Tag: Kementerian Sosial

  • 60 Pegawai Positif Covid-19, Kemensos Lockdown Kantor Pusat

    peloporberita.com/ – Kementerian Sosial, memutuskan untuk melakukan lockdown di kantor pusatnya di Jakarta setelah 60 pegawai mereka dinyatakan positif Covid-19. Langkah ini, sesuai arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang meminta seluruh pegawai di lingkungan Kantor Pusat Jakarta maupun di Balai-Balai Kemensos untuk menjalani test swab PCR.

    “Seluruh pegawai di lingkungan Kemensos menjalani tes PCR. Yang positif diberikan layanan kesehatan dan ruangan isolasi dengan pengawasan dokter dan tenaga kesehatan,” tutur Mensos di Jakarta Kamis kemarin (27/1/2022).

    Kemensos juga melakukan penyemprotan disinfectan di seluruh ruangan agar lingkungan kantor steril dari virus serta menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan menunda perjalanan, tracing kepada seluruh pegawai dan keluarga yang terpapar covid.

    Kemudian, pegawai diatur untuk bekerja di rumah mulai kemarin hingga Senin (31/1/2022). Terkait tugas yang mendesak, dapat dikerjakan pegawai yang sehat dengan hasil PCR negatif dengan jumlah terbatas berdasarkan penugasan pimpinan satuan kerja.

    Untuk vaksin booster, sedang diindentifikasi pegawai yang sudah punya e-tiket vaksin tahap-3. Untuk percepatan telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

    Kantor Pusat Kemensos
    Kemensos Lockdown Kantor Pusat. (Foto:Pelopor.id/Kemenso)

    Bagi pegawai yang terpapar covid, diberikan paket obat-obatan dan vitamin di poliklinik Kemensos. Jika memerlukan tempat isolasi mandiri disediakan Graha Atensi di Balai Mulya Jaya dan Balai Budi Darma Bekasi.

    Meskipun memberlakukan lockdown, Kemensos memastikan pelayanan terhadap masyarakat tetap dapat dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti pelaksanaan penyaluran bantuan sosial. []

  • Cuaca Ekstrem, Mensos Beri Dua Imbauan ini

    peloporberita.com/ – Menteri Sosial Tri Rismahari mengingatkan semua masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. Hal ini, disampaikan Mensos saat meninjau lokasi bencana longsor di Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang (25/1/2022).

    Untuk meminimalisasi dampak, Mensos menyampaikan dua imbauan penting. Pertama, agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan secara mandiri. Termasuk kepekaan dan kecepatan dalam merespon indikasi terjadinya bencana. Kedua, kepada pemerintah daerah termasuk di Kota Semarang, agar melakukan pemetaan daerah rawan bencana.

    “Pemanasan global membuat semua wilayah bisa berpotensi bencana. Sebelumnya saya ke Kabupaten Pekalongan, longsor terjadi di kawasan hutan lindung. Jadi kepada masyarakat yang bermukim di lokasi rawan bencana agar bisa melakukan langkah mitigasi secara mandiri,” tutur Risma.

    Mensos juga mengapresiasi langkah Pemkot Semarang yang telah melakukan pemetaan wilayah bencana. Untuk kemungkinan relokasi hunian, Mensos menyerahkan kebijakan tersebut kepada Pemkot Semarang. Untuk perbaikan rumah warga yang rusak, Kemensos bersikap membantu Pemkot dari belakang, karena pemkot memilki anggaran untuk itu.

    Turut mendampingi Mensos Risma dalam peninjauan itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Dalam kesempatan ini, Mensos menyerahkan santunan ahli waris satu orang korban meninggal sebesar Rp15 juta, serta masing-masing Rp5 juta bagi korban luka.

    Bersama Hendrar Prihadi, Mensos langsung menuju kediaman korban meninggal akibat longsor. Kepada ahli waris, Indah, Mensos memeluk dan memberikan motivasi.

