Tag: Papua

  • TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Kampung Perbatasan

    peloporberita.com/ | Dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, Pos Wembi Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY melaksanakan penyemprotan disinfektan di Kampung Wembi Distrik Mannem, Kabupaten Keerom Papua. 

    Dalam keterangan tertulis Penerangan Satgas Yonif 512/QY, Rabu (01/09/2021), penyemprotan disinfektan yang dipimpin langsung oleh Danpos Wembi Serka Haritya ini, dibantu oleh beberapa warga kampung dengan sasaran fasilitas umum gereja, balai kampung dan sekolahan. Selain itu, penyemprotan juga dilakukan di rumah-rumah warga di wilayah Kampung Wembi.

    Sambil mendampingi penyemprotan disinfektan, Serka Haritya juga mengajak masyarakat yang ditemui untuk tetap mematuhi protokol kesehatan ketika melakukan seluruh aktivitas.

    Di tempat terpisah, Dansatgas Letkol Inf Taufik Hidayat menjelaskan bahwa upaya penyemprotan disinfektan dilakukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah perbatasan. Peran serta dan kepedulian dari aparat pemerintahan, termasuk TNI yang ada di wilayah perbatasan, sangat diperlukan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

    “Kami akan terus berupaya menjaga masyarakat agar tidak terpapar virus Covid-19, ” kata Dansatgas Letkol Inf Taufik Hidayat. []

  • GMKI: Komitmen Pemerintah Sejahterakan Papua Jauh dari Harapan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Jefri Gultom mengatakan, komitmen Pemerintah untuk sejahterakan Papua jauh dari harapan, pasca penetapan UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otsus Papua. Jefri menyampaikan pernyataan itu setelah acara diskusi bertajuk “Meneropong Masa Depan Papua Pasca Penetapan Otsus Jilid II”, Sabtu (14/08).

    Dalam rilis pers yang diterima peloporberita.com/, Jefri Gultom mengatakan bahwa selama 20 tahun, UU Otsus belum terlalu berdampak kepada masyarakat Papua. "Pelanggaran HAM dan rasisme masih juga terjadi kepada masyarakat Papua. Komisi kebenaran dan rekonsiliasi yang merupakan amanah UU Otsus tidak pernah terbentuk,” ujar Jefri.

    Baca juga: Terima Bendera Merah Putih dari Pangdam Kasuari, Kepala Suku Pegaf: Sampai Kapanpun Kami Tetap NKRI

    Selain itu, Jefri juga menyoroti kemiskinan di Papua, padahal bisa dikatakan Papua adalah salah satu penyumbang terbesar bagi pendapatan negara. “Sungguh miris, Papua merupakan provinsi termiskin, padahal pendapatan negara dari pajak dan non pajak terbesar termasuk berasal dari Tanah Papua,” tutur Jefri Gultom.

    Acara virtual itu juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati yang menilai, pelanggaran HAM tidak terlepas dari kondisi ekonomi politik di Papua. 

    Menurutnya, untuk menghentikan pelanggaran HAM yang berkelanjutan diperlukan verifikasi fakta, pengungkapan kebenaran secara penuh dan terbuka, permintaan maaf kepada publik dari negara dan memastikan bahwa semua proses sipil dan militer mematuhi standar internasional tentang proses hukum, keadilan dan ketidakberpihakan.

    Baca juga: Mensos Risma Sapa Warga Papua

    UU Otsus Papua Disusun Kehendak Jakarta

    Ditengah penolakan sejumlah elemen masyarakat papua, Pemerintah dan DPR RI tetap mengesahkan UU Otsus Papua dalam rapat Paripurna (15/07). Awalnya, hanya mengajukan revisi 3 pasal yaitu perpanjangan dana otsus, aturan pemekaran wilayah dan ketentuan peralihan peraturan. Namun, 18 pasal masuk dalam daftar revisi saat pembahasan DPR RI. 

