Tag: Android

  • Google Siapkan Fitur Anti Penguntit “Smart Tag” Android

    Jakarta – Raksasa mesin Pencari Google, dikabarkan tengah mengerjakan pendeteksi smart tag untuk ponsel. Alat ini, memungkinkan pengguna ponsel Android untuk dapat melacak secara otomatis kehadiran smart tag tidak dikenal di sekitarnya.

    Smart tag sendiri merupakan alat yang belakangan muncul untuk membantu pemiliknya melacak benda ataupun hewan peliharaan seperti dikutup dari GSM Arena Jumat, (01/04/2022). Tetapi nyatanya, dibalik fungsi canggihnya itu kerap ditemukan penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penguntitan.

    Alasan ini, membuat Google meluncurkan pendeteksi smart tag otomatis agar penggunanya bisa mengetahui adakah alat pelacak yang tidak dikenal di sekitarnya untuk mencegah kejadian yang tidak menguntungkan.

    Cara kerja “smart tag” khusus pemilik Android akan sama dengan yang dimiliki oleh Apple lewat pendeteksi AirTag. Adapun jika “smart tag” terpisah dari pemiliknya selama lebih dari 24 jam maka “smart tag” itu akan mengeluarkan suara sehingga “smart tag” tidak bisa dipisahkan dari pemiliknya lebih dari satu hari. Fitur ini, diperkirakan akan diperkenalkan dalam konferensi Google I/O bulan Mei mendatang. []

  • Google Bakal Batasi Pembagian Data Pengguna Android

    peloporberita.com/ – Perusahaan mesin pencari, Google mengumumkan rencananya untuk membatasi pelacakan dan pembagian data pengguna sistem operasi Android. Sistem tersebut telah digunakan oleh lebih dari 2 setengah miliar orang di dunia.

    Rencana itu muncul, setelah Google mengalami peningkatan tekanan terkait perlindungan privasi dengan membatasi pelacakan. Serta terkait pengumuman Apple pada tahun lalu, yang telah memungkinkan penggunanya untuk memutuskan, apakah mereka ingin dilacak atau tidak.

    Sebelumnya, Google telah memiliki fasilitas yang memungkinkan pengiklan untuk menargetkan para pengguna Android berdasarkan minat dan aktivitas onlinenya.

    Kemudian Google menyadari platform lain telah mengambil pendekatan berbeda terhadap privasi iklan dan dengan tegas membatasi teknologi yang digunakan oleh pengembang dan pengiklan.

    Sehingga mereka menawarkan solusi dengan mengembangkan Privacy Sandbox di Android, teknologi Google yang mengizinkan iklan tanpa melacak data pengguna.

    Privacy sandbox sudah tersedia sebagai sebuah fitur pada Chrome. Fungsinya adalah membatasi pelacakan di seluruh situs web. Nantinya konsep utama akan diterapkan ke perangkat Android.

    “Sementara kami merancang, membangun, dan menguji solusi baru ini, kami berencana untuk mendukung fitur platform iklan yang ada setidaknya selama dua tahun. Kami bermaksud untuk memberikan pemberitahuan substansial sebelum perubahan di masa mendatang,” ungkap Google.

    Adapun pada kuartal keempat tahun 2021, berdasarkan laporan The Washington Post, Google meraup US$61 miliar dalam pendapatan iklan.[]

  • Game Mobile Mendominasi Industri Game Global Tahun Lalu

    peloporberita.com/ | Popularitas game mobile semakin tinggi dan mendominasi pasar video game di dunia.

    Analis industri game Newzoo menyebutkan, dengan lebih dari 6 miliar pengguna smartphone, saat ini game mobile menguasai pangsa pasar sekitar 53%. Sedangkan pendapatannya mencapai lebih dari USD 90 miliar pada tahun 2021.

