Tag: Australia

  • PM Australia Albanese akan Hadiri KTT G20 Bali

    Jakarta – Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menyampaikan, bahwa dirinya akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan diadakan di Bali pada November 2022 mendatang. Hal ini, disampaikan Albanese dalam pernyataan pers bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), usai pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (06/06/2022).

    “Saya menyampaikan kepada Presiden Widodo bahwa saya akan menghadiri KTT G20 di Bali pada bulan November,” tutur Albanese.

    Albanese menilai, pertemuan G20 sangat penting di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini dan menurutnya bekerja sama dengan Indonesia merupakan cara yang paling efektif untuk mengatasi banyak tantangan yang dihadapi dalam menavigasi pemulihan ekonomi global pasca Covid-19.

    “Saya akan bekerja sama dengan Presiden Widodo untuk membantu menyukseskan KTT dan kami membahasnya pagi ini,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan harapannya akan kehadiran Albanese pada KTT G20.

    “Saya berharap Perdana Menteri Albanese dapat hadir dalam KTT G20 di bulan November, di Bali,” ucap Jokowi.

    Kepala Negara Menilai, dijadikannya Indonesia sebagai negara pertama lawatan Anthony Albanese usai menjabat sebagai PM Australia menunjukkan arti penting hubungan kedua negara.

    [irp]

    “Saya bergembira bahwa Indonesia menjadi tujuan yang pertama kunjungan bilateral Perdana Menteri Albanese, setelah dua minggu yang lalu dilantik sebagai Perdana Menteri Australia ke-31. Hal ini menunjukkan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat kedua negara,” tegas Jokowi.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi dan PM Albanese juga pernah bertemu saat Albanese menjabat sebagai Ketua Oposisi Australia.

    “Perdana Menteri Albanese bukan orang baru bagi saya, kita pernah bertemu di tahun 2020, dan Indonesia juga menjadi negara pertama yang dikunjungi pada saat beliau terpilih sebagai Ketua Oposisi di tahun 2019. Jumat lalu, kita juga melakukan pembicaraan per telepon,” tandas Presiden. []

    [irp]

  • Sydney Build Expo 2022, Peluang Indonesia Tingkatkan Ekspor Produk Konstruksi dan Bahan Bangunan

    Jakarta – Indonesia kembali berpartisipasi pada pameran produk bahan bangunan berskala internasional, Sydney Build Expo 2022 yang diselenggarakan pada tanggal 1-2 Juni 2022 di Sydney, Australia. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengungkapkan, keikutsertaan Indonesia kali ini untuk penetrasi pasar Australia, khususnya produk konstruksi dan bahan bangunan.

    “Pameran ini menjadi peluang Indonesia meningkatkan ekspor produk unggulan Indonesia di sektor bahan bangunan. Terlebih Indonesia dan Australia memiliki kesepakatan kemitraan ekonomi komprehensif yang dapat dimanfaatkan, khususnya dalam pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19,” tutur Didi saat membuka Paviliun Indonesia, Rabu (01/06/2022).

    Dalam kesempatan yang sama Konsul Jenderal RI untuk Sydney Vedi Kurnia Buana menyampaikan, pameran ini merupakan peluang produk dan jasa konstruksi Indonesia di pasar internasional.

    “Kami menyambut gembira dengan mulai dibukanya perbatasan internasional Australia sehingga bisa langsung dimanfaatkan dengan mengikuti pameran Sydney Build. Diharapkan keikutsertaan Indonesia pada pameran ini akan membuka jalan bagi produk Indonesia di sektor konstruksi untuk masuk secara luas lagi,” ungkapnya.