    Anggota DPD dari Dapil Papua Barat Mamberob Y. Rumakik mengatakan, pembahasan UU Otsus dilakukan di tengah Pandemi Covid-19, sehingga hanya sedikit perwakilan dari pansus yang mengikuti rapat secara langsung. Terkait hal itu, Mamberob mengajak masyarakat Papua untuk mengawal implementasi UU Otsus, agar tepat sasaran dan berdampak pada masyarakat Papua. 

    Baca juga: Tri Rismaharini Bawa Mesin Jahit ke Papua

    Selain itu, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib menilai, dalam UU Otsus tidak ada keseriusan perlindungan dan penegakan HAM serta membangun kesejahteraan terhadap masyarakat Papua. 

    Dalam pers rilis yang diterima peloporberita.com/, Timotius mengatakan penyusunan UU Otsus tidak melibatkan masyarakat adat dan juga MRP, sebagaimana yang terdapat dalam pasal 77 UU No 21 Tahun 2001. 

    Sekretaris BPC GMKI Jayapura Yusuf Simbiak juga mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah tidak cukup menyelesaikan persoalan di tanah Papua. “Kami mengharapkan kehadiran langsung Presiden Joko Widodo untuk dapat berdialog di tanah Papua. Kami akan menyampaikan semua persoalan tanah Papua secara langsung kepada Presiden,” kata Yusuf. []

  • Terima Bendera Merah Putih dari Pangdam Kasuari, Kepala Suku Pegaf: Sampai Kapanpun Kami Tetap NKRI

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, menyerahkan bendera merah putih kepada kepala-kepala Suku yang ada di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) untuk dikibarkan di Rumah Kaki seribu Distrik Hink Pegaf, Papua Barat pada Sabtu, 14 Agustus 2021.

    Penerangan Kodam XVIII/Kasuari pada Minggu, 15 Agustus 2021 menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian touring merah putih ke Pegaf yang dilaksanakan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan yang ke-76 Republik Indonesia bersama Komunitas Trail Manokwari (KTM) .

    “Kami menyatakan bahwa sampai kapanpun kami tetap NKRI.”

    Saat penyerahan bendera, Pangdam di sambut oleh tujuh kepala suku yang mewakili suku-suku di Pegaf dan berpesan untuk terus mengibarkan bendera merah putih di Pegaf karena merupakan bagian NKRI.

    “Bapak Kepala Suku, saya menyerahkan bendera merah putih ini untuk terus dikibarkan di tanah Pegaf, pegunungan Arfak harus terus sejahtera dan damai, sehingga anak cucu kita ke depannya dapat mencapai cita-cita dan masadepannya dengan baik,” tutur Pangdam XVIII/Kasuari.

    Kepala Suku Pegaf Terima Bendera Merah Putih dari Pangdam Kasuari. (Foto: peloporberita.com/TNI)

    Apri Indou, Kepala Suku Distrik Anggi, mengucapkan rasa terima kasih kepada Pangdam, untuk bersama-sama melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih.

    "Dengan ini kami menyatakan bahwa sampai kapanpun kami tetap NKRI," ungkapnya.

    Prosesi penyerahan dan pengibaran bendera merah putih ini merupakan suatu kebanggaan dan penghargaan Kodam XVIII/Kasuari kepada para kepala suku yang ada di Pegaf.

    Setelah menerima bendera, tiga kepala suku tersebut langsung mengibarkan bendera melalui upacara yang dipimpin Pangdam dan diikuti oleh warga sekitar dan rombongan dari Kodam XVIII/Kasuari.

    Usai upacara pengibaran bendera merah putih, Pangdam berkesempatan memasuki rumah adat dan menerima penjelasan tentang rumah adat kaki seribu yang merupakan budaya masyarakat Pegaf.

    Selanjutnya, Pangdam diperkenalkan dan mencoba panah milik masyarakat yang digunakan untuk berburu, sasaranpun berhasil dipanah oleh Pangdam.

