Kategori: Nasional

  • KKP Dorong Produksi Terasi Udang Sumbawa

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi sektor kelautan dan perikanan yang melimpah. Salah satunya yaitu produksi udang rebon yang populer di pasaran.

    Guna memaksimalkan potensi tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Banyuwangi hadir memberikan Pelatihan Pembuatan Terasi Udang dan Teknik Pengemasan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada 15-16 Juni 2021.

    Pelatihan ini diikuti sebanyak 300 peserta yang bertempat di lokasi masing-masing. Pasalnya, pelatihan diadakan secara blended online agar tetap mengutamakan protokol kesehatan.

    “Kini 85 kg rebon dapat digiling dalam waktu 30 menit sehingga dapat meningkatkan jumlah poduksi, lebih cepat dibanding biasanya.”

    Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Sjarief Widjaja mengatakan, pelatihan ini merupakan implementasi untuk menindaklanjuti program pemerintah dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi, akibat dampak dari pandemi Covid-19 di sektor kelautan dan perikanan.

    “Mengingat saat ini masih pandemi, maka dengan adanya pelatihan ini, percepatan pemulihan ekonomi harus segera dilakukan. Sehingga dampaknya dapat segera dirasakan oleh para pelaku utama, salah satunya dengan melakukan pelatihan pembuatan dan pengemasan terasi agar meningkatkan pendapatan masyarakat,” tutur Sjarief berdasarkan keteranan tertulis Sabtu, 19 Juni 2021.

    Sjarief juga mengatakan, perkembangan produksi hasil perikanan di Kabupaten Sumbawa mengalami peningkatan yang semakin baik dari tahun ke tahun, salah satunya komoditi udang rebon (Mysys relicta).

    “Udang rebon merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup tinggi di Sumbawa sehingga berpotensi meningkatkan perekonomian rakyat dalam beberapa tahun mendatang. Tentunya didukung dengan inovasi teknologi untuk mendukung SDM yang kompeten,” tegas Sjarief.

    KKP
    KKP Dorong Produksi Terasi Udang Sumbawa. (Foto: Pelopor/KKP)

    Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati menyebut, udang rebon merupakan salah satu hasil perikanan yang mudah busuk jika tidak segera diolah. Demi memperpanjang masa simpan udang rebon dan meningkatkan cita rasa, melalui pelatihan ini para pelaku utama didampingi oleh penyuluh perikanan diharapkan dapat memaksimalkan pengolahan dengan kemasan yang menarik.

    “Pengolahan dengan fermentasi udang atau dibuat menjadi terasi, merupakan salah satu cara agar udang rebon yang mudah busuk diolah menjadi produk bernilai jual tinggi sehingga meningkatkan penghasilan masyarakat,” sebutnya.

    Lilly juga menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan oleh pelaku utama dalam mengolah udang rebon menjadi terasi adalah hal baik. Hal ini, karena udang rebon memiliki kandungan protein yang cukup tinggi jika dikeringkan dan memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

    “Penelitian yang sudah ada, dalam 100 gram udang rebon segar mengandung protein sebanyak 16,2 gram dan kalsium 7,57 gram. Tapi jika udang sudah dikeringkan, kandungan proteinnya naik menjadi 59,15 gram dan kalsium sebanyak 23,06 gram. Ini kalau dikonsumsi sangat bagus untuk kesehatan, salah satunya dapat mencegah osteoporosis,” tandas Lilly

    Untuk itu, dia mengerahkan penyuluh perikanan agar memaksimalkan pendampingan dan pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan. Utamanya, pada kegiatan ini, bertujuan untuk mendorong para pelaku utama dalam memproduksi terasi instan dan kemasan produk yang menarik agar meningkatkan daya jual di pasaran.

    Melalui pelatihan, diharapkan agar pelaku utama mampu mendapatkan pondasi pengetahuan hasil diversifikasi olahan ikan, khususnya pengolahan terasi dapat diterapkan dan dikembangkan dalam usahanya. Selain itu juga, dapat menumbuhkembangkan jiwa wirausaha baru sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

    Pada kesempatan pembukaan pelatihan, KKP melalui BRSDM sekaligus meresmikan Desa Labuan Bontong, Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa, sebagai Kampung Terasi pada 15 Juni 2021. Hal ini karena sebagian besar masyarakatnya memproduksi olahan terasi dari hasil fermentasi udang rebon.

