Tag: Pandemi

  • Menko PMK: Masih Banyak Rakyat Indonesia Belum Merdeka Secara Substansi

    peloporberita.com/ | Jakarta – “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” adalah tema besar Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-76 tahun 2021 ini. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, tema itu adalah bentuk optimisme pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

    “Tentu saja dengan tema Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh ini ada semacam optimisme ketika kita menghadapi cobaan ini kita akan segera menatap hari yang lebih cerah ke depan,” kata Muhadjir usai mengikuti upacara peringatan HUT RI ke-76 secara virtual, didampingi para pejabat Eselon 1 dan 2 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa, (17/08/2021).

    Baca juga: Menko PMK: Pandemi Munculkan Banyak Anak Yatim

    Peringatan HUT RI ke-76 masih berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena bangsa Indonesia masih menghadapi suasana prihatin, serta ujian pandemi Covid-19 dan segala dampaknya. Menurut Muhadjir, masih banyak pekerjaan rumah di 76 tahun usia kemerdekaan Republik Indonesia.

    Selain masalah pandemi, masih banyak Rakyat Indonesia yang belum merdeka secara substansi, khususnya dalam segi penghasilannya dan kesejahteraannya. “Mereka yang berada dalam jurang kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem. Kemudian juga anak-anak terlantar yang menghadapi ancaman lost generation atau generasi yang hilang,” tuturnya.

    Baca juga: Kemenko PMK: BLT Dana Desa Sasar Hingga Daerah Pesisir

    Pakaian Adat Tanah Bumbu

    Dalam peringatan HUT RI ke-76, pakaian adat Indonesia menjadi seragam upacara. Jajaran pejabat pemerintahan yang mengikuti upacara dari kantor maupun kediaman masing-masing, mengenakan pakaian adat dengan ragam variasi. Termasuk Menko PMK Muhadjir Effendy, mengenakan pakaian adat Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. 

    Muhadjir mengakui, baju berwarna biru itu adalah pemberian dari pihak Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu saat melakukan kunjungan ke sana. “Kemarin waktu saya berkunjung ke Kalimantan Selatan diberi hadiah berupa seragam Kabupaten Tanah Bumbu. Ya saya pakai saja,” ucapnya.

    Sedangkan Presiden RI Joko Widodo mengenakan pakaian adat Lampung didampingi Ibu Negara Iriana. Begitu pula Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Ketua MPR Bambang Soesatyo, dan Ketua DPR RI Puan Maharani yang juga mengenakan pakaian adat saat mengikuti upacara dari Istana Negara Kepresidenan, Jakarta. []

  • ‘Bangga Buatan Indonesia’ Targetkan Digitalisasi 30 Juta UMKM

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan akan melanjutkan dan mempercepat program akselerasi digital bagi pelaku ekonomi kreatif. Pernyataan itu sebagai respons cepat atas arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2022 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR-RI Tahun Sidang 2021-2022, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (16/08/2021).

    Presiden mengatakan, pandemi Covid-19 memaksa terjadinya perubahan di segala lini kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satunya pemanfaatan platform digital sebagai bentuk inovasi dalam mendistribusikan dan mempromosikan produk-produk para pelaku ekonomi kreatif. “Digitalisasi UMKM yang masuk ke platform digital jumlahnya terus bertambah. Sampai Agustus ini, sudah lebih dari 14 juta UMKM atau 22 persen dari total UMKM yang sudah bergabung dengan aplikasi e-commerce,” kata Presiden Jokowi.

    Baca juga: Sandiaga Uno: Lagu ‘This is Indonesia’ Sinyal Kebangkitan Bangsa

    Jokowi juga bilang, partisipasi UMKM dalam ekonomi digital adalah hal yang sangat penting, karena potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar. Pada 2020, nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai lebih dari Rp 253 triliun dan diprediksi meningkat jadi Rp 330,7 triliun di tahun 2021. 

    Merespons hal itu, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, digitalisasi pelaku ekonomi kreatif harus didukung dengan pelaksanaan program konkret, salah satunya Bangga Buatan Indonesia, yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh kementerian dan lembaga terkait. “Bangga Buatan Indonesia ini menargetkan digitalisasi 30 juta pelaku UMKM sebelum tahun 2023,” kata Sandiaga.

