Tag: Saham

  • Elon Musk Lepas Sahamnya di Tesla Senilai USD 1 Miliar

    peloporberita.com/ | Elon Musk yang merupakan CEO Tesla dan SpaceX, kembali menjual sahamnya di Tesla. Kali ini, ia menjual 934.090 saham dengan nilai mencapai USD 1,02 miliar.

    Dilansir dari CNBC, Musk juga menggunakan opsi untuk membeli hampir 1,6 juta saham Tesla, dengan harga kesepakatan USD 6,24 per saham.

    Pada kuartal ini, kepemilikan Elon Musk di Tesla tercatat telah meningkat dari sekitar 170,5 juta, menjadi lebih dari 177 juta saham.

    Sejak 8 November lalu, Musk memang rutin melepas sahamnya. Kabarnya, sebagian besar digunakan untuk membayar tagihan pajak yang nominalnya sangat tinggi.

    Musk sempat membocorkan nilai pajaknya kepada publik melalui akun Twitter pribadinya pada 20 Desember lalu. Untuk tahun 2021, Musk menyebut akan membayar pajak dengan nilai USD 11 miliar, atau sekitar Rp 158,2 triliun.

    Dalam aturan 10b5-1, orang dalam Tesla, termasuk CEO, bisa memperdagangkan ekuitas mereka sebagai bagian dari rencana manajemen portofolio yang telah diumumkan sebelumnya.

    Mereka yang memperdagangkannya harus lebih dahulu menyatakan kapan dan bagaimana mereka berencana berdagang, demi menghindari tuduhan perdagangan orang dalam di kemudian hari.

    Menurut prediksi Forbes, saham Tesla tahun ini meningkat lebih dari 54%, yang sekaligus menjadikan Musk sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaan bersihnya saat ini diperkirakan mencapai lebih dari USD 275 miliar. []

    Baca juga: CEO Tesla Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia

  • Setelah 5 Tahun, Valuasi Ford Kembali Menyalip General Motors

    peloporberita.com/ | Valuasi Ford Motor Co akhirnya mampu menyalip rivalnya, General Motors  Co (GM), untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir. Hal itu salah satunya dipicu oleh melonjaknya nilai saham Ford. Tahun ini, nilai saham Ford telah naik lebih dari dua kali lipat dan diperdagangkan tertinggi sekitar 20 tahun.

    Produsen mobil asal Amerika Serikat (AS) itu sempat terpuruk sejak Jim Farley menjadi chief executive officer (CEO) 14 bulan lalu dan mendorong Ford terjun ke pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Ford pun berencana memproduksi 600.000 EV setiap tahun mulai 2024.

    Baca juga: Ford Motor Targetkan Produksi 200.000 Mustang Listrik

    Ford tercatat memiliki nilai pasar USD 83 miliar pada penutupan hari perdagangan di New York, hanya sedikit di atas GM yang memiliki valuasi USD 82,9 miliar. Terakhir kali Ford memiliki nilai valuasi diatas GM adalah pada 14 September 2016, ketika Ford menutup hari perdagangan dengan kapitalisasi pasar USD 48,2 miliar, seperti dikutip dari Bloomberg.

    Meski demikian, nilai valuasi Ford dan GM masih tertinggal dari produsen truk listrik Rivian Automotive Inc, yang listing pada November lalu dan menjadi IPO terbesar tahun ini.

    Saat ini, Rivian tercatat memiliki valuasi sekitar USD 92,6 miliar, sedangkan produsen mobil listrik terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar, Tesla Inc, mempersempit persaingan dengan penilaian mencapai USD 1,09 triliun. []

    Baca juga: Ford Motor Anggarkan USD 900 Juta Untuk Pabriknya di Thailand

  • Pajak yang Bakal Dibayar Elon Musk Diprediksi Jadi Rekor di AS

    peloporberita.com/ – Salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk, yang juga CEO Tesla Incorporated menyatakan bahwa dirinya pada tahun ini akan membayar pajak lebih dari 11 miliar dolar Amerika.

    “Bagi mereka yang bertanya-tanya, saya akan membayar pajak lebih dari US$ 11 miliar pada tahun ini,” cuit Musk melalui akun Twitternya, Senin (20/12/2021).

    Jumlah tersebut, diprediksi menjadi rekor pembayaran ke lembaga pajak Amerika Serikat, IRS, atau Internal Revenue Service. Sebelumnya, Elon Musk diperkirakan bakal menghadapi tagihan pajak lebih dari 10 miliar dolar Amerika pada tahun ini, jika dirinya menggunakan semua opsinya untuk memesan saham.