    Dalam laporannya, Newzoo menyoroti bahwa porsi game mobile tidak hanya lebih besar dari gabungan konsol dan PC, tetapi juga merupakan segmen yang tumbuh paling cepat. Sementara penjualan PC dan konsol terus menurun sebagai dampak pandemi Covid-19.

    Namun, faktor utama populernya game mobile sebenarnya adalah lonjakan pasar smartphone sejak tahun 2021. Seperti diketahui, Android sangat memudahkan pengembang membuat game mereka tersedia di berbagai perangkat.

    Melansir Gizmochina, game yang paling tinggi peminatnya adalah Tencent dengan CODM dan PUBG, serta Mihoyo dengan Genshin Impact. Total pendapatan dari game ini mencapai USD 18 miliar.

    Meski demikian, Tiongkok ternyata bukan satu-satunya sumber utama keuntungan. Pasalnya, kawasan seperti Amerika Latin, Afrika dan Timur Tengah, juga menunjukkan angka pertumbuhan yang positif.

    Secara keseluruhan, dengan kepemilikan smartphone yang diprediksi menembus angka 7 miliar pada tahun 2024, maka pasar game mobile berpeluang meraih potensi lebih menjanjikan di masa depan. []

  • Qualcomm Raih Cuan dari Bisnis Android

    peloporberita.com/ | Produsen semikonduktor asal Amerika Serikat (AS), Qualcomm Inc meraih pendapatan senilai USD 10,7 miliar pada kuartal pertama tahun fiskal 2022 atau selama tiga bulan terakhir tahun lalu.

    Angka itu melampaui perkiraan sejumlah analis di Wall Street, sekaligus meningkat hingga 30 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya atau secara year-on-year (yoy). Sedangkan laba bersihnya pada kuartal pertama tercatat mencapai USD 3,69 miliar.

    Kinerja positif Qualcomm salah satunya dipicu oleh pertumbuhan yang kuat dari bisnis Android dan juga tingginya pemintaan dari produsen smartphone di Tiongkok.

    Untuk diketahui, Qualcomm telah diuntungkan dengan hengkangnya Huawei Technologies dari pasar smartphone. Pasalnya, merek ponsel Tiongkok seperti Xiaomi, Honor dan Oppo jadi beralih ke Qualcomm untuk memasok kebutuhan chip mereka.

    “Android mendorong pertumbuhan. Pada kuartal pertama, pendapatan handset naik 42 persen dari tahun ke tahun menjadi USD 6 miliar,” kata Chief Financial Officer (CFO) Qualcomm Akash Palkhiwala, dilansir dari Reuters.

    Qualcomm pun memperkirakan pendapatannya pada kuartal kedua tahun fiskal ini bisa mencapai sekitar USD 10,2 miliar sampai USD 11 miliar. Angka itu diatas ramalan analis berdasarkan data IBES dari Refinitiv yang sebesar USD 9,61 miliar. []

  • Realme Umumkan 9 Pro Series Dilengkapi Prosesor MediaTek Dimensity 920 5G

    peloporberita.com/ | Realme melanjutkan momentum pertumbuhan kuatnya di ranah smartphone 5G. Number series, lini produk utama smartphone Realme, telah mencapai 40 juta pengiriman pada kuartal ketiga tahun 2021, salah satu lini produk smartphone tercepat di dunia yang meraih pencapaian ini.

    Menurut data Counterpoint Research, Realme adalah merek smartphone Android 5G dengan pertumbuhan tercepat secara global di kuartal ketiga 2021, dengan pertumbuhan signifikan di India, Tiongkok dan Eropa.

    Realme tercatat mampu melampaui pertumbuhan pasar dengan penjualan smartphone 5G yang tumbuh 831% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan global 121%.

    Untuk terus mempertahankan kinerja positifnya, perusahaan tersebut akan merilis Realme 9 Pro Series ke pasar global, termasuk lini "Pro+" pertama.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Realme menyebutkan bahwa 9 Pro Series akan mendukung jaringan 5G, dan juga menjadi yang pertama mengadopsi Prosesor MediaTek Dimensity 920 5G.

