Tag: Bali

  • Kemenparekraf Beberkan 4 Tahapan Penguatan Rantai Pasok Industri Parekraf

    Jakarta – Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf Anggara Hayun Anujuprana, menyampaikan ada tahapan yang harus dilakukan dalam penguatan rantai pasok Industri pariwisata dan ekonomi kreatif yakni:

    1. Tahap supply
    2. Tahap demand
    3. Tahap matchmaking
    4. Tahap sustainable supply chain.

    Hal ini, disampaikannya dalam acara Pra Temu Bisnis dengan tema “Sinergitas dan Kolaborasi Industri Pariwisata dan Ekonomi kreatif di Provinsi Bali” yang berlangsung di Aula Joop Ave Politeknik Pariwisata, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (20/05/2022).

    Menurut Hayun, meningkatkan demand akan meningkatkan omzet supply, perluasan tenaga kerja, penggunaan produk lokal, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Namun, agar supply dapat digunakan oleh demand, supply harus memenuhi persyaratan demand. Sehingga program kolaborasi Penguatan Rantai Pasok Industri Parekraf menjadi solusi agar supply dapat memenuhi persyaratan demand,” tuturnya.

    Acara Pra Temu Bisnis ini sendiri, mempertemukan pelaku industri pariwisata khususnya usaha hotel dan restoran dengan para pelaku UMKM bidang ekonomi kreatif agar terjalin kerja sama yang lebih baik.

    [irp]

    Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Henky Manurung menyampaikan, penguatan rantai pasok ini dilakukan sebagai upaya pengembangan UMKM sebagai penyokong perekonomian nasional.

    Pasalnya, UMKM mampu menyerap 97 persen lebih tenaga kerja di Indonesia dan mengintegrasikan investasi sebesar 60,4 persen.

    “Penguatan rantai pasok ini juga harus dengan melibatkan pihak-pihak mulai dari hulu ke hilir, yang mana diperlukan kolaborasi yang kuat,” tandas Henky. []

    [irp]

  • Desa dan Sawah yang Kental Budaya Bali

    Jakarta | Hamparan sawah luas Jatiluwih di Bali sudah dinyatakan sebagai salah satu World Heritage oleh UNESCO, sebagai kekayaan alam khususnya di bidang pengaturan dan perawatan sistem pengairan tradisional yang disebut subak.

    Area yang diakui sebagai World Heritage ini meliputi 14 subak yang menaungi 11 desa, luas hamparan sawah (padi fields) 2.372 ha, taman seluas 3.545 ha, hutan seluas 9.316 ha, rumah sebanyak 317 unit, dan semak-semak liar seluas 475 ha. Jadi perlu berapa hari untuk kita wisata keseluruhan sawah dan desa di sini?

    Ubud! Sudah pasti terkenal dengan terasering sawah hijau memukaunya. Pasti sudah pernah dong! Jalani setapak demi setapak tepian sawah dengan tanjakan maupun turunannya, jangan takut lelah karena pasti terbayarkan dengan pengalaman seru dan memuaskan.

    Nikmati kudapan, kopi maupun makan utama di sekitar sawah-sawah ini sambil menatap ulang panorama perjalanan dengan ditemani alunan musik tradisional Bali. Selain Ubud, Bali masih memiliki berbagai pemandangan dan pengalaman sawah.

    Desa Panglipuran sudah pasti yang paling terkenal. Desa ini juga sudah mendapat berbagai penghargaan dan pengakuan dikompetisi kelas dunia. Desa ini bersih dan menerapkan local wise. Jika berkunjung ke sini, wisatawan bisa mempelajari aturan adat, tradisi unik, dan banyak acara ritual, termasuk Galungan.

    Galungan. (Foto: peloporberita.com/Pixabay/ignartonosbg)

    Jika ingin mempelajari lebih dalam mengenai budaya Bali lama, aturan adat dan kebiasaan hidup desanya, bisa menginap di sejumlah homestay yang ada di lingkungan desa tersebut. Harus dikunjungi dan ambil foto di berbagai spot ya, viralkan, biar semakin mendunia!

