Tag: Yogyakarta

  • Presiden Jokowi Bakal Mudik ke Yogyakarta

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan pulang kampung (mudik) pada Lebaran tahun 2022 ini. Presiden mengatakan, bahwa ia akan berlebaran di Yogyakarta.

    “Kalau saya mudik itu di Solo tapi saya enggak ke Solo, saya ke Yogya,” tutur Kepala Negara dalam keterangan persnya usai meninjau Sirkuit Formula E, di Jakarta, Senin (25/04/2022).

    Jokowi menyatakan, dirinya akan melaksanakan salat Idulfitri di Yogyakarta. Namun, ia memastikan tidak akan menggelar halalbihalal.

    Presiden juga mengimbau para pejabat untuk tidak menggelar acara yang bisa menimbulkan kerumunan orang banyak.

    “Seperti yang sudah saya sampaikan, untuk yang halalbihalal terutama untuk yang menyangkut orang banyak, pemerintah mengajak sebaiknya tidak, utamanya untuk para pejabat,” tegasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga kembali menjelaskan bahwa kebijakan diperbolehkannya mudik diambil pemerintah karena melihat situasi pandemi COVID-19 yang makin membaik.

    Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa ada masa transisi yang harus disikapi dengan hati-hati sebelum pandemi dinyatakan sebagai endemi.

    “Memang mudik kita perbolehkan karena melihat angka-angka kasus harian sudah sangat rendah dan kasus aktifnya kan sudah di bawah 20 ribu memang rendah. Tetapi, apapun ada masa transisi yang kita harus hati-hati,” tegasnya. []

  • PGN Gelar Audiensi Pembangunan Jargas dengan Kepala Daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta

    peloporberita.com/ | PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina melaksanakan audiensi dengan sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah bagian selatan dan Yogyakarta untuk mengakselerasi pembangunan jaringan gas bumi di wilayah tersebut.

    Audiensi dilakukan dengan Wali Kota Yogyakarta, Bupati Kebumen, Bupati Kulonprogo, Bupati Sleman, Bupati Bantul, Bupati Purworejo dan Bupati Gunung Kidul.

    Langkah ini dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan jaringan gas bumi (jargas), agar bisa memenuhi target pemerintah, yaitu empat juta sambungan jargas rumah tangga pada tahun 2024-2025.

    “Sinergi tersebut meliputi penyelarasan program jargas dengan pengembangan fasilitas dan infrastruktur daerah yang ada,” ujar Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto, pada Selasa (15/02/2022).

    Sinergi lain dengan pemerintah daerah juga diperlukan agar dapat mensosialasikan pemanfaatan gas bumi kepada masyarakat setempat agar lebih familiar dengan gas bumi.

    Mengutip situs resmi PGN, keunggulan gas bumi adalah lebih praktis, lebih aman, lebih ramah lingkungan, dan ketersediaannya lebih terjamin.

    “Kami tidak bisa berjalan sendiri dalam kesuksesan program jargas ini. Kami membutuhkan sinergi, termasuk dengan BUMN, BUMD atau Perusda dalam pengoperasian dan pemeliharaan jargas,” imbuh Haryo.

    Jawa Tengah Bagian Selatan belum dilalui oleh jalur pipa distribusi gas bumi. Meski begitu, potensi pemanfaatannya cukup baik, di mana wilayah selatan Jawa juga terdapat potensi sumber gas, yang jika dimanfaatkan dengan optimal, dapat menggenjot pergerakan ekonomi bagi wilayah tersebut.

    Terkait hal itu, PGN membutuhkan skema transportasi logistik untuk membawa sumber gas yang akan diutilisasi untuk masyarakat setempat, yang salah satunya dengan menggunakan kereta api.

    Pembangunan jargas rumah tangga juga berpotensi menyerap mitra dan tenaga kerja lokal. Benefitnya adalah perputaran ekonomi bisa berjalan dan dapat membantu meningkatkan pendapatan asli daerah. []

  • Status PPKM Jabodetabek, DIY, Bali, dan Bandung Raya Kini Level 3

    peloporberita.com/ – Pemerintah memutuskan Wilayah Aglomerasi Jabodetabek, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali dan Bandung Raya naik ke PPKM Level 3. Hal ini disampaikan Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melalui keterangan pers, Senin, (7/2/2022).

