Tag: WhatsApp

  • Terkait Putusan MA Soal Vaksin Halal, Begini Penjelasan Satgas Covid-19

    Jakarta – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, bahwa Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 31 P/HUM/2022 adalah payung hukum untuk penyediaan vaksin halal di tanah air. Keterangan ini, untuk menjelaskan pesan berantai yang beredar di WhatsApp yang mengandung informasi keliru yang mencatut hal tersebut.

    “Pada prinsipnya Putusan Mahkamah Agung ini diterbitkan untuk menjadi payung hukum demi menjamin penyediaan vaksin halal dalam program vaksinasi nasional,” tutur Wiku, dalam keterangan pers secara virtual, Rabu (27/04/2022).

    Wiku menjelaskan, seluruh vaksin yang ada di Indonesia sejauh ini dapat digunakan dengan alasan kedaruratan, berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tetapi, seiring dengan meningkatkanya kapasitas vaksin halal pemerintah akan memprioritaskan penggunaan vaksin tersebut bagi umat muslim.

    “Seiring meningkatnya kapasitas vaksin halal seperti Sinovac dan vaksin lainnya, maka penggunaan vaksin COVID-19 untuk umat muslim akan digantikan sepenuhnya dengan vaksin yang sudah mendapatkan fatwa halal,” ungkapnya.

    Wiku juga menegaskan bahwa informasi yang menyatakan bahwa pandemi Covid-19 telah berakhir dan aplikasi Peduli Lindungi melanggar hak asasi manusia (HAM) adalah berita hoaks atau kabar bohong.

    “Tidak benar bahwa pemerintah telah menyatakan pandemi Covid-19 berakhir. Pemerintah Indonesia masih tetap akan memantau kasus Covid-19 ke depannya dan keputusannya ini pun disertai dengan pertimbangan ahli di bidangnya,” ungkapnya.

    Lebih lanjut Wiku menekankan bahwa informasi mengenai aplikasi Peduli Lindungi melanggar HAM terkait penyalahgunaan data pribadi adalah tidak benar.

    “Input data pribadi dilakukan dengan persetujuan pemilik informasi terlebih dahulu dan data ini telah disimpan serta terjaga dengan baik di Pusat Data Nasional Kementerian Kominfo (Komunikasi dan Informatika) dan diawasi oleh BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara),” tandasnya. []

  • Disiplinkan Grup WhatsApp Polri Beserta Istrinya, ini 3 Pesan Kapolri

    peloporberita.com/ – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,  mengingatkan jajarannya untuk selalu mendukung kebijakan dan program nasional. Sikap tersebut juga harus diterapkan dalam perilaku komunikasi sehari-hari, termasuk dalam WhatsApp group baik untuk para anggota maupun para istrinya.

    “Setiap anggota Polri dan keluarganya harus memiliki pemahaman literasi digital yang memadai untuk menjamin sikap profesional Polri,” tutur Kapolri berdasarkan keterangan yang dikutip Jumat, (4/3/2022).

    Adapun dalam berkomunikasi di dalam grup WhatsApp, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan 3 hal berikut :

    1. Personal Polri perlu memiliki kesadaran atas keselamatan dan kenyamanan pengguna internet seperti data keamanan pribadi, keamanan daring serta privasi individu.
    2. Perlu menyadari bahwa hak berpendapat personal Polri diiringi kewajiban taat azas dan mendukung kebijakan negara
    3.  Penggunaan WA Group juga harus diarahkan pada pemberdayaan pengguna internet agar lebih produktif, etik, dan beradab.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kegeramannya lantaran ada personel TNI-Polri yang berbicara soal ketidaksukaan terhadap kebijakan pemindahan ibu kota negara di grup WhatsApp. Jokowi pun mencontohkan, jika ada sebuah kebijakan yang menjadi polemik di masyarakat, agar tidak diperdebatkan di WhatsApp Grup. Ia kemudian menyinggung mengenai kebijakan soal IKN.

