Tag: Arab Saudi

  • Ada 882 Kasus Omicron di Indonesia, Terbanyak Asal Arab Saudi

    peloporberita.com/ – Seiring meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron yang signifikan, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin dan segera vaksinasi bagi yang belum mendapat vaksinasi Covid-19.

    Nadia menyampaikan, total infeksi positif Covid-19 akibat varian Omicron di Indonesia ada 882 kasus hingga Rabu (19/1/2022). Kasus tersebut, terdiri dari 649 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), 174 transmisi lokal, dan 59 masih dalam penyelidikan epidemiologi.

    Nadia menjelaskan, data kasus PPLN terbanyak asal negara keberangkatan Arab Saudi 113 kasus, Turki 107 kasus, Amerika Serikat 72 kasus, Malaysia 57 kasus dan Uni Emirat Arab (UEA) sebanyak 47 kasus seperti dilansir dari Berita1.

    Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers secara virtual menyampaikan bahwa kasus varian Omicron di Indonesia, diramal akan mencapai puncaknya pada pertengahan Februari atau awal Maret mendatang.

    Perkiraan ini, berdasarkan hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain, di mana puncak penyebaran varian Omicron terjadi dalam kisaran waktu 35 sampai 65 hari. []

  • J&T Express Ekspansi ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi

    peloporberita.com/ – Perusahaan jasa pengiriman J&T Express, melakukan ekspansi usaha ke Timur Tengah, tepatnya ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi. Dua negara itu, menambah deretan jaringan sebelumnya yang sudah tersedia diantaranya Indonesia, Vietnam, Malaysia, Thailand, Filipina, Kamboja, Singapura dan Tiongkok. J&T Express, resmi melebarkan sayap bisnisnya di Timur Tengah yang bertempat di Dubai pada 7 Januari 2022.

    CEO J&T Express Indonesia Robin Lo mengatakan, Ekspansi ini menandakan keseriusan J&T Express dalam memposisikan diri sebagai perusahaan jasa pengiriman berstandar internasional. Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan jaringan pengiriman global melalui pengembangan bisnis yang secara bertahap di Asia Tenggara, Tiongkok hingga saat ini memasuki Timur Tengah.

    J&T Express secara resmi ekspansi di Uni Emirat Arab
    J&T Express Ekspansi ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. (Foto:Pelopor.id/J&T)

    “Melalui ekspansi ini kami berharap J&T Express dapat membentuk jaringan pengiriman yang memenuhi kebutuhan pelanggan di UEA dan Arab Saudi, serta memberikan pelayanan dengan efesiensi tinggi di seluruh negara yang ada saat ini,” tutur Robin Lo berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Senin, (10/1/2022).

    Berdasarkan visi 2030, Arab Saudi akan membangun pusat logistik regional yang berbeda dari sebelumnya dan berpeluang untuk mempromosikan pengembangan e-commerce, hal tersebut memperkuat efektifitas jasa pengiriman J&T Express untuk meningkatkan pengalaman transaksi online konsumen serta mampu berkontribusi pada perkembangan industri e-commerce hingga ke Timur Tengah.

    Sebelumnya, J&T Express telah membangun jaringan distribusi beserta sistem pergudangan mencakup semua provinsi dan wilayah di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Akhir tahun 2021 lalu, J&T Express telah meluncurkan layanan J&T International Standard Express yakni layanan pengiriman antar negara guna memperluas jangkauan dan jaringan bisnis di masa yang akan datang.

    Selain itu, J&T Express pun menjadi salah satu perusahaan jasa pengiriman yang diakui dalam daftar komprehensif dari perusahaan rintisan yang terkemuka, hal tersebut mencerminkan keseriusan J&T Express dalam memposisikan diri sebagai perusahaan jasa pengiriman berstandar internasional.

    Dengan bertambahnya ekspansi bisnis di wilayah Timur Tengah ini, diharapkan J&T Express dapat efektif mengikuti pertumbuhan industri digital yang ada hingga mampu meningkatkan jaringan pengiriman yang lebih luas lagi ke wilayah lainnya. []

  • Kementerian Agama: Umrah Bisa Dimulai Pekan Depan

    peloporberita.com/ – Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan, keberangkatan jamaah umrah asal Indonesia bisa mulai dilakukan pada pekan depan, tepatnya 23 Desember 2021. Untuk itu, Kemenag bersama para pemangku kepentingan umrah kini tengah mempersiapkan keberangkatan jamaah.