    Baca juga: Sandiaga Uno Pastikan Penataan Fasilitas TN Komodo Perhatikan Lingkungan

    Sandiaga juga terus mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk memanfaatkan platform digital dalam melakukan kegiatan perniagaan, mulai dari promosi, distribusi, hingga transaksi produk. “Sehingga para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menjadi pandemic winner dengan tetap bertahan dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat kita terutama yang berhubungan dengan transformasi menuju digitalisasi,” tutur Sandiaga.

    Selain itu, Sandiaga mengatakan, pemerintah juga memiliki program “Beli Kreatif Lokal” yang telah dilaksanakan di kawasan destinasi super prioritas (DSP) Danau Toba yang bertajuk “#BeliKreatifDanauToba” yang dilaksanakan pada Februari-Juni 2021 dan akan dilaksanakan di daerah-daerah lainnya. “Program ini berhasil meningkatkan penjualan UMKM yang berpartisipasi hingga tiga kali lipat dan meningkatkan digitalisasi hingga 170 persen,” kata Sandiaga. []

  • Jokowi: Pramuka Harus Jadi Pelopor Disiplin Protokol Kesehatan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar anggota pramuka menjadi pelopor kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi yang masih melanda saat ini.

    Hal ini, disampaikan Kepala Negara saat memberikan amanat pada Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-60 Tahun 2021, Sabtu, 14 Agustus 2021 pagi, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

    “Pramuka Indonesia harus menjadi pelopor kedisiplinan, terutama disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan: disiplin memakai masker, disiplin menjaga jarak, disiplin untuk mencuci tangan di setiap saat, dan disiplin untuk menghindari kerumunan,” tuturnya.

    “Pramuka Indonesia harus menjadi contoh, menjadi teladan, tangguh menghadapi setiap tantangan.”

    Jokowi menambahkan, anggota pramuka juga harus berada di barisan terdepan dalam melindungi diri sendiri, teman, serta keluarga yang disayangi.

    “Kalau ada teman yang tidak mematuhi protokol kesehatan diingatkan, beri penjelasan, beri pengertian. Kalau ada teman yang sudah berusia di atas 12 tahun yang belum divaksin, ajak untuk segera divaksin. Karena kunci utama untuk bisa keluar dari pandemi adalah kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunal,” ungkapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Negara juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota pramuka di seluruh Tanah Air yang menerapkan Dwi Darma, Tri Satya, dan Dasa Darma Pramuka di masa pandemi ini, bahu-membahu dengan seluruh elemen bangsa membantu penanganan pandemi di lingkungannya masing-masing.

    “Inilah jiwa pramuka sejati yang tertuang dalam Dwi Darma, Tri Satya, dan Dasa Darma Pramuka: terpanggil, rela berkorban untuk membantu sesama tanpa melihat perbedaan suku, agama, dan golongan,” sebutnya.

    Hari Pramuka 2021 dan Peringatan 60 Tahun Gerakan Pramuka mengusung tema “Pramuka berbakti tanpa henti, dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru dengan kedisiplinan dan kepedulian nasional”.

    Peringatan kali ini merupakan tahun kedua yang diselenggarakan di tengah situasi pandemi. Oleh karena itu, acara berlangsung secara virtual dan jumlah peserta yang terbatas dan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar semua terlindungi dari penyebaran COVID-19.

    “Pramuka Indonesia harus menjadi contoh, menjadi teladan, tangguh menghadapi setiap tantangan, menggalang kepedulian kepada sesama, bersedia berkorban, suka menolong, membantu meringankan beban keluarga, saudara, dan tetangga-tetangga kita,” tegas Presiden.

    Lebih lanjut, Kepala Negara berpesan kepada para anggota pramuka agar giat belajar dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

    “Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi setinggi-tingginya. Selalu adaptif mengejar kemajuan teknologi, mengikuti perkembangan zaman dengan cepat, fleksibel, dan harus cerdik,”tandasnya.

    Menutup sambutannya, Presiden meminta segenap anggota pramuka Indonesia untuk selalu optimistis dalam menatap masa depan Indonesia.

    “Jangan pernah lupa dengan identitas bangsa, membangun karakter kebangsaan yang kokoh, mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang sejati, menjaga NKRI dan juga merawat kebinekaan. Pramuka Indonesia harus selalu optimis melihat masa depan, terus membangun harapan tentang kejayaan Indonesia,” ujarnya. []

  • IPSM Nasional Gelar Program Vaksinasi 11-13 Agustus 2021

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajak semua pihak bersinergi, baik perguruan tinggi, dunia usaha dan juga pilar sosial termasuk Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM). Risma juga mengajak semua pihak menggelorakan spirit kemerdekaan dan gotong royong dalam menanggulangi pandemi. 