    “Berdasarkan Level Asesmen saat ini, kami sampaikan bahwa Aglomerasi Jabodetabek, DIY, Bali dan Bandung Raya naik ke Level 3, hal ini terjadi bukan hanya akibat tingginya kasus, tetapi juga karena rendahnya tracing,” tututnya.

    Menko Luhut menjelaskan, Bali naik ke PPKM level 3 salah satunya disebabkan oleh rawat inap yang meningkat. Adapun detail terkait keputusan ini akan dipaparkan dalam Inmendagri yang akan keluar hari ini.

    Ia juga mengungkapkan, bahwa karakteristik varian Omicron berbeda dengan varian Delta. Oleh sebab itu, Pemerintah melakukan beberapa penyesuaian aturan Level 3 dengan kebijakan pengetatan yang lebih terarah bagi kelompok lansia, komorbid dan belum divaksin. Beberapa penyesuaian yang dilakukan adalah sebagai berikut:

    1. Untuk Industri Orientasi Ekspor dan Domestik dapat terus beroperasi 100% , jika memiliki IOMKI, minimal 5 75% karyawan dosis kedua & menggunakan PeduliLindungi.

    2. Untuk kegiatan Supermarket dapat beroperasi sampai dengan pukul 21.00 dan maksimal pengunjung 60%. Sedangkan untuk pasar rakyat dapat beroperasi sampai pukul 20.00 dan maksimal pengunjung 60%.

    3. Untuk Mall akan dibuka sampai pukul 21.00, maksimal 60% pengunjung bagi anak kurang dari 12 tahun minimal vaksin dosis pertama. Dan tempat bermain anak-anak serta tempat hiburan dapat dibuka, maksimal 35%, wajib bukti vaksinasi dosis pertama untuk anak dibawah 12 tahun.

    4. Untuk Warteg atau Lapak Jajan dapat dibuka sampai pukul 21.00 dengan maksimal pengunjung 60% dan Restauran atau Kafe juga dapat dibuka maksimal 60% pengunjung sampai pukul 21.00.

    5. Untuk Bioskop masih akan tetap dibuka, dengan anak dibawah 12 tahun diperbolehkan masuk tetapi harus sudah menerima dosis pertama.

    6. Untuk Tempat Ibadah maksimal 50% kapasitas, fasilitas umum maksimal 25% dan kegiatan seni budaya, olahraga dan sosial masyarakat maksimal 25%.

    Meski demikian, lanjut Menko Luhut, Pemerintah mempersilahkan masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi lengkap dan juga booster untuk terus melakukan aktivitas seperti biasa dengan terus menjaga protokol kesehatan yang ditetapkan.

    Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan varian Omicron ini. tetapi perlu tetap waspada dengan tetap terus menerapkan protokol kesehatan. []

  • Kemenkop UKM dan Pemda DIY Selenggarakan Pameran Gebyar Kangen Jogja

    peloporberita.com/ – Kementerian Koperasi dan UKM melalui Smesco Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan Pameran Gebyar Kangen Jogja mulai tanggal 21 sampai 22 Desember 2021 di Smesco Exhibiton Hall.

    Ajang ini di selenggarakan untuk memasarkan produk – produk UKM premium dari Sibakul Jogja yang telah di kurasi, seperti produk herbal dan spa, suvenir, fesyen, kerajinan, hingga makanan dan minuman.

    “Melalui Gebyar Kangen Jogja, masyarakat yang rindu akan nuansa Yogyakarta, dapat hadir ke Smesco Indonesia untuk membeli produk – produk UKM unggulan dan juga menikmati pertunjukan seni nya.”