    Kepala Sub Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Kemnag M Noer Alya Fitra menjelaskan, persiapan yang tengah dilakukan pertama, persiapan keberangkatan dengan para asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk finalisasi data jamaah umrah yang akan berangkat gelombang awal.

    “Peningkatan biaya umrah diperkirakan meningkat sekitar 15% sampai 25%.”

    Kedua, pembahasan dengan Satgas Covid-19 tentang karantina bagi jamaah umrah. Ketiga, rapat dengan maskapai penerbangan soal kesiapan maskapai penerbangan untuk memberangkatkan jamaah umrah. Keempat , rapat dengan otoritas bandara mengenai skema keberangkatan jamaah umrah satu pintu.

    “Untuk keberangkatan awal kami prioritaskan bagi pengurus PPIU,” sebutnya, Senin (13/12/21).

    Menurut Pria yang disapa Nafit ini, Kemnag dan PPIU hingga kini masih menginventarisasi jumlah jamaah yang akan berangkat pada penerbangan perdana tersebut. Adapun pelaksanaan waktu umrah di Arab Saudi pada masa pandemi ini sekitar 10 sampai 11 hari, termasuk karantina.

    Soal tarif referensi umrah, Nafit menyebutkan sudah ada pembahasan antara Kemnag dengan asosiasi PPIU. Namun tarif tersebut baru sekadar estimasi, belum termasuk karantina.

    “Kepastiannya nanti setelah umrah perdana berjalan,” tegasnya.

    Baca juga : 

    Selain karantina, salah satu yang juga masih dinantikan PPIU adalah besaran biaya umrah. Sebab, kepastian biaya ini menjadi salah satu faktor pertimbangan jamaah untuk melaksanakan ibadah umrah.

    Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi menilai, biaya umrah kemungkinan meningkat lantaran umrah dilakukan di masa pandemi. Selain itu, otoritas Arab Saudi membuat sejumlah penyesuaian pengaturan penyelenggaraan umrah.

    Biaya umrah, diperkirakan akan kembali normal jika pandemi sudah masuk endemi. Tetapi, biaya diperkirakan tetap naik lantaran ada komponen asuransi kesehatan yang akan masuk dalam syarat keberangkatan jamaah umrah.

    “Peningkatan biaya umrah diperkirakan meningkat sekitar 15% sampai 25%, sebut Syam. []

  • Arab Saudi Cabut Larangan Masuk Bagi Pelancong Indonesia

    peloporberita.com/ | Arab Saudi akhirnya menghapus larangan masuk untuk pelancong dari enam negara, yaitu dari Indonesia, Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir dan India. Selama ini, Arab Saudi menerapkan larangan masuk itu untuk menekan penyebaran Covid-19.

    Namun, jika ada yang terpaksa masuk, mereka harus menjalani karantina terlebih dahulu di negara ketiga. Dengan dihapuskannya aturan itu, maka kini para pelancong dan ekspatriat dari enam negara tersebut bisa langsung masuk ke Arab Saudi, seperti dikutip dari Arab News, pada Jumat (26/11/2021).

    Kebijakan ini berlaku mulai pukul 1 pagi, pada 1 Desember 2021. Namun, traveler yang datang dari negara-negara ini tetap harus menjalankan lima hari karantina, terlepas dari status vaksinasi mereka di luar Arab Saudi. Semua prosedur harus tetap tunduk pada evaluasi berkelanjutan oleh otoritas kesehatan Kerajaan.

    Sebelumnya pada Februari lalu, Arab Saudi menerapkan larangan masuk langsung, setelah adanya kenaikan kasus Covid-19 varian baru yang terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan dan Brasil. Saat itu, muncul kekhawatiran bahwa vaksin kurang efektif melawan varian baru ini.

    Larangan masuk langsung itu mencakup Uni Emirat Arab, Mesir, Lebanon, Turki, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan, India, Indonesia, Pakistan dan Jepang. Namun larangan ini tidak berlaku bagi para diplomat, staf medis dan keluarga mereka. []

    Baca juga: Arab Saudi Bangun Megaproyek Senilai USD 7 Triliun

  • Arab Saudi Bangun Megaproyek Senilai USD 7 Triliun

    peloporberita.com/ | Arab Saudi tengah mengembangkan enam megaproyek dengan nilai investasi diperkirakan bisa mencapai USD 7 triliun, atau setara Rp 98.896 triliun (kurs Rp 14.128), hampir Rp 100.000 triliun, seperti dikutip dari Arab News, Jumat (15/10/2021).

