peloporberita.com/ | Jakarta – Ponsel dalam genggaman setiap hari tidak terlepas dari kehidupan modern sekarang ini. Segala transaksi apa pun bisa dilakukan di gawai tersebut. Misalnya, membeli makanan dan minuman, membeli tiket bioskop, membayar belanja online, hingga transaksi keuangan lainnya.
Ponsel juga tempat menyimpan foto dan video selain tempat mengelola transaksi keuangan. Sebagai pengguna yang cerdas seperti nama ponselnya, sebaiknya pengguna mengamankan perangkatnya dari serangan kejahatan siber.
Menurut perusahaan keamanan siber dan antivirus Kaspersky pengguna ponsel perlu memeriksa secara rutin pada perangkat untuk memastikan keamanan privasi dan data pribadi.
Berikut lima pemeriksaan keamanan reguler yang dapat diterapkan untuk ponsel Android secara rutin dari Kaspersky, yang dikutip dari Antara, Kamis, 5 Agustus 2021.
1. Memeriksa aplikasi
Mulailah dengan daftar aplikasi yang diinstal. Telusuri dengan cermat dan segera menghapus aplikasi apa pun yang tidak Anda gunakan.
Hal ini dapat membawa sejumlah manfaat. Pertama, menyisakan lebih banyak ruangan penyimpanan media pada ponsel dapat meningkatkan kinerja memori tidak bekerja secara optimal saat kapasitas penuh.
Kedua, saat aplikasi tidak terpakai dihapus, Anda akan meningkatkan masa pakai baterai.
Ketiga, Anda tidak akan menjadi target potensial bagi mata-mata dan pencuri, jika terdapat aplikasi yang berpotensi berbahaya di ponsel Anda.
Bahkan, program yang sah sekalipun dapat menjadi sumber infeksi jika diretas, atau jika pengembangnya tanpa sadar menggunakan komponen berbahaya dalam kode aplikasi.
Dengan demikian, semakin sedikit aplikasi berarti semakin kecil peluang terjadinya insiden keamanan.
2. Memeriksa izin aplikasi
Setelah hanya aplikasi yang benar-benar digunakan ada pada ponsel, Anda perlu memeriksa permission atau “izin” aplikasi.
Aturan utamanya, jangan membagikan hak yang tidak perlu saat memasang aplikasi baru. Semakin banyak izin akses yang dimiliki aplikasi, semakin banyak hal yang dapat dilakukan pada perangkat Anda.
Artinya, semakin banyak pula data pribadi yang dapat dikumpulkan. Jadi, hanya berikan izin setiap aplikasi seminimal mungkin untuk pengoperasian.
Berikan perhatian khusus pada izin yang terkait dengan aplikasi admin perangkat (device admin apps) dan aksesibilitas, berikan izin hanya jika Anda mempercayai aplikasi tersebut 100 persen. Sekali lagi, jangan pernah takut untuk mencabut izin.
Jika Anda mencabut izin dan aplikasi berhenti berfungsi atau beberapa fitur hilang, Anda selalu dapat memunculkannya kembali.
3. Memeriksa pembaruan
Pembaruan penting karena dapat memperbaiki kerentanan, yang berarti mampu melindungi Anda dari serangan.
Aplikasi dari Google Play umumnya diperbarui secara otomatis, namun untuk memastikan, Anda dapat mengunjungi secara langsung dan mengunduh versi terbaru.
Jika Anda mengunduh sesuatu yang bukan dari toko resmi (yang tidak dianjurkan untuk dilakukan), Anda harus melacak pembaruan secara manual.
4. Lakukan pemindaian dengan perangkat lunak antivirus
Google Play memiliki antivirus-nya sendiri yaitu Google Play Protect, yang memeriksa aplikasi yang akan diunggah di toko resmi milik Google tersebut. Dengan kata lain, jika Anda mengunduh aplikasi dari toko resmi, kemungkinan besar aplikasi itu aman.
Walaupun segala kemungkinan dapat muncul dari waktu ke waktu, namun setidaknya di Google Play, aplikasi berbahaya dapat dideteksi dan kemudian dihapus.
Berbeda cerita jika Anda menginstal aplikasi dari toko lain atau mengunduhnya ke ponsel cerdas secara manual sebagai file APK, tidak ada jaminan bahwa aplikasi tersebut aman.
