Tag: Menko Polhukam

  • Mahfud MD: Pembuat dan Penyebar Hoax adalah Pemakan Bangkai

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, menyebut para penbuat dan penyebar berita bohong atau hoax ibarat pemakan bangkai. Pernyataan ini, disampaikan terkait beredarnya sejumlah berita “ngaco” terkait ucapan Mahfud dalam program “Adu Perspektif” yang ditayangkan Detik TV akhir pekan lalu.

    “Para pembuat dan penyebar hoax itu, kalau menurut istilah agama, adalah pemakan bangkai,” tulis Mahfud di laman Instagramnya @mohmahfudmd, Kamis, (29/04/2022).

    Menurutnya, ia hanya berbicara tentang tantangan setelah Pemilu 2024. Yaitu masalah polarisasi ideologi, korupsi, dan penegakan hukum, sehingga tahun 2024 harus dipilih pemimpin yang strong leader, yang bisa menyatukan.

    “Tapi, para penyebar hoax ada yang sengaja menulis ngaco seperti ini: Menko Polhukam Akui Pemerintah Gagal, Mahfud MD Bilang Jokowi Lemah, Menko Polhukam Menyerah soal Korupsi, Menko Polhukam Nyatakan Jokowi Harus Diganti, Menko Polhukam Serang Istana, dan lain-lain. Padahal, itu semua tak ada dalam omongan saya, baik secara eksplisit maupun implisit,” ungkapnya.

    Dalam postingan tersebut, Menko Polhukam juga menjelaskan bahwa isi dalam program “Adu Perspektif” detik tv akhir pekan lalu yang benar adalah sebagai berikut:

    “Saya bilang, tahun 2024 kita harus memilih pemimpin baru karena sudah dipastikan Pemilu tidak ditunda, Presiden Jokowi akan habis masa jabatannya, dan tidak ada perpanjangan masa jabatan. Kita harus mencari pemimpin yang kuat, bukan karena pemerintahan Presiden Jokowi lemah atau gagal, tetapi karena memang ada agenda konstitusional yakni Pemilu untuk memilih Presiden, dan Pak Jokowi tidak ikut kontestasi lagi.”

    Mahfud MD
    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto:Pelopor.id/Kemenko Polhukam)

    “Dua masalah yang kita hadapi ke depan adalah polarisasi (sub) ideologi dan merajalelanya korupsi dan lemahnya penegakan hukum. Ingat, dua masalah tersebut sudah terwariskan dari Presiden ke Presiden sehingga tak bisa dikatakan hanya terjadi sekarang, untuk kemudian menuding bahwa Pemerintah sekarang gagal. Itu ngaco. Kalau itu dalilnya, logikanya maka semua Presiden gagal karena tak pernah ada yang bisa mengatasi dua hal itu. Mari kita runut.”

    “Soal korupsi dan penegakan hukum misalnya, tak bisa dibantah bahwa kedua masalah tersebut selalu menjadi problem semua Presiden. Pak SBY dulu bertekad memimpin sendiri perang melawan korupsi, malah secara resmi beliau memperkenalkan istilah mafia hukum pengganti istilah mafia peradilan. Tapi masih banyak pejabat dan politisinya yang korupsi gede-gedean. Dulu Bu Mega pernah mengeluh bahwa dirinya mewarisi birokrasi Tong Sampah sehingga sulit memberantas korupsi meski keputusan politiknya sudah tegas.”

    [irp]

    “Begitu pun Gus Dur, pada masanya galak terhadap koruptor dan mencoba menangkapi koruptor tapi malah Gus Dur yang jatuh. Pak Habibie pun begitu. Jadi problem korupsi dan polarisasi ideologi itu sudah terwariskan dari waktu ke waktu, sehingga membuat pembelahan yang membahayakan.”

    Dari ucapan tersebut Menko Polhukam mempertanyakan, mengapa ia bisa dituding mengatakan bahwa pemerintahan saat ini gagal dan menyerah

    “Dari mana logikanya kok menuding saya bilang bahwa pemerintah sekarang gagal dan menyerah?”, sebutnya dipostingan yang sama.

