Tag: Bali

  • Teten Masduki: Banjar Creative Space Jadi Tempat Aktivitas Produktif Ekonomi Masyarakat

    peloporberita.com/ | Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyambut penggunaan balai banjar di Kabupaten Badung, Bali, sebagai aktivitas produktif ekonomi masyarakat. Hal itu diwujudkan dengan pendirian Banjar Creative Space (BCS) sebagai pusat kreatif yang akan membangkitkan ekonomi masyarakat Kabupaten Badung.

    “Balai banjar yang biasa digunakan sebagai sentra giat adat-budaya, sosial dan keagamaan adalah pusat aktivitas masyarakat, sehingga sangat tepat juga dimanfaatkan pula untuk aktivitas produktif ekonomi warga,” ungkapnya dalam acara Pengukuhan Pengurus Komunitas Kreatif Banjar Samuan sekaligus Penandatanganan MoU dengan Ekosistem Pendukung BCS di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (30/10/2021).

    Teten mengatakan, sebanyak 4.600 balai banjar yang terdata di seluruh Provinsi Bali merupakan potensi jejaring infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan adanya BCS, anak-anak muda kreatif dapat memaksimalkam potensi mereka untuk belajar, berlatih, berkreasi, berkolaborasi dan membangun bisnisnya.

    Baca juga: Teten Masduki Minta UMKM Masuk Dalam Produk Berbasis Inovasi dan Kreativitas

    “Keberadaan Banjar Creative Space ini sangat penting untuk membangkitkan industri kreatif, mengingat saat ini di Bali industri pariwisata sedang mengalami tantangan besar. Dari banjar juga harapannya akan muncul produk-produk unggul yang bisa di-scale up untuk didorong masuk ke pasar nasional dan internasional,” kata Teten.

    Adanya BCS ini diharapkan dapat menjadi motor yang mengakselerasi transformasi digital UMKM Badung. Pasalnya, di tengah pandemi dan era disrupsi digital, kemampuan digital UMKM menjadi sangat krusial untuk dikembangkan.

    Teten menilai, perlu ada pendekatan ekosistem dari hulu ke hilir untuk transformasi digital, yaitu mulai dari pelatihan, pendampingan, factory sharing, pembiayaan dan akses pasar. “Saya meyakini ini akan menjadi role model. Ini juga bisa menjadi inspirasi pemanfaatan banjar, pusat aktivitas warga untuk menghadirkan dampak bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

    Selain itu, Teten juga mengundang anak-anak muda kreatif di BCS untuk terus mengembangkan produk UMKM lokal dan nantinya dapat kolaborasikan dengan Smesco Hub Timur. “Smesco Hub Timur di ITDC Nusa Dua ini menjadi ikhtiar untuk membantu produk-produk unggul Bali dan Indonesia timur masuk pasar ekspor. Produk berbasis agro, produk khas kesukuan, produk spa dan herbal akan menjadi produk prioritas yang difasilitasi oleh Smesco Hub Timur,” ujarnya.

    Baca juga: Teten Masduki: Koperasi Harus Jadi Konsolidator dan Agregator Bagi Usaha Kecil

    Penggagas BCS sekaligus Ketua Badung Economic Art Creative Hub (BEACH) Inda Trimafo Yudha menyatakan, BCS sebagai bukti bahwa pihaknya bekerja keras untuk membangun ekosistem kreatif di Bali.

    “Balai banjar akan dilengkapi dengan jaringan internet fiber optic yang tercover ke seluruh wilayah Badung. Ini potensi yang harus dimaksimalkan karena balai sejauh ini hanya dipakai untuk kegiatan keagamaan. Tidak setiap hari dipakai. Oleh karena itu, kami bicara dengan para pengurus banjar untuk membangun creative space,” tutur Inda.

    Menurutnya, ada tiga hal yang akan dilakukan di BCS. Pertama, memunculkan UMKM yang kreatif, salah satunya melalui Smesco Hub Timur yang menjadi jendela untuk ekspor ke pasar nasional dan global. Kedua, mencetak talenta kreatif, dan ketiga, menjadi tempat bagi anak-anak SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi untuk belajar daring dengan fasilitas yang ada. []

  • Kekuatan Wayan Koster Sebagai Pemimpin, Diuji dalam Pemulihan Pariwisata Bali

    peloporberita.com/ – Pengamat Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi berpendapat bahwa pemulihan sektor pariwisata Bali yang porak poranda akibat pandemi Covid-19 tergantung kekuatan pemimpinnya, dalam hal ini Gubernur Bali, I Wayan Koster.

