Tag: kripto

  • Ukraina Buka Website Resmi Fasilitasi Donasi Berbentuk Kripto

    peloporberita.com/ | Pemerintah Ukraina resmi membuka website yang memfasilitasi penyaluran donasi berbentuk mata uang kripto. Dalam menjalani program tersebut, pemerintah menggandeng perusahaan kripto FTX dan Everstake.

    Everstake adalah salah satu perusahaan kripto yang terbesar di Ukraina. Mereka akan mengizinkan pengguna memberikan donasi dalam mata uang kripto, selain yang tercantum di situs.

    Sedangkan FTX adalah platform pertukaran yang berbasis di Bahama. Platform ini didirikan oleh miliarder Amerika Serikat (AS) Sam Bankman-Fried. FTX menyatakan akan mengubah dana yang disumbangkan menjadi dolar dan menyalurkannya ke Bank Nasional Ukraina.

    Selain mata uang kripto, situs resmi pemerintah Ukraina ini juga berencana menambahkan fitur yang memungkinkan pengunjung bisa berdonasi dalam bentuk non-fungible token (NFT).

    Melansir The Straits Times, website Aid for Ukraine telah menerima donasi dalam beberapa jenis cryptocurrency, seperti Bitcoin, Ethereum, Tether, Dogecoin, Solana, Polkadot dan Monero. Terhitung hingga Selasa (15/03/2022) siang, dana yang terkumpul melalui website tersebut mencapai USD 48,5 juta, masih jauh dari target yang dicanangkan USD 200 juta.

    Wakil Menteri Transformasi Digital Ukraina Oleksandre Borniakov mengatakan bahwa kripto sangat berperan penting dalam pertahanan Ukraina menghadapi invasi Rusia. Borniakov pun berharap masyarakat global tergerak membantu Ukraina.[]

  • OJK Jepang Minta Bursa Kripto Patuhi Sanksi Terhadap Rusia

    peloporberita.com/ | Otoritas Jasa Keuangan Jepang atau Financial Services Agency (FSA) memerintahkan bursa kripto mematuhi sanksi terhadap Rusia dan Belarusia atas invasinya ke Ukraina. Terkait hal itu, Jepang melarang bursa kripto memproses transaksi yang melibatkan aset kripto yang terkena sanksi pembekuan.

    Pemerintah Jepang dan FSA menegaskan akan memperkuat tindakan terhadap transfer dana menggunakan aset kripto yang berpotensi melanggar sanksi.

    Langkah ini diambil setelah kelompok G7 menyatakan bahwa negara-negara Barat akan mengenakan biaya pada aktor Rusia ilegal yang memanfaatkan aset digital untuk meningkatkan dan mentransfer kekayaan mereka.

    Melansir Reuters, negara-negara G7 khawatir entitas Rusia menggunakan kripto sebagai celah untuk melanggar sanksi ekonomi. Adapun negara-negara G7 adalah Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat (AS).

    Selain Jepang, Departemen Keuangan AS juga mengeluarkan panduan baru yang mewajibkan perusahaan kripto yang berbasis di AS untuk tidak terlibat dalam transaksi dengan target sanksi.

    Komisi Sekuritas dan Bursa AS telah menangkap potensi manipulasi pasar sebagai salah satu alasan utama menolak sejumlah aplikasi untuk dana yang diperdagangkan di bursa kripto.[]

  • Coinbase Blokir 25 Ribu Akun Kripto Pengguna Rusia

    peloporberita.com/ – Perusahaan pedagang kripto terbesar di Amerika Serikat (AS) Coinbase, memutuskan untuk memblokir 25 ribu akun terkait pengguna Rusia. Seluruh daftar yang diblokir itu, diyakini telah terlibat aktivitas terlarang seperti dilansir dari The Verge Selasa, (08/03/2022).

    “Lebih dari 25.000 alamat yang terkait dengan individu atau entitas Rusia yang kami yakini terlibat dalam aktivitas terlarang, banyak di antaranya berdasarkan hasil penyelidikan kami sendiri,” tulis Coinbase.