    “Yang sabar ya. Ini ada sedikit bantuan untuk keperluan keluarga,” Sebut Mensos.

    Selain menyerahkan santunan, Kementerian Sosial juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa tenda gulung 100 lembar, selimut 200 lembar, kasur 200 lembar, makanan Anak 240 paket, dan makanan siap saji sebanyak 400 paket dengan nilai total Rp168.982.400.

    Adapun sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi di Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, menimpa tiga rumah, serta menelan satu korban jiwa pada 19 Januari 2022.

    Pada pagi hingga siang kemarin, Mensos meninjau lokasi longsor dan banjir di Kabupaten Pekalongan. Mensos menggelar pertemuan dengan para pemangku kepentingan, di Kantor Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan bersama Camat Hadi Surono, Sekretaris Daerah Yulian Akbar, dan Wakil Bupati Riswadi. Mensos juga menyerahkan bantuan berupa paket logistik bencana, paket sembako, dan perlengkapan kebersihan dengan total nilai Rp403.116.169. []

  • Serahkan Rp 100 Juta, Mensos Spontan Kabulkan Permintaan Tokoh Adat Baduy

    peloporberita.com/ – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi kampung Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak belum lama ini. Selain untuk mengetahui dari dekat proses pembangunan rumah bantuan dari Kemensos, dalam kunjungan ini Mensos juga menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan para tokoh adat Baduy.

    Mensos mempersilakan tokoh setempat menyampaikan permintaan. “Ya, kira-kira apa yang bisa dibantu?” tutur Mensos kepada warga setempat. Kepala Desa Kanekes Jaro Saija menyatakan, dirinya merasa tidak enak dengan tamu yang datang ke kampungnya, termasuk dengan Mensos dan rombongan.

    Serahkan Rp 100 Juta, Mensos Spontan Kabulkan Permintaan Tokoh Adat Baduy
    Serahkan Rp 100 Juta, Mensos Spontan Kabulkan Permintaan Tokoh Adat Baduy. (Foto:Pelopor.id/Kemensos)

    Sebab, akses menuju kampung Baduy berupa jalan setapak dan hanya beralas tanah. Sehingga licin dan berbahaya waktu hujan seperti saat Mensos berkunjung. Kepada Mensos ia mengusulkan sekiranya jalan tersebut bisa diperbaiki.

    “Kalau bisa dibantu bu. Kami bisa beli material untuk memperkeras jalan. Supaya lebih nyaman dilintasi warga,” ucapnya.

    Lantas, Mensos Risma pun menanyakan berapa biaya pengerasan jalan tersebut, serta berapa panjangnya. “Saya kasih sekarang bisa ya uangnya,” sebut Mensos.

    Jaro pun belum bisa memperkirakan, berapa panjang dan lebar jalan yang akan dibangun. Meski demikian, setelah berdiskusi sebentar dengan staf, Mensos langsung menyerahkan bingkisan dalam kantung kresek plastik dan menyerahkannya kepada Jaro. Di hadapan para tokoh, pejabat pemerintah yang hadir, dan warga kampung Baduy, Jaro membuka isi tas. Tak disangka tas berisi uang bantuan tersebut, nilainya Rp100 juta.

    Serahkan Rp 100 Juta, Mensos Spontan Kabulkan Permintaan Tokoh Adat Baduy
    Serahkan Rp 100 Juta, Mensos Spontan Kabulkan Permintaan Tokoh Adat Baduy. (Foto:Pelopor.id/Kemensos)

    Kemensos juga memberikan bantuan pembangunan rumah pasca insiden kebakaran yang melanda pemukiman mereka bulan Oktober 2021 lalu. Kebakaran telah menghanguskan 24 rumah warga. Untuk keperluan tersebut, Kemensos mengucurkan bantuan sebesar total Rp1.001.000.000.

