Tag: Malaysia

  • Malaysia Butuh USD 6,7 Miliar untuk Subsidi Minyak Tahun Ini

    peloporberita.com/ | Menteri Keuangan Malaysia Tengku Zafrul Aziz memprediksi, tagihan subsidi minyak Malaysia tahun ini bisa melonjak lebih dari dua kali lipat, menjadi 28 miliar ringgit atau setara USD 6,7 miliar (Rp 95,6 triliun dengan kurs 14.200 per dolar).

    Hal itu bisa terjadi jika harga minyak mentah tetap pada tingkat yang tinggi, setelah invasi Rusia ke Ukraina.

    Tengku Zafrul mengatakan kepada parlemen bahwa pada Januari, pemerintah sudah mulai meningkatkan subsidi hingga 2 miliar ringgit untuk subsidi bensin, solar dan bahan bakar gas cair. Angka itu meningkat sepuluh kali lipat dari bulan yang sama tahun lalu.

    Melansir Bangkok Post, sepanjang tahun lalu Malaysia telah menghabiskan 11 miliar ringgit untuk subsidi minyak bumi.

    Tengku Zafrul mengatakan, saat ini pemerintah Malaysia sedang mengkaji mekanisme subsidi untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran, lantaran harga barang-barang bersubsidi lainnya seperti minyak goreng, juga akan naik.

    “Pemerintah tidak bisa meminjam untuk membiayai pengeluaran operasional seperti biaya subsidi. Jadi, kenaikan subsidi perlu diimbangi dengan tambahan pendapatan dan penghematan biaya,” tegas Tengku Zafrul.

    Rusia menyerang Ukraina sejak 24 Februari 2022. Salah satu upaya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meredam invasi tersebut adalah tidak lagi mendesak keanggotaan NATO untuk Ukraina. Seperti diketahui, ini merupakan salah satu alasan utama invasi Rusia.

    Melansir AFP, Zelensky juga mengaku terbuka untuk berkompromi tentang status dua wilayah separatis Ukraina yang telah diakui Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai negara merdeka, sesaat sebelum invasi dimulai.[]

  • Malaysia Bebas Karantina Mulai 1 April 2022

    peloporberita.com/ – Pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa para pelancong yang sudah divaksinasi Covid-19 lengkap tak perlu lagi melakukan karantina untuk masuk ke negara tersebut.

    Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menyatakan, Pihaknya akan membuka perbatasan mulai 1 April 2022 mendatang. keputusan ini dilandasi oleh dua hal, yakni rendahnya angka gejala parah pasca-infeksi serta diikuti dengan angka vaksinasi Covid-19 yang sudah mencapai 98,7%.

    Sabri menjelaskan, para pelancong tidak perlu lagi mendaftar melalui mekanisme MyTravelPass setelah pembukaan perbatasan. Namun, mereka harus menggunakan aplikasi pelacakan kontak, MySejahtera. Keputusan ini diambil setelah Malaysia menyatakan akan memasuki fase endemik Covid-19 mulai bulan depan.

    Aturan tanpa karantina ini, hanya berlaku bagi pelancong yang sudah divaksin lengkap dan mendapatkan hasil tes Covid-19 negatif sebelum keberangkatan dan saat tiba. Dengan pembukaan perbatasan ini, warga Malaysia juga bisa melakukan perjalanan internasional. Selain itu, Malaysia juga sedang mengerjakan kesepakatan perjalanan dengan Brunei Darussalam, Thailand, dan Indonesia.

    Selain itu, masyarakat Malaysia juga sudah diizinkan untuk melakukan aktivitas secara normal di lingkungan rumah ibadah, kafe, dan tempat publik lainnya juga tidak ada pembatasan tamu. Meski demikian, beberapa protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan penggunaan aplikasi MySejahtera masih diberlakukan.

    Malaysia, menjadi salah satu negara di Asia yang menerapkan pembatasan ketat untuk menangani penyebaran virus corona. Dalam pembatasan ketat itu, warga negara asing dilarang masuk ke Malaysia. Warga negara Malaysia yang kembali ke negara tersebut juga harus melakukan karantina. []

  • Polisi Malaysia Gunakan Alat Berat untuk Hancurkan Tambang Kripto Ilegal

    peloporberita.com/ | Kepolisian Malaysia terus berusaha menemukan tambang-tambang kripto ilegal di negaranya. Langkah itu dilakukan dengan menggunakan drone yang dilengkapi perlengkapan khusus untuk mendeteksi panas.

    Pasalnya, tambang-tambang kripto ilegal itu menghasilkan panas yang tinggi dari mesin penambang yang dijalankan sepanjang hari.

    Awalnya, pendeteksian dilakukan oleh perusahaan listrik Malaysia, Tenaga Nasional Berhad (TNB), dengan mencari daerah yang penggunaan listriknya tinggi namun tagihannya rendah. Kemudian TNB melaporkan daerah tersebut kepada polisi.

