Tag: Malaysia

  • Industri Sawit Malaysia Tolak Pesanan Akibat Kekurangan SDM

    Jakarta | Kekurangan pekerja, terutama pekerja asing, membuat industri kelapa sawit Malaysia terpaksa menolak pesanan.

    Awalnya, kekurangan pekerja terjadi akibat pembatasan imigrasi terkait pandemi. Namun, Malaysia tetap belum melihat tanda-tanda pengembalian pekerja migran dari agensi terkait, meski pembatasan sudah dicabut.

    Hal itu salah satunya dipicu oleh alotnya persetujuan pemerintah dan negosiasi dengan Bangladesh dan Indonesia mengenai perlindungan pekerja.

    Malaysia termasuk pemain utama dalam industri minyak sawit global, dan hingga kini masih sangat bergantung pada pekerja asing. Pasalnya, penduduk setempat cenderung menjauhi sektor pabrik dan perkebunan yang dianggap kotor, berbahaya dan sulit.

    “Meskipun ada optimisme yang lebih besar dalam prospek dan peningkatan penjualan, beberapa perusahaan sangat terhambat dalam kemampuan mereka untuk memenuhi pesanan,” kata presiden Federasi Produsen Malaysia Soh Thian Lai, seperti dikutip dari Reuters.

    Jika kondisi ini berlarut, dikhawatirkan akan mengancam pemulihan ekonomi negara pasca-pandemi.

    Disebutkan bahwa industri minyak kelapa sawit menyumbang 5% bagi perekonomian Malaysia. Industri ini bisa kehilangan sekitar 3 juta ton kelapa sawit siap panen tahun ini akibat tidak ada yang memetik hingga busuk di pohon. Jika ditaksir, kerugiannya bisa mencapai lebih dari USD 4 miliar.[]

  • Pemerintah Malaysia Setuju Menghapus Hukuman Mati

    Jakarta | Pemerintah Malaysia setuju untuk menghapus hukuman mati dan menggantinya dengan jenis hukuman lain atas keputusan pengadilan. Keputusan itu diambil menyusul pemaparan laporan kajian alternatif hukuman mati dalam sidang kabinet pada 8 Juni lalu.

    “Kabinet telah menyetujui bahwa studi dan penelitian lebih lanjut harus dilakukan mengenai hukuman alternatif yang diusulkan untuk 11 pelanggaran yang membawa ke hukuman mati,” kata Menteri Hukum di Departemen Perdana Menteri Malaysia Wan Junaidi Tuanku Jaafar, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (10/06/2022).

    “Satu pelanggaran berdasarkan Bagian 39 (B) dari Undang-Undang Narkoba dan 22 pelanggaran yang membawa ke hukuman mati tetapi di bawah keputusan pengadilan,” lanjutnya.

    Saat ini, jenis kejahatan yang bisa dijatuhi hukuman mati di Malaysia antara lain perdagangan narkoba, terorisme, pembunuhan, penculikan dan kepemilikan senjata api.

    Selain Malaysia, ada juga sejumlah negara lain yang menerapkan hukuman mati untuk kasus narkoba, yaitu Indonesia, Iran, Tiongkok, Singapura, Vietnam dan Saudi Arabia.

    Untuk diketahui, Saudi Arabia adalah negara Islam yang memang melarang masyarakatnya menggunakan narkoba. Jika tertangkap, aparat hukum Saudi Arabia langsung mengeksekusi pelaku. Namun jika mengonsumsi dan memiliki alkohol, akan dihukum cambuk di depan banyak orang, didenda, dipenjara, hingga dihukum mati.[]

  • Indonesia Peringkat Dua Wisata Halal Dunia, Taufan Rahmadi: Tingkatkan Terus Kinerja, Benahi Kekurangan

    Jakarta – Global Muslim Travel Index (GMTI) 2022 menempatkan Indonesia pada peringkat dua dunia. Ini adalah peningkatan peringkat yang cukup signifikan, setelah pada tahun sebelumnya Indonesia berada pada urutan empat.

    ”Ini artinya kita sangat representatif untuk traveler muslim, dan itu baik,” tutur Taufan Rahmadi, National Tourism Strategist berdasarkan keterangan yang diterima redaksi, Rabu, (01/06/2022).

