Tag: Arab Saudi

  • Kemensos Siap Fasilitasi Pemulangan PMI dari Arab Saudi ke Indonesia

    Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, masalah yang dihadapi PMI sangat kompleks dan tidak ringan. Namun, tantangan yang tidak kalah berat adalah keberadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri yang harus hidup terpisah dengan orang yang mereka cintai di tanah air. Oleh sebab itu, Mensos menawarkan kesempatan kepada PMI yang berniat pulang ke Indonesia, Kemensos siap memfasilitasi.

    “Bagi yang ingin kembali ke tanah air, Kemensos siap memfasilitasi pemulangan PMI dari Arab Saudi ke Indonesia, kecuali bagi PMI yang masih bermasalah dengan hukum,” tuturnya di Kedutaan Besar RI (KBRI), Riyadh, Arab Saudi, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima, Rabu, (30/03/2022)

    Kunjungan Mensos ke Riyadh, dalam rangka menghadiri Kongres Kewirausahaan Global (GEC) sebagai pembicara kunci. Dalam Kongres tersebut, Mensos menjelaskan berbagai upaya pemerintah mengembangkan program kewirausahaan untuk kelompok rentan terdampak pandemi dengan meluncurkan program kesejahteraan sosial secara intensif.

    Bersamaan dengan kunjungan Mensos, ada 34 orang PMI yang akan dipulangkan dengan biaya KBRI. Atas arahan Mensos, mereka akan dijemput dan diberikan pendampingan oleh tim Kemensos. Mereka juga akan mendapatkan layanan dasar sementara di Sentra Mulya Jaya, milik Kemensos.

    Mensos
    Menteri Sosial, Tri Rismaharini menghadiri Kongres Kewirausahaan Global (GEC), yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, Senin, (28/03/2022). (Foto:Kemensos)

    Untuk PMI yang bermasalah, Kemensos di antaranya akan membantu seperti membayar denda dari setiap PMI yang tidak memiliki iqomah (identitas kependudukan sementara). Selanjutnya bila masalah hukum mereka sudah selesai, akan difasilitasi kepulangannya ke tanah air.

    Tim Kemensos juga melakukan asesmen terhadap kebutuhan dan kemampuan PMI terutama setelah mereka kembali ke tanah air. Kemensos akan melakukan pendampingan dan bantuan sehingga mereka dapat hidup mandiri. Tim juga mengirimkan dokter/psikiater untuk mendampingi pemulangan PMI yang bermasalah dengan gangguan kejiwaan.

    Adapun berdasarkan data dari KBRI Riyadh, terdapat 177 orang PMI yang saat ini ditampung di shelter Ruhama KBRI di Riyadh dengan berbagai jenis masalah. Mereka ada yang gajinya tidak dibayar, korban pelecehan, korban kekerasan, dan sebagainya. []

  • Mensos Paparkan Program Pemberdayaan Kelompok Rentan di Kongres Kewirausahaan Global Riyadh

    Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, mengungkapkan berbagai upaya pemerintah RI mengembangkan program kewirausahaan untuk kelompok rentan terdampak pandemi pada Kongres Kewirausahaan Global (GEC), yang digelar di Riyadh, Kerajaan Arab Saudi, Senin, (28/03/2022).

    Mensos menegaskan, pandemi telah memukul semua sektor di tanah air, termasuk kelompok miskin dan rentan menjadi pihak yang paling terdampak. Untuk mendukung kelompok rentan tersebut, Pemerintah Indonesia meluncurkan program kesejahteraan sosial secara intensif.

    “Yaitu berupa bantuan sosial tunai (Program Keluarga Harapan/PKH) untuk 10 juta penerima manfaat, bantuan sembako (Bantuan Pangan Non Tunai/BPNT) untuk 18,8 juta penerima manfaat. Tathun 2021 nilai bantuan sekitar Rp105 triliun (atau US$ 7,5 juta),” tutur Mensos.

    Selanjutnya, program afirmatif khusus untuk mendukung kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, dan yatim piatu. Pandemi lanjut Mensos, juga membuat sebagian anak-anak kehilangan orangtuanya dan menjadi yatim piatu (YAPI) baru di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

    “Untuk anak YAPI, pemerintah meluncurkan program yang mendukung pendidikan dan kebutuhan sehari-hari mereka,” ungkap Mensos Risma.

