Kategori: Traveling

  • Kadispar NTB Buka Ajang Mister Tourism 2021 yang Diikuti 27 Peserta

    peloporberita.com/ – Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi, pada Kamis, 14 Oktober 2021 membuka ajang pemilihan Mister Tourism Indonesia 2021 tingkat provinsi. Dalam ajang tersebut sudah terpilih sebanyak 27 peserta yang telah lolos audisi tingkat Kabupaten/Kota se-NTB.

    “Tahapan dari tanggal 11 sampai 13 Oktober 2021 adalah pra karantina dan tanggal 14 sampai 15 oktober 2021 karantina, sedangkan malam finalnya tanggal 16 Oktober 2021,”ungkap Kadispar NTB kepada para wartawan Kamis, 14 Oktober 2021.

    “Event serupa seperti pemilihan Duta Pariwisata tingkat nasional maupun Pemilihan Putri Pariwisata NTB akan berlangsung di NTB juga dalam waktu dekat yang mengambil tempat di destinasi-destinasi wisata.”

    Yusron Hadi mengungkapkan, event ini membuktikan bahwa insan pariwisata di NTB tetap eksis meskipun dalam skala terbatas. Sekaligus, Pemilihan Mister Tourism menambah deretan kegiatan yang turut membantu pulihnya kepariwisataan NTB.

    Kadispar NTB Buka Ajang Mister Tourism yang Diikuti 27 peserta
    Kadispar NTB Buka Ajang Mister Tourism yang Diikuti 27 peserta. (Foto:Pelopor.id/Kadispar NTB)

    “Event serupa seperti pemilihan Duta Pariwisata tingkat nasional maupun Pemilihan Putri Pariwisata NTB akan berlangsung di NTB juga dalam waktu dekat yang mengambil tempat di destinasi-destinasi wisata,” tegasnya.

    Kadispar NTB lebih lanjut menerangkan bahwa semua kegiatan tersebut akan terselenggara sebelum World Superbike (WSBK) Mandalika. Begitu pula dengan kegiatan sport tourism dan Festival Budaya Sembalun yang juga akan dilangsungkan sebelum WSBK dari tanggal 25 Oktober sampai 7 November 2021.

    Yusron Hadi berharap, sederet acara ini dapat menggeliatkan kembali sektor pariwisata NTB dan hotel-hotel yang mati suri akibat terhantam pandemi Covid-19 bisa kembali beroperasi dan menerima kunjungan wisatawan lokal maupun internasional.[]

  • Taufan Rahmadi: Terpilih Wakili Indonesia di Ajang Best Tourism Village UNWTO Kemenangan Bagi Tetebatu

    peloporberita.com/ – Pengamat sekaligus Ahli Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi menyampaikan bahwa terpilihnya Tetebatu menjadi wakil Indonesia Best Tourism Village UNWTO 2021 sudah menjadi sebuah kemenangan tersendiri.

    “Kemenangan pertama lantaran Tetebatu telah berhasil menjadi desa terpilih dari sekian banyak desa wisata di Indonesia untuk bisa tampil di ajang Best Tourism Village ini, tutur TR panggilan akrabnya kepada peloporberita.com/, Selasa, 12 Oktober 2021.

    “Ada 75 ribu desa di seluruh Indonesia, (dari jumlah itu) ada 6 ribu desa wisata dan salah satunya Tetebatu yang terpilih,” sebutnya beberapa waktu lalu.”

    Hal ini, menurut Taufan menjadikan Tetebatu menjadi magnet dari destinasi wisata unggulan. Tidak saja di Kabupaten Lombok Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB), tetapi juga di Indonesia.

    “Masalah menang atau kalah di UNWTO adalah bonus karena bagaimanapun dengan terpilihnya Tetebatu di ajang ini telah menaikkan brand equity desa tersebut. Membuat calon wisatawan baik lokal maupun nusantara, mengetahui dan melihat dan membuat ingin berkunjung ke Tetebatu,” tegas Penulis buku Protokol Destinasi tersebut.

