Tag: India

  • Citi Bakal Jual Unit Ritel India ke Axis Bank

    Jakarta | Citigroup akan melepas unit perbankan ritelnya di India kepada pemberi pinjaman sektor swasta terbesar ketiga di negara itu, Axis Bank, dengan harga sekitar USD 1,6 miliar atau setara Rp 22,9 triliun (kurs Rp 14.359 per USD). Penjualan itu mencakup kartu kredit, perbankan ritel, manajemen kekayaan dan pinjaman konsumen.

    Selain itu juga termasuk dalam kesepakatan adalah bisnis pembiayaan non-perbankan yang didukung Citicorp Finance (India), bersama dengan 3.600 karyawan Citi yang akan bergabung dengan Axis Bank setelah menyelesaikan proses penjualan pada semester pertama tahun 2023.

    “Saat kami bergerak maju dengan transaksi ini, India tetap menjadi pasar institusional utama bagi Citi,” kata Chief Executive Officer (CEO) Citi APAC Peter Babej yang dikutip dari finews.asia, Kamis (31/03/2022).

    Langkah penjualan ini merupakan bagian dari rencana Citi memperluas pasar konsumen dan mempertajam fokus strategisnya pada manajemen kekayaan.

    Sebelumnya pada Januari lalu, Axis Bank disebut menjadi penawar yang paling disukai untuk unit ritel Citi, yang diikuti oleh kompetitornya dari India, Kotak Mahindra di tempat kedua.

    Sejumlah penawar lain yang juga tertarik dengan kesepakatan yang sama adalah DBS, Standard Chartered dan Yes Bank. SBI Cards and Payment Services juga dikabarkan mengincar portofolio kartu kredit mandiri.[]

  • Tiongkok Diam-diam Membeli Minyak Mentah Rusia yang Murah

    Jakarta | Penyulingan minyak Tiongkok disebut sedang bernegosiasi secara pribadi di bawah radar dengan para pedagang minyak mentah Rusia yang murah, lantaran pasokan negara itu terus meresap ke pasar. Berbeda dengan India yang telah mengeluarkan sejumlah tender untuk membeli minyak mentah Ural andalan Rusia di antara kelas lainnya.

    Sebagian besar pembeli menghindari minyak mentah Rusia setelah invasinya ke Ukraina, lantaran khawatir reputasi mereka akan rusak atau terkena sanksi. Sementara penyulingan independen Tiongkok, yang merupakan seperempat dari kapasitas pemrosesan negara dan sebagian besar berbasis di Shandong, membeli sejumlah minyak ESPO yang dimuat di pelabuhan timur Rusia Kozmino, menurut para pedagang seperti dikutip dari Bloomberg.

    ESPO disukai lantaran dapat dikirim ke pelabuhan mereka yang lebih kecil, yang tidak dapat menurunkan muatan kapal yang lebih besar, dari jarak yang lebih pendek sehingga menghemat biaya.

    Perdagangan minyak Rusia sebagian besar telah bergeser dari mata publik, setelah invasi ke Ukraina. Pembeli dan penjual yang bersedia, dipaksa terlibat dalam negosiasi pribadi setelah sejumlah tender menarik tawarannya. Shell Plc mendapat kritik keras setelah pembelian Ural tidak lama setelah perang dimulai.

    Minyak mentah Rusia lainnya, Sokol, juga mengalir ke India. Menurut para pedagang, Indian Oil Corp yang dikelola negara dan Hindustan Petroleum Corp membeli beberapa pemuatan Sokol pada Mei dari ONGC Videsh Ltd, mitra ekuitas dalam proyek Sakhalin-I. Kargo dimuat dari terminal De-Kastri. Namun, Hindustan Petroleum dan ONGC menolak berkomentar.

    Berdasarkan data Bloomberg, India sejauh ini telah membeli setidaknya 13 juta barel Ural sejak akhir Februari.[]

  • Mumpung Diskon, India Borong Minyak Rusia

    peloporberita.com/ – Pemerintah India memutuskan untuk membeli minyak dengan harga diskon dari Rusia, ditengah gejolak sanksi ekonomi negara-negara barat yang mencakup sector energy.

    Disebutkan, perusahaan kilang minyak India, Indian Oil Corp (IOC), membeli 3 juta barel minyak Ural Rusia, melalui Vitol sebagai perantara untuk pengiriman bulan Mei mendatang.

    Menurut sumber, IOC tidak melihat adanya masalah dalam membayar kargo karena minyak sebagai komoditas tidak dilarang dan tidak berurusan dengan entitas yang terkena sanksi. Adapun diskon yang diberikan Vitol sebesar US$ 20 – US$ 25 per barel atas harga minyak Brent.

