Tag: Pandemi

  • Orang Jerman Bakal Bisa Rekam Pesan Terakhir di Batu Nisan Digital

    Jakarta | Ada yang berbeda dalam pameran pemakaman “Life And Death 2022” di Jerman. Dalam pameran ini diluncurkan Youlo, singkatan dari “You Only Live Once” yang memungkinkan orang merekam pesan dan video pribadi untuk orang yang mereka cintai, yang kemudian disimpan selama beberapa tahun di “batu nisan digital”.

    Startup pencipta Youlo mengklaim itu memungkinkan pengguna untuk memiliki kata terakhir mereka, sebelum mereka beristirahat dengan tenang selamanya.

    Secara tradisional, Jerman utara Lutheran telah lama memiliki pendekatan kematian yang agak kaku dan keras. Namun, ketika agama dan ritual melonggarkan cengkeraman mereka, kerumunan orang di pameran itu mencari cara alternatif untuk menandai akhir mereka, sebuah tren yang menurut sejumlah orang telah dibantu oleh pandemi Covid.

    “Dengan globalisasi, semakin banyak orang yang menjalani kehidupan jauh dari tempat mereka dilahirkan. Ketika Anda tinggal ratusan kilometer dari kerabat, mengunjungi tugu peringatan dapat menuntut banyak usaha,” kata pencipta Youlo Corinna While, seperti dikutip dari AFP.

    Selama pandemi, banyak keluarga hanya dapat menghadiri upacara pemakaman melalui tautan video, sementara ancaman eksistensial yang ditimbulkan virus corona, sekitar 136.000 orang meninggal di Jerman, juga tampaknya telah menantang tabu lama tentang kematian.

    Semua ini telah dibantu oleh keberhasilan serial Netflix buatan Jerman “The Last Word”, sebuah drama pemecah cetakan yang dipuji karena berjalan di garis tipis antara komedi dan tragedi dalam hal kematian dan duka.

    “Kematian seharusnya tidak menjadi hal yang tabu atau mengejutkan; kita tidak boleh disia-siakan olehnya, dan kita tentu saja tidak boleh membicarakannya secara terselubung,” kata Bianca Hauda, presenter podcast populer “Buried, Hauda”, kepada AFP.

    “Ini bertujuan untuk membantu orang menjadi kurang takut dan menerima kematian,” katanya.[]

  • Berpidato di Global Covid-19 Summit, Jokowi Sampaikan 3 Hal ini untuk Bangun Ketahanan Terhadap Pandemi

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tiga hal diperlukan untuk membangun arsitektur ketahanan kesehatan dan kesiapsiagaan dunia yang lebih kuat terhadap pandemi. Hal ini disampaikannya saat berpidato secara virtual pada Global Covid-19 Summit yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (12/05/2022).

    Tiga hal yang diperlukan untuk membangun ketahanan terhadap pandemi itu menurut Kepala Negara, Pertama, akses kesehatan yang inklusif. Menurutnya, seluruh masyarakat tanpa terkecuali harus memiliki akses terhadap layanan kesehatan dasar.

    “Infrastruktur kesehatan dasar harus memadai dan siap menghadapi pandemi. Di tingkat global, setiap negara besar maupun kecil, kaya maupun miskin, harus memiliki akses yang setara terhadap solusi kesehatan,” tutur Presiden.

    Kedua, akses pembiayaan yang memadai. Untuk itu, Presiden mendorong perlunya mekanisme pembiayaan kesehatan baru yang melibatkan negara donor dan bank pembiayaan multilateral karena tidak semua negara memiliki sumber daya untuk memperbaiki infrastruktur kesehatannya.

    “Dukungan pembiayaan kesehatan harus dilihat sebagai sebuah investasi dan tanggung jawab bersama mencegah pandemi,” ungkapnya.

    Ketiga, pemberdayaan. Kepala Negara memandang bahwa kapasitas kolektif harus diupayakan dan kerja sama antarnegara menjadi kuncinya. Menurut Jokowi, kerja sama riset, kerja sama transfer teknologi, dan akses ke bahan mentah harus diperkuat.

    [irp]

    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)
    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Setkab)

    “Tidak boleh ada monopoli rantai pasok industri kesehatan. Diversifikasi pusat produksi obat, vaksin, alat diagnostik dan terapeutik harus dilakukan. Dengan kapasitasnya, Indonesia siap menjadi hub produksi dan distribusi vaksin di kawasan,” sebutnya.

    Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa presidensi Indonesia di G20 memberikan perhatian besar terhadap kerja sama kesehatan secara inklusif. Untuk itu diperlukan peran dan keterlibatan semua negara, serta penguatan peran Badan Kesehatan Dunia atau WHO dan multilateralisme.

    “Tidak boleh ada yang tertinggal dalam upaya kita membangun arsitektur kesehatan dan kesiapsiagaan dunia yang lebih kuat. Recover together, recover stronger,” tegasnya.

    Jokowi juga menyampaikan, untuk mengatasi pandemi, percepatan vaksinasi harus dilakukan untuk menjangkau 70 persen penduduk setiap negara. Adapun momentum turunnya jumlah kasus saat ini harus dimanfaatkan untuk meluncurkan pukulan terakhir terhadap Covid-19.

    “Vaksin harus secepatnya menjadi vaksinasi. Kolaborasi kita harus menjembatani tantangan vaksinasi, mulai dari pembiayaan, logistik, dan sumber daya manusia,” tandas Presiden. []

    [irp]

  • Satgas Covid-19: Pandemi Mulai Bertransisi Jadi Endemi

    Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan, Indonesia mulai bertransisi menuju fase endemi. Hal ini disampaikan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.

    “Bisa dikatakan bahwa saat ini Indonesia sudah tidak lagi berada dalam kondisi kedaruratan dalam respons pandemi Covid-19 dan mulai bertransisi menuju fase endemi,” tuturnya Kamis, (12/05/2022).

    Wiku menjelaskan, hal ini didasarkan dari tren penurunan angka kasus perawatan di rumah sakit, termasuk layanan intensif dan kematian. Data Satgas Covid-19 mencatat, angka kasus berada di bawah 1.000 selama 25 hari terakhir. Selain itu angka keterisian tempat tidur rumah sakit berada di angka 2 persen, begitu pula angka kematian menurun.

    Selain melihat dari sisi angka kasus, Prof Wiku menyebut hal ini juga tercermin dari efek Covid-19 terhadap perilaku sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, saat ini pertumbuhan ekonomi meningkat, angka pengangguran menurun, dan indeks belanja meningkat serta mobilitas masyarakat yang keluar juga meningkat.

    Ilustrasi Virus Corona. (Foto: Pelopor/Unsplash)

    Meski demikian, upaya pengawasan dan pengendalian Covid-19 masih tetap terus dilakukan menyesuaikan kondisi di Indonesia terkini. Salah satunya lanjut Wiku, dengan tetap menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dimana pengawasan dan pengendalian dijalankan dengan menyesuaikan situasi dan kondisi daerah masing-masing.

    “Penggunaan masker masih tetap diwajibkan sebagaimana arahan WHO bahwa masker masih menjadi bagian strategi pencegahan Covid-19 yang komprehensif,” tandasnya.

    “Ingat, bukan karena kondisi yang terkendali maka pengendalian Covid-19 tidak dilakukan tetapi pengendalian serta pengawasan akan tetap dijalankan dengan bentuk yang harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini,” Sambung Prof Wiku Adisasmito. []

    [irp]

  • Meksiko Umumkan Status Endemi, Covid-19 Dianggap Penyakit Musiman

    Jakarta | Pemerintah Meksiko resmi mengganti status pandemi menjadi endemi, dan selanjutnya Covid-19 akan dianggap sebagai penyakit musiman.

    Meski tidak pernah mewajibkan penggunaan masker, negara itu telah mencabut sejumlah pembatasan sektor bisnis dan kegiatan lainnya sejak beberapa pekan lalu.

    “Sekarang hampir semuanya (pembatasan) telah ditarik mundur,” ujar Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, yang dilansir dari Associated Press.

    Angka kasus Covid di Meksiko saat ini memang terbilang menurun, namun sejumlah pihak memprediksi penurunan itu dipicu oleh pemerintah yang kini semakin jarang melakukan tes.

    Data Organisasi Kesehatan Dunia atau The World Health Organization (WHO) menunjukkan, total kasus Covid di Meksiko hingga saat ini mencapai angka sekitar 5,7 juta.

    Pada awal pekan ini, Meksiko hanya mencatatkan 48 kasus harian, menurun drastis dari 4.000 kasus per hari pada awal April. Sejalan dengan itu, angka kematian Covid-19 juga mulai menurun di negara itu.