    Kegiatan tersebut sejalan dengan peran BRSDM dalam melaksanakan pembangunan SDM kelautan dan perikanan di penjuru daerah.

    Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Syafrudin secara tegas mendukung penyelenggaraan kegiatan pelatihan dan peresmian kampung terasi. Dia melihat potensi perikanan, khususnya udang rebon di wilayah ini cukup tinggi dan mampu menopang perekonomian rakyat.

    “Selain kampung terasi, saya juga berharap di sini terbangun kampung bandeng,” sebutnya.

    Syafrudin juga berharap, adanya kampung terasi di Desa Labuan Bontong dapat menjadi kampung wisata di Pulau Sumbawa.

    Pada kesempatan ini, Muhammad Syafrudin didampingi oleh Kepala Puslatluh KP secara simbolis memberikan bantuan alat pengolahan dan pinjaman pemodalan kepada para pelaku utama.

    Adapun bantuan alat dari BP3 Banyuwangi berupa 2 mesin penggiling rebon, kompor, pengemasan, sealer, dan wajan senilai Rp17 juta. Kemudian penyerahan bantuan pinjaman pemodalan usaha LPMUKP untuk 7 orang pelaku utama/usaha di Kabupaten Dompu sebesar Rp575 juta.

    Diharapkan, bantuan ini dapat membantu meningkatkan produksi dan daya jual terasi secara maksimal sehingga dapat memulihkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

    Adanya bantuan ini mendapat respon positif dari para peserta pelatihan. Menurut Nani, salah seorang peserta pelatihan asal Desa Labuan Bontong menyatakan, dengan adanya bantuan ini proses produksi lebih efektif dibanding proses produksi sebelum menerima bantuan alat tersebut.

    KKP Dorong Produksi Terasi Udang Sumbawa. (Foto: Pelopor/KKP)

    “Sebelum adanya bantuan alat penggiling ini, dalam 85 kg rebon bisa ditumbuk dengan waktu sehari dari pagi sampai malam. Tapi setelah adanya bantuan alat giling terasi ini, lebih praktis, hemat waktu dan tenaga. Kini 85 kg rebon dapat digiling dalam waktu 30 menit sehingga dapat meningkatkan jumlah poduksi, lebih cepat dibanding biasanya,” tandas Nani.

    Sebagai informasi, KKP tak henti dalam mengakomodir pelaku utama kelautan dan perikanan dalam meningkatkan usahanya melalui berbagai program. Terbaru, difasilitasi oleh BP3 Medan, KKP mengadakan Penyerahan Bahan Percontohan Penyuluhan Cacing Sutera dengan Wadah Bertingkat, dari Satminkal BP3 Medan kepada kelompok pembudidaya Ikan Mawar.

    Adanya kegiatan percontohan ini diharapkan dapat menarik para pelaku utama atau kelompok untuk menerapkan teknologi perikanan guna meningkatkan produksi budidaya.

    Ke depan, KKP akan terus mendukung pemenuhan kompetensi dan fasilitas masyarakat melalui berbagai pelatihan dan penyuluhan dalam rangka mendukung program prioritas KKP tahun 2021-2024.

    Sebagaimana digaungkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, yaitu peningkatan PNBP dari subsektor perikanan tangkap, pengembangan perikanan budidaya terutama komoditas ekspor, dan pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya air tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal. []

  • Wiku Adisasmito Jubir Satgas Covid-19 Terinfeksi Corona

    peloporberita.com/ | Jakarta – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengkonfirmasikan dirinya terjangkit virus corona seiring aktifitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir.

    “Saya ingin menginformasikan terkait dengan kondisi kesehatan saya. Seperti yang diketahui, dalam beberapa minggu terakhir, saya melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah yang mengalami lonjakan kasus COVID-19 cukup tinggi seperti Kudus dan Bangkalan,” kata Wiku Sabtu (19/6/2021).