    “Saya lihat di WA grup, kalau di kalangan sendiri boleh, hati-hati. Kalau dibolehkan dan kalau diterus-teruskan hati-hati. Misalnya bicara mengenai IKN, enggak setuju IKN apa,” kata Jokowi pada acara Rapim TNI Polri 2022, Selasa (01/03/2022).[]

  • Rocky Gerung: Jokowi Tidak Sopan Ngintip WA Grup Emak-emak TNI

    peloporberita.com/ – Pengamat politik sekaligus filsuf Rocky Gerung menyebut Presiden Joko Widodo tidak sopan lantaran telah mengintip isi percakapan di dalam Grup WhatsApp emak-emak TNI.

    “Jangan seperti Pak Jokowi, ngintip WA grup ibu-ibu, emak-emak TNI, kan enggak bagus, gitu. Tidak sopan,” tuturnya saat dihadirkan sebagai ahli meringankan terdakwa dugaan tindak pidana terorisme, Munarman di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Rabu (02/03/2022).

    Rocky awalnya, menganalogikan WhatsApp sebagai sebuah ruang diskusi berbagai macam topik. Menurutnya siapa pun yang mendiskusikan soal khilafah di WhatsApp tidak menjadi soal, termasuk ketika dilakukan oleh Munarman.

    “Jadi kalau orang diskusi tentang khilafah di WA grup itu diskusi, enggak ada soal. Yang enggak boleh diintip sebetulnya. Karena itu diskusi eksklusif, orang mau belajar,” ungkap Rocky.

    Kemudian Rocky mulai menyebut Presiden Jokowi yang menurutnya telah mengintip percakapan di grup WhatsApp TNI yang berisi diskusi soal ibu kota negara (IKN) baru.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan kegeraman lantaran adanya personel TNI-Polri yang berbicara soal ketidak-sukaan terhadap kebijakan pemindahan ibu kota negara di grup WhatsApp.

    Jokowi mencontohkan, jika ada sebuah kebijakan yang menjadi polemik di masyarakat, agar tidak diperdebatkan di WhatsApp Grup. Ia kemudian menyinggung mengenai kebijakan soal IKN.

    “Saya lihat di WA grup, kalau di kalangan sendiri boleh, hati-hati. Kalau dibolehkan dan kalau diterus-teruskan hati-hati. Misalnya bicara mengenai IKN, enggak setuju IKN apa,” ucap Jokowi pada acara Rapim TNI Polri 2022, Selasa (01/03/2022). []

  • Kemenkes Sediakan Nomor WhatsApp untuk Layanan Telemedisin

    peloporberita.com/ – menyediakan Hotline yang dapat dihubungi pasien konfirmasi positif COVID-19 namun belum mendapatkan layanan telemedisin gratis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hal ini, disampaikan Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Sabtu (19/02/2022).

    Untuk mendapat layanan ini, Masyarakat dapat menghubungi nomor WA Kemenkes RI di Nomor 081110500567, atau melalui surel atau email di sertifikat@pedulilindungi.id dan Call Center di nomor 119 ext. 9

    Layanan telemedisin gratis dari Kemenkes ini dapat diakses oleh masyarakat yang melakukan tes PCR/antigen di laboratorium yang terafiliasi Kemenkes, berusia di atas 18 tahun, dan berdomisili di wilayah Jabodetabek, Karawang, Bandung, Semarang Raya, Surakarta Raya, Kota Yogyakarta, Surabaya Raya, Malang Raya, Kota Denpasar, dan Nusa Dua.

    “Setelah minggu kedua Februari layanan ini diperluas hingga kota-kota besar Jawa-Bali. Kemenkes mulai 19 Februari 2022 juga akan memperluas layanan telemedisin ke kota-kota besar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi,” tutur Nadia.

    “Layanan telemedisin terus ditingkatkan dan diperluas untuk membantu agar masyarakat yang isoman dapat memperoleh fasilitas pengobatan yang memadai, sehingga mereka tidak perlu dirawat di rumah sakit,” sambungnya.