    Sementara tantangan yang dihadapi pemerintah adalah luasnya wilayah tanah air yang terdiri dari 16.772 pulau sehingga penyaluran bantuan sosial (bansos) sangat mengandalkan keunggulan dalam pengelolaan data.

    Tantangan lainnya adalah respon terhadap korban bencana yang melanda mulai gempa bumi, badai, tanah longsor, banjir bandang, dan letusan gunung berapi. Selain penanganan terhadap korban, Kemensos juga memodifikasi tenda untuk memastikan penanganan pengungsi menjaga kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

    Sedangkan untuk pemberdayaan penyandang disabilitas, Kemensos memberikan pekerjaan di balai dan loka. Mereka membuat alat bantu sesuai kebutuhan spesifik dan mendapat upah yang membantu mereka keluar dari garis kemiskinan sesuai standar Bank Dunia sebesar USD 1,9 per hari.

    Kemudian, Kemensos juga menyediakan pusat galeri kewirausahaan yakni Sentra Kreasi Atensi atau SKA. SKA telah didirikan di 28 dari 41 balai di seluruh Indonesia. Galeri SKA menampilkan hasil berkebun, kuliner, dan produk buatan industri rumahan, serta menyediakan kios untuk penjahit, salon, dan spa.

    Untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat di Indonesia Timur, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Barat, dan Papua, Kemensos mengintesifkan pembangunan akses ekonomi dan pasar dengan membangun sistem transportasi sendiri dari fiber, speedboat hingga sepeda motor listrik. []

  • Charoen Pokphand Ekspor ke Arab Saudi Pertama Kali Sejak 2004

    Jakarta | Perusahaan asal Thailand, Charoen Pokphand Foods (CPF) telah mengekspor produk ayam ke Arab Saudi untuk pertama kalinya sejak 2004, setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas makanan dan obat-obatan Saudi.

    Mengutip Bangkok Post, pengiriman bersejarah itu terjadi hanya dua minggu setelah Arab Saudi mencabut larangan ekspor ayam dan telur Thailand selama 18 tahun. CPF menargetkan ekspornya ke Arab Saudi tahun ini bisa mencapai 6.000 ton, dengan total nilai 473 juta baht atau setara Rp 201,3 juta.

    Di Timur Tengah, Arab Saudi akan menjadi importir ayam terbesar dari Thailand. Industri ayam pedaging Thailand berharap bisa menguasai 10%-15% pangsa pasar di negara tersebut.

    Secara total, CPF menargetkan ekspor ayamnya tahun ini mampu mencapai lebih dari 200.000 ton, senilai lebih dari 20 miliar baht, dengan pasar tujuan utama adalah Inggris, diikuti Jepang dan Jerman.

    CPF berharap total pendapatannya tahun ini bisa naik setidaknya 10%, dari 520 miliar baht pada 2021. Setengah dari angka itu akan disumbang oleh bisnis pakan ternak, kemudian 30% dari bisnis peternakan dan sisanya dari bisnis makanan.

    Optimisme itu antara lain didukung oleh meningkatnya permintaan global, terutama di Eropa, Jepang dan Timur Tengah, serta biaya produksi Thailand yang lebih rendah dibandingkan negara lain.

    Tahun ini, CPF juga menganggarkan dana investasi senilai 25 miliar baht, yang akan difokuskan pada peningkatan mesin untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Sementara rencana merger dan akuisisi telah ditangguhkan akibat ketidakpastian situasi ekonomi.[]

  • Foxconn Berniat Dirikan Pabrik Senilai USD 9 miliar di Arab Saudi

    peloporberita.com/ | Perusahaan manufaktur Taiwan, Foxconn Technology Group disebut berniat membangun fasilitas multiguna senilai USD 9 miliar di Arab Saudi. Nantinya, pabrik itu dapat memproduksi microchip, komponen kendaraan listrik dan elektronik lainnya seperti layar.

    Menurut sumber The Wall Street Journal, Pemerintah Saudi pun sedang meninjau tawaran dari Foxconn, yang juga dikenal sebagai Hon Hai Precision Industry Co., untuk membangun dua jalur teknologi bagi pabrik baru di Neom. Selain Arab Saudi, Foxconn juga disebut berbicara dengan Uni Emirat Arab tentang kemungkinan penempatan proyek di sana.