    Taufan menilai, pelayanan dan fasilitas yang ramah terhadap pelancong muslim menjadi salah satu kunci utama. Ia juga mengingatkan, ceruk pasar wisatawan muslim tidaklah kecil. Market growth-nya diproyeksikan mencapai 230 juta pelancong, dengan perputaran uang hingga US$225 miliar pada 2028.

    ”Data menunjukkan pelancong muslim terus bertambah, dengan perputaran uang yang signifikan. Kita berada di jalur yang tepat saat ini,” ungkapnya.

    Secara akumulatif poin, Indonesia hanya kalah dari Malaysia yang menempati urutan pertama. Namun RI mengungguli negara-negara besar lainnya semisal Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Qatar yang berturut-turut ada di bawah peringkat Indonesia.

    ”Dengan pembenahan serius, saya percaya, mengejar Malaysia bukanlah hal yang mustahil,” tegas Taufan.

    Taufan Rahmadi
    Pemerhati Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi. (Foto:Pelopor.id/Fb Taufan Rahmadi)

    Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia jelas memainkan peranan penting. Bagi Taufan, sangat wajar negara kita kini ada di dua besar dunia.

    ”Selamat mas menteri (Sandiaga Salahudin Uno), tingkatkan terus kinerjanya dan benahi yang masih kurang,” pesannya.

    Penilaian kali ini memotret setidaknya tiga kelompok besar pelancong muslim. Yakni dari kalangan traveler milenial muslim, traveler wanita muslim, dan traveler Gen Z.

    ”Karena mereka adalah ceruk utama, kita harus fokus melihat kebutuhan utama kelompok-kelompok ini,” saran penulis buku Prоtоkоl Dеѕtіnаѕі itu.

    [irp]

    Misalnya untuk pelancong muslimah yang menyumbang 45 persen setara 72 juta orang untuk data 2019. Mereka mengutamakan privasi, fasilitas, hingga keamanan.

    Sedangkan kalangan milenial menyukai hal yang disebut sebagai 3As alias authentic, affordable, and accessible. Khusus Gen Z yang menyumbang angka 20 persen total pelancong muslim, cukup serupa dengan kelompok milenial. Namun dengan tambahan adaptable.

    ”Variabel-variabel penilaian ini harus kita terus pelajari, tingkatkan yang masih kurang, dan pertahankan yang sudah lebih,” imbuhnya.

    Apa pun itu, untuk saat ini penghargaan peringkat dua dunia diyakini akan membawa semakin banyak pelancong muslim ke tanah air.

    [irp]

    ”Mau makanan halal ada, mau ibadah gampang, wisata yang nyaman bebas embel-embel negatif bertebaran, itu kelebihan kita” ucapnya.

    Atas prestasi tersebut, Anggota Tim Akselerasi dan Monitoring Evaluasi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata ini menyebut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, sudah membawa Indonesia dalam rel yang tepat.

    Dan yang tak kalah baik menurutnya, Indonesia juga mempertahankan ceruk pasar pariwisata konservatif berdasar World Economic Forum.

    ”Jadi pariwisata halal bisa, pariwisata konservatif juga kita masuk,” sanjungnya.

    Taufan menegaskan, penghargaan kali ini adalah yang ketiga berturut-turut, alias hattrick penghargaan dunia pariwisata Indonesia.

    [irp]

    Pertama, Indonesia, melalui menteri Sandi Uno diundang PBB, bicara soal pariwisata berkelanjutan. Berikutnya, Travel Tourism Development Index (TTDI) Indonesia naik tajam 12 level menjadi ranking 32 dunia, dan nomor dua di Asia Tenggara berdasar World Economic Forum.

    ”Yang ketiga ya soal wisata halal ini, nomor dua dunia,” pungkas Taufan.

    Menurutnya, kala pandangan dunia sedang terus tertuju ke Indonesia, kita perlu semakin berbenah. Pandemi ujarnya relatif sudah dilalui dengan baik. Kini memastikan pemulihannya, bersamaan dengan kebangkitan pariwisata.

    ”Seperti yang selalu saya bilang, pariwisata ini membuka banyak lapangan kerja, memutar banyak uang, ekonomi kita akan semakin kuat,” tutupnya. []

    [irp]

  • Malaysia Hentikan Ekspor Jutaan Ayam Mulai 1 Juni

    Jakarta | Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menyatakan bahwa negaranya akan menghentikan ekspor 3,6 juta ayam utuh per bulan mulai 1 Juni 2022. Kebijakan ini berlaku sampai produksi dan harga stabil.