    Acara ditutup dengan dengan pembagian bantuan bingkisan sembako kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan dengan harapan dapat membantu kebutuhan hidup sehari-hari. []

  • Satgas Yonif 512/QY Berbagi Kasih, Sebar Sembako untuk Masyarakat Perbatasan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Sebagai wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat perbatasan di tengah pandemi Covid-19, Pos Kalilapar Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY membagikan paket sembako kepada warga di Kampung Sach Dan Kampung Kalilapar 2, Distrik Waris, Kabupaten Keerom Papua, Sabtu, 7 Agustus 2021.

    Satgas Yonif 512/QY Danpos Kalilapar, Letda Inf Wahyu Priyono dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 8 Agustus 2021, menjelaskan bahwa sasaran pembagian paket sembako tersebut merupakan warga binaan dari Pos Kalilapar yang tinggal di Kampung Sach dan Kampung Kalilapar 2.

    Satgas Yonif 512/QY
    Satgas Yonif 512/QY Berbagi Kasih, Sebar Sembako untuk Masyarakat Perbatasan. (Foto: peloporberita.com/TNI)

    "Pembagian sembako kami fokuskan kepada warga Sach dan Kalilapar 2 yang merupakan warga binaan kami. Dengan sedikit bantuan yang kami berikan, harapanya dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," tuturnya.

    “Saya selaku kepala kampung mewakili warga Sach berterima kasih sebanyak-banyaknya atas bantuan yang telah diberikan kepada warga kami, semoga kebaikan Danpos dan semuanya selalu diberkati oleh Tuhan”

    Selain membagikan paket sembako, Letda Wahyu juga memberikan imbauan kepada warga agar sementara waktu membatasi aktivitas di luar rumah demi mencegah paparan virus Covid-19 serta selalu menerapkan protokol kesehatan apabila terpaksa keluar rumah.

    “Sembari membagikan paket sembako, kami juga mengimbau para warga untuk tetap mematuhi prokes dan menggunakan masker apabila keluar rumah, serta mengajak msyarakat untuk bersama-sama berdoa agar virus ini cepat hilang dan kita semua dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala,” ungkap Letda Wahyu.

    Satgas Yonif 512/QY
    Satgas Yonif 512/QY Berbagi Kasih, Sebar Sembako untuk Masyarakat Perbatasan. (Foto: peloporberita.com/TNI)

    Sementara  Lauren Ibe (60), Kepala Kampung Sach dan Joni Maunda (38), tokoh adat Kampung Kalilapar 2 yang ditemui oleh anggota Pos Kalilapar ketika membagikan paket sembako sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan, Lauren Ibe juga mengungkapkan bahwa dirinya salut dengan kepedulian anggota Pos Kalilapar.

    "Saya sangat salut dengan kepedulian Danpos dan anggotanya, saya selaku kepala kampung mewakili warga Sach berterima kasih sebanyak-banyaknya atas bantuan yang telah diberikan kepada warga kami, semoga kebaikan Danpos dan semuanya selalu diberkati oleh Tuhan" sebut Lauren Ibe.

    Pada kesempatan yang sama, Dansatgas Letkol Inf Taufik Hidayat mengungkapkan, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Pos Kalilapar tersebut merupakan salah satu upaya TNI untuk membantu meringankan beban masyarakat dari dampak virus Covid-19.

    Tak lupa, Dansatgas mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan demi terjaganya masyarakat perbatasan dari paparan Covid-19. []

  • Mensos Risma Sapa Warga Papua

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah, melalui Kementerian Sosial memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan masyarakat Papua. Hari ini, Mensos melakukan lawatan ke Papua, untuk menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana, juga memperkuat pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

    Mengawali lawatannya ke Bumi Cendrawasih, Mensos menemui pengungsi korban banjir bandang Sentani tahun 2019 di Posko Pengungsi Palomo, Sentani. Di hadapan anak-anak yang menunggunya di tenda, Mensos berbincang dan menghibur dengan membacakan cerita. Usai bercerita, Mensos melontarkan beberapa pertanyaan dan dijawab dengan tangkas oleh anak-anak.