Oleh karena itu, Anda disarankan untuk memindai konten ponsel secara berkala dengan utilitas antivirus seluler.
Dengan solusi keamanan gratis, pemindaian biasanya harus dijalankan secara manual. Ini paling baik dilakukan setelah menginstal aplikasi baru, atau setelah pembaruan.
Jika khawatir melewatkannya, pilihlah solusi yang secara otomatis memindai perangkat sesuai dengan jadwal yang Anda tetapkan.
5. Periksa kebocoran data
Perangkat Android kemungkinan besar menyimpan banyak informasi pribadi, dari foto hingga aplikasi jejaring sosial dengan seluruh percakapan yang Anda miliki. Sayangnya, kebocoran data menjadi lebih umum.
Jika, misalnya kata sandi atau nomor kartu bank Anda jatuh ke tangan pelaku kejahatan siber, Anda mungkin dibiarkan hingga menjadi korban penipuan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tentang berbagai kemungkinan tentang kebocoran.
Informasi tentang kebocoran kini sudah banyak tersedia. Dalam banyak kasus, perusahaan memberi tahu pelanggan mereka, dan Anda juga bisa mendapatkan informasi di situs berita TI.
Namun, sebagian besar kasus kebocoran adalah tentang perusahaan dan layanan yang tidak Anda ketahui atau gunakan. Untuk meminimalkan hal yang tidak perlu, Anda dapat kembali menggunakan solusi antivirus.[]
peloporberita.com/ | Jakarta – Sistem operasi (OS) Android memulai kiprahnya tahun 2000-an. Sistem operasi ini dikembangkan oleh Android Inc, sebelum Google mengakuisisinya. Android Inc didirikan pada Oktober 2003 di Palo Alto, California, Amerika Serikat (AS). Pendirinya adalah Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White.
Google mengakuisisi Android Inc pada tanggal 17 Agustus 2005, menjadikannya sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Google. Pendiri Android Inc, yaitu Rubin, Miner dan White tetap bekerja di perusahaan setelah diakuisisi oleh Google.
Pada perkembangan selanjutnya, HTC Dream adalah ponsel pertama yang dibekali dengan sistem operasi Android yang rilis pada tahun 2008.
Android adalah sistem operasi sumber terbuka (open sources), dan Google merilis kodenya di bawah Lisensi Apache. Kode dengan sumber terbuka dan lisensi perizinan pada Android memungkinkan perangkat lunak untuk dimodifikasi secara bebas dan didistribusikan oleh para pembuat perangkat, operator nirkabel, dan pengembang aplikasi.
Berikut perkembangan sistem operasi Android dari masa ke masa yang dirangkum dari berbagai sumber, Rabu, 4 Agustus 2021.
1. Android 1.0 Astro (Alpha)
Android pertama kali lebih dikenal dengan Android Alpha. Dirilis pada 23 September 2008, yang sebenarnya versi awal dari Android ini akan dinamakan Astro, tetapi karena ada masalah hak cipta atas nama Astro, sehingga berubah nama menjadi Android Alpha.
2. Android 1.1 Bender
Android versi kedua ini dirilis pada 30 Februari 2009. Sama dengan sebelumnya, versi ini punya masalah penamaan karena Bender ternyata sudah ada yang punya dan dipatenkan. Awalnya, versi ini dirilis cuma untuk perangkat T-Mobile G1.
3. Android 1.5: Cupcake
Android Cupcke pertama kali dirilis pada 30 April 2009 dan pada versi ini ada peningkatan pada sisi pencarian dan UI yang lebih bersahabat dan mendukung teknologi CDMA
4. Android 1.6 Donut
Awal perilisan Android banyak memiliki bug, dan perlu pengembangan serta perbaikan. Hal ini dilakukan pada Android 1.6 Donut yang dirilis pada 15 September 2009.
Ya artinya belum genap setahun semenjak perilisan Android 1.5 Cupcake atau hanya berselang lima bulan saja. Android pun menambahkan beberapa pembaruan, terutama dukungan pada layar ponsel yang lebih besar.
5. Android 2.0 dan 2.1 Eclair
Pada tahap ini terjadi penambahan fitur untuk peningkatan Google Maps, perubahan UI ditambah dengan browser baru, daftar kontak baru, dukungan flash untuk kamera 3.2MP dan bluetooth 2.1. Versi ini dirilis pada tanggal 9 Desember 2009.
