Tag: Joe Biden

  • Presiden AS Joe Biden Cabut Larangan Perjalanan dari Afsel

    peloporberita.com/ | Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden resmi mencabut larangan perjalanan dari Afrika Selatan (Afsel) dan sejumlah negara lain, mulai Jumat (31/12/2021) pukul 00.01 waktu Washington.

    Keputusan itu diambil Biden setelah menerima rekomendasi dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

    Biden mengatakan, para peneliti AS bekerja sama dengan para ilmuwan Afsel dan membuat kemajuan yang substansial dalam memahami varian Omicron. Sebelumnya, kasus Omicron diduga telah memicu lonjakan rawat inap pasien anak di sejumlah rumah sakit di New York.

    “Pakar kesehatan telah menetapkan bahwa orang yang divaksinasi Covid-19 terhindar dari penyakit parah,” ujar Biden seperti dikutip dari AFP, Selasa (29/12/2021).

    Baca juga: Australia Laporkan Kematian Pertama Pasien Omicron

    Seperti diketahui, kasus Covid-19 varian Omicron pertama kali terdeteksi di Botswana, Afrika, yang kemudian menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Afrika Selatan. Setelah itu, sejumlah negara pun berbondong-bondong menutup pintunya untuk Afrika, seperti AS, Inggris, Jepang, Malaysia dan Singapura.

    Hal itu pun membuat Pemerintah Afrika Selatan merasa seperti dikucilkan dan dihukum. Padahal, mereka melaporkan kasus Omicron untuk pencegahan dan dianggap penting sebagai pengetahuan. []

    Baca juga: 448 Kasus Omicron Terdeteksi di Singapura

  • China Mobile Incar Dana IPO Hingga USD 8,8 Miliar

    peloporberita.com/ | China Mobile menargetkan dapat meraih dana segar sebesar 56 miliar yuan, atau setara USD 8,8 miliar dalam rencana penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di bursa Shanghai. China Mobile sendiri merupakan salah satu operator jaringan seluler terbesar di dunia, berdasarkan jumlah pelanggan.

    Rencananya, perusahaan tersebut akan menjual sebanyak-banyaknya 845 juta saham, dengan harga IPO di level 57,58 yuan per lembar saham, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (21/12/2021).

    Baca juga: Startup Tiongkok SenseTime Tetap Gelar IPO Meski Masuk Daftar Hitam AS

    China Mobile yang juga terdaftar di bursa saham Hong Kong, berencana menggelar IPO di Shanghai setelah dipaksa keluar dari Bursa Efek New York, terkait pembatasan investasi Amerika Serikat (AS). Mereka mengikuti kompetitornya, yaitu China Telecom dan China Unicom, yang juga diusir dari bursa AS.

    Sebenarnya, delisting berasal dari keputusan era pemerintahan Donald Trump yang membatasi investasi AS di perusahaan teknologi China.

    Setelah Amerika berganti presiden, ternyata kebijakan era Trump masih tetap dibiarkan dan tidak berubah oleh pemerintahan Joe Biden, di tengah berlanjutnya ketegangan antara Washington dan Beijing. []

    Baca juga: LG Energy Solution Berencana IPO Januari 2022

  • Bencana Tornado, Joe Biden Setujui Deklarasi Darurat Kentucky

    peloporberita.com/ | Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah menyetujui deklarasi darurat untuk negara bagian Kentucky, setelah dihantam badai tornado yang diprediksi menelan sedikitnya 100 korban jiwa.

    Badai tornado itu telah menghancurkan rumah-rumah, pabrik dan sebuah stasiun pemadam kebakaran, menghancurkan panti jompo Missouri dan menewaskan sedikitnya dua pekerja di gudang Amazon.com di Illinois. Menurut peramal cuaca, badai tornado ini adalah sesuatu yang tidak biasa di bulan-bulan seperti ini.

    Biden pun memerintahkan bantuan federal untuk melengkapi tanggapan dari otoritas negara bagian dan lokal. “Kami masih belum tahu berapa banyak nyawa yang hilang dan tingkat kerusakan total,” ujar Biden kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters.