    Selain produk UKM premium, ajang ini juga menampilkan tari – tarian budaya khas Yogyakarta, bussines matching industry farmasi, perhotelan, pusat perdagangan besar di Jakarta, bincang – bincang pelaku UKM jogja sukses yang menginspirasi, fashion show hingga talkshow.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada saat membuka acara Pameran Gebyar Kangen Jogja Selasa, (21/12/2021) secara virtual menyampaikan, ajang ini merupakan kolaborasi apik antara Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Smesco Indonesia dalam memperkenalkan produk – produk unggulan khas Daerah Istimewa Yogyakarta.

    “Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia yang memiliki daya Tarik bagi wisatawan domestik maupun manca negara. Melalui Gebyar Kangen Jogja, masyarakat yang rindu akan nuansa Yogyakarta, dapat hadir ke Smesco Indonesia untuk membeli produk – produk UKM unggulan dan juga menikmati pertunjukan seni nya,” tuturnya.

    Menteri Teten menegaskan, Pameran Gebyar Kangen Jogja dapat menjadi wadah dalam mempertemukan pelaku UKM dengan buyer.

    Teten Masduki
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto:Pelopor.id/KemenkopUKM)

    “Melalui business matching yang turut hadir dalam rangkaian acara ini, di harapkan UKM unggulan Jogja dapat menjadi mitra bagi industry farmasi, perhotelan dan pusat perdagangan besar di Jakarta,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Raden Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, UMKM Daerah Istimewa Yogyakarta sudah bisa membuktikan memiliki peran yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Menurutnya DIY memiliki dua keunggulan, pertama kaitannya dengan Pendidikan, yaitu mahasiswa yang tinggal dalam kurun waktu 5 tahun, dan yang kedua Pariwisata. Selama ini menurutnya, pariwisata DIY sangat terdampak pandemi, sehingga ia sangat khawatir dengan petumbuhan ekonomi provinsi DIY.

    “Kita sangat khawatir dengan pertumbuhan ekonomi kita, tapi kami bersyukur UMKM kita bekerja, ekspor kita makin meningkat dan yang membuat pertumbuhan ekonomi ini adalah UMKM,” tegas Raden Kadarmanta Baskara Aji.

    Selama pandemi menurutnya, UMKM DIY yang selama ini memenuhi toko, berubah menjelajah pasar ekspor, dan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi DIY.

    Oleh sebab itu, untuk mendorong UMKM Go ekspor Pemerintah DIY dan Smesco Indonesia berkolaborasi mempertemukan UMKM yang sudah di kurasi dan berkualitas dengan para pembeli melalui business matching yang termasuk dalam ajang ini.

    “Mungkin tidak perlu transaksi terlalu banyak, tetapi kesepakatan-kesepakatan dengan para pembeli bisa lebih memberikan gairah kepada para pelaku UMKM,” tandasnya. []

  • Kemenparekraf dan Pemprov DIY Luncurkan Atraksi Budaya Bregada Rakyat Malioboro

    peloporberita.com/ – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata DIY menggelar atraksi budaya Bregada Rakyat Malioboro.

    Atraksi yang resmi diluncurkan Selasa, 9 November 2021 ini, bukan hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, tapi juga sebagai wujud pelestarian terhadap nilai-nilai budaya dan tradisi sekaligus sebagai wujud pariwisata berkelanjutan.

    “Tren terbaru di industri parekraf mendorong terciptanya segmentasi pariwisata yang lebih personalize, customize, localize, dan smaller in size. Event Atraksi Budaya Bregada Rakyat Malioboro hadir sebagai ciri destinasi dan atraksi wisata, sebagai wujud pelestarian budaya,” tutur Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno Rabu, 10 November 2021.

    Baca juga :

    “Saya sangat mengapresiasi pentahelix strategi yang telah diterapkan dengan baik melalui kolaborasi dan kerja sama yang sinergi antara semua pihak, baik Keraton Yogyakarta, Pemerintah Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta, Bregada Rakyat, dan rekan-rekan seniman Yogyakarta,” sambungnya.

    Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Angela Tanoesoedibjo, menjelaskan bahwa peluncuran event ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengemas event berbasis kearifan lokal di destinasi super prioritas yang bisa menjadi daya tarik wisatawan yang khas.

