Jakarta – Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dispar NTB) kembali menggelar Malam Puncak Pesona Khazanah Ramadhan di Islamic Center di penutupan Ramadhan 1443 Hijriah tahun ini. Acara bertema “Gema Takbir di Bumi Seribu Masjid” ini, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB yang sekaligus menjadi ketua panitia pada acara tersebut.
Kepada Dispar NTB H. Yusron Hadi menyampaikan, malam gema takbir ini adalah puncak dari serangkaian event Pesona Khazanah Ramadhan 2022, dimana dalam event ini telah sukses diselenggarakan rangkaian acara, mulai dari lomba-lomba, bazar UMKM, Pesantren Expo, dan kegiatan agama lainnya.
“Ini menjadi salah satu giat kita untuk menguatkan branding pariwisata NTB, yang tidak hanya terkenal dengan destinasi dan sport tourism, tetapi juga menjadi salah satu tujuan wisata religi di Indonesia,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis Minggu, (01/05/2022).
Yusron Hadi, juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sponsor yang telah membantu mensukseskan event ini seperti Kemenparekraf RI, Bank Syariah Indonesia, Bank NTB Syariah, dan sponsor-sponsor lainnya.
[irp]
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang turut hadir dalam malam puncak itu juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia yang telah sukses menyelenggarakan acara ditengah banyaknya keterbatasan.
“Walaupun kita belum sepenuhnya terlepas dari pandemi covid-19, tapi kita bisa sukses menyelenggarakan acara sebesar ini dengan protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya.
Pemukulan bedug, kemudian dilakukan oleh Gubernur NTB, Kadispar NTB, dan Danrem 162/WB sebagai bentuk simbolis penutupan acara Pesona Khazanah Ramadhan 2022. Selanjutnya, disambung dengan atraksi hiburan, seni budaya islami dan pawai obor yang dilakukan oleh masyarakat yang hadir. []
peloporberita.com/ – Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) mencium aksi pemilik modal besar ingin ‘menguasai’ lini transportasi, hotel dan sistem ticketing sebagai sentral bisnis dalam perhelatan World Superbike (WSBK) November lalu. Sehingga mereka meminta Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah turun tangan menentukan standarisasi harga alias batas harga bawah dan atas jelang MotoGP Mandalika Maret 2022.
“Terutama soal hotel karena kenaikan harga kamar naik sampai 300 persen,” tutur Ketua Astindo NTB, Sahlan M. Saleh dalam jumpa pers di sekretariat Astindo NTB, Minggu sore(5/122021).
Menurut Sahlan, eforia WSBK dimanfaatkan sebagai ‘aji mumpung’ kalangan tertentu di luar NTB untuk meraup keuntungan besar. Sementara pelaku dan asosiasi pariwisata lokal hanya mendapatkan sebagian kecil saja.
“Kami terbuka untuk berdiskusi dan komunikasi. Pak Gubernur dan Bupati, tolong fasilitasi kami.”
Soal tiket, Sahlan menyampaikan bahwa pihaknya ingin diberi kuota 2-5 ribu tiket dalam ajang tersebut. Selain itu, Astindo juga berharap diberi hak login ke Xplorin (agen resmi penjualan tiket WSBK dan MotoGP) sesuai reserpasi yang diberikan ke Astindo. Dan tidak dijual dadakan seperti perhelatan WSBK November 2021.
“Astindo meminta ITDC merilis tiket MotoGP lebih awal, setidaknya bulan Desember ini sudah keluar. Tidak seperti WSBK kemarin. Kami hanya diberi waktu tiga minggu. Kami kewalahan menjual paket. Kami sulit cari transportasi dan kamar hotel,” ungkapnya.
Sahlan menjelaskan, hal tersebut membuat banyak pihak akhirnya main-main dengan harga. Sementara Astindo tidak ingin MotoGP menjadi preseden buruk bagi NTB lantaran harga yang terlalu tinggi.
Astindo Minta Gubernur NTB Standarisasi Harga Hotel dan Transportasi Jelang MotoGP 2022. (Foto:Pelopor.id/Hasan)
Sahlan juga menyayangkan sikap owner hotel di Lombok khususnya, lantaran mereka menjual langsung kamar hotelnya ke pengusaha besar di luar Lombok Sumbawa. Harga jualnya pun cukup tinggi. Langkah itu justru akan ‘mematikan’ usaha asosiasi lokal.
