Tag: Kementerian Sosial

  • Kemensos Bantu Penderita Tumor Langka di Ternate

    Jakarta – Kementerian Sosial RI melalui Sentra Wasana Bahagia Ternate merespon cepat masalah yang dihadapi Kardawi Ngonano. Pria 19 tahun yang viral di media sosial lokal karena menderita tumor langka (Multiple Soft Tissue Tumor). Hal ini sesuai dengan permintaan Menteri Sosial Tri Rismaharini tentang pentingnya sikap responsif terhadap berbagai permasalahan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

    Kepala Sentra Wasana Bahagia Ternate Udan Suheli mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim sentra untuk mengasesmen Kardawi. Melalui asesmen yang dilakukan sentra, warga Desa Limau, Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara itu diketahui telah kehilangan orangtuanya.

    Setelah ibunya meninggal dunia, ayahnya menikah lagi dan tidak ada berinteraksi lagi. Kardawi kemudian diasuh dan tinggal bersama dua lansia yakni kakeknya Nurdin Nongano (81) dan neneknya.

    Keterbatasan ekonomi membuat penyakit Kardawi tidak bisa diobati dengan baik. Mereka juga tidak bisa tidak mampu mengakses ke fasilitas kesehatan dikarenakan kartu BPJS dinyatakan tidak aktif. Petugas Sentra Wasana Bahagia pun, membantu Kardawi membuka akses terhadap layanan kesehatan.

    “Kartu BPJS Kadawi yang tidak aktif telah kami bantu menjadi aktifkan lagi. Sentra juga telah membantu Kardawi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan di RSUD Chasan Boesoirie Ternate,” tutur Udan (15/06/2022).

    Pengobatan tumor terus berlangsung. Sebelumnya pada 25 Mei lalu Sentra merujuk Kardawi ke RSUD Tobelo Kab. Halmahera Utara. Kemudian 9 Juni Kardawi dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate dengan pendampingan petugas Sentra.

    “Informasi yang terkini, Kardawi telah mendapatkan transfusi darah sebanyak 3 kantong dikarenakan Hb turun. Namun belakangan kondisinya terus membaik,” ungkap Udan.

    Selain layanan kesehatan, Sentra juga membantu memperbaiki tempat tinggal Kardawi yang kurang layak. “Hasil asesmen tim Sentra Kardawi membutuhkan renovasi rumah. Renovasi rumah diberikan dari bantuan ATENSI kedaruratan senilai Rp 12.871.900. Pengerjaanya dilakukan secara gotong royong warga sekitar bersama Satpol PP Kabupaten Halmahera Utara,” sebut Udan.

    Selain itu, Sentra juga memberikan bantuan ATENSI pemenuhan hidup layak, berupa beras 35 kg, bawang merah 1 kg, telur 2 rak, kompor 1 buah, termos 1, kasur busa 2 buah, celana pendek 3 potong, baju kaos 3 potong, kaos oblong 3 potong, baju daster 3 potong, handuk 2 lembar, masker 2 kotak, lemari rak piring 1 set, rantang makanan 1 set, shampoo 2 botol, dan tissue basah 2 pak.

    [irp]

    Juga, bagi kakeknya Kardawi, Nurdin Nongano termasuk lanjut usia (lansia) sudah mendapatkan bantuan tambahan berupa nutrisi. Nurdin Ngonano mengucapkan terima kasih kepada Kemensos atas renovasi rumah dan bantuan pengobatan.

    “Syukur dofu–dofu, torang pe rumah su bagus, su bersih (terimakasih banyak, rumah saya sudah bagus, sudah bersih),” ucap Nurdin, dalam bahasa setempat. []

    INAYA UMPAN PANCING

  • Kemensos Kirimkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Mamuju dari Makassar dan Palu

    Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) merespon kejadian gempa di Mamuju, Sulawesi Barat. Atas arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, telah dikirimkan bantuan logistik beberapa jam setelah kejadian gempa.

    Bantuan logistik dikirim Kemensos dari Gudang Regional Timur di Makassar, Rabu (08/06/2022) dan Gudang Sentra Nipotowe di Palu pada hari yang sama.

    Dari Gudang Regional Timur Makassar bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 1000 paket, makanan anak 800 paket, lauk pauk siap saji 1000 paket, selimut merah 500 lembar.

    Serta kasur 100 unit, sandang dewasa 100 potong, dan velbed 100 buah set, tenda serbaguna keluarga 12 unit, tenda keluarga 25 unit, dan matras 100 lembar.