    Desa Tigawasa, memiliki keistimewaan bagi pengunjung untuk menikmati kopi robusta yang dipetik langsung dari perkebunan kopi setempat sambil melihat pemandangan perbukitan. Puas menikmati pemandangan, langsung saja menjelajahi salah satu desa tua di Buleleng tersebut dan berinteraksi dengan masyarakat setempat sambil mempelajari budaya, tradisi, dan adat istiadat yang ada.

    Wilayah Karang Asem terkenal masih mempertahankan budaya asli Bali. Salah satunya Desa Tenganan yang masih mempertahankan rumah dan adat yang sudah ada sejak dulu kala. Hal ini karena masyarakat desa memiliki aturan adat yang sangat kuat yang disebut dengan awig-awig. Aturan adat itu sudah ada sejak abad ke-11.

    Lingkungan Desa Tenganan masih sangat terjaga. Banyak sawah dan tanaman masih terlihat asri. Kerbau milik warga pun bebas berkeliaran di pekarangan rumah sehingga pengalaman mengunjungi desa dengan kehidupan masyarakat asli Bali sebelum abad ke-20 dapat kita rasakan juga.[]

  • ASEAN Bakal Dirikan Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan Penyakit Menular

    Jakarta – ASEAN bakal memiliki Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan Penyakit Menular (ASEAN Center for Public Health Emergencies and Emerging Diseases/ACPHEED). Hal ini setelah semua menteri kesehatan se-ASEAN menyetujui pendirian ACPHEED dalam acara 15th AHMM di Hotel Conrad, Bali, Sabtu (14/05/2022).

    “Kita setuju untuk membentuk ACPHEED. Intinya adalah pusat kerjasama ASEAN untuk menghadapi potensi adanya outbreak pandemi ke depannya,” tutur Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dikutip dari laman resmi Kemenkes Senin, (16/05/2022).

    Menkes Budi menyebutkan, terdapat 3 pilar untuk membentuk ACPHEED, antara lain pilar surveilans, deteksi, dan respons. Ada juga pilar manajemen risiko.

    Menkes juga mengungkapkan, bahwa Tiga negara yang sudah memberikan komitmen untuk masing-masing pilar tersebut adalah Vietnam, Thailand, dan Indonesia. Tiga negara itu, akan bekerja sama untuk mempersiapkan segalanya apabila ada potensi outbreak.

    ACPHEED juga bakal mengintegrasikan protokol kesehatan yang ada di negara-negara anggota ASEAN.

    “Itu nanti kita sinergikan. Kalau ada negara anggota ASEAN memiliki kasus pandemi yang sudah sangat turun, maka relaksasi dari prosesnya lebih tinggi dibandingkan negara lain yang kasusnya belum turun,” tegas Menkes.

    ACPHEED sendiri berlaku di ASEAN tapi kompetensi utamanya ada di 3 negara yakni Vietnam, Thailand, dan Indonesia. Sebab, 3 negara ini yang mengajukan bahwa mereka mau memiliki kantor di Indonesia untuk salah satu dari kompetensi baik surveilans, deteksi, atau respons. []

  • Bahas Masa Depan Blockhain dan Kripto, 15 Negara ikut Konferensi Everpoint di Bali

    Jakarta – Masa depan blockhain dan aset kripto di kawasan Asia, dibahas dalam Konferensi Kripto Everpoint di Bali yang dihadiri 15 negara termasuk Indonesia.

    Konferensi itu, dalam rangka memperingati ulang tahun kedua blockchain dan komunitas Everscale. Selain itu, menandakan ekspansi jaringan ke pasar Asia.

    Konferensi itu juga membahas beberapa isu, termasuk masa depan blockhain dan mata uang kripto di Indonesia, masa depan DAO, serta potensi di balik CBDC dan stablecoins.

    “Acara ini menandakan tahap signifikan untuk Bali dan Indonesia,” sebut Everscale dalam keterangan tertulis, Senin (16/05/2022).

    Adapun beberapa isu besar yang di hadapi industri blockhain dan mata uang kripto. Salah satunya komplikasi ekologi bitcoin dan bagaimana teknologi blockchain bisa bersatu dengan prinsip Ekologi, Sosial, dan Good Governance.