    “Terdapat kemungkinan saya terpapar saat melakukan kegiatan tersebut saat daya tahan tubuh mengalami penurunan karena kelelahan.”

    Wiku menuturkan, Jumat kemarin dia melakukan tes swab antigen dan hasilnya positif. Selanjutnya, untuk mengkonfirmasi hasil swab antigen itu, ia melakukan swab PCR dan hasil yang diterima hari ini yaitu positif Covid-19. Sedangkan kondisi fisiknya baik-baik saja. Dia memperkirakan tertular Covid-19 saat melakukan
    kunjungan ke sejumlah daerah.

    “Seperti yang saya sampaikan, saya melakukan perjalanan dinas ke berbagai daerah dengan secara disiplin mematuhi protokol kesehatan. Terdapat kemungkinan saya terpapar saat melakukan kegiatan tersebut saat daya tahan tubuh mengalami penurunan karena kelelahan,” tegasnya.



    Berdasarkan protokol kesehatan, Wiku telah meminta kepada mereka yang memiliki kontak erat dengan dirinya untuk melakukan test antigen sebagai upaya testing dan juga tracing.

    “Saya juga meminta kepada masyarakat untuk secara disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” sebut Wiku.[]

  • Pemda Diminta Perkuat Kehidupan Sosial Ekonomi ODGJ Pasca Rehab

    peloporberita.com/ | Jakarta — Anggota Komisi VIII DPR RI Syaiful Rasyid menyerukan kepada pemerintah daerah (pemda) agar meningkatkan sinergi dengan Kementerian Sosial. Hal ini disampaikannya dalam kunjungan ke Balai Budi Luhur Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (18/6/2021).

    Sinergi itu, bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada penyandang disabilitas, terutama agar penyandang disabilitas mental dapat melanjutkan fungsi sosial-ekonominya setelah mendapatkan pembinaan dari Kemensos.

    “Saya mengapresiasi layanan keterampilan yang dilaksanakan di balai ini. Di sini penerima manfaat mendapatkan keterampilan secara sosial ekonomi. Tinggal pemda perlu menyiapkan agar mereka dapat melaksanakan fungsi sosialnya, sekaligus juga agar masyarakat menerima mereka kembali,” tutur Syaiful berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Sabtu (19/6/2021)

    Syarif hadir di salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Kementerian Sosial RI itu didampingi Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Eva Rahmi Kasim. Turut hadir Wali Kota Banjarbaru yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembanguan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan dan Kepala Dinas Sosial Kota Banjarbaru.

    “Pemda perlu menyiapkan agar mereka dapat melaksanakan fungsi sosialnya, sekaligus juga agar masyarakat menerima mereka kembali.”

    Syarif menyatakan, sangat mengapresiasi layanan keterampilan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dilaksanakan di Balai Budi Luhur. Ia juga mendukung rencana Kementerian Sosial meningkatkan fungsi balai menjadi multifungsi dengan layanan yang terintegrasi dengan program lainnya baik yang ada di Kementerian Sosial maupun dengan instansi lainnya.

    Setelah melihat langsung pelayanan pada Balai Budi Luhur yang menangani penyandang disabilitas mental, anggota Fraksi Gerindra Dapil Kalimantan Selatan tersebut menyadari pentingnya pelayanan rehabilitasi sosial.

    “Balai yang melayani orang-orang terstigma atau terpinggirkan itu belum banyak disentuh oleh pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

    Kemensos
    Penyerahan bantuan ATENSI total Rp. 432.000.000 bagi PPKS di Kota Banjarbaru, Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu. (Foto: Pelopor/Kemensos)

    Adapun menurutnya, dalam menangani ODGJ, tidak cukup dengan penanganan kesehatannya saja, tapi juga perlu penguatan rehabilitasi sosial yang melibatkan juga peran pemda.

    “Rehabilitasi Sosial itu juga untuk menyiapkan mereka kembali untuk dapat melaksanakan fungsi sosialnya kembali di Masyarakat sekaligus juga untuk menyiapkan Masyarakat menerima mereka kembali,” tandasnya.