    Realme memang berkomitmen menghadirkan teknologi kelas flagship dan desain berkualitas tinggi kepada anak muda di seluruh dunia. Perusahaan yang didirikan oleh Sky Li ini mulai menawarkan smartphone 5G kepada kaum muda di seluruh dunia sejak 2020. []

  • Google Punya Pragati OS, Apa Bedanya dari Android

    peloporberita.com/ | Jakarta – Google bekerja sama dengan Reliance Jio membuat sistem operasi (OS) mobile bernama Pragati OS. Reliance Jio adalah operator seluler di India. Sistem operasi ini masih berbasis Android. Lantas, apa perbedaannya dengan Android.

    Dirangkum dari berbagai sumber, Selasa, 2 November 2021, Pragati OS adalah sistem operasi yang telah dioptimalkan agar berjalan lancar yang ditanamkan pada smartphone murah yang dirilis Jio di India.

    Sistem operasi ini hampir mewarisi seluruh keunggulan Android Go yang dihadirkan untuk ponsel entry level, mulai dari Play Store, pembaruan melalui OTA, dan patch keamanan.

    Baca juga :

    Selain itu, aplikasi eksklusif di Android Go juga diintegrasikan ke dalam Pragati OS. Ada Camera Go, Google Maps Go, Google Go, Google Assistant dan lainnya yang semuanya dimaksimalkan untuk pengguna di India.

    Aplikasi Camera Go di Pragati OS memiliki integrasi dengan Snapchat yang memberikan filter bernuansa Bollywood, serta Google Lens untuk penerjemahan 10 bahasa India. Sementara itu, Google Go akan menerjemahkan halaman ke dalam bahasa India dan dapat membacanya dengan suara keras.

    Sedangkan, di Google Assistant Go, pengguna dapat berinteraksi dengan asisten digital dalam bahasa India dan mendapat respons dengan bahasa yang sama.[]

  • BlackBerry Bangkit Kembali Setelah Mati Suri

    peloporberita.com/ | Jakarta – Lama tidak terdengar namanya di dunia gadget, BlackBerry berencana memproduksi ponsel berkonektivitas 5G setelah sekian lama merek tersebut mati suri. BlackBerry sempat melambung namanya belasan tahun yang lalu, tapi akhirnya harus terseok-seok menghadapi kehadiran Android. Kini, berembus kabar bahwa BlackBerry akan kembali ke industri smartphone.

    Pada Juli lalu sempat terdengar BlackBerry telah menyiapkan ponsel terbaru dan diklaim sekaligus menjadi smartphone 5G pertama. Namun dipastikan bahwa BlackBerry hanya menjadi nama smartphone tersebut bukan perusahaan memproduksinya.

    Rencana kehadiran BlackBerry disampaikan CEO OnwardMobility, Peter Franklin. Perusahaan tersebut beberapa waktu lalu berhasil membeli merek dagang dari BlackBerry ketika bisnis BlackBerry tutup total.

    “Kita akan melihat masih ada yang menginginkan 5G BlackBerry, sebuah ponsel Android dengan keyboard fisik dan di kelas perangkat flagship,” ujar Franklin, yang dikutip dari PCMag, pada Rabu, 15 September 2021.

    “Saya melihat adanya kebutuhan keamanan dan produktivitas dalam perangkat mobile, terutama di kalangan enterprise serta pemerintahan. Tim kami saat ini sedang berkutat di ide untuk menciptakan smartphone paling aman dan akan diwujudkan ke dalam BlackBerry,” katanya.

    Apa yang dituturkan Franklin menandakan bahwa BlackBerry akan hadir dengan sistem operasi Android seperti beberapa seri sebelum berhenti diproduksi di bawah nama TCL dan akan mempertahankan desain keyboard fisik sebagai ciri khas BlackBerry.