    Partisipasi Indonesia pada Sydney Build Expo merupakan kerja sama Kementerian Perdagangan, Konsulat Jenderal RI di Sydney, serta ITPC Sydney. Pada pameran ini, Paviliun Indonesia menampilkan delapan perusahaan produsen bahan bangunan Indonesia sebagai berikut:

    1. PT Bangunperkasa Adhitamasentra dengan produk papan serat semen
    2. PT Rama Gombong Sejahtera (kayu lapis), PT Gunung Raja Paksi (produk besi dan baja)
    3. PT Pundi Uniwood Industry (kayu lapis dari kayu ringan)
    4. PT Hasil Albizia Nusantara (panel kayu)
    5. PT Trias Spunindo Industri (Geotekstil)
    6. PT Daya Cipta Karya Sempurna (kayu olahan merbau)
    7. PT Trio Jaya Steel (furnitur, besi, dan baja)

    [irp]

    Sydney Build Expo, merupakan pameran konstruksi, arsitektur, dan infrastruktur terbesar di Australia. Pada 2022, pameran ini kembali digelar setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Pada gelaran yang memasuki tahun keenamnya, pameran ini diikuti 500 peserta dan diprediksi akan dihadiri lebih dari 30 ribu pengunjung.

    Sydney Build Expo 2022

    Sementara dalam lima tahun terakhir (2017—2021), perdagangan Indonesia dan Australia terus mengalami peningkatkan dengan tren sebesar 6,16 persen. Sementara hingga Maret 2022, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 2,79 miliar. Sedangkan pada 2021, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar US$ 12,65 miliar.

    Ekspor utama Indonesia ke Australia seperti produk bagian elektronik, kayu tropis, pupuk, vinil klorida, serta biji coklat. Sedangkan, impor Indonesia dari Australia di antaranya biji besi dan konsentratnya, batubara bitumen, gas alam, emas, serta gandum dan meslin.

    Turut hadir dalam pembukaan Sydney Build Expo 2022, Wakil Dubes RI untuk Australia Mohammad Syarif Alatas, Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Merry Maryati, Atase Perdagangan Canberra Agung Wicaksono Sochirin, serta Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney Ayu Siti Maryam. []

    [irp]

  • Sandiaga Kunjungi Indonesia Australian Auto Aftermarket Expo 2022 di Melbourne

    Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pihaknya terus mendorong agar produk otomotif tanah air mampu membuat pasar sendiri dan bersaing di industri otomotif luar negeri.

    Hal ini disampaikannya saat menyambangi booth Indonesia di ajang “Indonesia Australian Auto Aftermarket Expo 2022” yang berlangsung di Melbourne Covention & Exhibition Centre.

    “Saya menghadiri pameran ini dimana ada empat perusahaan asal Indonesia yang berpartisipasi. Mulai industri kreatif berbasis velg, spring, pengereman yang berhubungan dengan otomotif,” tutur Menparekraf dikutip Sabtu, (09/04/2022).

    Menurutnya, keberadaan pengusaha ekonomi kreatif Indonesia di Australia tidak hanya membuka peluang pasar yang baru, tetapi juga meningkatkan peluang investasi yang akan membangkitkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

    “Jadi saya sangat mendukung langkah strategis dari Kementerian Perdagangan, dan Komjen KJRI ini harus kita fasilitasi,” ungkapnya.

    Sandiaga Uno
    Menparekraf Sandiaga Uno saat menyambangi booth Indonesia di ajang “Indonesia Australian Auto Aftermarket Expo 2022” yang berlangsung di Melbourne Covention & Exhibition Centre. (Foto:Kemenparekraf)

    Hal ini, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk menata perekonomian pascapandemi Covid-19 yang lebih kuat, sustainable, dan mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja di Indonesia.

    “Di sini (Indonesia Australian Auto Aftermarket Expo 2022) kita baru melihat beberapa produk seperti velg, spring, dan rem. Tapi ke depannya kita akan melihat industri kecil menengah seperti yang di Tegal, Purbalingga, produk otomotif yang kualitasnya juga sudah bisa untuk ekspor,” tegasnya.