“Ini namanya tidak ada keberpihakan terhadap kearifan lokal. Perihal kamar hotel ini, kami juga minta diberi jatah kuota 50 persen dari ketersediaan kamar. Kalangan kapital booking sendiri kamar hotel. Kalau begini caranya habis kita…habis kita pak. Modal kami tak seberapa tapi kalau dikuasai kapital hancur kami….hancur..,” ucapnya mengungkapkan kekecewaan.
Selanjutnya Astindo memohon kepada Pemerintah daerah, Gubernur dan para Bupati agar segera turun tangan. Menertibkan dan segera memberlakukan sistem standarisasi harga, hotel dan transportasi. Kebijakan ini, dinilai perlu untuk memberi rasa prinsip berkeadilan dan berpihak kepada kearifan lokal.
“Kami terbuka untuk berdiskusi dan komunikasi. Pak Gubernur dan Bupati, tolong fasilitasi kami,” tegas Sahlan.
Sekretaris Astindo NTB, Abdul Haris dalam kesempatan yang sama menambahkan, bahwa pemerintah harus berpihak kepada pengusaha lokal.
“Mau tidak mau, suka tidak suka event ini ada di NTB, jadi wajar kalau pengusaha lokal diutamakan. Bagi teman-teman hotel, dalam kesempatan ini jangan ‘balik punggung’. Hanya beri kesempatan pengusaha luar. Ingat loh kami ini mitra, ketika lagi tidak ada event seperti ini kami yang banyak membantu. Selepas dari event ini mereka kan berafiliasi dengan kami juga,” tandas Haris. []
peloporberita.com/ – Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah dipersiapkan secara matang untuk menyukseskan pertandingan World Superbike 2021. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo R. M. Manuhutu pada Forum Merdeka Barat 9, Superbike 2021: Dari Mandalika untuk Dunia pada hari Selasa, (16/11/2021).
“Pembangunan sirkuit Mandalika merupakan proyek besar, bukan hanya bagi pemerintah pusat tetapi juga pemerintah daerah, BUMN, dan pihak swasta yang terlibat,” tutur Deputi Odo soal sirkuit Mandalika.
“Pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat telah menyiapkan berbagai protokol dan aturan untuk menyambut euforia World Superbike pada 19–21 November 2021 dan juga Moto GP pada Maret 2022 mendatang.”
Kunci dari pembangunan ini menurutnya adalah kerja sama serta komunikasi yang jelas antar semua pihak yang terlibat. Sedangkan hal utama yang diinginkan dari pembangunan ini adalah menghadirkan manfaat bagi masyarakat, utamanya penduduk di NTB.
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo R. M. Manuhutu. (Foto:Pelopor.id/Kemenko Marves)
“Salah satu manfaatnya ditujukan kepada 200 Stand UMKM yang dapat berjualan selama pertandingan berlangsung. Jadi tidak hanya menonton tetapi juga dapat berbelanja,” ungkapnya.
Selain itu, Pembangunan sirkuit ini diharapkan memberikan multiplier effect atau efek berganda bagi masyarakat, seperti menciptakan tenaga kerja. Selain itu, peningkatan wisata juga diharapkan dapat terjadi di luar wilayah Mandalika.
“Pemerintah pusat juga telah menyiapkan berbagai hal, seperti penyediaan bus angkutan untuk transportasi masyarakat dan rekayasa lalu lintas oleh Kementerian Perhubungan, perbaikan sarana, prasarana, dan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kesiapan simulasi protokol keamanan, kesehatan dan keselamatan oleh Basarnas, rehabilitasi hutan dan lahan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan diseminasi informasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika,” sebut Deputi Odo.
Adapun hal utama yang harus dijaga adalah protokol kesehatan agar tidak terjadi kluster baru Covid-19 di Mandalika, serta protokol CHSE yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, bahwa WSBK Mandalika bisa menjadi candradimuka dan sebagai jalan agar olahraga balap di Indonesia kian mendunia.
“Ini menggembirakan, seperti mimpi yang jadi kenyataan. Meski MotoGP masih tahun depan, tapi getarannya sudah terasa. Gairahnya sangat terasa. Ini luar biasa,” ungkap Bang Zul panggilan akrabnya.
“Pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat telah menyiapkan berbagai protokol dan aturan untuk menyambut euforia World Superbike pada 19–21 November 2021 dan juga Moto GP pada Maret 2022 mendatang. Diharapkan dua even internasional ini dapat memberikan dampak baik bagi NTB, Indonesia, maupun secara global,” tambahnya.