    Ponsel BlackBerry tidak cuma menawarkan konektivitas 5G tetapi juga termasuk keamanan perangkat dan ditujukan bagi kalangan enterprise serta pemerintahan. Maka dipastikan bahwa smartphone 5G pertama BlackBerry tidak akan mengusung konsumen mainstream seperti merek lain.

    Tentang spesifikasi smartphone 5G BlackBerry belum terdengar tapi nama dan desain awalnya sudah beredar di internet. Smartphone ini akan bernama BlackBerry Evolve X2 dengan mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 888.[]

    Baca Juga: Spesifikasi Infinix Zero X Series yang akan Meluncur

    Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Infinix Hot 11s Siap Meluncur

  • WhatsApp Tidak Lagi Mendukung di Smartphone Ini

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pada 1 November 2021, WhatsApp tidak bisa lagi digunakan di sejumlah smartphone lantaran sudah tidak mendukung platform tersebut. WhatsApp tidak melakukan dukungan pembaruan pada sistem operasi yang lawas.

    WhatsApp memberikan dukungan pada Android dengan OS 4.1 (Jelly Bean) ke atas, iOS 10 ke atas dan KaiOS 2.5.1. Artinya, smartphone dengan OS di bawah itu tidak lagi mendapatkan dukungan WhatsApp.

    “Mulai 1 November 2021, WhatsApp tidak lagi mendukung telepon yang menjalankan OS 4.0.4 dan versi yang lebih lama. Silakan berganti ke perangkat yang didukung atau simpan riwayat chat Anda sebelum tanggal tersebut,” demikian kata WhatsApp, yang dikutip pada Rabu, 1 September 2021.

    Akan tetapi, para pengguna ponsel jadul masih dapat menggunakan WhatsApp setelah tanggal 1 November 2021, dengan catatan melakukan upgrade sistem operasi terbaru pada ponsel mereka.

    Atau juga bisa mengganti dengan ponsel yang baru yang menggunakan sistem operasi kekinian agar dapat kembali menggunakan WhatsApp.

    Berikut daftar ponsel yang tidak mendukung WhatsApp lagi mulai 1 November 2021.

    1. Samsung:Galaxy Trend Lite, Galaxy Trend II, Galaxy SII, Galaxy S3 mini, Galaxy Xcover 2, Galaxy Core and Galaxy Ace
    2. LG:Lucid 2, Optimus F7, Optimus F5, Optimus L3 II Dual, Optimus F5, Optimus L5, Optimus L5 II, Optimus L5 Dual, Optimus L3 II, Optimus L7, Optimus L7 II Dual, Optimus L7 II, Optimus F6, Enact , Optimus L4 II Dual, Optimus F3, Optimus L4 II, Optimus L2 II, Optimus Nitro HD and 4X HD, and Optimus F3Q.
    3. ZTE:Grand S Flex, ZTE V956, Grand X Quad V987 and Grand Memo.
    4. Huawei:Ascend G740, Ascend Mate, Ascend D Quad XL, Ascend D1 Quad XL, Ascend P1 S, and Ascend D2.
    5. Sony:Xperia Miro, Sony Xperia Neo L, Xperia Arc S.
    6. Alcatel:One Touch Evo 7
    7. Archos 53 Platinum
    8. HTC Desire 500
    9. Caterpillar Cat B15
    10. Wiko (Wiko Cink Five, Wiko Darknight)
    11. Lenovo A820
    12. UMi X
    13. Faea F1
    14. THL W8
    15. Apple iPhone (Apple iPhone SE, Apple iPhone 6S, Apple iPhone 6S Plus).[]

    Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Infinix Hot 11s Siap Meluncur

    Baca Juga: TikTok akan Tambah Durasi Video Hingga Lima Menit

  • Cara Bersihkan File Tersisa Setelah Copot Aplikasi Android

    peloporberita.com/ | Jakarta – Seringkali kita banyak memasang atau menginstal aplikasi di ponsel Android. Saking banyaknya terkadang aplikasi itu tidak dibutuhkan lagi, dan menyebabkan ruang penyimpanan handphone menjadi berkurang sedikit demi sedikit.