    “Kepemimpinan Bapak Wayan Koster diuji disini, bagaimana bisa memastikan sinergisitas semua stakeholder pariwisata sama persepsinya, perjuangan agar tidak terkotak-kotak,” tutur Taufan dalam seminar “Tiga (3) Tahun Koster-ACE yang diselenggarakan secara virtual, Selasa, 19 Oktober 2021.

    “Thailand, November Tanggal 1 nanti tidak ada karantina, Maldives sudah mendahului tidak ada karantina.”

    Menurutnya, dalam hal ini masterplan pariwisata Bali harus bisa dicanangkan dimana salah satu elemen yang paling penting adalah berbicara tentang bagaimana mengatasi Bali di tengah pandemi ini.

    “Kita sama-sama tau kalau pemimpin tidak kuat ini akan berdampak pada kebijakan-kebijakan yang lain,” sebut Taufan.

    Penulis buku Protokol Destinasi ini menegaskan, bahwa pemimpin daerah adalah pihak yang paling mengetahui tentang kondisi sektor pariwisata di wilayahnya. Selain itu, pelaku industri di daerah juga tahu bagaimana cara paling cepat untuk bisa memulihkan Bali sehingga apa yang telah dilakukan Pemprov Bali patut diapresiasi.

    Bali
    Keindahan Pariwisata Bali. (Foto:Pelopor.id/Istimewa)

    “Pak Gubernur Bali sempat mengatakan bahwa pariwisata di Bali itu hanya dinikmati oleh para investor saja. Saya pikir ini sesuatu yang harus diklarifikasi dalam artian pariwisata di Bali pastilah berdampak juga kepada masyarakat Bali, pasti itu,” tegas TR panggilan akrabnya.

    Sementara soal ada atau tidaknya kehadiran investor adalah bagian dari impact pariwisata.

    “Jadi kalau bicara “tourism investment will follow” itu penting, pasti berdampak multiple effect pada masyarakat lokal disana,” ucap TR.

    Sedangkan yang perlu dibenahi di Bali menurut ahli strategi Pariwisata nasional ini adalah fokus pada kebijakan-kebijakan yang ada.

    Taufan Rahmadi, pengamat sekaligus ahli strategi Pariwisata Nasional. (Foto: peloporberita.com/)

    “Sekarang bagaimana kita sama-sama memperjuangkan, agar karantina yang 5 hari bisa tidak perlu ada karantina. Mari kita suarakan sama-sama artinya apa bahwa sekarang sudah waktunya kita hidup berdampingan dengan covid-19,” kata Taufan.

    Selain itu lanjut Taufan, hidup berdampingan dengan covid-19 merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo dan rekomendasi dari WHO.

    “Ingat, berbicara tentang kebijakan pariwisata benchmarknya harus jelas yakni WHO, UNWTO,” tandasnya.

    Terkait hal ini, menurutnya Taufan, Gubernur Bali harus berani meyakinkan masyarakat Bali dan pelaku industri bahwa tidak perlu ada karantina lagi lantaran sudah ada vaksin, juga ada tes PCR.

    “Jadi proses wisatawan datang ke Bali itu sudah capek dengan filterisasi, jangan dibikin susah lagi,” sebutnya.

    Taufan menerangkan, dengan hidup side by side dengan covid-19 ekonomi akan berjalan dan protokol kesehatan juga tetap dilaksanakan. Oleh sebab itu, ia berharap karantina untuk wisatawan asing bisa diturunkan dari 5 hari menjadi nol karantina. Pasalnya di negara-negara tetangga sudah menerapkan nol karantina.

    “Thailand, November Tanggal 1 nanti tidak ada karantina, Maldives sudah mendahului tidak ada karantina,” ungkapnya. []

  • Mensos Minta Pemda di Provinsi Bali Cepat Distribusikan Bansos

    peloporberita.com/ – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meminta pemerintah daerah di Provinsi Bali bergerak cepat mendistribusikan bantuan sosial (Bansos). Pasalnya, sekitar 75.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) belum menerima bansos tersebut.

    Hal ini, disampaikannya di hadapan kepala dinas sosial se-Provinsi Bali, perwakilan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) dan para pendamping sosial.

    “Saya minta Januari sampai Oktober harus clear . Kalau pake sembako sekian lama ini, pasti jadi busuk bahan makanannya. Jadi saya tidak mau dengan barang. Saya mau dengan uang cash.”

    Selain itu, Mensos juga menekankan agar sesegera mungkin untuk mencairkan bantuan. Sebab, dengan data ribuan yang belum cair, maka akan berpengaruh terhadap pemulihan perekonomian.

    “Kalau sampai ribuan belum menerima bantuan, ini akan sangat berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi. Kalau cair minimal bisa beli telur. Beli beras. Ada pergerakan ekonomi pak. Tapi kalau seperti ini, susah pak,” tutur Mensos dalam kegiatan evaluasi penyaluran bansos di Kuta berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Rabu, 19 Oktober 2021.