Sama seperti versi sebelumnya, Android 2.0 & 2.1 Eclair masih berfungsi untuk menutupi bug yang masih ditemukan pada sistem operasi mobile ini.
Android 2.0 & 2.1 Eclair digunakan pada perangkat seperti HTC Nexus One.
6. Android 2.2 Frozen Yoghurt (Froyo)
Pada versi ini Android sudah mendukung penggunaan SD Card sebagai penyimpanan kedua dan sudah mendukung Adobe Flash Player 10.1. Froyo dirilis pada 20 Mei 2010 pada Google Nexus One.
Walaupun sudah mulai dipergunakan pada beberapa brand, tapi tetap saja Android masih kalah bersaing dengan Symbian yang mendominasi pasar featured phone.
Android 2.2 Froyo memberikan peningkatan pada kecepatan kerja, fitur USB tethering, WiFi hotspot, serta fitur keamanan.
7. Android 2.3 Gingerbread
Ada banyak peningkatan yang terjadi pada versi ini ketimbang sebelumnya. Girgerbread dirancang untuk memaksimalkan kemampuan aplikasi dan game dan mulai digunakannya NFC (Near Field Communication). Versi ini dirilis pada 6 Desember 2010 dan memiliki pengguna terbanyak dibanding versi sebelum-sebelumnya.
Android versi ini juga terjadi berubahan terutama pada tampilan tatap muka alias user interface yang digunakan
Mulai versi ini, banyak merek ponsel pintar mulai melirik menggunakan sistem operasi Android. Salah satunya Samsung Galaxy Series yang populer hingga saat ini.
8. Android 3.0 dan 3.2 Honeycomb
Pada versi ini, Android memfokuskan pada pengoptimalan pada tablet PC. Pertama kali diperkenalkan ke publik pada 22 Februari 2011 dan smartphone yang pertama kali mencicipinya adalah Motorola Xoom.
Android 3.0 dan 3.2 Honeycomb yang menggunakan ikon lebah ini memang diperuntukkan penggunaannya khusus untuk perangkat tablet.
Android 3.0 dan 3.2 Honeycomb pada 10 Mei 2011 ini untuk mendukung Samsung yang mulai meluncurkan perangkat tablet, Samsung Galaxy Tab Series untuk menyaingi Apple iPad.
9. Android 4.0 Ice Cream Sandwich
Pertama kali dirilis pada 19 Oktober 2011 dan Ice Cream Sandwich (ICS) langsung menjadi versi Android yang paling anyar. ICS juga pertama kali muncul di salah satu produk Samsung, Galaxy Nexus 7.
10. Android 4.1 dan 4.3 Jelly Bean
Pada versi ini Android membawa pembaruan yang cukup signifikan. Fitur-fitur baru pun ditambahkan seperti input keyboard, desain baru dari fitur pencarian, UI yang baru dan pencarian via suara menjadi lebih cepat.
Namun, tidak cuma itu pada Jelly Bean versi 4.2, Android memboyong fitur photo sphere untuk panaroma, daydream sebagai screensaver, power control, lock screen widget, dan widget terbaru.
Sistem operasi ini sendiri pertama kali dirilis pada Juni 2012 dengan membawa sejumlah peningkatan terutama di sektor pengolahan grafis.
Dengan begini, tentu Android 4.1 dan 4.3 Jelly Bean bisa memberikan peningkatan fungsi pada user interface dan teknologi Vsync yang digunakannya.
11. Android 4.4 KitKat
Google butuh waktu setahun untuk bisa melahirkan KitKat. Salah satu alasannya karena Google merombak abis-abisan UI versi Jelly Bean dan pada tahap ini juga Android memiliki teknologi “Ok, Google” yang mendapat banyak pujian dari parak-pakar teknologi.
Versi Android boleh dibilang yang terbaik karena menjadi favorit yang mendukung hampir seluruh perangkat smartphone di dunia. Sebab, Android 4.4 KitKat dapat memberikan optimalisasi yang baik, termasuk pada perangkat ponsel yang memiliki spesifikasi kurang mumpuni alias cukup rendah saat itu. Android 4.4 KitKat pertama kali dirlis pada Oktober 2013.
