Tag: Kebakaran

  • Kebakaran Kilang Pertamina Balikpapan, Tim Labfor Mabes Polri Turun Tangan Olah TKP

    Jakarta – Kebakaran Kilang Pertamina, terjadi pada pada Minggu (15/05/2022) di area Plant 5 Unit Hydro Skimming Complex Balikpapan, Kalimantan Timur yang menghasilkan bahan baku gasoline. Pada peristiwa tersebut, diketahui 6 orang menjadi korban, 1 di antaranya meninggal dunia.

    Perinciannya, tiga mengalami luka bakar dan sedang menjalani perawatan di RS Pertamina Balikpapan. Sementara dua lainnya, mengalami luka ringan akibat paparan api dan sempat mendapat perawatan di klinik setempat.

    Tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri cabang Surabaya pun, diterjunkan ke Balikpapan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kebakaran tersebut.

    Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengungkapkan, tim Labfor Mabes Polri datang kemarin dan langsung melakukan investigasi penyebab kebakaran. Selain itu, Polda Kaltim bersama pihak Pertamina juga membentuk tim gabungan untuk melakukan investigasi internal terkait kebakaran ini.

    “Tim Labfor dari Mabes Polri hari ini datang. Kita juga bentuk tim bersama internal bersama Pertamina untuk melakukan investigasi,” tutur Kombes Yusuf Selasa, (17/05/2022).

    Selain penyelidikan, Kabid Humas Polda Kaltim juga mengungkap bahwa pasca kejadian kebakaran pihaknya langsung bergerak dengan memeriksa keterangan saksi-saksi.

    “Kemarin sudah langsung kami periksa, termasuk manager lapangan terkait teknis sehingga terjadi kebakaran,” ungkap Kombes Yusuf.

    Namun, ia belum bisa membeberkan lebih jauh hasil pemeriksa saksi-saksi dan hasil penyelidikan awal, lantaran masih dilakukan penyelidikan secara mendalam.

    “Untuk dugaannya belum bisa kita kasih tahu dulu. Nantilah itu, karena hasilnya (penyelidikan) itu untuk bahan laporan kita,” tandas Kombes Pol Yusuf. []

  • Kebakaran 54 Kapal di Cilacap, Menteri Trenggono Langsung Beraksi

    Jakarta – Kebakaran kapal perikanan terjadi di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan identifikasi di lapangan, hingga hari ini tercatat jumlah kapal perikanan yang terbakar mencapai 54 unit.

    Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto menyampaikan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono turut prihatin atas bencana yang terjadi dan mendoakan pihak-pihak yang terkena dampak dari musibah itu untuk bersabar.

    “Pak Menteri ketika mendapatkan laporan ini langsung memerintahkan jajaran terkait untuk membantu para ABK dan nelayan yang terkena dampak dari musibah ini. Tim dari KKP diminta all out untuk membantu para korban,” tuturnya Jumat, (06/05/2022).

    Ditambahkannya, Menteri Trenggono juga meminta adanya evaluasi dan pengawasan ketat operasional di pelabuhan perikanan agar peristiwa sama tak terulang di masa depan.

    Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zaini Hanafi juga turut menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran kapal yang terjadi. Dari total jumlah kapal yang terbakar, 41 unit tercatat aktif dan memiliki awak kapal perikanan. Sementara 13 unit kapal sisanya belum memiliki awak kapal perikanan.

    “Dari informasi yang dihimpun tim di lapangan, 13 kapal yang belum ada awak kapalnya itu ada 2 kapal milik Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, 10 unit kapal baru dan 1 kapal wisata,” jelasnya.

    Sebanyak 547 orang awak kapal perikanan terdampak dari insiden terbakarnya kapal perikanan yang terjadi di Dermaga Wijayapura/Batere, Cilacap. Sementara 1 orang awak kapal perikanan mengalami luka bakar dan tengah dalam perawatan di RSUD Cilacap.

    Pemadaman kebakaran kapal perikanan telah berhasil dilakukan oleh berbagai pihak termasuk tim Damkar Pemda, Damkar pelindo, Pertamina RU IV Cilacap, BPBD Cilacap, Basarnas Cilacap, Aparat TNI, Polri, UPT Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas dan Pemerintah Daerah setempat serta masyarakat nelayan. Saat ini evakuasi bangkai kapal tengah dilakukan oleh para pemilik kapal beserta DPC HNSI Kabupaten Cilacap yang juga memerlukan dukungan berbagai pihak.