    “Saya dipanggil “mama Papua” sama anak-anak Surabaya.”

    Dalam kesempatan tersebut, Mensos dan rombongan meninjau lahan yang rencananya akan didirikan hunian untuk pengungsi, tak jauh dari Posko Palomo. Sebanyak 76 rumah akan dibangun untuk warga Jemaat Gereja Eklesia, Milinik Cyckloop yang menjadi pengungsi Posko Palomo. Mensos berharap, dengan dibangunnya rumah tersebut, pengungsi mendapatkan hunian yang lebih layak.

    Didampingi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Papua Pendeta Lipiyus Biniluk, Mensos dan rombongan bergerak ke dua pusat pengembangan SDM yakni di Kompleks ICCI (Indonesia Cross Cultural Institute) dan kemudian ke kantor Maga Edukasi Papua. Di dua lokasi, Mensos menekankan pentingnya pengembangan SDM Papua.

    Menurut Mensos, dengan SDM yang unggul, putra Papua diyakininya akan bangkit dan mengejar ketertinggalan.

    “Penting bagi anak-anak Papua untuk mendapatkan akses pendidikan dan pengembangan vokasional. Dengan SDM yang terdidik, Papua akan bisa mandiri. Seperti kebutuhan akan minyak, bisa dicukupi oleh anak-anak Papua, tanpa harus bergantung dari luar. Caranya dengan mengembangkan minyak dari kelapa yang banyak tumbuh di sini,” tutur Mensos saat berkujung ke kantor Maga Edukasi Papua, Sabtu, 7 Agustus 2021.

    Di hadapan tokoh dan masyarakat Papua, Mensos memotivasi anak-anak dan pemuda untuk bersikap optimistis. Kondisi yang mereka hadapi tidak menjadi halangan bagi mereka untuk maju dan hidup sejahtera.

    “Tuhan tidak membeda-bedakan manusia yang satu dengan yang lain, selama ia memiliki kemauan, ia bisa maju,” ungkapnya.

    Ia mencontohkan dirinya pada saat awal menjadi Wali Kota Surabaya, yang dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Dengan kerja keras dan kemitraan dengan semua pihak, warga Surabaya bisa lebih sejahtera.

    “Anak-anak bisa mendapatkan pendidikan dan kesehatan gratis. Surabaya bisa memberikan beasiswa untuk 3000 mahasiswa. Bisa membangun 300 km jalan,” sebutnya.

    Mensos menyatakan, bahwa tidak ada yang tidak mungkin bila memang kita mau berusaha. Ia mengaku tangannya sampai patah karena harus masuk got untuk melakukan perbaikan saluran air agar Kota Surabaya tidak banjir.

    “Sudah tiga tahun Surabaya tidak banjir, dulu 50 persen Kota Surabaya terendam banjir,” tandasnya.

    Mensos menyatakan, dalam membangun dan memajukan Kota Surabaya, dilakukan dengan menggerakkan semua potensi tanpa membeda-bedakan asal usul dan latar belakang. Di Surabaya, ia menyatakan sudah cukup dekat dengan warga Papua di Surabaya. Ia mengaku sering Natalan dengan masyarakat Papua.

    “Makanya saya dipanggil “mama Papua” sama anak-anak Surabaya,” kata Mensos.

    Mensos Risma menyebut, banyak pejabat di Kota Surabaya berasal dari Sabang sampai Merauke termasuk dari Papua. Kepala Dinas Kominfo Surabaya dari Papua.

    “Itulah kita harus saling menghormati,” tandasnya.

    Dalam kesempatan ini, Kemensos menyalurkan berbagai bantuan dengan total nilai Rp949.912.000. Dengan rincian bantuan berupa alat bantu aksesibillitas (kursi roda, tripod, dan walker) sebanyak 152 unit dengan nilai Rp149.850.000.