    “Event Atraksi Budaya Bregada Rakyat Malioboro hadir sebagai ciri destinasi dan atraksi wisata, sebagai wujud pelestarian budaya.”

    “Event Atraksi Budaya Bregada Rakyat ini menjadi salah satu inovasi terkait pengembangan event berbasis kearifan lokal di destinasi super prioritas. Kemenparekraf RI mengutamakan pengembangan event yang sudah eksisting sehingga dapat memaksimalkan dampak positif bagi masyarakat lokal. Secara perlahan, paradigma pariwisata Indonesia akan kami dorong untuk lebih berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif,” ungkap Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo.

    Bregada Rakyat sendiri, sudah menjadi ikon pariwisata yang memperkaya khasanah warisan dan atraksi budaya di wilayah kota Yogyakarta. Saat ini tercatat telah mencapai ratusan komunitas Bregada Rakyat yang tersebar di seluruh wilayah Yogyakarta. Selama pandemi, Bregada Rakyat juga memiliki peranan penting. Tidak hanya sebagai ikon pariwisata, namun juga petugas pengawal protokol kesehatan di kawasan Malioboro.[]

  • Gus Halim Temui Sultan Hamengkubuwono X Bahas Kearifan Lokal

    peloporberita.com/  – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar berkunjung ke Yogyakarta untuk menemui Sultan Hamengku Buwono X. Pertemuan ini, membahas kearifan lokal agar tidak tergerus budaya luar sesuai dengan tujuan SDGs Desa ke-18 yakni kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

    Sesuai Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2021, dari 392 desa di Yogyakarta, ada 109 desa (28 persen) berstatus desa mandiri, 211 desa maju (54%), dan 72 desa berkembang (18%). Secara keseluruhan DI Yogyakarta menempati ranking kedua se-Indonesia dalam kemajuan desa dengan nilai rata-rata IDM 0,7837. Sedangkan posisi pertama dipegang Provinsi Bali dengan nilai rata-rata IDM 0,8037.

    “Tidak ada lagi desa tertinggal, apalagi desa sangat tertinggal. Yang menarik, kemajuan desa di Yogyakarta dibangun diatas budaya desa,” tutur Abdul Halim Iskandar, usai sarapan bersama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Yogyakarta, Rabu (10/11/2021).

    Baca juga :

    Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar mengatakan kemodernan desa tidak perlu meninggalkan budaya setempat. Kearifan lokal dari masing-masing desa justru menjadi kekuatan dan modal bagi percepatan pembangunan desa.

    “Seluruh desa kan memiliki kearifan lokal masing-masing, itu (budaya lokal) dipertahankan. Jangan sampai kehadiran kebijakan pemerintah pusat membuatnya tercerabut dari akar budaya,” ungkapnya.

    Kemampuan desa-desa di Yogyakarta dalam mempertahankan akar budaya mereka menurut Gus Halim, tidak lepas dari sosok Sultan HB X. Sebagai pemimpin kultural sekaligus pemimpin formal, Sultan HB X mampu menyelaraskan kecepatan perkembangan jaman yang ditandai dengan disrupsi teknologi dengan akar budaya masyarakat Yogyakarta.

    “Harus diakui kecepatan perkembangan dunia digital saat ini kian mengerus akar budaya lokal di banyak desa di Indonesia. Namun di Yogyakarta, kemajuan perkembangan dunia digital justru digunakan untuk mendukung pembangunan desa, seperti untuk promosi desa wisata, pemasaran hasil produk unggulan desa dan lain sebagainya,” tegasnya.

    “Tidak ada lagi desa tertinggal, apalagi desa sangat tertinggal. Yang menarik, kemajuan desa di Yogyakarta dibangun diatas budaya desa.”

    Gus Halim juga menegaskan bahwa sosok Sultan HB X merupakan tokoh panutan tidak hanya di level Daerah Istimewa Yogyakarta tetapi di level nasional. Dirinya pun sangat membutuhkan masukan dan pandangan Sultan HB X dalam mempercepat pembangunan desa di Indonesia.