Sebelumnya, Indonesia tercatat telah empat kali menggelar WSBK. Penyelenggaraan pertama berlangsung pada tahun 1994, dilanjutkan pada tahun 1995, 1996, dan 1997 jadi edisi terakhir. Sedangkan untuk MotoGP, sudah dilaksanakan dua kali di Indonesia, yaitu pada musim 1996 dan 1997. []
peloporberita.com/ |Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung akselerasi vaksinasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjelang event World Superbike Mandalika yang digelar pada 12-14 November 2021.
Event balap internasional pertama di Mandalika tersebut mensyaratkan 50 persen masyarakat NTB sudah divaksinasi untuk menjamin keamanan event internasional tersebut dari penyebaran pandemi Covid-19.
Menparekraf Sandiaga Uno dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah. (Foto:Pelopor.id/Kemenparekraf)
“Sampai 20 Agustus 2021 baru 16,24 persen jumlah masyarakat NTB yang divaksin. Ini merupakan tantangan bagi kita semua. Namun kita masih memiliki beberapa bulan menjelang World Superbike 2021 yang akan dilaksanakan pada November 2021,” tutur Menparekraf Sandiaga Uno dalam sambutannya secara virtual saat acara vaksinasi di Mandalika, Sabtu, 21 Agustus 2021.
Menparekaf menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga untuk mendukung akselerasi vaksinasi di NTB. Hal ini, juga menjadi arahan Presiden Joko Widodo untuk menyukseskan event balap internasional pertama di Sirkuit Mandalika sebelum gelaran MotoGP 2022.
“Saya juga terus berkoordinasi dengan rekan-rekan K/L di Kabinet untuk terus menggenjot vaksinasi di Mandalika. Karena kita ingin menyukseskan gelaran internasional tersebut. Saya dukung dengan pola kolaborasi melibatkan berbagai pihak. Tercatat hingga saat ini masyarakat yang sudah vaksin sebanyak 200 ribu dari target 450 ribu sampai September 2021,” sebutnya.
Sementara Gubernur NTB Zulkieflimansyah menjelaskan, untuk mengejar target vaksinasi, maka vaksin dalam jumlah besar akan dikirim pada akhir Agustus 2021. Pihaknya sudah meminta kepada Kementerian terkait untuk menyuplai lebih banyak lagi dosis vaksin yang masuk ke NTB.
“Sampai 20 Agustus 2021 baru 16,24 persen jumlah masyarakat NTB yang divaksin. Ini merupakan tantangan bagi kita semua. Namun kita masih memiliki beberapa bulan menjelang World Superbike 2021 yang akan dilaksanakan pada November 2021.”
Selain vaksinasi, persiapan infrastruktur dan persiapan pendukung event internasional juga memiliki target yang jelas. Seperti halnya persiapan transportasi yang mencakup darat, laut, dan udara, lalu penginapan, rumah sakit serta lingkungan.
“Vaksinasi harus dipercepat sebelum gelaran World Superbike pada November mendatang. Karena syarat event tersebut terselenggara di antaranya sebanyak 50 persen masyarakat NTB harus sudah divaksinasi. Serta persiapan infrastruktur yang terus kami kebut. Untuk itu, kami butuh dukungan semua pihak,” ungkapnya. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah serentak akan dilaksanakan tahun 2024. Meski masih beberapa tahun lagi, sejumlah nama sudah mulai di gembar-gemborkan akan bertarung di pesta demokrasi tersebut.
Untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Pengamat menjagokan beberapa tokoh untuk tampil memperebutkan kursi pimpinan nomor satu di daerah yang terkenal sebagai destinasi wisata ini.
Tokoh-tokoh tersebut seperti H.M.Sukiman Azmy – Indah Dhamayanti Putri, Dr. Zulkieflimansyah – Dr. Sitti Rohmi Djalillah, Hj. Wartiah – Dr. W. Musyafirin dan Lalu Pathul Bahri – H.M. Syafruddin.
Pasangan ini, memiliki kekuatan pada jumlah basis massa daerah masing-masing. Sukiman Azmi dijagokan untuk unggul dengan kekuatannya sebagai Bupati Lombok Timur dua Periode.