12. Android 5.0 dan 5.1 Lollipop
Android dan Google pun mulai secara rutin memperbarui sistem operasi mereka dalam selang waktu setahun. Termasuk Android 5.0 dan 5.1 Lollipop yang dirilis dan diresmikan pada Juni 2014.
Bisa dibilang Android 5.0 dan 5.1 Lollipop menjadi pionir dibuatnya ponsel pintar flagship dengan spesifikasi cukup mumpuni.
Versi Android ini sudah mendukung arsitektur 64-bit yang sudah memungkinan penggunaan RAM di atas 3GB. Salah satunya Asus Zenfone 2 yang sudah mengusung RAM 4GB saat itu.
13. Android 6.0 Marshmallow
Dari segi desain, UI yang disematkan di Marshmallow lebih dinamis dari versi sebelumnya. Selain itu juga ada fitur memory manager yang dimana kita bisa mengetahui penggunaan memori pada tiap aplikasi yang ada di perangkat.
Android 6.0 Marshmallow juga menjadi suksesor dari versi Android sebelumnya. Sistem operasi ini sendiri pertama kali diperkenalkan pada Mei 2015 dan mulai dirilis pada Oktober 2015.
Sistem operasi ini secara jelas memberikan peningkatan pada sistem keamanan dengan dihadirkannya fingerprint sensor sebagai sistem keamanan biometrik yang digunakan.
Selain digunakan untuk mengunci layar, fingerprint sensor ini dapat digunakan untuk otentikasi Google Play Store dan pembelian dengan menggunakan Android Pay.
14. Android 7.0 dan 7.1 Nougat
OS inilah yang paling mutakhir dan terakhir dari Android. Pada versi ini Google ngasih banyak banget fitur-fitur baru yang memanjakan penggunannya.
Sebut saja Google Assistant. Fitur paling iconic dari Nougat itu sukses membuat para pengguna Android bisa merasakan punya asisten digital yang siap membantu kapan saja.
Pada versi ini juga, Android untuk pertama kalinya memiliki fitur Split-screen yang juga sukses menarik perhatian para pegiat teknologi khususnya smartphone.
Android 7.0 dan 7.1 Nougat pertama kali diperkenalkan pada Juni 2016 dengan menampilkan ikon robot Android dengan batangan Nougat.
Sistem operasi Android 7.0 dan 7.1 Nougat mengalami perubahan dari segi tampilan antarmuka. Selain itu ada juga fitur splitscreen untuk membagi tampilan layar untuk dua aplikasi sekaligus.
15. Android 8.0 dan 8.1 Oreo
Android 8.0 dan 8.1 Oreo menjadi sistem operasi Android paling terbaru yang banyak digunakan saat ini. Sistem operasi ini dirilis secara stabil mulai Agustus 2017 sudah mengalami pembaruan lewat versi Android 8.1 Oreo.
Android 8.0 dan 8.1 Oreo menjadi versi Android kedua yang menggunakan makanan manis dari nama brand terkenal setelah Android 4.4 KitKat.
Sistem operasi ini menawarkan pengalaman multitasking yang makin mumpuni dibanding versi sebelumnya. Selain itu, ada juga Project Treble yang memungkinkan pengguna mendapat pembaruan lebih cepat.
16. Android 9.0 Pie
Android 9.0 Pie yang secara resmi diperkenalkan pada Agustus 2018. Sistem operasi Android ini memberi banyak ubahan, terutama untuk HP dengan desain baru.
Misal Android 9.0 Pie memberikan navigasi berupa gesture yang menggantikan tombol fisik Home, Back, dan Recent Apps.
Fitur lainnya yang cukup berguna adalah sistem notifikasi, pengatur kecerahan, hingga sistem screenshoot terbaru yang lebih memudahkan pengguna.
17. Android 10
Android 10 (bernama kode Android Q pada masa pengembangan) adalah perilisan besar ke sepuluh dan versi ke-17 dari sistem operasi telepon pintar Android. Produk tersebut sekarang berada dalam beta publik
Android Q Beta yang diluncurkan pada 13 Maret 2019 dan saat ini masih terbatas pada beberapa perangkat HP Android saja, seperti pada seri smartphone Google, yakni Google Pixel, Google Pixel XL, Google Pixel 2, Google Pixel 2 XL, Google Pixel 3, Google Pixel 3 XL, dan Google Pixel 3 Lite.