    Melalui proyek ini, Kerajaan Arab Saudi berharap, investasi dan perekonomian negara dapat terdorong, dan juga bisa menjadikan Arab Saudi sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia.

    Baca juga: Arab Saudi Resmi Buka Pintu Umroh Bagi Indonesia

    Adapun enam proyek super raksasa itu adalah,
    1. Proyek Laut Merah
    Proyek Laut Merah bertujuan menjadikan Arab Saudi sebagai pemimpin di dunia pariwisata. Kawasan Laut Merah memiliki luas 28.000 km persegi di pantai barat Kerajaan dengan pemandangan yang menakjubkan, menampilkan gunung berapi yang tidak aktif, gurun dan berbagai satwa liar.

    Proyek ini juga akan menekankan pelestarian lingkungan dan mendorong sumber energi terbarukan, sehingga akan ada larangan penggunaan plastik sekali pakai untuk mencapai zero waste to landfill.

    2. AMAALA
    AMAALA adalah proyek yang diklaim super merah di pantai Laut Merah Arab Saudi. Proyek ini akan menawarkan fasilitas dan layanan pengalaman mewah di berbagai bidang, seperti seni, budaya, mode, kesehatan dan layanan olahraga.

    3. Qiddiya
    Qiddiya direncanakan menjadi pusat hiburan, olahraga dan seni, yang ditargetkan selesai pada 2030. Proyek yang akan dibangun di dalamnya ada taman hiburan Six Flags yang akan berisi 28 wahana dan atraksi, termasuk arena balap motor hingga lapangan golf.

    4. Proyek Pengembangan Aseer
    Tempat-tempat wisata di puncak gunung Aseer akan mengubah provinsi ini menjadi tujuan wisata sepanjang tahun, memanfaatkan potensi wisata dari keragaman geografis dan alam, budaya dan warisannya.

    5. Otoritas Pengembangan Gerbang Diriyah
    Proyek Otoritas Pengembangan Gerbang Diriyah dibangun pertama kali pada 15 Juli 2021, sebagai infrastruktur penting dari kota budaya dan warisan. Proyek pertama dibangun di Jalan Lingkar Barat Riyadh.

    Proyek dengan investasi sekitar USD 50 miliar ini akan menampilkan sejumlah restoran dan hotel mewah, dengan semua struktur dibangun bergaya arsitektur tradisional Najdi.

    6. NEOM
    Proyek ini akan menampilkan desa-desa konstruksi sehingga akan menyerap hingga 30.000 pekerja, termasuk di kantor, gudang dan perusahaan jasa konstruksi. Saat ini, Pemerintah Arab Saudi masih mencari kontraktor dan investor untuk proyek ini.

    Sebelumnya, pada akhir Juli lalu, perusahaan NEOM dan Universitas Sains dan Teknologi King Abdullah juga sudah meluncurkan proyek bersama untuk membangun taman terumbu karang terbesar di dunia di Pulau Shushah di NEOM. []

  • Arab Saudi Resmi Buka Pintu Umroh Bagi Indonesia

    peloporberita.com/ – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akhirnya memberikan izin kepada Indonesia untuk bisa mengirimkan jamaah umrohnya.

    Hal ini diketahui berdasarkan nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada tanggal 8 Oktober 2021.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, Izin ini diberikan setelah pembahasan yang cukup panjang, baik pada level Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan dan juga Menteri Agama,

    Adapun seiring dengan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia yang semakin baik, maka pihak Arab Saudi menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. ​Kedutaan (Aran Saudi) telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umroh bagi jamaah umroh Indonesia.

    2. Komite khusus di Kerajaan Saudi Arabia sedang bekerja saat ini guna meminimalisir segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jamaah umroh Indonesia untuk melakukan ibadah umroh.

    Dalam nota diplomatik tersebut juga disebutkan bahwa kedua pihak dalam tahap akhir pembahasan mengenai pertukaran link teknis dengan Indonesia yang menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin dan akan memfasilitasi proses masuknya jamaah.

    Nota diplomatik juga menyebutkan mempertimbangkan untuk menetapkan masa periode karantina selama 5 hari bagi para jamaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan.