    Selanjutnya bantuan berupa sandang bayi 500 paket, sandang dewasa 200 paket, family kit 100 paket, kids ware 100 paket, peralatan dapur keluarga 100 paket, dan pembalut wanita 500 paket.

    Adapun bantuan logistik dari Sentra Nipotowe berupa makanan siap saji sebanyak 1000 paket, makanan anak 800 paket, lauk pauk siap saji 500 paket, selimut merah 500 lembar.

    [irp]

    Kasur 100 unit, sandang dewasa 200 potong, dan velbed 50 buah set. Bantuan lain adalah tenda serbaguna keluarga 20 unit, tenda keluarga 100 unit, dan matras 100 lembar.

    Selanjutnya bantuan berupa sandang bayi 500 paket, sandang dewasa 200 paket, family kit 100 paket, kids ware 100 paket, peralatan dapur keluarga 100 paket, pembalut wanita 500 paket, toilet portable 2 unit, dan genset general 1 unit.

    Atas arahan Mensos, personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Mamuju dengan dibantu dari wilayah sekitarnya, telah diaktivasi sejak bencana terjadi.

    “Bantuan logistik sudah dikirim menuju lokasi terdampak gempa. Kita bergerak cepat agar bantuan segera diterima warga” katanya (09/06/2022).

    Sejak bencana terjadi, Kemensos melalui Tagana telah melaksanakan tugas bantuan penanganan bencana. Bersama unsur-unsur penanganan bencana lainnya.

    Tagana membantu evakuasi penyintas bencana terutama kelompok rentan dari lokasi kurang aman ke lokasi yang lebih aman, membantu mendata dampak bencana, dan menyalurkan bantuan logistik.

    [irp]

    Untuk memenuhi kebutuhan makanan, Kemensos telah mengaktivasi dapur umum yang memiliki kapasitas menyediakan 700 nasi bungkus/hari.

    Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan, Kemensos juga telah mendirikan tenda dan sudah dimanfaatkan oleh pengungsi. Pagi ini dilakukan pendirian tenda tambahan. Sementara ini, terdapat sekitar 1100 jiwa masyarakat mengungsi di Stadion Manakarra.

    Kemensos juga tengah menyiapkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk mengatasi dampak psikologis yang dihadapi korban.

    [irp]

    Selanjutnya Kemensos masih menunggu laporan resmi dari pemerintah daerah terkait dengan jumlah korban luka atau meninggal dunia. Kepada korban luka akan diberikan bantuan.

    Sebelumnya gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,8 mengguncang Mamuju, Sulbar. BMKG mencatat gempa terjadi sekitar pukul 12.32 WIB, Rabu (08/06/2022).

    [irp]

    Lokasi titik gempa berada di koordinat 2,74 derajat Lintang Selatan (LS) dan 118,54 derajat Bujur Timur (BT) dengan pusat gempa berada di 43 km arah barat daya Mamuju di kedalaman 10 km.

    “Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami,” tulis BMKG dalam Twitter resminya, Rabu (08/06/2022).

    [irp]

  • Bukti Negara Hadir, Kemensos Bantu Anak yang Rawat Keluarga Disabilitas

    Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) merespon kasus anak berusia 8 tahun yang merawat anggota keluarganya yang mengalami disabilitas di Siau Timur, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara. Sebelumnya, kisah kehidupan anak tersebut telah dipublikasikan oleh media lokal setempat.

    Menteri Sosial Tri Rismaharini pun memberikan perhatian serius. Ia lantas menugaskan dua pejabat tinggi madya untuk menemui langsung mendatangi kediaman Lynsein Manope (8). Kemudian, Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial, Kemensos, Salahuddin Yahya dan Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Soepomo, bersama petugas dari Sentra Tumou Tou Manado sebagai UPT milik Kemensos, bergerak menuju Siau Timur, untuk merespon kasus tersebut.

    Lokasi anak tersebut di Siau Timur, jaraknya sekitar 116 km di Utara Manado. Perjalanan dengan kapal laut ditempuh selama 5 jam dengan kapal penumpang Ferry. Rombongan bertolak dari Dermaga Marina Manado sekitar jam 18.00 dan sandar di Dermaga Ulu Siau hampir jam 01.00, Senin (06/06/2022).