    Rincian bantuan untuk pembangunan 24 rumah (@ Rp35 juta) senilai Rp840 juta. Bantuan jaminan hidup selama 3 bulan x 500 ribu total sebesar Rp36 juta dan bantuan stimulan perekonomian Rp25 juta x 5 kelompok sebesar Rp125 juta.

    “Bagaimana ada kendala? Berapa lama dibutuhkan waktu untuk membangun rumah seperti ini?” tanya Mensos, saat tiba di lokasi perkampungan Baduy.

    Tokoh Baduy Dalam bernama Mursid, Mensos mendapatkan penjelasan untuk aktivitas pembangunan rumah diatur berdasarkan waktu tertentu tidak bisa setiap saat.

    Sehingga dari 24 rumah yang dibantu, saat ini proses pembangunan sudah selesai sebanyak 18 unit rumah. Para tokoh Baduy seperti Jaro dan Mursid menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mensos atas bantuan yang telah diberikan.

    “Terima kasih atas bantuan ibu. Sudah jauh-jauh datang dari Jakarta ke kampung Baduy. Sampai di sini memberikan bantuan,” ungkapnya.

    Sebagai bentuk kehormatan, Mensos menerima pengalungan tenun karya warga Baduy. []

  • Kasus Bantuan Pangan Non Tunai Tidak Layak Konsumsi Berbuntut Panjang

    peloporberita.com/ –  Kasus temuan beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kualitas buruk atau tidak layak konsumsi yang diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM) Kabupaten Gresik berbuntut panjang. Mabes Polri bersama tim Kementerian Sosial (Kemensos) RI turun melakukan monitoring ke Lapangan, Jumat (21/1/2022).

    Aparat Mabes Polri dan jajaran tim Kemensos RI bergerak menuju kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik pada pukul 08.00 WIB. Selanjutnya, melakukan monitoring ke lapangan, termasuk ke BNI sebagai bank himbara penyalur Bansos BPNT ke KPM.

    Kabar tersebut dibenarkan oleh Kadinsos Gresik, Ummi Khoiroh. Menurutnya, kedatangan Kemensos RI dan Mabes Polri untuk melakukan monitoring lebih terfokus pada agen-agen penyalur Bansos BPNT.

    Meski demikian, Kadinsos Gresik tak menampik bahwa salah satu sasaran monitoring adalah polemik penyaluran Bansos BPNT di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Gresik.

    “Terkait evaluasi agen. Ya mungkin salah satunya karena berita morowudi,” tuturnya.[]

  • Kunjungi Desa Perbatasan RI-Malaysia, Mensos Risma Salurkan Bantuan Banjir

    peloporberita.com/ | Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan kunjungan ke Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

    Dalam kunjungan ini, Risma lebih banyak mendengarkan suara masyarakat. Antara lain kebutuhan merelokasi tempat tinggal, peningkatan kapasitas Kawasan Siaga Bencana (KSB), permasalahan salur bansos, ketersediaan air bersih, dan pembicaraan diplomatik dengan Malaysia karena Sungai Sembakung berhulu di wilayah Malaysia.

    Atas aspirasi masyarakat, Risma menyatakan akan membantu sesuai dengan tugas dan tanggung jawab sebagai menteri Sosial.

    “Untuk itu saya akan membantu berupa pasokan air bersih. Segera saya kirim petugas untuk memastikan bantuan air bersih,” ujar Risma di ruang pertemuan warga di Desa Atap, pada Minggu (09/01/2022).

    Selain itu, ia juga berkomitmen akan membantu penyediaan perahu untuk penanganan bencana, sebagai bagian dari pemenuhan kelengkapan lumbung sosial di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia ini.

    Untuk lumbung sosial, Risma meminta Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid memastikan di mana titik koordinat yang ditentukan. “Setelah ditentukan, nanti saya bantu,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Risma menyerahkan bantuan korban bencana secara simbolis dalam bentuk bantuan logistik, bantuan lumbung sosial dan peralatan sekolah.  Adapun total nilai bantuan mencapai Rp 1.074.713.800.