    Baca juga : [maxbutton id="1" url="https://peloporberita.com/2021/09/29/dari-12-ribu-jemaah-umrah-belum-ada-yang-gunakan-booster-vaksin/" text="Dari 12 Ribu Jemaah Umrah Belum Ada yang Gunakan Booster Vaksin" ]

    Selanjutnya menurut Menlu, Kementerian Luar Negeri akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan serta dengan otoritas terkait di Kerajaan Saudi Arabia mengenai pelaksanaan kebijakan Pemerintah Saudi Arabia yang baru ini.

    "Saya sendiri telah melakukan koordinasi dan komunikasi baik dengan Pak Menteri Kesehatan maupun dengan Pak Menteri Agama. Sebagaimana teman-teman ketahui bahwa pertemuan saya terakhir dengan Menteri Luar Negeri Saudi Arabia terjadi di sela-sela pelaksanaan Sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York," ungkap Retno Marsudi. []

  • Dari 12 Ribu Jemaah Umrah Belum Ada yang Gunakan Booster Vaksin

    peloporberita.com/ | Jakarta – Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan, semua jemaah yang berangkat umrah sejak dibuka Agustus 2021 lalu, belum ada yang menggunakan skema booster vaksin Covid-19. Ini, diungkapkannya dalam rapat virtual tentang persiapan penyelenggaraan ibadah umrah dengan Tim Kemenag, Kemenkes, Kominfo, dan PT Telkom Selasa, 9 September 2021.

    “Sampai saat ini, berdasarkan informasi yang saya peroleh, belum ada jemaah yang memakai vaksin booster. Artinya, semua menggunakan vaksin yang juga di gunakan di Arab Saudi.”

    Total sudah ada 12 ribu jemaah umrah yang ke Arab Saudi sejak pembukaan di tanggal tersebut. Mereka berasal dari 10 negara, yaitu: Irak, Nigeria, Sudan, Jordan, Senegal, Bangladesh, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Uni Emirat Arab.

    “Sampai saat ini, berdasarkan informasi yang saya peroleh, belum ada jemaah yang memakai vaksin booster. Artinya, semua menggunakan vaksin yang juga di gunakan di Arab Saudi,” tutur Endang yang dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.

    Endang juga menjelaskan, Arab Saudi selama ini menggunakan empat jenis vaksin, yaitu: Pfizer, AstraZeneca, Jhonson&Jhonson, serta Moderna.

    “Bangladesh infonya hanya memberangkatkan jemaah yang menggunakan vaksin seperti yang digunakan oleh Arab Saudi,” sebut Endang.

    Menurutnya, jemaah yang sudah mendapatkan dua kali vaksin dengan vaksin yang digunakan Arab Saudi, atau dua kali vaksin plus booster, tidak menjalani karantina setibanya di Jeddah atau Madinah.

    Mereka bisa langsung menjalankan ibadah. Adapun bagi jemaah yang baru mendapatkan satu kali vaksin, maka dia harus menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama empat hari.

    “Selama di Makkah dan Madinah, jemaah mendapat kesempatan sekali menjalakan umrah, dan sekali salat di Raudah,” ungkap Endang.

    Adapun untuk Salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, itu bisa dilakukan setiap waktu. []

  • Alhamdulillah, Arab Saudi Mulai Terima Umrah Hari ini

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan, akan mulai menerima permintaan umrah dari jemaah luar negeri yang sudah divaksinasi secara bertahap mulai hari ini, Senin, 9 Agustus 2021.

    Penerbitan izin umrah, dilakukan melalui aplikasi “Eatmarna” dan “Tawakkalna”. kementerian setempat seperti dikutip dari kantor berita negara SPA, menargetkan 60 ribu peziarah yang didistribusikan selama 8 periode operasional, sehingga kapasitasnya menjadi dua juta peziarah per bulan.

    Fikih Sebelum Berangkat Haji atau Umrah - Suara Muslim

    Wakil Menteri Haji dan Umrah, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat menjelaskan, vaksinasi Covid-19 masih menjadi prasyarat untuk melaksanakan umrah dan berziarah serta shalat di dua masjid suci tersebut, terutama bagi warga sekitar.