    Malah menurut Mahfud, terjadi hal yang sebaliknya, jika melihat hasil survei semua lembaga survei yang kredibel (Litbang Kompas, SMRC, Indikator Politik Indonesia, Charta Politika) melaporkan pada awal tahun ini bahwa tingkat kepuasan publik terhadap Pemerintahan Jokowi justru tinggi.

    Hoax
    Ilustrasi Hoax. (Foto: Kemkominfo)

    Survei Litbang Kompas yang dirilis awal Maret 2022 menyatakan kepuasan publik adalah yang tertinggi selama 7 tahun pemerintahan Jokowi dan mencapai skor lebih dari 73 persen. Sedangkan penegakan hukum saat survei itu sudah 65 persen padahal pada akhir 2019 hanya 49,1 persen.

    “Siang ini tadi (28/04/2022), saya ikut hadir dalam rilis hasil survei Indikator Politik oleh Burhan Muhtadi. Ternyata kepercayaan publik dan indeks penegakan hukum masih cukup tinggi meski sempat turun sebentar ketika ribut-ribut penundaan pemilu,” ungkapnya.

    Mahfud menyebut, Penegakan hukum tetap baik malah Kejagung yang tadinya ada di peringkat 8 naik ke peringkat 4 dalam kepercayaan publik.

    “Para pembuat hoax pemakan bangkai tentu bilang itu survai abal-abal dan pesanan. Kemudian meminjam nama saya untuk menghantam Presiden Jokowi,” tegasnya.

    [irp]

    “Padahal saya bilang tahun 2024 harus dipilih Presiden baru, karena tahun itu akan ada Pemilu dan Pak Jokowi sudah tidak bisa dipilih lagi. Di bagian mana saya bilang Presiden Jokowi gagal dan lemah? Akan halnya keharusan memilih Presiden yang kuat, itu terkait dengan fakta bahwa dalam sejarah semua Presiden kita tidak bisa menyelesaikan polarisasi politik identitas dan lemahnya hukum di depan merajalelanya korupsi,” sambungnya.

    Sementara di Amerika Latin, lanjut Mahfud, jika pertentangan di tengah masyarakat meluas dan hukum tidak tegak biasanya militer mengambil alih kekuasaan melalui kudeta dengan alasan menyelamatkan negara. Namun, Menko Polhukam menegaskan:

    “Tak ada sama sekali saya bilang TNI akan kudeta. Tapi pembuat hoax menulis: “Mahfud bilang Prsiden lemah dan gagal, TNI akan kudeta”. Di bagian mana saya bilang begitu? Di Indonesia itu takkan pernah terjadi,” tandasnya. []

    [irp]

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by Mahfud MD (@mohmahfudmd)

  • Teten Masduki Temui Mahfud MD Bahas Koperasi Bermasalah

    peloporberita.com/ – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan bahwa pihaknya serius dalam menangani Koperasi yang bermasalah di tanah air.

    Untuk itu, ia bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD di Jakarta pada Rabu (16/3/2022) untuk menindaklanjuti penanganan koperasi bermasalah di Indonesia.

    “Dari kami, Kementerian Koperasi dan UKM terus melakukan pengawalan pada proses homologasi 8 Koperasi bermasalah sesuai dengan putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Koperasi Bermasalah,” tutur Menkop UKM.

    Menurutnya, pertemuan dengan Menkopolhukam merupakan langkah konkret dan koordinasi untuk menindaklanjuti penanganan dari perspektif yang lebih luas.

    “Satgas berupaya agar KSP bermasalah dapat melakukan pembayaran homologasi (PKPU) sesuai dengan putusan Pengadilan agar simpanan anggota koperasi dapat dikembalikan melalui proses asset based resolution,” ungkap Teten Masduki.

    Sementara Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan, akan segera menindaklanjuti hasil pertemuan dengan MenKopUKM.

    “Kemenko Polhukam akan segera mengundang para pejabat terkait untuk menemukan formulasi penyelesaian masalah ini, termasuk dari sisi hukum dan regulasi,” tandas Mahfud MD. []

  • Mahfud MD dan Tito Karnavian Dorong Pemda Majukan Perekonomian di Kawasan Perbatasan Sota

    peloporberita.com/ | Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), kementerian/lembaga terkait, bersama pemerintah daerah diminta untuk memajukan perekonomian di kawasan perbatasan Sota, Merauke, Papua. Apalagi, dengan adanya Pos Lintas Batas Negara (PLBN), diharapkan sentra perekonomian kian tumbuh dan maju, demi kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut. 

    Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, dalam kunjungan kerjanya ke PLBN Sota, bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian beserta rombongan, Minggu (12/09/2021). 

    Baca juga: Mahfud MD dan Tito Karnavian Pastikan PON XX dan Peparnas XVI Papua 2021 Siap Dilaksanakan

    Menko Polhukam juga berharap, status PLBN Sota sebagai tipe C dapat tumbuh menjadi tipe A karena mampu mendukung aktivitas ekspor maupun impor. “Tempat yang bagus ini supaya digerakkan sekaligus menjadi sentra pertumbuhan ekonomi, terutama ekspor dan impor,” ujarnya. 

    Menko Polhukam menambahkan, dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, arus masuk dan keluar, serta aktivitas perekonomian di PLBN Sota tersebut juga perlu antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya tindakan kriminalitas. “Saya sudah banyak berdiskusi dengan mendagri, nanti tentu ada penindakan hukum karena peristiwa yang mungkin terjadi,” tandasnya. 

    Baca juga: Puluhan Daerah Turun Level PPKM, Tito Karnavian: Jangan Lengah!

    Dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 (Sebelas) Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan, menko polhukam dimandatkan untuk memberikan pengarahan dan pengawasan umum dalam pelaksanaan 11 PLBN terpadu. Sementara mendagri memfasilitasi percepatan penyelesaian status Barang Milik Negara/Barang Milik Daerah di 11 PLBN terpadu. 

    Lawatan keduanya ke PLBN Sota tersebut bertujuan untuk memastikan PLBN dapat difungsikan dengan baik, dan dalam waktu dekat segera diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. “Saya hari ini memastikan secara fisik, laporan-laporan yang selalu disampaikan secara rutin ini gambarannya bagus-bagus, tadi saya lihat benar gitu, sehingga nanti saya akan lapor bersama Pak Tito, Pak Mendagri, kepada presiden bahwa ini siap untuk diresmikan oleh presiden,” kata Mahfud. [] 

  • Pengamat: Sufmi Dasco Tidak Suka Buat Gaduh, Cocok jadi Menko Polhukam

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pengamat Politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara mengatakan, Politikus Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad cocok menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam). Hal ini diungkapkannya menanggapi menanggapi adanya wacana reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

    “Sebelum memilih menteri sebaiknya dilakukan jejak pendapat atau sayembara kepada masyarakat siapa saja nama-nama yang pantas menjadi menteri.”

    “Sufmi Dasco cocok, karena dia tipe yang tidak suka buat gaduh,” tutur Igor Sabtu, 11 September 2021.

    Selain itu, Dasco dikenal banyak orang mulai dari tokoh politik, tokoh agama, aktivis mahasiswa, hingga aktivis buruh. Menurut Igor, Dasco juga merupakan salah satu aktor rekonsiliasi antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto pasca Pilpres 2019.

    Adapun tugas-tugas Menko Polhukam antara lain harus menciptakan stabilitas politik dan keamanan untuk menopang pembangunan ekonomi yang terus dijadikan prioritas bagi pemerintah.

    “Ke depan urgensi yang penting bagi persoalan Polhukam adalah adalah terorisme, narkoba, keadilan hukum, kesenjangan ekonomi, penyebaran hoaks, penertiban buzzer, penegakan HAM dan pengendalian Covid-19,” tegasnya.

    Hal senada diungkapkan Pengamat Politik dari Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie. Ia menilai, nama Dasco sebagai calon Menko Polhukam patut diperhitungkan.

    “Karena pengalaman politik dan hukumnya,” kata Jerry.

    Meski demikian, siapa layak menjadi menteri adalah hak prerogatif presiden. Tetapi, integritas, komitmen, berkarakter dan tegas merupakan kriteria yang harus dilihat.

    “Tentu saja siapapun nama yang disodorkan yang menentukan Presiden Jokowi. Usul saya, sebelum memilih menteri sebaiknya dilakukan jejak pendapat atau sayembara kepada masyarakat siapa saja nama-nama yang pantas menjadi menteri,” tegasnya. []