    “Kami mendukung sentra vaksin yang menyasar pilar-pilar sosial, mahasiswa dan usia di atas 12 tahun, juga mengajak semua pihak menggelorakan spirit kemerdekaan dan gotong royong menjadi bagian tidak terpisahkan dari kerja di bidang sosial,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini saat membuka acara vaksinasi yang disampaikan oleh Direktur Pemberdayaan Sosial Perorangan, Keluarga, dan Kelembagaan Masyarakat (PSPKKM) Serimika Br Karo, di Gedung Raden Dewi Sartika di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (11/08/2021).

    Baca juga: Risma Apresiasi Polres Malang Ungkap Korupsi Bansos PKH

    Ketua Umum IPSM Nasional Hj. Giwo Rubianto Wiyogo turut mengapresiasi kerja keras panitia dalam menyukseskan kegiatan vaksinasi sebagai wujud Indonesia tangguh. 

    “Kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pendukung, baik kolaborator maupun sponsor. Kiranya melalui kerjasama yang baik ini dapat mewujudkan Indonesia yang Tangguh, sesuai tema HUT RI ke 76: Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, ” ujar Hj. Giwo dalam sambutannya.

    Baca juga: Mensos Risma Sapa Warga Papua

    Spirit kemerdekaan dan gotong royong diperlukan dalam menanggulangi pandemi lantaran pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, melainkan perlu berkolaborasi dan bahu membahu agar program vaksinasi nasional bisa lebih cepat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Baca juga: Jajaran Kemensos di Daerah Tindak Lanjut Masalah Bantuan Beras

    Kegiatan vaksinasi menargetkan kuota harian sebanyak 700 orang atau 2.000 lebih selama tiga hari. Untuk vaksinasi dosis pertama dilaksanakan pada Rabu hingga Jumat (11-13 Agustus 2021), dan hari pertama bertepatan dengan Hari Libur Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1443 Hijriah. 

    “Kegiatan sentra vaksinasi IPSM Nasional itu menggandeng beberapa unsur, yakni Ikatan Alumni UNJ, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Kalbis Institute, UNJ, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dan Pita Putih Indonesia, ” katanya. 

    Baca juga: Tri Rismaharini Bawa Mesin Jahit ke Papua

    IPSM adalah perkumpulan profesi relawan sosial terlatih dan telah dikukuhkan melalui Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2019. IPSM mewadahi warga masyarakat yang mempunyai jiwa pengabdian sosial, kemauan dan kemampuan dalam menyelenggarakan kesejahteraan sosial serta telah mengikuti bimbingan atau pelatihan di bidang kesejahteraan sosial, yaitu terpenuhinya kebutuhan material, spiritual dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya. []

  • Sandiaga Uno: Perguruan Tinggi Memiliki Peran Penting di Masa Pandemi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengajak para dosen dan mahasiswa Universitas Terbuka untuk membantu memulihkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang terdampak pandemi Covid-19. Menurut Sandiaga, upaya yang bisa dilakukan untuk membangkitkan sektor parekraf di masa pandemi adalah dengan berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi.

    Saat menjadi pembicara “YES Goes to Campuss Universitas Terbuka” yang digelar secara virtual, Sabtu (07/08/2021), Sandiaga mengatakan, sebanyak 98 persen pelaku ekonomi kreatif telah terdampak pandemi Covid-19, dimana 70 persen pelaku ekonomi kreatif di Indonesia mengalami penundaan dalam pelaksanaan projek dan 67 persen pelaku ekonomi kreatif juga mengalami penurunan penjualan. Dan hanya 8 persen pelaku ekonomi kreatif mengaku mengalami penambahan omzet. 

    Baca juga: Sandiaga Uno Apresiasi Tiga Program Pengembangan di Danau Toba

    “Saya mengajak mahasiswa untuk terlibat memulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Dosen-dosen, profesor ciptakan solusi-solusi dengan basis kearifan lokal dan juga dengan basis berwawasan global. Tingkatkan kompetensi mahasiswa dan ayo percepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Sandiaga. 

