Tag: E-Commerce

  • Koalisi Buruh: Tekanan Pengiriman Amazon Merugikan Pekerja

    Jakarta | Koalisi buruh pada Selasa (24/05/2022) mengatakan bahwa pekerja pengiriman Amazon terluka akibat tekanan oleh raksasa e-commerce untuk segera mendistribusikan banyak paket kepada pelanggan.

    Analisis data Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Amerika Serikat (AS) atau US Occupational Safety and Health Administratio  tentang cedera pada personel pengiriman Amazon dan rekan kerja yang bekerja di kontraktor luar menunjukkan bahwa hampir satu dari lima dilaporkan terluka dalam pekerjaan pada 2021, menurut Pusat Pengorganisasian Strategis atau Strategic Organizing Center yang dibentuk empat serikat pekerja.

    “Tugas mengirimkan sejumlah besar paket per shift adalah sesuatu yang menurut banyak pengemudi tidak mungkin dicapai sama sekali, apalagi dengan aman,” kata organisasi itu dalam sebuah laporan yang dikutip dari AFP.

    Amazon telah membangun reputasi untuk mengirimkan pembelian dalam satu atau dua hari kepada pelanggan yang berlangganan layanan Prime dan telah banyak berinvestasi di pusat pemenuhan dan staf logistik.

    Koalisi serikat pekerja mengatakan, sekitar setengah dari pengiriman Amazon di AS ditangani oleh perusahaan luar yang dikontrak oleh pengecer, yang memberikan tekanan kinerja yang luar biasa.

    Menanggapi temuan itu, Amazon mengatakan bahwa laporan tersebut tidak akurat dan menyesatkan karena mengambil mengambil data tak sampai dari 10% mitra pengirimannya.

    “Keamanan adalah prioritas di seluruh jaringan kami,” kata juru bicara Kelly Nantel.

    Dia juga mengaskan bahwa Amazon telah berinvestasi dalam teknologi seperti sistem kamera untuk mengurangi kecelakaan selama pengiriman.

    Amazon mempekerjakan lebih dari 600.000 orang untuk menangani permintaan belanja online yang melonjak selama pandemi. Seperti rekan-rekannya di e-commerce, karyawan yang baru dilatih memang biasa mengalami peningkatan cedera untuk suatu periode.[]

  • MenKopUKM: Konglomerasi Usaha Besar Atas E-commerce di Indonesia Harus Dicegah

    Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, demi memberikan kesempatan pelaku UMKM tumbuh dalam bisnis berbasis digital, konglomerasi hingga penguasaan usaha besar atas e-commerce di Indonesia harus dicegah dan diminimalisasi.

    Menurutnya, penguasaan usaha besar di bisnis e-commerce masih berpeluang terjadi, bahkan sangat terbuka lebar. Sayangnya ketika penguasaan oleh usaha besar itu terjadi, UMKM yang ada dalam bisnis tersebut akan kalah bersaing. Sehingga, hal tersebut perlu dicegah dan bisnis digital perlu diproteksi dari praktik-praktik yang dapat merugikan UMKM.

    “Usaha besar cukup hanya menyediakan aplikasi kemudian menjual produknya sendiri. Akan terjadi konflik sosial apabila semua sektor ekonomi dikuasai pemodal besar,” tutur Teten Masduki di Jakarta, Jum’at (13/05/2022).

    Saat ini, UMKM onboarding ke dalam ekosistem digital telah mencapai 18,5 juta UMKM, atau tumbuh 131 persen semenjak sebelum pandemi. Angka itu ditargetkan bisa menembus hingga 30 juta UMKM onboarding digital pada 2024 mendatang.

    Kemenkop UKM
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto: Pelopor/Kemenkop UKM)

    Tingginya jumlahnya UMKM yang masuk dalam bisnis online, lanjut Teten Masduki, perlu dijaga agar terus survive. Sebab, pemerintah sedang memacu jumlah UMKM yang masuk bisnis online agar terus bertumbuh. Dengan harapan, UMKM jangan kalah tarung sebelum bertanding lantaran harus bersaing dengan pelaku usaha besar di pasar bebas.

