Tag: Jokowi

  • Penilaian Elon Musk Terhadap Masa Depan Indonesia

    Jakarta – Bos Tesla dan Space X, sekaligus orang terkaya di dunia Elon Musk mengatakan, dirinya sangat tertarik dengan masa depan Indonesia. Menurutnya, Indonesia terlihat sangat optimistis terhadap masa depan dan memiliki energi positif.

    Hal ini, disampaikan Elon di sela pertemuannya dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Kantor Space X, Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu, (14/05/2022)

    “Saya rasa Indonesia memiliki potensi yang besar, dan saya rasa kita melalui Tesla dan Space X akan mencoba beberapa kerja sama dengan Indonesia,” tutur Elon.

    Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, keduanya berdiskusi dan dilanjutkan dengan meninjau pabrik produksi roket Space X.

    Jokowi mengatakan, kunjungan ini adalah tindak lanjut perintahnya kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk berbicara dengan Elon Musk.

    [irp]

    “Perintah saya untuk berbicara dengan Elon mengenai investasi, mengenai teknologi, mengenai inovasi, dan sekarang saya ke sini dan bertemu langsung dengan Elon untuk mendiskusikan kerja sama yang akan datang,” jelas Jokowi.

    Sementara Elon, mengungkapkan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan Indonesia mengingat Indonesia memiliki potensi di banyak bidang. Bahkan dia akan berkunjung ke Indonesia pada November mendatang guna memenuhi undangan dari Presiden Jokowi.

    “Kita akan melihat dari dekat bentuk kerja sama di banyak hal, karena Indonesia memiliki banyak potensi. Apalagi Indonesia memiliki jumlah populasi dan terus berkembang. Ini bagus karena kita membutuhkan banyak orang di masa depan,” ungkap Elon Musk. []

    Baca berita lainnya dari peloporberita.com/ di Google News

    [irp]

  • Presiden Jokowi: Perang di Ukraina Perburuk Perekonomian, Hentikan Sekarang Juga

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. Oleh sebab itu, ia menyerukan agar perang di Ukraina harus dihentikan sekarang juga. Hal ini diungkapkan Kepala Negara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-AS yang digelar di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, Jumat (13/05/2022).

    “Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud,” tutur Jokowi.

    Menurutnya, kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi telah terjadi, sangat memperberat perekonomian dan memperlambat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs di negara berkembang dan kurang berkembang.

    “Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi COVID-19, dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka,” ungkap Presiden.

    Ia juga mengatakan, perang di Ukraina telah melemahkan multilateralisme dan berpotensi memecah belah hubungan antar negara serta membuat pertumbuhan ekonomi memprihatinkan.

    [irp]

    Presiden Jokowi membeberkan, Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di emerging and developing Asia sebesar 0,5 persen pada 2022 dan 0,2 persen pada 2023. Sedangkan Bank Dunia menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hingga 1,2 persen.

    “Bagi sebagian anggota ASEAN kenaikan 10 persen dari harga minyak akan berdampak menurunnya pendapatan nasional sebesar 0,7 persen dan kenaikan harga gandum akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 1 persen,” sebut Presiden. []

    [irp]

  • Berpidato di Global Covid-19 Summit, Jokowi Sampaikan 3 Hal ini untuk Bangun Ketahanan Terhadap Pandemi

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tiga hal diperlukan untuk membangun arsitektur ketahanan kesehatan dan kesiapsiagaan dunia yang lebih kuat terhadap pandemi. Hal ini disampaikannya saat berpidato secara virtual pada Global Covid-19 Summit yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (12/05/2022).

    Tiga hal yang diperlukan untuk membangun ketahanan terhadap pandemi itu menurut Kepala Negara, Pertama, akses kesehatan yang inklusif. Menurutnya, seluruh masyarakat tanpa terkecuali harus memiliki akses terhadap layanan kesehatan dasar.

    “Infrastruktur kesehatan dasar harus memadai dan siap menghadapi pandemi. Di tingkat global, setiap negara besar maupun kecil, kaya maupun miskin, harus memiliki akses yang setara terhadap solusi kesehatan,” tutur Presiden.