    Soepomo menyatakan, kedatangan mereka atas arahan Mensos agar negara hadir untuk semua warga negara. Kedatangan mereka ke kediaman Lynsein Manope, bocah yang harus merawat orang dewasa, bertujuan untuk memastikan anak tersebut mendapatkan bantuan negara.

    Salahuddin menambahkan, Mensos memberi arahan agar negara harus hadir dengan representasi Kemensos memberikan upaya terbaik. “ Sebelumnya Kemensos melalui Sentra Tumou Tou Manado telah melakukan penjangkauan. Kami memastikan dan memperkuat bantuan yang layak diberikan kepada Lynsein Manope dan keluarga,” tutur Salahuddin Rabu, (08/07/2022).

    Bukti Negara Hadir, Kemensos Bantu Anak yang Rawat Keluarga Disabilitas

    Berdasarkan hasil asesmen Sentra Tumou Tou Manado, Lynsein harus merawat 4 orang dewasa, yakni ibu, nenek dan kedua pamannya yang semuanya mengalami disabilitas. Ibunya, Matilda Manope (33 tahun) mengalami kelumpuhan sejak 7 tahun lalu, pasca melahirkan Lynsein. Neneknya, Rokania Daraeng (60 tahun) sudah 12 tahun terbaring di tempat tidur karena penyakit syaraf. Pamannya, Renelson Manope dan Renikson Manope (32 tahun) mengalami kram dan kaku pada tangan dan kaki, sehingga saat ini untuk bergerak bertumpu pada lutut.

    Tim Sentra Tumou Tou Manado, melakukan intervensi awal dengan memeriksa kesehatan anggota keluarga tersebut. Hasil screening kesehatan menunjukkan, bahwa ibu dan pamannya direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit di Manado. Sementara neneknya, Rokania Daraeng direkomendasikan oleh Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan di rumah dengan pemantauan dari Dinas Sosial, pendamping PKH, dan TKSK.

    [irp]

    Lynsein juga mendapatkan layanan kesehatan berupa screening medis awal. Hal ini guna mengantisipasi anak mengalami kelumpuhan serupa seperti anggota keluarganya. Perkembangannya pun akan dipantau langsung oleh para petugas di Sentra Tumou Tou Manado agar mendapat layanan kesehatan yang layak di RS.

    Selain layanan kesehatan, Kementerian Sosial memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa alat bantu penyandang disabilitas, sembako, alat rumah tangga berupa kasur, galon, dispenser, bak penampungan air, kompor, dan tabung elpiji.

    Bukti Negara Hadir, Kemensos Bantu Anak yang Rawat Keluarga Disabilitas

    Intervensi tidak hanya respon awal. Pertolongan pertama yang diberikan berupa bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Bantuan ini juga terintegrasi dengan bantuan sosial lainnya di Kementerian Sosial, seperti program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Program Kewirausahaan (Prokus).

    Kementerian Sosial juga membangun komunikasi dengan pihak terkait agar warga dalam respon kasus ini sama dengan respon kasus di wilayah lain. “Ini jadi kewajiban Kemensos dalam perpanjangan tangan negara menangani kasus-kasus ini,” tegas Salahuddin.

    Respon kasus ini bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara serta Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Siau Tagulandang Biaro. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Bupati Siau Tagulandang Biaro, Wakapolsek Siau Timur, Babinsa, Camat Siau Timur, Kepala Desa Buise, juga Kepala Satpol PP beserta anggota. []

    [irp]

  • Realisasi Anggaran 97,42%, Komisi VIII Apresiasi Kinerja Kemensos

    Jakarta – Komisi VIII DPR RI mengapresiasi kinerja Kementerian Sosial (Kemensos) atas anggaran Tahun 2021 sebesar Rp108.093.553.130.000 yang telah terealisasi sebesar Rp 105.305.627.076.017 atau 97,42%.

    “Saya sampaikan apresiasi terhadap realisasi anggaran Kemensos telah mencapai 97,42 persen. Realisasi ini tergolong tinggi di antara K/L (Kementerian dan Lembaga) lainnya,” tutur Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto di ruang sidang Komisi VIII DPR, dikutip Selasa, (07/06/2022).

    Pernyataan Yandri ini, diungkapkan dalam Rapat Kerja antara Komisi VIII dan Kementerian Sosial dengan topik Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN TA 2023; Evaluasi Pelaksanaan Anggaran TA 2021; dan Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Anggaran tahun 2022.