    Menparekraf juga menyampaikan bahwa saat perhelatan balap MotoGP di Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB), para pembalap kagum dengan hasil modifikasi motor di Indonesia. “Karena itu kita juga dukung pengembangan mobil dan motor custom agar bisa ditampilkan di expo di Australia. Jadi ini harapan kita ke depan,” tandas Sandiaga Uno. []

  • Bertemu Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata Australia: Indonesia Begitu Cantik

    Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunjungan kerjanya ke Australia bertemu dengan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi setempat The Hon Dan Tehan di Commonwealth Offices, Melbourne, Australia. Dalam pertemuan itu, The Hon Dan Tehan mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang cantik.

    “Menteri Australia saat bertemu menyampaikan bahwa Indonesia begitu cantik. Dan kita sadari bahwa COVID-19 ini membawa dampak besar pada pariwisata di kedua belah negara,” tutur Menparekraf, Rabu (06/04/2022).

    Dalam pertemuan itu, Sandiaga Uni menyampaikan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki Bali sebagai tujuan wisata masyarakat Australia. Tetapi Indonesia juga memiliki deretan destinasi wisata yang cantik dengan kekayaan alam dan budaya yang lekat dengan kearifan lokalnya. Ini, akan membuat wisatawan Australia semakin tertarik untuk datang ke Indonesia.

    “Dengan Indonesia sebagai presidensi G20, tentunya ini akan membawa dampak pada kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif. Apalagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif telah membuka lapangan kerja begitu besar,” ungkapnya.

    Sandiaga berharap, kunjungannya dapat memperkuat kerja sama yang lebih intensif dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif dengan Australia ke depannya. Apalagi, Indonesia didapuk sebagai tuan rumah Formula 1 (F1) dan Australia juga menangani event olahraga serupa. Sehingga diharapkan sharing best practice dalam penyelenggaraan kegiatan dapat dilakukan.

    “Melbourne memiliki banyak event sports (F1 dan Australia Open). Indonesia bisa mencontoh Australia dalam berbagai pengembangan pariwisata. Apalagi rencananya balap F1 akan diselenggarakan di Bintan,” tegasnya.

    Sementara The Hon Dan Tehan menyampaikan bahwa pihaknya merasa terhormat lantaran Australia menjadi negara pertama yang dikunjungi oleh Menparekraf Republik Indonesia. Den Tehan berharap, kerja sama dan hubungan baik antar kedua negara dapat terus terwujud.

    “Kami merasa terhormat Australia menjadi negara pertama yang dikunjungi setelah pandemi COVID-19. Ini penyambutan yang hangat yang ingin kami berikan. bahwa hubungan ini sangat penting. Warga Australia sangat tertarik datang ke Indonesia khususnya Bali. Kami berharap kerjasama akan terus terjalin dengan baik, apalagi kita merupakan negara tetangga,” tandas Dan Tehan. []

  • Menparekraf Bahas Pemulihan Parekraf Pascapandemi dengan Dubes Australia

    Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia siap menampung kembali kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia.

    Hal ini, disampaikan Sandiaga saat bertemu Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams untuk membahas sejumlah hal terkait upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kedua negara pascapandemi COVID-19.

    “Seiring dengan pembukaan kembali perbatasan Indonesia dengan dunia internasional secara bertahap, kami siap menyambut kedatangan wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia ke Bali dan destinasi-destinasi lainnya di Indonesia,” tutur Sandiaga di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (04/04/2022).

    Dalam pertemuan itu, Sandiaga menyampaikan bahwa Indonesia telah mulai membuka perbatasan internasional sejak 8 Maret 2022 dan Australia merupakan salah satu dari 42 negara yang masuk ke dalam daftar penerima kebijakan visa on arrival.

    “Selain itu kami juga perlu menjelaskan mengenai kebijakan-kebijakan kami terhadap dunia internasional, khususnya Australia bahwa kebijakan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan dan kesehatan wisatawan,” ungkapnya.

    Sandiaga menjelaskan, hingga saat ini Indonesia terus berusaha mengendalikan angka penyebaran COVID-19. Sehingga, wisatawan mancanegara bisa merasa aman dan yakin untuk berkunjung ke Indonesia.