    Kedua, akses pembiayaan yang memadai. Untuk itu, Presiden mendorong perlunya mekanisme pembiayaan kesehatan baru yang melibatkan negara donor dan bank pembiayaan multilateral karena tidak semua negara memiliki sumber daya untuk memperbaiki infrastruktur kesehatannya.

    “Dukungan pembiayaan kesehatan harus dilihat sebagai sebuah investasi dan tanggung jawab bersama mencegah pandemi,” ungkapnya.

    Ketiga, pemberdayaan. Kepala Negara memandang bahwa kapasitas kolektif harus diupayakan dan kerja sama antarnegara menjadi kuncinya. Menurut Jokowi, kerja sama riset, kerja sama transfer teknologi, dan akses ke bahan mentah harus diperkuat.

    [irp]

    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)
    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Setkab)

    “Tidak boleh ada monopoli rantai pasok industri kesehatan. Diversifikasi pusat produksi obat, vaksin, alat diagnostik dan terapeutik harus dilakukan. Dengan kapasitasnya, Indonesia siap menjadi hub produksi dan distribusi vaksin di kawasan,” sebutnya.

    Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa presidensi Indonesia di G20 memberikan perhatian besar terhadap kerja sama kesehatan secara inklusif. Untuk itu diperlukan peran dan keterlibatan semua negara, serta penguatan peran Badan Kesehatan Dunia atau WHO dan multilateralisme.

    “Tidak boleh ada yang tertinggal dalam upaya kita membangun arsitektur kesehatan dan kesiapsiagaan dunia yang lebih kuat. Recover together, recover stronger,” tegasnya.

    Jokowi juga menyampaikan, untuk mengatasi pandemi, percepatan vaksinasi harus dilakukan untuk menjangkau 70 persen penduduk setiap negara. Adapun momentum turunnya jumlah kasus saat ini harus dimanfaatkan untuk meluncurkan pukulan terakhir terhadap Covid-19.

    “Vaksin harus secepatnya menjadi vaksinasi. Kolaborasi kita harus menjembatani tantangan vaksinasi, mulai dari pembiayaan, logistik, dan sumber daya manusia,” tandas Presiden. []

    [irp]

  • Pemerintah Prediksi Puncak Arus Balik Terjadi Pada 6-8 Mei

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bahwa Pemerintah memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 6-8 Mei 2022.

    “Saya ingin mengingatkan bahwa pemerintah memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 6, 7, dan 8 Mei 2022,” tutur Kepala Negara, Selasa (03/05/2022), di Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta.

    Oleh sebab itu, Jokowi mengimbau masyarakat yang hendak kembali dari kampung halaman dengan menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang lebih awal atau kembali setelah puncak arus balik.

    “Untuk menghindari kepadatan arus balik, dan agar kita semua nyaman di perjalanan, saya mengimbau, saya mengajak Bapak, Ibu dan Saudara-Saudara yang melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi agar kembali lebih awal atau kembali setelah puncak arus balik. Tentunya sesuai dengan izin yang didapatkan dari tempat kerja,” tegas Presiden.

    Jokowi juga menegaskan, Pemerintah akan selalu berupaya melakukan yang terbaik untuk masyarakat, termasuk mengatur perjalanan arus balik dengan manajemen lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Berbagai kebijakan tersebut, diterapkan demi kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan.

    “Kebijakan ganjil genap, aturan satu arah (one way) dan larangan truk masuk jalan tol akan tetap diberlakukan. Semua dilakukan agar masyarakat tetap nyaman,” tandasnya. []

    [irp]

  • Presiden Jokowi dan Ibu Iriana: Selamat Idulfitri 1443 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Iriana Jokowi, menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1443 Hijriah. Bersamaan dengan itu, mereka juga memohon maaf lahir dan batin.

    “Dengan segala kerendahan hati, saya sekeluarga mengucapkan selamat Idulfitri 1443 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin,” tutur Kepala Negara dalam unggahan di kanal YouTube Sekretariat Kabinet, Minggu (01/05/2022).

    “Saya juga mengucapkan selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” sambung Ibu Iriana.