Lombok Timur sendiri, merupakan daerah yang memiliki basis pemilih terbesar di NTB. Jumlah pemilih di daerah tersebut mencapai 875.279 orang berdasarkan data KPU tahun 2018 atau lebih dari seperempat dari seluruh pemilih di Provinsi NTB.
Sukiman Azmy yang sampai saat ini masih non-partai, menjadi rebutan sejumlah partai politik yang tertarik mengadopsinya sebagai “kader partai” mengingat potensi besar kemenangan Putra asli daerah yang dijuluki Gumi Selaparang itu di pesta demokrasi 2024.
Gaya kepemimpinan Sukiman Azmy yang tegas, berlandaskan pengalamannya sebagai tentara. Selain itu, ia terkenal sebagai Mubaligh yang selalu mengayomi masyarakat agar selalu mematuhi perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.
Kombinasi ketegasan dan sosok pengayom masyarakat ini, tentu sangat dirindukan masyarakat, bukan hanya di Lombok Timur, tetapi juga di Seluruh Tanah Air.
Dibawah tangan dingin Sukiman Azmy, sebanyak 63 desa di Lombok Timur ditetapkan sebagai Desa Wisata. Bahkan, salah satu Desa Wisata yaitu Desa Kembang Kuning, berhasil meraih Predikat sebagai Desa Wisata terbaik Nasional Kualifikasi Desa Wisata Berkembang.
Terbaru, Sukiman Azmy mengejutkan masyarakat Tanah Air dengan terpilihnya Desa Tetebatu di Kecamatan Sikur untuk mewakili Indonesia di ajang Best Tourism Village 2021 yang digelar United Nation World Tourism organization (UNWTO) sebagai kandidat Desa Wisata Terbaik Dunia.
Sedangkan kepemimpinan Indah Dhamayanti Putri (IDP) yang merupakan Bupati wanita Pertama di NTB, tidak perlu diragukan lagi. Sebagai sosok asli Bima, kekuatan wanita yang akrab disapa Umi Dinda ini, akan kokoh sesuai kultur masyarakat setempat yang memiliki prideness (Dou Ndai) terhadap putra daerah mereka yang akan berkontestasi pada pemilihan serentak 2024. Umi Dinda sendiri telah menjadi Bupati Bima selama 2 Periode.
Indah Dhamayanti Putri juga salah satu Pengurus DPD partai Golkar yang berpotensi diusung partai tersebut. Sebab, rekan satu partainya H. Mohan Roliskana (HMR) yang menjabat sebagai ketua DPD Partai Golkar NTB, diprediksi bakal kembali bertarung untuk periode ke-2 di Pemilihan Walikota Mataram tahun 2024.
Jika pasangan ini didukung oleh dua Partai saja yakni Gerindra dan Golkar, sudah tentu memiliki mesin partai yang kuat hingga akar rumput. Raihan Kursi kedua partai tersebut merupakan yang tertinggi di NTB. Partai Golkar mendapat 10 Kursi, sedangkan Partai Gerindra berhasil mendekap 9 Kursi pada pemilihan Legislatif DPRD tahun 2019.
Kedua Partai ini, juga memiliki 7 Kader yang menjabat sebagai kepala daerah, dari total 10 Kabupaten yang ada di NTB. Bila Partai Gerindra memberikan dukungan kepada pasangan ini, otomatis mereka akan mendapat dukungan dari Bupati Lombok Tengah yang merupakan kader setia dari Partai yang dipimpin Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto itu.
H.M.Sukiman Azmy – Indah Dhamayanti Putri, berpotensi memenangkan suara masyarakat di wilayah Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu, Kobi dan Bima.
Keduanya, juga dinilai memiliki kekuatan dahsyat dalam mempengaruhi Birokrat di Lombok Timur dan Bima. Terlebih, Umi Dinda adalah ibu kandung dari Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Putera Ferryandi.
Meski demikian, keduanya akan sejumlah tantangan dalam memenangkan pemilihan serentak 2024. Pasalnya, H.M. Sukiman Azmi, saat pesta demokrasi itu berlangsung tidak lagi menjabat sebagai pejabat publik.
Selain itu, jika ada pasangan calon lebih dari satu di daerah basis massa yang sama, maka suara akan terpecah. Seperti contohnya di Lombok Timur dimana H.M Sukiman Azmy bersinggungan dengan Sitti Rohmi Djalillah. Sebagai upaya meraih kemenangan, mesin partai perlu bahu-membahu memecah basis pemilih lawan, terutama yang ada di Pulau Sumbawa bagian Bima, Dompu dan Kota Bima.