    Bantuan logistik disalurkan dari Gudang Bekasi, berupa makanan siap saji sebanyak 1.000 paket, selimut 1.000 lembar, Kidsware 200 paket, kasur 200 lembar dan peralatan dapur keluarga 200 paket.

    Masih banyak bantuan lainnya, termasuk popok bayi, pakaian anak-anak dan dewasa serta paket kebersihan.

    Usai bertemu warga, Risma mengecek penyaluran bantuan sosial di Kantor Kecamatan Sembakung. Dari data yang ada, ia masih menemukan adanya keterlambatan penyaluran bansos. Terkait hal itu, ia berencana melibatkan PT Pos Indonesia untuk mempercepat penyaluran bansos. []

    Baca juga: Mensos Risma: Anggaran Tidak Selalu Selesaikan Masalah

  • Kemensos Luncurkan Program “Indonesia Mendengar” untuk Wujudkan Hak Penyandang Disabilitas

    peloporberita.com/ | Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meluncurkan program “Indonesia Mendengar”, sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada penerima maanfaat (PM) di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

    Program tersebut adalah bagian dari program “Indonesia Mendengar”, “Indonesia Melihat” dan “Indonesia Melangkah”, yang ditujukan terutama bagi penyandang disabilitas. Program itu merupakan upaya serius Kementerian Sosial (Kemensos) mewujudkan hak-hak penyandang disabilitas.

    Mengutip Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, Risma menyatakan ada 22,97 juta penyandang disabilitas di Indonesia.

    “Kondisi kedisabilitasan yang dialami saudara-saudara kita ini, mengakibatkan mereka kurang mendapatkan akses pada informasi dan komunikasi, juga pada akses layanan dasar lainnya,” ucap Risma di GOR Basket Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (08/01/2022).

    Melalui program “Indonesia Mendengar”, Kemensos membantu penyandang disabilitas rungu dan lansia dengan alat bantu dengar dan telepon pintar, yang bisa mengubah suara menjadi huruf. Dengan begitu, penyandang disabilitas bisa membaca pesan lawan bicara.

    “Ada sekitar 34.000 unit alat bantu kami serahkan kepada yang memerlukan,” kata Risma bersama dengan Wakil Ketua Komisi VIII TB Ace Hasan Syadzily.

    Risma berharap, dengan alat bantu itu, penyandang disabilitas bisa semakin mandiri. Selanjutnya, mereka bisa meningkatkan akses kepada kegiatan produktif dan ujungnya meningkatkan kapasitas keuangan mereka.

    Dalam kesempatan sama, Ace Hasan menyatakan, program “Indonesia Mendengar” yang diuncurkan Kemensos merupakan terobosan sangat positif. Pasalnya, tidak semua kelompok penyandang disabilitas memiliki akses mendapatkan alat bantu.

    Program ini juga membuktikan bahwa negara telah hadir, lantaran kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan, kini keberfungsian sosialnya mulai menguat.

    “Komisi VIII sangat mendukung program ini, baik dari sisi anggaran maupun dari segi program. Kami harapkan dengan program seperti ini akan mendorong masyarakat memiliki kesempatan sama,” katanya. []

    Baca juga: Kemensos Terima Donasi Rp 1 Miliar dari Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih untuk NTT

  • Kemensos Terima Donasi Rp 1 Miliar dari Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih untuk NTT

    peloporberita.com/ | Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyebutkan langkah strategis Kementerian Sosial (Kemensos) dalam penanganan pasca bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Untuk jangka pendek, Kemensos mendorong perbaikan hunian masyarakat terdampak bencana dan juga pengerukan sungai yang dangkal sehingga meminimalisir banjir.

    Kebijakan itu dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di NTT. Untuk itu, Risma menginstruksikan jajarannya mendorong pembangunan community center di NTT.

    “Kami juga menyiapkan pembangunan community center yang kami lengkapi fasilitasi modern,” kata Risma saat menerima Ketua Umum Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV-Indosiar Imam Sudjarwo di Jakarta, Kamis (06/01/2022).