    Sejak awal November, Musk telah menjual saham Tesla senilai US$ 14 miliar. Keputusan ini, diambil setelah ia bertanya kepada pengikutnya dalam jajak pendapat Twitter, apakah dia harus menjual 10% kepemilikannya.

    Respons yang diperoleh dari jajak pendapat itu adalah “ya”. Tapi kemungkinan Musk akan mulai menjualnya lantaran menghadapi tagihan pajak besar-besaran atas opsi saham Tesla.

    Kontrak opsi tersebut diperoleh Elon Musk sebagai bagian dari rencana kompensasi, lantaran tidak mengambil gaji atau bonus tunai dan kekayaannya pun berasal dari keuntungan harga saham Tesla.

    Praktik ini, telah dikritik oleh beberapa politisi sebagai celah pajak bagi orang kaya. Adapun ProPublica, pada awal tahun ini menerbitkan investigasi yang menunjukkan bahwa Musk dan beberapa miliarder lainnya tidak membayar pajak pendapatan federal pada 2018.

    ProPublica mencatat, antara 2014 dan 2018, Musk hanya membayar pajak US$ 455 juta atas pendapatan US$ 1,52 miliar. Padahal nilai kekayaannya tumbuh US$ 13,9 miliar selama periode itu.Sedangkan Forbes melaporkan, di atas kertas kekayaan Musk bernilai lebih dari US$ 244 miliar dan menjadikannya sebagai orang terkaya di dunia.

    Musk bisa saja menunggu hingga tahun depan untuk membayar tagihan pajak, tetapi itu berarti berpotensi terkena tarif pajak yang lebih tinggi di bawah rancangan undang-undang Build Back Better yang diusung Partai Demokrat. []

  • Saham Oracle Naik, CEO Larry Ellison Jadi Orang Terkaya Kelima Dunia

    peloporberita.com/ | Perusahaan perangkat lunak Oracle Inc mengalami kenaikan saham hingga 16 persen, setelah mengumumkan laporan pendapatan kuartalan yang melampaui target.

    Kenaikan saham itu ternyata membuat nilai kekayaan Pendiri sekaligus CEO Oracle Larry Ellison ikut terkerek. Melansir CNBC, jumlah harta Larry Ellison melesat hampir USD 16 miliar atau sekitar Rp 228,8 triliun (nilai kurs Rp 14.300/USD)

    Dengan bertambahnya nilai kekayaan Ellison, maka total hartanya kini tercatat mencapai USD 135,7 miliar, atau setara Rp 1.940 triliun. Hal tersebut membuat pemegang saham terbesar Oracle ini berhasil merebut posisi ke-5 sebagai orang paling kaya di dunia versi Forbes.

    Ia berhasil melewati kekayaan pendiri Google Larry Page yang sebesar US$ 126,3 miliar, dan hampir mendekati kekayaan pendiri Microsoft Bill Gates yang saat ini menempati posisi keempat dengan total harta US$ 139,2 miliar.

    Melonjaknya jumlah harta Ellison agak mengejutkan lantaran pertumbuhan Oracle dinilai berjalan lamban dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan perusahaan teknologi generasi berikutnya, seperti Google, Amazon dan Facebook, telah tumbuh jauh lebih cepat.

    Saat ini, nilai valuasi Oracle telah mencapai sekitar USD 44 miliar. []

    Baca juga: Microsoft Beli AI Nuance Communications US$ 16 Miliar

  • Kapitalisasi Pasar Apple Mendekati US$ 3 Triliun

    peloporberita.com/ – Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) Apple Inc, terus mencatatkan lonjakan harga saham yang membuat kapitalisasi pasarnya hampir tembus US$ 3 triliun atau sekitar Rp 42.900 triliun (kurs Rp 14.300/US$). Angka ini, hanya selang setahun setelah produsen iPhone itu melewati kapitalisasi pasar US$ 2 triliun.

    Pada Kamis (9/12/2021), harga saham Apple naik 1,6% menjadi US$ 175. Hanya butuh mencapai harga US$ 182,85 agar saham Apple bisa mencapai sasaran US$ 3 triliun. Saham Apple, didukung oleh para investor yang bertaruh dengan merek tersebut yang melihat Apple sebagai tempat aman berinvestasi.

    Ilustrasi gatget Apple
    Ilustrasi gatget Apple. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/Grinvals)

    Tahun ini, saham Apple telah melonjak sekitar 30% dan melonjak 80% pada tahun lalu. Sebagai perbandingan, indeks S&P 500 hanya meningkat sebesar 25% untuk periode yang sama.