    Namun, tidak ditentukan kapan tepatnya akun-akun tersebut diblokir atau berapa banyak pembatasan yang terkait dengan sanksi saat ini. Sebelumnya, negara-negara Barat telah menerapkan berbagai sanksi keuangan terhadap Rusia lantaran melakukan invasi ke Ukraina. Namun, Rusia disinyalir memanfaatkan celah melalui teknologi kripto untuk menghindari sanksi.

    Coinbase juga memeriksa aplikasi akun terhadap daftar individu atau entitas yang terkena sanksi, termasuk yang dikelola oleh AS, Inggris, Uni Eropa, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Singapura, Kanada, dan Jepang.

    Disisi lain CEO Coinbase Brian Armstrong mengaku tidak berpikir adanya kemungkinan Rusia menghindari sanksi keuangan negara-negara Barat. Sepanjang tahun 2021, Coinbase memperluas bisnisnya dengan beberapa cara, termasuk menambahkan dukungan perdagangan dan penyimpanan masing-masing untuk 95 dan 72 aset kripto baru. []

  • Perang Rusia-Ukraina Dorong Kripto Jadi Safe Haven

    peloporberita.com/ | Perang Rusia-Ukraina turut memicu kenaikan harga kripto dan token digital hingga menyerupai aset safe haven, padahal sebelumnya sempat menurun.

    Analis Senior Swissquote Bank Ipek Ozkardeskaya menilai, kripto bisa menjadi tempat berlindung yang potensial bagi oligarki Rusia yang menghindari sanksi. Pasalnya, tidak akan ada sensor pada jaringan Bitcoin dan transaksi mata uang kripto.

    “Cryptocurrency dapat bertindak sebagai penyimpan nilai yang kuat untuk sebagian besar kepemilikan yang tidak perlu likuid,” katanya seperti dikutip dari Yahoo Finance.

    Berbagai sanksi terhadap industri keuangan dan perbankan Rusia juga telah menyebabkan sejumlah efek beruntun. Oligarki yang memiliki koneksi ke Presiden Rusia Vladimir Putin saling berebut memindahkan asetnya agar tidak disita oleh pejabat pemerintah.

    Sementara Swiss telah meninggalkan netralitas tradisionalnya dan membekukan aset para konglomerat Rusia. Bahkan, sistem milik Rusia terkunci di SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) sebagai sistem saraf keuangan global.

    Kripto memang terkenal bergejolak dan rentan terhadap peretasan dan penipuan. Namun harus diakui kripto memiliki daya tarik terdesentralisasi yang membuatnya sulit dilacak dan dikendalikan pergerakannya.

    Dengan begitu, kripto berkembang menjadi sesuatu yang aman bagi mereka yang perlu menghindari firewall yang didirikan di sekitar keuangan tradisional. Itulah mengapa Ukraina juga menjadi sarang bagi aliran mata uang kripto, baik ilegal maupun sah.

    Direktur Pelaksana Radkl Bea O’Carroll mengatakan, perang dan berbagai sanksi dari negara barat telah memicu tren penggunaan Bitcoin untuk mentransfer nilai. Radkl sendiri adalah perusahaan investasi aset digital.

    Dalam lima hari sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, Bitcoin telah melonjak hingga 13 persen. Sedangkan emas sebagai portofolio keamanan tradisional, kini sebagian besar mendatar, setelah naik hingga 3,5 persen pada hari invasi.[]

  • Penambangan Ilegal Bitcoin Buat Polusi Makin Kacau di Tiongkok

    peloporberita.com/ | Penambangan Bitcoin di Tiongkok menghasilkan emisi gas karbondioksida yang semakin buruk setelah pemerintah melarang aktivitas itu sejak tahun lalu. Pasalnya, para penambang itu menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara, yang sebelumnya mayoritas dari mereka menggunakan listrik dari PLTA.