    Kelengkapan fasilitas di community center menjadi fokus Kemensos tidak hanya untuk jangka pendek. Dalam jangka panjang, community center disiapkan untuk meningkatkan kualitas SDM putra-putri NTT.

    “Fasilitas community center kami berikan yang terbaik agar anak-anak di NTT bisa mengakses berbagai informasi untuk pengembangan pendidikan dan pengetahuan,” ujar Risma.

    Kebijakan strategis lainnya di NTT adalah pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kemensos juga akan menginisiasi pembangunan sarana air bersih dan pembangunan energi listrik dari tenaga matahari (solar cell).

    Mensos juga menyatakan apresiasi terhadap YPP yang mewakili para pemirsa kedua televisi swasta. Donasi dari pemirsa sejalan dengan arah kebijakan Kemensos.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum YPP Imam Sudjarwo menyerahkan Rp 1 miliar kepada Kemensos untuk membantu menyiapkan hunian masyarakat terdampak banjir.

    “Kami menyerahkan bantuan melalui pemerintah, dalam hal ini Kemensos, sebagai mitra yang terpercaya. Terima kasih atas kerja sama Kemensos dan  YPP yang sudah terjalin selama ini,” pungkasnya. []

    Baca juga: Cek Pencairan Bansos di Surabaya, Mensos Tawarkan Bantuan Usaha untuk Warga Terdampak Pandemi

  • Mensos Minta Bansos Disalurkan Sebelum Akhir Tahun

    peloporberita.com/ – Menteri Sosial Tri Rismaharini, memberikan arahan kepada jajaran Kementerian Sosial agar semua bantuan sosial (bansos) bagi setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa tersalur sebelum akhir tahun 2021 ini.

    “Kegiatan hari ini merupakan arahan Ibu Mensos terkait Monitoring dan Evaluasi (Monev) Percepatan Penyaluran KKS Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/program pangan agar penyalurannya tak melewati 31 Desember ini, ” tutur Inspektur Jenderal (Irjen) Kemensos Dadang Iskandar di BNI Cabang Kota Bekasi, Kamis (23/12/2021).

    Oleh sebab itu, telah dilakukan percepatan penyaluran, aktivasi KKS bansos PKH dan Program Sembako kepada sekitar 400 KPM di Kota Bekasi. Pencairan bansos tersebut berupa uang tunai maupun sembako.

    “Untuk penyaluran bansos ada dalam bentuk uang tunai dan sembako seperti beras, sayuran, ayam atau daging dan buah-buahan dan yang lainnya, ” ungkapnya.

    Irjen Kemensos, selanjutnya meminta dari semua bansos yang diterima KPM harus dipantau oleh pendamping PKH dan koordinator daerah (korda) agar digunakan sesuai peruntukannya untuk pemenuhan gizi keluarga dan mengurangi stunting. Bansos yang diterima, diminta dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan sembako keluarga, bukan yang lainnya.

    Salah seorang KPM BPNT/program sembako, Siti Sarini (31) warga Penggilingan Baru Kel Harapan Baru, Bekasi Utara menerima 8 tahap terdiri 6 tahap x Rp 200 ribu Rp 1,2 juta dan 2 tahap dengan paket sembako.

    Irjen Kemensos Dadang Iskandar di BNI Cabang Kota Bekasi
    Irjen Kemensos Dadang Iskandar di BNI Cabang Kota Bekasi, Kamis (23/12/2021). (Foto:Pelopor.id/Kemensos)

    “Saya senang sekali dan tidak menyangkan menerima bansos yang sebelumnya tidak pernah menerima dari pemerintah. Sekali lagi terima kasih, ” tutur Siti.

    Terkait masih adanya KPM yang belum menerima bansos, hal itu disinyalir adalah mereka dari perluasan program PKH atau BPNT/program sembako atau kurangnya mendapat informasi yang benar.