    Nadia juga menjelaskan, pasien tanpa gejala dan gejala ringan yang dilayani fasilitas telemedisin sampai 14 Februari 2022 telah mencapai 158.075 untuk wilayah Jawa dan Bali. Dari jumlah tersebut, 136.028 pasien sudah menerima layanan konsultasi dan menerima resep elektronik.

    Kemudian lanjut Nadia, 129.100 resep obat telah dikirimkan ke rumah pasien, dan 85 persen di antaranya menerima obat H+1 sejak dipesan. Bagi pengguna telemedisin yang tidak mendapat WhatsApp dari Kemenkes, bisa mengkonfirmasi ke laman isoman.kemkes.go.id/panduan.

    Selanjutnya, masyarakat bisa memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ke dalam laman tersebut untuk melanjutkan ke tahap pengajuan berikutnya. Bagi masyarakat yang sudah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan secara daring dan melakukan proses penebusan obat gratis dari Kemenkes, tinggal menunggu paket obat datang ke rumah.

    “Kita terus meningkatkan layanan telemedisin agar paket obat yang sampai ke pasien lebih cepat lagi,” ungkap Nadia. []

  • WhatsApp Atur Ulang Status “Last Seen”

    peloporberita.com/ – WhatsApp menyetel ulang pengaturan status “last seen” yang kini bisa disembunyikan secara default dari orang tidak dikenal.

    Artinya, saat ini orang-orang yang dapat melihat status “last seen” hanyalah mereka yang telah masuk ke dalam daftar kontak Anda.

    Sebelumnya, WhatsApp mengatur status “last seen” untuk dapat dilihat oleh semua orang secara default. Status “last seen” di WhatsApp memungkinkan kontak lain tahu kapan Anda terakhir online di aplikasi.

    Meski terlihat tidak berbahaya dan tidak memungkinkan melacak teman atau keluarga, WABetaInfo menunjukkan beberapa aplikasi pihak ketiga mengeksploitasi fitur itu.

    Aplikasi pihak ketiga dapat mengumpulkan informasi status pengguna tertentu yang memungkinkan beberapa orang mengawasi orang lain saat menggunakan WA.

    Mengaktifkan opsi ‘My Contacts’ mencegah aplikasi pihak ketiga mengumpulkan informasi status lantaran aplikasi tak menganggap itu sebagai bagian dari kontak Anda, dan karenanya tidak akan mampu melihat status Anda.

    Langkah ini, bukan satu-satunya perubahan yang dibuat WhatsApp terhadap status ‘last seen’.

    November lalu, WABetaInfo juga menemukan bahwa aplikasi perpesanan milik Meta (induk Facebook) ini juga mulai menguji sebuah opsi yang disebut “My Contacts Except”.

    Opsi ini membuat pengguna menyembunyikan status dari beberapa orang saja dalam kontaknya.

    Selain itu, WhatsApp juga berusaha mempertebal privasi pengguna dengan memperkenalkan opsi untuk membuat fitur pesan menghilangnya menjadi default. []

  • Berikut Nama Ponsel yang Tidak Didukung WhatsApp Lagi

    peloporberita.com/ | Jakarta – WhatsApp mengumumkan bahwa aplikasi tersebut tidak dapat lagi beroperasi di sejumlah ponsel lawas lantaran sudah tidak mendukung platform itu. WhatsApp tidak mendukung pembaruan pada sistem operasi yang jadul.

    WhatsApp memberikan dukungan pada Android OS 4.1 (Jelly Bean) ke atas, iOS 10 ke atas dan KaiOS 2.5.1. Artinya, smartphone dengan OS di bawah itu tidak lagi mendapatkan dukungan WhatsApp.

    “Mulai 1 November 2021, WhatsApp tidak lagi mendukung telepon yang menjalankan OS 4.0.4 dan versi yang lebih lama. Silakan berganti ke perangkat yang didukung atau simpan riwayat chat Anda sebelum tanggal tersebut,” demikian kata WhatsApp, yang dikutip pada Selasa, 2 November 2021.

    Namun, para pengguna ponsel lawas yang masih dapat menggunakan WhatsApp setelah tanggal 1 November 2021, dengan catatan melakukan upgrade sistem operasi terbaru pada ponsel mereka.