    Laporan yang dipublikasikan di jurnal Joule menyebutkan bahwa popularitas Bitcoin menjadi masalah besar bagi usaha Tiongkok mengurangi polusi dari bahan bakar fosil. Namun, langkah pemerintah melarang penambangan itu juga ternyata tidak efektif mengurangi emisi.

    Penambangan kripto menghasilkan emisi gas rumah kaca yang sangat besar, lantaran proses penambangan tersebut membutuhkan tenaga listrik yang sangat tinggi. Pemimpin tim pembuat laporan itu, Alex de Vries memperkirakan, total jejak karbon yang dihasilkan oleh penambang kripto itu hampir sama dengan jejak karbon yang dihasilkan oleh Republik Ceko.

    Melansir The Verge, sekitar 70% penambang kripto di dunia melakukan aktifitasnya di Tiongkok, hingga akhirnya Pemerintahan Xi Jinping melarang hal itu pada tahun lalu akibat menimbulkan dampak sangat buruk bagi lingkungan.

    Sebelumnya, para penambang itu memanfaatkan energi hydro yang berlimpah saat musim hujan di Provinsi Sichuan dan Yunnan. Kemudian pada kemarau, mereka berpindah ke Xinjiang dan Inner Mongolia, yang bergantung pada pembangkit listrik berbahan batu bara.

    Setelah dilarang, mereka pun jadi tersebar ke Kazakhstan dan Amerika Serikat (AS). Di Kazakhstan, mayoritas energi listriknya berasal dari batu bara, yang disebut menghasilkan karbondioksida lebih banyak daripada di Tiongkok. Sedangkan di AS, mayoritas pembangkit listriknya berasal dari gas dan juga sebagian batu bara.[]

  • Jual Obligasi Perang, Ukraina Berhasil Raih Dana USD 277 Juta

    peloporberita.com/ | Ukraina berhasil menjual obligasi perang dan meraih dana senilai USD 277 juta. Melansir Bloomberg, obligasi perang ini menawarkan yield 11% dan memiliki nilai par atau nilai pokok saat jatuh tempo sekitar USD 33.

    Ini adalah upaya terbaru Ukrania mengumpulkan dana sekaligus memanfaatkan dukungan global untuk melawan invasi Rusia.

    Meski demikian, penjualan obligasi perang ini cukup menyulitkan investor untuk membeli. Pasalnya, Kementerian Keuangan Ukrania memutus akses ke situs webnya dari luar negeri untuk menghindari serangan siber. Hal itu pun membuat sejumlah dana dari pembelian internasional belum berhasil terkirim.

    Bisa dikatakan Ukraina sangat mengandalkan penjualan obligasi perang ini sebagai salah satu upaya mendanai perlengkapan senjata bagi militer dan warga sipilnya. Apalagi, mengingat kekuatan militer Rusia sangat jauh lebih besar.

    Tidak hanya mata uang konvensional, pemerintah Ukraina juga berusaha menggalang dana dalam bentuk mata uang kripto dan token digital. Mereka bahkan mengunggahnya lewat akun Twitter resmi.

    Berdasarkan data perusahaan analitik blockchain, Elliptic, hingga Selasa (01/03/2022) pagi waktu setempat, akun-akun token digital itu telah menerima lebih dari USD 17 juta. Termasuk organisasi non-pemerintah Ukraina yang memberi dukungan kepada militer, telah meraih total sumbangan berjumlah USD 24,6 juta.[]

  • Ukraina Raih Donasi Kripto Lebih Dari USD 10 Juta

    peloporberita.com/ | Pemerintah Ukraina telah meraih donasi kripto senilai lebih dari USD 10 juta atau sekitar Rp 143,92 miliar (kurs Rp 14.392,05 per USD) untuk melawan invasi Rusia.

    Sebelumnya, pemerintahan Zelensky, melalui akun Twitter resmi, telah mengunggah alamat untuk dua dompet kripto, pada Sabtu (27/02/2022) waktu setempat.