    MenKopUKM menyebut, sejumlah negara juga sudah menerapkan proteksi bagi UMKM saat memasuki bisnis digital. Seperti India yang menurutnya bisa menjadi salah satu referensi dalam memproteksi bisnis digital khusus untuk UMKM sebagai upaya penumbuhan iklim usaha yang kondusif, fair, sekaligus bentuk keberpihakan pemerintah terhadap bisnis rakyatnya.

    “Kita bisa belajar salah satunya kepada India sebagai salah satu negara yang telah memproteksi bisnis digitalnya dari persaingan yang tidak seimbang antara usaha besar dengan UMKM,” tandanya. []

    [irp]

  • Thailand Targetkan Pendapatan e-Commerce Tembus 7 Triliun Baht pada 2027

    Jakarta | Thailand berkomitmen meningkatkan pendapatan e-commerce domestik menjadi lebih dari 7,1 triliun baht pada tahun 2027, dengan pertumbuhan rata-rata 10% per tahun.

    Data Electronic Transactions Development Agency menunjukkan, nilai e-commerce Thailand pada 2021 mencapai 4,01 triliun baht, naik 6,08% dari tahun sebelumnya.

    Menurut Wakil Menteri Perdagangan Thailand Sansern Samalapa, yang memimpin pertemuan Komite E-Commerce 2022 kemarin, kelompok itu menyetujui rancangan rencana aksi pengembangan e-commerce nasional fase II yang mencakup 2023-2027. Fase I mencakup 2021-2022.

    Mengutip Bangkok Post, Jumat (22/04/2022), pada fase pertama, pemerintah akan meningkatkan pendapatan e-commerce menjadi 5,35 triliun baht tahun ini, meningkatkan pendapatan e-commerce usaha kecil dan menengah (UKM) minimal 5% per tahun, serta menumbuhkan pendapatan e-commerce lintas batas keluar setidaknya 5% per tahun selama tahun 2021-2022.

    Rencana tersebut diharapkan dapat menghubungkan informasi e-commerce antara pemerintah dan sektor swasta, serta meningkatkan efisiensi analisis data besar negara.

    Sedangkan fase kedua, lanjut Sansern, akan bertujuan mengembangkan tenaga kerja, warga negara dan pengusaha digital, meningkatkan lingkungan dan faktor-faktor yang berkontribusi pada pengembangan e-commerce, meningkatkan kepercayaan dalam transaksi di industri, serta mengembangkan platform online dan mempromosikan perdagangan online baik di dalam negeri maupun lintas batas.[]

  • Jaga Ruang Digital Sehat, Kemkominfo dan Bappebti Tindak e-Commerce dan Fintech Ilegal

    Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) berkomitmen menjaga ruang digital bersih, sehat dan produktif. Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan, komitmen itu dilaksanakan dengan melakukan takedown terhadap platform e-commerce maupun financial technology (fintech) ilegal.

    [irp]

    “Pokoknya kita juga ruang digital bersih, yang tidak bersih kita pasti takedown,” tuturnya di Kantor Kemkominfo Jakarta Pusat, Jumat (08/04/2022).

    Menurut Menkominfo, pihaknya bekerja sama dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan mengambil tindakan tegas terhadap e-commerce ilegal. Selain itu ia berharap masyarakat ikut berpartisipasi dalam menjaga ruang digital agar tidak diisi konten atau platform yang ilegal.

    “Kerja sama antara Kominfo dan Bapperti itu dekat, sudah banyak sekali yang kita lakukan takedown. Saya tentu berharap ruang digital yang kita siapkan ini jangan diisi dengan e-commerce yang ilegal, fintech yang ilegal, jangan. Mari kita manfaatkan itu untuk e-commerce yang legal untuk membangun perekonomian kita dan membangun ekonomi digital kita,” ungkapnya.

    [irp]

    Setiap warga, lanjut Menteri Johnny bisa lebih selektif dengan memanfaatkan fintech legal yang diawasi lembaga negara. Hal tersebut dapat menumbuhkan digital banking dan mengembangkan platform e-commerce.