    Rapat Kerja dipimpin oleh Komisi VIII DPR Yandri Susanto, dihadiri Wakil Ketua Diah Pitaloka, Wakil Ketua Tb Ace Hasan Syadzily, dan para anggota yang hadir baik secara offline maupun online.

    Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan bahwa anggaran Kemensos tahun 2022 sebesar Rp78.256.327.121.000,- telah terealisasi sebesar Rp40.243.939.732.411 (51,43%).

    “Berdasarkan up date realisasi anggaran tingkat K/L per tanggal 04 Juni 2022, Kementerian Sosial berada di peringkat pertama dari 85 K/L dengan rata-rata realisasi anggaran sebesar 33,05%. Kemensos juga berada di peringkat pertama realisasi anggaran dari 34 kementerian dengan rata-rata realisasi anggaran 32,68%,” ungkapnya.

    Realisasi Anggaran 97,42%, Komisi VIII Apresiasi Kinerja Kemensos

    Sementara Yandri berharap, Kemensos terus menjaga kinerja pengelolaan anggaran. Di antaranya dengan memastikan pengelolaan anggaran berjalan dengan transparan.

    [irp]

    Yandri menjelaskan, perlunya akuntabilitas termasuk untuk pengelolaan anggaran pada program prioritas nasional seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Legislator juga berpesan agar Kemensos memedomani ketentuan pengelolaan anggaran sebagaimana ditetapkan Badan Pemeriksa Keuangan.

    “Kami perlu mendorong Kemensos menegakkan prinsip-prinsip akuntabilitas anggaran. Agar bantuan Kemensos untuk penerima manfaat dapat lebih baik dan tepat sasaran,” kata politisi PAN tersebut.

    Risma pun memastikan, Kemensos menjaga dan memperkuat transparansi dan akuntabilitas anggaran. Dalam pengelolaan anggaran, Kemensos senantiasa bekerja dan mematuhi prinsip-prinsip tata kelola keuangan yang baik. []

    [irp]

  • Kemensos Terima Bantuan 50 Sepeda dari Human Initiative untuk Papua

    Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) menerima bantuan 50 unit sepeda untuk anak-anak Papua. Bantuan ini, diberikan oleh Human-Initiative, organisasi kemanusiaan yang fokus pada isu-isu kemanusiaan di bidang pemberdayaan masyarakat, program perlindungan anak, dan manajemen kebencanaan dan tanggap darurat, baik di tanah air maupun luar negeri.

    Selanjutnya, Kemensos bakal menyalurkan bantuan tersebut untuk anak-anak di Kabupaten Sarmi, Papua. Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan, mulanya ia melakukan kunjungan ke wilayah tersebut.

    Saat itu anak-anak mengungkapkan jauhnya lokasi sekolah sepanjang 7 km. “Mereka harus jalan kaki kalau berangkat ke sekolah. Jadi mereka minta bantuan sepeda,” tutur Mensos berdasarkan keterangan Jumat, (03/06/2022).

    Demi memenuhi permintaan itu, mensos mencari cara dan bekerja sama dengan salah satu lembaga sosial kemanusiaan, Human Initiative.

    Ia menegaskan, kolaborasi ini ditempuh sebagai bagian dari penghematan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sehingga anggaran-anggaran APBN tersebut dapat dialokasikan pada bantuan-bantuan lain.

    [irp]

    “Kalau saya bisa menghemat APBN, uang sisanya itu bisa kami gunakan untuk yang lain,” ungkap Mensos.

    Sementara President Human Initiative Tomy Hendrajati dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, permasalahan sosial yang ada di tengah masyarakat tidak dapat hanya dikerjakan sendiri.

    Oleh karena itu, kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut. Dengan demikian, masyarakat dan pemerintah akan saling melengkapi.

    [irp]

    “Kami juga tadi ibu (Mensos) sudah memberikan penjelasan kira-kira kebutuhan nya apa di masyarakat nanti kita juga mencari kira-kira apa yang bisa kita support,” ucapnya.

    Sebelumnya, Human Initiative juga telah memberikan bantuan berupa mesin cuci untuk pengungsi di Lumajang.

    “Waktu itu ada sekitar 5 unit ya (mesin cuci), ga banyak. Tapi memang kebutuhan seperti itu,” tandas Tomy. []

    [irp]

  • Serahkan Bantuan Kewirausahaan, Wapres Berharap Kesejahteraan Lansia Produktif Meningkat

    Jakarta – Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-26 masih diperingati di beberapa daerah, yang terbaru di Kabupaten Lumajang dan Kota Surabaya. Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin hadir dalam acara di kedua kota tersebut didampingi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Dalam acara tersebut, Wapres menyerahkan bantuan sembako dan kewirausahaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada penerima manfaat.

