Tag: Cryptocurrency

  • Hacker Korea Utara Disebut Curi Kripto Senilai USD 400 Juta

    peloporberita.com/ – Para Peretas atau Hacker Korea Utara (Korut) telah mencuri hampir USD 400 juta atau setara Rp5,7 triliun dalam mata uang kripto pada tahun lalu, khususnya ethereum. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 7 serangan hacker yang sukses.

    Hal tersebut dilaporkan Chainalysis, sebuah perusahaan analis Blockchain. Chainalysis seperti dilansir dari BBC Jumat (14/1/2022) menyebut, para hacker Korut memiliki target utama perusahaan investasi dan platform penukaran cryptocurrency tersentralisasi.

    Korea Utara telah lama mengandalkan pasukan peretasnya untuk membobol lembaga keuangan di seluruh dunia untuk mencuri uang. Dalam beberapa tahun terakhir, para peretas itu makin fokus pada perusahaan yang menangani dan memperdagangkan mata uang kripto.

    Utamanya, uang kripto yang disimpan dalam dompet digital dan dapat dengan mudah dikirim ke seluruh dunia jika seorang peretas memperoleh akses. Meski demikian, Korea Utara selalu membantah tundingan terlibat dalam serangan peretasan yang dikaitkan dengan mereka.

    Chainalysis juga mengungkapkan jumlah peretasan yang terkait dengan Korea Utara melonjak dari empat menjadi tujuh serangan dari 2020 hingga 2021. Nilai yang berhasil dicuri dari aksi ini tumbuh 40 persen.

    Teknik yang digunakan para hacker ini antara lain, umpan phising, eksploitasi kode, dan malware untuk menyedot dana dari dompet digital yang terkoneksi internet miliki sebuah organisasi dan kemudian memindahkannya ke address yang dikendalikan Korea Utara.

    Adapun dompet digital yang terhubung ke internet dan jaringan cryptocurrency rentan terhadap peretasan. Sehingga para ahli merekomendasi pemilik cryptocurrency untuk memindahkan sebagian besar cryptocurrency mereka yang tidak dibutuhkan ke dompet yang tak terhubung dengan internet.

    Menurut Chainalysis, kemungkinan serangan tahun lalu dilakukan oleh sebuah kelompok hacker bernama Lazarus Group, kelompok ini sudah dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat (AS). Kelompok ini juga diyakini dikendalikan oleh Reconnaissance General Bureau Korea Utara.

    Sebelumnya, Lazarus Group dituduh terlibat dalam serangan ransomware “WannaCry”, peretasan bank internasional dan rekening nasabah, serta serangan siber terhadap Sony Pictures pada 2014.

    Dalam laporan itu juga tertulis, begitu Korea Utara menguasai dana tersebut, mereka memulai proses pencucian uang untuk menutupi aksi para hacker dan mencairkannya jadi uang tunai. []

  • Pergerakan Bitcoin dan Ethereum Terpengaruh Ketidakpastian Akibat Omicron

    peloporberita.com/ | Pergerakan Bitcoin, Ethereum dan sejumlah mata uang kripto lainnya terbilang bervariasi pada perdagangan hari ini, Selasa (28/12/2021). Salah satunya dipicu oleh ketidakpastian akibat kasus COVID-19 varian Omicron.

    Pada dini hari tadi waktu Indonesia, harga Bitcoin sempat melesat ke kisaran level USD 52.000. Namun dipagi harinya, Bitcoin kembali berada di kisaran level USD 48.000.

    Aktivitas perdagangan kripto masih cenderung sepi, terlihat dari volume perdagangan Bitcoin yang hanya USD 25 miliar, lebih tinggi sedikit dari Minggu lalu.

    Selain itu, investor cenderung memburu aset berisiko konvensional seperti saham, dalam beberapa hari terakhir. Hal ini membuat pasar saham Amerika Serikat (AS) masih cenderung bergairah, akibat adanya potensi Santa Rally.

    “Kripto berada dalam tren terkoreksi, namun tetap mendekati level tertinggi pada kisaran perdagangan baru-baru ini, bahkan ketika Federal Reserve AS  yang mengisyaratkan langkah pengetatan yang lebih cepat pada pertemuan kebijakan mereka bulan ini,” kata Chief Strategy Officer Litedex Protocol Harris Sutresna dalam keterangan tertulis, Selasa (28/12/2021).

    Selain itu, menurut Sutresna, pasar secara global optimis bahwa Omicron tidak akan menggagalkan pemulihan ekonomi dan mengurangi permintaan untuk mata uang surga, terutama kripto.

    Melansir data dari CoinMarketCap per pukul 09:30 WIB, Bitcoin, Ethereum, Solana, XRP, Terra dan Polkadot terpantau terkoreksi, sedangkan sisanya yang termasuk kripto stablecoin, terpantau menguat.