    Selain itu dibahas juga konsep baru DAO terkait blockchain tertentu, seperti Ethereum, Solana, Everscale dan Polygon.

    Terkait masalah utama yang dihadapi kripto di seluruh dunia. Tantangan yang dimaksud adalah kerangka peraturan yang berubah di berbagai negara.

    [irp]

    “Indonesia mulai memantapkan dirinya sebagai surga kripto,” tulis keterangan pers itu.

    Dari perspektif peraturan, ada dua faktor berbeda yang berperan yakni pembuatan dan perdagangan aset digital. Untuk produsen aset digital, lanskap peraturan masih relatif belum berkembang.

    “Siapa pun yang memiliki sumber daya dan keinginan untuk melakukannya dapat menciptakan aset mereka sendiri,” sambung rilis tersebut.

    [irp]

    Sedangkan kesediaan pemerintah untuk bekerja sama dengan proyek kripto cukup membantu. Di Indonesia, pendaftaran bisa diajukan ke Kementerian Perdagangan dan Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Untuk pertukaran kripto yang memfasilitasi perdagangan aset digital, peraturan di Tanah Air dinilai sudah cukup maju. Untuk beroperasi di dalam negeri, pertukaran crypto  harus mendapatkan semua lisensi dan izin dari kementerian dan otoritas lokal terkait.

    “Perkembangan regulasi di Indonesia membantu menjadikan investasi di aset digital lebih aman dan mudah,” tandas rilis tersebut. []

    [irp]

  • Blusukan ke Pulau Dewata Yuk…

    Jakarta | Ke Bali lagi?? Gak bosen dong, apalagi setelah sekitar 2 tahun pandemi jadi nahan diri untuk tidak ke Bali dulu, yuk siapkan itinerary kalau sebentar lagi berlibur ke Bali! Cari yang agak beda tapi tetap hits, ya! Ikuti semua rangkaian perjalanan pantai, desa dan sawah, air terjun, gunung dan danau, serta pertunjukan budaya di Bali!

    Pantai dan Sun Rise – Sun Set Menawan

    Pantai, pantai, pantai adalah tema utama alam Bali. Dari nama Kuta, Seminyak, Sanur, Jimbaran, Nusa Dua dan masih banyak lagi. Kali ini, kita kupas yang tidak terlalu ramai dan penuh untuk siap-siap liburan selanjutnya, ya!

    Pantai Tegal Wangi, meski perlu berjuang melewati jalan yang cukup terjal, setibanya di pantai ini semua perjuangan terbayarkan. Selama perjalanan juga akan tetap menemukan spot yang istimewa, seperti Pura Segara yang cantik. Dari Pura ini, kita dapat menatap sunrise maupun sunset, serta pantai Tegal Wangi dari ketinggian.

    Tiba di pantai berpasir putih ini, kita akan disuguhkan pemandangan pantai yang seakan dipeluk tebing dan batu karang. Kita pun akan bertemu dengan Blue Laguna, yang sering dijadikan mirip kolam berbatuan yang asyik untuk berendam sambil menatap sunset.

    Berjalan lagi menyusuri bukit Tegal Wangi ini, kita dapat menemukan Puri Bhagawan dengan pemandangan menakjubkan sehingga puri ini juga digunakan sebagai tempat upacara pernikahan nan syahdu dengan berlatar belakang lautan biru dan beratapkan sunset. Untuk menatap pemandangan sunset terbaik, perlu naik ke karang raksasa yang berjajar di sekitar pantai.

    Di kawasan Pantai Gunung Payung, banyak kegiatan olahraga dapat dilakukan, mulai dari berenang di pantai indah, berselancar agak ke tengah laut dan yang istimewa adalah paragliding di atas pantai dan perbukitannya dari ketinggian. Pemandangan yang luar biasa!

    Selain berbagai aktivitas tersebut, kita masih bisa menikmati sejumlah pertunjukan tradisional yang sering dilaksanakan di Gunung Payung Cultural Park serta kehidupan warga desa sekitarnya.