    Di Lumajang, Wapres menyerahkan bantuan sosial kepada 50 penerima manfaat yang terdiri dari lansia, KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan total Rp80.000.000. Bantuan tersebut terdiri dari bantuan ATENSI, PKH, BPNT dan BLT Minyak Goreng.

    Dari Lumajang, Wapres bertolak ke Kota Surabaya untuk menyerahkan bantuan sosial kepada 50 lansia senilai Rp82.893.600 yang terdiri dari bantuan ATENSI, PKH, BPNT dan BLT Minyak Goreng.

    “Hari ini saya menyerahkan bantuan sosial dan bantuan pemberdayaan. Semoga dengan pemberdayaan ini bisa mempercepat kesejahteraan penerima manfaat,” tutur Ma’ruf Amin kepada wartawan di Balai Pemuda, Alun-alun Kota Surabaya (02/06/2022).

    Bantuan ATENSI yang menjadi salah satu komponen bantuan sosial diberikan kepada 10 lansia di Kabupaten Lumajang dan 10 lansia di Kota Surabaya. Bantuan kewirausahaan yang diberikan yaitu untuk usaha warung kelontong, warung nasi, warung kopi, dan jualan siomay keliling.

    Mensos juga menyampaikan bahwa Kementerian Sosial tidak hanya sekedar memberikan bantuan sosial. “Ada bantuan modal usaha untuk keluarga tidak mampu. Mereka diharapkan tidak hanya terima bansos, tapi juga bisa usaha dengan bantuan pemberdayaan,” ungkap Mensos Risma.

    Mensos Risma

    Selain itu, juga diberikan bantuan ATENSI untuk dua orang penyandang disabilitas. “Ada yang disabilitas netra. Dia memang sudah rutin melakukan pijat. Tapi kita coba berdayakan istrinya dengan memberikan usaha kelontong untuk istrinya,” sebut Risma.

    Dengan mengaktivasi “mesin kedua”, diharapkan penghidupan penerima manfaat tersebut semakin baik. Pemberian bantuan ini berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan oleh UPT Kementerian Sosial yaitu Sentra Mahatmiya Bali dan Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta terhadap lansia penerima bantuan.

    “Saya berterima kasih, dapat bantuan dari Kemensos. Saya jualan karena masih bantu biayai cucu-cucu di rumah. Nanti kalau saya sudah tidak kuat, anak saya yang akan teruskan jualan,” ucap Koestini, lansia 70 tahun. []

    [irp]

  • Kemensos dapat Penghargaan Pelayanan Publik dengan Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman

    Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) yang dipimpin Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, mendapat penghargaan kepatuhan standar pelayanan publik dengan predikat kepatuhan tinggi dengan nilai capaian hasil 81,05 dari Ombudsman RI.

    “Dalam Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2021, dari 5 produk layanan administrasi, Kemensos memperoleh nilai 81,05 dan masuk dalam Zona Hijau dengan Predikat Kepatuhan Tinggi,” tutur Mensos di Jakarta, Kamis (02/06/2022).

    Mewakili Mensos, piagam penghargaan diterima langsung oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Sosial Dadang Iskandar.

    Adapun instansi yang memperoleh predikat kepatuhan tinggi mempunyai relasi yang signifikan antara kepatuhan terhadap standar ketentuan administratif pada unit layanan publik Pemerintah dengan upaya pemenuhan komponen standar pelayanan.

    Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Selain itu juga untuk mengetahui efektivitas dan uji kualitas penyelenggara pelayanan publik.

    Mengutip keterangan resmi Ombudsman RI, penghargaan diberikan berdasarkan survei Kepatuhan dilakukan dengan tujuan untuk mendorong pemenuhan terhadap standar pelayanan publik dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik.

     

    Penghargaan ini memiliki makna tersendiri untuk Kemensos. Berbagai penghargaan telah diraih Kemensos, namun kali ini adalah pertama kalinya Kemensos mendapatkan penghargaan pelayanan publik dengan predikat kepatuhan tinggi.

    “Khusus penghargaan terkait kepatuhan standar pelayanan publik, baru kali ini kami mendapatkan dengan predikat kepatuhan tinggi,” ungkap Dadang.