    Penyebab terjadinya kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Tim Inafis dan Labfor Polda Jawa Tengah. Namun, dari informasi yang diterima di lapangan, kebakaran diduga berawal dari adanya ledakan pada KM. Pas Mantap 02 milik Edy Saputra yang pada saat itu sedang melaksanakan perbaikan dan pencucian dinamo kapal.

    “Kami terus mengimbau agar perbaikan kapal tidak dilakukan di kolam labuh. Pengawasan akan terus kami tingkatkan di pelabuhan perikanan yang untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari,” ujar Zaini.

    Tim di lapangan juga sudah mendata ABK yang terdampak kebakaran kapal tersebut dan akan memberikan bantuan untuk dapat meringankan beban para ABK tersebut. Ke depannya para ABK ini dapat disalurkan untuk bekerja pada kapal-kapal perikanan yg akan beroperasi dengan skema kebijakan penangkapan ikan terukur.

    Lebih lanjut, Zaini juga mengatakan bahwa perbaikan dan pengembangan pelabuhan perikanan di Cilacap akan terus dikembangkan. Mengingat penambahan unit kapal perikanan juga terjadi setiap tahunnya.

    “Kolam pelabuhan perikanan di unit pelaksana teknis (UPT) Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap memang sudah penuh, sehingga ada kapal yang tambat di tempat lain. Kita akan segera fasilitasi ini dengan melibatkan berbagai pihak,” ungkapnya.

    Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan KKP akan mengembangkan PPS Cilacap menjadi eco fishing port (pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan) yang menjadi salah satu program prioritas KKP. Pendanaannya dilakukan melalui pinjaman dan/atau hibah luar negeri (PHLN) yang difasilitasi oleh the Agence Française de Développement (AFD). []

    [irp]

  • Kronologi Kebakaran Dahsyat Pasar Gembrong yang Hanguskan 400 Bangunan

    Jakarta – Kebakaran dasyat yang terjadi di Pasar Gembrong, Jakarta Timur pada hari Minggu (24/04/2022) malam telah menghanguskan 400 bangunan. Total luas wilayah yang terbakar mencapai 1.200 meter persegi.

    Dalam peristiwa tersebut sebanyak 450 kepala keluarga atau sekitar 1000 jiwa di lima RT Kelurahan Cipinang Besar Utara terdampak kebakaran itu. Lima RT yang menjadi korban ada di RT 2,3,4,5, dan 6 RW 01 Kelurahan Cipinang Besar Utara.

    Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman menjelaskan, kronologi kebakaran di Pasar Gembrong bermula ketika api pertama kali muncul dari sebuah rumah berlantai dua yang diduga akibat hubungan arus pendek listrik.

    Petugas kemudian menerima laporan kebakaran mulai membesar sekitar pukul 21.06 WIB.

    “Korsleting listrik berawal dari rumah ibu Rawinah di lantai dua. Pemilik rumah teriak terjadi kebakaran dan warga berusaha memadamkan api,” tuturnya.

    Warga berusaha memadamkan api, namun tak sanggup memadamkan api lantaran kebakaran makin membesar dan merembet ke bangunan lain. Terlebih lagi, banyak bangunan yang terbuat dari kayu sehingga api mudah cepat merembet.

    “Api cepat sekali membesar dan merembet ke sekitar karena bangunan sekitar terbuat dr kayu-kayu,” ungkap Gatot.

    Kebakaran dasyat itu lantas berusaha ditanggulangi dengan menerjunkan 130 personel dan sebanyak 26 unit mobil pemadam kebakaran. Api mulai berhasil dijinakkan dan proses pendinginan sekitar pukul 01.08 WIB malam. Setelah itu, petugas melakukan penyisiran di lokasi. []

    [irp]

  • Kemenko Marves Inventarisasi Penyebab Kebakaran Kapal di Tegal

    peloporberita.com/ – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melakukan Kunjungan Kerja dalam rangka pengumpulan data dan informasi awal terkait insiden kebakaran kapal di PT Pelindo, Tegal, Jawa Tengah pada 24-25 Februari 2022 sebagai tindaklanjut dari beberapa insiden kecelakaan kebakaran kapal yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

    “Insiden kebakaran kapal berulang di Tegal cukup mengkhawatirkan dan meresahkan berbagai pihak, khususnya bagi keselamatan para Anak Buah Kapal dan nelayan. Kami ingin mendalami dan menginventarisasi penyebab, faktor, dan merumuskan solusi yang menyeluruh demi mengatasi kejadian serupa terulang kembali,” tutur Asisten Deputi Bidang Navigasi dan Keselamatan Maritim Nanang Widiyatmojo pada kunjungan kerjanya ke PT. Pelindo di hari pertama.