    Disebutkan jumlah kematian Covid yang dikonfirmasi oleh tes hampir menyentuh angka 325.000. Namun, pantauan pemerintah Meskiko terhadap sertifikat kematian menunjukkan jumlah korban sebenarnya hampir mencapai 490.000.

    Pemerintah Meksiko juga mengklaim tingkat vaksinasi Covid-19 di negara itu cukup tinggi, di mana saat ini sekitar 90% orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.[]

  • Jokowi: Transisi Pandemi ke Endemi Harus Hati-Hati, Saya Tidak Mau Langsung Lakukan Kebijakan Buka Masker

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memandang, transisi pandemi COVID-19 menuju endemi harus dilakukan secara hati-hati melalui berbagai tahapan.

    Hal ini disampaikan Presiden saat menanggapi pertanyaan jurnalis terkait diperbolehkannya mudik pada Lebaran tahun 2022 dan dampaknya pada transisi tersebut.

    “Kita yang pertama memang mudik kita perbolehkan karena melihat angka-angka kasus harian sudah sangat rendah dan kasus aktifnya kan sudah di bawah 20 ribu memang rendah. Tetapi, apapun ada masa transisi yang masih kita harus hati-hati,” tutur Kepala Negara, Senin (25/04/2022).

    Jokowi juga menegaskan, bahwa pemerintah tidak ingin seperti negara-negara lain yang langsung melakukan kebijakan melepas masker. Menurutnya, pemerintah akan melihat situasi pada masa transisi terlebih dahulu selama enam bulan ke depan.

    Jokowi
    Presiden RI Joko Widodo, (Foto:Pelopor.id/Setkab)

    “Saya tidak ingin kayak negara-negara lain langsung buka masker, ndak. Ini masih masa transisi, kira-kira enam bulan kita lihat seperti apa, baru nanti silakan kalau di luar ruangan buka masker, kalau di dalam ruangan masih pakai masker,” tegasnya.

    Presiden juga menekankan bahwa ada sejumlah tahapan yang harus dilewati dan pemerintah tidak akan tergesa-gesa dalam memutuskan kebijakan. Selain itu, pemerintah juga memiliki sejumlah pengalaman saat menghadapi lonjakan kasus COVID-19 varian Delta maupun Omicron.

    “Ada tahapan-tahapan yang kita tidak perlu tergesa-gesa. Apapun, kita punya pengalaman saat Delta seperti apa, saat Omicron seperti apa, sehingga kehati-hatian, kewaspadaan itu tetap harus,” pungkasnya.[]

    [irp]

  • Home Depot Fokus pada Pemasaran Digital dan Pelanggan

    Jakarta | Peritel alat rumah tangga, Home Depot Inc., menggencarkan upaya digital yang membantu mendorong penjualan selama pandemi. Seperti diketahui, peritel alat rumah tangga menuai cuan besar selama awal pandemi, ketika konsumen beralih ke proyek do-it-yourself di sekitar rumah akibat kebijakan penguncian atau lockdown.

    Dengan adanya aturan lockdown dan social distancing, pelanggan pun beralih dari toko fisik ke toko online. Home Depot pun ingin mempertahankan momentum itu dengan menggeser Chief Information Officer (CIO) ke peran eksekutif baru yang mengawasi teknologi pelanggan.

    Home Depot telah menunjuk CIO Matt Carey sebagai wakil presiden eksekutif pengalaman pelanggan. Kemudian, posisinya sebagai CIO digantikan oleh Fahim Siddiqui.

    Melansir The Wall Street Journal, kedua petinggi Home Depot itu akan melapor kepada kepala eksekutif Ted Decker, yang memulai peran barunya pada Maret, setelah sebelumnya menjabat sebagai chief operating officer dan presiden perusahaan.

    Dalam peran barunya, Carey akan bertanggung jawab atas visi, desain dan pengembangan teknologi pengalaman pelanggan. Sedangkan Siddiqui akan mengarahkan strategi teknologi, infrastruktur dan pengembangan perangkat lunak untuk toko ritel, fasilitas rantai pasokan, kantor dan sistem online.[]

  • GSB Targetkan Penyaluran Kredit Kendaraan Capai Rp 8,5 Triliun

    Jakarta | Usaha patungan atau joint venture pinjaman sepeda motor dan mobil dari Bank Tabungan Pemerintah Thailand atau Government Savings Bank (GSB) menargetkan penyaluran pinjaman tahun ini mencapai 20 miliar baht (Rp 8,5 triliun), naik 25% dari tahun lalu.

