Tag: Saham

  • Warren Buffett Akuisisi Saham Occidental Petroleum

    peloporberita.com/ | Berkshire Hathaway, perusahaan milik investor ternama, Warren Buffett, telah membeli saham Occidental Petroleum, senilai USD 5,1 miliar.

    Sebelumnya, Berkshire sudah memiliki saham preferen senilai USD 10 miliar di Occidental, yang diterimanya sebagai imbalan atas pembiayaan untuk pengambilalihan Anadarko Petroleum oleh perusahaan minyak dan gas (migas) pada 2019 lalu.

    Mengutip Business Insider, saham preferen membayar dividen tahunan 8%, atau USD 200 juta setahun.

    Selain itu, kesepakatan pembiayaan juga membuat Berkshire memiliki waran untuk 83,9 juta saham biasa, dengan harga pelaksanaan USD 59,62. Namun, saham Occidental ditutup pada USD 55,76 pada Jumat pekan lalu, yang berarti waran kehabisan uang untuk saat ini.

    Jika harga saham Occidental naik di atas harga pelaksanaan, maka Berkshire dapat menggunakan warannya untuk membeli saham dengan harga diskon, kemudian menjualnya pada harga pasar dan meraih keuntungan.

    Investor kawakan lain sekaligus pemegang saham Occidental, Carl Icahn, mengecam kesepakatan saham preferen dan waran ini, yang dianggapnya terlalu menguntungkan bagi Berkshire.

    Namun, pada pertemuan pemegang saham tahunan Berkshire pada 2020, Buffett tampak khawatir tentang investasinya, ketika harga minyak mentah West Texas Intermediate merosot hingga di bawah USD 30 per barel.

    Meski begitu, tahun ini minyak mentah WTI telah melonjak lebih dari 50% ke level USD 115, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, antara lain didorong oleh kekhawatiran tentang invasi Rusia ke Ukraina. Saham Oxy juga melesat ke level tertingginya dalam dua tahun terakhir.[]

  • ISS Boikot Bonus CEO Apple Senilai USD 99 Juta

    peloporberita.com/ | Apple akan memberikan bonus tahun fiskal 2021 kepada Chief Executive Officer (CEO) Tim Cook senilai hampir USD 99 juta atau sekitar Rp 1,41 triliun (kurs Rp 14.330/USD).

    Terkait hal itu, Institutional Shareholder Services (ISS) sebagai perusahaan penasihat investor, mengajak para pemegang saham Apple untuk menolak pemberian bonus tersebut. Pasalnya, menurut ISS, setengah dari bonus tersebut tidak mempunyai dasar kriteria performa, seperti dikutip dari Reuters.

    Untuk diketahui, sepanjang tahun lalu, gaji Tim Cook adalah USD 3 juta. Sebagai tambahan, ia juga akan menerima bonus dalam bentuk saham senilai USD 82,3 juta. Kemudian menerima USD 12 juta lantaran berhasil mencapai target, serta USD 1,4 juta untuk biaya perjalanan lewat udara, asuransi dan lain-lain.

    Secara total, Tim Cook akan menerima USD 98,7 juta, yang naik sangat signifikan dari gaji dan bonusnya pada 2020 yang hanya USD 14,8 juta.

    Ini bukan pertama kalinya ISS mengajak para pemegang saham Apple untuk menolak pemberian bonus bagi Tim Cook. Sebelumnya pada tahun 2015, ISS pernah menyarankan hal yang sama.

    Padahal, selama kepemimpinan Tim Cook, Apple justru berhasil meraih berbagai pencapaian. Salah satunya menjadi perusahaan publik pertama dengan nilai kapitalisasi menembus USD 1 triliun pada 2018.