    Menurut Risma, perhitungan akumulasi anggaran yang belum cair dari Juli-September se-Provinsi Bali mencapai sekitar Rp450 miliar.

    “ini angka yang luar biasa. Kalau ini bisa kita cairkan, akan sangat membantu pergerakan roda ekonomi,” sebut Mensos.

    Mensos
    Mensos Minta Pemda di Provinsi Bali Cepat Distribusikan Bansos. (Foto:Pelopor.id/Kemensos_)

    Ia mengingatkan, saat ini kondisi perekonomian Bali masih belum sepenuhnya pulih. Oleh sebab itu, dalam kondisi lesu anggaran negara berupa bantuan sosial menjadi faktor penting yang mendorong geliat perekonomian.

    “Kalau masih ada ribuan KPM belum cair, maka ekonomi di level bawah tidak bergerak. Sementara ini sudah pertengahan Oktober pak. Kalau tidak segera dicairkan akan segera kena blokir,” tandas Mensos.

    Lebih lanjut, Mensos mengingatkan stakeholder dalam pengelolaan bansos untuk peka melihat perkembangan di tengah-tengah masyarakat. Mensos meminta hadirin yang berada dalam ruangan rapat untuk menyelami kondisi KPM yang merupakan kelompok masyarakat termiskin.

    “Jangan samakan dengan kita dan bapak/ibu yang masih bisa makan. Mereka termasuk yang tidak tahu apakah hari ini bisa makan,” ucapnya.

    Oleh sebab itu, Mensos meminta semua pihak untuk mempercepat pencarian bantuan. Terutama di beberapa daerah di Bali dimana data KPM yang belum transaksi masih cukup tinggi. Di Kabupaten Bangli, untuk Bantuan Pangan Non Tunai/Kartu Sembako terdapat 900-an KPM belum transaksi pada bulan Juli-September.

    Melihat kondisi tersebut, Mensos meminta agar bantuan bisa disalurkan dengan uang tunai dan dirapel. Untuk keperluan tersebut, Mensos meminta KPM bisa dikumpulkan dan segera dibayarkan hak-haknya.

    Mensos menelepon Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana dan Bupati Karangasem I Gede Dana, agar disiapkan tempat untuk bisa menjadi titik pembayaran KPM. Karena memang banyak KPM yang belum bertransaksi.

    Mensos juga menyoroti tantangan geografis di beberapa daerah di Bali seperti di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani yang memerlukan transportasi air melalui Danau Batur. Mensos minta pembayaran bansos yang belum cair, termasuk yang belum cair sejak Januari 2021, agar dibayarkan secara tunai.

    “Saya minta Januari sampai Oktober harus clear . Kalau pake sembako sekian lama ini, pasti jadi busuk bahan makanannya. Jadi saya tidak mau dengan barang. Saya mau dengan uang cash,” pungkasnya.

    Secara umum, permasalahan yang dihadapi dalam penyaluran bantuan sosial di Bali hampir sama dengan di beberapa daerah lain. Yakni berkisar pada Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang belum terdistribusi, kartu terblokir, KPM pindah alamat, dan KPM meninggal.[]

  • TNI Gerak Cepat Atasi Dampak Gempa Bumi di Bangli dan Karangasem Bali

    peloporberita.com/ | Kodam IX/Udayana selaku komando kewilayahan, bergerak cepat melakukan penanganan akibat bencana alam gempa bumi berkekuatan 4.8 SR yang terjadi pada Sabtu (16/10/2021) pukul 04.18 WITA, di wilayah Kabupaten Bangli dan Karangasem, Bali.

    Tim penanganan bencana Kodam IX/Udayana menerjunkan Kodim 1626/Bangli, Yonzipur 18/YKR sebanyak 2 SST dikerahkan untuk menanggulangi Bencana Alam di Karangasem dan Bangli dan menyiagakan 1 SSK dari Yonif 900 Raider/SBW sebagai satuan cadangan penanggulangan bencana.

    Dari 2 Satuan Setingkat Pleton (SST) Yonzipur 18/YKR terbagi menjadi 1 SST yang berkekuatan 30 orang, melakukan penanganan bencana di wilayah Kabupaten Bangli (tepatnya di Desa Trunyan) yang dipimpin Letda Czi Edi Widodo. Dalam aksi itu, mereka mengerahkan material berupa 1 Unit Truck NPS dan 1 Unit Dump Truck.