    GSB memasuki bisnis kredit kepemilikan mobil pada tahun 2020 dengan mengakuisisi 49% saham Fast Money Co Ltd, yang sebelumnya dimiliki sepenuhnya oleh Srisawad Corporation. Masuknya GSB ke arena tersebut bertujuan memberikan pinjaman guna mendongkrak likuiditas masyarakat berpenghasilan rendah, sejalan dengan kebijakan pemerintah.

    Mengutip Bangkok Post, Sabtu (23/04/2022), Presiden GSB Vitai Ratanakorn juga menyatakan ingin menurunkan suku bunga tinggi untuk segmen pinjaman itu. Saat ini, bunga tahunan untuk segmen tersebut sekitar 19%, turun dari 28% sebelumnya.

    Sepanjang tahun lalu, Fast Money Co Ltd memberikan pinjaman senilai lebih dari 16 miliar baht dengan tingkat bunga sekitar 11% per tahun, kepada lebih dari 800.000 orang berpenghasilan rendah.

    Pinjaman kepemilikan mobil menyumbang 21% dari total pinjaman yang diberikan oleh non-bank dengan nilai 481 miliar baht, sedangkan pinjaman pribadi mewakili 48% dan pinjaman kartu kredit mencapai 31%.

    Baru-baru ini, GSB juga meluncurkan pinjaman berbunga rendah yang tidak memerlukan agunan, yang bertujuan membantu mereka yang berpenghasilan rendah meningkatkan likuiditas mereka. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah memitigasi dampak pandemi yang berkepanjangan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.[]

  • Cathay Pacific Ubah Tunjangan dan Sejumlah Fasilitas untuk Pilot

    Jakarta | Maskapai Hong Kong, Cathay Pacific Airways Ltd., akan mengubah tunjangan bulanan dan fasilitas lainnya untuk pilot, sebagai salah satu upaya membendung gelombang pengunduran diri di antara awak yang frustrasi oleh dampak pandemi. Perubahan itu bergantung pada peringkat pilot, serta berada di atas gaji pokok dan tarif terbang per jam.

    Mulai tahun depan, kapten paling senior di Cathay Pacific akan mendapatkan tunjangan bulanan sebesar HKD 36.000 (Rp 65,8 juta), atau HKD 432.000 per tahun, naik dari nominal saat ini HKD 396.000.

    Cathay juga mengalokasikan HKD 100.000 per anak untuk biaya sekolah tahunan, hingga tiga anak. Kebijakan ini berlaku untuk sekolah di Hong Kong dan luar negeri dan mewakili peningkatan HKD 40.000 dan HKD 20.000 untuk perwira kedua dan pertama, namun tidak ada perubahan untuk kapten.

    Pandemi bisa disebut telah memukul Cathay lebih keras daripada kebanyakan maskapai lain. Ketika maskapai lain, termasuk pesaing utama Singapore Airlines Ltd, membangun kembali jaringan mereka saat pembatasan perjalanan dicabut, Cathay tetap terjebak dalam pengekangan yang beroperasi hanya sekitar 2% dari kapasitas penumpang pra-pandemi.

    Dampak pada operasi sangat membebani moral, dengan pilot dan kru dipaksa menjalani karantina yang lama dan beroperasi pada apa yang disebut shift loop tertutup yang membuat mereka jauh dari rumah selama berminggu-minggu. Meskipun masih mendapat kompensasi yang baik, peran pilot Cathay tidak begitu glamor dan memikat seperti dulu.

    “Ini adalah investasi yang signifikan pada pilot kami saat ini,” kata juru bicara Cathay dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Bloomberg News.

    Pembayaran penerbangan per jam, yang bervariasi untuk pilot Airbus dan Boeing, dibayarkan di atas gaji pokok setelah terbang dengan jumlah jam minimum per bulan.