    Selain itu, Biden juga mengatakan akan meminta Badan Perlindungan Lingkungan dan badan otoritas lainnya untuk melihat apakah perubahan iklim berperan dalam kehancuran badai.

    Baca juga: Jeff Bezos Sumbang Ratusan Juta Dolar Untuk Atasi Perubahan Iklim

    Sebelumnya pada Sabtu waktu setempat, Joe Biden telah berbicara dengan gubernur dari lima wilayah yang diterpa badai, yaitu Arkansas, Illinois, Kentucky, Missouri dan Tennessee. Pihak Gedung Putih mengatakan, Biden menyampaikan belasungkawa dan komitmennya untuk memberikan bantuan dengan cepat.

    Badan Manajemen Masalah Darurat atau Federal Emergency Management Agency (FEMA) juga telah mengirim personel tanggap darurat, air dan komoditas lain yang dibutuhkan ke tujuh negara bagian yang terkena dampak badai. []

    Baca juga: Badai Ida Sebabkan Banjir di New York dan New Jersey, 9 Orang Meninggal

  • Jeff Bezos Sumbang Ratusan Juta Dolar Untuk Atasi Perubahan Iklim

    peloporberita.com/ | Jeff Bezos melalui organisasinya, The Bezos Earth Fund, menyumbangkan dana sebesar 443 juta dolar amerika atau sekitar Rp 6,35 triliun (kurs Rp 14.338) untuk upaya mengatasi perubahan iklim.

    Bezos Earth Fund memberikan 44 hibah untuk organisasi perubahan iklim, termasuk USD 140 juta untuk inisiatif Justice40 Presiden Joe Biden, bersama dengan USD 51 juta untuk mendukung restorasi lahan di Afrika dan Amerika.

    Hibah ini sendiri adalah bagian dari komitmen Bezos menyumbangkan USD 10 miliar sebagai Dana Bumi untuk memerangi perubahan iklim, yang dia janjikan akan cair sepenuhnya pada tahun 2030, seperti dilansir dari Yahoo Finance, Rabu (08/12/2021).

    Jeff Bezos merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Ia juga pendiri perusahaan ecommerce Amazon dan perusahaan kedirgantaraan Blue Origin. Pada Juli lalu, Bezos telah menaiki roket yang dibuat oleh Blue Origin dan menghabiskan sekitar tiga menit di luar angkasa.

    “Selama berabad-abad, banyak orang akan lahir di luar angkasa. Ini akan menjadi rumah pertama mereka,” kata Bezos dalam sebuah konferensi beberapa waktu lalu.

    Namun, hal itu membuat Bezos dikritik karena dianggap terlalu fokus pada luar angkasa, ketika banyak masalah mendesak terjadi di Bumi. Salah satu yang mengkritik Bezos adalah Senator Massachusetts Elizabeth Warren.

    Melalui akun Twitternya, Warren mengatakan, orang terkaya di Bumi dapat meluncurkan dirinya ke luar angkasa sementara lebih dari separuh negara hidup dari gaji ke gaji, hampir 43 juta dibebani dengan hutang pelajar, dan biaya penitipan anak memaksa jutaan orang kehilangan pekerjaan. []

    Baca juga: Jeff Bezos Dikabarkan Beli Kapal Pesiar USD 500 Juta

  • Toyota Bangun Pabrik Baterai Baru di North Carolina AS

    peloporberita.com/ | Toyota Motor sedang membangun pabrik baterai baru senilai USD 1,29 miliar di North Carolina, Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu upaya memperluas kendaraan hibrida dan listriknya. Investasi ini akan dilakukan oleh perusahaan baru bernama Toyota Battery Manufacturing dan ditargetkan mampu menciptakan 1.750 lapangan kerja baru di AS.