    Pantai Suluban atau populer disebut Blue Point, memiliki tekstur pantai dengan tebing yang terjal dan ombak lumayan besar, yang sangat cocok untuk berselancar. Menuju pantai Blue Point memerlukan perjuangan, karena dari tempat parkir harus berjalan kaki sekitar 200 meter dan melewati anak tangga sejauh 50 meter.

    Pengalaman menarik lainnya adalah menelusuri tebing dan gua di bagian bawah setelah menuruni tebing terjal, namun hanya dapat dilakukan jika air laut mulai surut, karena jika air menggenang di sekitar gua akan sulit dilakukan.

    Lanjut dong ke utara Bali? Pantai Lovina, dengan pasir warna gelapnya yang eksotik. Yang paling istimewa dari Lovina adalah adanya rombongan lumba-lumba yang melompat di tengah laut di pagi hari. Untuk mendapat pemandangan itu, kita harus menyeberang ke tengah laut sebelum matahari terbit, karena biasanya lumba-lumba akan muncul pada pukul 06.00-08.00.

    Selain lumba-lumba, pengalaman lain di Lovina adalah snorkeling untuk menyaksikan beragam flora dan fauna bawah laut. Di sini pemandangan sunrise dan sunset juga dapat dijumpai di spot tertentu dengan pengalaman berbeda dari pantai-pantai di selatan Bali.[]

  • Menko Luhut Kunjungi Mangrove Tahura dan Garuda Wisnu Kencana Tinjau Persiapan KTT G20

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi kawasan Mangrove Tahura dan Garuda Wisnu Kencana pada hari Jumat (06/05/2022) terkait persiapan pelaksanaan KTT G20.

    Dalam kunjungan ke Mangrove Tahura, Menko Luhut melihat pengerjaan area drop off dan pick up zone untuk para delegasi KTT G20 pada November mendatang. Selain itu, ia juga mengecek pembangunan Wantilan dan area persemaian yang akan dipertunjukkan kepada delegasi.

    “Saya minta pengamanan dan kenyamanan para pimpinan negara atau delegasi dapat menjadi perhatian utama, khususnya pada spot utama seperti area wantilan, jalur tracking, titik foto, area persemaian, serta menara pandang dan view deck,” tuturnya.

    Sedangkan kunjungan ke Garuda Wisnu Kencana, untuk meninjau jalan dan renovasi kawasan sebagai salah satu lokasi kegiatan G20, dan pengamanan lokasi serta rekayasa lalu lintas.

    “Dari simulasi yang dilaksanakan oleh Kapolda Bali perlu diadakan perbaikan dan pelebaran jalan menuju GWK agar memudahkan mobilisasi para pimpinan negara dan delegasi,” ungkap Menko Luhut.

    Menko Luhut Kunjungi Bali Tinjau Persiapan KTT G20. (Foto: Pelopor.id/Kemenko Marves)
    Menko Luhut Kunjungi Bali Tinjau Persiapan KTT G20. (Foto: peloporberita.com/Kemenko Marves)

    Menurutnya, renovasi di kawasan GWK untuk penambahan arsitektural di Gate 3, ramp di Lotus Pond, dan pelandaian ramp di Festival Park perlu diperhatikan pengerjaannya sehingga dapat selesai tepat waktu.

    “Saya juga meminta kepada Panglima TNI untuk bertanggung jawab membuat Tactical Floor Game (TFG) untuk simulasi, dan mengantisipasi berbagai kejadian,” tegasnya.

    Hasil kunjungan ini, akan kembali dievaluasi dan difinalisasi pada Senin (09/05/2022). []

    [irp]

  • Uluwatu Bali Siap Sambut Wisatawan di Libur Lebaran 2022

    Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memastikan Kawasan Wisata Uluwatu, Kabupaten Badung, Bali, siap menerima wisatawan pada masa libur lebaran 2022.

    Hal ini diungkapkan Sesmenparekraf/Sestama Baparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani usai peninjauan di wilayah tersebut.

    Ni Wayan Giri mengatakan, dari segi operasional Kawasan Uluwatu sudah sangat siap untuk menyambut kedatangan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

    “Hal ini terbukti dari kesiapan standar operasional berbasis CHSE seperti kebersihan, keamanan, toilet, penerapan protokol kesehatan, serta pemberlakuan tiket elektronik,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip Kamis, (05/05/2022).