    Hasil riset perusahaan analitik blockchain Elliptic menyebutkan, dompet kripto itu telah meraih donasi hingga USD 10,2 juta yang disumbangkan ke organisasi non-pemerintah untuk mendukung militer Ukraina.

    Menurut Elliptic, sekitar USD 1,86 juta dari donasi tersebut berasal dari penjualan NFT, yang awalnya ditujukan untuk pengumpulan dana bagi pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Sekadar mengingatkan, NFT adalah non-fungible token atau aset digital unik yang dirancang untuk mewakili kepemilikan barang virtual, seperti properti atau karya seni.

    Selain itu, ada juga Come Back Alive sebuah organisasi LSM yang menyediakan perlengkapan untuk militer Ukraina. Mereka bahkan telah menerima donasi kripto sejak 2018.

    Mengutip Reuters, secara total, hingga saat ini sumbangan berbentuk kripto yang telah diterima oleh pemerintah Ukraina dan LSM telah mencapai USD 16,7 juta.

    Melihat hal ini, Kepala Ilmuwan Elliptic Tom Robinson mengatakan bahwa aset kripto seperti Bitcoin telah menjadi metode crowdfunding alternatif yang penting.[]

  • Bahrain Diprediksi Jadi Pusat Kripto Timur Tengah

    peloporberita.com/ – Bahrain diprediksi menjadi pusat perdagangan kripto di Timur Tengah atau kawasan Asia Barat. Chief Executive Officer (CEO) CoinMENA Talal Tabbaa mengatakan, Bahrain memiliki beberapa keunggulan ketimbang Uni Emirat Arab (UEA) untuk menjadi pusat kripto.

    Salah satunya, Central Bank of Bahrain (CBB), bank sentral di negara tersebut, telah menerima kripto sebagai alat pembayaran yang sah. Bahkan, CBB memberikan izin resmi bagi perbankan untuk bekerja sama dengan platform perdagangan kripto.

    Tabbaa yang merupakan penduduk UEA mengaku, hal ini menjadi batu sandungan terbesar bagi negaranya untuk menjadi pusat kripto di Timur Tengah.

    Selain itu, platform perdagangan kripto di Bahrain bernama Rain bahkan berhasil menembus volume perdagangan dengan nilai fantastis, yakni US$1 miliar atau setara Rp14,33 triliun (Rp14.334/dolar AS).

    Gubernur bank sentral Bahrain Rasheed M. Al-Maraj, menyatakan pihaknya menjadi salah satu bank sentral pertama yang mengadopsi kripto sebagai aset yang dapat diperjualbelikan. Langkah ini, dilakukan guna merespons permintaan kripto yang berkembang di tengah masyarakat.

    Hal ini, sekaligus mematahkan persepsi bahwa Uni Emirat Arab (UEA) yang bakal menjadi negara paling berpotensi untuk menjadi pusat perdagangan mata uang digital.

    Izin dari CBB akan mempermudah nasabah yang memperjualbelikan kripto untuk dicairkan dalam bentuk dinar Bahrain. Ini menjadi kelebihan tersendiri bagi Bahrain, mengingat UEA tidak membiarkan hal itu terjadi di negaranya.

    “Secara umum, sebagian besar kripto tidak diterima sebagai alat tukar di negara maju mana pun atau tidak untuk alat pembayaran,” tutur Central Bank of the United Arab Emirates dilansir dari CNN Rabu (23/02/2022).

    Kedepannya, Bank sentral UEA tetap mewaspadai perkembangan aset digital tersebut dan akan merespons dengan regulasi yang tepat serta akan mengikuti perkembangan regulator keuangan global. []

  • Polisi Malaysia Gunakan Alat Berat untuk Hancurkan Tambang Kripto Ilegal

    peloporberita.com/ | Kepolisian Malaysia terus berusaha menemukan tambang-tambang kripto ilegal di negaranya. Langkah itu dilakukan dengan menggunakan drone yang dilengkapi perlengkapan khusus untuk mendeteksi panas.

