditunggu dengan saudara S yang menunggu dengan roda dua yang kita lihat ini, kemudian melarikan diri,” jelas Yusri.

    “Jadi tiga orang tersangka yang sudah kita amankan, yang pertama M sebagai inisiator, kemudian K sebagai eksekutornya yang melakukan penembakan dan S ini adalah joki atau pilotnya yang menunggu pada saat K selesai melakukan eksekusi kemudian melarikan bersama-sama dengan S. Nah tiga orang ini yang kita amankan,” lanjutnya.

    Sedangkan satu orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial Y. Dialah penghubung tersangka M dalam mencari eksekutor. Adapun bayaran yang dikeluarkannya sekitar Rp60 juta, dimana Rp50 juta untuk eksekutor dan Rp10 juta untuk Y yang sekarang DPO.

    “Kami kasih waktu 3×24 jam untuk segera menyerahkan diri kepada PMJ atau polres Tangkot, kami sudah tahu identitasnya, tim masih bergerak di lapangan, kami akan tindak tegas. Ini inisial Y yang DPO. jadi 4 pelakunya,” tandas Yusri.

    Kepada para tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338. []

  • Gemabudhi, Kajati Banten, dan Pemkab Tangerang Gelar Vaksinasi di Vihara Caga Sasana

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kejaksaan Tinggi Banten, Pemerintah kabupaten Tangerang dan Generasi Muda Buddhis Indonesia ( Gemabudhi ) berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan vaksinasi Covid-19 di Vihara Caga Sasana Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

    Kegiatan ini, dalam rangka mempercepat pembentukan kekebalan komunal di masyarakat atau herd community sebagai upaya melindungi masyarakat dari virus Corona Covid-19.

    “Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi untuk mempercepat vaksinasi covid-19 terutama di kabupaten Tangerang dan menggunakan sarana rumah ibadah yaitu vihara sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini sehingga kita saling bahu membahu dengan vaksin ini dapat melindungi masyarakat dari covid-19.”

    Hadir langsung untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten (Kajati) Dr. Reda Mantovani, S.H., LL.M , Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tangerang Nova Elida Saragih, S.H., M.H, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, serta Sekretaris Jenderal DPP Gemabudhi Suprionoto Wijaya.

    "Kami terus membantu pemerintah mempercepat cakupan vaksinasi, hingga kekebalan kelompok dapat menyeluruh di masyarakat," tutur Kajati Provinsi Banten Reda Mantovani berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Senin, 27 September 2021.

    Acara ini, digelar vaksinasi dengan menggunakan 500 dosis vaksin Pfizer. Dalam kegiatan tersebut, sekaligus dilakukan bakti sosial pembagian sembako bagi warga Panongan.

    “Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi untuk mempercepat vaksinasi covid-19 terutama di kabupaten Tangerang dan menggunakan sarana rumah ibadah yaitu vihara sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini sehingga kita saling bahu membahu dengan vaksin ini dapat melindungi masyarakat dari covid-19” sebut Sekjen DPP Gemabudhi Suprionoto Wijaya. []

  • Yasonna Laoly: Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Salah Satunya Narapidana Terorisme

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut ada satu korban tewas yang merupakan narapidana terorisme di Lapas Kelas I Tangerang.

    “Korban yang meninggal ada 41 orang. Salah satu korban adalah napi tindak pidana terorisme,” tutur Yasonna dalam konferensi pers di Lapas Tangerang, Rabu, 8 september 2021.

    “Nah, Lapas Tangerang ini over-kapasitas 400 persen. Penghuni ada 2.072 orang.”

    Yasonna juga mengungkapkan, sel yang terbakar itu ditempati 122 narapidana. Sebanyak 73 orang diantaranya mengalami luka ringan dan 8 orang mengalami luka berat. Yasonna pun menyampaikan turut berdukacita untuk para korban.

    “Karena itu merupakan paviliun yang terdiri dari beberapa kamar, jadi ada 122 orang yang beberapa di antaranya ada narapidana kasus pembunuhan dan terorisme,” ungkapnya.

    Sementara kondisi korban kebakaran Lapas Tangerang, disebut sulit untuk diidentifikasi. Untuk itu, Yasonna menginstruksikan kepada jajarannya untuk mengidentifikasi korban tewas bersama tim DVI Polri.

    “Tim DVI Polri masih bekerja untuk mengidentifikasi para korban tewas yang saat ini ada di beberapa RS di Kota Tangerang dan RS Polri Kramat Jati,” tandas Yasonna.