    Bitcoin terkoreksi 1,87% ke level harga USD 49.811,81/koin atau setara dengan Rp 708.822.056/koin (asumsi kurs Rp 14.230), sementara Ethereum merosot 2,11% ke level USD 3.985,01/koin atau Rp 56.706.692/koin.

    Selanjutnya Solana anjlok 3,47% ke USD 191,35/koin (Rp 2.722.911/koin), XRP melemah 1,69% ke USD 0,9041/koin (Rp 12.865/koin), Terra menurun 10,10% ke USD 92,27/koin (Rp 1.313.002/koin), dan Polkadot jatuh 5,28% ke USD 30,01/koin (Rp 427.042/koin).

    Untuk perdagangan Rabu besok, Ethereum di platform Litedex Protocol kemungkinan dibuka fluktuatif, namun ditutup menguat tipis dikisaran USD 3.850.30 – USD 4.170.50. []

    Baca juga: Bitcoin dan Etherium Menguat, Investor Fokuskan Perhatian ke China

  • Bisnis NFT Naik Daun, Line Terjun ke Blockchain dan Kripto

    peloporberita.com/ | Line Corporation resmi mendirikan Line Next Corporation untuk mengembangkan dan memperluas bisnis kripto non fungible token (NFT) yang semakin naik daun.

    NFT sendiri adalah sejenis infrastruktur teknologi yang akan mengubah ruang digital dan berinovasi dalam pengalaman pengguna di semua bidang, seperti konten, game, sosial dan perdagangan.

    Line Next terdiri dari dua perusahaan, yaitu Line Next Corporation berbasis di Korea yang fokus pada strategi dan perencanaan platform NFT global, serta Line Next Inc yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dan berencana memperkenalkan platform NFT global baru.

    Nantinya, platform baru akan mendukung perusahaan dan kreator di seluruh dunia ketika mereka membangun pasar dan menciptakan komunitas dan ekosistem bagi pengguna umum untuk memperdagangkan NFT.

    “Sekarang kami bertujuan melakukan hal yang sama untuk bidang baru NFT bersama dengan mitra global kami. Kantor Korea yang berfokus pada strategi platform NFT global dan kantor kami d Amerika Serikat berfokus pada bisnis NFT,” ujar CEO Line Next Youngsu Ko dalam keterangannya yang dikutip Jumat (24/12/2021).

    Sejak mendirikan Line Blockchain Lab, Line telah menerbitkan link aset kripto dan mengoperasikan pertukaran aset kripto Line Bitmax di Jepang dan Bitfront secara global. Selain itu, perusahaan tersebut juga mengoperasikan platform pengembangan layanan blockchain, Line Blockchain Developers Platform, dan NFT versi beta di Line Bitmax Wallet di Jepang.

    Diketahui, sudah ada lebih dari 1,3 juta NFT berdasarkan Line Blockchain yang terbit melalui berbagai mitra blockchain di berbagai bidang, seperti IP, konten dan game. []

    Baca juga: Menang Lelang, Taipan Kripto Justin Sun Akan Plesiran ke Luar Angkasa

  • Menang Lelang, Taipan Kripto Justin Sun Akan Plesiran ke Luar Angkasa

    peloporberita.com/ | Pendiri platform blockchain TRON, Justin Sun, akan plesiran ke luar angkasa pada tahun depan, menggunakan penerbangan Blue Origin milik miliarder Jeff Bezos. Dengan demikian, Sun akan bergabung dengan sejumlah taipan yang terlibat dalam perjalanan ruang angkasa.

    Baru-baru ini, miliarder asal Jepang Yusaku Maezawa kembali ke Bumi, setelah melakukan perjalanan ke luar angkasa selama 12 hari. Pengalaman ini sekaligus menjadikannya sebagai konglomerat terbaru yang bepergian ke luar angkasa.

    Sun yang merupakan jutawan cryptocurrency, juga mengungkapkan dirinya sebagai penawar anonim yang membayar USD 28 juta dalam lelang untuk bergabung dengan Bezos dalam misi kru pertama Blue Origin.

    “Saya memenangkan pelelangan enam bulan lalu, tetapi melewatkan peluncurannya. Namun, ini tidak menghentikan kecintaan saya pada ruang angkasa,” cuit Sun dalam jejaring sosial Twitter, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (23/12/2021).

    Sebelumnya, Sun mengatakan, ia ditunjuk sebagai perwakilan Grenada untuk Organisasi Perdagangan Dunia di Jenewa, Swiss. Rencananya, ia akan membawa bendera negara Karibia bersamanya dalam perjalanan luar angkasa.