    Foxconn juga disebut sedang mencari insentif besar, termasuk pembiayaan, pembebasan pajak dan subsidi untuk listrik dan air sebagai imbalan membantu mendirikan sektor manufaktur berteknologi tinggi, ketika Arab Saudi berusaha mendiversifikasi ekonominya dari sektor perminyakan.

    Perakit terbesar iPhone ini memang telah berupaya mendiversifikasi lokasi manufakturnya, di tengah meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) yang menempatkannya di posisi rentan.

    Foxconn memang telah berupaya mendiversifikasi bisnisnya di luar produk Apple dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dengan memperluas aktivitasnya di sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

    Bahkan, perusahaan tersebut telah mengakuisisi fasilitas semikonduktor, termasuk milik Macronix International yang berbasis di Taiwan. Macronix memproduksi NOR Flash, NAND Flash dan ROM untuk pasar konsumen, komunikasi, komputasi dan otomotif.[]

  • Ritel Farmasi Saudi Al Nahdi Medical Targetkan IPO Raih USD 1,36 miliar

    peloporberita.com/ | Perusahaan ritel farmasi Arab Saudi, Al Nahdi Medical Co. menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) mulai 13 Maret 2022. Dalam aksi tersebut, Nahdi Medical melepas sahamnya dengan harga 131 riyal per lembar atau sekitar USD 34,92.

    Dengan demikian, IPO tersebut bisa menghasilkan USD 1,36 miliar atau sekitar Rp 18,63 triliun. IPO ini diproyeksikan bisa menjadi yang terbesar di Arab Saudi, sejak Saudi Aramco mengumpulkan hampir USD 30 miliar dalam IPO pada 2019 lalu.

    Nahdi Medical pun menunjuk HSBC Holdings Plc dan Saudi National Bank sebagai pihak yang mengelola IPO ini.

    Melansir data Bloomberg, perusahaan-perusahaan Arab Saudi meraih hampir USD 9,3 miliar dari IPO tahun lalu. Hal itu menjadikan Riyadh sebagai pasar IPO paling aktif di Timur Tengah dan Afrika, setelah Israel.

    IPO ACWA Power International yang berlangsung tahun lalu adalah yang paling besar di Arab Saudi setelah Aramco, dengan menghasilkan USD 1,2 miliar.

    Invasi Rusia ke Ukraina telah secara efektif menutup pasar IPO, namun pasar Arab sejauh ini terbukti tangguh seiring dengan melonjaknya harga minyak.[]

  • Masuk Arab Saudi Kini Bebas Karantina dan Tanpa Tes PCR

    peloporberita.com/ – Pemerintah Arab Saudi, kini tidak mewajibkan pendatang yang masuk ke negaranya untuk menjalani karantina saat tiba. Selain itu, penumpang juga tidak perlu lagi menunjukkan hasil tes PCR pada saat kedatangan mereka mulai Sabtu, (5/03/2022).

    Sumber Kementerian Dalam Negeri setempat menegaskan, langkah-langkah preventif covid-19 seperti menjaga jarak alias social distancing dan mengenakan masker di luar ruangan juga tidak lagi diwajibkan di negara tersebut.

    Meski demikian, semua kedatangan di Kerajaan dengan visa kunjungan atau dalam bentuk apa pun diharuskan memiliki asuransi yang mencakup biaya perawatan dari infeksi virus corona seperti dilansir dari Arab News, Minggu (06/03/2022)

    Kementerian Arab Saudi juga mengakhiri aturan jaga jarak di dua masjid suci dan semua masjid lainnya di Kerajaan, tetapi jamaah masih harus memakai masker seperti di Saudi Press Agency.

    Kementerian juga menegaskan, pentingnya untuk terus mematuhi pedoman rencana nasional untuk imunisasi, termasuk mendapatkan dosis booster.

    Selain itu, memastikan prosedur untuk memverifikasi status kesehatan pada aplikasi Tawakkalna (seperti aplikasi PeduliLindungi di Indonesia) untuk memasuki fasilitas, kegiatan, acara, pesawat dan transportasi umum.