    “Rencananya akan mulai berproduksi pada tahun 2025. Pada awalnya akan mampu memasok baterai lithium-ion untuk 800.000 kendaraan setiap tahun dan akan membuka jalan untuk produksi kendaraan listrik Toyota di Amerika,” ujar Kepala Petugas Administrasi Toyota Amerika Utara Chris Reynolds, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (07/12/2021).

    Pemerintah negara bagian North Carolina pun menyetujui dukungan tambahan untuk membantu persiapan lokasi akhir, termasuk menyiapkan dana ratusan juta dolar untuk perbaikan jalan dan pengembangan lokasi.

    Pembangunan pabrik baru ini juga merupakan bagian dari pengumuman Toyota pada Oktober lalu, bahwa pihaknya menganggarkan USD 3,4 miliar untuk pengembangan dan produksi baterai otomotif di AS hingga tahun 2030.

    Saat ini, produsen mobil di seluruh dunia memang sedang menginvestasikan miliaran dolar untuk meningkatkan produksi baterai dan kendaraan listrik. Pasalnya, mereka menghadapi peraturan lingkungan yang semakin ketat.

    Bahkan pada Agustus lalu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan target bahwa setengah dari penjualan kendaraan baru pada tahun 2030 adalah kendaraan nol-emisi. []

    Baca juga: Xiaomi Dirikan Pabrik Mobil Listrik di China

  • Jokowi Bertemu Joe Biden Bahas Empat Hal Ini

    peloporberita.com/ | Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, di Scottish Event Campus (SEC), Glasgow, Skotlandia, pada Senin (01/11/2021). Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi membahas sejumlah penguatan kerja sama Indonesia-Amerika Serikat sekaligus mengapresiasi kerja sama yang dilakukan selama pandemi.

    Ada empat hal yang dibahas oleh kedua pemimpin negara ini. Pertama, Indonesia menghargai kerja sama bidang kesehatan selama pandemi, mulai dari penerimaan stok vaksin melalui mekanisme dose-sharing, ventilator, obat-obatan teurapeutik, hingga alat kesehatan lainnya.

    Jokowi juga menyatakan tertarik menjadi bagian dari rantai pasok global di bidang kesehatan, melalui pembangunan industri kesehatan Indonesia.

    Kedua, pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi, terutama dalam pengembangan ekonomi hijau. Jokowi yakin, Indonesia dapat menjadi mitra kerja sama ekonomi yang handal.

    Baca juga: Jokowi Dorong MES Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Syariah

    Ketiga, terkait perubahan iklim. Orang nomor satu di Indonesia ini kembali menekankan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon. “Saya akan restorasi hutan bakau hingga 600 ribu hektare dalam tiga tahun ke depan. Ini akan menjadi konservasi hutan mangrove terbesar di dunia,” ujar Jokowi.

    Begitu pun dalam sektor energi, Jokowi mengajak AS melakukan investasi pada energi baru dan terbarukan, termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai lithium.

    Terakhir, mengenai Presidensi G20 Indonesia. Jokowi sangat menghargai dukungan AS terhadap presidensi Indonesia yang mengambil tema “Recover Together, Recover Stronger”.

    Baca juga: Ferdinand Hutahaean Sebut 11 Menteri Jokowi Layak Dicopot

    Di masa presidensi, Indonesia ingin mendorong kerja sama konkret di sejumlah sektor utama, seperti memastikan transisi digital yang inklusif bagi pertumbuhan dan pembangunan, mendorong investasi dan alih teknologi rendah karbon yang terjangkau, serta keuangan inklusif khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perempuan, dan kelompok rentan.

    Pertemuan Jokowi dengan Joe Biden berlangsung selama satu jam yang turut didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir. []

  • Hadiri Global COVID-19 Summit, Jokowi: Sistem Ketahanan Kesehatan Dunia Harus Diperkuat

    peloporberita.com/ | Krisis COVID-19 menunjukkan rapuhnya ketahanan kesehatan global, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Oleh sebab itu, arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia harus diperkuat, seperti yang telah dilakukan oleh Dana Moneter Internasional atau IMF di bidang keuangan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan hal itu di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/09/2021), pada acara Global COVID-19 Summit secara virtual. 
    