    Tetebatu
    Desa Wisata Tetebatu yang terletak di Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Foto:Pelopor.id/Ist)

    Taufan juga menyebut, Desa Wisata Tetebatu yang terletak di Sikur, Lombok Timur sangat istimewa karena berhasil lolos mewakili Indonesia di ajang The Best Village UNWTO 2021. Padahal untuk terpilih sebagai wakil Indonesia, Tetebatu harus bersaing dengan ribuan desa wisata lainnya di seluruh nusantara.

    “Ada 75 ribu desa di seluruh Indonesia, (dari jumlah itu) ada 6 ribu desa wisata dan salah satunya Tetebatu yang terpilih,” sebutnya beberapa waktu lalu.

    Taufan menegaskan, dalam lomba desa wisata tersebut, setiap negara hanya boleh mengirimkan tiga wakilnya saja. Sedangkan wakil dari Indonesia, selain ada Tetebatu, dua wakil dewa wisata lainnya yakni Wae Rebo NTT dan Desa Nglanggeran, Yogyakarta.

    Desa Wisata Nglanggeran
    Desa Wisata Nglanggeran. (Foto:Pelopor.id/Kemenparekraf)

    Desa Wisata Nglanggeran sendiri kerap meraih penghargaan sebelumnya. Diantaranya, penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik ASEAN tahun 2017 dengan konsep Community Based Tourism (CBT).Serta, mendapat predikat Desa Wisata Berkelanjutan dari Kemenparekraf.

    Sementara Desa Wae Rebo NTT merupakan kampung tua berusia sekitar 1.090 tahun yang letaknya bersembunyi di kaki rimba Poco Roko, hutan lebat di atas wilayah Satarmese Barat Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Wae Rebo
    Desa Wae Rebo Manggarai NTT. (Photo : peloporberita.com/VIVA/Jo Kenaru)

    Nama Wae Rebo menjadi terkenal sejak meraih penghargaan UNESCO pada tahun 2012. Seiring waktu, kampung yang merupakan bagian dari Desa Satar Lenda ini menjadi destinasi favorit dalam dan luar negeri. []

  • Desa Tetebatu Menanti Penilaian Assesor UNWTO, Begini Penampakannya

    peloporberita.com/ – Assesor lomba desa wisata The Best Village UNWTO 2021, dijadwalkan mulai melakukan penilaian bulan Oktober ini. Dari informasi yang beredar, partisipan Desa Wisata Tetebatu-Lombok Timur, NTB akan dinilai dua orang assesor.

    Salah satu assesornya adalah seorang jurnalis senior asal Australia. Setelah dinyatakan lolos administrasi, Desa Tetebatu tampak lebih siap secara fisik. Dua point penilaian assesor, diliat dari kesiapan administrasi dan kondisi di lapangan.

    “Kompetitor kami pasti banyak dan cukup berat. Tapi kami punya keyakinan bisa bersaing dengan mereka.”

    “Kami sudah berikhtiar, kami sudah bekerja keras sekuat tenaga untuk meyakinkan assesor bahwa kami siap berkompetisi. Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata NTB, berusaha meyakinkan semua pihak kami siap menghadapi kompetisi ini. Kompetitor kami pasti banyak dan cukup berat. Tapi kami punya keyakinan bisa bersaing dengan mereka (kompetitor, red),” tutur Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi di Mataram berdasarkan keterangan yang diterima peloporberita.com/, Senin, 11 Oktober 2021.

    Kadispar NTB menegaskan, Tetebatu kini terlihat lebih siap menghadapi lomba. Tidak saja secara fisik dan administrasi. Peningkatan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dari potensi desa wisata Tetebatu.

    Kadispar NTB, Yusron Hadi, melihat dari dekat kesiapan atraksi budaya Tetebatu
    Kadispar NTB, Yusron Hadi, melihat dari dekat kesiapan atraksi budaya Tetebatu. (Foto: peloporberita.com/Dispar NTB)

    "Kami tidak bisa mengabaikan hal yang satu ini (pembangunan SDM). Dan jauh hari kami sudah melakukan penataan. "Itulah ikhtiar kami," sebut Yusron.