    Dalam kesempatan sama, Eva Rahmi Kasim menjelaskan bahwa pelaksanaan ATENSI memiliki 7 komponen langsung yaitu dukungan pemenuhan hidup layak, perawatan sosial dan/atau pengasuhan anak, dukungan keluarga dan terapi (fisik, psikososial dan terapi mental spiritual), pelatihan vokasional, pembinaan kewirausahaan, bantuan sosial dan asistensi sosial, serta dukungan aksesibilitas.



    “Saya berharap pemda untuk bersinergi dalam melaksanakan program program Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, misalnya dalam penyiapan Rencana Aksi Daerah bagi Penyandang Disabilitas,” ungkap Eva.

    Dalam kesempatan yang sama juga diberikan bantuan ATENSI yang berjumlah total Rp. 432.000.000,- bagi PPKS di Kota Banjarbaru, Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan serta Yayasan Pendidikan dan Penyantunan Penyandang Cacat Kabupaten Banjar berupa satu buah alat cuci steam untuk Penerima Manfaat Program Daycare. []

  • Dishub DKI Uji Coba Tarif Parkir Mobil Rp 60 Ribu per Jam di Tiga Lokasi Ini

    peloporberita.com/ | Jakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan merevisi aturan tarif parkir mobil dan motor di Jakarta. Wacananya, tarif parkir baru untuk mobil maksimal bisa mencapai Rp 60.000 per jam. Kenaikan tarif parkir itu akan diuji coba di tiga tempat, yaitu Blok M Square, lapangan parkir Samsat, dan lapangan parkir Ikatan Restoran serta Taman Indonesia (IRTI).

    Kasubag Tata Usaha UP Perparkiran Dishub DKI Jakarta Dhani Grahutama, dalam acara FGD Tarif Layanan Parkir dan Biaya Parkir Jakarta, Rabu (16/6/2021) menjelaskan, “Dalam konteks penataan transportasi, tujuan dari parkir sebagai sarana pengendalian lalu lintas.” 

    Tarif parkir mobil maksimal Rp 60.000 per jam khusus di lokasi layanan parkir on street dan off street milik Pemda DKI Jakarta. Sedangkan berbeda untuk biaya parkir milik swasta, yaitu maksimal Rp 25.000 per jam.

    Baca juga: Luar Biasa, 4 Penyandang Disabilitas Rintis Kedai Kitacinta Coffee

    Ada tiga jenis mobil yang bisa kena tarif parkir tertinggi pada revisi aturan baru, yaitu:

    1. Mobil yang parkir di koridor Kawasan Pengendali Parkir (KPP) Golongan A, lokasi yang jalan utamanya sudah terintegrasi dengan angkutan umum massal, misalnya Jalan Gajah Mada yang masuk dalam koridor utama angkutan umum massal Transjakarta.
    2. Mobil yang belum atau tidak lulus uji emisi.
    3. Mobil yang belum daftar ulang pajak (Pajak Kendaraan Bermotor)

    Wacana ini pun menuai pro dan kontra dikalangan netizen, ada yang setuju dan mendukung dengan harapan bisa mengurangi kemacetan karena membuat orang beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Namun banyak juga yang tidak setuju dan menuntut agar layanan transportasi umum diperbaiki terlebih dahulu sebelum menerapkan kenaikan tarif parkir ini. []

  • Kenapa Kita Harus Pakai Minyak Kutus Kutus?

    peloporberita.com/ | Jakarta – Anda tentu pernah mendengar tentang minyak Kutus Kutus. Minyak balur yang berasal dari Bali, yang sering disebut sebagai minyak kehidupan karena berasal dari daun, akar, dan batang tanaman sekaligus.

    Secara rinci, minyak Kutus Kutus adalah minyak rempah herbal yang terbuat dari 69 bahan herbal yang diolah secara khusus dengan cara tradisional oleh Servasius Bambang Pranoto, yang akrab disapa Babe. 

    Berawal dari kelumpuhan yang dideritanya pada 2011, Babe meracik sendiri 69 bahan herbal. Meski hanya belajar dari internet, minyak racikan tersebut mampu membuat ia sembuh hanya dalam kurun waktu tiga bulan. Saat ini, minyak Kutus Kutus sudah diproduksi secara massal, atau mencapai 24.000 botol per hari, dan sebanyak 700.000 botol setiap bulan.  

