Tag: Yandex

  • Rusia Gugat Yandex Akibat Kebocoran Data Pengguna

    Jakarta – Aplikasi pengiriman makanan Yandex Food, digugat Pemerintah Rusia lantaran terjadi kebocoran informasi data penggunanya. Kebocoran data ini, termasuk detail informasi pribadi lebih dari 58 ribu penggunanya.

    Adapun yang paling disorot adalah kebocoran alamat pengiriman, nomor telepon, nama, dan instruksi pengiriman milik mereka yang terkait dengan polisi rahasia Rusia yang dilaporkan oleh Bellingcat seperti dilansir dari Reuters, Senin (04/04/2022).

    Politisi Rusia Lyubov Sobol mengatakan, informasi yang bocor itu mengarah pada informasi tambahan tentang mantan kekasih Presiden Rusia Vladimir Putin, Svetlana Krivonogikh dan dugaan putri “rahasia” mereka, Luiza Rozova. Database Yandex yang bocor disebut menunjukkan apartemen mantan nyonya Putin dimana putri mereka memesan makanannya di Apartemen berukuran 400 m² bernilai sekitar 170 juta rubel (Rp28,4 miliar).

    Yandex melaporkan kebocoran informasi ini, pertama kali pada 1 Maret 2022. Perusahaan tersebut, kemudian menuding seorang karyawannya yang telah membuat kekacauan ini. “Akibat tindakan “tidak jujur” dari satu karyawan, nomor telepon dan detail pesanan klien dipublikasikan di internet,” tutur Yandex.

    Kejadian ini membuat regulator komunikasi Rusia Roskomnadzor mengancam akan mendenda Yandex hingga 100.000 rubel (Rp17 juta) atas kebocoran informasi data pelanggan itu.

    “Roskomnadzor telah menyusun protokol administratif terhadap Yandex karena melanggar undang-undang Rusia di bidang data pribadi,” sebut regulator dalam sebuah pernyataan.

    Untuk menghindari kebocoran lebih luas yang melibatkan militer dan layanan keamanan Rusia, Roskomnadzor memblokir akses ke peta online yang berisi data. Meski demikian, Yandex mengklaim kebocoran ini tidak memengaruhi informasi perbankan pengguna, pembayaran dan informasi data pengguna yang bersifat penting. []

  • Tak Sanggup Bayar Utang, Google Ala Rusia ‘Yandex’ Terancam Bangkrut

    peloporberita.com/ – Perusahaan mesin pencarian internet terbesar di Rusia Yandex, terancam bangkrut dan tak sanggup membayar utang karena kehancuran pasar keuangan Rusia akibat sanksi ekonomi dari sejumlah negara di dunia kepada Rusia akibat invasinya ke Ukraina.

    “Grup Yandex secara keseluruhan saat ini tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menebus notes (surat utang jangka pendek) secara penuh,” tutur perusahaan tersebut dilansir dari CNN Business, Senin (07/03/2022).

    Perusahaan mesin pencari mirip Google ini, memiliki pangsa pasar sekitar 60 persen lalu lintas pencarian internet di Rusia. Yandex sendiri berbasis di Belanda, tetapi sahamnya terdaftar di Nasdaq dan bursa saham Rusia. Perdagangan mereka telah ditangguhkan pekan ini lantaran nilai aset Rusia runtuh di Moskow dan di seluruh dunia setelah invasi.

    Sementara Investor yang memegang US$1,25 miliar dalam catatan konversi Yandex memiliki hak untuk menuntut pembayaran penuh, ditambah bunga, jika perdagangan sahamnya ditangguh Nasdaq selama lebih dari lima hari, namun hingga kini perusahaan belum dikenakan sanksi. Di sisi lain, Yandex juga tengah berjuang untuk memindahkan uangnya dari bisnis operasi utama di Rusia untuk menyelamatkan perusahaan induk mereka di Negeri Kincir Angin.

    “Jika kami dicegah untuk mendistribusikan dana tambahan dari anak perusahaan Rusia kami ke perusahaan induk di Belanda, maka Yandex tidak akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menebus sebagian besar notes. Kami saat ini sedang melakukan perencanaan kontinjensi untuk menentukan langkah apa yang akan kami ambil dalam hal ini dan sumber pembiayaan lain apa yang akan tersedia bagi kami,” ungkap Yandex.

    Yandex yang memiliki nilai pasar sekitar USD 17,4 miliar pada awal Februari 2022, melaporkan pendapatannya pada tahun 2021 lalu mencapai 356 miliar rubel, atau sekitar US$3 miliar setelah jatuhnya mata uang Rusia. []