    Sebelumnya pada 17 November 2021 sebanyak 15 kapal terbakar di Pelabuhan Tegal, disusul dengan dua kapal nelayan di dermaga Kluwut pada 23 Desember 2021. Tak hanya itu, sedikitnya 16 kapal di Pelabuhan PT Pelindo Kota Tegal juga terbakar pada 29 Januari 2022.

    Kejadian beruntun ini,diduga terjadi akibat beberapa penyebab, seperti arus pendek listrik. Sampai saat ini, proses investigasi penyebab kecelakaan masih berlangsung.

    “Kapal yang terbakar berukuran 50-97 GT. Kapal yang terbakar rata-rata berjenis kapal perikanan, yang menumpang berlabuh di pelabuhan ini,” kata General Manager PT. Pelindo Tegal, Andri Kartiko.

    Andri Kartiko menjelaskan, Kepadatan parkir kapal-kapal ikan ini menjadi salah satu faktor penting yang digarisbawahi dari mudahnya api menyambar jika terjadi kecelakaan. Selain itu, kurangnya penjagaan dan peralatan mitigasi kebakaran seperti Fire Hydrant System masih belum disiapkan.

    Akibat kebakaran ini, terdapat beberapa kerugian seperti kerusakan fender dermaga, tumpahan solar, dan bangkai kapal yang harus diangkut, dan tentunya kerugian materil.

    “Beberapa kapal juga belum memiliki asuransi dan menyebabkan kerugian yang cukup besar,” ujar Amperanto Kusnardi selaku Kepala PPP Tegalsari.

    Overload capacity dan keramaian lalu lintas kapal beberapa pelabuhan di Kota Tegal ini juga patut diperhatikan. Selian itu, koordinasi berbagai pemangku kepentingan juga diperlukan, mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, PPP Tegalsari, dan lainnya demi menciptakan solusi nyata dari kejadian ini.

    “Banyak aspek penting, mulai dari payung hukum, asuransi, lalu lintas dan daya tampung dermaga, perizinan, sistem keamanan, alat mitigasi kebakaran dan lainnya,” jelas Asdep Nanang.

    Beberapa inventarisasi solusi penting didapatkan dari kunjungan kerja ini, seperti diperlukannya kejelasan perbedaan antara pelabuhan resmi dengan tidak resmi, pemenuhan fasilitas pelabuhan dan pengawakan, koordinasi sistematika izin operasional penangkapan ikan dengan BASARNAS, serta akomodasi ABK. []

  • Kebakaran Gedung Cyber, Polisi Periksa 4 Orang Saksi

    peloporberita.com/ – Polda Metro Jaya telah memeriksa empat orang saksi kebakaran Gedung Cyber. Jajaran Kepolisian, saat ini tengah menyelidiki TKP bersama puslabfor untuk mengetahui penyebab kebakaran di gedung itu.

    “Kami telah melakukan pèmeriksaan kepada saksi sebanyak empat orang. Kami juga melakukan cek TKP bersama puslabfor,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Endra Zulpan, di Jakarta, Jumat (03/12/21).

    Menurut Kombes Pol Endra Zulpan, pihaknya juga menyelidiki motif dan tersangka akibat kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber.

    “Saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwajib,” ungkap Kabid Humas Pold Metro Jaya.

    Baca juga : 

    Perwira Menengah Polda Metro Jaya itu menjelaskan, kebakaran terjadi pada hari Kamis (2/12/2021) sekitar pukul 12.20 WIB di lantai 2 Gedung Cyber. Kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi bernama Septian, sekitar pukul 06.00 WIB mendapat informasi dari karyawan jaga malam bahwa alarm gedung berbunyi.

    “Kemudian pada pukul 12.30 WIB saat saudara Septian bekerja membersihkan kebun halaman depan gedung, melihat asap tebal keluar dari pintu lobi gedung, bersama dengan keluarnya karyawan gedung, hingga diketahui telah terjadi kebakaran yang berasal dari baterai trafo lantai 2 bagian belakang Gedung Cyber terbakar hingga mengeluarkan sumber api,” sebut Endra Zulpan.

    Akibat kebakaran tersebut, dua orang meninggal dunia atas nama SF pria berusia 18 tahun dan MRK pria usia 17 tahun. []

  • Kilang Cilacap Terbakar, Pertamina: Stok Pertalite Jawa Aman

    peloporberita.com/ – Tangki Kilang Minyak Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah milik PT Pertamina (Persero) yang berisi bahan bakar minyak (BBM) Pertalite terbakar malam ini, Sabtu (13/11). Pertamina memastikan, stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa tidak mengalami kendala.