    Pabrik Minyak Kutus Kutus. (Foto: Pelopor/Boombastis)

    Beberapa dari 69 bahan herbal itu adalah daun neem, daun ashitaba, purwaceng, bunga lawang, temulawak, pule, kayu gaharu dan minyak kelapa. Kandungan herbal tersebut memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan sehingga tidak heran apabila minyak Kutus Kutus dipercaya dapat menyembuhkan penyakit.

    Untuk bisa merasakan efeknya pada tubuh secara maksimal, Anda harus menggunakan minyak Kutus Kutus secara rutin setiap hari dengan langkah-langkah ini, 

    • Semprotkan Minyak Kutus Kutus dan balurkan pada sepanjang punggung atau tulang belakang dari tulang ekor ke tengkuk sampai merata.
    • Semprotkan Minyak Kutus Kutus dan balurkan juga pada kedua telapak kaki sampai merata.
    • Jika ada bagian lain yang sakit, bisa semprotkan juga dibagian yang sakit dan dibalurkan sampai merata.

    Anda bisa memesan minyak Kutus Kutus melalui agen resmi Ria dengan nomor WhatsApp 0815-188-5918, yang juga menyediakan produk lainnya seperti Sabun Kalila Kalila, Minyak Tanamu Tanami, Sabun Tanamu Tanami dan Bubuk Kutus Kutus. []

  • Mensos Siap Jadi Mediator Pekerja Migran yang Tiba di Indonesia

    peloporberita.com/ – Jakarta – Manteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, menerima kedatangan Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Jumat (18/6/2021) yang melaporkan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia.

    Terkait laporan ini, Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan kesiapannya menjadi mediator dalam pemulangan 11.000 PMI dari Malaysia. Kemensos, juga siap memfasilitasi penyediaan lahan hidup mereka di daerah masing-masing.

    “Pak Gubernur sepulang dari sini akan mendata, apa potensi dari daerah-daerah itu yang bisa kita berdayakan, nanti saya dan tim saya akan memikirkan bagaimana mengembangkan potensi itu.”

    “Pak Gubernur meminta bantuan kita, bagaimana menempatkan shelter (tempat penampungan), tapi saya kurang setuju, saya menyampaikan, nanti kita pesan dari luar warga Sulbar langsung dipulangkan ke asal daerahnya masing-masing,” tuturnya dalam wawancara dengan wartawan peloporberita.com/ di Kantor Kemensos Salemba Jakarta.   

    “Saya akan menjadi mediator untuk bagaimana mereka dipulangkan di daerahnya dan saya akan menyurati kepala daerah,” sambungnya.

    Manteri Sosial
    Manteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dan Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar di Kemensos Jumat (18/6/2021) membahas kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia. (Foto:Pelopor/Kemensos)

    Lebih lanjut, Risma juga mengusulkan untuk memberdayakan para PMI di daerah masing-masing, agar mereka tetap bertahan dan tidak tertarik untuk kembali bekerja di luar negeri.

    “Kemudian pemberdayaan di daerah itu sehingga mereka tidak tertarik lagi untuk kembali ke sana,” sebut mantan Wali Kota Surabaya itu.

    Untuk itu, Mensos meminta Gubernur Sulbar untuk berkomunikasi dengan Kedutaan Malaysia untuk mendapatkan data PMI yang akan pulang nanti. Tidak hanya asal daerah, namun juga apa yang mereka inginkan setelah mereka kembali ke daerahnya masing-masing.

    “Saya minta ke Pak Gubernur untuk komunikasi dengan kedutaan sana (Malaysia) untuk tracing mereka dari mana, nanti data dikirim ke saya. Kemudian kita minta daerah-daerah untuk mempersiapkan dan menjemput warganya,” tegasnya.

    Ali Baal Masdar
    Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar di Kemensos Jumat (18/6/2021) . (Foto:Pelopor/Tantri)

    “Pak Gubernur sepulang dari sini akan mendata, apa potensi dari daerah-daerah itu yang bisa kita berdayakan, nanti saya dan tim saya akan memikirkan bagaimana mengembangkan potensi itu, sehingga nanti tidak ada bayangan lagi karena sudah ada yang dapat pekerjaan,” sambungnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyampaikan bahwa dirinya setuju dengan usulan Mensos. Selanjutnya, ia akan mempersiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan dalam kepulangan PMI tersebut. Agar keselamatan dan kesehatan mereka terjamin.