• Dr. Zulkieflimansyah- Dr. Sitti Rohmi Djalillah
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkifliemansyah (kiri) bersama Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah. (Foto: peloporberita.com/ Antara)
Pasangan ini, memiliki kekuatan pada jumlah basis massa asal kedua bakal pasangan calon dan keduanya sama-sama petahana. Zulkieflimansyah yang saat ini menjabat sebagai Gubernur NTB, sangat diunggulkan, lumbung suara pendukungnya terutama mengalir dari Pulau Sumbawa.
Zulkieflimansyah sebagai putra asal daerah tersebut akan mendapat dukungan penuh, sesuai dengan kultur masyarakat suku Sumbawa yang memiliki prideness (Tau dita) terhadap putra daerah mereka yang akan berkontestasi pada pemilihan serentak 2024.
Bang Zul juga unggul dalam peta elektabilitas tokoh kepala daerah wilayah Indonesia Timur. Politisi PKS ini, meraih dukungan 20,8 persen responden, mengalahkan Gubernur Bali, I Wayan Koster yang meraih 15,2 persen. Bahkan, Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio secara blak-blakan menyebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat itu memiliki potensi besar.
“Jika berbicara mengenai parpol, kita juga tidak boleh melupakan kepala daerah yang berasal dari Indonesia Timur yang selama ini terlupakan oleh publik padahal memiliki potensi besar seperti Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah contohnya,” sebut Hendri beberapa waktu yang lalu.
Selain itu, Zulkieflimansyah memiliki adik kandung yang menjabat sebagai Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviani. Ini tentu menguntungkan untuk keberpihakan birokrat yang ada di Kabupaten Sumbawa terhadap pasangan ini. Kemudian, mesin partai pengusung Zulkieflimansyah, adalah salah satu partai yang selalu memiliki pimpinan pada alat kelengkapan dewan di setiap daerahnya.
Sementara Sitti Rohmi Djalillah saat ini menjabat sebagai wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat mendampingi Zulkieflimansyah. Rohmi merupakan kakak dari Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi.
Pasangan ini, juga memiliki kekuatan pada basis massa organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di pulau Lombok, Nahdlatul Wathan yang tersebar di beberapa wilayah di Pulau Lombok yaitu Lombok Timur dan Lombok Barat.
Namun, ada tantangan yang harus dihadapi keduanya, antara lain pasangan ini tidak lagi menjabat sebagai pejabat publik saat pemilihan Serentak 2024 dan basis massa akan terpecah jika ada calon lain dari daerah yang sama menjadi kontestan.
Pengamat Pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, pasangan ini memiliki keunggulan, tetapi yang paling pas yakni dipasangkan dengan pasangannya saat ini.
“Itu yang paling pas. Yang paling masuk akal buat Pak Zul,” tuturnya melalui sambungan telepon Jumat, 13 Agustus 2021.
Adapun potensi kemenangan Zulkieflimansyah – Rohmi berada di wilayah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa Barat dan Sumbawa.
• Lalu Pathul Bahri – H. M. Syafruddin
Pasangan ini, memiliki kekuatan pada jumlah basis massa asal kedua bakal pasangan calon. Lalu Pathul Bahri (LPB) berasal dari Lombok Tengah yang memiliki jumlah Pemilih terbesar kedua setelah Lombok Timur.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri. (Foto: peloporberita.com/Ist)
Sebagai bakal pasangan calon yang sedang menjabat sebagai Bupati Lombok Tengah, tentu LPB sangat diunggulkan terutama dengan perolehan suara dari daerah yang ia pimpin.
Sedangkan H. M. Syafruddin (HRS) adalah Anggota DPR RI 3 Periode. Mulai dari periode pertamanya 2009-2014, 2014-2019 dan periode saat ini 2019-2024 Syafrudin juga menjabat sebagai Wasekjen DPP PAN sejak 2011 dan saat ini menjadi Ketua DPP yang membidangi UKM.
Beberapa faktor yang membuat pasangan ini diperhitungkan adalah kultur masyarakat Lombok Tengah yang memiliki prideness terhadap putra daerah yang akan berkontestasi pada pemilihan serentak 2024. Contohnya kemenangan telak pasangan calon Suhaili-Amin pada tahun 2018 di Kabupaten Lombok tengah.