    Sementara para pesaingnya di jajaran perusahaan teknologi berkapitalisasi triliunan dollar AS seperti Microsoft, Amazon, Alphabet dan Tesla naik sekitar 10%-70%. Adapun Microsoft, masih membutuhkan sekitar US$ 500 miliar lagi untuk bisa menembus kapitalisasi pasar US$ 3 triliun.

    Baca juga : 

    “Apple tampaknya lebih kebal terhadap pasang surut kekuatan ekonomi karena merek yang sangat kuat ini. Produk barunya juga cukup kuat,” tutur Analis pasar dan investasi senior Hargreaves Lansdown, Susannah Streeter berdasarkan keterangan yang dilansir dari Reuters, Jumat (10/12/2021).

    Menurut Streeter, ada harapan Apple masih akan terus hadir. Meskipun ada beberapa kelemahan dalam mendapatkan handset. Juga lemahnya permintaan produk anyar, iPhone 13.

    Kapitalisasi pasar sebesar US$ 1 triliun ditembus Apple pada pada 2018. Dan hanya butuh waktu dua tahun untuk menggandakan penilaian tersebut. Saham perusahaan teknologi ini melampaui target harga rata-rata analis Wall Street sebesar US$ 4. Dan dengan mayoritas analis merekomendasikan beli untuk saham Apple. []

  • Perdagangan Hari Pertama di Bursa AS, Saham Grab Amblas 21%

    peloporberita.com/ – Saham Grab Holdings Ltd. (GRAB), amblas 21% di hari pertama perdagangan sahamnya di bursa Nasdaq, New York. Saham Grab dibuka dengan harga US$ 13,06 per saham pada Kamis (3/12/2021), kemudian menukik tajam menjadi US$ 8,67 per saham pada pukul 13:30 waktu New York.

    Bloomberg melaporkan, Grab tercatat di bursa AS setelah menyelesaikan merger dengan Altimeter Growth Corp yang merupakan kesepakatan terbesar perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC). Keduanya, telah mengumumkan merger pada April lalu dan harus menghadapi tahun penuh tantangan akibat pandemi.

    Baca juga :

    Grab sendiri belum bisa membuktikan bisa meraih profit, apalagi dengan munculnya kembali varian baru Covid-19. September 2021, Grab memangkas proyeksi pendapatan untuk tahun 2021 akibat varian delta. Adapun pada November kemarin, rugi bersih perusahaan ini melebar menjadi US$ 988 juta, sementara pendapatan turun 9% menjadi US$ 157 juta. []

  • Danareksa Investment Management Targetkan Pertumbuhan 15%

    peloporberita.com/ | PT Danareksa Investment Management (DIM) menargetkan pertumbuhan Dana Kelolaan sebesar 15% pada tahun 2022. Adapun sampai kuartal III 2021, total Dana Kelolaan (AUM) DIM telah mencapai Rp 40 triliun. Beberapa hal yang menjadi fokus utama DIM pada 2022 adalah pemasaran produk reksa dana open end dengan mengedepankan proposisi produk, pengambilan keputusan berbasis riset untuk peningkatan kualitas pengelolaan investasi, serta optimalisasi kanal ritel.

    Selain itu, DIM akan tetap mengedepankan manajemen risiko dan kepatuhan sebagai salah satu pilar utama menjaga terlaksananya tata kelola perusahaan yang baik. Hingga kini, produk reksadana yang dikeluarkan DIM meliputi Reksadana Saham, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran, Reksadana Pasar Uang serta Reksadana ETF & Indeks.

    “Dana kelolaan untuk industri reksadana mengalami penurunan di bulan Oktober 2021 sebesar 3% atau turun menjadi sebesar Rp554 triliun. Sementara DIM hanya mengalami penurunan sebesar 2% atau sedikit lebih baik dibandingkan penurunan kelolaan industri reksadana, dengan perolehan AUM reksadana sebesar Rp30 triliun, yang didukung Pangsa Pasar DIM sebesar 4.8% – 4.9%,” ujar Direktur Utama PT Danareksa Investment Management Marsangap P. Tamba, dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11/2021).

    Baca juga: Tips Menghindari Penipuan Investasi dan Arisan Bodong

    Chief Investment Officer PT Danareksa Investment Management Herman Tjahjadi menambahkan, disisa waktu 2021, pihaknya akan mencermati beberapa hal, seperti resiko inflasi yang meningkat berhubungan dengan meningkatnya harga minyak bumi, CPO, gandum dan kopi.