    Keputusan ini, akan terus dievaluasi Kementerian Kesehatan Arab Saudi secara berkelanjutan sesuai dengan perkembangan situasi epidemiologis. []

  • Jaringan Apotek Terbesar Arab Saudi Nahdi Medical akan Gelar IPO

    peloporberita.com/ | Nahdi Medical Co. yang merupakan jaringan apotek terbesar di Arab Saudi, ingin memperluas bisnis utama perawatan kesehatan dan mempertimbangkan strategi akuisisi.

    CEO Nahdi Medical Yasser Joharji mengatakan, saat ini Nahdi dapat menggunakan seluruh jaringan apoteknya untuk menawarkan layanan kesehatan primer dan membangun klinik yang ada di Jeddah.

    Selain itu, Joharji juga menyebutkan pihaknya ingin memperluas pasar ke negara tetangga, termasuk melalui akuisisi.

    Untuk mendukung hal itu, Nahdi Medical akan menambah investor melalui penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dan melepas 30% sahamnya. Dalam IPO ini, Nahdi juga menargetkan valuasi 16 miliar riyal, atau sekitar USD 4,3 miliar.

    Mengutip Bloomberg, perusahaan ini juga menggandeng HSBC Holdings Plc dan Saudi National Bank yang bertugas sebagai pengelola IPO tersebut.

    Nahdi Medical hingga saat ini telah memiliki 1.151 apotek di 144 kota di Arab Saudi. Pendapatan mereka pada tahun 2020 mencapai 8,6 miliar riyal, dengan laba sebesar 849 juta riyal.

    Untuk diketahui, sepanjang tahun lalu perusahaan Arab Saudi mengumpulkan hampir USD 9,3 miliar dari penawaran saham perdana. Hal ini menjadikan Arab Saudi sebagai pasar IPO paling aktif di Timur Tengah dan Afrika, setelah Israel.[]

  • Arab Saudi Alihkan Saham Saudi Aramco Senilai USD 80 Miliar ke SWF

    peloporberita.com/ | Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyatakan bahwa Arab Saudi telah mengalihkan kepemilikan 4% saham di Saudi Aramco ke dana investasi milik negara atau sovereign wealth fund (SWF). Nilai transaksi itu mencapai USD 80 miliar.

    Pengalihan saham ini pun akan membantu meningkatkan aset yang dikelola Public Investment Fund (PIF). Mengingat, aset PIF ditargetkan tumbuh menjadi sekitar 4 triliun riyal atau setara USD 1,07 triliun pada akhir 2025.

    “Saham tersebut akan meningkatkan posisi keuangan Public Investment Fund yang kuat dan peringkat kredit yang tinggi dalam jangka menengah,” kata Mohammed bin Salman dalam pernyataan yang dikutip dari Reuters.

    Meski begitu, setelah proses pengalihan, Arab Saudi tetap menjadi pemegang saham terbesar di Saudi Aramco. Pasalnya, Arab Saudi tetap mempertahankan lebih dari 94% kepemilikan saham di perusahaan minyak itu.

    Di sisi lain, Saudi Aramco menyebutkan bahwa transfer itu adalah transaksi pribadi antara pemerintah dan lembaga pemerintah.

    Aksi ini juga disebut tidak akan mempengaruhi jumlah saham yang diterbitkan maupun operasional perusahaan, strategi dan kebijakan distribusi dividen atau kerangka tata kelola dari Saudi Aramco.

    Saudi Aramco adalah perusahaan minyak terbesar di dunia yang telah resmi melantai di bursa saham pada akhir 2019. Saat itu, Saudi Aramco berhasil mengumpulkan dana IPO hingga USD 29,4 miliar dan tercatat menjadi penawaran umum saham perdana terbesar di dunia. []

  • DPR: Kenaikan Biaya Haji 2022 Tak Dapat Dihindari

    peloporberita.com/ – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menilai, kenaikan tarif pelaksanaan ibadah haji di tahun 1443H/2022M di masa pandemi Covid-19 saat ini merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Sebab, ada pertambahan dari sejumlah item-item pelaksanaan ibadah haji, di antaranya biaya tes PCR dan karantina.

    Menurutnya, adanya pandemi, tentu menjadi pelajaran bahwa dalam penyelenggaraan ibadah haji harus tetap mengedepankan prinsip kewaspadaan wabah penyakit agar jemaah haji dapat lebih siap menghadapi dan mencegah serta dapat beribadah secara khusyuk sesuai dengan ketentuan Agama Islam.