    “Kita harus menyusun mekanisme baru penggalangan sumber daya kesehatan dunia, termasuk untuk pembiayaan darurat kesehatan dunia yang antara lain digunakan untuk pembelian vaksin, obat, dan alat kesehatan,” ujar Presiden Jokowi. 
    
    Baca juga: Indonesia Bantu Myanmar US$ 200.000 untuk Tangani Covid-19
    
    Menurut Presiden Jokowi, standar protokol kesehatan global harus segera disusun agar standar di semua negara bisa sama. Standar itu antara lain mengatur tentang perjalanan lintas batas negara. Di samping itu, Presiden Jokowi juga menyerukan agar negara berkembang harus diberdayakan menjadi bagian dari solusi.
    
    Kapasitas manufaktur lokal harus dibangun agar kebutuhan vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan bisa tersedia secara cepat dan merata di seluruh dunia. “Indonesia berkomitmen dan mampu menjadi bagian dari rantai pasok global,” ujar presiden. 
    
    Terkait dengan vaksin, Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa ketimpangan vaksin antarnegara harus segera diatasi. Melalui Covax Facility, kerja sama berbagi dosis atau dose-sharing dan akses yang merata terhadap vaksin harus ditingkatkan. Ia juga meminta agar politisasi dan nasionalisme vaksin harus diakhiri. 
    
    Baca juga: Presiden Jokowi Sampaikan Komitmen Indonesia dalam MEF 2021
    
    Menurutnya, solidaritas dan kerja sama menjadi kunci agar dunia bisa segera keluar dari pandemi dan segera pulih bersama. “Sebagai Presiden G20 tahun depan, Indonesia akan berkontribusi pada upaya dunia memperkuat arsitektur ketahanan kesehatan global demi anak cucu kita di masa depan,” tandasnya. 
    
    Untuk diketahui, pertemuan tingkat tinggi dunia terkait penanganan pandemi COVID-19 tersebut digagas oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Ini merupakan pertemuan kedua yang digagas Presiden Biden setelah Meeting of Major Economic Forum (MEF) pada 17 September 2021. Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi juga didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. []
  • Gedung Putih Masukkan YouTube dalam Daftar Penyebar Informasi Salah Tentang Vaksin

    peloporberita.com/ | Jakarta – Selain Facebook, Para Pejabat Gedung Putih menaruh YouTube dalam daftar platform media sosial yang bertanggung jawab atas penyebaran informasi yang salah tentang vaksin Covid-19 dan tidak berbuat banyak untuk menghentikannya, sebut sumber yang mengetahui hal ini.

    Kritik itu, muncul hanya seminggu setelah Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menyebut Facebook dan perusahaan media sosial lainnya sebagai “pembunuh” lantaran gagal memperlambat penyebaran informasi yang salah tentang vaksin.

    “Facebook dan YouTube adalah hakim, juri, dan algojo terkait apa yang terjadi di platform mereka. Mereka bisa menilai pekerjaan rumah mereka sendiri.”

    Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan, salah satu masalah utama terkait masalah ini adalah penegakan yang tidak konsisten. Menurutnya, YouTube, unit usaha Google Alphabet dan Facebook dapat memutuskan apa yang memenuhi syarat sebagai informasi yang salah di platform mereka. Namun, hasil dari apa yang dilakukaan kedua platform tersebut membuat Gedung Putih tidak senang.

    “Facebook dan YouTube adalah hakim, juri, dan algojo terkait apa yang terjadi di platform mereka. Mereka bisa menilai pekerjaan rumah mereka sendiri,” tutur seorang pejabat administrasi, menggambarkan pendekatan keduanya terhadap informasi yang salah tentang Covid dikutip dari Reuters Senin, 26 Juli 2021.

    Presiden AS
    Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Pelopor/Reuters/Jonathan Ernst)

    Pejabat tersebut menjelaskan, beberapa bagian utama dari kesalahan informasi vaksin yang diperangi oleh pemerintahan Biden termasuk bahwa vaksin Covid-19 tidak efektif, klaim palsu bahwa mereka membawa microchip dan bahwa mereka menggangu kesuburan wanita.