    Menurutnya, penghargaan ini tidak lepas dari arahan dan bimbingan Mensos Risma. Juga hasil kolaboratif semua unit di Kemensos.

    “Terutama tentu saja petugas yang berada di titik-titik pelayanan publik,” ucapnya.

    [irp]

    Kendati mendapatkan penghargaan, Dadang menekankan agar jajaran Kemensos tidak terlena. Ia meminta momentum ini bisa menjadi pemicu untuk semakin meningkatkan kualitas layanan terhadap publik.

    Terlebih memang masih terdapat beberapa aspek yang harus diperkuat, yaitu pada indikator Pelayanan Khusus (Ketersediaan pelayanan khusus bagi pengguna layanan berkebutuhan khusus) masih dianggap belum memadai dan pada Indikator Pengelolaan Pengaduan.

    Pada aspek ini, masih belum tersedia pejabat/petugas pengelola pengaduan yang tersedia pada media informasi elektronik yang dimiliki Kemensos.

    [irp]

    Usai menerima penghargaan dari Ombudsman, Kemensos akan melaksanakan saran-saran Ombudsman antara lain, memberikan apresiasi kepada pimpinan unit pelayanan publik yang memperoleh Predikat Kepatuhan Tinggi sebagai bentuk penghargaan atas komitmen dan upaya memenuhi komponen standar pelayanan.

    Untuk menguatkan capaian yang telah diraih, di bawah arahan Mensos secara konsisten terus memantau tingkat kepatuhan dalam implementasi amanat UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik khususnya dalam menyusun, menetapkan dan menerapkan standar pelayanan publik.

    “Juga, Kemensos menguatkan perhatian terkait kualitas penyelenggaraan pelayanan publik terlebih dengan perubahan OTK baru dimana kami akan selalu merespon cepat untuk melayani seluruh kebutuhan masyarakat khususnya sesuai dengan tugas dan fungsi, ” tegas Dadang.

    [irp]

    Ombudsman, merupakan lembaga negara pengawas penyelenggaraan pelayanan publik. Tujuannya untuk mendorong penyelenggara negara meningkatkan kualitas pelayanan publik guna mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance).

    Untuk peningkatan kualitas layanan tersebut, Ombudsman setiap tahun memberikan Penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik Tahun 2021 serentak terhadap 24 Kementerian, 15 Lembaga, 34 Provinsi, 98 Kota dan 416 Kabupaten termasuk Kementerian Sosial. []

    [irp]

  • Mensos Risma Sedih Ada Anak Membuang Orangtuanya

    Jakarta – Mendapat laporan, ada anak yang membuang orangtuanya di tengah jalan, Menteri Sosial Tri Rismaharini tak kuasa menahan kesedihannya. Pasalnya, orangtua tersebut, sudah tergolong lansia dan tidak ada lagi tempat bergantung.

    “Saya sedih karena mendapatkan laporan ada lansia yang dibuang oleh anaknya. Dia diturunkan di tengah jalan dan tidak dirawat. Alasannya karena membebani. Lansia bukan beban negara,” tutur Mensos di Jakarta (31/05/2022).

    Tak hanya itu, dalam kunjungannya ke sejumlah daerah, Mensos Risma juga mendapatkan banyak informasi. Antara lain, laporan adanya lansia yang tinggal sendiri kemudian ditemukan sudah meninggal 4 hari kemudian.

    “Ini tidak ada yang tahu. Ini tidak bisa diteruskan. Maka harus ada solusinya,” ucap Mensos.

    Untuk lansia tunggal (lansia yang tinggal sendiri), permasalahan seperti ini memang kerap kali terjadi. Maka solusinya menurut Mensos, adalah adanya kepedulian dan kebersamaan masyarakat sekitar.

    “Itulah perlunya kita mendirikan layanan terpadu untuk lansia. Jadi kalau ada pemeriksaan dalam layanan terpadu tadi, dan ada lansia yang tidak hadir, bisa diketahui sejak awal apa sebabnya,” tegasnya.

    Lansia
    Ilustrasi Lansia. (Foto:Pelopor.id/Humas Kemensos)

    Oleh sebab itu, Mensos mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat, bahwa semua orang yang saat ini gagah perkasa akan menjadi lansia, kalau ada umur panjang. Ia pun meminta agar semua elemen masyarakat ikut memberikan ruang kepada lansia, agar mereka mendapatkan hak-haknya.