    “Pemerintah memandang serius persoalan pasokan ayam dan kenaikan harga yang berdampak pada masyarakat,” kata Ismail dalam keterangannya seperti dikutip dari Straits Times.

    Selanjutnya, Malaysia bakal mengakui lebih banyak rumah potong hewan di luar negeri untuk meningkatkan pasokan ayam dalam negeri dan izin impor untuk unggas akan dihapus. Langkah tersebut dilakukan saat Malaysia menghadapi kekurangan pasokan ayam seiring melonjaknya harga.

    Ismail mengatakan buffer stock akan disimpan di fasilitas cold storage, kemudian proses klaim subsidi oleh peternak akan disederhanakan.

    Pemerintah Malaysia telah menetapkan harga pagu eceran RM 8,90 per kilogram, dan memberikan subsidi kepada peternak unggas sebesar 60 sen per kg mulai dari 5 Februari sampai 4 Juni.

    “Beberapa perusahaan besar tidak tertarik untuk mengajukan subsidi dan ingin pemerintah membiarkan harga ayam ditentukan oleh pasar,” tambah Ismail.

    Dia juga menegaskan bahwa pemerintah sudah mengetahui laporan adanya kartel yang mengendalikan harga dan produksi ayam. Komisi Persaingan Malaysia tengah menyelidiki masalah ini dan penyelidikan diharapkan selesai pada bulan depan.

    Mengutip Yahoo News, importir ayam Singapura juga akan melakukan diversifikasi dan meningkatkan pasokan mereka dari sumber alternatif, untuk mengantisipasi kebijakan Malaysia menghentikan ekspor unggas.

    Tahun lalu, Singapura mengimpor hampir 73.000 ton ayam dan sekitar sepertiganya berasal dari Malaysia. Hampir seluruh impor Malaysia adalah ayam hidup, yang dipotong dan didinginkan di Singapura.[]

  • Malaysia Berencana Pangkas Pajak Ekspor CPO dan Tunda Biodiesel

    Jakarta | Pemerintah Malaysia, dalam hal ini Kementerian Industri dan Komoditas Perkebunan, berencana memangkas pajak ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dari saat ini 8% menjadi 4%-6%.

    Selain itu, Malaysia juga berencana menunda pelaksanaan mandat biodiesel sebagai salah satu upaya membantu memenuhi permintaan global, di tengah langkanya pasokan minyak nabati.

    Meski demikian, Menteri Industri dan Komoditas Perkebunan Malaysia Zuraida Kamaruddin mengatakan, rencana pengurangan pajak itu kemungkinan bersifat sementara dan keputusan final diprediksi keluar pada awal Juni.

    Menurut Zuraida, sejumlah negara pengimpor CPO telah meminta Malaysia mengurangi pajak ekspor, bahkan beberapa di antaranya seperti India, Iran dan Bangladesh mengusulkan perdagangan barter.

    “Dalam masa krisis ini, mungkin kita bisa sedikit bersantai agar lebih banyak minyak sawit yang bisa diekspor,” kata Zuraida yang dilansir dari Reuters.

    Saat ini, Malaysia memang sedang berpikir keras mencari cara untuk meningkatkan pangsa pasar minyak nabati, setelah perang Rusia-Ukraina mengganggu pengiriman minyak bunga matahari, ditambah lagi dengan keputusan Indonesia melarang ekspor CPO.

    Zuraida menambahkan bahwa pihaknya juga akan menunda pelaksanaan mandat biodiesel B30, yang mewajibkan sebagian dari biodiesel dicampur dengan 30% minyak sawit, untuk memprioritaskan pasokan ke industri makanan.[]

  • Malaysia Tak Lagi Wajibkan Pemakaian Masker Mulai Mei

    Jakarta | Malaysia akan menghapus berbagai aturan pembatasan Covid-19, termasuk wajib memakai masker ketika di luar ruangan, mulai 1 Mei 2022. Namun, penggunaan masker di dalam ruangan masih diwajibkan, terutama di transportasi umum dan pusat perbelanjaan.

    “Pemakaian masker di luar ruangan adalah opsional, tetapi tetap dianjurkan,” ujar Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin dalam konferensi pers yang dilansir dari Channel News Asia, Kamis (28/04/2022).