    Seorang pilot Cathay Boeing 777 perlu terbang 49 jam sebulan untuk bisa mendapatkan bayaran penerbangan per jam, yang saat ini tidak mungkin lantaran sebagian besar armada dilarang terbang akibat pandemi.[]

  • Kantor Manajemen Utang Tak Terpengaruh Pembayaran Bunga Pinjaman

    Jakarta | Direktur Jenderal Kantor Manajemen Utang Publik Thailand atau Public Debt Management Office (PDMO) Patricia Mongkhonvanit menegaskan, beban negara dalam hal pembayaran bunga pinjaman selama lima tahun ke depan tidak akan melebihi tingkat standar internasional.

    Patricia mengatakan, rasio beban bunga terhadap perkiraan pendapatan tahunan negara diprediksi mencapai 8% pada akhir tahun fiskal 2022 dan tetap di bawah 10% selama lima tahun ke depan. Standar internasional untuk rasio ini adalah 10% atau kurang.

    Menurutnya, Thailand harus melanjutkan kebijakan fiskal ekspansif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Mengutip Bangkok Post, selama 2015-2021, pemerintah menginvestasikan lebih dari 2,6 triliun baht di 178 mega proyek, yang mencakup transportasi, utilitas dan energi.

    PDMO juga mengembangkan rencana pengelolaan utang publik 2022-2026 untuk memenuhi rencana pengeluaran pemerintah sebesar 840 miliar baht untuk mega-proyek hingga 2026.

    Dia mengatakan pinjaman lokal menyumbang 98% dari pinjaman kantor, menunjukkan eksposur yang rendah terhadap risiko valuta asing. Selain itu, lebih dari 83% dari total pinjaman memiliki tingkat bunga tetap.

    Pemerintah Thailand menaikkan pagu rasio utang publik terhadap PDB dari 60% menjadi 70%, untuk menyediakan lebih banyak ruang fiskal untuk mengakomodasi kemungkinan pinjaman tambahan di masa depan karena Thailand terus memerangi dampak pandemi.

    Patricia menegaskan, pemerintah dapat meninjau pagu utang setelah situasi ekonomi normal ke depannya.[]

  • Nielsen: Fashion Juarai Survei Belanja Ritel Online

    Jakarta | Perusahaan riset pasar Nielsen baru-baru ini merilis hasil survei yang menyebutkan bahwa Produk fesyen menempati urutan teratas item belanja online paling populer di Thailand. Sementara itu, banyak industri tertarik pada saluran digital untuk meningkatkan penjualan, terutama bahan makanan dan peralatan listrik.

    Dalam survei terkait, raksasa e-commerce Lazada telah mengindikasikan pembeli wanita adalah pemburu barang murah terbesar secara online.

    Menurut survei konsumen triwulanan “Nielsen Consumer Media View”, pembelian produk fesyen, seperti pakaian, sepatu, dan aksesori, mencapai pertumbuhan 206% dari 2019, sebelum dimulainya pandemi. Survei itu mengukur pendapat lebih dari 9.000 orang di Thailand.

    Melansir Bangkok Post, Senin (18/04/2022), survei menemukan produk kesehatan, seperti suplemen dan vitamin, adalah kategori produk dengan pertumbuhan tercepat yang dibeli pelanggan secara online, melonjak 798% dari 2019. Pandemi dikaitkan dengan pertumbuhan karena konsumen menjadi lebih sadar kesehatan dan mengadopsi perilaku mempromosikan kesehatan.

    Menurut Nielsen, karena semakin banyak orang yang bekerja dari rumah, layanan pesan-antar makanan juga berkembang pesat, dengan aplikasi terkait mengalami pertumbuhan 647% dari tahun 2020. Kenyamanan dan kecepatan adalah alasan lain pengguna beralih ke layanan pemesanan makanan online.

    Kemudian berdasarkan data layanan pemantauan pengeluaran iklan Nielsen Ad Intel, iklan digital telah menjadi tren utama di Thailand. Belanja iklan digital telah tumbuh 11% dari tahun 2020 dengan banyak industri beralih ke saluran digital, terutama bahan makanan dan produk listrik.

    Iklan digital adalah saluran yang dipercaya oleh netizen, dengan 41% mempertimbangkan untuk membeli produk setelah mereka melihatnya diiklankan secara online, dan 38% membeli produk setelah melihat iklan online, menurut Nielsen.

    Saat merek menghadapi tantangan untuk menjangkau konsumen yang tepat karena standar privasi diperketat, Nielsen Digital Ad Ratings memungkinkan merek untuk melihat apakah penargetan iklan relevan dengan audiens dan laba atas investasi iklan yang baik.[]