    Secara fisik, kawasan Desa Wisata Tetebatu, terlihat lebih siap menghadapi kompetisi. Hampir di semua sudut kawasan ini terlihat lebih bersih dan rapi. Kesiapan pengelola desa wisata dan warga juga terlihat lebih siap.

    Penampakan Desa Wisata Tetebatu

    Kesadaran masyarakat desa setempat, menjadikan kawasan desa wisata ini terlihat asri. Namun tidak meninggalkan suasana desa yang kental. Sebagai kawasan desa wisata, Tetebatu ke depan akan menjadi perhatian dunia.

    “Menghadapi euforia kunjungan wisatawan pasca lomba nanti, masyarakat Tetebatu harus lebih siap. Efek dari lomba ini akan menimbulkan rasa penasaran wisatawan. Karena itu, kesiapan sumber daya manusianya, kehidupan sosialnya, suasana desanya harus bisa dipertahankan sebagai sebuah desa wisata berkelas dunia. Namun, tetap mempertahankan originalnya sebagai sebuah desa,” harap Yusron agar Tetebatu tetap menjadi primadona wisatawan ke depan.

    Persiapan atraksi budaya Desa Tetebatu
    Persiapan atraksi budaya Desa Tetebatu. (Foto: peloporberita.com/Dispar NTB)

    Lebih dari itu, Tetebatu kini makin siap menyambut kehadiran assesor. Sejumlah atraksi budaya sudah disiapkan. Yusron Hadi bahkan sudah memastikan, atraksi budaya seniman Tetebatu, lebih siap dari sebelumnya.

    Di tempat berbeda, Ketua Desa Wisata NTB, Ahyak Mudin, menjelaskan syarat sebuah kawasan disebut desa wisata sudah melekat di Tetebatu. Diantara unsur yang harus ada, homestay. Ada juga atraksi budaya dan kesiapan masyarakatnya menjadi pariwisata yang berkelanjutan.

    Penampakan Desa Wisata Tetebatu
    Penampakan Desa Wisata Tetebatu. (Foto:Pelopor.id/Dispar NTB)

    “Bukan saja siap karena mau menghadapi lomba. Tapi harus siap sampai hari akhir nanti,” ucapnya berseloroh.

    Tapi memang betul, lanjutnya. Kalau soal kondisi alam, sebagai sebuah objek harus menarik. Kesiapan warganya dan berpihak kepada semua lapisan masyarakat juga menjadi sebuah keharusan.

    “Ini yang kita sebut selama ini dengan istilah sustainable tourism,” tandasnya. []

  • Kadispar NTB Pastikan Hutama Karya Endurance Challenge berlangsung 15-17 Oktober

    peloporberita.com/ | Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi memastikan bahwa ajang Hutama Karya Endurance Challenge (HKEC) berlangsung tanggal 15 sampai 17 Oktober dengan mengundang 100 atlet triathlon.

    “Sedangkan ajang renang dari Gili Air ke Pantai Legian sire sepanjang 2 kilometer, akan dimulai pada tanggal 17 Oktober 2021 Pukul 06.30 WITA,” tutur Kadispar saat mengunjungi lokasi Gili Air untuk melihat lokasi start venue acara tersebut.

    Baca juga: World Superbike Mandalika Diharap Tumbuhkan Ekonomi NTB 5-6%

    Kadispar NTB menjelaskan, nantinya sepanjang rute renang, akan dikawal oleh grup gendang beleq di atas perahu untuk memberi semangat kepada peserta. Selanjutnya, dari pantai Legian sire dilanjutkan dengan riding sejauh 100 kilometer melintasi kawasan Senggigi, Kota Mataram, by pass BiL menuju Kawasan Mandalika.

    Baca juga: Dispar NTB Beri 3 Pelatihan Sekaligus ke Pengelola Homestay di Tete Batu

    “Tiba di Mandalika dilanjutkan dengan lari 20 kilometer mengitari jalan Kawasan Mandalika dan sirkuit Mandalika. Diperkirakan, finish tercepat akan terjadi pukul 11.30 WITA.” ungkapnya.