    Kemudian bantuan kewirausahaan (usaha bengkel tambal ban, usaha stempel, usaha sate ayam, usaha sablon, usaha servis HP, dan usaha kedai minuman) sebanyak 395 paket dengan nilai Rp125.200.000. Bantuan untuk usaha kios, kios pulsa, dan kios sembako sebanyak 20 paket dengan nilai Rp65.600.000.

    Bantuan untuk peternakan sapi, kambing dan babi sebanyak 24 paket dengan nilai Rp77.000.000. Kemudian ada juga bantuan untuk kebutuhan dasar yakni makanan, pakaian, penambah daya tahan tubuh, dan masker sebanyak 550 paket dengan nilai Rp532.362.000.

    Selain itu, Kemensos juga menyalurkan bantuan masker dan vitamin melalui Karang Taruna Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Bantuan dikirimkan sebanyak 1.270 paket per Kabupaten/Kota, total 2.540 paket bantuan. Kemudian bantuan untuk Kabupaten/Kota yang lainnya akan dikirimkan menyusul menggunakan PT. Pos Indonesia.

    Bantuan masker dan vitamin melalui forum kerukunan umat beragama (FKUB) berupa masker medis sebanyak 824 karton, paket vitamin 5.250 paket, vitamin D1000 IU, vitamin C tab 250 mg, dan vitamin Zink tab 20 mg.

    Ada juga bantuan untuk persipan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021 melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berupa 5 paket Alat Sablon, 1 unit PC i5 Ram 8 Gb (monitor & CPU) dan printer warna, 10 lusin kaos oblong lengan pendek warna warni, dan Buku Cerita Anak. []

  • TNI-Polri bersama Pemerintah Kota Jayapura Gelar Serbuan Vaksinasi

    peloporberita.com/ | TNI-Polri bersama Pemerintah Kota Jayapura menggelar serbuan vaksinasi gelombang pertama dosis kedua, di Lapangan Tenis Bucend III Waena, pada 4-5 Agustus 2021. Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan pun meninjau langsung jalannya vaksinasi, dalam rangka percepatan penanganan pandemi Covid-19.

    Dalam keterangan tertulis Penerangan Korem 172/PWY, Jumat (06/08/2021), kegiatan serbuan vaksinasi ini adalah wujud sinergitas TNI-Polri dan Pemerintah dalam mewujudkan Papua bebas dari Pandemi Covid-19 dengan cara penanganan yang serius, ekstra dan berkelanjutan. 

    Danrem 172/PWY menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi, dan juga kepada para tenaga kesehatan yang setia melayani masyarakat tanpa kenal lelah. 

    Serbuan vaksinasi hari kedua ini melibatkan 48 orang tenaga vaksinator, dan dari data yang dihimpun petugas vaksinasi menunjukkan bahwa jumlah masyarakat yang melaksanakan vaksinasi mencapai 1.367 orang. Meski melibatkan banyak orang, TNI-Polri memastikan pelaksanaan serbuan vaksinasi ini tetap berpedoman pada protokol kesehatan. []

  • Tri Rismaharini Bawa Mesin Jahit ke Papua

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) telah menerima bantuan 100 unit mesin jahit Singer. Acara seremonial penyerahan mesin jahit dilakukan hari ini (06/08/2021) di lobi utama di Kantor Kementerian Sosial Jalan Salemba 28, Jakarta. 

    “Saya yakin bantuan mesin jahit ini sangat bermanfaat terutama dalam masa pandemi. Terima kasih kepada para distributor mesin jahit Singer yang sudah tergerak memberikan bantuan,” kata Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

    Baca juga: Jajaran Kemensos di Daerah Tindak Lanjut Masalah Bantuan Beras

    Kemensos akan mengirim sebagian mesin jahit itu ke Papua, sekaligus memberikan penguatan kemampuan vokasional warga Papua dengan bimbingan menjahit kaos, cinderamata dan souvenir. Kemensos melakukan hal itu salah satunya untuk meningkatkan partisipasi warga Papua dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021, yang rencananya dilaksanakan pada Oktober 2021. 