Duduk sebagai Anggota DPR RI sebanyak tiga periode, sudah pasti membuat HMS lebih hafal daerah-daerah basis massanya maupun peta lumbung-lumbung suara yang sedianya bisa diraih maupun karakteristik pemilih di NTB.
Apabila LPB diusung oleh Gerindra dan HMS didukung oleh PAN, maka akan terbentuk 2 kekuatan besar Pemilihan Legislatif di NTB bersatu hal ini akan menghadirkan kekuatan besar yang dapat diperhitungkan
Sebab, partai Gerindra, menjadi penguasa sebagian besar Kabupaten yang ada di NTB dan dalam menghadapi Pemilihan serentak tahun 2024, pasangan ini masih menjabat sebagai kepala daerah dan anggota DPR RI.
Namun, dalam menghadapi tahapan pemilihan serentak 2024 pasangan ini tentu sudah tidak menjabat sebagai pejabat publik. Basis massa, juga akan terpecah jika ada pasangan calon lebih dari 1 di daerah basis massa yang sama.
Untuk memenangkan Pilkada, harus memecah basis pemilih lawan terutama yang ada di Pulau Sumbawa bagian Bima, Dompu dan Kota Bima. Sementara potensi kemenangan mereka akan berasal dari daerah Lombok Tengah, Kabupaten Bima dan Kobi.
• Hj. Wartiah – Dr. W. Musyafirin
Hj. Wartiah sebagai anggota DPR RI di pulau Lombok memiliki sebaran dukungan dari pemilih PPP yang merata di Pulau Lombok dan Sumbawa. Sedangkan Dr.H.W.Musyafirin adalah Bupati Sumbawa Barat yang diusung oleh PDI-Perjuangan yang menguasai daerah Sumbawa dan Sumbawa Barat.
Hj. Wartiah, Anggota DPR RI di pulau Lombok. (Foto:Pelopor.id/Ist)
Pasangan ini, tidak memiliki potensi sebesar pasangan yang lainnya, namun kehadiran pasangan ini dapat memecah suara pasangan lainnya sehingga dengan kehadiran pasangan ini dapat mempengaruhi peta politik yang ada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Dr.H.W.Musyafirin, Bupati Sumbawa Barat. (Foto:Pelopor.id/Wikipedia)
Potensi Kemenangan Wartiah dan Musyafirin ada di Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa Barat. Sedangkan tantangan mereka.
Pengamat Pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengungkapkan, diantara Tokoh-tokoh besar yang ada di NTB ia menilai ada 4 orang tokoh yang paling berpotensi besar yakni Dr.Zulkiflimansyah, H.M.Sukiman Azmy, Indah Dhamayanti Putri dan Dr. Sitti Rohmi Djalillah.
Adapun dua orang Tokoh besar NTB yakni Zulkieflimansyah dan Sang Kuda Hitam, Sukiman Azmy sangat diunggulkan dalam Pilkada 2024 nanti. Sebab, keduanya merupakan petahana yang memiliki basis massa yang besar di masing-masing daerah asalnya.
“Beliau (Sukiman Azmy) mencoba membawa Tetebatu untuk menjadi lebih dikenal, itu prestasi bagus. Itu juga untuk menarik perhatian dari luar NTB atau di seluruh Indonesia. Apalagi Tertentu menjadi desa yang mewakili Indonesia di kompetisi tingkat dunia,” sebut Khairul Fahmi.
Namun menurutnya, harus diperhatikan juga adalah layanan publik dan persoalan-persoalan di masyarakat. Sehingga nantinya, antara apa yang diomongkan sesuai dengan yang dikerjakan.
Pengamat Pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi. (Foto:Pelopor.id/Ist)
“Sukiman Azmy juga sudah memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan diri ke masyarakat. Walaupun balihonya tanpa muka dan hanya tulisan-tulisan, bisa meningkatkan popularitas serta elektabilitas,” tegas Khairul Fahmi.
Meski demikian, harus kita pahami bahwa di kertas suara itu ada gambar wajah.
“Jadi nggak apa-apa memang perlu di tampilkan wajah,” ucapnya.
Baliho dengan gambar wajah, menurut penilaian Fahmi tetap diperlukan di waktu yang tepat untuk daerah-daerah yang belum memanfaatkan ruang digital, ruang-ruang media sosial terutama untuk warga yang butuh informasi seputar pemilihan atau kurang informasi.