    “Jadi dengan semakin terkendalinya pandemi di Indonesia, maka wisatawan internasional akan semakin yakin untuk berkunjung ke Indonesia,” tegas Sandiaga.

    Hal ini disambut baik oleh Penny Williams yang mengungkapkan publik Australia sudah tak sabar untuk dapat berkunjung kembali ke Indonesia, khususnya Bali.

    “Selain itu di Australia juga ada banyak Warga Negara Indonesia, baik itu yang tengah mengenyam pendidikan di universitas-universitas di negara kami maupun yang bekerja. Sehingga pembukaan kembali perbatasan Indonesia dan Australia ini menjadi angin segar bagi para WNI yang tinggal di Australia,” sebut Penny.

    Penny mengungkapkan tugasnya sebagai Duta Besar Australia untuk Indonesia yang salah satu misinya adalah untuk memperkuat kerja sama negaranya dan Indonesia dalam berbagai bidang. Terutama di sektor ekonomi.

    “Jadi kami siap berkolaborasi sehubungan dengan penguatan kerja sama ekonomi kita. Terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ucap Penny. []

  • Australia Perketat Pengawasan Terhadap Perusahaan Internet

    Jakarta | Australia mengeluarkan aturan baru untuk mengawasi perusahaan internet di negaranya dalam menangani penyebaran berita palsu atau hoax.

    Dalam aturan terbaru itu, Otoritas Komunikasi dan Media Australia atau The Autralian Communication and Media Autority (ACMA) mewajibkan perusahaan internet membuka data internalnya dan akan memberikan kode industri internet bagi yang menolak bekerja sama.

    Melansir Bloomberg, langkah ini sebagai tindak lanjut pemerintah Australia atas temuan ACMA bahwa empat per lima dari orang dewasa di negara itu telah menerima informasi yang salah terkait Covid-19.

    Upaya yang dilakukan Australia juga sejalan dengan negara-negara di Eropa yang mulai akhir tahun ini akan membatasi konten negatif di internet. Bahkan, Uni Eropa mengupayakan tindakan tegas untuk menghentikan disinformasi, mengingat sejumlah klaim yang dilakukan media Rusia selama invasi ke  Ukraina.

    Laporan ACMA menyebutkan, narasi palsu biasanya dimulai dengan unggahan yang sangat emosional dan menarik. Kemudian kelompok konspirasi sering mendesak orang bergabung dengan platform yang lebih kecil namun kebijakan moderasi lebih longgar, seperti Telegram.

    DIGI, badan industri Australia yang mewakili Facebook, Google, Twitter dan TikTok menyatakan mendukung rekomendasi ACMA. Bahkan, DIGI telah menyiapkan sistem untuk memproses keluhan tentang informasi yang salah.[]

  • Australia Gugat Pemilik Facebook, Meta Terkait Iklan Penipuan Aset kripto

    peloporberita.com/ – Meta Platform, perusahaan induk Facebook, Instagram dan Whatsapp digugat pemerintah Australia lantaran perusahaan yang berfokus pada jejaring sosial itu menayangkan iklan menyesatkan berupa promosi aset cryptocurrency palsu.

    Gugatan yang diajukan oleh Komisi perlindungan konsumen Australia tersebut, memulai proses hukum kepada perusahaan milik Mark Zuckerberg ini pada Jumat, (18/03/2022).

    Komisi menilai, Meta mengetahui ada iklan penipuan untuk aset kripto dengan kedok endorsment pada selebriti terkenal di Facebook, tetapi mereka tidak mengambil langkah yang cukup untuk mengatasi masalah ini.

    Iklan yang muncul di Facebook itu menampilkan beberapa tokoh masyarakat Australia terkemuka yang mempromosikan investasi aset kripto namun dengan iming-iming menghasilkan uang yang tetap.

    Sementara Meta Platform menyatakan akan membela diri, lantaran meraka telah berusaha untuk menghentikan iklan penipuan dengan menggunakan teknologi untuk mendeteksi dan memblokirnya.