    “Rusia menawarkan minyak dan komoditas lainnya dengan diskon besar. Kami akan dengan senang hati menerimanya. Kami memiliki beberapa masalah seperti kapal tanker, asuransi, dan campuran minyak yang harus diselesaikan. Setelah kami memilikinya, kami akan mengambil tawaran diskon,” ucap pejabat pemerintah India.

    India sendiri, tidak mendukung serangan Rusia terhadap Ukraina. Namun pemerintah New Delhi secara konsisten meminta semua pemangku kepentingan untuk menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina melalui jalan dialog, serta memilih untuk menyatakan abstain dalam semua resolusi PBB melawan Rusia.

    Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki menilai, keputusan India untuk membeli minyak Rusia tidak akan melanggar sanksi AS. Tetapi, ia mengingatkan bahwa negara mana pun bisa mematuhi sanksi yang telah diberikan dan direkomendasikan negaranya.

    “Pesan kami kepada negara mana pun adalah tetap mematuhi sanksi yang telah kami berikan dan rekomendasikan,” tutur Psaki dilansir dari the Economic Times Rabu, (16/03/2022).

    Sementara anggota Kongres India-Amerika Ami Bera menyatakan, ia kecewa atas laporan bahwa India sedang mempertimbangkan untuk membeli minyak Rusia dengan harga diskon besar-besaran.

    “Jika laporan tersebut akurat dan India membuat keputusan untuk membeli minyak Rusia dengan harga diskon, New Delhi berarti memilih untuk berpihak pada Vladimir Putin, pada momen penting dalam sejarah ketika negara-negara di seluruh dunia bersatu untuk mendukung rakyat Ukraina dan menentang serangan mematikan Rusia,” tandasnya. []

  • Samsung Buka Toko di India yang Semua Pekerjanya Perempuan

    peloporberita.com/ | Perusahaan teknologi asal Korea Selatan (Korsel), Samsung telah membuka toko ponsel pertamanya di India dan seluruh pekerjanya adalah perempuan.

    Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesetaraan gender yang bertepatan dengan perayaan Hari Perempuan Internasional 2022, sekaligus bagian dari inisiatif #PoweringDigitalIndia.

    Dalam toko yang berlokasi di Ahmedabad ini, manajer, konsultan dan staf lainnya telah dibekali pelatihan tentang ekosistem Samsung Galaxy serta keterampilan khusus lainnya, termasuk akuntansi, manajemen inventaris dan layanan pelanggan.

    “Samsung bersemangat untuk mendirikan toko ponsel khusus wanita pertama di India dan yakin tentang kemungkinan baru yang dihadirkan oleh tim wanita Samsung yang luar biasa yang bagian dari inisiatif,” ucap Presiden dan CEO Samsung Southwest Asia Ken Kang, yang dikutip dari Gizmochina.

    Ke depannya, Samsung berharap dapat membina generasi pemimpin wanita berikutnya di seluruh perusahaan melalui berbagai program ramah gender.

    Hari Perempuan Internasional diperingati setiap tanggal 8 Maret. Melansir BBC, sejarah Hari Perempuan Internasional bermula pada tahun 1908, ketika 15 ribu perempuan berjalan menyusuri New York dengan beberapa tuntutan.

    Mereka menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik dan hak untuk memilih. Setahun kemudian, Partai Sosialis Amerika mendeklarasikan Hari Perempuan Nasional pertama.[]

  • Produsen Chip Mulai Lirik Program Insentif India

    peloporberita.com/ | Pemerintah India menerima lima proposal dari perusahaan-perusahaan untuk memproduksi semikonduktor dan pabrik display. Salah satunya adalah perusahaan patungan Vedanta Foxconn, IGGS Ventura dan ISMC yang berencana mendirikan pabrik produksi chip elektronik, dengan investasi USD 13,6 miliar.

    Nantinya, produksi chip ini akan digunakan untuk beragam produk, mulai dari perangkat 5G hingga mobil listrik. Mereka telah mencari dukungan insentif USD 5,6 miliar dari pemerintah pusat India.

    Kemudian dua perusahaan lain, seperti Vedanta dan Elest, telah mengajukan proposal senilai USD 6,7 miliar untuk memproduksi pabrikan display. Mereka mencari insentif USD 2,7 miliar dari pemerintah.

    Program insentif ini adalah salah satu upaya Perdana Menteri India Narendra Modi meningkatkan pangsa manufaktur dalam perekonomian dan membalikkan perlambatan akibat pandemi.

    “Meskipun batas waktu yang agresif untuk pengajuan aplikasi (insetif) di segmen greenfield semikonduktor dan manufaktur layar, skema tersebut telah memperoleh respon yang baik,” kata Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi yang dilansir dari Bloomberg.