    “Stok Pertalite aman, khususnya di wilayah Jawa bagian barat,” tutur Unit Manager Communication, Relations, dan CSR Pemasaran Pertamina Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan, Sabtu (13/11/2021).

    Baca juga : 

    Meski diklaim tidak menganggu pasokan BBM, kejadian berulang patut diwaspadai. Sebab, Kilang Pertamina Cilacap merupakan salah satu tulang punggung penting dalam distribusi bahan bakar minyak dan energi di lingkup nasional.

    Kilang Pertamina RU IV Cilacap merupakan salah satu dari 7 jajaran unit pengolahan di Tanah Air, yang memiliki kapasitas produksi terbesar yakni 348 ribu barel per hari, dan terlengkap fasilitasnya. Kilang ini, bernilai strategis lantaran memasok 34 persen kebutuhan BBM nasional, atau 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa.

    Kilang ini, juga merupakan satu-satunya kilang di Tanah Air saat ini yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia. []

  • Polda Metro Jaya Tambah 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, terkait kebakaran lapas Tangerang belum lama ini, pihak kepolisian pada Minggu lalu sudah menyampaikan hasil gelar perkara dan tiga orang dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

    “Kita arahkan karena kelalaiannya di Pasal 359 KUHP. Yang pertama adalah inisial KU, kemudian S dan Y di pasal 359,” tutur Yusri saat menyampaikan keterangan kepada awak media, di Polda Metro Jaya. Rabu, 29 September 2021.

    Kemudian, Kepolisian meningkatkan penyidikan dan dilanjutkan lagi dengan pendalaman. Adapun berdasarkan gelar perkara oleh penyidik polda metro jaya ditambahkan lagi tiga tersangka yang dikenakan pasal 188 KUHP jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP isinya tentang kealpaan yang mengakibatkan kebakaran.

    Tiga tersangka itu adalah:

    1. Seorang warga binaan berinisial JMN, akibat kelaliannya karena memasang instalasi listrik kabel-kabel di sana yang menyebabkan kebakaran yang memang bukan ahli di bidang tersebut.
    2. Pegawai Lapas  berinisial PBB, dia bertanggung jawab lantaran menyuruh JMN untuk memasangkan instalasi listrik itu.
    3. Atasan langsung PBB berinisial RS yang menjabat di bagian umum Lapas Kelas 1 Tangerang.

    Yusri menegaskan, dengan penambahan tiga orang itu, total sudah ada 6 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Adapun 3 orang dikenakan  Pasal 359 dan 3 orang lagi dikenakan Pasal 188 juncto pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman 5 Tahun Penjara.[]

  • Yasonna Laoly: Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Salah Satunya Narapidana Terorisme

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut ada satu korban tewas yang merupakan narapidana terorisme di Lapas Kelas I Tangerang.

    “Korban yang meninggal ada 41 orang. Salah satu korban adalah napi tindak pidana terorisme,” tutur Yasonna dalam konferensi pers di Lapas Tangerang, Rabu, 8 september 2021.

    “Nah, Lapas Tangerang ini over-kapasitas 400 persen. Penghuni ada 2.072 orang.”

    Yasonna juga mengungkapkan, sel yang terbakar itu ditempati 122 narapidana. Sebanyak 73 orang diantaranya mengalami luka ringan dan 8 orang mengalami luka berat. Yasonna pun menyampaikan turut berdukacita untuk para korban.

    “Karena itu merupakan paviliun yang terdiri dari beberapa kamar, jadi ada 122 orang yang beberapa di antaranya ada narapidana kasus pembunuhan dan terorisme,” ungkapnya.

    Sementara kondisi korban kebakaran Lapas Tangerang, disebut sulit untuk diidentifikasi. Untuk itu, Yasonna menginstruksikan kepada jajarannya untuk mengidentifikasi korban tewas bersama tim DVI Polri.

    “Tim DVI Polri masih bekerja untuk mengidentifikasi para korban tewas yang saat ini ada di beberapa RS di Kota Tangerang dan RS Polri Kramat Jati,” tandas Yasonna.

    Sebelumnya diberitakan, Lapas Kelas I Tangerang mengalami over-kapasitas hingga 400 persen. Diketahui ada 2.072 penghuni yang menempati lapas berusia 42 tahun tersebut.

    “Nah, Lapas Tangerang ini over-kapasitas 400 persen. Penghuni ada 2.072 orang,” sebut Yasonna.