    Adapun, Gala Dinner berlangsung di Hotel Tugu pada tanggal 15 Oktober malam sekaligus technical meeting. Sedangkan para peserta menginap di Sire, Senggigi dan juga Mandalika. Acara gala dinner dan juga closing event, akan dimeriahkan oleh pentas seni dan juga pameran ekraf. []

  • Sandiaga Uno: Masa Karantina Turis Asing Dikurangi Jadi 5 Hari

    peloporberita.com/ | Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno mengumumkan bahwa pemerintah akan mengurangi masa karantina penumpang penerbangan internasional dan wisatawan mancanegara (wisman), dari yang awalnya 8 hari, menjadi 5 hari. Keputusan ini diambil berdasarkan arahan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) lewat rapat yang digelar, Kamis malam (07/10/2021).

    “Kami dapat umumkan untuk pertama kali Bapak Presiden menyampaikan arahan, kita juga sudah mendapatkan keyakinan dari Kementerian Kesehatan bahwa karantina diturunkan jadi 5 hari,” kata Sandi ketika ditemui wartawan di Kotagede, Yogyakarta, Jumat (08/10/2021), seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

    Baca juga: Sapta Nirwandar: WSBK Mandalika 3 Hari, Mesti Karantina 8 Hari Siapa yang Mau?

    Pemerintah memiliki sejumlah pertimbangan dalam mengambil keputusan ini, yang terutama adalah hitungan rata-rata harian masa inkubasi virus Covid-19 berdasarkan varian yang ada, kemudian meningkatnya cakupan vaksinasi, termasuk juga pencapaian testing dan tracing.

    “Berdasarkan data, inkubasi 3,7-3,8 rata-ratanya dan dengan peningkatan vaksinasi, testing, dan tracing, kami mendapatkan rekomendasi dan sudah diarahkan presiden jadi 5 hari,” ucap Sandi.

    Baca juga: Pengamat : Aturan Karantina 8 Hari Tidak Relevan dengan Ajang WSBK yang Hanya 3 Hari

    Meski demikian, Sandiaga menegaskan, kebijakan ini akan tetap dievaluasi setelah berjalan nanti. Ia juga menegaskan agar masa karantina 5 hari bagi wisman ini tetap bisa dipantau secara optimal.

    “Saya titip bahwa karantina itu memang menjadi benteng kita dan sebetulnya menjadi peluang pariwisata era baru bagi hotel-hotel menyediakan tempat karantina yang memiliki standar internasional yang layak,” tutur Sandiaga Uno.

    Sandi pun sempat terpikirkan membuat kebijakan masa karantina ini lebih nyaman dengan menyediakan resor khusus untuk para pelaku perjalanan luar negeri.

    “Kalau 5 hari bisa dibuat dalam 1 resor, misalnya saya terpikirnya ada 1 tempat didedikasikan jadi 1 tempat karantina. Di situ akan sangat memberikan suatu keleluasaan bagi wisatawan yang datang untuk selama 5 hari itu dipantau kesehatannya tapi tidak membahayakan bagi masyarakat sekitar,” kata Sandi. []

  • Mengenal Ritual Mandi Safar dan Manfaatnya Bagi Pariwisata NTB

    peloporberita.com/ – Ritual Mandi Safar, menjadi salah satu tradisi yang paling ditunggu-tunggu masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya warga Gili Meno. Kali ini, tradisi itu diselenggarakan pada Rabu, 6 Oktober 2021.

    Lalu apa itu ritual Mandi Safar?, Mandi Safar adalah ritual yang dikenal dengan istilah ‘Rebo Bontong’ yang dilaksanakan secara rutin dari tahun ke tahun tiap bulan Safar (perhitungan kalender Islam). Ritual ini, dipercaya akan membangkitkan pariwisata Lombok-Sumbawa yang sebelumnya mati suri akibat pandemi covid-19.

    “Saya yakin tradisi Rebo Bontong menjadi magnet bagi Gili Indah. Daya tarik Gili akan menjadi perhatian penonton dan wisatawan saat WSBK dan MotoGP dihelat.”