    Pemerintah India mengumumkan program insentif ini di tengah kelangkaan pasokan chip di dunia. Bahkan, sejumlah pihak memprediksi kelangkaan chip masih akan berlanjut hingga awal tahun depan.

    Sejumlah analis memperkirakan, pasar semikonduktor negara Asia Selatan bisa mencapai USD 63 miliar pada tahun 2026, tumbuh signifikan dibanding tahun 2020 yang hanya USD 15 miliar.[]

  • Jio Platforms Benamkan Investasi US$ 200 Juta di Glance, Platform layar kunci berbasis AI

    peloporberita.com/ – Jio Platforms Perusahaan teknologi milik miliarder India Mukesh Ambani yang sekaligus anak usaha Reliance Industries, telah menginvestasikan dana sebesar US$200 juta atau senilai Rp2,86 triliun (kurs US$1 = Rp14.325) di platform layar kunci berbasis AI, Glance.

    Glance, merupakan perusahaan yang didukung oleh sejumlah perusahaan raksasa seperti Google dan salah satu pendiri PayPal, Peter Thiel dan dana ventura yang berbasis di Silicon Valley, Mithril Capital. Glance, menggunakan algoritme untuk menyampaikan berita yang dipersonalisasi, konten hiburan, permainan, dan video langsung ke layar kunci ponsel cerdas.

    Menurut situs web perusahaan, lebih dari 400 juta smartphone telah terjual dengan fitur Glance. Startup ini, memperoleh status unicorn pada Desember 2020, hanya lebih dari 18 bulan setelah didirikan, dan sekarang bernilai hingga US$1,8 miliar.

    Investasi dari Jio, bertujuan untuk mengakselerasi peluncuran Glance di sejumlah pasar penting internasional di luar Asia, seperti Amerika Serikat, Meksiko dan Rusia. Glance, memiliki misi untuk menciptakan ekosistem live content dan live commerce layar kunci terbesar di dunia dan akan menggunakan dana yang diraih untuk berekspansi secara global.

    “Glance berharap untuk diluncurkan di beberapa pasar utama secara global serta memperluas pengalaman ke jutaan pengguna Jio,” tutur Direktur Platform Jio Akash Ambani dalam pengumuman yang dilansir dari Forbes. []

  • India Larang Free Fire, Sea Ltd Kehilangan Kapitalisasi USD 16 Miliar

    peloporberita.com/ | Regulator India secara mengejutkan melarang gim paling populer, Free Fire, buatan Sea Ltd. Keputusan itu pun membuat saham Sea Ltd anjlok hingga nilai kapitalisasi pasarnya hilang sebesar USD 16 miliar.

    Investor tampaknya khawatir larangan tersebut bisa menjadi awal dari masalah perusahaan ini, seperti dilansir dari Bloomberg.

    Pasalnya, dengan larangan Free Fire, ada risiko bahwa otoritas juga akan menonaktifkan aplikasi Shopee yang juga merupakan unit bisnis Sea Ltd.

    Selama dua tahun terakhir, India memang telah melarang ratusan aplikasi Tiongkok, yang ternyata meluas hingga ke gim Free Fire.

    Free Fire adalah gim seluler terlaris di India pada kuartal ketiga tahun lalu, menurut pelacak industri App Annie.

    Analis di Lightstream Research Oshadhi Kumarasiri mengatakan, keputusan India melarang Free Fire dapat mengekang bisnis hiburan digital Sea Ltd secara keseluruhan, termasuk membatasi kemampuannya membiayai ekspansi Shopee.

    Sea Ltd yang berbasis di Singapura telah melantai di bursa saham sejak 2017 dan berhasil melesat jadi perusahaan paling berharga di Asia Tenggara.

    Startup ini didirikan oleh Forrest Li yang lahir di Tiongkok, namun kini telah menjadi warga negara Singapura. Pemegang saham terbesar Sea adalah raksasa teknologi asal Tiongkok, Tencent Holdings Ltd.

    Tencent pun berencana mengurangi kepemilikan sahamnya di Sea dari sekitar 20% menjadi 18,7%. Meskipun Tencent adalah pemegang saham terbesar Sea, perusahaan itu mengadopsi pendekatan lepas tangan yang sama dengan investor lain di Tiongkok.

    Mundurnya Tencent secara bertahap ini berpotensi memberi dampak yang signifikan bagi Sea Ltd. []

  • Bank Sentral India: Cryptocurrency Lebih Buruk dari Skema Ponzi

    peloporberita.com/ | Wakil Gubernur Reserve Bank of India (RBI) Rabi Sankar menilai cryptocurrency mirip dengan skema Ponzi. Tak hanya itu, cryptocurrency bahkan dianggap bisa menyebabkan dampak yang lebih buruk.