    “Masih ada KPM belum mencairkan bansos agar disikapi para pendamping PKH dan Korda menyisir agar mereka bisa menerima bansos sebelum 31 Desember, ” pinta Dadang.

    Dalam acara yang sama, Pimpinan Cabang BNI Kota Bekasi, Akta Seli Tatu Pusa menyampaikan kesanggupannya menyalurkan bansos dalam bentuk tunai kepada KPM PKH sesuai dengan permintaan dari pihak Kemensos.

    “Kami siap menyalurkan bansos PKH dalam bentuk tunai sebelum batas akhir sebelum 31 Desember 2021 dengan pelayanan yang baik dan tertib, ” ucapnya.

    Penyerahan simbolis diberikan kepada 1 KPM PKH oleh Irjen, 1 KPM BPNT/Program Sembako oleh Karo keuangan Kemensos, 1 KPM BPNT/progam Sembako yang merupakan penyandang disabilitas netra oleh Sekretaris Itjen.

    Penyaluran bansos Kemensos diawasi oleh Aparat Penegak Hukum (APH) di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia melibatkan Kejaksaan Agung RI dan Bareskrim Mabes Polri untuk memastikan bisa tepat waktu, tepat jumlah serta tepat sasaran. []

  • Risma Akan Rawat Anak Disabilitas di Balai Milik Kementerian Sosial

    peloporberita.com/ | Di tengah padatnya rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2021, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini tetap memperhatikan perkembangan aktual. Termasuk mengenai nasib anak penyandang disabilitas bernisial O (13) yang dianiaya di Sukabumi.

    Mendengar laporan bahwa O dicabuti kukunya dan disundut rokok bibirnya, Risma pun langsung meluncur ke Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat malam (03/12/2021). Diketahui, O tinggal hanya berdua bersama kakeknya yang berusia 90 tahun.

    Dalam pertemuan itu, Risma juga menyerahkan bantuan berupa kelengkapan tidur, seperti kasur, bantal dan sprei, bahan pokok seperti gula, beras, minyak goreng, dan bantuan uang.

    Baca juga: Tri Rismaharini Akan Bangun Sistem Command Center untuk Percepat Penanganan Masalah Sosial

    Dalam kesempatan yang sama, Risma menawarkan kepada O, melalui keluarganya untuk diberikan layanan di balai millik Kemensos. Ia juga menekankan bahwa layanan itu merupakan tawaran, bukan paksaan. Dan, tidak bermaksud memisahkan cucu (O) dengan kakeknya.

    “Saya minta ini jangan salah kutip. Saya tidak ingin memisahkan antara O dan kakeknya. Kakeknya sendiri tadi di assemen oleh staf saya itu takut kalau tiba-tiba ada kejadian tidak diinginkan karena usianya sudah lanjut. Ia takut nanti O ini dengan siapa,” kata Risma di rumah korban.

    Untuk keperluan tersebut, Risma mendengarkan pertimbangan dan masukan dari semua anggota keluarga. “Kakeknya setuju tapi kemudian beliau memanggil putra-putrinya untuk diminta persetujuannya. Setelah berdiskusi dengan semuanya, akhirnya putrinya juga setuju kakek dan O akan kita bawa ke balai,” katanya.

    Dengan demikian, diputuskan O dan kakeknya akan mendapatkan layanan di balai Kemensos. “Nanti diantar oleh kepala desa, diantar oleh putra-putrinya. Kapan siapnya, silakan keluarga memutuskan. Saya tidak mau memaksa,” ujar Risma.

    Baca juga: Mensos Risma Yakin Disabilitas Bisa Maksimalkan Kemampuan

    Selama asesmen, Risma juga mendapatkan informasi bahwa O sebenarnya punya kemampuan berbicara. Sehingga, dalam layanan balai nantinya, penyandang disabilitas mental ini akan diberikan terapi. “Saya jelaskan ke putrinya, sebetulnya O bisa bicara, cuma karena tidak terlatih sehingga bicaranya sedikit. Kerena itu, kita bisa terapi sehingga dia bisa bicara kembali,” ucapnya.