    Sebelumnya diberitakan, Lapas Kelas I Tangerang mengalami over-kapasitas hingga 400 persen. Diketahui ada 2.072 penghuni yang menempati lapas berusia 42 tahun tersebut.

    “Nah, Lapas Tangerang ini over-kapasitas 400 persen. Penghuni ada 2.072 orang,” sebut Yasonna.

    Untuk mengidentifikasi, Lapas Kelas I Tangerang mendirikan posko Crisis Center untuk pengumpulan data ante mortem. Data tersebut dibutuhkan tim DVI Polri untuk mengidentifikasi jenazah sesuai dengan cici-ciri fisik yang dimiliki korban.[]

  • Lapas Kelas 1 Tangerang Terbakar, 41 Orang Tewas

    peloporberita.com/ | Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Blok C Tangerang, Banten, terbakar dan menewaskan setidaknya 41 orang, 74 orang luka ringan, dan 8 orang luka berat. Blok C, merupakan hunian napi untuk kasus narkoba yang disinggahi 122 warga binaan.

    “Kebakaran terjadi pada pukul 1.50 di Blok C Lapas Kelas I Tangerang,” tutur Kepala Humas Dirjen Pemasyarakatan Rika Aprianti, Rabu (8/9/2021).

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, langsung mendatangi lokasi Lapas yang terbakar didampingi Kapolres Metro Tangerang Kombes Deonijiu De Fatima. Sementara di lokasi, sejumlah mobil ambulan bersiaga di area halaman Lapas Tangerang.

    Hingga kini, petugas Kepolisian masih melakukan olah TKP dibantu dari Dinas Pemadam Kebakaran dan, Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

    Adapun korban luka ringan dirawat di Klinik Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten. Sedangkan korban luka berat dirawat di RSUD Tangerang.

    Penyebab kebakaran masih diselidiki. Namun, kondisi api saat ini sudah berhasil dipadamkan. []

  • Profil Coki Pardede yang Pakai Narkoba Lewat Dubur

    peloporberita.com/ | Jakarta – Komika Coki Pardede ditangkap polisi di rumahnya di kawasan Cisauk, Tangerang, karena penyalahgunaan narkoba, pada Rabu siang (01/09/2021). Dalam penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan narkotika jenis sabu.

    Saat ditangkap polisi, Coki masih dalam pengaruh narkoba. Kemudian Coki menjalani tes urine dan hasilnya positif. Polisi menyebut Coki Pardede menggunakan sabu dengan metoda yang tidak lazim, yaitu dengan cara disuntik ke dubur. Sebelumnya, ia melarutkan sabu-sabu dengan air yang sudah mendidih.   

    Baca juga: Nekat Tanam Ganja di Kamar Mandi, Seorang Pria Dibekuk Polisi

    Hal itu disampaikan oleh Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima kepada wartawan, hari ini (03/09/2021). “Setahu kami sabu itu dibakar dan dihisap. Ini teknik baru kata saudara RP (Coki Pardede), ini lebih cepat prosesnya daripada dihisap. Memang dengan jarum suntik menggunakan bantuan air panas direbus, dimendidihkan kemudian disedot masuk ke alat suntikan lalu disuntikan ke tubuhnya,” kata Deonijiu.

    Deonijiu memaparkan, Coki melepas jarum suntiknya lebih dulu sebelum dimasukkan ke bagian duburnya. Coki mengklaim teknik semacam itu dilakukan agar sabu lebih cepat bereaksi. Ia mengaku sudah 8 bulan memakai sabu. Ia juga mengatakan pernah berusaha untuk berhenti, tapi gagal.

    Baca juga: BNN Bina Pendamping untuk Kawasan Rawan Narkoba Kampung Boncos

    Profil Singkat Coki Pardede

    Coki Pardede lahir dengan nama asli Reza Pardede, pada 21 Januari 1988. Ia mengawali kiprahnya di dunia hiburan dengan mengikuti kontes pencarian bakat Stand Up Comedy Indonesia season 4 Kompas TV dan Stand Up Comedy 2 di Indosiar.

    Dia adalah lulusan Sastra Inggris di Universitas Gunadarma. Selain sebagai komika, Coki Pardede juga menjalani profesi sebagai pembawa acara, penyiar radio dan Youtuber.

    Namanya melambung berkat kontennya bersama Tretan Muslim, di bawah naungan Majelis Lucu Indonesia. Coki Pardede juga sempat menjadi aktor dalam beberapa judul film, seperti Single, Get Up Stand Up, The Guys dan Single Part 2. []