    “Ini suatu hal yang tak bisa dihindarkan, karena item dari pelaksanaan (haji) itu kan bertambah. Katakan PCR, itu ada di sejumlah titik mulai dari pemberangkatan, pelaksanaan ibadah di Arab Saudi nantinya, lalu kepulangan dari Saudi ke Indonesia, itu kan otomatis menambah harga,” tutur Marwan usai melakukan pertemuan dengan jajaran Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, di Surabaya, Jumat (4/2/2022).

    “Dalam hitungan kita antara harga Rp200 ribu hingga Rp275 ribu per titik, kemudian dikali tujuh, kan lumayan. Kemudian juga kalau terjadi karantina, itu semua mempengaruhi biaya maka kenaikan harga tidak bisa kita hindarkan,” sambungnya.

    Sedangkan dalam keadaan normal saja, lanjut Marwan, kenaikan tarif ibadah haji dapat juga berasal dari pertambahan nilai pajak Arab Saudi dan pertambahan nilai tukar yang setiap tahunnya ada pertambahan.

    “Namun demikian di keadaan normal, hal ini bisa kita siasati diambil dari nilai manfaat. Namun di keadaan pandemi Covid-19 saat ini kan tidak mungkin, kira-kira begitu jadi kita tidak bisa menghindari adanya tambahan ongkos itu,” tegas legislator dapil Sumatera Utara II tersebut.

    Terkait dengan persolan kesehatan calon jemaah, nantinya Komisi VIII DPR akan merundingkan bersama dengan pemerintah agar nantinya hal-hal yang terkait dengan kesehatan untuk dimasukkan ke dalam APBN.

    “Karena kan yang namanya PCR berkaitan dengan kesehatan itu kan memang tugas negara. Kira-kira tarifnya masih ada kemungkinan bisa turun karena diambil alih tanggung jawabnya terhadap beban negara, itu yang akan kita usahakan,” tegas Marwan.

    Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, juga mengungkapkan bahwa keinginan masyarakat Jatim untuk bisa melaksanakan ibadah haji sangat tinggi. Sehingga penting bagi Pemerintah khususnya Kementerian Agama untuk melakukan perundingan terkait jumlah kuota pelaksanaan haji.

    “Andaikan Saudi memotong 50 persen yang diperbolehkan berangkat di masa pandemi ini, saya yakin sejumlah negara tidak seluruhnya memberangkatkan. Pemerintah harus bisa merundingkan dengan Arab Saudi agar nantinya kuota dari negara lain yang calon jamaah hajinya tidak bisa diberangkatkan bisa kita pakai,”pungkas Marwan.

    “Jadi tentu itu butuh lobby, butuh kegigihan meyakinkan Saudi. Negara lain enggak kirim, kita isi saja kira-kira begitu andaikan nantinya ada kenaikan tapi masyarakat tetap ngotot untuk berangkat kira-kira itu,” sambungnya. []

  • Aston Martin dan Aramco Kolaborasi Kembangkan Teknologi F1

    peloporberita.com/ – Tim Formula one Aston Martin berkolaborasi dengan perusahaan migas Arab Saudi, Aramco untuk mengembangkan teknologi untuk F1 dan mobil jalan raya.

    Kemitraan strategis jangka panjang kedua perusahaan akan mengarah pada pengembangan mesin pembakaran internal yang efisien, pelumas canggih, bahan bakar berkelanjutan yang berkinerja tinggi dan penerapan bahan non-logam dalam kendaraan.

    Lebih lanjut melalui kerjasama ini, tercipta tim dengan nama baru, yakni Aston Martin Aramco Cognizant Formula One Team. Kerjasama ini juga mencakup hak sponsor tim dan perjanjian lisensi.

    Selain itu, Aramco akan bekerjasama dengan Aston Martin dalam upaya R and D untuk memenuhi target F1 yang menggunakan bahan bakar berkelanjutan di tahun 2025 nanti.

    Kolaborasi ini juga merupakan salah satu upaya untuk membuat mesin hybrid motorsport agar lebih efisien serta mengembangkan dan mengkomersilkan teknologi mesin hemat bahan bakar untuk kendaraan lain. []