    Ni Wayan Giri menjelaskan, selain kesiapan sarana dan prasarana, atraksi-atraksi di kawasan ini juga dinilai sangat siap. Seperti penampilan tari kecak dan tarian khas Bali lainnya yang rencananya dapat disaksikan secara gratis selama empat hari ke depan di masa libur lebaran.

    “Tari Kecak sebagai generator utama daya tarik kunjungan wisatawan ke Uluwatu karena selama ini terbukti dapat menarik antusiasme pengunjung, daya tampung penonton mencapai 1.200 orang,” ungkapnya.

    Ni Wayan Giri juga menjelaskan, ada sejumlah hal yang sedang dipersiapkan untuk menyambut masa-masa liburan panjang mendatang. Seperti penataan kembali anjungan utara Uluwatu sebagai sunset point space dengan konsep tea time, gala dinner, tambahan penampil kesenian, dan lain sebagainya.

    “Selain itu pada akhir tahun ini akan diselenggarakan kembali event tahunan Uluwatu Festival yang sempat tertunda akibat pandemi COVID-19. Event ini silakan diusulkan untuk masuk ke dalam kalender event nasional (Kemenparekraf) dengan melalui tahapan penilaian dan kurasi lebih dulu oleh kurator,” tegas Ni Wayan Giri. []

    [irp]

  • Desa Wisata Jatiluwih Tabanan Bali Representasi Wisata Berkelanjutan

    Jakarta – Sesmenparekraf/Sestama Baparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, Desa Wisata Jatiluwih Kabupaten Tabanan, Bali, telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2012.

    Desa Wisata Jatiluwih, merupakan representasi dari pengembangan pariwisata Indonesia di masa depan. Yaitu pariwisata yang berbasis keberlanjutan lingkungan.

    “Kita bisa melihat destinasi ini mampu menunjukkan bahwa kita menekankan (pengembangan pariwisata berbasis) quality tourism dan sustainable tourism” tutur Ni Wayan Giri saat mengunjungi Desa Wisata tersebut dikutip Rabu, (04/05/2022).

    Dalam kunjungan itu, Ni Wayan Giri juga menyambangi Cafe Green Talas yang berlokasi di Desa Wisata Jatiluwih. Ia pun mengapresiasi keberhasilan Cafe Green Talas membuka lapangan kerja bagi warga Desa Jatiluwih.

    “Di masa pandemi COVID-19, restoran ini berhasil mendukung perekonomian dengan mempekerjakan 12 orang. Selain itu, restoran ini juga dikunjungi oleh sekitar 300 orang, bisa dibayangkan hal ini bisa menyokong perekonomian masyarakat sekitar,” ungkapnya.

    Adapun Desa Wisata Jatiluwih sebelum pandemi, dikunjungi sekitar 1.000 wisatawan perhari. Namun saat pandemi dalam sehari rata-rata hanya 20 orang yang datang bahkan ada kalanya tidak ada sama sekali.

    Sejak Mei 2022 ini, jumlah kunjungan wisatawan berangsur naik secara signifikan hingga berkisar 400-500 wisatawan perhari.

    Desa Wisata Jatiluwih Tabanan Bali
    Desa Wisata Jatiluwih Tabanan Bali. (Foto: Kemenparekraf)

    Pemilik Cafe Green Talas, I Wayan Wiranata menambahkan, cafe ini hadir sebagai upaya membuka lapangan kerja bagi warga Desa Jatiluwih dan memperkenalkan kuliner khas di desa ini.

    “Kami mengangkat potensi (kuliner) lokal yang ada di Desa Jatiluwih, yaitu beras merah Jatiluwih karena bisa kita lihat di sini ada hamparan sawah yang begitu luas dan memanjakan mata wisatawan yang datang berkunjung,” ucap Wiranata.

    Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Pokdarwis Desa Wisata Jatiluwih, I Wayan Tarja, mengajak wisatawan untuk mengunjungi Desa Wisata Jatiluwih yang menyuguhkan pemandangan area persawahan yang luas dan juga terasering. Terlebih, pada September 2022 akan ada panen raya di Desa Wisata Jatiluwih.