    “Jadi saya kira itu sudah konsepnya Ibu dan kita arahkan bersama mudah-mudahan ini berjalan dengan baik. Memang pertama-pertama akan berat tapi kita berusaha bersama dan pasti akan berhasil,” pungkasnya.

    Sementara seiring suasana pandemi, Gubernur Ali Baal memastikan, tracing juga diberlakukan dalam konteks penerapan protokol kesehatan.



    “Kami pastikan, PMI akan dicek kesehatannya sebelum tiba di daerah. Sehingga tidak menimbulkan masalah baru,” tandasnya.

    Ia mengakui, semua ini memerlukan proses, namun dirinya berjanji akan secepatnya berkoordinasi dengan Kemensos. Tujuannya agar para PMI tetap berada di Indonesia dan tidak kembali ke luar negeri.

    “Pemprov Sulbar akan bersinergi dengan Kemensos mengembangkan program pemberdayaan bagi PMI,” ucap Gubernur. []

  • Polri Buru 2 Warga China Pengelola Pinjol RP Cepat

    peloporberita.com/ | Jakarta – Bareskrim Polri kembali mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan penipuan melalui aplikasi pinjaman online (pinjol) bernama RP Cepat. Pengungkapan ini, bermula dari laporan masyarakat terkait adanya aplikasi pinjaman dengan suku bunga tinggi.

    Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri, Kombes Pol. Wisnu Hermawan menyebut, selama beroprasi aplikasi RP Cepat tidak memiliki legalitas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Barang bukti yang ada berupa SIM Card dan alat-alat lainnya, mereka juga melakukan SMS blasting kepada para peminjam.

    “Kami informasikan kepada masyarakat bahwa aplikasi RP Cepat tidak memiliki izin, secara legalitas perusahaan ini tidak memiliki izin. Ini sesuai dengan hasil penyelidikan langsung kami dan pihak OJK di lapangan,” tuturnya Wisnu berdasarkan keterangan tertulis, Jumat (18/6/2021).

    Wadirtipideksus mengatakan, dalam menjalankan operasinya pihak pengelola aplikasi RP Cepat tersebut tidak memiliki tempat atau alamat perusahaan yang tetap.

    “Mereka pindah-pindah, terakhir di Jakarta Barat terungkap perusahaan itu mengontrak rumah. Dari sini terdapat lima orang ditangkap dan dua orang yang diduga sebagai pengendali aplikasi masuk DPO, diduga warga negara asing dari China,” ungkapnya.



    Dua orang DPO asal China itu yang berinisial GK dan XW ini diduga masih berada di Indonesia dan saat ini tengah dicekal pergi ke luar negeri oleh Dirjen Imigrasi.

    Wisnu juga menegaskan, penetapan lima tersangka dan dua DPO ini bukan didasari penerapan suku bunga yang tinggi, tetapi juga terkait SMS blasting serta teror kepada peminjam uang sebelum tenggang waktu yang ditetapkan. Sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    “Ini kita lihat melalui barang bukti yang ada berupa SIM Card dan alat-alat lainnya, mereka juga melakukan SMS blasting kepada para peminjam. Ini jelas sangat meresahkan meski korban mengalami kerugian yang sangat kecil, namun jumlahnya jika diakumulasikan sangat besar,” tandasnya. []

  • Kunjungi Bedeng Cempaka Putih, Mensos Risma Dengar Curhat Warga Terdampak Pandemi

    peloporberita.com/ | Jakarta – Manteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi Kampung Bedeng di wilayah Cempaka Putih Jakarta Pusat pada Jumat, 18 Juni 2021 pagi. Kunjungan ini berdasarkan informasi yang diterima Mensos dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait masalah stunting.

    Megawati mengungkapkan, bahwa di daerah tersebut ada keluarga yang tinggal di dalam bedeng dengan kondisi memprihatinkan di area sekitar 500 meter persegi.