    “Mari kita manfaatkan itu untuk fintech yang legal dalam rangka digital banking, cashless banking yang benar-benar baik dan memberikan dukungan untuk ekonomi kita yang sehat dan financing atau sektor keuangan kita yang juga sehat,” tandasnya. []

  • Alibaba Group Kembali Menambah Anggaran Buyback Saham

    Jakarta | Perusahaan e-commerce milik Jack Ma, Alibaba Group Holding Ltd meningkatkan program pembelian kembali sahamnya atau buyback dari USD 15 miliar menjadi USD 25 miliar. Ini adalah yang kedua kalinya dalam setahun terakhir.

    “Pembelian kembali saham yang meningkat menggarisbawahi kepercayaan kami pada potensi pertumbuhan jangka panjang Alibaba yang berkelanjutan dan penciptaan nilai,” kata Deputy Chief Financial Officer Alibaba Group Toby Xu.

    Ia juga menegaskan bahwa harga saham Alibaba tidak mencerminkan nilai perusahaan. Menurutnya, kesehatan keuangan dan rencana ekspansi perusahaan masih kuat hingga saat ini.

    Sebelumnya, melansir Reuters, Alibaba telah membeli kembali sahamnya yang terdaftar di bursa Amerika Serikat (AS) senilai USD 9,2 miliar pada 18 Maret dalam program tersebut, yang semula dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun ini.

    Padahal Agustus lalu, Alibaba telah meningkatkan buyback menjadi USD 15 miliar. Dalam pernyataannya, mereka mengatakan bahwa program saat ini akan efektif untuk periode dua tahun hingga Maret 2024.

    Sebagai informasi, saham Alibaba menurun pada Desember 2020, setelah jumlah buyback senilai USD 10 miliar gagal meredakan kekhawatiran tentang tindakan keras peraturan Pemerintahan Xi Jinping terhadap perusahaan e-commerce ini.[]

  • Bikin Lemas, Valuasi Perusahaan Induk Shopee Anjlok US$ 150 Miliar

    peloporberita.com/ – Sea Group Singapura, Forrest Li mengumumkan, valuasi perusahaannya turun hingga 150 miliar dolar amerika sejak akhir tahun lalu. Meski demikian, menurut Li, ini hanya ‘rasa sakit’ jangka pendek.

    “Penurunan ini menyakitkan, dan Anda mungkin merasa frustrasi, berkecil hati, atau khawatir tentang masa depan Sea,” tulis Li lewat emaik untuk pegawainya seperti dilaporkan Bloomberg, Senin (14/03/2022).

    Tercatat, Sea Group sebagai induk usaha e-commerce Shopee dan developer e-sport Garena, telah tiga kali mengalami penurunan valuasi.

    Tercatat, sejak tahun 2017 hingga 2021 lalu, harga saham Sea Group dan valuasinya telah bergerak naik hingga ribuan persen.

    Kemudian, situasi berubah lantaran pada bulan November tahun lalu, terbit laporan keuangan yang di nilai mengecewakan pasar, sehingga memicu terjadinya aksi profit taking investor, sekaligus mendorong turunnya valuasi Sea Group.

    Aksi jual semakin bertambah ketika pemerintah India memblokir Free Fire. Sea Group pun dilaporkan kehilangan tiga perempat valuasinya dalam lima bulan.

    Padahal, investor global mengalami reli 2.300% sejak 2017 hingga 2021 dari berinvestasi di Sea Group. []

  • Shopee Thailand Luncurkan Kampanye Baru, 3.15 Consumer Day

    peloporberita.com/ | Platform e-commerce, Shopee optimistis pasar e-commerce Thailand akan semakin tumbuh, didukung perluasan basis pengguna serta pemasaran dan promosi yang intens untuk membantu meningkatkan daya beli di tengah ekonomi yang lesu.