    Selain itu, Apple juga semakin inovatif, seperti meningkatkan ukuran layar iPhone terbesar menjadi 6,7 inch dan membuat Apple Pencil. Strategi itu terbukti efektif, lantaran pemasukan tahunan Apple terus meningkat signifikan. []

  • Penjualan Rumah Mewah di AS Capai USD 40 Miliar Tahun Lalu

    peloporberita.com/ | Data pialang real estat Compass Inc menunjukkan, total transaksi rumah mewah seharga mulai dari USD 10 juta di Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu mencapai USD 40 miliar, dengan volume penjualan sebanyak 2.300 unit.

    Mengutip Bloomberg, angka itu melonjak 112 persen dibanding tahun 2020, dengan penjualan paling banyak terjadi di Los Angeles, Manhattan dan Palm Beach.

    Untuk diketahui, jumlah kekayaan para taipan mengalami kenaikan, seiring dengan booming-nya pasar saham dan era suku bunga rendah selama dua tahun terakhir.

    Pasar rumah mewah pun semakin naik pamornya, lantaran para konglomerat membeli  rumah mewah untuk dijual kembali sekaligus untuk melindungi uang mereka dari kenaikan inflasi.

    Merujuk data Compass, pasar dengan pertumbuhan paling cepat adalah Austin dan pinggiran kota Long Island, dengan peningkatan transaksi lebih dari 400 persen.

    Tahun lalu, pembelian barang mewah di Austin tercatat hampir menembus USD 190 juta.

    Sedangkan untuk tahun ini, Texas diprediksi sangat menjanjikan, terutama properti tepi laut dan peternakan. []

  • Amazon Naikkan Gaji Pokok Karyawan 2x Lipat Lebih

    peloporberita.com/ | Perusahaan teknologi Amazon.com Inc memutuskan menaikkan gaji pokok maksimum karyawannya lebih dari dua kali lipat. Semula USD 160.000 atau sekitar Rp 2,29 miliar (kurs Rp 14,365/USD), naik menjadi USD 350.000.

    Meski demikian, Amazon tidak menyebutkan jumlah karyawan yang akan menerima kenaikan gaji tersebut.

    Secara total, Amazon mempekerjakan 1,6 juta karyawan di seluruh dunia hingga 31 Desember 2021, termasuk pekerja gudang yang dibayar per jam dan staf kantor yang mendapatkan gaji tahunan.

    Amazon membayar pekerja gudang setidaknya USD 15 per jam. Pada September lalu, perusahaan itu menyatakan telah menaikkan upah rata-rata pekerja gudang menjadi USD 18 per jam.

    “Setelah melakukan analisis menyeluruh dari berbagai opsi, menimbang ekonomi bisnis kami dan kebutuhan untuk tetap kompetitif untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik, kami memutuskan untuk membuat peningkatan yang lebih besar pada tingkat kompensasi,” tulis Amazon dalam memo kepada karyawannya, seperti dikutip dari Bloomberg.

    Sebelumnya, Amazon mengandalkan penghargaan saham, dengan harapan hal itu dapat menarik pekerja mengambil posisi, bahkan jika gaji pokoknya rendah.

    Namun, saham Amazon tidak banyak bergerak pada tahun lalu dan hanya naik 2,4% ketika indeks S&P 500 melonjak 27%. Dengan begitu, strategi pemberian bonus lewat saham jadi tidak menarik lagi.

    Selama pandemi, Amazon telah mengeluarkan banyak uang untuk operasi logistiknya, mempekerjakan ratusan ribu orang dan membayar bonus kepada rekrutan baru.

    Investor cukup waspada dengan kenaikan biaya Amazon, namun mereka menyatakan lega ketika perusahaan tersebut melaporkan kinerja positif pada kuartal keempat dan akan menaikkan biaya langganan tahunan Prime dari USD 20 menjadi USD 139. []

  • Saham Netflix Anjlok Seiring Pertumbuhan Pelanggan Mengecewakan

    peloporberita.com/ | Perusahaan streaming Netflix mengalami kejatuhan harga saham akibat proyeksi pelanggan yang mengecewakan. Sebelumnya pada awal bulan ini, saham Netflix diperdagangkan sekitar USD 612 per lembar, namun akhir pekan diperdagangkan di level sekitar USD 384 per saham.

