Tag: Amazon

  • Italia Denda Amazon Miliaran Dolar

    peloporberita.com/ | Perusahaan ecommerce Amazon dikenai denda senilai US$ 1,28 miliar atau sekitar Rp 18,3 triliun (kurs Rp 14.300). Otoritas Antimonopoli Italia menjatuhi hukuman itu lantaran Amazon dianggap menyalahgunakan dominasi pasarnya untuk meningkatkan penjualan di Amazon.it.

    Monopoli itu dilakukan dengan cara memberikan label Prime melalui layanan logistik Fulfillment by Amazon (FBA). Label Prime sendiri biasanya berkaitan dengan momen diskon besar-besaran saat Black Friday atau Prime Day.

    Dengan label Prime, sebanyak 7 juta konsumen yang merupakan anggota loyalitas Amazon akan mendapatkan keistimewaan. Cara itu dinilai sengaja untuk meningkatkan penjualan di Amazon.it.

    Menanggapi hal itu, Amazon menyatakan tidak terima dijatuhi hukuman denda dan akan mengajukan banding. “Denda dan pemulihan yang diusulkan tidak dapat dibenarkan dan tidak proporsional,” ungkap Amazon, seperti dikutip dari CNN, Jumat (10/12/2021).

    Pihak Amazon juga mengklaim bahwa FBA tidak sengaja didorong untuk meningkatkan penjualan. “Ketika penjual memilih FBA, mereka melakukannya karena efisien, nyaman dan kompetitif dari segi harga,” ujarnya.

    Selain otoritas antimonopoli Italia, regulator Uni Eropa juga menyatakan akan melakukan investigasi terhadap praktik bisnis Amazon secara konsisten.

    Ada dua hal yang akan disoroti, yaitu masalah terkait data ritel di Amazon yang ditemukan sejak 2019. Kedua, masalah dugaan perlakuan istimewa terhadap ritel Amazon hingga pengiriman logistik perusahaan pada 2020. []

    Baca juga: Italia Denda Apple dan Google Jutaan Dolar

  • Jeff Bezos Sumbang Ratusan Juta Dolar Untuk Atasi Perubahan Iklim

    peloporberita.com/ | Jeff Bezos melalui organisasinya, The Bezos Earth Fund, menyumbangkan dana sebesar 443 juta dolar amerika atau sekitar Rp 6,35 triliun (kurs Rp 14.338) untuk upaya mengatasi perubahan iklim.

    Bezos Earth Fund memberikan 44 hibah untuk organisasi perubahan iklim, termasuk USD 140 juta untuk inisiatif Justice40 Presiden Joe Biden, bersama dengan USD 51 juta untuk mendukung restorasi lahan di Afrika dan Amerika.

    Hibah ini sendiri adalah bagian dari komitmen Bezos menyumbangkan USD 10 miliar sebagai Dana Bumi untuk memerangi perubahan iklim, yang dia janjikan akan cair sepenuhnya pada tahun 2030, seperti dilansir dari Yahoo Finance, Rabu (08/12/2021).

    Jeff Bezos merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Ia juga pendiri perusahaan ecommerce Amazon dan perusahaan kedirgantaraan Blue Origin. Pada Juli lalu, Bezos telah menaiki roket yang dibuat oleh Blue Origin dan menghabiskan sekitar tiga menit di luar angkasa.

    “Selama berabad-abad, banyak orang akan lahir di luar angkasa. Ini akan menjadi rumah pertama mereka,” kata Bezos dalam sebuah konferensi beberapa waktu lalu.

    Namun, hal itu membuat Bezos dikritik karena dianggap terlalu fokus pada luar angkasa, ketika banyak masalah mendesak terjadi di Bumi. Salah satu yang mengkritik Bezos adalah Senator Massachusetts Elizabeth Warren.

    Melalui akun Twitternya, Warren mengatakan, orang terkaya di Bumi dapat meluncurkan dirinya ke luar angkasa sementara lebih dari separuh negara hidup dari gaji ke gaji, hampir 43 juta dibebani dengan hutang pelajar, dan biaya penitipan anak memaksa jutaan orang kehilangan pekerjaan. []

    Baca juga: Jeff Bezos Dikabarkan Beli Kapal Pesiar USD 500 Juta

  • Starbucks Hadirkan Kafe Tanpa Kasir Bersama Amazon Go

    peloporberita.com/ | Jaringan kedai kopi Starbucks berkolaborasi dengan perusahaan teknologi Amazon dalam membuat kafe tanpa kasir atau take and go, Starbucks Pickup. Mereka menargetkan ada dua toko berkonsep seperti ini yang akan dibuka pada tahun 2022 dan terletak di tengah kota Manhattan, New York.

    Toko ini akan memiliki area lounge dengan meja dan ruang kerja. Selain itu juga menawarkan menu Starbucks seperti salad, sandwich dan makanan ringan yang bisa dipesan dari Amazon Go atau melalui aplikasi Starbucks.

    Nantinya, jumlah pesanan akan dihitung secara otomatis sehingga pembeli tidak perlu lagi mengantre untuk membayar pesanannya, seperti dilansir dari cbsnews.com, Jumat (19/11/2021).

    Starbucks melakukan langkah ini sebagai salah satu upaya transformasi toko konvensional. Sebelumnya pada tahun lalu, jaringan kedai kopi ini memang sudah mengumumkan akan mempercepat penutupan 400 toko yang berkinerja buruk. Kemudian Starbucks akan mengganti konsep dengan toko yang lebih kecil atau fokus pada layanan drive thru.

    Kinerja Starbucks memang mulai menurun di sejumlah wilayah, bahkan jauh sebelum pandemi. Starbucks juga mengungkapkan 80 persen transaksi pelanggannya di Amerika Serikat terjadi saat bepergian. []

    Baca juga: Jeff Bezos Dikabarkan Beli Kapal Pesiar USD 500 Juta