    Berdasarkan laporan Digital 2022: Thailand oleh agensi kreatif We Are Social dan konsultan strategis Kepios, tahun lalu sekitar 36,6 juta orang di Thailand membeli barang konsumen melalui internet. Angka itu naik 8,7% secara year-on-year (yoy), dengan total pengeluaran USD 19 miliar.

    “E-commerce Thailand terus tumbuh pada tahun 2022, meskipun terjadi penurunan ekonomi karena perilaku online mengakar di antara pelanggan Thailand. Jumlah pembeli online meningkat pesat selama pandemi selama dua tahun terakhir,” kata Manajer Pemasaran Senior Shopee Thailand Suchaya Paleewong, seperti dikutip dari Bangkok Post.

    Paleewong mengatakan, produk kesehatan dan barang konsumen yang bergerak cepat adalah kategori teratas selama tahun pertama pandemi. Tahun kedua, produk peralatan rumah dan berkebun yang lebih populer, sebelum akhirnya beralih kembali ke beragam jenis produk pada tahun ini.

    Ke depannya, Shopee berencana mengintensifkan pemasaran dan promosi dengan memperkenalkan kampanye baru yaitu kampanye pertengahan bulan, yang disebut Hari Konsumen 3.15 atau 3.15 Consumer Day. Perusahaan tersebut memilih aktris Davika Hoorne sebagai duta merek lokal di Thailand.

    “Kami biasanya memperkenalkan brand ambassador hanya untuk mega kampanye akhir tahun. Kami mengubah strategi pada kuartal pertama tahun ini untuk mendorong pembelian yang lebih sering,” pungkasnya.[]

  • Bisnis Periklanan Amazon Tumbuh 32%

    peloporberita.com/ | Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Amazon.com Inc mencetak pendapatan dari bisnis iklannya sebesar USD 9,7 miliar pada kuartal keempat, tumbuh 32 persen secara year-on-year.

    Adapun total sepanjang tahun lalu, Amazon meraih USD 31 miliar dari bisnis iklan. Angka itu lebih besar dari pendapatan iklan YouTube yang senilai USD 28,8 miliar, seperti dikutip dari Reuters.

    Analis Benedict Evans menyebut, hal itu membuat pendapatan iklan Amazon serupa dengan ukuran seluruh industri surat kabar global

    Amazon menayangkan iklan di situs webnya dan layar pengaktifan sejumlah tabletnya, menggunakan kueri penelusuran oleh pelanggannya untuk membantu menargetkan iklan. Iklan tersebut sering dilakukan oleh perusahaan yang menjual di pasarnya.

    “Menjual ruang tambahan digital adalah penghasil uang tunai yang bagus untuk dimiliki di saat ketidakpastian,” kata Analis Ekuitas Hargreaves Lansdown Sophie Lund-Yates.

    Lund-Yates melihat bisnis iklan Amazon lebih sejalan dengan induk Google, Alphabet, yang juga memiliki data sendiri tentang pelanggan dari sistem pencariannya.

    Amazon.com adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia yang fokus dibidang perdagangan berbasis online.

    Awalnya, perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos ini hanya menjual buku, kemudian makin bervariasi hingga merambah yang lainnya seperti streaming video, software, video game, elektronik, kebutuhan sehari-hari, furnitur dan perhiasan. []

    Baca juga: Starbucks Hadirkan Kafe Tanpa Kasir Bersama Amazon Go

  • Una Brands Resmi Hadir di Indonesia Bawa Investasi Rp 500 Miliar

    peloporberita.com/ – Startup agregator e-commerce asia pasifik, Una Brands, resmi hadir di Indonesia dan berkomitmen mengalokasikan investasi senilai 35 juta dolar Amerika, atau sekitar 500 miliar rupiah.

    Investasi itu bertujuan mendukung merek lokal melalui program akuisisi, pemberian modal kerja, dukungan operasional, hingga ekspansi bisnis internasional.

    Selain melakukan akuisisi, Una Brands bakal mendukung operasional bisnis brand dengan memperluas rantai pasok portofolio Una Brands yang berada di luar sourcing hub Cina.