    Pasalnya, tambang-tambang kripto ilegal itu menghasilkan panas yang tinggi dari mesin penambang yang dijalankan sepanjang hari.

    Awalnya, pendeteksian dilakukan oleh perusahaan listrik Malaysia, Tenaga Nasional Berhad (TNB), dengan mencari daerah yang penggunaan listriknya tinggi namun tagihannya rendah. Kemudian TNB melaporkan daerah tersebut kepada polisi.

    Para penambang kripto ilegal itu mayoritas beroperasi di area industri dan terisolasi, terutama di Selangor, Kuala Lumpur, Perak dan Penang.

    Ketika polisi berhasil mendeteksi dan menggerebek tempat penambangan itu, mereka pun memberikan hukuman dengan melindas mesin penambang yang disita dengan kendaraan berat, seperti stoom.

    Untuk diketahui, Malaysia memang tercatat sebagai negara dengan penambang kripto terbanyak ke-6 di dunia. Namun, mayoritas penambangan dilakukan secara ilegal dengan mencuri listrik untuk menghidupi ribuan alat penambang kripto.

    Mengutip Mashable, sepanjang tahun lalu, polisi Malaysia berhasil menangkap 528 penambang kripto ilegal dan menyita peralatan tambang senilai USD 13 juta.

    Angka itu meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 26 orang tertangkap dan perangkat yang disita senilai USD 301 ribu.[]

  • Polri Minta Masyarakat Pahami Risiko Investasi Kripto

    peloporberita.com/ –  Selain menjanjikan keuntungan tinggi, investasi Kripto juga memiliki risiko yang tinggi. Masyarakat, khususnya anak muda sedang tren mengikuti investasi berbasis uang crypto yang menawarkan keuntungan cukup tinggi dan cenderung mudah didapatkan.

    Namun sebelum melakukannya, Polri meminta masyarakat untuk memahami risiko dari investasi cryptocurrency terlebih dahulu. Apalagi, Satgas Waspada Investasi (SWI) terus mengingatkan masyarakat, terutama investor, untuk berhati-hati saat berinvestasi di cryptocurrency yang sedang naik daun belakangan ini.

    Peringatan kepada para pelaku usaha di bidang cryptocurrency telah disampaikan Polri agar mereka lebih mematuhi ketentuan hukum dan mengelola risiko investasi. Sehingga tidak melanggar hukum dan merugikan konsumen.

    Apalagi, tingkat literasi keuangan di Indonesia sebenarnya masih relatif rendah. Meskipun ada sekelompok orang yang memiliki dana besar dan menyukai spekulasi di pasar keuangan.

    Sejumlah pakar menyebutkan, risiko investasi kripto relatif sangat besar lantaran media pertukarannya hanya menggunakan cryptografi, tanpa ada jaminan aset dari investasi yang ditanamkan. Fluktuasi harganya juga sangat tinggi, sehingga menjadi salah satu transaksi perdagangan yang tergolong sangat spekulatif.

    Sementara risiko lain yang perlu diwaspadai, adalah posisi perdagangan cryptocurrency tidak menjadi aset, tetapi diperdagangkan seperti derivatif market. Kondisi inilah yang berpotensi besar memunculkan peluang penipuan, penggelapan, dan transaksi bodong.

    Bagi masyarakat awam, sebaiknya memilih berinvestasi di produk yang sudah diatur dan memiliki kepastian hukum. Setelah mengerti risikonya, investor dianjurkan untuk bertransaksi di dalam negeri di lembaga yang sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

    Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam Lumban Tobing sebelumnya telah memperingatkan masyarakat agar mewaspadai dan memahami investasi aset kripto, seperti bitcoin, dogecoin dan sejumlah aset kripto lainnya.

    Menurut Tongam, berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011, aset kripto ini telah dikategorikan sebagai subjek kontrak berjangka. Oleh sebab itu sudah diawasi oleh Bappebti. []