    Risma juga menegaskan, bahwa yang paling berkewajiban memastikan hal itu adalah keluarganya, dalam hal ini adalah anak-anaknya. Sementara pemerintah menganut kebijakan yang berorientasi meningkatkan kualitas hidup lansia.

    “Kemensos memberikan perhatian kepada lansia yang hidup sendiri dan secara ekonomi kekurangan. Karena mereka adalah tanggung jawab negara,” tandasnya. []

    [irp]

  • Puncak HLUN 2022, Mensos Minta Masyarakat Pastikan Lansia Tetap Sehat dan Produktif

    Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya memberikan perhatian kepada lansia yang hidup sendiri dan secara ekonomi kekurangan. Sebab, mereka adalah tanggung jawab negara.

    Hal ini disampaikan Mensos dalam sambutannya di acara Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2022 dipusatkan di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama (SMC).

    Ia menjelaskan, bahwa Kemensos berpandangan bahwa lansia bukan merupakan beban negara. Selain itu, Mensos juga menilai bahwa usia tua tidak berarti seseorang kehilangan produktifitas.

    “Lansia bisa tetap produktif. Tapi bukan bermaksud lansia disuruh bekerja. Tapi mereka bisa beraktivitas yang bermanfaat baik secara kesehatan dan bisa juga ekonomi. Kalau mereka gembira kan bisa menambah imun,” tuturnya Minggu, (29/05/2022).

    Untuk itu Mensos berpesan agar semua elemen masyarakat ikut memberikan ruang kepada lansia, agar mereka tetap sehat dan produktif.

    Mensos menegaskan, yang paling berkewajiban memastikan hal itu adalah keluarganya, dalam hal ini adalah anak-anaknya.

    “Saya sedih karena mendapatkan laporan ada lansia yang dibuang oleh anaknya. Dia diturunkan di tengah jalan dan tidak dirawat. Ini sangat menyedihkan,” kata Mensos.

    Puncak HLUN 2022, Mensos Minta Masyarakat Pastikan Lansia Tetap Sehat dan Produktif

    Untuk data rekapitulasi bantuan HLUN 2022 di Tasikmalaya, Kemensos menyalurkan Bansos PKH sebanyak 33.471 KPM, Bansos Keserasian Sosial di dua kecamatan, bantuan kearifan lokal di 15 kecamatan dan bansos lumbung sosial di 4 lokasi.

    Kemudian bantuan RTLH lansia 355 rumah, bansos masker, hand sanitizer dan perlengkapan ibadah 2.000 pak, alat bantu dengar 2.963 set, kacamata 659 set, kruk 143 set, kursi roda standar 806 unit, dan kursi roda adaptif 36 unit.

    [irp]

    Selanjutnya, walker 50 unit, tripot 63 set, bantuan sembako lansia 13.309 KPM, bantuan sandang 14.246 paket, bantuan nutrisi 18.791 paket, bantuan obat-obatan 4.527 paket, bantuan kewirausahaan 445 orang, bansos masker, hand sanitizer dan perlengkapan ibadah 2.000 pak. Dengan jumlah total bantuan sosial sebesar 26.958.320.000.

    Tasikmalaya sendiri, dipilih didasarkan data bahwa banyak terdapat lansia tunggal (lansia yang hidup sendirian) sehingga pemerintah melalui Kementerian Sosial ingin memberi perhatian lebih. Kurang lebih ada 28.000 lansia tunggal di Kabupaten Tasikmalaya.

    Peringatan HLUN 2022 mengambil tema Lansia Sehat, Indonesia Kuat. Tema tersebut dipilih dengan didasarkan pada kenyataan, bahwa populasi lansia di Indonesia cukup besar. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, terdapat 29,3 juta penduduk lansia di Indonesia (10,82% total populasi).[]

    [irp]

  • Muhadjir Effendy Sapa Para Barista Penyandang Disabilitas di Artne Coffee Saat Kunjungi Sentra Mahatmiya Bali

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja ke Sentra Mahatmiya Bali.

    Kunjungan ini dilakukan di sela-sela acara pertemuan The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 yang melibatkan 173 negara di Nusa Dua.

    Dalam kesempatan itu Menko PMK menyempatkan diri berdialog dengan penerima manfaat sekaligus menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

    Menko PMK beserta rombongan disambut oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos, Kanya Eka Santi dan Kepala Sentra Mahatmiya Bali, Sri Wibowo di stand Kuliner dan Artne Coffee.