    Tak hanya itu, turis yang sudah divaksinasi penuh tidak perlu menjalankan protokol tes Covid, baik pra-keberangkatan maupun kedatangan. Protokol tes juga tidak berlaku untuk mereka yang sudah pulih dari Covid selama 6-60 hari sebelum tanggal keberangkatan, serta turis berusia 12 tahun ke bawah.

    “Namun, mereka yang belum sepenuhnya divaksinasi Covid-19 tetap harus menjalani tes ini, dan menjalani karantina wajib selama lima hari,” tegas Khairy.

    Kemudian, pemerintah Malaysia tidak lagi mewajibkan check-in melalui aplikasi pelacakan kontak MySejahtera dan bagi yang belum divaksinasi juga akan diizinkan memasuki lokasi.

    Malaysia telah membuka perbatasan pada 1 April lalu, setelah dua tahun lebih membatasi keluar dan masuk pelancong ke wilayahnya akibat pandemi.[]

  • Cargill Berhenti Beli Produk Minyak Sawit dari Sime Darby Malaysia

    Jakarta | Cargill Inc, salah satu perusahaan pertanian terbesar di dunia, berhenti membeli produk minyak sawit dari Sime Darby Plantation Bhd., setelah Amerika Serikat (AS) menyatakan temuan indikator kerja paksa di petani Malaysia.

    Cargill telah menangguhkan semua sumber baru minyak kelapa sawit dan produk turunannya dari Sime Darby sejak 25 Februari lalu. Sedangkan Sime tidak memberikan alasan penghentian tersebut, namun mengatakan bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan Cargill, yang merupakan pelanggan langsung.

    Melansir Bloomberg News, Senin (18/04/2022), beberapa produsen kelapa sawit dan sarung tangan karet terbesar di Malaysia telah diawasi dalam beberapa tahun terakhir atas tuduhan pelecehan pekerja migran.

    Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS pada akhir Januari menyatakan akan menyita minyak sawit Sime dan barang-barang terkait, lantaran memiliki informasi yang cukup untuk menentukan bahwa produk perusahaan dibuat menggunakan narapidana, tenaga kerja paksa atau kontrak.

    Pihak Sime sendiri mengatakan telah menempuh sejumlah langkah untuk meningkatkan hak-hak pekerjanya dalam beberapa bulan terakhir, dan bahwa pasokan produk curah ke Cargill di India telah diambil oleh pelanggan lain.

    Sime juga menanggapi laporan dari Reuters bahwa raksasa permen Italia Ferrero akan berhenti mengambil minyak sawit dari perusahaan tersebut. Disebutkan bahwa Ferrero, General Mills dan Hershey’s bukan pelanggan Sime dan sudah lama tidak berkunjung.[]

  • Perbatasan Malaysia-Singapura Dibuka Kembali Setelah Tutup 2 Tahun

    Jakarta | Ribuan orang melakukan perjalanan antara Malaysia dan Singapura pada Jumat (01/04/2022), setelah perbatasan darat dibuka kembali untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir akibat pandemi. Pembukaan itu memungkinkan orang yang divaksinasi untuk menyeberang tanpa harus tes atau karantina.

    Melansir Bloomberg News, sebelum pandemi, lebih dari 300.000 orang melintasi perbatasan darat Singapura-Malaysia setiap hari, yang menjadikannya sebagai salah satu lintasan tersibuk di dunia.

    Otoritas Imigrasi & Pos Pemeriksaan Singapura menyebutkan dalam sebuah pernyataan bahwa lebih dari 11.000 pelancong telah melewati pos pemeriksaan di Woodlands dan Tuas pada Jumat pagi.

    Ketua Menteri Johor Onn Hafiz Ghaz pun memprediksi setidaknya ada 400.000 orang yang akan melintasi perbatasan dalam minggu pertama pembukaan kembali ini.

    Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia menyebutkan, Singapura adalah sumber pengunjung terbesar Malaysia pada 2019, dengan sekitar 10 juta kedatangan. Jumlah itu turun menjadi 1,5 juta pada tahun 2020.

    Selain itu, turis Singapura juga mendatangkan uang paling banyak untuk Malaysia. Pada 2019, turis Singapura tercatat menghabiskan sekitar 20,5 miliar ringgit (USD 4,9 miliar).