    Untuk peziarah dari luar negeri harus menunjukkan sertifikat resmi vaksinasi dari negara masing-masing. Vaksin yang digunakan dalam vaksinasi calon peserta Umrah juga harus berdasarkan daftar vaksin yang disetujui oleh Pemerintah Arab Saudi. Selain itu, kedatangan mereka harus mematuhi prosedur karantina institusional.

    Lebih lanjut, Abdulfattah menyatakan, jumlah penumpang angkutan antar-jemput tidak akan melebihi 50% dari kapasitasnya. Serta, akan tetap menjaga jarak aman di dalam kendaraan, dan memastikan jemaah telah memiliki izin yaang dikeluarkan melalui aplikasi sebelum diizinkan naik kendaraan.[]

  • Menko Luhut Bahas Investasi & Ekonomi dengan Arab Saudi

    peloporberita.com/ | Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Al-Falih, membahas beberapa isu mengenai kerja sama investasi dan ekonomi kedua negara.

    Pembahasan ini dilakukan saat keduanya melakukan pertemuan secara virtual Rabu, 16 Juni 2021. Pertemuan virtual ini, juga turut dihadiri Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan CEO Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah.

    Saya sangat senang pertemuan ini dapat terlaksana. Semoga kesempatan ini jadi langkah awal yang baik untuk kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di berbagai bidang ke depannya.

    Dalam kesempatan itu, Menteri Al-Falih menyampaikan selamat kepada Indonesia atas terbentuknya SWF Indonesia (INA). Menteri Falih menyatakan dirinya sangat terkesan dengan potensi investasi yang dipresentasikan. Untuk itu, Menteri Investasi berjanji akan berkomunikasi dengan PIF dan akan mengatur pertemuan lebih lanjut antara INA dan PIF.

    Sedangkan Indonesia dalam kesempatan yang sama menawarkan Arab Saudi untuk berinvestasi dalam Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan bank syariah terbesar di Indonesia saat ini. Pihak Arab Saudi pun menyampaikan ketertarikannya dan akan menugaskan timnya untuk membahas detail rencana ini lebih lanjut.

    Lebih lanjut, Indonesia menyampaikan keinginan untuk membangun Indonesia Housing atau “Rumah Indonesia” di Mekah. Bangunan tersebut dapat menjadi persinggahan bagi jemaah Umroh dan Haji sekaligus dapat digunakan untuk memasarkan produk-produk asal Indonesia.

    Menteri Investasi Arab Saudi
    Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Al-Falih. (Foto:Pelopor/Kemenko Marves)

    Menteri Al-Falih menyambut baik rencana tersebut dan langsung menawarkan beberapa calon lokasi yang dapat digunakan. Proyek tersebut nantinya akan dipimpin oleh PT Pembangunan Perumahan.

    Sejatinya, kedua negara memiliki perhatian yang sama mengenai isu perubahan iklim yang saat ini sedang dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Oleh sebab itu, Pemerintah Arab Saudi menyampaikan mendukung Indonesia untuk mengangkat isu perubahan iklim dalam KTT G20 yang akan dilaksanakan di Indonesia tahun depan.

    Menteri Al-Falih menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi saat ini memiliki program penanaman 10 miliar pohon di Arab Saudi dalam rangka rehabilitasi vegetasi alami. Indonesia sebagai negara yang memiliki perhatian khusus terkait isu perubahan iklim pun menyampaikan tertarik untuk berpartisipasi dalam program tersebut.



    Arab Saudi sendiri dalam beberapa waktu terakhir tengah gencar mengembangkan sumber energi terbarukan di beberapa negara seperti Uzbekistan. Fokus Indonesia dan Arab Saudi dalam pengembangan green energy membuat kerangka kerja mengenai kerja sama di bidang ini akan ditindaklanjuti melalui pertemuan di tingkat teknis antara kedua negara dalam waktu dekat.

    Pertemuan ini, sangat diapresiasi Menko Luhut sebab menghasilkan banyak komitmen kerja sama yang berhasil dibahas antara kedua negara. Selanjutnya, Menko Luhut dan Menteri Al-Falih sepakat untuk membentuk satuan tugas atau task force untuk membahas berbagai peluang investasi yang ada dan sepakat akan kembali melakukan pertemuan pada tanggal 24 Juni 2021.

    “Saya sangat senang pertemuan ini dapat terlaksana. Semoga kesempatan ini jadi langkah awal yang baik untuk kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di berbagai bidang ke depannya,” tandas Menko Luhut. []