    Baru-baru ini, Biden, sekretaris persnya, Jen Psaki, dan Ahli Bedah Umum Vivek Murthy, kompak mengecam perusahaan media sosial. Menurut mereka, penyebaran kebohongan tentang vaksin membuat lebih sulit untuk memerangi pandemi dan menyelamatkan nyawa.

    Adapun Center for Countering Digital Hate (CCDH) berdasarkan laporan terbarunya yang juga disorot oleh Gedung Putih, menunjukkan 12 akun anti-vaksin menyebarkan hampir dua pertiga mis-informasi anti-vaksin secara online. Enam dari akun itu masih memposting hal tersebut di YouTube.[]

  • Presiden AS Izinkan Anak Umur 12 Tahun Keatas Sudah Divaksin Lepas Masker

    peloporberita.com/ | Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden memperbolehkan anak berusia 12 tahun ke atas yang sudah divaksin Covid-19 untuk tidak memakai masker.

    “Boleh tak memakai masker (anak berumur 12 tahun keatas yang sudah divaksin),” tutur Presiden AS itu di Balai Kota Cincinnati, Ohio, dikutip dari Reuters, Kamis, 22 Juli 2021.

    “(CDC) akan menyatakan apa yang harus Anda lakukan, yakni setiap orang di bawah usia 12 tahun harus mengenakan masker di sekolah. Mungkin itulah yang akan terjadi.”

    Namun, izin ini akan diberlakukan secara ketat terkait kejujuran orang tua dari anak tersebut soal status vaksinasi putra atau putri mereka.

    “ini akan ketat dalam hal apakah ibu atau ayah jujur mengenai anaknya sudah divaksin atau belum,” sebut Biden.

    Dengan izin ini menurut Presiden AS, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) sebaliknya akan menyarankan anak-anak yang belum divaksin memakai masker saat ke sekolah usai liburan musim panas.

    Orang nomor satu di Amerika Serikat ini juga menekankan, bahwa kelompok usia di bawah 12 tahun memang belum menerima vaksinasi. Mereka, kemungkinan akan diminta memakai masker hingga divaksin dalam waktu dekat.

    “(CDC) akan menyatakan apa yang harus Anda lakukan, yakni setiap orang di bawah usia 12 tahun harus mengenakan masker di sekolah. Mungkin itulah yang akan terjadi,” tegas Biden.

    Tetapi, rekomendasi CDC itu bersifat bebas dan Persyaratan masker di sekolah akan diputuskan oleh distrik masing-masing. Pernyataan Biden ini, muncul saat kasus Covid-19 di beberapa negara bagian meningkat, sedangkan program vaksinasi tersendat akibat kecurigaan dan disinformasi di tengah masyarakat.

    Sementara wilayah-wilayah di AS hingga kini menanggapi lonjakan Covid-19 dengan cara berbeda. Sejumlah daerah ada yang menerapkan peraturan lebih ketat, namun ada juga beberapa distrik tak menetapkan syarat apapun.

    Amerika Serikat, sebelumnya pada Mei lalu mengizinkan warganya yang sudah divaksin untuk melepas masker ketika berada di dalam dan luar ruangan.

    “Semua orang yang sudah tuntas divaksin dapat berpartisipasi dalam aktivitas di dalam dan luar ruangan, besar atau kecil, tanpa memakai masker atau menjaga jarak,” sebut Direktur Pusat CDC, Rochelle Walensky.

    Keputusan itu diambil setelah data menunjukkan efektivitas vaksin di Amerika Serikat sangat tinggi. Berdasarkan riset itu, orang yang terpapar Covid-19 sangat jarang usai divaksin. Meski ada yang terinfeksi, potensi penularannya sangat kecil.

    Meski demikian, Kemunculan Varian Delta membuat kasus Covid-19 di AS kembali melonjak di tengah pelonggaran aturan. []