    Sandiaga menilai, perguruan tinggi memiliki peran yang penting di masa pandemi, antara lain dalam hal riset dan memperoleh data, kolaborasi penta helix, mendorong solusi-solusi lokal, serta memperkuat kapasitas masyarakat. 

    Baca juga: Menteri Sandiaga Uno Dorong Institusi Pendidikan Cetak SDM Berintegritas

    Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan, ada beberapa program untuk membangkitkan demand di sektor ekonomi kreatif, yaitu melalui gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia serta Bangga Beli Kreatif Lokal. Ditargetkan lebih dari 30 juta UMKM onboarding ke digital pada 2024. 

    “Kontribusi ekonomi kreatif pada perekonomian Indonesia ini sudah sangat terasa, Rp1100 triliun lebih kontribusinya, menempatkan Indonesia di posisi 3 dari segi presentasi ekonomi kreatif terhadap PDB, dengan andalan kriya kuliner dan fesyen. Oleh karena itu, yuk hari ini kita gerak bersama dengan Universitas Terbuka, garap semua potensi yang ada, gaspol, karena inilah kunci kebangkitan kita agar lapangan kerja terbuka luas,” kata Sandiaga. []

  • Tri Rismaharini Bawa Mesin Jahit ke Papua

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) telah menerima bantuan 100 unit mesin jahit Singer. Acara seremonial penyerahan mesin jahit dilakukan hari ini (06/08/2021) di lobi utama di Kantor Kementerian Sosial Jalan Salemba 28, Jakarta. 

    “Saya yakin bantuan mesin jahit ini sangat bermanfaat terutama dalam masa pandemi. Terima kasih kepada para distributor mesin jahit Singer yang sudah tergerak memberikan bantuan,” kata Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

    Baca juga: Jajaran Kemensos di Daerah Tindak Lanjut Masalah Bantuan Beras

    Kemensos akan mengirim sebagian mesin jahit itu ke Papua, sekaligus memberikan penguatan kemampuan vokasional warga Papua dengan bimbingan menjahit kaos, cinderamata dan souvenir. Kemensos melakukan hal itu salah satunya untuk meningkatkan partisipasi warga Papua dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021, yang rencananya dilaksanakan pada Oktober 2021. 

    “Kami akan mengajari anak-anak Papua dengan keterampilan menjahit kaos, cinderamata dan souvenir yang bisa disajikan pada PON XX tahun 2021 Oktober nanti. Saya akan membawa beberapa unit mesin jahit ke Papua,” kata Risma.

    Baca juga: Respon Cepat Kemensos Tangani Anak yang Orangtuanya Terdampak Covid

    Dalam kesempatan tersebut, Mensos Risma juga menyatakan, dengan bantuan mesin jahit diharapkan memperkuat produktivitas warga Papua dan pada gilirannya meningkatkan penghasilan mereka. Rencananya, sebagian mesin jahit akan dibawa bersamaan dengan kunjungan mensos ke Papua malam ini.

    Selain ke Papua, mesin jahit tersebut juga akan didistribusikan kepada kelompok marjinal termasuk pemulung. “Mesin jahit juga akan didistribusikan kepada para pemulung. Karena ada pemulung yang memiliki kemampuan menjahit juga. Mereka bisa membuat masker yang nanti kita beli lalu kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Risma. []

  • Jajaran Kemensos di Daerah Tindak Lanjut Masalah Bantuan Beras

    peloporberita.com/ | Menteri Sosial Tri Rismaharini menegaskan agar bantuan bagi masyarakat terdampak pandemi tersalurkan dengan baik, tepat sasaran dan tepat kualitas. Terkait hal itu, jajaran Kementerian Sosial di daerah pun bergerak cepat.

    Adanya temuan beras ukuran 5 kg yang kurang baik pada Rabu (04/08/2021) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, langsung direspon oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) setempat. Dihari yang sama, mereka berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan mengupayakan penggantian beras.

    Baca juga: Respon Cepat Kemensos Tangani Anak yang Orangtuanya Terdampak Covid

    “Kami lakukan pendataan. Setelah lengkap kami langsung lakukan pengiriman. Beras yang lama langsung diangkut, bersamaan dengan penurunan beras pengganti. Ada dua truk, satu truk tanpa muatan dan satu truk membawa beras pengganti. Langsung diganti 3.000 paket,” kata Kepala Dinsos Kabupaten Bangkalan Wibagio Suharta, seperti dikutip situs resmi Pemkab Bangkalan. 