    “Dan saya yang sangat kecil dan masih muda ini butuh banyak sekali nasehat beliau,” tandasnya.

    Sementara Sri Sultan mengungkapkan, dalam pertemuan itu mereka bertukar pendapat perihal pembangunan desa di Yogyakarta. “Tadi kita berdialog bagaimana dan apa yang telah dilakukan Yogya. Kebetulan, terdapat banyak desa wisata, dan masih mempertahankan kearifan lokal,” sebut Sri Sultan.[]

  • Indonesian Gastronomy Community Gandeng Pemerintah dalam Acara Gastronosia Borobudur 2021

    peloporberita.com/ | Indonesian Gastronomy Community (IGC) bekerja sama dengan pemerintah dalam menyelenggarakan serangkaian acara Gastronosia Borobudur 2021, yang digelar pada 29-31 Oktober 2021, di Magelang dan Yogyakarta.

    Hadir dalam puncak acara bertajuk “Perjamuan Shima” yang digelar di Komplek Taman Wisata Candi Borobudur, antara lain Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita, Penasihat Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Bidang Komunikasi Ezki Tri Rezeki, Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Sartin Hia, serta sejumlah pejabat lain dan kalangan media.

    Dalam sambutannya, Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid mengapresiasi IGC yang telah berhasil menggelar acara jamuan yang merupakan rekonstruksi Jamuan Shima tersebut.

    “Saya mengucapkan terima kasih dan bersyukur malam ini akhirnya saya bisa turut merasakan hasil dari pekerjaan riset dan pendalaman materi yang telah dilakukan oleh teman-teman di IGC,” ujarnya pada Sabtu (30/10/2021).

    Ia mengatakan bahwa Candi Borobudur adalah pusat informasi luar biasa yang menyimpan ilmu pengetahuan selama 1.200 tahun. “Karena itu saya sering merasa miris apabila melihat orang-orang dalam jumlah banyak masih naik-naik ke atas (stupa), mereka tidak sadar bahwa mereka tuh sebetulnya sedang masuk ke dalam sebuah perpustakaan dari masa lalu dan karena itu ada inisiatif dari ditjen kebudayaan nanti kalau orang mau naik ke atas Candi Borobudur dia harus pakai sandal khusus, namanya sandal Upanat,” tuturnya.

    Baca juga: Melalui Aplikasi PESAN, Kemenko Marves Ingin Aspirasi Masyarakat Cepat Dapat Respon

    Senada, sebelum Dirjen Hilmar, mewakili Menparekraf, Dirut BOB Indah Juanita mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sejarah kuat dalam segi budaya dan kuliner pada masa lampau. Sajian menu kuliner atau makanan adalah hal pokok dan mendasar, bukan hanya dari kenikmatan nilai gizi, namun juga merupakan satu identitas dari bangsa Indonesia tercinta.

    Oleh karena itu, pemerintah memanfaatkan kuliner yang ada dalam Perjamuan Shima dari abad ke-8 hingga 10 ini sebagai Gastro Branding dan Tourism Diplomacy.

    Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Sartin Hia mengatakan, momentum ini sedang coba disinergikan oleh pemerintah dengan program nasional Indonesia ‘Spice Up the World’.

    “Saya lihat IGC adalah satu komunitas yang kuat dan nyata karena dari Prambanan hingga kini sudah memunculkan sejarah borobudur atau sejarah bangsa ini mulai dari kulinernya,” ucap Sartin Hia.

    Karenanya, pemerintah akan terus mendukung pelaksanaan gastronosia Borobudur untuk mengembangkan daya tarik wisatanya.

    Baca juga: Dirjen Bimas Islam: Wisata ke Borobudur Tidak Haram

    Berbicara mengenai latar belakang perjamuan Gastronosia Borobudur, Vice President Indonesian Gastronomy Community Ria Musiawan mengatakan, ini adalah upaya IGC untuk mengangkat kembali budaya makanan kuno, sesuai dengan misi IGC dalam memahami  konsep makanan istimewa para raja, dan bukan untuk menetapkan para hadirin menjadi Shima-nya.