Khairul Fahmi menjelaskan, Sukiman Azmy yang berasal dari non-partai bisa juga memilih wakilnya dari partai politik misalnya calon dari Gerinda. Atau Partai lain yang bisa memunculkan potensi untuk menjadikannya sebagai Kuda hitam dan kemenangannya dua kali di Lombok Timur membuatnya memiliki pengalaman yang cukup.
Tetapi, bagaimanapun Rohmi sangat berpengaruh di organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di pulau Lombok, Nahdlatul Wathan (NWT). Sehingga tidak bisa dipungkiri, Pak Zul tak akan melepasnya begitu saja.
“Kalaupun iya, itu kalau Bu Rohmi misalnya memutuskan untuk maju sebagai Gubernur atau maju menjadi Bupati. Nah, Pak Zul kemungkinan mencari wakilnya yang potensial seperti Sukiman Azmy,” tandas Khairul Fahmi.
Jika Zulkieflimansyah dan Sukiman Azmy berpasangan, tantangannya dalam menghadapi tahapan pemilihan serentak 2024 mereka sudah tidak menjabat sebagai pejabat publik. Basis massa, akan terpecah jika ada pasangan calon lebih dari 1 di daerah basis massa yang sama.
Memecah basis pemilih lawan terutama yang ada di Pulau Sumbawa bagian Bima, Dompu dan Kota Bima harus dilakukan dan kedua pasangan ini juga harus bisa membuktikan kesuksesannya dalam memimpin wilayahnya. Sedangkan potensi kemenangan yang bakal diraih berasal dari Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat.
• Hj. Sitti Rohmi Djalillah- H.M.Syafruddin
Pasangan ini, kuat pada basis massa Nahdlatul Wathan yang tersebar di beberapa wilayah di Pulau Lombok yaitu Lombok Timur dan Lombok Barat serta di pulau Sumbawa diantaranya di Pulau Sumbawa bagian Timur yaitu Bima, Dompu dan Kabupaten Bima.
Pasangan ini, dapat membelah Birokrasi yang ada di Pemprov NTB. Jaringan luas konstituen Syafruddin hingga Lombok dapat mendulang suara maksimal terutama di daerah Lombok Barat dan KLU.
Syafruddin, merupakan representasi dari Muhammadiyah yang banyak memiliki basis di Kabupaten Sumbawa Besar dan Sumbawa Barat. Dirinya dapat membelah dukungan yang ada di Sumbawa.
Namun basis massa pasangan ini akan terpecah jika ada calon lain dari daerah yang sama yang akan menjadi kontestan. Sementara kemenangannya akan berasal dari Lombok Timur, Lombok Utara, Dompu, Bima, Kabupaten Bima.
• Lalu Pathul Bahri – Indah Dhamayanti Putri
Lalu Pathul Bahri (LBP) berasal dari Lombok Tengah. Wilayah itu, memiliki jumlah Pemilih terbesar kedua setelah Lombok Timur. Sebagai Bupati Lombok Tengah, LBP tentu sangat diunggulkan di daerah yang ia pimpin.
Jika LPB diusung oleh Gerindra dan Indah Dhamayanti Putri (IDP) didukung oleh partai Golkar, maka dua kekuatan besar pemenang dan Runner Up Pemilihan Legislatif di NTB akan bersatu dan menciptakan kekuatan besar yang dapat diperhitungkan.
Mesin partai pengusung mereka yakni Golkar maupun Gerindra, menjadi penguasa pada sebagian besar Kabupaten yang ada di NTB. Diantaranya Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Bima dan Kabupaten Bima.[]
Setiap perjalanan pasti meninggalkan kesan berarti. Begitupun dengan saya yang pada beberapa waktu lalu berkesempatan mendampingi Bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Zulkieflimansyah mengunjungi Gili Trawangan. Tentu merupakan suatu kehormatan bagi saya ketika dihubungi beliau untuk mendampingi beliau sebagai Gubernur bertemu dan berkomunikasi dengan masyarakat terkait permasalahan PT.GTI (Gili Trawangan indah).
Semenjak Bang Zul dipilih sebagai Gubernur, inilah pertama kalinya saya satu mobil dengan orang nomor satu di NTB tersebut. Kesan pertama saya saat melihat penampilan Gubernur NTB yang satu ini adalah sosok yang sederhana dan bersahaja.