    “Sedangkan 1 SST berkekuatan 30 orang lagi dipimpin Mayor Czi Marbun melakukan penanganan di wilayah Kabupaten Karangasem tepatnya di Desa Ban, Kecamatan Kubu,” jelas Kapendam IX/Udayana Letkol Kav Antonius Totok.

    Baca juga: TNI Ajak Ormas dan LSM Tingkatkan Jiwa Bela Negara

    Upaya maksimal terus dilakukan untuk mengatasi dampak bencana lebih luas, seperti membantu pembersihan jalan yang terkena longsor dan rencananya akan dilanjutkan dengan alat berat. Sementara itu, untuk kesiapan posko bencana dan bantuan logistik serta kesehatan, dikoordinir pemerintah daerah setempat.

    Letkol Kav Antonius Totok menjelaskan, bencana itu telah memicu tanah longsor di Bukit Abang yang mengakibatkan material longsoran menutupi akses jalan Desa Buahan menuju Desa Abang Batu Dinding dan Desa Terunyan. Bencana longsor juga menimpa tujuh rumah warga yang berada di Br. Cemara Landung, Desa Terunyan.

    Ada 7 korban, 2 orang di antaranya meninggal dunia yaitu Ni Kadek Wahyuni (25) dan Leonal Adi Putra (8), kemudian 2 korban kritis telah dirujuk ke RSUD Bangli, dan 3 orang mengalami luka ringan mendapatkan perawatan di Puskesmas Kintamani IV di Desa Kedisan.

    Selanjutnya, untuk bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Karangasem, dampaknya paling terasa di Kecamatan Kubu. Di wilayah ini juga terdapat satu korban jiwa bernama Ni Luh Meriani (3) dan dua korban mengalami patah tulang bagian kaki, yaitu Ni Nengah Mara (78) dan Ni Nengah Tila (48). []

  • Pariwisata Tidak Diunggulkan Lagi di Bali, Pengamat: Jangan Sampai Mencerminkan Keputusasaan Gubernur Bali Hadapi Pandemi

    peloporberita.com/ – Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi, mengatakan bahwa Pariwisata merupakan sektor unggulan utama di Bali dan negara-negara lain di seluruh dunia tetap mempertahankan sektor tersebut sebagai sumber penghasilan devisanya. Hal ini, diungkapkannya menanggapi pernyataan Gubernur Bali I Wayan Koster yang menaruh pariwisata sebagai kekuatan terakhir perekonomian Bali.

    “Kenapa kok Bali yang sudah kekuatannya ada di pariwisata malah merasa pariwisata itu bukan menjadi unggulannya. Ini jangan sampai mencerminkan keputusasaan dari seorang gubernur Bali menghadapi pandemi ini,”

    “Kita melihat bahwa negara-negara yang akarnya dari pariwisata, justru tetap mempertahankan pariwisata. Malah, sekarang ini trennya bukan lagi bicara oil and gas. United Arab Emirates dulu dia bergantung kepada oil and gas. Tetapi kemudian melakukan transformasi menjadi negara yang sektor unggulannya menjadi pariwisata. Menjadikan Dubai dan lain sebagainya,” tutur Taufan Rahmadi ketika diwawancarai peloporberita.com/, Sabtu, 16 Oktober 2021.

    Penulis buku Protokol Destinasi ini menjelaskan, bahwa Saudi Arabia dulunya juga menggantungkan pemasukan dari sektor oil and gas, namun sekarang transformasinya adalah pariwisata.

    “Nah, kenapa kok Bali yang sudah kekuatannya ada di pariwisata malah merasa pariwisata itu bukan menjadi unggulannya. Ini jangan sampai mencerminkan keputusasaan dari seorang gubernur Bali menghadapi pandemi ini,” tegas TR panggilan akrabnya.

    Taufan Rahmadi

    Taufan meyakini, saat ini Pemerintah pusat sedang berjuang bersama semua masyarakat, pelaku pariwisata dan stakeholder di Bali untuk memulihkan sektor Pariwisata di wilayah tersebut.

    “Jadi saya berharap apa yang disampaikan oleh Gubernur Bali ini mudah-mudahan bukan sesuatu yang dimaksudkan dalam tendensi negatif, mungkin tujuannya bisa memacu kita untuk tetap bersemangat,” tandasnya.

    Menurut Taufan, tidak ada salahnya bila Gubernur Bali mencari solusi dari sektor lain untuk menghidupkan masyarakat Bali saat ini, tetapi bukan berarti meninggalkan pariwisata sebagai pilar utama perekonomian Bali.

    Sebelumnya, belum lama ini kepada sejumlah Anggota Komisi II DPR RI yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Kantornya, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, bahwa selama ini pariwisata tidak banyak manfaatnya langsung kepada masyarakat Bali lantaran hanya dinikmati sedikit orang, terutama pemodal dari luar begitu juga, impactnya terhadap masyarakat di Bali tidak banyak.