    Presiden juga bersyukur, di momen Lebaran tahun ini masyarakat sudah diperbolehkan mudik sehingga dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

    “Alhamdulillah, Lebaran tahun ini kita sudah dapat berkumpul dengan keluarga. Bertemu orang tua, sanak saudara, dan juga kerabat di kampung halaman,” ungkapnya. []

  • Jokowi Teken Keppres Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1443 H

    Jakarta – Pemerintah merilis Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi yang Bersumber dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), Nilai Manfaat, dan Dana Efisiensi. Keppres ini,mditandatangani Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat, (29/04/2022) dan mulai berlaku sejak ditetapkan.

    Aturan ini, sebagai pelaksana ketentuan Pasal 48 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dan Pasal 11 ayat (1) Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Besaran Bipih 1443 H/2022 M yang bersumber dari jemaah haji adalah sebagai berikut:

    1. Embarkasi Aceh sejumlah Rp35.660.857,00
    2. Embarkasi Medan sejumlah Rp36.393.073,00
    3. Embarkasi Batam sejumlah Rp39.686.009,00
    4. Embarkasi Padang sejumlah Rp37.411.480,00
    5. Embarkasi Palembang sejumlah Rp39.806.009,00
    6. Embarkasi Jakarta (Pondok Gede) sejumlah Rp39.886.009,00
    7. Embarkasi Jakarta (Bekasi) sejumlah Rp39.886.009,00
    8. Embarkasi Solo sejumlah Rp40.262.721,00
    9. Embarkasi Surabaya sejumlah Rp42.586.009,00
    10. Embarkasi Banjarmasin sejumlah Rp41.235.290,00
    11. Embarkasi Balikpapan sejumlah Rp41.362.590,00
    12. Embarkasi Lombok sejumlah Rp41.647.741,00
    13. Embarkasi Makassar sejumlah Rp42.686.506,00

    Haji
    Ilustrasi ibadah Haji. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/Konevi)

    Sementara besaran Bipih yang bersumber dari PHD dan pembimbing KBIHU adalah sebagai berikut:

    1. Embarkasi Aceh sejumlah Rp77.522.692,05
    2. Embarkasi Medan sejumlah Rp78.254.908,05
    3. Embarkasi Batam sejumlah Rp81.547.844,05
    4. Embarkasi Padang sejumlah Rp79.273.315,05
    5. Embarkasi Palembang sejumlah Rp81.667.844,05
    6. Embarkasi Jakarta (Pondok Gede) sejumlah Rp81.747.844,05
    7. Embarkasi Jakarta (Bekasi) sejumlah Rp81.747.844,05
    8. Embarkasi Solo sejumlah Rp82.124.556,05
    9. Embarkasi Surabaya sejumlah Rp84.447.844,05
    10. Embarkasi Banjarmasin sejumlah Rp83.097.125,05
    11. Embarkasi Balikpapan sejumlah Rp83.224.425,05
    12. Embarkasi Lombok sejumlah Rp83.509.576,05
    13. Embarkasi Makassar sejumlah Rp84.548.341,05. []

    [irp]

  • Vladimir Putin Belum Putuskan Hadir Secara Fisik atau Virtual di G20 Bali

    Jakarta – Presiden Indonesia, Joko Widodo menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin bakal hadir di acara konferensi tingkat tinggi G20. Putin menyatakan akan hadir saat berbicara dengan Jokowi lewat telepon pada Kamis (28/04/2022).

    Terkait hal ini, Juru Bicara kremlin, Dmitry Peskov, pada Jumat (29/04/22) menyatakan bahwa Putin belum memutuskan akan hadir secara fisik atau virtual di acara yang bakal berlangsung di Bali pada November mendatang tersebut. Menurutnya, Rusia masih mempersiapkan pertemuan forum internasional itu.

    Indonesia, menjadi sorotan dunia belakangan ini lantaran menjadi presidensi G20 di tengah invasi Rusia di Ukraina. RI pun secara tegas memutuskan tetap mengundang Rusia sebagai salah satu anggota G20 ke forum yang akan digelar November mendatang di Bali.