    Sun dikenal publik setelah mengemukakan pandangannya tentang cryptocurrency dan ketika ia memenangkan lelang untuk makan siang dengan Warren Buffett, dengan harga sekitar USD 4,6 juta pada tahun 2019. []

    Baca juga: Jeff Bezos Sumbang Ratusan Juta Dolar Untuk Atasi Perubahan Iklim

  • Solana Ventures Investasi USD 150 Juta Untuk Game Blockchain

    peloporberita.com/ | Solana Ventures, unit perusahaan teknologi Solana Labs, menganggarkan investasi senilai USD 150 juta untuk game blockchain. Dalam hal ini, Solana menggandeng Forte dan Griffin Gaming Partners, yang merupakan dua pemain utama di sektor tersebut.

    Melansir Reuters, Forte membangun teknologi untuk aplikasi game berbasis blockchain, sedangkan Griffin adalah perusahaan modal ventura yang berinvestasi di pasar game global.

    “Pengembang game harus terus membuat konten baru untuk dikonsumsi pemain sebagai pembelian satu kali,” kata salah satu pendiri sekaligus CEO Forte Josh Williams.

    Dalam permainan yang mendukung blockchain, pemain di seluruh dunia dapat memiliki barang serta bebas memperdagangkan barang dan jasa satu sama lain. Selain itu, para pemain juga dapat berpartisipasi dalam ekonomi komunitas. Bahkan, beberapa game blockchain memungkinkan pemain mendapatkan hadiah berupa mata uang kripto.

    Laporan ResearchAndMarkets.com menyebutkan, pada tahun 2020, nilai pasar game global mencapai USD 173,7 miliar.

    Angka itu pun diprediksi naik menjadi USD 314,40 miliar pada tahun 2026, yang salah satunya didorong oleh lockdown selama pandemi membuat pengguna internet menghabiskan waktu ke platform game. []

  • Kripto Diharamkan MUI, Begini Tanggapan Bos Indodax

    peloporberita.com/ – Chief Executive Officer (CEO) Indodax Oscar Darmawan mengatakan di Indonesia aset kripto memang bukan dijadikan sebagai mata uang, sebagaimana yang diharamkan oleh MUI, melainkan sebagai komoditi.

    “Di Indonesia, aset kripto memang bukan untuk mata uang sebagaimana peraturan Bank Indonesia ini juga sama seperti hasil musyawarah MUI yang mengharamkan kripto sebagai mata uang karena di Indonesia hanya rupiah mata uang yang diakui. Di Indodax sendiri kita memperdagangkan banyak jenis aset kripto , bahkan volume perdagangan terbesar di Indodax datang dari aset kripto yang punya underlying aset fisik,” tutur Oscar Jumat, (12/11/2021).

    “Sebenarnya semua aset kripto punya underlying. Cuma ada yang underlying-nya mudah dipahami dalam aset fisik seperti USDT, LGold, LSILVER, XSGD tapi ada juga yang underlying-nya berupa biaya penerbitannya seperti bitcoin.”

    Soal underlying aset dari aset kripto itu sendiri, Oscar menjelaskan bahwa sebenarnya hampir semua aset kripto memiliki underlying aset-nya tersendiri yang mungkin belum pernah dijelaskan sebelumnya.

    “Sebenarnya semua aset kripto punya underlying. Cuma ada yang underlying-nya mudah dipahami dalam aset fisik seperti USDT, LGold, LSILVER, XSGD tapi ada juga yang underlying-nya berupa biaya penerbitannya seperti bitcoin,” ungkap Oscar.

    “Bitcoin memiliki underlying berupa biaya penambangan bitcoin untuk proses verifikasi dan penerbitan bitcoin yang membutuhkan biaya listrik sebesar 150 TeraWatt per jam, cuma memang bentuknya murni digital ya namanya ini inovasi teknologi sekarang uang aja sudah tidak ada bentuk fisiknya cuma digital seperti e-money,” sambungnya.

    Baca juga :

    Oscar menjelaskan, Bitcoin memiliki biaya produksi sendiri, bitcoin juga tidak muncul begitu saja, sehingga jangan heran kalau bitcoin harganya naik terus.

    Sebelumnya, Dalam Ijtima Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum lama ini, dihasilkan sejumlah kesepakatan yang salah satunya berisi haramnya penggunaan kripto sebagai mata uang. Penggunaan kripto sebagai mata uang haram lantaran kripto tidak memenuhi sil’ah secara syar’i.

    Secara ekonomi, Sil’ah  merupakan sesuatu yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memiliki beragam manfaat didalamnya. Sil’ah adalah wujud materiil (goods/barang) dengan ciri-ciri sesuatu tersebut bersifat fisika. Syarat sesuatu dianggap sebagai sil’ah adalah bisa rusak, baik hakiki maupun ma’nawi. []

  • MUI Sebut Kripto Haram Sebab Tidak Memenuhi Sil’ah, Begini Penjelasannya

    Pelopor. id – Dalam Ijtima Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum lama ini, dihasilkan sejumlah kesepakatan, salah satunya penggunaan kripto sebagai mata uang haram hukumnya.