    Tradisi di Gili Meno ini, disajikan dalam bentuk perpaduan budaya masyarakat Lombok Utara yang dibalut dalam nuansa Islami. Ritual Rebo Bontong juga dikemas sedemikian rupa agar menjadi daya tarik bagi wisatawan.

    Tahun ini, tradisi Rebo Bontong di Gili Meno tetap berlangsung walaupun terkesan sederhana lantaran masih dalam masa pandemi. Meski sederhana, tetapi tidak mengubah makna maupun arti dari ritual maupun nilai-nilai tradisi yang sudah melekat di kalangan warga Gili Meno.

    Acara tetap berlangsung khidmat dan diikuti lantunan selakaran dan dzikir. Puncak acara, menjadi momen paling ditunggu-tunggu masyarakat yaitu mandi di laut. Warga yang hadir harus rela diceburkan atau menceburkan diri ke laut.

    Yusron Hadi
    Kadispar NTB Yusron Hadi. (Foto :peloporberita.com/Dispar NTB)

    Tradisi ini menjadi kian menarik karena Wakil Bupati Lombok Utara, Dani Karter Febrianto yang hadir diarak warga lalu diceburkan ke laut. Selain Dani, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, ikut serta dalam ritual tradisi Rebo Bontong di Gili Meno. Tak ayal lagi, tradisi tahunan ini mengundang decak kagum dan senyum wisatawan nusantara yang hadir di destinasi unggulan NTB ini.

    Kadispar menilai, tradisi Rebo Bontong merupakan aset budaya masyarakat Lombok. Budaya ini, jika dikemas menarik bisa menjadi atraksi unik yang layak jual selama masa pemulihan pariwisata NTB.

    "Jelas ini aset berharga. Jika dikemas dalam balutan tradisi yang unik dan menarik maka tradisi ini memiliki nilai jual yang tinggi untuk pariwisata NTB. Atraksi ini layak jual dan bernilai ekonomi tinggi," tutur Yusron Hadi berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip peloporberita.com/ Kamis, 7 Oktober 2021.

    Tradisi Rebo Bontong, menjadi kebangkitan pariwisata NTB, khususnya di kawasan tiga Gili. Makna ritual Rebo Bontong adalah pembersihan diri atau tolak bala (melukat dalam istilah suku Sasak, red).

    Melukat di tengah kondisi pandemi ini, tidak saja bermakna membersihkan jiwa dan diri peserta ritual Rebo Bontong. Lebih dari itu, bagi Yusron Hadi juga bermakna membersihkan destinasi dari wabah covid-19.

    Membersihkan diri selaras dengan semangat membangun kembali destinasi yang sehat dan aman. Setelah bersih dan aman, kawasan tiga Gili di Lombok Utara siap dikunjungi wisatawan.

    “Inilah saatnya. Pelaksanaan tradisi Mandi Safar, menjadi awal kebangkitan pariwisata NTB. Membangun semangat pemulihan kebangkitan pariwisata NTB,” katanya penuh harap.

    Pelaksanaan tradisi Rebo Bontong juga menjadi pertanda, bahwa warga Gili Indah bersiap menyambut event World Superbike (WSBK) 19-21 Nopember mendatang dan event MotoGP, Maret 2022 tahun depan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.

    “Saya yakin tradisi Rebo Bontong menjadi magnet bagi Gili Indah. Daya tarik Gili akan menjadi perhatian penonton dan wisatawan saat WSBK dan MotoGP dihelat. Kawasan tiga Gili ini pasti dikunjungi wisatawan saat perhelatan event MotoGP dan WSBK. Pesan saya bersiaplah dan jaga Gili tetap aman dan sehat,” tadas Yusron Hadi. []

  • Budaya Tanah Kelahiran Gusti Ngurah Rai Jadi Daya Tarik Desa Carangsari

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno optimistis budaya di Desa Wisata Carangsari Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, yang menjadi tanah kelahiran pahlawan nasional asal Bali I Gusti Ngurah Rai mampu menjadi ikon dan daya tarik baru pasca pandemi.

    “Tren pariwisata kini sudah terlihat lebih mengarah ke pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Sebagai salah satu kekuatan pariwisata yang mengedepankan pelestarian budaya dan lingkungan.”