    Terkait hal itu, Co-Chief Executive Officer (CEO) Netflix Inc Reed Hastings mengambil tindakan dengan membeli saham di perusahaan tersebut senilai USD 20 juta, pada 27 Januari 2022.

    Hastings membeli 51.440 saham Netflix yang dimiliki secara tidak langsung, dengan harga rata-rata USD 388,83 per saham. Saham itu dibeli atas nama perwalian keluarga Hastings. Transaksi itupun meningkatkan saham milik Hastings menjadi 5,16 juta saham.

    Selain Hastings, Manajer Keuangan Netflix Bill Ackman dalam suratnya kepada investor juga mengumumkan pembelian 3,1 juta saham Netflix.

    Melansir CNBC, Netflix menyebut mencetak keuangan yang positif untuk kuartal keempat 2021. Namun kenaikan jumlah pelanggan terbilang melambat. Saat ini, Netflix memiliki 8,28 juta pelanggan, dengan penambahan kurang dari 2,5 juta pelanggan baru. Meski begitu, Netflix yakin hal ini hanya bersifat sementara.

    “Retensi itu kuat. Waktu menonton sudah habis. Tetapi pada margin, kami hanya tidak menumbuhkan akuisisi secepat yang kami ingin lihat,” ucap Kepala Keuangan Netflix Spencer Neumann.

    Meski demikian, sejumlah analis menilai, melambatnya pertumbuhan jumlah pelanggan Netflix bisa saja berlanjut. Mengingat, perusahaan itu baru saja menaikkan biaya berlangganan di Amerika Serikat, yang selama ini masih menjadi pasar terbesarnya. []

    Baca juga: Netflix Turunkan Target Pertumbuhan Pelanggan Akibat Konten Telat Tayang

  • Broker Saham Online Robinhood Markets Merugi USD 423 Juta

    peloporberita.com/ | Broker saham online, Robinhood Markets Inc mengalami kerugian bersih sebesar USD 423 juta pada kuartal yang berakhir 31 Desember 2021. Hal ini berbanding terbalik dengan sebelum IPO pada tahun lalu, di mana perusahaan tersebut berhasil mencetak laba bersih senilai USD 7 juta.

    Pada periode yang sama, Robinhood Markets membukukan pendapatan berbasis transaksi dari cryptocurrency sebesar USD 48 juta, atau tumbuh 304% secara year-on-year (yoy). Sedangkan pendapatan dari perdagangan ekuitas turun 35% menjadi USD 52 juta.

    Setelah pemaparan hasil kinerja, saham Robinhood juga ikut anjlok 15% menjadi USD 9,98, seperti dikutip dari Reuters.

    Adapun rugi bersih itu salah satunya dipicu oleh biaya operasional yang meningkat hingga 162% selama kuartal empat tahun lalu.

    Chief Financial Officer (CFO) Robinhood Jason Warnick menilai, sebagian besar kenaikan biaya itu disebabkan oleh kompensasi berbasis saham dan peningkatan jumlah karyawan.

    Warnick pun memprediksi, tahun ini atau tahun depan perusahaannya mungkin bisa meraih untung, tergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan dan peluncuran produk baru.

    Untuk kuartal pertama tahun ini, Robinhood Markets memperkirakan total pendapatan bersih akan turun 35% secara yoy, menjadi sekitar USD 340 juta.[]

  • Rencana IPO CVC Capital Partners Berpotensi Raih Valuasi USD 20 Miliar

    peloporberita.com/ | Firma penasihat investasi dan ekuitas swasta, CVC Capital Partners, berencana menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), dengan potensi valuasi bernilai lebih dari USD 20 miliar.

    Perusahaan tersebut mempertimbangkan IPO di bursa London, Inggris, pada semester kedua tahun ini. Rencananya, CVC Capital akan menggandeng Goldman Sachs Group Inc., JPMorgan Chase & Co. dan Morgan Stanley dalam IPO tersebut, seperti dilansir dari Bloomberg.