    Rumah mereka dari kayu, mereka minta perbaiki rumahnya. Tapi permasalahannya kan aku harus ngecek lahan itu milik siapa.

    “Saya dapat informasi dari Bu Mega, kalo ada perumahan yang kumuh di dekat lokasi tempat mewah Cempaka putih,” tutur Mensos kepada awak media di kantor Kemensos, Jumat, 18 Juni 2021.

    Mensos Risma menjelaskan, kunjungannya ke bedeng Cempaka Putih untuk mengecek beberapa permasalahan, salah satunya rumah mereka yang terbuat dari kayu.

    “Rumah mereka dari kayu, mereka minta perbaiki rumahnya. Tapi permasalahannya kan aku harus ngecek lahan itu milik siapa,” ungkapnya.



    Lebih lanjut Mensos mengungkapkan, bahwa dalam kunjungan kali itu, dirinya mendengarkan curahan para warga disana yang selama masa pandemi ini tidak bisa jualan.

    “Ya udah kamu inginnya apa? lalu mereka jawab, aku inginnya jualan, tapi karena covid ngga bisa jualan. Ya udah dicatat aja maunya apa nanti hari Minggu (20/6/2021) aku ambil data itu,” terang Mensos.

    Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) (Foto:Pelopor/Tantri)

    Selain itu, pada kunjungan itu juga Mensos menerima laporan bahwa ada lansia yang tidak mendapatkan bantuan dari Kemensos.

    “Tadi juga itu saya dapat laporan ada yang ngga dapat bantuan, padahal saya lansia, nah itu nanti Minggu sore aku ambil datanya,” ucapnya.

    Terkait hal ini, Mensos menegaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan situs “Usul Sanggah”

    “Nanti kan disitu bisa diusulkan bisa dibuka, tapi sekarang kan belum. Nanti kalau sudah aku komunikasi dengan komisi 8, apakah (situs) ini sudah memenuhi atau belum. Nanti kalau sudah memenuhi kita launching gitu.

    Menurut Mensos, situs tersebut rencananya akan diluncurkan sebelum akhir Juni 2021.

    Mudah-mudahan sebelum akhir bulan ini ya,” sebutnya.[]

  • Menko Luhut Bahas Investasi & Ekonomi dengan Arab Saudi

    peloporberita.com/ | Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Al-Falih, membahas beberapa isu mengenai kerja sama investasi dan ekonomi kedua negara.

    Pembahasan ini dilakukan saat keduanya melakukan pertemuan secara virtual Rabu, 16 Juni 2021. Pertemuan virtual ini, juga turut dihadiri Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan CEO Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah.

    Saya sangat senang pertemuan ini dapat terlaksana. Semoga kesempatan ini jadi langkah awal yang baik untuk kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di berbagai bidang ke depannya.

    Dalam kesempatan itu, Menteri Al-Falih menyampaikan selamat kepada Indonesia atas terbentuknya SWF Indonesia (INA). Menteri Falih menyatakan dirinya sangat terkesan dengan potensi investasi yang dipresentasikan. Untuk itu, Menteri Investasi berjanji akan berkomunikasi dengan PIF dan akan mengatur pertemuan lebih lanjut antara INA dan PIF.

    Sedangkan Indonesia dalam kesempatan yang sama menawarkan Arab Saudi untuk berinvestasi dalam Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan bank syariah terbesar di Indonesia saat ini. Pihak Arab Saudi pun menyampaikan ketertarikannya dan akan menugaskan timnya untuk membahas detail rencana ini lebih lanjut.

    Lebih lanjut, Indonesia menyampaikan keinginan untuk membangun Indonesia Housing atau “Rumah Indonesia” di Mekah. Bangunan tersebut dapat menjadi persinggahan bagi jemaah Umroh dan Haji sekaligus dapat digunakan untuk memasarkan produk-produk asal Indonesia.

    Menteri Investasi Arab Saudi
    Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Al-Falih. (Foto:Pelopor/Kemenko Marves)

    Menteri Al-Falih menyambut baik rencana tersebut dan langsung menawarkan beberapa calon lokasi yang dapat digunakan. Proyek tersebut nantinya akan dipimpin oleh PT Pembangunan Perumahan.