    Untuk mengidentifikasi, Lapas Kelas I Tangerang mendirikan posko Crisis Center untuk pengumpulan data ante mortem. Data tersebut dibutuhkan tim DVI Polri untuk mengidentifikasi jenazah sesuai dengan cici-ciri fisik yang dimiliki korban.[]

  • Lapas Kelas 1 Tangerang Terbakar, 41 Orang Tewas

    peloporberita.com/ | Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Blok C Tangerang, Banten, terbakar dan menewaskan setidaknya 41 orang, 74 orang luka ringan, dan 8 orang luka berat. Blok C, merupakan hunian napi untuk kasus narkoba yang disinggahi 122 warga binaan.

    “Kebakaran terjadi pada pukul 1.50 di Blok C Lapas Kelas I Tangerang,” tutur Kepala Humas Dirjen Pemasyarakatan Rika Aprianti, Rabu (8/9/2021).

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, langsung mendatangi lokasi Lapas yang terbakar didampingi Kapolres Metro Tangerang Kombes Deonijiu De Fatima. Sementara di lokasi, sejumlah mobil ambulan bersiaga di area halaman Lapas Tangerang.

    Hingga kini, petugas Kepolisian masih melakukan olah TKP dibantu dari Dinas Pemadam Kebakaran dan, Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

    Adapun korban luka ringan dirawat di Klinik Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten. Sedangkan korban luka berat dirawat di RSUD Tangerang.

    Penyebab kebakaran masih diselidiki. Namun, kondisi api saat ini sudah berhasil dipadamkan. []

  • Dituduh Selingkuh Suami Bakar Kasur, 30 Rumah Tetangga Hangus

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pertengkaran suami-istri diduga menyebabkan terbakarnya 30 rumah di Kelurahan Tumbang Rungan, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa, 3 Agustus 2021.

    Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Todoan Agung Gultom mengatakan, pria berinisial AB (46) nekat membakar rumahnya sendiri lantaran tidak terima dituduh selingkuh oleh istrinya NT (48).

    “Tersangka dalam perkara kasus kebakaran tersebut berinisial AB, sementara ini kami amankan, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutur Todoan, Rabu, 4 Agustus 2021.

    “Kasur tersebut diduga sengaja dibakar oleh terduga pelaku yakni AB, juga sudah diamankan dan yang bersangkutan kini menjalani pemeriksaan.”

    Kasat Reskrim menjelaskan, pertengkaran rumah tangga itu, bermula dari tuduhan selingkuh oleh sang istri berinisial NT (48). Tidak terima dituduh selingkuh, AB (46) marah dan membakar rumahnya sendiri. Sayangnya api menjalar dan tetangganya pun ikut menjadi korban.

    “Terduga tersangka dalam perkara kasus kebakaran tersebut berinisial AB sementara ini kami amankan, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Todoan.

    Dalam kasus kebakaran ini, penyidik juga sudah mendapatkan saksi mata. Dua orang saksi tersebut adalah istri dari AB berinisial NT dan seorang pria berinisial AM warga Kelurahan Tumbang Rungan.

    Anggota Reskrim Polresta Palangka Raya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. Mereka mendapati sisa kasur yang terbakar serta abu dan arangnya.

    “Kasur tersebut diduga sengaja dibakar oleh terduga pelaku yakni AB, juga sudah diamankan dan yang bersangkutan kini menjalani pemeriksaan,” tegasnya.

    Sebelum kebakaran terjadi, AB terlibat cekcok rumah tangga dengan istrinya di rumah. Pertengkaran lantaran sang istri menuduh suaminya sedang berselingkuh. Sekitar pukul 14.00 WIB pertengkaran terus terjadi dan sang suami sempat berkata ‘kalau mau susah biar susah sekalian’.

    Kemudian, AB mengambil sebuah korek api dan menumpahkan bensin di kasur yang terletak di dekat jendela hingga membakar kasur tersebut.

    “Ketika AB membakar kasur, api langsung membesar dan membakar rumahnya sendiri, lalu api merembet ke sebelah rumah sampai api membesar membakar ke seluruh rumah warga yang tinggal di wilayah RT 001, RW I Kelurahan Tumbang Rungan,” ungkapnya.

    Akibatnya, api itu menjalar dan membakar sedikitnya 30 bangunan rumah, dua bangunan sarang walet, satu TPA Al-Quran dan lima unit warung dan mengakibatkan kerugian sekitar Rp2 miliar.

    Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sedangkan aparat kepolisian terus melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga dengan sengaja membakar rumahnya hingga mengakibatkan peristiwa itu terjadi. []