    Kemudian, DIM juga menyoroti perkembangan kasus Covid-19 di China yang belakangan ini meningkat. Menurut Herman, jika ada lockdown di beberapa pelabuhan utama di China untuk beberapa minggu, tentu akan semakin memberatkan rantai pasokan (supply chain).

    Selain itu, DIM juga akan terus memonitor perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri. Diharapkan masyarakat Indonesia tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan dan tidak lengah pada masa-masa liburan akhir tahun.

    Herman optimistis fundamental ekonomi semakin positif pada tahun 2022. Hal tersebut didukung oleh pandemi yang mulai terkendali dan statusnya kemungkinan akan menurun menjadi endemi. Selain itu, para pebisnis juga akan kembali melakukan investasi (capital expenditure) secara bertahap.

    “Di tahun 2022, tentunya kami akan terus melakukan diversifikasi dengan meluncurkan produk-produk baru, khususnya untuk nasabah strategis. Saat ini, kami memiliki tiga produk fokus reksadana saham, yaitu Reksadana Mawar untuk Large Cap, Konsumer 10 untuk All Cap dan Fokus 10 untuk Small Cap,” kata Herman

    Untuk investor yang lebih nyaman berinvestasi ke saham blue chip, ia merekomendasikan untuk berinvestasi di Mawar. Sedangkan untuk investor yang lebih agresif dan bisa menolerir volatilitas dari saham-saham yang berkapitalisasi pasar kecil, maka Fokus 10 adalah produk yang tepat. Dan untuk investor yang berada di tengah-tengah, DIM merekomendasikan untuk berinvestasi pada Konsumer 10. []

  • Kakao, CJ, dan HYBE Bersaing untuk Miliki Saham SM Entertainment

    peloporberita.com/ | Jakarta – CJ Group, Kakao Entertainment dan Hybe tertarik untuk mengakuisisi 18,73 persen saham Lee Soo-man di SM Entertainment. Sebelumnya diberitakan bahwa wakil ketua Grup CJ, Lee Mi-kyung, kembali ke Korea dengan tergesa-gesa untuk bertemu Lee Soo-man, kepala produser SM Entertainment.

    Ini, menunjukkan bahwa persaingan semakin ketat di antara perusahaan besar untuk mengambil alih perusahaan hiburan. CJ Group dilaporkan menyatakan minatnya untuk mengakuisisi 18,73 persen saham Lee Soo-man di SM Entertainment atau menjadi pesaing kuat Kakao Entertainment, yang dianggap sebagai penawar yang kuat. Selain kedua perusahaan tersebut, Hybe juga menunjukkan minat untuk mengakuisisi SM Entertainment.

    CJ Group to realign executive levels with younger faces - Pulse by Maeil Business News Korea

    Adapun yang dijual adalah saham Lee Soo-man yang merupakan pemegang saham terbesar SM Entertainment. Dengan mengakuisisi saham Lee, berarti secara praktis mengamankan hak manajemen perusahaan.

    Terkait hal ini, pakar industri memperkirakan, SM Entertainment akan menghadapi perubahan terbesar sejak didirikan pada tahun 1995. Sementaara Pakar sekuritas memperkirakan harga akuisisi antara 2,5 triliun won dan 4 triliun won. Kakao Entertainment dilaporkan menawarkan 2,5 triliun won kepada SM Entertainment dan Hybe menawarkan harga yang lebih tinggi.

    Meskipun harga yang diusulkan CJ tidak diketahui, harga saham SM Entertainment dan afiliasinya melonjak berkat laporan berita bahwa CJ berpartisipasi dalam keributan tersebut. Harga saham SM Entertainment ditutup pada 62.700 won pada 3 Agustus, naik 4,15 persen dari hari sebelumnya. Harga saham afiliasinya SM C&C dan SM Life Design juga masing-masing melonjak 29,96 persen dan 22,20 persen.

    Sulli F(x) Bunuh Diri, Saham SM Entertainment Akhirnya Drop

    Pada kuartal pertama, kapitalisasi pasar SM Entertainment mencapai 1.632,4 miliar won. Saat SM Entertainment mengumpulkan 579,9 miliar won dalam penjualan pada tahun 2020, analis industri mengatakan bahwa kapitalisasi pasarnya terlalu rendah. Ini menyiratkan bahwa SM Entertainment memiliki banyak ruang untuk meningkatkan nilai perusahaannya setelah penjualan saham yang direncanakan. (VF/TL)