    Sejatinya, kedua negara memiliki perhatian yang sama mengenai isu perubahan iklim yang saat ini sedang dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Oleh sebab itu, Pemerintah Arab Saudi menyampaikan mendukung Indonesia untuk mengangkat isu perubahan iklim dalam KTT G20 yang akan dilaksanakan di Indonesia tahun depan.

    Menteri Al-Falih menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi saat ini memiliki program penanaman 10 miliar pohon di Arab Saudi dalam rangka rehabilitasi vegetasi alami. Indonesia sebagai negara yang memiliki perhatian khusus terkait isu perubahan iklim pun menyampaikan tertarik untuk berpartisipasi dalam program tersebut.



    Arab Saudi sendiri dalam beberapa waktu terakhir tengah gencar mengembangkan sumber energi terbarukan di beberapa negara seperti Uzbekistan. Fokus Indonesia dan Arab Saudi dalam pengembangan green energy membuat kerangka kerja mengenai kerja sama di bidang ini akan ditindaklanjuti melalui pertemuan di tingkat teknis antara kedua negara dalam waktu dekat.

    Pertemuan ini, sangat diapresiasi Menko Luhut sebab menghasilkan banyak komitmen kerja sama yang berhasil dibahas antara kedua negara. Selanjutnya, Menko Luhut dan Menteri Al-Falih sepakat untuk membentuk satuan tugas atau task force untuk membahas berbagai peluang investasi yang ada dan sepakat akan kembali melakukan pertemuan pada tanggal 24 Juni 2021.

    “Saya sangat senang pertemuan ini dapat terlaksana. Semoga kesempatan ini jadi langkah awal yang baik untuk kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di berbagai bidang ke depannya,” tandas Menko Luhut. []

  • Bandung Siaga 1, Muhadjir Effendy Minta Prokes Diperketat

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menetapkan status siaga 1 (satu) waspada Covid-19 untuk wilayah Bandung Raya. Menyusul lonjakan kasus aktif Covid-19 terutama di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.

    Berdasarkan pemetaan data Covid-19 wilayah Bandung, total kasus terkonfirmasi per-15 Juni 2021 sebanyak 21.021 dengan kasus konfirmasi aktif 1.272, sembuh 19.382 dan meninggal 367. Sedangkan, suspect dipantau 2.248 dan kontak erat dipantau 972.

    Sebagian akibat arus balik mudik karena banyak sekali pemudik yang bandel dan kembali ke daerah asal membawa Covid-19 kemudian menciptakan kluster keluarga.

    Terkait hal ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta kepada masyarakat Jabar, khususnya yang berada di wilayah Bandung Raya, untuk lebih memperketat pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) 3M.

    “Ini harus menjadi perhatian semuanya untuk selalu menjaga protokol kesehatan, menjaga daya tahan tubuh, terutama yang bekerja di luar. Taruhan kita saat ini hanya tinggal disiplin atau tidak. Kalau tidak disiplin perkembangan Covid-19 akan tidak terkendali,” tuturnya usai meninjau fasilitas dan pelayanan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung, Jabar, Rabu (16/6/2021).

    Apalagi, Menteri Kesehatan telah mengumumkan adanya varian baru Covid-19 yang berasal dari India dan masuk ke Indonesia. Hal itu agar dapat menjadi perhatian bersama dalam upaya mengantisipasi terjadinya penularan.



    Menko PMK mengakui, telah terjadi lonjakan kasus di beberapa daerah, terutama empat provinsi di Pulau Jawa termasuk salah satunya yaitu Jabar. Presiden pun meminta perhatian khusus, mengingat hal itu terjadi disinyalir dampak dari arus mudik lebaran lalu.

    “Sebagian akibat arus balik mudik karena banyak sekali pemudik yang bandel dan kembali ke daerah asal membawa Covid-19 kemudian menciptakan kluster keluarga. Ada juga kluster acara keluarga termasuk pesta pengantin dan kluster ziarah. Ini wilayah-wilayah yang sekarang menjadi pusat penyebaran Covid-19 akibat kluster ziarah,” ungkapnya. []