Dalam perjalanan ini kami pun melakukan perbincangan. Bang Zul mengakui, bahwa banyak orang-orang yang datang ingin menyogoknya. Tetapi beliau menolak lantaran tidak ingin tersandera dengan hal-hal seperti itu.
” Jadi pejabat itu yang lurus saja, jangan cawe – cawe hal yang dilarang ” , ujarnya tegas.
Pun dengan permasalahan PT.GTI ini, beliau merasa tenang-tenang saja, karena beliau merasa tidak tersandera dengan kepentingan apapun. Bagi Bapak Zulkieflimansyah, yang utama adalah kepentingan masyarakat. Sebab menurutnya, Investasi itu harus benar-benar berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Sayapun dalam diskusi tersebut mengutarakan bahwa saya setuju dengan apa yang disampaikan Pak Gubernur. Sebab bagi saya, pembangunan pariwisata ujungnya harus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Menurut saya, ketika pariwisata itu dikembangkan dan meninggalkan nilai-nilai kesejahteraan serta kelestarian, itu berarti ada yang salah di sistem pembangunannya. Artinya, kita harus hormati investasi, tetapi jangan lupa tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.
Begitu sampai di Gili Trawangan, Bang Zul melakukan inspeksi terkait persoalan lahan 65 hektare yang dikelola PT.GTI. Setelah inspeksi selesai, baru dilakukan dialog dengan masyarakat.
Setelah berdialog dapat disimpulkan bahwa masyarakat yang tadinya sangat kontra dan merasa resah dengan posisi Pemprov NTB terkait masalah ini. Semua menjadi jelas ketika Bang Zul sebagai Gubernur NTB menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh para tokoh masyarakat di Gili Trawangan.
Berdasarkan pengamatan saya secara langsung, Bang Zul dengan santun, lugas dan tegas dapat menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan. Menariknya, beliau dapat berbagi porsi dan mengetahui dengan benar siapa saja yang memiliki kompetensi menjawab setiap pertanyaan tersebut.
Bang Zul, bisa mencairkan suasana dengan dialog-dialog yang membuat suasana tegang menjadi suasana yang lebih bersahabat. Sehingga dialog itu, yang tadinya diperkirakan akan berjalan alot dan panas, justru menjadi dialog yang mencairkan dan mengakrabkan satu sama lainnya.
Tidak lama setelah itu, semua orang bersiap-siap untuk melaksanakan salat Jumat. Hal menarik terjadi lagi, ketika saya pertama kali melihat beliau menjadi Khatib Sholat Jumat di Masjid di Gili Trawangan. Saya pikir, tidak semua pemimpin bisa melakukan itu.
Dalam kesempatan menjadi khatib kali ini, Bang Zul menyampaikan nilai-nilai spiritual yang membuat para pelaku pariwisata menyadari tentang melayani sesuai dengan tuntunan Islam. Selain menjadi Khatib, beliau juga menjadi Imam dalam salat Jumat tersebut.
Berdasarkan perjalanan itu, kesan yang saya ambil dari sosok Bang Zul adalah, bahwa menjadi Gubernur jangan sampai tersandera oleh hal-hal apapun, seperti materi, janji dan lainnya. Tetapi justru yang paling penting adalah bagaimana menjaga diri untuk bisa menjaga amanah, dekat dengan masyarakat, selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dan jangan sampai tergiur dengan sogokan.
Adapun awal mula permasalah dengan PT.GTI, adalah perusahaan tersebut mendapat hak kelola usaha pariwisata di atas lahan seluas 65 hektare di kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara. Kontrak itu terhitung sejak penandatanganan kerja sama tahun 1995 sampai 2026 dimana PT GTI berjanji akan memberikan kenaikan royalti setiap lima tahun kepada Pemprov NTB.
Namun, kenyataannya daerah hanya diberikan Rp22,5 juta per tahun. Sementara perputaran uang setiap harinya di destinasi andalan NTB itu mencapai Rp2-5 miliar. Bahkan, berdasarkan hasil perhitungan Ditjen Kekayaan Negara Wilayah NTB, pendapatan daerah yang hilang di Gili Trawangan mencapai lebih dari Rp2,3 triliun.
Masih banyak tantangan pariwisata NTB yang harus dituntaskan terlebih di tengah pandemi ini, segenap masyarakat NTB harus bersatu di dalam menghadapinya.
Terus berjuang Bang Gubernur, Semoga Alloh SWT senantiasa memudahkan di dalam menjalankan amanah rakyat, Amin Yra.