Salah satu fitur Android Q Beta adalah Dark Mode alias mode gelap yang diklaim mampu meningkatkan performa baterai.
18. Android 11
Android 11 meluncur pada 8 September 2020. Kehadiran versi 11 ini menambah perkembangan sistem operasi besutan Google tersebut
19. Android 12
Berdasarkan kabar terbaru, Google saat ini sedang mengembangkan Android 12, sejauh ini masih dalam versi Beta.[]
peloporberita.com/ | Jakarta – Realme meluncurkan MagDart secara global melalui peluncuran virtual, pada Selasa, 3 Agustus 2021. MagDart Realme Fast Charging adalah sebuah pengisian daya nirkabel magnetik pertama untuk Android dengan kemampuan pengisian daya 50W tercepat di dunia.
Realme secara konsisten terus mengembangkan produk-produk terbaik untuk pengguna muda di di seluruh dunia, terlebih lagi dengan hadirnya MagDart sebagai solusi pengisian daya tercepat tanpa kabel. Teknologi ini sangat andal, nyaman, dan aman untuk mengisi daya perangkat smartphone. Dengan kehadiran MagDart, Realme menjadi pelopor dalam ekosistem pengisian daya nirkabel magnetik.
“Realme terus berkomitmen untuk selalu menjadi technology trendsetter dengan menghadirkan MagDart sebagai solusi pengisian daya nirkabel pertama untuk Android. Teknologi ini dapat diandalkan dan lebih aman dibandingkan dengan sistem pengisian tradisonal, cocok untuk pengguna muda yang aktif dan produktif”, ujar Palson Yi, Marketing Director Realme Indonesia.
Realme Flash, ponsel Android pertama mendukung pengisian nirkabel magnetik
Bersamaan dengan peluncuran MagDart, Realme juga akan menghadirkan Realme Flash, smartphone Android pertama yang mengadopsi teknologi pengisian cepat magnetik dan juga kompatibel dengan sejumlah aksesoris pengisian daya magnetik lainnya.
Realme Flash dibekali dengan baterai berkapasitas 4500mAh yang dapat terisi penuh dari 0% – 20% hanya dalam waktu 5 menit, dan 0% – 100% dalam 54 menit menggunakan MagDart atau setara dengan menggunakan pengisian daya 50W SuperDart.
50W MagDart Charger, pengisi daya nirkabel magnetik tercepat di dunia
Realme MagDart membawa sejumlah fitur andalan, selain memiliki kecepatan pengisian dengan output 50W, perangkat pengisian daya nirkabel ini juga telah dilengkapi dengan sistem pendinginan udara aktif yang mampu menjaga suhu pada mainboard dan body tetap stabil.
Sistem pendinginan tersebut dilengkapi dengan kipas dan kuat yang dapat dengan cepat menghalau udara panas, dengan cara memberikan angin dalam kuantitas besar ke dalam pengisi daya sehingga dapat mempertahankan daya pengisian yang maksimal dalam waktu lebih lama.
Realme MagDart Fast Charging. (Foto: peloporberita.com/Realme Indonesia)
15W MagDart Charger, pengisi daya nirkabel magnetik tertipis
MagDart 15W memiliki ketebalan hanya 3,9mm, 26,4% lebih tipis dari pengisi daya sejenis, namun dengan kemampuan yang lebih kuat dan cepat, karena desain koil dan board yang dibuat terpisah. Sehingga pad pengisian pada teknologi ini lebih tipis, karena hanya membutuhkan satu koil pengisian. Hal ini yang memisahkan dua sumber panas, sehingga mengurangi potensi panas berlebih (over heat) dan dapat menstabilkan kekuatan pengisian dengan daya yang tinggi dalam waktu lebih lama.
2-in-1 MagDart Power Bank
MagDart power bank dan sumber pengisian daya, keduanya dapat dipasangkan secara bersamaan dan dapat dijadikan sebagai satu paket pengisian daya. Smartphone bisa melakukan pengisian daya dari power bank dan secara bersamaan power bank mendapatkan daya dari sumber pengisian.