    Koster juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 menyadarkannya bahwa pengelolaan ekonomi yang mengandalkan pada pariwisata adalah salah. Sehingga, ia ingin mengganti arah pengelolaan ekonomi Pulau Dewata.

    “Kami sedang menyusun konsep kalau istilah Bappenas, reformasi ekonomi kami di Bali membangun ekonomi dengan kekuatan era baru. Tidak menempatkan pariwisata sebagai satu-satunya kantong kekuatan ekonomi, kami mulai bergeser sesuai potensi dan warisan leluhur kami,” sebutnya. []

  • Turis Asing Boleh ke Bali Lagi, Ribuan Kamar Hotel Terpesan Untuk November

    peloporberita.com/ | Pintu pariwisata untuk turis mancanegara di Bali akhirnya dibuka kembali mulai hari ini (14/10/2021). Ada 19 negara yang diizinkan masuk ke Bali yaitu Arab Saudi, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria dan Norwegia.

    “Sudah ada yang pesan (kamar) hotel. Beberapa negara itu sampai 3.000 yang memesan, ada yang 2.000, ada yang 1.500. Kalau ditotal itu bulan November yang pesan 20 ribuan saya kira,” kata Gubernur Bali I Wayan Koster, saat konferensi pers di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Kamis (14/10/2021).

    Menurut Koster, dari 19 negara tersebut, wisatawan mancanegara (wisman) yang paling banyak memesan kamar hotel adalah yang berasal dari China, India, Jepang dan Korea Selatan.

    Baca juga: Bandara Ngurah Rai Bali Dibuka untuk Wisman 14 Oktober

    Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nomor 20 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-03.GR.01.05 Tahun 2021 dinilai dapat memberikan kepastian bagi turis asing berkunjung ke Bali.

    Dengan adanya aturan itu, Koster memprediksi pemesanan kamar hotel dari turis berbagai negara akan semakin meningkat, meski untuk bulan ini diperkirakan belum ada kedatangan wisman karena regulasinya baru keluar dan segalanya membutuhkan waktu.

    “Mudah-mudahan di akhir Oktober paling lambat sudah ada penerbangan ke Bali. Entah itu penerbangan carter atau apa gitu sebagai suatu tanda mulainya wisatawan mancanegara ke Bali,” ucap Koster. []

  • Bandara Ngurah Rai Bali Dibuka untuk Wisman 14 Oktober

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin, 4 Oktober 2021 menyampaikan bahwa Pemerintah kembali melanjutkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2-4 untuk menekan penyebaran virus corona.

    “Setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri,”

    Meski demikian, pemerintah akan memberikan sejumlah pelonggaran seiring situasi Pandemi Covid-19 yang terus menunjukkan perbaikan selama dua minggu belakangan ini. Adapun kasus konfirmasi nasional turun 98% dan kasus konfirmasi Jawa Bali juga menunjukan penurunan hingga 98,7% dari puncaknya pada 15 juli lalu.

    Sedangkan pelonggaran itu, salah satunya adalah Pemerintah akan membuka kembali Bali untuk para wisatawan mancanegara.

    “Bandara Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk internasional pada tanggal 14 Oktober 2021 selama memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, test, dan kesiapan satgas. Setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri,” kata Luhut melalui channel YouTube Sekretariat Presiden Senin, 4 Oktober 2021.

    Selain ini, pemerintah juga memperbolehkan tempat fitness untuk buka kembali pada sejumlah wilayah dengan pembatasan kapasitas dan Protokol Kesehatan (prokes) ketat.

    “Pembukaan pusat kebugaran/fitness centre dengan kapasitas maksimal 25% dengan pemberlakuan prokes ketat dan Screening Peduli Lindungi pada wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Solo Raya, Semarang Raya, Jogjakarta, dan Surabaya Raya,” sebut Menko Luhut.

    Pemerintah juga memberikan kelonggaran dengan memperbolehkan counter makanan dan minuman didalam bioskop untuk buka.  Namun kapasitas bioskop tetap dibatasi sebanyak 50% dan berlaku untuk kota-kota dengan PPKM level 3, 2 dan 1. []

  • Budaya Tanah Kelahiran Gusti Ngurah Rai Jadi Daya Tarik Desa Carangsari

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno optimistis budaya di Desa Wisata Carangsari Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, yang menjadi tanah kelahiran pahlawan nasional asal Bali I Gusti Ngurah Rai mampu menjadi ikon dan daya tarik baru pasca pandemi.