    “Kami akan mengajari anak-anak Papua dengan keterampilan menjahit kaos, cinderamata dan souvenir yang bisa disajikan pada PON XX tahun 2021 Oktober nanti. Saya akan membawa beberapa unit mesin jahit ke Papua,” kata Risma.

    Baca juga: Respon Cepat Kemensos Tangani Anak yang Orangtuanya Terdampak Covid

    Dalam kesempatan tersebut, Mensos Risma juga menyatakan, dengan bantuan mesin jahit diharapkan memperkuat produktivitas warga Papua dan pada gilirannya meningkatkan penghasilan mereka. Rencananya, sebagian mesin jahit akan dibawa bersamaan dengan kunjungan mensos ke Papua malam ini.

    Selain ke Papua, mesin jahit tersebut juga akan didistribusikan kepada kelompok marjinal termasuk pemulung. “Mesin jahit juga akan didistribusikan kepada para pemulung. Karena ada pemulung yang memiliki kemampuan menjahit juga. Mereka bisa membuat masker yang nanti kita beli lalu kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Risma. []

  • Translokasi Satwa Endemik Papua ke Habitat Aslinya

    peloporberita.com/ | Jakarta – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta melakukan translokasi 25 ekor satwa endemik Papua ke habitat aslinya. Sejumlah satwa yang ditranslokasikan ke Papua itu, adalah dua ekor kasuari gelambir ganda, dua ekor buaya irian, satu ekor cendrawasih minor, dan 20 ekor labi-labi moncong babi.

  • Tito Karnavian: Papua Gunakan PPKM level 4 dan 3, Istilah Lockdown Bikin Masyarakat Bingung

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah, melarang Pemerintah Provinsi Papua menggunakan istilah lockdown yang rencananya dimulai 1 Agustus 2021 di wilayah tersebut dan memerintahkan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

    “Kita berharap terjadi penurunan kasus di Papua seperti harapan Bapak Gubernur dan masyarakat di sana. Kemudian BOR juga makin menurun, makin longgar. Nanti kalau memang belum, ya kita akan masuk level 4 lagi,”

    Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam jumpa pers di Kantor Presiden yang disiarkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden Senin, 26 Juli 2021. Menurutnya, penggunaan istilah lockdown akan membingungkan masyarakat. Sedangkan, aturan PPKM Level 4 lebih jelas dan rinci.

    “Saya sudah komunikasikan ke Pak Gubernur jadi kita gunakan istilah PPKM level 4 level 3, bukan istilah lockdown. Kalau lockdown, nanti masyarakat jadi bingung. Belum tentu seluruh masyarakat memahami arti lockdown,” tutur Tito.

    Tito juga mengatakan, bahwa penerapan PPKM Level 4 dan Level 3 di Papua sampai 2 Agustus dan kebijakan itu nantinya akan dievaluasi. Adapun sebelumnya, Pemprov Papua berencana menerapkan lockdown mulai 1 Agustus. Rencana ini, untuk menekan laju penularan Covid-19 di Papua sebagai upaya persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON).

    “Kita berharap terjadi penurunan kasus di Papua seperti harapan Bapak Gubernur dan masyarakat di sana. Kemudian BOR juga makin menurun, makin longgar. Nanti kalau memang belum, ya kita akan masuk level 4 lagi,” tegasnya.

    Tito menyebutkan, daerah di Papua yang menerapkan PPKM Level 4 ada 3, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Pembatasan yang berlaku di tiga daerah itu dinilainya sudah cukup ketat. Sementara daerah lain di Papua yang menerapkan PPKM Level 3 di antaranya adalah daerah penyelenggara PON. []