    “Kami tidak ingin iklan yang berusaha menipu orang untuk mendapatkan uang atau menyesatkan orang di Facebook, mereka melanggar kebijakan kami dan tidak baik untuk komunitas kami,” sebut juru bicara Meta dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari AFP melalui Digital Journal.

    Meta
    Meta Platforms. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/Artapixel)

    Raksasa media sosial itu juga menyebutkan menurut Komisi Persaingan dan Konsumen Australia, iklan yang menjadi masalah itu menampilkan orang Australia yang terkenal, termasuk mantan perdana menteri New South Wales Mike Baird dan pengusaha Dick Smith.

    Namun tokoh-tokoh terkenal yang ditampilkan dalam iklan, tidak pernah menyetujui atau mendukung apa yang disampaikan dalam iklan tersebut. Nah, menurut Komisi, selain merugikan konsumen, iklan ini juga merusak reputasi publik figur yang terkait dengan iklan tersebut. []

  • Toyota Recall 18 Ribu GR Yaris, ini Penyebabnya

    peloporberita.com/ – Produsen kendaraan asal Jepang, Toyota melakukan kampanye perbaikan atau recall terhadap 18.490 unit kendaraan yang salah satunya adalah model Toyota GR Yaris. Car Expert melaporkan, recall ini dilakukan oleh Toyota Australia untuk kendaraan yang diproduksi antara Mei 2020 hingga Agustus 2021.

    Penyebabnya, kendaraan-kendaraan tersebut terdeteksi mengalami masalah sensor gelombang milimeter (sensor radar) dan kamera di mobil. Radar dan kamera itu sendiri berfungsi untuk mendeteksi kendaraan atau objek yang ada di depan. Akibatnya, fitur Pre-Collision System (PCS) tidak bisa berfungsi dengan baik dan harus segera diperbaiki.

    “Sensor radar yang digunakan oleh teknologi pre-collision system (PCS) mungkin tidak dapat dibaca dengan benar pada kendaraan. Akibatnya, PCS mungkin tidak beroperasi dan indikator peringatan kepada pengemudi tidak bekerja,” sebut Toyota dalam sebuah pernyataan.

    Bila tak segera ditangani, masalah ini juga bisa merembet ke fitur lainnya yang berhubungan, seperti Dynamic Radar Cruise Control (DRCC). Terkait masalah yang cukup serius ini, Toyota meminta para konsumen untuk membawa mobilnya ke bengkel resmi untuk segera diperbaiki dan konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukan perbaikan.

    Di sisi lain, ada Audi-Volkswagen Korea, Honda Korea, Renault Samsung Motors dan Yamaha Sports Korea yang akan menarik hampir 50 ribu kendaraan untuk memperbaiki komponen yang rusak. Ini adalah recall terbaru dari serangkaian penarikan oleh produsen mobil yang beroperasi di Korea Selatan akibat masalah dengan komponen kendaraan.

    Empat perusahaan itu, menarik kendaraan dengan 21 model berbeda. Hal tersebut termasuk masalah pada perangkat lunak pada sistem roda kemudi di SUV XM3 Renault Samsung, masalah perangkat lunak pada sistem kontrol airbag di Audi A4 40 TFSI Premium, dan sistem pendingin oli yang salah di sepeda motor Honda CBR seribu RR-R. []

  • Australia Buka Pintu Buat Turis Internasional Mulai Hari Ini

    peloporberita.com/ – Australia resmi membuka pintu masuk untuk turis internasional mulai hari ini setelah menutup rapat perbatasannya selama dua tahun. Langkah ini, dilakukan pasca infeksi Covid-19 diklaim menurun oleh negara tersebut. Adapun pada Minggu, (21/02/2022) kemarin, Australia mencatat 16.600 kasus baru Covid-19 dengan 33 kematian.