    Sankar juga mengatakan bahwa kebijakan Pemerintah India melarang penggunaan mata uang kripto adalah sesuatu yang sangat tepat.

    “Kami juga telah melihat bahwa cryptocurrency tidak dapat didefinisikan sebagai mata uang, aset atau komoditas," ucap Sankar, seperti peloporberita.com/ kutip dari Reuters.

    Apalagi, menurut RBI, cryptocurrency tidak memiliki arus kas yang mendasarinya, tidak memiliki nilai intrinsik, sehingga mirip dengan skema Ponzi.

    "Semua faktor ini mengarah pada kesimpulan bahwa melarang cryptocurrency mungkin merupakan pilihan paling disarankan yang terbuka untuk India," paparnya.

    Sejatinya, perdagangan kripto sudah ada di bawah pengawasan regulator India sejak pertama kali memasuki pasar domestik, hampir satu dekade lalu. Namun, tingginya transaksi penipuan membuat bank sentral melarang perdagangan aset kripto pada 2018.

    Dua tahun kemudian, Mahkamah Agung India mencabut pelarangan tersebut dan pasar kripto pun melonjak sejak itu. Nilai perdagangannya tumbuh hampir 650% pada 2020 hingga Juni 2021 atau terbesar kedua di dunia setelah Vietnam, menurut penelitian Chainalysis.

    Sebelumnya memang sudah banyak negara yang melarang penggunaan mata uang kripto. Salah satunya adalah Rusia. Padahal, negara ini mencatatkan volume transaksi tahunan cryptocurrency sekitar USD 5 miliar

    Menurut Bank Sentral Rusia, aset kripto mengancam stabilitas keuangan, kesejahteraan warga dan kedaulatan kebijakan moneter. []

  • Bantu Industri Penyulingan, India Pangkas Pajak Impor CPO Jadi 5%

    peloporberita.com/ | India memotong pajak atas impor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dari 7,5% menjadi 5%.

    Melansir Reuters, pengurangan pajak impor atau Agriculture Infrastructure and Development Cess (AIDC) akan memperlebar kesenjangan antara harga CPO dan bea masuk minyak sawit olahan.

    Dengan begitu, industri penyulingan di India akan lebih murah untuk impor CPO. Seperti diketahui, India adalah importir minyak nabati terbesar di dunia.

    Berdasarkan laporan Reuters, India mengimpor lebih dari dua pertiga kebutuhan minyak nabatinya. Dalam beberapa bulan terakhir, impor minyak sawit olahan menyumbang hampir setengah dari total impor minyak sawit India.

    Selain membantu industri penyulingan, kebijakan ini juga dilakukan untuk mengendalikan harga komoditas lokal.

    Tak hanya itu, Pemerintah India juga akan memperpanjang pengurangan bea masuk dasar yang terpisah untuk minyak nabati hingga 30 September, dari yang jadwal semula berakhir pada 31 Maret 2022.

    India mengimpor minyak sawit terutama dari Indonesia dan Malaysia. Sedangkan minyak lainnya seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari diimpor dari Argentina, Brasil, Ukraina dan Rusia. []

  • Gautam Adani Geser Mukesh Ambani Sebagai Orang Terkaya di Asia

    peloporberita.com/ | Mukesh Ambani bukan lagi orang terkaya di Asia versi Forbes’ Real Time Billionaire. Posisinya kini digantikan oleh pengusaha asal India, Gautam Adani.

    Padahal selisih kekayaan mereka sangat tipis. Melansir Forbes, nilai kekayaan Adani tercatat mencapai USD 90,1 miliar atau sekitar Rp 1.293 triliun (kurs Rp 14.354/USD). Sedangkan kekayaan Ambani berkisar USD 90 miliar.

    Nilai harta Adani melonjak signifikan dibanding tahun lalu yang tercatat sebesar USD 50,5 miliar.

    Selain terkaya di Asia, Forbes juga menetapkan Gautam Adani sebagai orang terkaya ke-10 di dunia. Melalui Adani Group, ia menguasai sektor bisnis pembangkit listrik, transmisi, minyak nabati, real estat dan batu bara.

    Saat ini, Adani Group memiliki enam perusahaan terdaftar di India, dan yang paling berharga adalah Adani Green Energy Ltd. Saham perusahaan itu sempat melonjak 77% pada tahun lalu.

    Predikat orang terkaya di Asia bisa dikatakan sebagai capaian yang sangat luar biasa bagi Adani, mengingat latar belakangnya yang putus sekolah.

    Adani berasal dari negara bagian Gujarat, India barat. Dia keluar dari perguruan tinggi dan mendirikan Adani Enterprises sebagai eksportir komoditas pada tahun 1988. []