    Atau juga bisa mengganti dengan ponsel terbaru yang menggunakan sistem operasi kekinian agar dapat kembali menggunakan WhatsApp.

    Daftar ponsel yang tidak mendukung WhatsApp per 1 November 2021.

    1. Samsung:Galaxy Trend Lite, Galaxy Trend II, Galaxy SII, Galaxy S3 mini, Galaxy Xcover 2, Galaxy Core and Galaxy Ace
    2. LG:Lucid 2, Optimus F7, Optimus F5, Optimus L3 II Dual, Optimus F5, Optimus L5, Optimus L5 II, Optimus L5 Dual, Optimus L3 II, Optimus L7, Optimus L7 II Dual, Optimus L7 II, Optimus F6, Enact , Optimus L4 II Dual, Optimus F3, Optimus L4 II, Optimus L2 II, Optimus Nitro HD and 4X HD, and Optimus F3Q.
    3. ZTE:Grand S Flex, ZTE V956, Grand X Quad V987 and Grand Memo.
    4. Huawei:Ascend G740, Ascend Mate, Ascend D Quad XL, Ascend D1 Quad XL, Ascend P1 S, and Ascend D2.
    5. Sony:Xperia Miro, Sony Xperia Neo L, Xperia Arc S.
    6. Alcatel:One Touch Evo 7
    7. Archos 53 Platinum
    8. HTC Desire 500
    9. Caterpillar Cat B15
    10. Wiko (Wiko Cink Five, Wiko Darknight)
    11. Lenovo A820
    12. UMi X
    13. Faea F1
    14. THL W8
    15. Apple iPhone (Apple iPhone SE, Apple iPhone 6S, Apple iPhone 6S Plus).[]

    Baca juga:

  • Sejumlah Alasan Facebook Ganti Nama Jadi Meta

    peloporberita.com/ | Facebook Inc resmi berubah nama menjadi Meta Platform Inc. Facebook Inc adalah perusahaan yang sudah berdiri selama 17 tahun dan menaungi beberapa media sosial populer, seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp.

    Perubahan nama ini diumumkan langsung oleh pendiri sekaligus CEO perusahaan, Mark Zuckerberg, dalam konferensi tahunan Connect yang digelar pada Kamis (28/10/2021). Dalam sesi wawancara bersama outlet media The Verge, Zuckerberg mengungkapkan sejumlah alasan perubahan nama menjadi Meta.

    Zuckerberg menyebutkan, pergantian nama ini sebagai upaya rebranding yang sejalan dengan visi perusahaan, yaitu membangun metaverse. Istilah tersebut kerap digunakan untuk menggambarkan sebuah dunia virtual baru tempat orang dapat bermain game, bekerja dan berkomunikasi dengan orang lainnya dalam lingkungan virtual, biasanya dengan mengandalkan headset Virtual Reality (VR).

    Baca juga: Facebook Bakal Rekrut 10.000 Pekerja untuk Kembangkan Metaverse

    Menurut Zuckerberg, metaverse akan menjadi platform masa depan dan sekaligus memberikan pengalaman sosial. Bahkan, untuk membangun metaverse, Facebook sudah mengumumkan rencananya menciptakan 10.000 pekerjaan baru di Uni Eropa selama lima tahun ke depan.

    Selain itu, Zuckerberg juga ingin terlepas dari citra perusahaan jejaring sosial. Ia mengaku tidak ingin dikenal hanya sebagai perusahaan jejaring sosial. “Facebook adalah merek media sosial yang ikonik. Dan semakin kami melakukan lebih dari itu, orang-orang menganggap kami sebagai perusahaan media sosial,” katanya, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (29/10/2021).

    Dengan bergantinya nama perusahaan, Mark Zuckerberg pun mengubah informasi jabatan yang ada di halaman resmi Facebook miliknya, dari CEO Facebook menjadi Founder dan CEO Meta. Namun kewenangannya masih tetap sama, karena ia memastikan struktur perusahaan tidak akan berubah.