    Sandi sapaan akrab Menparekraf saat melakukan visitasi 50 desa Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Desa Wisata Carangsari, Badung, Bali, Sabtu, 25 September 2021 menjelaskan, desa wisata memiliki daya tarik bagi wisatawan lantaran tren wisata kembali ke alam semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

    Wisatawan, juga bisa merasakan pengalaman berbeda dengan hangatnya kearifan lokal, adat istiadat di tiap desa serta kuliner yang khas dengan menginap di homestay kediaman warga setempat.

    “Tren pariwisata kini sudah terlihat lebih mengarah ke pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Sebagai salah satu kekuatan pariwisata yang mengedepankan pelestarian budaya dan lingkungan,” tutur Sandi.

    “Saya sudah dua kali ke desa ini, secara keseluruhan ditambah adanya RV University Triyana Carangsari menjadikan desa ini sebagai salah satu ikon untuk bangkit yang diharapkan bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” sambungnya.

    RV University sendiri adalah platform edukasi bagian dari RV Property Triyana Resort Bali di Desa Carangsari yang memfokuskan diri dalam pemberian edukasi dan pengembangan diri kepada generasi milenial yang telah menjadi member RV Properti untuk mencetak 10.000 pengusaha properti milenial.

    Selain itu, desa yang terletak 34 kilometer dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai itu memiliki 14 area daya tarik wisata yang siap didatangi wisatawan kaum milenial seperti Sungai Ayung dan Yeh Penet, kebun kopi, kakao, arung jeram, flying fox, cycling, glamping, dan lainnya.

    Untuk daya tarik seni dan budaya, di desa yang memiliki akulturasi budaya Bali dan Tionghoa itu mengedepankan pengembangan 3 generasi (x, y, z) juga memiliki seni tari topeng Tugek Carangsari yang diciptakan dan dipopulerkan oleh maestro I Gusti Ngurah Widya.

    Ngurah Widya saat ini sudah berusia 75 tahun dan sudah go internasional sebagai seniman sejak tahun 1970-an. Ada juga wayang kulit Paruwe, wayang Ramoyane, Barongsai, Tarian Hanoman, Barangket, gamelan khas Bali, dan Barong landung.

    Menparekraf Sandiaga Uno pun berkesempatan untuk belajar langsung Tari Topeng Tugek lengkap dengan kostum yang dikenakan langsung dari I Gusti Ngurah Widya. Setelah rangkaian acara visitasi ADWI berakhir, Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan dukungannya untuk membantu produk ekonomi kreatif masyarakat di sana.

    “Tadi saya melihat produk virgin coconut oil dan madu, saya minta ini dibantu melalui program bedah desain kemasan kuliner nusantara (BEDAKAN) dan langsung ditindaklanjuti karena butuh waktu sekitar 4 bulan supaya produk tersebut memiliki kemasan yang lebih baik dan berkualitas, karena akan kita jadikan juga sebagai suvenir saat tamu-tamu dari KTT G20 yang akan diundang ke sini,” sebutnya.

    Menparekraf Sandiaga Uno yang hadir bersama Istri, Nur Asia Uno juga memborong beberapa produk UMKM yang dijajakan masyarakat desa di sana. Salah satunya produk dari Ketut Tirtayasa sang pembuat kriya bokor unik dari kertas yang dibekukan dengan lem kayu sebagai produk unik yang ada satu-satunya di Desa Carangsari.

    Ketut mengaku terdampak pandemi karena tidak ada turis wisatawan yang datang untuk membeli produknya padahal sebelumnya dalam setahun ada 100 lebih pesanan.

    “Saya akan memberi kesibukan untuk Bli Ketut selama setahun sampai tahun depan, yaitu Bli Ketut harus membuatkan 100 bokor kotak yang saya order untuk bisa saya gunakan sebagai wadah sarung bingkisan untuk para santripreneur atau bisa juga untuk suvenir event G20 yang akan dilaksanakan di Indonesia pada Agustus 2022,” tadasnya. []

  • Peringati World Cleanup Day 2021, Lombok Barat Bersih-bersih Kawasan wisata dan Desa

    peloporberita.com/ | Jakarta – Bupati Lombok Barat bersama jajarannya dan Pelaku wisata serta sejumlah komunitas peduli lingkungan, melaksanakan kegiatan bersih bersih Pantai di Kawasan Wisata Senggigi. Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu, 18 September 2021 di sepanjang bibir pantai senggigi untuk memperingati Hari Kebersihan Dunia tahun 2021 atau World Cleanup Day 2021.

    Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengatakan, World Cleanup Day atau Hari Kebersihan Dunia ini menjadi momentum yang baik untuk tetap menjaga kebersihan di semua kawasan Lombok Barat khususnya kawasan wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan.

    “Kegiatan ini menjadi momentum dalam menumbuhkan semangat kebersihan dan mencintai alam sekitar sehingga Gerakan ijo Nol Dedoro dapat terwujud di semua wilayah Lombok Barat.”

    Melalui kegiatan ini, Bupati mengajak semua pihak untuk memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

    “Kawasan wisata ini sering dikunjungi oleh wisatawan karenanya harus dijaga kebersihan dan kelestariannya agar wisatawan merasa nyaman dan betah di Lombok Barat” sebutnya.

    Bupati Fauzan yang juga didampingi oleh Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo juga mengungkapkan, bahwa kegiatan bersih bersih ini tidak hanya dilakukan di kawasan wisata saja namun dilaksanakan secara serentak di semua Desa di Lombok Barat.

    Ia berharap kegiatan bersih bersih ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ia berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap minggu seperti yang rutin dijalankan oleh Pemkab Lombok Barat selama ini.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfotik Lombok Barat Ahad Legiarto mengatakan bahwa momentum World Cleanup Day 2021 ini diikuti oleh semua ASN di Lombok Barat, sejumlah komunitas peduli lingkungan serta masyarakat di semua Desa di Lombok Barat.

    Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat peduli kebersihan lingkungan untuk mendukung gerakan Ijo Nol Dedoro yang digalakan oleh Pemkab Lobar beberapa waktu lalu.

    “Pemkab berharap agar kegiatan ini menjadi momentum dalam menumbuhkan semangat kebersihan dan mencintai alam sekitar sehingga Gerakan ijo Nol Dedoro dapat terwujud di semua wilayah Lombok Barat” sebutnya.

    Hadir dalam Kegiatan bersih bersih di Kawasan wisata antara lain Asisten 1 Setda Lombok Barat dan sejumlah Kepala Dinas Pemkab Lombok Barat, ASN Pelaku wisata dan Komunitas Peduli Lingkungan. Sementara di Desa Desa Se Lombok Barat dilaksanakan oleh Kepala Desa bersama masyarakat Desa.[]

  • Sandiaga Uno Jadikan Wisata Kesehatan Sebagai Program Unggulan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya menjadikan wisata kesehatan sebagai program unggulan yang menargetkan pemberdayaan wisatawan nusantara. Hal ini disampaikannya dalam “Weekly Press Briefing” secara daring, Senin, 6 September 2021.

    Wisata kesehatan serta wisata kebugaran dan herbal ini akan kita kembangkan karena kita mempunyai pangsa pasar yang sangat besar.”

    Sandi menjelaskan, Wisata kesehatan merupakan kegiatan wisata yang mengedepankan peningkatan kesehatan dan kebugaran fisik serta pemulihan kesehatan spiritual dan mental wisatawan. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong pengembangan wisata kesehatan (wellness tourism) di Indonesia untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air.

    “Selama ini, wisatawan nusantara setiap tahunnya menghabiskan hampir 11 miliar dolar AS lebih untuk berwisata kesehatan di luar negeri. Wisata kesehatan serta wisata kebugaran dan herbal ini akan kita kembangkan karena kita mempunyai pangsa pasar yang sangat besar,” tutur Menparekraf.

    Pada tahap awal pengembangan wisata kesehatan ini, rencananya akan diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Seperti Jakarta, Medan, dan Bali.