    Namun demikian, merekonstruksi makanan yang berasal dari ribuan tahun lalu memiliki banyak tantangan. Hal ini dituturkan oleh salah satu anggota IGC, Sumartoyo. “Hidangan ini terinspirasi dari hasil tulisan para arkeolog. Dari 11 prasasti, kita mendapatkan ada 104 makanan yang bisa dimunculkan, baik makanan utama, kudapan hingga minuman,” ungkap gastronom yang juga pemilik Restoran Bale Raos ini.

    Dari riset yang telah dilakukan sejak tahun 2017 serta berbekal tulisan para pakar, baik dari dalam negeri maupun Australia dan Belanda, akhirnya Sumartoyo dan rekan-rekannya tertarik menghadirkan sajian khas nusantara.

    Sejumlah keunikan sajian kuliner khas kerajaan Mataram kuno itu, turut menarik perhatian Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kemenko Marves Khairul Hidayati yang turut hadir dalam acara gala dinner tersebut.

    “Oleh karena itu, kami akan terus mendukung melalui penayangan konten-konten terkait Gastronosia Borobudur ini supaya semakin banyak masyarakat yang mengetahui bahwa sajian kuliner kita tidak kalah dari bangsa-bangsa yang lain,” tegasnya.

    Untuk itu, pihaknya telah mempersiapkan beberapa konten tentang Mahamangsa yang akan ditayangkan di media sosial Kemenko Marves. []

  • Bereskrim Polri Tangkap Investor 2 Pabrik Obat Keras Ilegal di Yogyakarta

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kasus dua pabrik obat keras di Yogyakarta memasuki babak baru. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap investor dari dua pabrik tersebut.

    Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen. Pol. Krisno Halomoan Siregar menyebut, penanam modal itu diamankan pihaknya pada Jumat, 1 Oktober lalu.

    “DPO berinisial EY yang merupakan pengendali dan yang berkomunikasi intens dengan Joko selaku pemilik pabrik juga telah ditangkap,”

    “Menangkap pemodalnya berinisial S alias C,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip peloporberita.com/ Rabu, 6 Oktober 2021.

    Jenderal Bintang Satu ini menyebut ada seorang DPO yang berperan sebagai penyambung antara penanam modal dan pemilik pabrik. DPO tersebut juga berhasil diamankan oleh Bareskrim.

    “DPO berinisial EY yang merupakan pengendali dan yang berkomunikasi intens dengan Joko selaku pemilik pabrik juga telah ditangkap,” tegasnya.

    Dalam kasus ini, total polisi sudah menangkap 17 tersangka. Bareskrim sendiri masih terus mengembangkan kasus tersebut.

    Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggerebek dua pabrik pembuat obat keras di Yogyakarta. Pengusutan kasus ini merupakan pengembangan dari peredaran bebas obat keras di sejumlah wilayah termasuk di DKI Jakarta. []

  • Sepijak Rilis Lagu “Musuh Diri Sendiri” Bareng Kinan Keponakan Ashanty

    peloporberita.com/ | Jakarta -Sepijak band asal Yogyakarta yang beranggotakan Memet GKL dan Feri Fasha Renno, kembali meluncurkan single ketiga berjudul “Musuh Diri Sendiri” featuring Kinan Senja keponakan dari Ashanty. Sebelumnya, Sepijak sukses dengan Single “Kembali Menyapa” & “Bertahan”.

    Lagu “Musuh Diri Sendiri” bercerita tentang kondisi saat ini yang begitu banyak manusia sedang tidak baik – baik saja, dimana kita harus melawan ambisi dan ego untuk menghadapi yang sedang terjadi pada diri kita, dan tanpa di sadari musuh terbesar dalam hidup adalah diri kita sendiri.

    Lagu ini di produksi di DS Records dan diramu musiknya oleh Danurseto Bramana Adhi dan untuk bass di isi oleh Damar dari Niskala. Sepijak juga mengajak kolaborasi dalam pembuatan video klip “Musuh Diri Sendiri”.