    Para penambang kripto ilegal itu mayoritas beroperasi di area industri dan terisolasi, terutama di Selangor, Kuala Lumpur, Perak dan Penang.

    Ketika polisi berhasil mendeteksi dan menggerebek tempat penambangan itu, mereka pun memberikan hukuman dengan melindas mesin penambang yang disita dengan kendaraan berat, seperti stoom.

    Untuk diketahui, Malaysia memang tercatat sebagai negara dengan penambang kripto terbanyak ke-6 di dunia. Namun, mayoritas penambangan dilakukan secara ilegal dengan mencuri listrik untuk menghidupi ribuan alat penambang kripto.

    Mengutip Mashable, sepanjang tahun lalu, polisi Malaysia berhasil menangkap 528 penambang kripto ilegal dan menyita peralatan tambang senilai USD 13 juta.

    Angka itu meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 26 orang tertangkap dan perangkat yang disita senilai USD 301 ribu.[]

  • Bertambah Lagi Produk Malaysia yang Diblokir AS Akibat Dugaan Kerja Paksa

    peloporberita.com/ | The U.S. Customs and Border Protection (CBP) menerapkan larangan impor sarung tangan sekali pakai dari perusahaan Malaysia, YTY Industry Holdings Sdn Bhd, akibat perusahaan tersebut diduga melakukan praktik kerja paksa.

    CBP mengambil keputusan itu berdasarkan informasi yang diterima dan menunjukkan adanya kerja paksa dalam operasional manufaktur YTY Group.

    Larangan ini merupakan keputusan Amerika Serikat (AS) yang ketujuh kali terhadap perusahaan Malaysia dalam dua tahun terakhir, seperti dikutip dari Reuters.

    Grup YTY mengaku kecewa dengan larangan itu. Pasalnya, perusahaan merasa telah melakukan perbaikan sejak 2019 dalam meningkatkan kebijakan kepatuhan sosialnya, terutama terkait pekerja migran.

    Perusahaan juga telah mengajukan pembaruan ke CBP pada bulan ini, menginformasikan bahwa mereka telah memenuhi target kepatuhan terhadap 11 indikator Organisasi Buruh Internasional (ILO) tentang kerja paksa.

    Selama penyelidikannya terhadap YTY Group, CBP menyatakan telah mengidentifikasi tujuh indikator ILO, termasuk lingkungan kerja, jeratan utang, dan waktu lembur yang berlebihan.

    Saat ini pabrik-pabrik Malaysia, termasuk sejumlah pemasok utama minyak sawit dan sarung tangan medis, memang tengah disorot atas dugaan pelecehan terhadap tenaga kerja asing (TKA). TKA sendiri memegang andil besar bagi tenaga kerja manufaktur di Malaysia. []

  • Malaysia Akan Membatasi Usia Pembeli Rokok

    peloporberita.com/ | Pemerintah Malaysia akan menerapkan larangan pembelian rokok bagi warganya yang lahir setelah tahun 2005. Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin berharap undang-undang tersebut dapat disahkan tahun ini.

    Jamaluddin menilai aturan ini dapat berdampak signifikan terhadap pengendalian dan pencegahan penyakit tak menular.

    “Ini dengan menjadikan penjualan tembakau dan produk rokok lain ilegal untuk semua orang yang lahir setelah 2005,” kata Jamaluddin dalam Rapat Dewan Eksekutif WHO di Jenewa, Swiss, seperti dikutip The Star.

    Aturan baru inipun mendapat dukungan dari sejumlah lembaga non-profit, seperti Asosiasi Kesehatan Ikram, MyWatch, Asosiasi Farmasi Malaysia, dan Komunitas Kanker Nasional.

    Sebelumnya, ia memang sudah menyatakan akan mengajukan Undang-Undang Tembakau dan Pengendalian Rokok di pertemuan parlemen mendatang. Kebijakan itu dirancang untuk mengatur penjualan rokok dan vape, serta sebagai upaya membuat generasi muda bebas rokok.

    Malaysia membuat kebijakan ini terinspirasi dari rancangan hukum Selandia Baru yang juga melarang penjualan rokok untuk generasi muda. Rencananya, Selandia Baru akan melarang kelompok remaja membeli rokok seumur hidup.

    Aturan tersebut akan diterapkan pada tahun 2027. Regulasi ini berlaku untuk warga kelahiran setelah 2013, atau yang akan memasuki usia 14 tahun saat undang-undang diberlakukan. []

  • Malaysia Pangkas Masa Karantina Jadi 5 Hari

    peloporberita.com/ | Pemerintah Malaysia memangkas masa karantina untuk para pelaku perjalanan yang masuk atau berkunjung ke negaranya, dari semula 10 hari, menjadi lima hari.

    Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin menjelaskan, hal ini hanya diperbolehkan bagi orang yang telah menerima suntikan vaksin booster dan menjalani tes RT-PCR dua hari sebelum perjalanan. Selain itu, mereka juga akan dites RT-PCR kembali pada saat hari kedatangan di Malaysia.

    Setelah menjalani masa karantina, para pelaku perjalanan tersebut akan dites kembali pada hari keempat, atau dengan rapid test (RTK) pada hari kelima.

    Khairy menambahkan, jika para pelaku perjalanan sudah divaksinasi lengkap, namun belum mendapat vaksin booster, maka harus menjalani masa karantina selama tujuh hari.

    Sedangkan, untuk pelaku perjalanan yang baru satu kali menerima vaksin, atau bahkan belum sama sekali divaksin, wajib menjalani karantina selama 10 hari.

    “Keputusan itu dibuat berdasarkan data, ilmu pengetahuan dan pengalaman negara-negara lain yang telah mengelola pelaku perjalanan internasional,” ujar Khairy, seperti dikutip dari Straits Times.

    Khairy juga menegaskan, semua pelaku perjalanan yang memasuki Malaysia tidak diharuskan memakai gelang pengawasan berwarna merah. Namun, jika mereka yang datang dari negara berisiko telah diizinkan melakukan karantina di rumah, maka akan diwajibkan menggunakan gelang pengawasan digital.

    Berbeda dengan Malaysia, mulai 1 Februari 2022, Thailand kembali membebaskan karantina bagi turis asing yang telah divaksinasi, sebagai tanggapan atas melambatnya penyebaran Covid-19.

    Sebelumnya, skema “Test & Go” ini sempat ditangguhkan sebulan lalu, akibat penyebaran global Covid-19 varian Omicron dan ketidakpastian tentang efektivitas vaksin terhadap Omicron.[]

    Baca juga: Thailand Kembali Bebaskan Karantina bagi Turis yang Sudah Divaksin Covid-19

  • Gegara Banyak Utang, Raja Judi Malaysia Terancam Bangkrut

    peloporberita.com/ – Forbes melaporkan, miliarder Kasino Malaysia pemilik Genting Group, Lim Kok Thay, terancam mengalami kebangkrutan, serta kekayaannya menyusut USD 100 juta. Kondisi itu terjadi lantaran anak usahanya dibisnis kapal pesiar gagal mendapat pendanaan untuk pembangunan kapal Global Dream, yang dikerjakan oleh galangan kapal MV Werften Jerman. Kapal pesiar Global Dream akan dibangun sepanjang 342 meter dan dapat menampung 9.500 penumpang.

    Disebutkan, anak usaha Genting Group pada bulan Desember kemarin gagal mendapat pencairan pinjaman dari perusahaan keuangan Jerman, Euler Hermes. Kondisi itu membuat Genting Group meminta perlindungan kepailitan kepada pemerintah Jerman, lantaran terdapat potensi gagal bayar sekitar USD 2,7 miliar.

    Sementara Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengaku bahwa Genting telah gagal dalam mencapai kesepakatan negosiasi. Menurutnya, hal ini telah membahayakan 2 ribu pekerjaan yang berada di MV Weften.

    Gagal Capai Kesepakatan, Miliarder Lim Kok Thay Ajukan Kebangkrutan
    Kapal pesiar sepanjang 342 meter yang dijuluki Global Dream, yang dapat menampung sebanyak 9.500 penumpang.

    Selain Habeck, Perdana Menteri Negara Bagian Mecklenburg-Vorpommern, Manuela Schwesig, mengatakan bahwa Genting telah menekan pemerintah Jerman berkali-kali untuk jalan keluar pendanaan.

    Namun ia berpandangan bahwa Genting belum menunjukan komitmen keuangan yang seharusnya ditanggung sehingga Berlin tidak akan mengucurkan dana. Menurut Schwesig, Genting lah yang seharusnya memberikan kontribusi besar, tetapi malah mengajukan kebangkrutan.

    Akibat pandemi Covid-19, Genting Hong Kong memang merana. Kerugian perusahaan itu sangat besar. Pada paruh pertama tahun 2021, kerugian mereka menyentuh USD743 juta atau setara Rp10 triliun. []

  • Banjir Masih Melanda Sejumlah Area di Malaysia

    peloporberita.com/ | Banjir yang masih melanda sejumlah area di Malaysia hingga Senin (3/1/2022) membuat lebih dari 15 ribu orang terpaksa mengungsi.

    Kantor berita Malaysia, Bernama melaporkan, para pengungsi berlindung di 188 penampungan yang tersebar di tujuh negara bagian, yaitu Johor, Melaka, Pahang, Sabah, Selangor, Terengganu dan Negeri Sembilan.