    “Tren pariwisata kini sudah terlihat lebih mengarah ke pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Sebagai salah satu kekuatan pariwisata yang mengedepankan pelestarian budaya dan lingkungan.”

    Sandi sapaan akrab Menparekraf saat melakukan visitasi 50 desa Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Desa Wisata Carangsari, Badung, Bali, Sabtu, 25 September 2021 menjelaskan, desa wisata memiliki daya tarik bagi wisatawan lantaran tren wisata kembali ke alam semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

    Wisatawan, juga bisa merasakan pengalaman berbeda dengan hangatnya kearifan lokal, adat istiadat di tiap desa serta kuliner yang khas dengan menginap di homestay kediaman warga setempat.

    “Tren pariwisata kini sudah terlihat lebih mengarah ke pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Sebagai salah satu kekuatan pariwisata yang mengedepankan pelestarian budaya dan lingkungan,” tutur Sandi.

    “Saya sudah dua kali ke desa ini, secara keseluruhan ditambah adanya RV University Triyana Carangsari menjadikan desa ini sebagai salah satu ikon untuk bangkit yang diharapkan bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” sambungnya.

    RV University sendiri adalah platform edukasi bagian dari RV Property Triyana Resort Bali di Desa Carangsari yang memfokuskan diri dalam pemberian edukasi dan pengembangan diri kepada generasi milenial yang telah menjadi member RV Properti untuk mencetak 10.000 pengusaha properti milenial.

    Selain itu, desa yang terletak 34 kilometer dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai itu memiliki 14 area daya tarik wisata yang siap didatangi wisatawan kaum milenial seperti Sungai Ayung dan Yeh Penet, kebun kopi, kakao, arung jeram, flying fox, cycling, glamping, dan lainnya.

    Untuk daya tarik seni dan budaya, di desa yang memiliki akulturasi budaya Bali dan Tionghoa itu mengedepankan pengembangan 3 generasi (x, y, z) juga memiliki seni tari topeng Tugek Carangsari yang diciptakan dan dipopulerkan oleh maestro I Gusti Ngurah Widya.

    Ngurah Widya saat ini sudah berusia 75 tahun dan sudah go internasional sebagai seniman sejak tahun 1970-an. Ada juga wayang kulit Paruwe, wayang Ramoyane, Barongsai, Tarian Hanoman, Barangket, gamelan khas Bali, dan Barong landung.

    Menparekraf Sandiaga Uno pun berkesempatan untuk belajar langsung Tari Topeng Tugek lengkap dengan kostum yang dikenakan langsung dari I Gusti Ngurah Widya. Setelah rangkaian acara visitasi ADWI berakhir, Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan dukungannya untuk membantu produk ekonomi kreatif masyarakat di sana.

    “Tadi saya melihat produk virgin coconut oil dan madu, saya minta ini dibantu melalui program bedah desain kemasan kuliner nusantara (BEDAKAN) dan langsung ditindaklanjuti karena butuh waktu sekitar 4 bulan supaya produk tersebut memiliki kemasan yang lebih baik dan berkualitas, karena akan kita jadikan juga sebagai suvenir saat tamu-tamu dari KTT G20 yang akan diundang ke sini,” sebutnya.

    Menparekraf Sandiaga Uno yang hadir bersama Istri, Nur Asia Uno juga memborong beberapa produk UMKM yang dijajakan masyarakat desa di sana. Salah satunya produk dari Ketut Tirtayasa sang pembuat kriya bokor unik dari kertas yang dibekukan dengan lem kayu sebagai produk unik yang ada satu-satunya di Desa Carangsari.

    Ketut mengaku terdampak pandemi karena tidak ada turis wisatawan yang datang untuk membeli produknya padahal sebelumnya dalam setahun ada 100 lebih pesanan.

    “Saya akan memberi kesibukan untuk Bli Ketut selama setahun sampai tahun depan, yaitu Bli Ketut harus membuatkan 100 bokor kotak yang saya order untuk bisa saya gunakan sebagai wadah sarung bingkisan untuk para santripreneur atau bisa juga untuk suvenir event G20 yang akan dilaksanakan di Indonesia pada Agustus 2022,” tadasnya. []

  • BKSDA Bali Restocking Karang Hias Pantai Serangan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama Asosiasi Koral Kerang dan Ikan Hias Indonesia (AKKI), dan Kelompok Pembudidaya Karang Hias Nasional (KPKHN), melakukan kegiatan pengembalian spesies ke habitat alam dari hasil penangkaran/transplantasi (restocking) jenis karang hias di Pantai Serangan, Kota Denpasar. Kegiatan ini juga merupakan hasil kerja sama dengan PT. Bali Turtle Island Development (BTID).