    Untuk kasus hukum, Risma menyatakan telah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk mengawal kasus ini ke ranah hukum, sehingga pelaku dapat dijerat dengan sanksi hukum yang setimpal. Kepolisian dikabarkan telah mengamankan pelaku.

    O mengalami kekerasan setelah dipergoki melepaskan ikatan tali binatang ternak milik pelaku. Jengkel dengan ulah O, pelaku melakukan penganiayaan. Terkait insiden tersebut, Risma memberikan saran, agar semua pihak bisa memahami penyandang disabilitas seperti O. Mensos pun menghimbau masyarakat yang non disabilitas untuk membimbing dan mengarahkan mereka untuk melakukan kegiatan positif. []

  • Mensos Risma Yakin Disabilitas Bisa Maksimalkan Kemampuan

    peloporberita.com/ – Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan, keberpihakannya kepada penyandang disabilitas. Mensos memastikan berniat tulus dalam interaksinya dengan penyandang disabilitas rungu Stefanus di Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI).

    Mensos merangkul Stefanus dan bermaksud memastikan alat bantu dengarnya berfungsi baik. Di lain pihak, Mensos mendorong mereka memaksimalkan kemampuan telinga dan mulutnya. Mensos tidak ingin mereka menyerah. Selain itu, Mensos meminta mereka memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas rungu untuk mencoba merespon komunikasi.

    “Saya ingin memastikan bahwa alat bantu dengar itu berfungsi dengan baik. Karena kalau dia tidak bisa merespon, itu bisa merugikan dia,” tutur Mensos dalam pertemuan dengan media di ruang kerjanya (02/12/2021).

    Mensos secara terbuka menyatakan bahwa dirinya punya pengalaman yang sangat memprihatinkan, saat menjadi Wali Kota Surabaya. Mensos menyatakan, ada disabilitas rungu yang tertabrak kereta api. Dan ada juga yang harus kehilangan jiwa karena bencana.

    “Ini pengalaman sangat memukul saya. Saya hanya ingin memastikan mereka bisa menyampaikan pesan dengan berbagai cara. Mereka harus bisa bereaksi terhadap lingkungannya khususnya bila itu membahayakan jiwa dan kehormatannya. Apakah dengan suara, gerakan tangan, atau alat bantu yang mereka kenakan,” sebut Mensos.

    Respon penyandang disabilitas bagi Risma dalam hal ini penyandang disabilitas rungu, terhadap lingkungan tersebut sangat penting. Sebab, berdasarkan pengalaman yang ia sebutkan tadi, ada saja hal-hal tak terduga.

    “Dalam kesempatan tersebut, saya meminta mereka mencoba bersuara. Bagi sebagian penyandang disabilitas rungu, bersuara bukan pekerjaan mudah. Nah, saya meminta mereka, meminta lho ya agar mereka bisa strive beyond the limit,” tutur Mensos.

    Mensos memastikan, tidak ada niat apapun terhadap penyandang disabilitas. Mensos menyatakan telah mendedikasikan arah kebijakan Kementerian Sosial untuk memperkuat dukungan terhadap penyandang disabilitas.

    Baca juga : 

    “Saya telah mengeluarkan kebijakan untuk tidak ada pembangunan gedung. Anggaran dialihkan untuk inovasi alat bantu buat mereka. Itu tidak mudah lho. Lama prosesnya,” tandasnya.

    Kemensos sendiri telah mengambil langkah-langkah nyata dalam penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Melalui Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), Kemensos telah menyiapkan layanan untuk penyandang disabilitas berjalan terintegrasi.

    Program ATENSI memberikan layanan berbasis keluarga, komunitas dan residensial yang terintegrasi dengan layanan dasar baik program di Kemensos maupun program kementerian/lembaga lainnya. []