    “Mari kita sempatkan waktu untuk berkunjung ke Desa Wisata Jatiluwih yang menyuguhkan pemandangan alam yang indah ini. Selain itu kita juga ada panen raya pada September 2022,” tandas I Wayan Tarja. []

    [irp]

  • Menparekraf Bahas Pemulihan Parekraf Pascapandemi dengan Dubes Australia

    Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia siap menampung kembali kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia.

    Hal ini, disampaikan Sandiaga saat bertemu Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams untuk membahas sejumlah hal terkait upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kedua negara pascapandemi COVID-19.

    “Seiring dengan pembukaan kembali perbatasan Indonesia dengan dunia internasional secara bertahap, kami siap menyambut kedatangan wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia ke Bali dan destinasi-destinasi lainnya di Indonesia,” tutur Sandiaga di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (04/04/2022).

    Dalam pertemuan itu, Sandiaga menyampaikan bahwa Indonesia telah mulai membuka perbatasan internasional sejak 8 Maret 2022 dan Australia merupakan salah satu dari 42 negara yang masuk ke dalam daftar penerima kebijakan visa on arrival.

    “Selain itu kami juga perlu menjelaskan mengenai kebijakan-kebijakan kami terhadap dunia internasional, khususnya Australia bahwa kebijakan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan dan kesehatan wisatawan,” ungkapnya.

    Sandiaga menjelaskan, hingga saat ini Indonesia terus berusaha mengendalikan angka penyebaran COVID-19. Sehingga, wisatawan mancanegara bisa merasa aman dan yakin untuk berkunjung ke Indonesia.

    “Jadi dengan semakin terkendalinya pandemi di Indonesia, maka wisatawan internasional akan semakin yakin untuk berkunjung ke Indonesia,” tegas Sandiaga.

    Hal ini disambut baik oleh Penny Williams yang mengungkapkan publik Australia sudah tak sabar untuk dapat berkunjung kembali ke Indonesia, khususnya Bali.

    “Selain itu di Australia juga ada banyak Warga Negara Indonesia, baik itu yang tengah mengenyam pendidikan di universitas-universitas di negara kami maupun yang bekerja. Sehingga pembukaan kembali perbatasan Indonesia dan Australia ini menjadi angin segar bagi para WNI yang tinggal di Australia,” sebut Penny.

    Penny mengungkapkan tugasnya sebagai Duta Besar Australia untuk Indonesia yang salah satu misinya adalah untuk memperkuat kerja sama negaranya dan Indonesia dalam berbagai bidang. Terutama di sektor ekonomi.

    “Jadi kami siap berkolaborasi sehubungan dengan penguatan kerja sama ekonomi kita. Terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ucap Penny. []

  • Daftar Tes PCR dan Asuransi Jagawisata di Bali Bisa Secara Daring

    Jakarta – Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Bali, kini mendaftar untuk tes swab RT PCR dan asuransi Jagawisata bisa dilakukan secara daring melalui situs https://balitourismhospitality.com/.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pendaftaran secara daring ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penumpukan calon peserta tes swab RT PCR di Terminal Kedatangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

    “Dengan mendaftarkan diri secara daring, para penumpang bisa langsung mendapatkan treatment swab RT PCR di Terminal Kedatangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,” tuturnya Selasa, (29/3/2022).

    Sandiaga mengungkapkan, situs ini merupakan hasil kolaborasi Kemenparekraf dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Bali Tourism Board. Situs ini, merupakan bentuk dukungan pelonggaran aturan wisatawan masuk ke Bali.

    Selain itu, lanjut Kemenparekraf, situs ini juga disediakan QR Code untuk mempermudah pembayaran tes swab RT PCR dan asuransi Jagawisata bagi wisatawan yang telah mendaftar.

    “Ini adalah bentuk inovasi, adaptasi, dan kolaborasi yang diimplementasikan oleh Kemenparekraf bersama stakeholder terkait untuk menyambut ekonomi baru yang mengedepankan digitalisasi dan membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” tandasnya. []