    Rantai pasok tersebut diperluas dengan  menjadikan Indonesia sebagai strategic sourcing hub.

    Sejak didirikan pada awal tahun 2021, Una Brands mengklaim telah mengakuisisi lebih dari 20 brand di kategori yang berbeda, mulai dari kebutuhan bayi, perlengkapan rumah, hingga kosmetik.

    Perusahaan mengklaim brand yang menjadi portofolio telah mengalami peningkatan penjualan dan keuntungan hingga lebih dari 50 persen.

    Sebelumnya, Una Brands telah mendapat total pendanaan senilai 55 juta dolar amerika dari beberapa investor, termasuk firma modal ventura Indonesia, Alpha JWC Ventures.

    Saat ini Una Brands siap memasuki pasar Indonesia dan bekerjasama dengan brand-brand lokal potensial.

    Dalam operasionalnya, Una Brands mengambil jalur akuisisi brand lokal yang selama ini telah eksis berjualan melalui jalur e-commerce seperti di Tokopedia, Lazada, hingga Shopee. []

  • J&T Cargo Buka Peluang Usaha Kemitraan Logistik

    peloporberita.com/ | Jakarta – Perusahaan jasa pengiriman J&T Cargo, berfokus pada pengiriman barang dengan ukuran dan volume  besar. Untuk mendukung fokus bisnis tersebut, J&T Cargo membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui kemitraan logistik.

    Kemitraan itu, berupa layanan dengan Service Level Agreement yang cepat dan efisien. Dalam kemitraan ini, J&T Cargo memberikan pengalaman bermitra dengan menggunakan sistem digitalisasi yang terstruktur, serta mendukung kemajuan UKM dengan modal yang terjangkau.

    J&T Cargo
    CEO J&T Cargo Jonathan (Foto:Pelopor.id/J&T Cargo)

    Jonathan sebagai CEO J&T Cargo menyatakan bahwa bisnisnya berkembang secara signifikan dengan adanya mitra.

    “Industri logistik di Indonesia sangat cepat bertumbuh, tercatat saat ini J&T Cargo sudah mempunyai total 1600 outlet dan 90% nya berasal dari mitra, mengembangkan segmentasi market B2B, B2C, serta retail guna memperluas cakupan serta meningkatkan nilai bisnis agar terus tumbuh, ” tuturnya dalam Press Conference di Jakarta, Kamis, 16 Desember 2021.

    “Kedepannya kami berencana akan bekerja sama dengan platform e-commerce dan produsen pabrik sehingga kami dapat mendukung bisnis online dan offline secara bersamaan,” sambungnya.

    Sampai akhir tahun Ini, J&T Cargo pengirimannya terus meningkat dan kini sudah memiliki 38 Gateway yang memiliki kapasitas lebih dari 2000 ton setiap hari dan jumlah armada lebih dari 500 unit.

    J&T Cargo
    Tarwan mitra J&T Cargo (Foto:Pelopor.id/J&T Cargo)

    Dalam kesempatan yang sama, salah seorang mitra J&T Cargo, Tarwan mengungkapkan, E-commerce di Indonesia terus berkembang, potensi ini akan berpengaruh kepada transaksi online yang semakin bertumbuh, dan jasa pengiriman pun hadir untuk mendukung pertumbuhan tersebut tentu akan naik.

    “Sehingga bisnis mitra logistik seperti J&T Cargo ada potensi terus bertumbuh kedepannya. Kita semua tau J&T sendiri sudah cukup besar dan menjadi salah satu jasa pengiriman yang terdepan di Indonesia untuk katagori express, saya optimis J&T Cargo mampu berkembang signifikan,” Tegasnya.

    Disinilah komitmen J&T Cargo membuka peluang kemitraan kepada masyarakat serta untuk membangun ekosistem yang harmonis dan berkelanjutan. Untuk kemudahan bergabung menjadi mitra, informasi dapat diakses melalui https://www.jtcargo.id/ atau hotline resmi di nomor 021-80661666.

    Penulis : M.Firman