    Hasil kesepakatan yang dibacakan Ketua Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam itu berisi, para ulama menyetujui bahwa penggunaan kripto sebagai mata uang adalah haram lantaran kripto tidak memenuhi sil’ah secara syar’i.

    “Cryptocurrency sebagai komoditas atau aset digital tidak sah diperjualbelikan karena mengandung gharar, dharar, qimar, dan tidak memenuhi syarat sil’ah secara syar’i.”

    Kripto itu haram dengan alasan, mata uang digital itu mengandung gharar, dharar, juga bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 Tahun 2015.

    “Cryptocurrency sebagai komoditas atau aset digital tidak sah diperjualbelikan karena mengandung gharar, dharar, qimar, dan tidak memenuhi syarat sil’ah secara syar’i,” tegas Asrorun Niam, Kamis (11/11/2021)

    Sil’ah sendiri, secara ekonomi merupakan sesuatu yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memiliki beragam manfaat didalamnya. Sil’ah adalah wujud materiil (goods/barang) dengan ciri-ciri sesuatu tersebut bersifat fisika. Syarat sesuatu dianggap sebagai sil’ah adalah bisa rusak, baik hakiki maupun ma’nawi.

    Baca juga :

    Lalu apa itu Rusak Hakiki?, Yakni barangnya bisa hilang, lenyap, sehingga tidak bisa dijual, dibeli, atau disimpan. Sedangkan Rusak Ma’nawi bila barang dibeli orang, dicuri, ditemukan orang lain sehingga barang tersebut sebenarnya masih ada namun terjadi perpindahan kepemilikan.

    Sementara gharar  adalah ketidakjelasan pada akad jual beli, sedangkan qimar adalah ketidakjelasan pada akad taruhan permainan atau perlombaan sehingga keduanya hukumnya haram.

    Adapun dharar, artinya transaksi yang dapat menimbulkan kerusakan, kerugian, ataupun ada unsur penganiayaan, sehingga bisa mengakibatkan terjadinya pemindahan hak kepemilikan secara batil. Hal ini, sangat dilarang atau haram dalam syariat Islam. []

  • Matt Damon Jadi Bintang Iklan Crypto.com

    peloporberita.com/ – Aktor kawakan Matt Damon menjadi pendukung cryptocurrency dengan menjadi bintang iklan platform mata uang kripto, Crypto.com. Aktor asal Amerika ini resmi menjadi bintang iklan sekaligus video kampanye berjudul “Fortune Favours The Brave” di semua media sosial Crypto.com. Dalam Video tersebut, aktor tampan berusia 51 tahun itu mengambil penelusuran sejarah tentang orang-orang inspiratif yang telah membuat perbedaan bagi dunia.

    “Crypto.com adalah platform cryptocurrency yang berbagi komitmen saya untuk memberdayakan orang-orang di seluruh dunia dengan alat yang diperlukan untuk mengendalikan masa depan mereka.”

    Video kampanye berdurasi satu menit ini diperkirakan menghabiskan US$100 juta lantaran disutradarai oleh pemenang Oscar, Wally Pfister. Tak hanya Matt Damon, Crypto.com juga menghadirkan seniman bela diri campuran Ronda Rousey, bintang bola basket Carmelo Anthony, pemain snowboard Lindsey Jacobellis, rapper CL dan astronot Scott Kelly.

    Berdiri sejak 2016, Crypto.com memiliki lebih dari 10 juta pelanggan. Dukungan dari Damon juga diwujudkan melalui sumbangan dari crypto.com ke organisasi nirlaba Water.org, proyek global untuk menyediakan air bersih dan sanitasi di area yang membutuhkan. Untuk tujuan tersebut, Crypto.com memberikan sumbangan sebesar 1 juta dolar AS.

    Baca juga :

    Kampanye ini akan tayang di Fox Sports sebelum diluncurkan di lebih dari 20 negara selama akhir pekan. Dikutip dari City AM Senin, 1 November 2021, bergabungnya Matt Damon, menandakan pergeseran yang serius dalam periklanan untuk cryptocurrency. Selebriti lain seperti Stephen Curry, Kim Kardashian dan Tom Brady telah lebih dulu mendukung cryptocurrency.

    “Sama seperti apa yang kami lakukan dengan Water.org, Crypto.com adalah platform cryptocurrency yang berbagi komitmen saya untuk memberdayakan orang-orang di seluruh dunia dengan alat yang diperlukan untuk mengendalikan masa depan mereka,” kata Matt Damon soal kampanye iklan ini. []