    Selain perlintasan darat, Singapura juga mencabut sebagian besar pembatasan untuk semua pelancong yang divaksinasi lengkap yang datang melalui udara atau laut. Kini, pengunjung dapat tiba di Bandara Changi tanpa harus dikarantina atau diuji pada saat kedatangan.[]

  • Pengadilan Singapura Tolak Banding Eksekusi Mati Kasus Narkoba

    Jakarta | Pengadilan Singapura pada Selasa (29/03/2022), menolak banding terhadap eksekusi Nagaenthran Dharmalingam, seorang Malaysia yang dihukum akibat penyelundupan narkoba. Pengadilan menolak argumen yang diajukan tim hukumnya bahwa Dharmalingam harus dibebaskan karena mengalami gangguan mental.

    Dharmalingam telah divonis hukuman mati selama lebih dari satu dekade, akibat menyelundupkan sekitar 42,7 gram heroin ke Singapura, yang dikenal memiliki undang-undang narkotika terberat di dunia. Berdasarkan data yang dikutip dari Reuters, selama periode 2016-2019, Singapura telah menghukum gantung 25 orang, mayoritas akibat pelanggaran terkait narkoba.

    Kasus Dharmalingam telah menarik perhatian dunia, hingga sekelompok pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan miliarder Inggris Richard Branson, bergabung dengan perdana menteri Malaysia dan aktivis hak asasi manusia (HAM) untuk mendesak Singapura meringankan hukuman Dharmalingam.

    Violet Netto sebagai pengacara Dharmalingam memang keberatan menyajikan catatan medis penjara kliennya pada sidang terakhir, dengan alasan kerahasiaan. Ia pun meminta tinjauan psikiatri independen.

    Namun Ketua Hakim Sundaresh Menon dalam sidang hari Selasa mengatakan, upaya untuk mencegah pengungkapan laporan medis tidak masuk akal dan tidak ada bukti yang dapat diterima yang menunjukkan penurunan kondisi mentalnya. Pengadilan juga menolak permintaan tinjauan psikiatri independen.

    “Pembanding telah diberikan proses hukum berdasarkan hukum, dan tidak terbuka baginya untuk menantang hasil dari proses itu ketika dia tidak mengajukan apa pun untuk menunjukkan bahwa dia memiliki kasus untuk dipertimbangkan,” kata panel lima hakim dalam putusannya.[]

  • AS Bakal Selidiki Impor Panel Surya dari 4 Negara Asia Tenggara

    Jakarta | Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) menyatakan akan melakukan penyelidikan yang dapat mengakibatkan perubahan tarif panel surya yang diimpor dari empat negara Asia Tenggara, yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam dan Kamboja.

    Keputusan itu berdasarkan petisi dari Auxin Solar, pabrikan surya dari California, yang meminta penyelidikan dengan alasan pabrikan Tiongkok mengalihkan produksi ke empat negara tersebut, untuk menghindari pembayaran bea masuk AS selama hampir satu dekade atas barang-barang solar buatan Tiongkok.

    Dalam memo yang diunggah di situs web Departemen Perdagangan AS juga disebutkan bahwa produk-produk yang dimaksud akan dikenakan bea masuk dan anti-dumping AS jika memang terbukti dibuat di Tiongkok.

    Petisi Auxin merupakan yang terbaru dari serangkaian upaya produsen solar AS untuk membendung aliran panel murah Asia, yang dianggap membuat produk mereka kalah bersaing.

    Menurut kelompok industri American Clean Power Association, impor dari empat negara tersebut menyumbang sekitar 80% dari panel yang diharapkan akan dipasang di AS tahun ini. Penyelidikan itu pun diyakini akan menghambat pengembangan proyek dan membahayakan kemajuan AS dalam mengatasi perubahan iklim.

    “Keputusan ini secara efektif membekukan pengembangan di industri surya AS. Terus terang, tindakan Departemen Perdagangan untuk memulai penyelidikan ini adalah bencana bagi industri kami,” kata CEO asosiasi Heather Zichal seperti dikutip dari Reuters.

    Untuk diketahui, Presiden AS Joe Biden telah menetapkan target menyapih sektor listrik AS dari bahan bakar fosil pada tahun 2035, mendorong tenaga surya untuk memasok hingga 40% dari kebutuhan listrik AS, naik dari 3% saat ini.[]