    Rahmad Mariman yang merupakan Ketua Panitia Pekerjaan, Transportasi, Sarana Umum, Prasarana, dan Penanggulangan Banjir Melaka mengatakan hujan lebat yang terjadi di luar wilayah Melaka, terutama di hulu sungai, berperan besar dalam banjir yang melanda area itu sejak Sabtu (1/1/2022).

    “Sungai Lubok China dan Sungai Melaka sama-sama diguyur hujan deras di Negeri Sembilan, membuat air meluap di daerah dataran rendah dan berdampak pada wilayah dekat Lubok China, pun juga Krubong, Taman Merdeka, dan Peringgit di distrik Melaka Tengah,” ujarnya.

    Seperti diketahui, Malaysia tengah mengalami hujan lebat dan banjir pasang surut sejak 17 Desember 2021. Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia Acryl Sani Abdullah Sani menyebutkan, akibat banjir pasang surut ini, setidaknya 50 orang meninggal dunia dan dua lainnya masih hilang, seperti dikutip dari CNN.

    Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menyatakan, pemerintah tengah mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir. Salah satunya memberikan lebih banyak bantuan, termasuk bantuan senilai RM 61.000 atau sekitar Rp 208 juta untuk keluarga korban banjir. []

    Baca juga: Malaysia Evakuasi 22 Ribu Warganya yang Kebanjiran

  • Malaysia Evakuasi 22 Ribu Warganya yang Kebanjiran

    peloporberita.com/ – Pemerintah Malaysia, hingga saat ini telah mengevakuasi 22 ribu warganya yang terkena banjir di delapan negara bagian. Sebagian besar di antaranya atau lebih dari 10 ribu orang, berada di negara bagian Pahang. Sedangkan di Selangor, lebih dari 5 ribu orang meninggalkan rumah mereka.

    “Di Selangor, situasinya seperti ‘kejutan’ musim hujan, karena jarang terjadi banjir di Selangor,” tutur Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob, dikutip dari AFP Sabtu (18/12/2021) malam.

    Banjir yang terjadi sejak Jumat (17/12/2021) ini, menjadi banjir yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Penyebabnya, hujan deras yang menyebabkan sungai meluap, merendam banyak daerah, dan memutus sejumlah jalan utama.

    Tinggi air yang dilaporkan situs resmi pemerintah, bahkan melebihi tingkat atau batas berbahaya di enam negara bagian tengah dan timur laut pada Minggu (19/12/2021) pagi ini.

    Sejumlah layanan kereta api menuju kota pelabuhan Klang dihentikan. Puluhan rute bus di dalam dan sekitar ibu kota Malaysia pun dibatalkan.

    Departemen Meteorologi mengingatkan, bahwa hujan diprediksi akan terus berlanjut di sejumlah wilayah di Pahang. Meski, telah mereda di beberapa daerah.Banjir terparah, pernah menghantam Malaysia sebelumnya, terakhir pada tahun 2014. Saat itu, sebanyak 118 ribu orang terpaksa mengungsi. []

  • Intel Berencana Bangun Pabrik di Malaysia

    peloporberita.com/ | Perusahaan teknologi Intel berencana membangun pabrik baru di Malaysia, dengan investasi senilai lebih dari USD 7 miliar. Intel yakin pabrik pengepakan dan pengujian chip baru ini mampu menyerap hingga 9.000 tenaga kerja.

    Chief Executive Officer (CEO) Intel Pat Gelsinger berharap, fasilitas baru di Malaysia bisa mulai beroperasi pada tahun 2024. Intel pun mengambil langkah ini akibat dalam setahun terakhir telah terjadi kekurangan pasokan komponen semikonduktor global.

    Gelsinger memprediksi, kekurangan chip masih akan terjadi hingga tahun 2023, meskipun industri semikonduktor tahun ini diperkirakan bertumbuh.

    “Secara keseluruhan, industri semikonduktor tahun ini akan tumbuh lebih besar daripada dalam dua hingga tiga dekade terakhir,” ungkap Gelsinger.

    Melansir Reuters, Pemerintah Malaysia menyebutkan Intel akan menanamkan investasi sebesar 30 miliar Ringgit, atau sekitar USD 7,10 miliar.

    Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia Mohamed Azmin Ali juga mengapresiasi rencana investasi Intel. “Program ini memang tepat waktu, mengingat permintaan global terhadap chip meningkat akibat adanya kekurangan pasokan dan adanya potensi tantangan yang timbul dari pemulihan pandemi secara global,” ujarnya.

    Saat ini, industri perakitan chip Malaysia menyumbang lebih dari sepersepuluh perdagangan global dengan nilai lebih dari USD 20 miliar. []

    Baca juga: Intel Prediksi Pasokan Laptop Akan Terganggu Hingga 2023