    “Nanti akan diperluas ke destinasi lainnya. Kami menggandeng berbagai instansi kementerian dan lembaga maupun pihak swasta seperti rumah sakit, klinik, dan organisasi profesi seperti Perhimpunan Kedokteran Wisata Indonesia (Perkedwi) untuk mendukung wisata kesehatan di Indonesia ini,” ungkap Sandi.

    Sandiaga Uno Jadikan Wisata Kesehatan Sebagai Program Unggulan.
    Sandiaga Uno Jadikan Wisata Kesehatan Sebagai Program Unggulan. (Foto: peloporberita.com/Kemenpar)

    Untuk menjajal kesiapan pengembangan wisata kesehatan di Indonesia, beberapa waktu yang lalu Sandiaga sempat menjalani general medical check up di Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, Banten.  Menurutnya, Indonesia memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap dan memadai sebagai penunjang pengembangan potensi wisata kesehatan.

    "Ini adalah pariwisata berbasis quality and sustainability dan kita tidak kalah dengan rumah sakit di luar negeri. Misalnya di RS Eka Hospital, untuk perawatan tulang belakang/spine, sudah menggunakan alat kedokteran buatan Jerman yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara," tegas Sandiaga.

    Selain itu, kata Sandiaga, Bali juga menjadi salah satu sasaran wisatawan untuk menikmati wellness tourism dan herbal tourism. Bahkan, banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali untuk merasakan wisata berbasis wellness dan herbal tourism.

    “Antusiasme masyarakat mengenai herbal dan wellness tourism sangat tinggi, terutama di Bali. Untuk itu SDM-nya harus kita tingkatkan melalui program reskilling dan upskilling untuk memberikan pelayanan yang berstandar lebih tinggi lagi,” tandasnya. []

  • Sandiaga: Pantai di Desa Wisata Apar Pariaman Indah dan Bersih

    peloporberita.com/ | Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 memasuki tahap 50 besar desa wisata terbaik. Dalam tahap ini, dewan juri melakukan kunjungan dan penilaian langsung kepada 50 besar desa wisata yang didasarkan pada tujuh kategori lomba dan klasifikasi desa wisata. Desa pertama adalah Desa Wisata Apar di Kota Pariaman, Sumatera Barat.

    Visitasi dilakukan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bersama dewan juri, Jumat (27/08/2021). Sandiaga menjelaskan, ADWI adalah salah satu upaya yang dilakukan Kemenparekraf dalam mewujudkan desa wisata sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia, berdaya saing dan berkelanjutan. 

    Baca juga: Sambut KTT G20, Pemerintah Siapkan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

    Desa wisata merupakan simbol kebangkitan ekonomi nasional dan desa wisata merupakan tren terbaru pariwisata pascapandemi yang berbasis nature and culture. Yaitu, fokus pada alam terbuka dan budaya. “Kita bisa lihat Desa Wisata Apar Kota Pariaman, betapa besarnya potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Mulai dari pantainya yang indah dan bersih, track mangrove, konservasi penyu, juga yang tidak kalah menarik adalah STIB (Sekolah Tinggi Ilmu Baruak),” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

    Desa Wisata Apar juga memiliki hamparan pantai yang biru nan bersih, dan konservasi penyu. Kuliner ciri khas Desa Wisata Apar adalah mengolah buah mangrove menjadi minuman dan makanan. Untuk kriya atau kerajinan tangan ekonomi kreatif dengan kearifan lokal ada pada menyulam dengan benang emas dan kerajinan batang pisang.

    Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Dorong Mahasiswa Pacu Kreativitas

    “Jadi kita bisa lihat di desa wisata Apar hari ini, bahwa ini adalah satu program yang sangat menyentuh masyarakat. Desa wisata ini programnya tidak mengawang, tapi konkret serta tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu. Memberikan sentuhan kepada masyarakat yang membutuhkan. Jadi kita sekarang fokus ke desa wisata yang jadi program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata Sandiaga.

    Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pariaman Madison Mahyuddin;  Kadispar Sumatera Barat Novrial; Kadisparbud Kota Pariaman Dwi Marhen Yono; Ketua Dewan Juri ADWI 2021 Azril Azahari; serta Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf Indra Ni Tua. []