    Saat bertemu sapa dengan anak-anak Yatim, penyandang disabilitas dan lansia, Muhadjir menyampaikan bahwa sektor sosial menjadi salah satu yang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo.

    “Saya turut bersyukur bidang sosial sangat diperhatikan. Terutama anak-anak yang ditinggalkan oleh orangtuanya karena covid-19. Saya harapkan mereka ini mendapatkan biaya hingga lulus SMA, terlebih lagi hingga jenjang perguruan tinggi,” tuturnya, (26/05/2022).

    [irp]

    Kaum lansia juga tak luput dari perhatiannya. Perhatian terhadap lansia membuat Menko PMK merasa bahagia.

    “Lansia diperhatikan dan diberikan alat bantu untuk memudahkan aksesibilitas. Karena saya juga sudah lansia semoga saya juga diperhatikan,” ucapnya sembari tertawa yang diikuti gelak tawa peserta yang hadir.

    Ia juga berpesan kepada pengelola Sentra dan semua penerima manfaat, agar tidak kendur mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Meskipun statistik penyebaran Covid mengalami tren menurun.

    [irp]

    “Dimanapun saya berdiskusi selalu mengingatkan teman-teman untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, baik itu mencuci tangan ataupun memakai masker,” Menko menekankan.

    Sekda Tabanan, I Gede Susila yang hadir mendampingi Menko mewakili Bupati memastikan, pihaknya memberikan dukungan optimal dalam bidang sosial yang dibuktikan dengan perhatian mereka terhadap pembangunan infrastruktur yang mendukung fasilitas bagi penyandang disabilitas seperti trotoar.

    Pemkab Tabanan juga sedang menyiapkan raperda yang diharapkan memperkuat dukungan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

    [irp]

    “Sektor sosial tengah menjadi perhatian utama kami. Seperti pembangunan trotoar sedang kami kerjakan di beberapa ruas jalan. Payung hukum bagi saudara-saudara kita (penyandang disabilitas) sedang kita godok agar nantinya mereka punya landasan hukum dalam berkarya,” ucap Sekda Tabanan.

    Selain itu, Pemkab Tabanan juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menunjang sektor sosial.

    “Kerja sama selalu kami pupuk dengan beberapa pihak, seperti Sentra Mahatmiya yang sangat membantu kami dalam pendistribusian alat bantu dan Bank HIMBARA yang selalu membantu pencairan dana KPM tepat waktu,” sebutnya.

    [irp]

     

    Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Atensi Anak Yatim Yapi berupa buku rekening dan ATM, dan alat bantu berupa kursi roda adaptif, kursi roda standar, tripod, serta tongkat penuntun pintar.

    Menko PMK pun berkesempatan menyaksikan dari dekat aksi para barista Artne Coffe Mahatmiya. Para barista penyandang disabilitas sensorik netra itu, terlihat sibuk mempersiapkan pesanan dari tamu.

    Menko berpesan kepada penerima manfaat agar selalu semangat dalam berkarya.

    [irp]

    “Kalian salah satu pilar yang akan membawa nama Mahatmiya, jadi tetap jaga nama baik Kemensos setelah kalian lulus dari sini ya, jangan pantang menyerah,” ujar Menko PMK.

    Ia juga menyempatkan diri mencicipi kopi dan memuji racikan yang dibuat oleh penerima manfaat.

    “Enak! Ini kopinya enak,” puji Effendy sembari memberikan tanda jempol kepada penerima manfaat.

    [irp]

    Dalam diskusi singkat dengan Direktur Rehsos Anak dan Kepala Sentra, Muhadjir menyampaikan agar setelah lulus dari sini anak-anak difasilitasi dan diberikan modal membuka usaha.

    “Ini pelatihan yang menurut saya bagus sekali dan perlu dikembangkan. Baiknya setelah mereka lulus menjadi barista difasilitasi dengan alat-alat coffee maker dan diberikan modal untuk membuka usaha. Jangan hanya berhenti sampai disini saja,” tandasnya.

    Menyikapi perihal di atas, Kemenko PMK bakal menjembatani penerima manfaat Mahatmiya untuk mendapatkan modal usaha (yang selama ini menjadi kendala mereka) ke Kementerian Koperasi atau stake holder lain sehingga rehabilitasi sosial dapat sustainable (berkelanjutan). []

    [irp]