    Kemensos memang memiliki program menyalurkan bantuan beras 5 kg untuk masyarakat pekerja sektor informal di Jawa-Bali yang tidak bisa optimal mencari nafkah, akibat kebijakan pembatasan kegiatan. Data penerima bantuan beras merupakan usulan dari pemerintah daerah. 

    Baca juga: Pesepeda Korban Tabrak Lari Mobil Rescue Terima Bantuan dari Mensos

    Penerima bantuan beras adalah mereka yang tidak menerima tiga jenis bansos yang selama ini sudah berjalan, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Mayoritas para penerima bantuan beras adalah pemilik warung makan, pedagang kaki lima, pengemudi ojek, buruh lepas dan buruh harian.

    Dalam program ini Kemensos menyiapkan total 2.010 ton beras. Sebanyak 122 pemerintah kabupaten/kota mendapatkan masing-masing 3.000 paket beras (per paket seberat 5 kg) dan 6.000 paket (per paket seberat 5 kg) untuk enam ibukota provinsi. []

  • Teten Masduki: Dampak Pandemi Banyak UMKM Tutup Usahanya

    peloporberita.com/ | Jakarta — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan dampak pandemi Covid-19 yang dihadapi UMKM sangat signifikan, terutama pada saat diberlakukan pembatasan mobilitas masyarakat. Dampak dari kebijakan itu memicu penurunan permintaan terhadap produk barang dan jasa, mengakibatkan penurunan penjualan, dan pada akhirnya berdampak pada menurunnya pendapatan UMKM.

    Hal ini diungkapkan Teten dalam acara Webinar Nasional Virtual dengan tema ‘Akselerasi Digital UMKM Dalam Rangka Pemulihan Emonomi’ yang diselenggarakan oleg STIE Indonesia Banking School.

    “Hal tersebut mempengaruhi kondisi keuangan UMKM disertai dengan adanya kendala akses permodalan menyebabkan banyak usaha UMKM terganggu dan bahkan sampai menutup usahanya,” tutur Teten  berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip peloporberita.com/ Minggu, 25 Juli 2021.

    “Digitalisasi yang dilakukan adalah yang memperkuat dayalenting atau resiliensi UMKM menghadapi krisis saat ini dan antisipasi berbagai perubahan ke depannya.”

    Oleh sebab itu, menurut Menteri Teten untuk bertahan di masa pandemi Covid-19, salah satu strategi yang dapat dilakukan UMKM adalah dengan bergabung ke dalam marketplace atau berjualan dan memasarkan produknya secara digital melalui platform e-commerce.

    Mengingat lanjut Teten, sudah semakin banyak masyarakat yang go digital yang terlihat dari angka peningkatan transaksi beberapa e-commerce besar.

    “Tercatat nilai transaksi e-commerce pada periode 2019-2020 secara year-on-year meningkat 29,6%, dan pada kuartal I-2021 Bank Indonesia mencatat data transaksi e-commerce besar mencapai 548 juta dengan nilai Rp88 triliun, masing-masing meningkat 99% dan 52% secara year-on-year,” jelas Teten.

    Pemerintah mencanangkan program digitalisasi UMKM dengan target pada 2024 sebanyak 30 juta pelaku UMKM terhubung dengan digital.

    Program ini sekaligus untuk memperbaiki struktur ekonomi nasional yang didominasi oleh UMKM.

    “Upaya percepatan digitalisasi UMKM merupakan suatu keniscayaan, didukung dengan infrastruktur digital yang dikembangkan Pemerintah seperti pembangunan jaringan 4G, proyek palapa dan lainnya, perkembangan pengguna digital Indonesia yang terus meningkat, serta lanskap digital Indonesia yang kuat,” tegasnya.

    Walaupun telah banyak UMKM yang tergabung dalam ekosistem digital, namun masih banyak lagi yang perlu terus didorong.

    Selain itu, menurut Teten, tantangan dalam mendorong digitalisasi UMKM masih ada, yang utama adalah dari aspek SDM terkait literasi digital serta aspek produk seperti kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan serta konsistensi dalam menjaga kualitas.

    Untuk peningkatan literasi digital UMKM, Kemenkop UKM telah mengembangkan media pembelajaran online, yaitu EDUKUKM.id, yang dapat diakses UMKM secara luas.