    Valuasi IPO perusahaan ini akan bergantung pada kondisi pasar dan struktur listing, termasuk berapa banyak biaya yang akan disumbangkan CVC kepada perusahaan publik.

    Selama setahun terakhir, CVC telah terlibat sejumlah kesepakatan yang cukup besar. Salah satunya berhasil mengalahkan penawaran dari rivalnya pada November tahun lalu, untuk memenangkan kesepakatan bisnis teh Unilever Plc, pemilik Lipton dan PG Tips, senilai € 4,5 miliar.

    Selain itu, CVC juga telah membuat dorongan besar ke dunia olahraga, mengakuisisi saham di liga sepakbola Spanyol dan rugby di enam negara.

    Pada tahun lalu, CVC juga tercatat menanamkan investasinya di Authentic Brands Group Inc., perusahaan induk Forever 21 dan Nautica.

    Perusahaan ini juga aktif di Asia, dengan setuju mengakuisisi koleksi merek perawatan pribadi dari raksasa kecantikan Jepang, Shiseido Co.

    CVC berdiri sejak tahun 1980-an oleh sekelompok pemodal ventura, termasuk Steve Koltes, Donald Mackenzie dan Rolly van Rappard. []

    Baca juga: Banyak Perusahaan Tunda Rencana IPO di AS Akibat Pasar Bergejolak

  • Apple Bayar Tim Cook Hampir USD 100 Juta

    peloporberita.com/ | Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook menerima gaji sebesar USD 98,7 juta per tahun. Angka itu naik lebih dari enam kali lipat dibanding upahnya selama 2020 yang senilai USD 14 juta, berdasarkan laporan proxy yang didaftarkan Apple, pada Kamis (6/1/2022).

    Dari laporan itu diketahui bahwa upah yang diterima Tim Cook terdiri dari gaji pokoknya yang tetap USD 3 juta, insentif USD 12 juta dan bonus saham USD 82 juta. Selain itu, ada juga tambahan biaya keamanan dan penerbangan privat, lantaran Apple tidak membiarkan Cook terbang dengan pesawat komersial sejak 2017.

    Jika ditotal, maka Apple mengeluarkan hampir USD 100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun untuk membayar Cook selama setahun, seperti dikutip dari The Verge, Minggu (9/1/2022).

    Bayaran itu masih belum termasuk saham senilai lebih dari USD 750 juta yang akan diterima Cook pada akhir tahun, sebagai bonus terakhir yang menjadi bagian dari perjanjian saat ia pertama kali menjabat CEO Apple 10 tahun lalu.

    Bonus tersebut diberikan lantaran Cook mampu memenuhi target yang ditetapkan saat ia menandatangani kontrak, yaitu return saham Apple selama tiga tahun terakhir harus lebih tinggi, dibanding return saham dua pertiga perusahaan yang ada di S&P 500.

    Selama memimpin Apple, Cook mengeluarkan sejumlah inovasi, seperti meningkatkan ukuran layar iPhone terbesar menjadi 6,7 inch dan membuat Apple Pencil. Strategi itu terbukti efektif, lantaran pemasukan tahunan Apple terus meningkat signifikan. []

    Baca juga: Nilai Pasar Apple Tembus US$ 3 Triliun

  • Setelah Diperintah Bongkar 39 Bangunan di Hainan, Evergrande Juga Stop Perdagangan Sahamnya di Hong Kong

    peloporberita.com/ – Evergrande ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah akhir pekan lalu diperintahkan untuk menghancurkan 39 bangunan oleh pihak berwenang di Pulau Hainan lantaran disebut dibangun secara ilegal.

    Kali ini, mereka mengumumkan penangguhkan perdagangan sahamnya di Bursa Hong Kong, sebelum menyampaikan kemungkinan aksi korporasi.