    Alangkah baiknya apabila kita mencopot atau menguninstal aplikasi yang sudah tidak dibutuhkan lagi agar memori di smartphone menjadi lega. Sebab, ruang penyimpanan yang penuh membuat ponsel menjadi berjalan lambat alias lemot.

    Agar performa ponsel kembali seperti sedia kala, salah satu solusinya adalah dengan mengurangi jumlah aplikasi dan menghapus file yang tidak berguna. Namun, meski aplikasi sudah dihapus, terkadang masih file tersisa yang memenuhi penyimpanan ponsel.

    Untuk menghapus sisa file yang masih nyangkut setelah uninstall aplikasi, maka ada beberapa trik yang bisa dilakukan, khususnya untuk perangkat smartphone dengan sistem operasi Android.

    Berikut cara menghapus file yang tersisa setelah uninstall aplikasi di ponsel Android, sebagaimana dirangkum pada Kamis, 19 Agustus 2021.

    1. Melalui Menu Pengaturan

    Pengguna smartphone Android bisa langsung menghapus file yang tersisa setelah mencopot aplikasi, lewat menu pengaturan pada masing-masing ponsel. Berikut caranya.

    • Pertama, buka menu “Pengaturan” (Settings) di smartphone Anda.
    • Scroll ke bawah hingga menemukan opsi “Aplikasi” (Apps).
    • Klik opsi tersebut, lalu pilih aplikasi mana yang akan Anda uninstall.
    • Di sini, kita akan menghapus aplikasi “Google Duo”.
    • Selanjutnya, klik aplikasi tersebut, kemudian pilih menu “Storage” di halaman “App Info”.
    • Setelah itu, akan muncul rincian penyimpanan dari aplikasi yang Anda pilih, berikut kapasitas “Data” dan “Cache” di dalamnya.
    • Untuk membersihkan file atau dokumen yang tersisa di aplikasi, Anda bisa langsung menekan tombol “Clear Data” dan “Clear Cache” yang ada di bagian bawah.
    • Jika sudah, Anda bisa langsung meng-uninstall aplikasi tersebut pada menu yang tersedia.
    • Setelah proses uninstall selesai, nantinya seluruh sisa file yang berasal dari aplikasi tersebut akan hilang secara otomatis.

    2. Menggunakan Aplikasi Pihak Ketiga

    Aplikasi SD Maid

    Pengguna Android juga bisa memanfaatkan aplikasi pihak ketiga, seperti salah satunya adalah SD Maid.

    • Download aplikasi SD Maid melalui toko Google Play Store.
    • Sebelum menggunakan SD Maid, pastikan Anda sudah meng-uninstall aplikasi yang dikehendaki terlebih dahulu.
    • Setelah diunduh, buka aplikasi SD Maid melalui smartphone Anda.
    • Di halaman utama, klik tombol “CorpseFinder” untuk menghapus folder dan file sampah.
    • Selanjutnya, klik panah melingkar berwarna hijau untuk menghapus sisa file dari aplikasi yang sudah Anda uninstall tadi.
    • Selain menghapus sisa file, Anda juga bisa membersihkan ruang penyimpanan ponsel untuk mempercepat perangkat Android Anda.

    Revo Uninstaller Mobile

    • Pertama, download aplikasi Revo Uninstaller Mobile melalui Google Play Store
    • Setelah diunduh, buka aplikasi Revo Uninstaller Mobile.
    • Di halaman utama, aplikasi Revo Uninstaller Mobile akan langsung menampilkan rincian aplikasi yang terpasang di ponsel Anda, berikut kapasitas penyimpanan yang digunakan, serta tanggal instalasi.
    • Anda cukup memilih aplikasi apa yang ingin Anda uninstall.
    • Jika sudah menentukan, klik aplikasi tersebut, lalu tekan opsi “Clean” yang ada di bagian bawah.
    • Pada halaman berikutnya, akan muncul jendela pop-up kecil untuk menghapus aplikasi secara keseluruhan.
    • Anda bisa langsung meng-klik tombol “Uninstall” di menu yang tersedia.
    • Tunggu beberapa detik hingga Revo Uninstaller Mobile berhasil meng-uninstall dan menghapus sisa file dari aplikasi tersebut.