    Sikap ini, menuai kritik dari sejumlah pihak, terutama negara Barat seperti Amerika Serikat yang mengancam akan memboikot forum itu. Hal yang sama diikuti oleh Kanada dan Australia. Bahkn Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyebut dirinya tak sudi semeja dengan Putin, jika betul ia akan hadir.

    Sementara Jokowi, selain mengundang Presiden Rusia, ia juga telah berkomunikasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada, Rabu (27/04/2022) dan mengundangnya untuk hadir dalam KTT G20.

    Menurut Kepala Negara, dalam kesempatan itu, Zelenskyy menyampaikan perkembangan situasi saat ini di Ukraina. Selain itu, Presiden Ukraina itu juga membahas mengenai berbagai permintaan bantuan persenjataan dari Indonesia.

    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)
    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Setkab)

    “Saya menegaskan bahwa sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia dan prinsip politik luar negeri Indonesia, melarang pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain,” tutur Presiden pada Jumat (29/04/2022), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

    “Namun, saya menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Saya sampaikan mengenai harapan agar perang dapat segera dihentikan dan solusi damai melalui perundingan dapat di kedepankan,” sambungnya.

    Presiden Jokowi juga menekankan perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia. Oleh sebab itu, Presidensi G20 Indonesia mendorong penyelesaian damai dalam konflik Rusia-Ukraina.

    “Saya ingin menekankan bahwa Indonesia ingin menyatukan G20. Jangan sampai ada perpecahan. Perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia,” tegasnya. []

    [irp]

  • Ditelpon Jokowi, Presiden Ukraina Minta Bantuan Persenjataan

    Jakarta – Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada, (27/04/2022).

    Menurut Kepala Negara, dalam kesempatan itu, Zelenskyy menyampaikan perkembangan situasi saat ini di Ukraina. Selain itu, Presiden Ukraina itu juga membahas mengenai berbagai permintaan bantuan persenjataan dari Indonesia.

    “Saya menegaskan bahwa sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia dan prinsip politik luar negeri Indonesia, melarang pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain,” tutur Presiden pada Jumat (29/04/2022), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

    “Namun, saya menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Saya sampaikan mengenai harapan agar perang dapat segera dihentikan dan solusi damai melalui perundingan dapat di kedepankan,” sambungnya.

    Presiden Jokowi juga menekankan perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia. Oleh sebab itu, Presidensi G20 Indonesia mendorong penyelesaian damai dalam konflik Rusia-Ukraina.

    “Saya ingin menekankan bahwa Indonesia ingin menyatukan G20. Jangan sampai ada perpecahan. Perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia,” tegasnya.

    Jokowi memahami bahwa G20 memiliki peran sebagai katalisator dalam pemulihan ekonomi dunia dan jika berbicara mengenai pemulihan ekonomi dunia, maka terdapat dua hal besar yang memengaruhinya saat ini, yaitu pandemi COVID-19 dan perang di Ukraina.

    “Dalam konteks inilah maka dalam pembicaraan per telepon kemarin saya mengundang Presiden Zelenskyy untuk hadir dalam KTT G20,” tandasnya.

    Sementara dalam perbincangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (28/04/2022) , Presiden Putin juga memberikan kabar mengenai situasi di Ukraina, termasuk proses negosiasi yang terus berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Dalam perbincangan tersebut, Presiden Jokowi kembali menekankan pentingnya perang segera diakhiri.

    “Saya juga menekankan agar solusi damai dapat terus di kedepankan dan Indonesia siap berkontribusi untuk upaya damai tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Putin menyampaikan terima kasih atas undangan KTT G20 dan beliau menyatakan akan hadir,” sebutnya. []

  • Presiden Jokowi Bakal Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng Jika Kebutuhan Dalam Negeri Terpenuhi

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kesulitan masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng saat ini adalah sesuatu yang ironis mengingat Indonesia merupakan negara produsen minyak sawit terbesar di dunia.

    Terkait hal ini, Kepala Negara meminta para pelaku usaha minyak sawit untuk melihat masalah ini dengan lebih baik dan jernih.

    “Saya sebagai Presiden tak mungkin membiarkan itu terjadi. Sudah empat bulan kelangkaan berlangsung dan pemerintah sudah mengupayakan berbagai kebijakan namun belum efektif,” tuturnya Rabu (27/04/2022).

    Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, pemerintah memutuskan untuk melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan dan minyak goreng ke luar negeri. Larangan itu berlaku untuk ekspor dari seluruh wilayah Indonesia termasuk dari kawasan berikat.

    Presiden juga meminta kesadaran industri minyak sawit untuk memprioritaskan dan mencukupi kebutuhan minyak goreng di dalam negeri. Ia yakin, dengan kapasitas produksi yang ada, kebutuhan minyak goreng dalam negeri dapat dengan mudah tercukupi.

    [irp]

    “Volume bahan baku minyak goreng yang kita produksi dan kita ekspor jauh lebih besar daripada kebutuhan dalam negeri, masih ada sisa kapasitas yang sangat besar,” ungkap Presiden.

    “Jika kita semua mau dan punya niat untuk memenuhi kebutuhan rakyat sebagai prioritas, dengan mudah kebutuhan dalam negeri dapat dicukupi,” sambungnya.

    Jokowi menegaskan, pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat adalah prioritas paling tinggi dalam pertimbangan pemerintah setiap membuat keputusan, termasuk kebijakan larangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya.

    Presiden RI Joko Widodo
    Presiden RI Joko Widodo. (Foto:Pelopor.id/setkab)

    “Larangan ini memang menimbulkan dampak negatif, berpotensi mengurangi produksi, hasil panen petani yang tak terserap. Namun, tujuan kebijakan ini adalah untuk menambah pasokan dalam negeri hingga pasokan melimpah,” tegas Kepala Negara.

    Nah, Pemenuhan kebutuhan masyarakat inilah yang akan menjadi patokannya dalam mengevaluasi kebijakan larangan ekspor minyak goreng.

    “Begitu kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, tentu saya akan mencabut larangan ekspor. Karena saya tahu negara perlu pajak, negara perlu devisa, negara perlu surplus neraca perdagangan. Tapi memenuhi kebutuhan pokok rakyat adalah prioritas yang lebih penting,” tandasnya. []

    [irp]

  • Jokowi: Transisi Pandemi ke Endemi Harus Hati-Hati, Saya Tidak Mau Langsung Lakukan Kebijakan Buka Masker

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memandang, transisi pandemi COVID-19 menuju endemi harus dilakukan secara hati-hati melalui berbagai tahapan.

    Hal ini disampaikan Presiden saat menanggapi pertanyaan jurnalis terkait diperbolehkannya mudik pada Lebaran tahun 2022 dan dampaknya pada transisi tersebut.

    “Kita yang pertama memang mudik kita perbolehkan karena melihat angka-angka kasus harian sudah sangat rendah dan kasus aktifnya kan sudah di bawah 20 ribu memang rendah. Tetapi, apapun ada masa transisi yang masih kita harus hati-hati,” tutur Kepala Negara, Senin (25/04/2022).

    Jokowi juga menegaskan, bahwa pemerintah tidak ingin seperti negara-negara lain yang langsung melakukan kebijakan melepas masker. Menurutnya, pemerintah akan melihat situasi pada masa transisi terlebih dahulu selama enam bulan ke depan.

    Jokowi
    Presiden RI Joko Widodo, (Foto:Pelopor.id/Setkab)

    “Saya tidak ingin kayak negara-negara lain langsung buka masker, ndak. Ini masih masa transisi, kira-kira enam bulan kita lihat seperti apa, baru nanti silakan kalau di luar ruangan buka masker, kalau di dalam ruangan masih pakai masker,” tegasnya.

    Presiden juga menekankan bahwa ada sejumlah tahapan yang harus dilewati dan pemerintah tidak akan tergesa-gesa dalam memutuskan kebijakan. Selain itu, pemerintah juga memiliki sejumlah pengalaman saat menghadapi lonjakan kasus COVID-19 varian Delta maupun Omicron.

    “Ada tahapan-tahapan yang kita tidak perlu tergesa-gesa. Apapun, kita punya pengalaman saat Delta seperti apa, saat Omicron seperti apa, sehingga kehati-hatian, kewaspadaan itu tetap harus,” pungkasnya.[]

    [irp]