    Selain itu, Sepijak memberi kesempatan bagi teman – teman di rumah untuk membuat video kegiatan positif selama PPKM Darurat dan di upload di reels instagram pribadi dengan menggunakan backsong lagu “Musuh Diri Sendiri”, nantinya video yang menarik akan dipilih beberapa untuk dijadikan video klip yang akan di upload resmi di channel official youtube Sepijak.

    Sebagai rasa ucap syukur atas perilisan single baru “Musuh Diri Sendiri” Sepijak membuat syukuran potong tumpeng di Rumah Desa Limasan Yogyakarta, kediaman Bp. Gangsar Sambodo kakak kandung dari Ashanty yang juga sebagai eksekutif produser di single tersebut. Acara ini juga didukung beberapa pihak, para pekerja seni, pariwisata dan UMKM dari Kali Ayu Camper Park, Gegana Studio & Tumpeng Diantini dari Dian Kitchen.

    Ini merupakan sebuah gerakan positif untuk memberi semangat pagi para musisi dan pegiat kreatif supaya terus berkarya meski ditengah keterbatasan. Meskipun kita dirumah tapi kita harus terus membuat gagasan dan ide untuk mencari solusi dan peluang baru dalam menghadapi situasi ini.

    Sepijak juga akan membuat merchandise karya dari Frutti Noventi yang membuat artwork “Musuh Diri Sendiri” dan hasil dari penjualan 100% akan disumbangkan untuk pelaku UMKM kecil yang ditunjuk untuk memberikan contoh dan semangat bagi orang – orang yang mau membuat usaha baru meski dimulai dari hal kecil. []

  • Pemkot Yogyakarta Ajak Warga Donor Plasma Konvalesen di PMI

    peloporberita.com/ | Pemerintah Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Cabang Kota Yogyakarta menyiapkan plasma konvalesen untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19. 

    “Plasma konvalesen adalah plasma yang diambil dari pasien yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta yang juga Ketua PMI Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, di Markas Palang Merah Indonesia Cabang Kota Yogyakarta, pada Kamis (15/7/2021)

    Heroe mengimbau pada para penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma darahnya, agar bisa membantu kesembuhan pasien Covid-19. Hal itu diungkapkan karena melihat meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta dan tingginya angka kesembuhan.

    “Silahkan datang ke kantor PMI Cabang Kota Yogyakarta guna mendonorkan plasma konvalesennya yang akan kami kelola secara profesional dengan semangat kemanusiaan,” kata Heroe.

    Baca juga: Pemerintah Kota Yogyakarta Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-18 Tahun

    Pengurus harian PMI Cabang Kota Yogyakarta Lilik Kurniawan juga menyampaikan bahwa saat ini kebutuhan plasma konvalesen sangat tinggi dan tidak semua kebutuhan plasma konvalesen bisa dipenuhi oleh PMI, karena jumlah stoknya masih terbatas. 

    Ia mengatakan dari puluhan calon pendonor yang mendaftar, tidak semua bisa diambil plasma darahnya karena kondisi kesehatan calon pendonor tidak memenuhi syarat.

    “Mudah-mudahan besok akan lebih banyak pendonor yang datang ke PMI Cabang Kota Yogyakarta agar kita bisa bersama saling berbagi, saling bersinergi dalam misi kemanusian melalui donor plasma konvalesen guna kesembuhan pasien Covid-19,” kata Lilik.

    Baca juga: Pemerintah Kota Yogyakarta Tambah Shelter Isolasi Covid-19

    Ali, salah satu putra dari pasien Covid-19 yang menerima sumbangan plasma konvalesen di markas PMI Kota Yogyakarta, menuturkan rasa puasnya atas layanan PMI Cabang Kota Yogyakarta. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan salut atas jiwa kemanusiaan dan kepedulian PMI pada sesama tanpa memandang SARA yang langsung bekerja cepat dan tepat dalam menolong sesama. []