    “Semua jenis karang hias merupakan appendix II, yang artinya karang hias merupakan daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tetapi mungkin terancam punah bila perdagangan karang hias terus berlanjut tanpa.”

    Kepala BKSDA Bali, R. Agus Budi Santosa, menyampaikan bahwa kegiatan restocking karang hias bertujuan untuk meningkatkan populasi spesies tersebut di alam dan dalam rangka mendukung program pelestarian konservasi di alam (ex situ link to in situ).

    Kegiatan ini masih dalam rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang mengambil tema pelepasliaran yakni ”Living in Harmony with Nature: Melestarikan Satwa Liar”.

    Lebih lanjut, R. Agus Budi Santosa menjelaskan bahwa kegiatan restocking karang hias sebanyak 200 pcs ini merupakan hasil transplantasi dari PT. Aneka Tirta Surya, CV. Coral International, PT. Agung Aquatic Marine, CV. Bali Aquarium.

    Selanjutnya, PT. Tanjung Sari Aquarium, PT. Aneka Karang Sepajang dan PT. Bali Double C. Adapun jenisnya adalah Acropora spp, Montipora spp, Pocillopora spp, Hydnopora spp, Merulina spp, Caulastrea spp, Stylopora spp dan Turbinaria spp.

    BKSDA Bali Restocking Karang Hias Pantai Serangan
    BKSDA Bali Restocking Karang Hias Pantai Serangan. (Foto:Pelopor.id/KLHK)

    "Ketentuan dari Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES) menyebutkan bahwa semua jenis karang hias merupakan appendix II, yang artinya karang hias merupakan daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tetapi mungkin terancam punah bila perdagangan karang hias terus berlanjut tanpa adanya pengaturan," tutur R. Agus Budi Santosa berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Rabu, 1 September 2021.

    Kegiatan restocking karang hias ini dihadiri perwakilan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Prov. Bali, Lurah Serangan, serta PT. BTID dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. []

  • PPKM Jawa Bali Kembali Diperpanjang Sampai 16 Agustus

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, PPKM Level 4, 3 dan 2 di Pulau Jawa Bali diperpanjang sampai tanggal 16 Agustus 2021. Keputusan ini, akan dituangkan dalam Instruksi Mendagri secara lebih detail.

    Adapun penerapan Perpanjangan PPKM sebelumnya tanggal 2 – 9 Agustus 2021 menunjukkan hasil yang cukup baik. Menurut Luhut, hal ini dapat terlihat dari Tren Kasus dan dan Perawatan Rumah Sakit di Jawa Bali yang sudah menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan.

    “Kami ingin menekankan sekali lagi bahwa ada 3 pilar utama dalam hal penanganan pandemi Covid19 ini, Pertama adalah peningkatan coverage vaksinasi secara cepat, Kedua penerapan 3T yang tinggi, dan kepatuhan 3M terutama soal masker yang baik,”

    Data menunjukkan, penurunan hingga 59,6 % dari puncak kasus di tanggal 15 Juli 2021 lalu. Menurut Presiden, momentum yang sudah cukup baik ini, harus terus dijaga. Oleh sebab itu, pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang PPKM Level 4, 3 dan 2 di Pulau Jawa dan Bali selama sepekan kedapan.

    “Sesuai dengan keputusan dalam Rapat Kabinet yang dipimpin oleh Bapak Presiden, evaluasi untuk PPKM di Jawa Bali dilakukan setiap 1 minggu sekali, sementara untuk di luar Jawa Bali akan dilakukan setiap 1 kali dalam dua minggu,” tutur Menko Luhut melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden Senin, 9 Agustus 2021.

    Selanjutnya, Menko Luhut menjelaskan bahwa Penurunan kasus dan perawatan rumah sakit juga terjadi di sejumlah wilayah aglomerasi di Jawa Bali, kecuali Malang Raya dan Bali. Untuk itu Pemerintah akan segera melakukan intervensi di kedua wilayah ini untuk menurunkan laju penambahan kasus.

    Selain jumlah kasus, laju penambahan kematian di Jawa Bali semakin menurun, meskipun kondisinya bisa fluktuatif di masing-masing provinsi, lanjut Menko Luhut.

    Pemerintah juga mewaspadai kenaikan mobilitas yang tercermin dari kenaikan Indeks Komposit pasca 26 Juli terhadap kenaikan kasus konfirmasi ke depannya. Hal ini tentunya akan kami pantau sampai minggu depan mengingat adanya jeda 14 hingga 21 hari dari perubahan indeks komposit terhadap penambahan kasus.

    Dalam penerapan PPKM Level 4 dan 3 yang akan dilakukan pada 10 Agustus-16 Agustus 2021 nanti, terdapat 26 kota atau kabupaten yang turun dari level 4 ke level 3, hal ini menunjukkan perbaikan kondisi di lapangan yang cukup signifikan.