    Selain Kemenkop UKM, terdapat beberapa kanal pembelajaran lainnya, seperti ONBOARDINGUMKM.id. yang dikembangkan oleh Bank Indonesia.

    Selanjutnya, Pemerintah juga telah menyusun roadmap digitalisasi UMKM dengan target UMKM digital secara bertahap dari tahun 2021 sebanyak 13,7 juta, 2022 sebanyak 19 juta, 2023 sebanyak 24,5 juta dan 2024 sebanyak 30 juta.

    Penyusunan roadmap tersebut dilengkapi dengan rencana aksi untuk pelaksanaan berbagai program dan kegiatan digitalisasi UMKM secara nasional.

    Selain penyusunan roadmap, Pemerintah sejak Mei 2020 telah meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI.

    Tujuan gerakan ini adalah untuk akselerasi transformasi digital UMKM, memperkuat kelangsungan usaha, percepatan perputaran siklus ekonomi, mondorong semangat bangga produk lokal, dan mendorong nation branding produk lokal unggulan.

    “Walaupun pandemi Covid-19 memang merupakan musibah, namun kiranya kita tetap harus dapat memanfaatkan momentum ini seoptimal mungkin, yaitu untuk menuju percepatan Indonesia dalam digitalisasi UMKM, sekaligus untuk dukungan pemulihan ekonomi nasional,” tandasnya.

    “Digitalisasi yang dilakukan adalah yang memperkuat dayalenting atau resiliensi UMKM menghadapi krisis saat ini dan antisipasi berbagai perubahan ke depannya,” ucap Teten

    “Untuk mencapai hal tersebut perlu kerja bersama, kerja kolektif dari berbagai pihak, melalui edukasi, inkubasi UMKM agar terhubung dengan ekosistem digital dan terjaga keberlanjutannya,” sambungnya.

    Di kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi yang bisa digarap oleh pelaku UMKM.

    Namun salah satu yang perlu dipersiakan untuk menggarap potensi itu adalah digitalisasi.

    Menurut dia, digitalisasi membuka ruang market yang besar apalagi saat ini sudah hampir 74% penduduk Indonesia menggunakan internet.

    “Survei menunjukkan bahwa sekitar 220 juta penduduk kita di tahun 2030 diperkirakan masuk ke dalam kelompok menengah sehingga ini akan menciptakan daya beli yang kuat untuk produk Indonesia,” ucap Destry.

    UMKM mendominasi struktur tenaga kerja di Indonesia dengan jumlah 65 juta unit dengan kontribusinya terhadap PDB sebesar 57%, menyerap 96% tenaga kerja dan berkontribusi pada ekspor mencapai sekitar 16%.

    Apabila terjadi peningkatan digitalisasi UMKM, ia yakin perekonomian Indonesia dapat meningkat 2%.

    “Ini menjadi suatu peluang yang perlu kita optimalkan. Namun demikian, kita ketahui bahwa ada tantangan di mana baru sekitar 13% UMKM kita yang memanfaatkan marketplace atau penjualan secara online,”

    Ini disebabkan karena pengetahuan yang masih terbatas dan juga kapasitas karena kadang-kadang kita bicara UMKM mereka ini masih menghadapi jumlah dalam hal kuantitas dari produksinya,” tandasnya. []

  • Kemensos Siapkan Bansos Rp 7,08 Triliun untuk 5,9 Juta Keluarga

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharani meminta masyarakat agar tenang, karena dalam masa kedaruratan pemerintah menyalurkan bantuan cukup beragam untuk masyarakat. Program bansos yang terbaru yakni bantuan sebesar Rp7,08 Triliun kepada 5,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

    “Dengan bantuan beras, diharapkan memenuhi sebagian kebutuhan pokok para KPM yang terdampak pandemi. Sehingga mereka seperti menerima 14 bulan.”

    “Mereka ini sama sekali baru. Datanya dari pemerintah daerah. Bantuannya sebesar Rp200 ribu/KPM selama Juli-Desember 2021,” tutur Mensos berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Selasa, 20 Juli 2021.

    “Total volume untuk beras dari Perum Bulog sebesar 200.000.000 kg. Dengan bantuan beras, diharapkan memenuhi sebagian kebutuhan pokok para KPM yang terdampak pandemi. Sehingga mereka seperti menerima 14 bulan,” sebut Mensos.