    3. Gunakan Aplikasi Files by Google

    Files by Google adalah aplikasi pengelola file untuk smartphone Android yang dirilis resmi oleh Google.

    Lewat aplikasi ini, pengguna bisa mengosongkan ruang penyimpanan, menemukan file dengan cepat, berbagi file secara offline, mencadangkan file ke dalam cloud, dan masih banyak lagi.

    Tak hanya itu, Files by Google juga bisa digunakan untuk membersihkan sampah serta sisa-sisa file dari aplikasi yang sudah di uninstall.

    Aplikasi Files by Google bisa diunduh melalui toko Google Play Store.

    Pengguna Android bisa memilih file apa saja yang akan dihapus. Selain menghapus file sisa, melalui Files by Google ini pengguna juga bisa menghapus file “sampah” untuk memperluas ruang penyimpanan.[]

    Baca juga: Jangan Install 8 Aplikasi Ini di Ponsel Android Kamu

     

  • Jangan Install 8 Aplikasi Ini di Ponsel Android Kamu

    peloporberita.com/ | Jakarta – Peneliti keamanan siber memberikan peringatan adanya delapan aplikasi Android yang dapat meretas akun pengguna ponsel. Apabila mengunduh aplikasi tersebut maka pengguna memberi akses kepada hacker ke akun Facebook, WhatsApp dan Instagram milik Anda.

    Jenis malware tersebut bersembunyi dalam aplikasi palsu yang menawarkan kupon gratis dan polling sepak bola. Para peneliti dari zLbs Zimperium di Texas, Amerika Serikat (AS) menyebut aplikasi yang terinfeksi dengan software berbahaya “Flytrap”, memikat korban dengan janji palsu kode kupon gratis dan polling sepak bola

    “Flytrap biasanya menginfeksi ponsel dengan bersembunyi di dalam aplikasi yang terlihat tidak berbahaya,” demian kata tim peneliti seperti dikutip dari The Sun, Rabu, 18 Agustus 2021.

    Ketika masuk, malware membajak seluruh akun Facebook yang tersimpan pada perangkat ponsel. Dari situ, hacker dapat mengumpulkan informasi pribadi termasuk ID Facebook Anda, lokasi, alamat email, dan lainnya. Menurut Zimperium, FlyTrap telah menyerang setidaknya 140 negara sejak Maret 2021 dan telah menyebar ke lebih dari 10.000 korban.

    Google telah menghapus 9 aplikasi tersebut dari toko aplikasi resminya, tapi tetap tersedia di situs web pihak ketiga. “Zimperium Labs melaporkan temuan tersebut ke Google, telah diverifikasi dan sudah dihapus dari Google Play store.”

    “Namun, aplikasi berbahaya masih tersedia di repositori aplikasi pihak ketiga yang tidak aman, menyoroti risiko aplikasi yang dialihkan ke titik akhir seluler dan data pengguna,” kata Zimperium.

    Berikut 8 aplikasi yang berisi malware yang dapat membahayakan akun Facebook Anda.

    1.GG Voucher

    2. Vote European Football

    3. GG Coupon Ads

    4. GG Voucher Ads

    5. GG Voucher

    6. Chatfuel

    7. Net Coupon

    8.EURO 2021 Official

    []

    Baca juga: 5 Cara Melindungi SIM Card dari Pencurian Data

    Baca juga: 5 Cara Amankan Ponsel dari Serangan Kejahatan Siber