    “Evaluasi tersebut, kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian. Karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian,” ungkap Menko Luhut.

    Selanjutnya, Pemerintah akan membentuk tim khusus untuk menangani wilayah-wilayah yang memiliki lonjakan kasus kematian yang signifikan dalam beberapa minggu terakhir, seperti yang saat ini kami lakukan di DI Yogyakarta.

    “Selain perkembangan kasus Covid19, Saya juga akan sampaikan perkembangan yang terus membaik dari pelaksanaan 3M, Testing dan Tracing Serta Capaian Vaksinasi. Kepatuhan menggunakan masker telah mencapai 82 persen, meningkat 5 persen dibandingkan Februari/Maret,” paparnya.

    Sementara dalam hal peningkatan jumlah Testing dan Tracing, jumlah specimen dan orang yang ditest meningkat sangat signifikan hingga 3 kali lipat sejak bulan Mei 2021. Selain itu dari sisi tracing, keterlibatan dari TNI dan Polri, mampu meningkatkan jumlah kontak erat yang berhasil di tracing.

    Menurut Menko Luhut, saat ini memang masih ada pencatatan yang dilakukan secara manual untuk aktivitas tracing ini terutama lantaran keterbatasan akses internet untuk wilayah-wilayah pedesaan.

    Tetapi, hal ini akan terus diperbaiki dengan menambah jumlah digital tracer, tracer lapangan dan juga sistem Silacak yang lebih adaptif guna mengakomodasi tracing kontak erat yang akan semakin besar hari ke harinya.

    Lalu dalam hal kecepatan laju vaksinasi, sejumlah Provinsi dan wilayah Aglomerasi menunjukkan peningkatan laju vaksinasi harian yang cukup signifikan. Hal ini, tentu saja akan membantu dalam hal upaya pengendalian pandemi Covid19 akibat varian delta ini.

    Dalam opsi perpanjangan PPKM yang dilakukan mulai 10 Agustus ini, terdapat dua road map yang memiliki penyesuaian dan akan diuji cobakan yakni sektor perbelanjaan/mall dan Industri Esensial yang berbasis Ekspor atau penunjangnya.

    Lebih lanjut, Pemerintah akan melakukan uji coba pembukaan secara gradual untuk mall/pusat perbelanjaan di wilayah dengan level 4 dengan memperhatikan implementasi protokol Kesehatan.

    Uji coba pembukaan pusat perbelanjaan/mall akan dilakukan di kota Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang dengan kapasitas 25% selama seminggu kedepan, dengan protokol Kesehatan yang ketat.

    Hanya mereka yang sudah divaksinasi dapat masuk ke mall dan harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, anak umur 70 tahun akan dilarang untuk masuk ke dalam mall/pusat perbelanjaan.

    Selain itu, untuk industri esensial berbasis ekspor, minggu ini akan disusun SOP protokol kesehatan agar minggu depan, mulai 17 Agustus 2021, untuk beberapa kota di level 4 dapat menerapkan 100% staff yang dibagi minimal dalam 2 shift.

    Penyesuaian di level 4 dilakukan juga untuk tempat ibadah. Dalam perpanjangan mulai 10 Agustus, kabupaten kota di wilayah level 4 dapat melakukan ibadah dengan kapasitas maksimum 25% atau maksimal 20 orang.

    “Kami ingin menekankan sekali lagi bahwa ada 3 pilar utama dalam hal penanganan pandemi Covid19 ini, Pertama adalah peningkatan coverage vaksinasi secara cepat, Kedua penerapan 3T yang tinggi, dan kepatuhan 3M terutama soal masker yang baik,” tegas Menko Luhut.

    Adapun dalam menangani Pandemi ini, Pemerintah mengedepankan masalah kehatian-hatian dengan baik. Jangan sampai perbaikan yang sudah kita capai susah payah kemudian menjadi sia-sia.

    “Sekali lagi, tentunya Pemerintah tidak bisa bergerak sendirian tanpa keterlibatan peran serta dan juga kesadaran masyarakat. Masyarakat hari ini diharapkan memiliki kesadaran tinggi untuk berperan penuh dalam terus menjaga Protokol Kesehatan utamanya dalam melakukan penggunaan masker, agar kita semua dapat segera keluar dari badai pandemi ini,” ujar Menko Luhut.

    Sebelum mengakhiri keterangannya, tak lupa Menko Luhut mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1443 Hijriah.

    “Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, keberkahan serta kekuatan untuk terus berjuang keluar dari pandemi Covid-19 ini,” sebutnya.[]