Jika pengguna memerlukan pengisian daya saat bepergian, power bank dapat dilepas dan ditempelkan pada smartphone. Sedangkan, dari sisi desain, power bank menggunakan material berbahan kulit berwarna putih dan juga aluminium sehingga tampak lebih premium.
Aksesoris Ekosistem MagDart
Selain itu, Realme juga memperkenalkan beragam aksesoris sebagai ekosistem MagDart, diantaranya adalah MagDart Beauty Light yang dirancang guna mengambil foto portrait. Perangkat ini dapat dengan mudah dihubungkan ke smartphone melalui MagDart dan ditenagai melalui reverse charging smartphone guna memberikan cahaya tambahan saat mengambil foto selfie.
Lalu ada MagDart Wallet yang dapat diubah menjadi penyangga ponsel ketika digunakan untuk menonton film atau melakukan panggilan video. MagDart Wallet dapat menampung hingga tiga buah kartu berukuran standar. Terakhir ada Realme GT MagDart Charging Case yang memungkinkan realme GT kompatibel dengan MagDart. Kasing ini dapat terhubung melalui konektor Type-C dan memungkinkan smartphone terisi dayanya secara nirkabel lewat teknologi MagDart.
Kehadiran teknologi pengisian daya cepat nirkabel ini akan memberikan kemudahan bagi para pengguna smartphone untuk melakukan pengisian daya tanpa perlu mencolokkan kabel untuk mengisi ulang daya baterai. Seperti yang kita ketahui bahwa anak muda di Indonesia sangat produktif dalam memanfaatkan smartphone mereka, oleh karena itu melalui MagDart Realme percaya hal ini dapat membantu produktivitas mereka sehari-hari. Hal tersebut mengindikasikan bahwa hadirnya teknologi ini memiliki potensi dan prospek pasar yang cukup baik di Indonesia, karenanya Realme selalu menghadirkan lompatan teknologi terdepan bagi pengguna mudanya.[]
peloporberita.com/ | Jakarta – Realme Indonesia akan memperkenalkan inovasi terbarunya, MagDart, yaitu teknologi pengisian daya nirkabel magnetik pada Selasa, 3 Agustus 2021. Teknologi pengisian daya nirkabel magnetik ini akan dihadirkan Realme dalam sebuah acara Realme Magnetic Innovation. MagDart akan menjadi teknologi pengisian daya nirkabel magnetik tercepat di dunia yang akan membawanya ke era pengisian cepat berikutnya.
Realme secara konsisten turut mengembangkan produk-produk yang terbaik untuk pengguna muda di Indonesia, terlebih lagi dengan hadirnya MagDart sebagai solusi pengisian daya tercepat tanpa kabel.
Teknologi ini sangat andal, nyaman, dan aman untuk mengisi daya perangkat listrik. Selain itu, pengisian daya magnetik ini memberikan keuntungan yang efisien, hemat biaya, dan lebih aman dibandingkan dengan sistem pengisian tradisonal. Teknologi pengisian daya nirkabel magnetik ini kemungkinan akan terus menjadi tren baru yang sangat diminati di masa mendatang.
Bersamaan dengan peluncuran MagDart, Realme Indonesia juga akan menghadirkan Realme Flash, smartphone Android pertama yang mengadopsi teknologi pengisian cepat magnetik. Selain itu, rangkaian aksesoris MagDart akan mendukung ekosistem pengisian nirkabel magnetik bersamaan dengan Realme Flash dan pengisian daya MagDart.
Sebagai brand Tech Trendsetter, Realme selalu menghadirkan lompatan teknologi terdepan bagi pengguna mudanya. Di antaranya dengan menjadi salah satu yang pertama dalam meluncurkan pengisian cepat 65W SuperDart dan juga menjadi salah satu yang memperkenalkan pengisian daya 125W SuperDart di dunia. Melalui semangat itu, Realme selalu ingin memberikan inovasi teknologi terbaik untuk para pengguna agar bisa menikmatinya terutama dari segi pengisian cepat.
Melalui MagDart, Realme ingin menjadi brand yang menghadirkan inovasi terbaru pertama kalinya. Penasaran dengan inovasi Realme menjadi yang pertama memperkenalkan pengisian daya nirkabel magnetic untuk Android? Ikuti terus informasinya dan jangan lupa untuk menyaksikan peluncurannya di YouTube Realme Indonesia pada tanggal 3 Agustus 2021.[]