    Pemerintah negeri Kanguru menginformasikan bahwa Turis yang divaksinasi penuh tidak perlu dikarantina. Sedangkan mereka yang tidak mendapat dosis lengkap akan mendapat pengecualian dan harus tunduk pada persyaratan karantina di negara bagian dan teritori.

    Australia sendiri, mengalami puncak gelombang Omicron pada Januari 2022 lalu, saat itu kasus perharinya mencapai 175 ribu. Tingkat vaksinasi warga Australia juga tinggi dimana 94 persen dari penduduk berusia 16 tahun ke atas, sudah mendapat vaksin dosis lengkap.

    Pemerintah setempat berharap, pembukaan ini dapat mendorong pertumbuhan seperti pada masa pra pandemi dimana produk domestik bruto (PDB) pariwisata riil meningkat 3,4% pada 2018-2019, dibanding pertumbuhan PDB keseluruhan sebesar 1,9%. []

  • Australia Tetapkan Koala Sebagai Spesies Terancam Punah

    peloporberita.com/ – Pemerintah Australia, resmi mendaftarkan Koala sebagai spesies yang terancam punah di tiga negara bagian Pantai. Pendaftaran ini, untuk memastikan perlindungan tambahan dari pemerintah terhadap populasi Koala yang mengalami penurunan jumlah yang sangat dramatis.

    Koala, merupakan salah satu hewan berkantung yang dulu berkembang pesat dan telah dirusak oleh pembukaan lahan, kebakaran hutan, kekeringan, penyakit, dan ancaman lainnya. Pemerintah setempat mengatakan, daftar itu berlaku untuk wilayah Queensland, New South Wales dan Wilayah Ibu Kota Australia (ACT).

    Mamalia yang memiliki sidik jari ini, dikatakan berasal dari bahasa Australia pribumi yang berarti “tidak minum”. Namun sebenarnya, Koala minum air tetapi sangat jarang lantaran makanannya, daun ekaliptus, sudah mengandung cukup air sehingga koala tidak perlu turun dari pohon untuk minum.

    Menteri Lingkungan Australia Sussan Ley mengumumkan Koala akan ditetapkan sebagai spesies yang terancam punah berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Lingkungan dan Konservasi Keanekaragaman Hayati (EPBC Act) 1999.

    “Kami mengambil tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melindungi koala, bekerja dengan para ilmuwan, peneliti medis, dokter hewan, masyarakat, negara bagian, pemerintah daerah dan pemilik tradisional,” tutur Ley.

    Koala
    Koala. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/AnnyksPhotography)

    Para Pejabat sedang merancang rencana pemulihan dan pengembangan lahan saat ini akan dinilai dampaknya terhadap spesies tersebut. Sebelumnya, penyelidikan New South Wales pada 2021, menemukan bahwa koala akan punah di sana pada tahun 2050 kecuali ada tindakan sesegera mungkin.

    Kebakaran hutan “Black Summer” pada 2019-2020, diperkirakan telah menewaskan 5 ribu koala dan memengaruhi 24 persen habitatnya hanya di New South Wales. Sedangkan Kelompok konservasi koala terbesar di Australia mengatakan, saat ini mungkin hanya ada 50 ribu Koala yang tersisa di alam liar.

    “Koala telah berubah dari tidak terdaftar menjadi rentan menjadi terancam punah dalam satu dekade. Itu adalah penurunan yang sangat cepat. Keputusan hari ini disambut baik, tetapi itu tidak akan menghentikan koala jatuh menuju kepunahan kecuali jika tidak disertai undang-undang yang lebih kuat dan insentif pemilik lahan untuk melindungi rumah hutan mereka,” ungkap ilmuwan konservasi Stuart Blanch dari WWF-Australia.

    Para ilmuwan juga memperingatkan, perubahan iklim akan memperburuk kebakaran hutan dan kekeringan, dan mengurangi kualitas makanan Koala, yakni daun kayu putih. Menurut kelompok konservasi, Koala juga bisa ditemukan di Australia Selatan dan Victoria namun jumlahnya menurun. []