    Sementara untuk PKH, Mensos mengingatkan, meskipun target bantuan 10 KPM, tapi sebenarnya yang riil mendapatkan bantuan PKH sebanyak lebih dari 33.674.865 jiwa.

    Bansos
    Ilustrasi pembagian BLT. (Foto:Pelopor/Kemensos)

    “Sebab bantuan untuk peserta PKH itu berdasarkan komponen yang ada dalam keluarga. Dengan ketiga bansos ini diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat,” ucap Mensos.

    Sedangkan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo agar salur bantuan sosial dipercepat sampai ke tangan penerima manfaat, Mensos Risma terus bergerak door to door.

    Kemarin, ia blusukan melakukan pengecekan kepada para penerima manfaat BST, BPNT/Program Sembako, dan PKH di Kota Surakarta. Mensos Risma pun harus keluar-masuk gang-gang sempit, padat dan hanya cukup satu orang lewat saja.

    “Pangapunten niki sampeyan sudah menerima Bantuan Sosial Tunai ?” tanya Mensos sambil menyerahkan 10 kg beras.

    Di tempat berikutnya, Mensos Risma melanjutkan pengecekan dengan menanyakan hal serupa kepada warga, Sri Lestasi yang tercatat sebagai PKH dengan komponen anak sekolah SD dan SMP.

    “Sudah terima bansos PKH?,” tanya Mensos Risma sambil memberikan beras 10 kg.

    Sebelum Mensos meninggalkan tempat tersebut, Sri memanggil saudara dan tetangganya untuk berfoto bersama. Selain itu, Mensos juga menyapa dan berdialog singkat dengan warga, Evi Purwaningsih yang sudah menerima BST tepat waktu yakni Rp 600 ribu rupiah, yang sebelumnya diambil di Kantor Pos terdekat.

    Dalam pengecekan lapangan tersebut, Mensos tidak lupa memfoto KTP/KK dan kartu PKH sebagai bentuk telah dilakukan pengecekan dan wujud transparansi. Sebelum meninggalkan lokasi pengecekan Mensos meminta kepada para pendamping agar terus mengawal dan jika ada kendala segera diatasi agar warga segera menerima bansos.

    “Tugas pendamping itu membantu warga agar mendapatkan bansos sesuai dengan haknya dan jika ada kendala tolong dibantu ya,” tegas Mensos.[]

  • Bank Sampah di Kota Yogyakarta Tetap Aktif Selama Pandemi

    peloporberita.com/ | Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta (DLH) terus berupaya maksimal melakukan perkembangan bank sampah yang dikelola setiap RW di Kota Yogyakarta, yaitu sebanyak 448 bank sampah.

    Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Lingkungan Hidup (PSDLH) Christina Endang, Jumat (25/6/21) mengatakan, ”Sampai saat ini perkembangan bank sampah masih terpantau baik dan berkegiatan aktif. Selama pandemi tetap aktif dalam kegiatan memilah sampah, melakukan kreatifitas daur ulang sampah, serta mulai mengolah sampah organik di rumah tangga,” 

    Baca juga: Satgas Yogya Akan Menambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

    Endang mengatakan, pengelolaan sampah ini sebagai bentuk koordinasi dan pembinaan DLH dengan Faskel se-Kota Yogyakarta, dan tindak lanjut dari monitoring aktivitas 448 bank sampah yang ada di Kota Yogyakarta.

    Pengelolaan sampah saat pandemi  covid-19 dari TPA Piyungan sejak Januari 2021 sebanyak 7.948 ton, sehingga rata-rata per hari mencapai 256 ton. Sedangkan hingga Mei 2021 tercatat sebanyak 7.258 ton, dengan rata-rata perhari 234 Ton.

    Baca juga: Langgar Aturan Lalu Lintas di Yogyakarta, Bisa Diteriaki!

    Adanya bank sampah di setiap RW bertujuan mengurangi sampah yang ada di wilayah-wilayah Kota Yogyakarta, memberikan nilai ekonomi pada sampah, dan sebagai sarana edukasi bagaimana mengelola sampah dengan benar dan berwawasan lingkungan.

    “Kami menargetkan nantinya bank sampah akan dimonitoring sampai pertengahan Agustus. Semoga selesai mendatangi 448 bank sampah se-Kota Yogyakarta, nantinya bank sampah dapat meningkatkan perekonomian warga,” kata Endang. []