    Raksasa pengembang properti asal Tiongkok itu terkendala upaya pemerintahnya untuk mengekang utang yang berlebihan di sektor real estat, serta maraknya spekulasi konsumen.

    Evergrande saat ini, tengah berjuang sekuat tenaga untuk membayar kewajibannya sebesar US$ 300 miliar kepada pemegang obligasi dan investor. Penyebab utang fantastis ini lantaran tindakan keras pemerintah Tiongkok yang tiba-tiba mematikan keran likuiditas.

    “Atas permintaan perseroan, perdagangan saham perseroan dihentikan pada pukul 09.00 pada 3 Januari 2022 menunggu rilis pengumuman oleh perusahaan yang berisi informasi orang dalam,” sebut grup itu dalam sebuah pernyataan singkat di bursa saham Hong Kong, Senin (3/1/2021).

    Sebelumnya Evergrande sempat melakukan penghentian perdagangan saham, kemudian memulai kembali pada Oktober 2021. Pengembang bermasalah ini juga telah dicap gagal bayar (default) oleh lembaga-lembaga pemeringkat internasional bulan lalu, setelah gagal membayar kewajiban tepat waktu.

    Meski demikian, Evergrande pada pekan lalu sejenak menyemangati investor dengan mengatakan bersikeras akan mampu merampungkan serah terima puluhan ribuan unit properti bulan ini, dan melunasi beberapa utang.

    Namun dengan usaha tersebut, sahamnya masih turun pada akhir pekan lalu, setelah laporan bahwa grup tersebut gagal memenuhi dua lagi pembayaran bunga obligasi luar negeri.

    Evergrande dalam beberapa bulan terakhir, juga telah berulang kali mengatakan akan menyelesaikan proyek yang belum selesai dan merampungkan serah terima kepada pembeli. Upaya tersebut untuk menyelamatkan perusahaan dari utangnya, meskipun telah melewatkan pembayaran untuk lebih dari US$ 1,2 miliar. []

  • Indonesia Catat Jumlah IPO Terbanyak di Asia Tenggara 2021

    peloporberita.com/ – Penggalangan dana melalui skema IPO di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun ini mencatat total nilai emisi Rp62,6 triliun atau melesat lebih dari 11 kali lipat dibanding 2020.

    Jumlah perusahaan yang melaksanakan IPO pada 2021 sebanyak 54 emiten, naik dari 2020 yang 51 perusahaan. Hal ini membuat Indonesia menempati posisi pertama dibanding negara di Asia Tenggara lainnya dalam jumlah perusahaan tercatat baru terbanyak.

    Indonesia unggul dari Thailand yang mencatatkan 38 emiten baru, Malaysia 29, Singapura 8, dan Filipina 5. Dengan penambahan ini, total perusahaan yang tercatat di BEI per akhir Desember 2021 mencapai 766 emiten.

    Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, emisi IPO 2021 yang mencapai Rp 62,6 triliun merupakan nilai penggalangan dana tertinggi sepanjang sejarah BEI.

    Tren kenaikan pencatatan ini, diharapkan dapat berlanjut pada taun 2022. Apalagi, saat ini, BEI masih mengantongi 26 calon perusahaan tercatat dalam pipeline IPO yang sebagian masih dalam proses penawaran umum.

    “Di hari perdagangan terakhir ini, ada lagi calon emiten yang menyatakan ingin IPO cukup besar di 2022. Saya tidak bisa menyebutkan nama perusahaannya tapi diharapkan dapat membuat antusiasme di 2022 lebih baik dari 2021,” tutur Inarno, Kamis (30/12/2021).

    Dalam kesempatan yang sama Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan penambahan 68 pencatatan efek baru pada 2022, lebih tinggi dari target 2021 yang sebanyak 66 pencatatan efek.

    Target pencatatan efek yang ia maksud terdiri dari saham, obligasi, ETF (Exchange Traded Fund), EBA (Efek Beragun Aset), DIRE (Dana Investasi Real Estate), dan DINFRA (Dana Investasi Infrastruktur).  []