    Selain mengganti nama perusahaan, Zuckerberg juga memperkenalkan logo Meta yang menyerupai lambang infinite (tidak terbatas) dengan warna biru khas Facebook. []

  • WhatsApp, Facebook, & Instagram tumbang 6 Jam Mark Zuckerberg Rugi Rp 85 Triliun

    peloporberita.com/ | Jakarta – Facebook, WhatsApp, dan Instagram kompak tumbang sekitar 6 jam pada Senin, malam. Akibatnya, Bos Facebok, Mark Zuckerberg mengalami kerugian hingga 5,9 miliar dollar Amerika atau sekitar Rp85 triliun.

    Saham Facebook yang diperdagangkan pada hari Senin anjlok hingga 4,8 persen. Ini, terjadi setelah aplikasi dan platform berbagi foto Instagram down untuk ribuan pengguna.

    Facebook
    Logo Facebook. (Foto: Pelopor/Wikipedia)

    Kini kekayaan Zuckerberg menjadi 117 miliar dollar amerika dan menjadi orang terkaya keenam di dunia. Ini bukan kali pertamanya Facebook tumbang, pada 2019, jejaring sosial itu juga pernah down selama 14 jam.

    Terkait tumbangnya Facebook, Instagram, dan WhatsApp pada Senin malam Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB). Co-founder dan CEO Facebook Mark Zuckerberg mrnyampaikan permintaan maaf.

    Permintaan maaf Mark Zuckerberg diunggahan pada akun Facebook resminya Selasa, 5 Oktober 2021 WIB. Selain meminta maaf, ia juga memberitahukan bahwa semua layanan sudah pulih.[]

  • WhatsApp Tidak Lagi Mendukung di Smartphone Ini

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pada 1 November 2021, WhatsApp tidak bisa lagi digunakan di sejumlah smartphone lantaran sudah tidak mendukung platform tersebut. WhatsApp tidak melakukan dukungan pembaruan pada sistem operasi yang lawas.

    WhatsApp memberikan dukungan pada Android dengan OS 4.1 (Jelly Bean) ke atas, iOS 10 ke atas dan KaiOS 2.5.1. Artinya, smartphone dengan OS di bawah itu tidak lagi mendapatkan dukungan WhatsApp.

    “Mulai 1 November 2021, WhatsApp tidak lagi mendukung telepon yang menjalankan OS 4.0.4 dan versi yang lebih lama. Silakan berganti ke perangkat yang didukung atau simpan riwayat chat Anda sebelum tanggal tersebut,” demikian kata WhatsApp, yang dikutip pada Rabu, 1 September 2021.

    Akan tetapi, para pengguna ponsel jadul masih dapat menggunakan WhatsApp setelah tanggal 1 November 2021, dengan catatan melakukan upgrade sistem operasi terbaru pada ponsel mereka.

    Atau juga bisa mengganti dengan ponsel yang baru yang menggunakan sistem operasi kekinian agar dapat kembali menggunakan WhatsApp.

    Berikut daftar ponsel yang tidak mendukung WhatsApp lagi mulai 1 November 2021.

    1. Samsung:Galaxy Trend Lite, Galaxy Trend II, Galaxy SII, Galaxy S3 mini, Galaxy Xcover 2, Galaxy Core and Galaxy Ace
    2. LG:Lucid 2, Optimus F7, Optimus F5, Optimus L3 II Dual, Optimus F5, Optimus L5, Optimus L5 II, Optimus L5 Dual, Optimus L3 II, Optimus L7, Optimus L7 II Dual, Optimus L7 II, Optimus F6, Enact , Optimus L4 II Dual, Optimus F3, Optimus L4 II, Optimus L2 II, Optimus Nitro HD and 4X HD, and Optimus F3Q.
    3. ZTE:Grand S Flex, ZTE V956, Grand X Quad V987 and Grand Memo.
    4. Huawei:Ascend G740, Ascend Mate, Ascend D Quad XL, Ascend D1 Quad XL, Ascend P1 S, and Ascend D2.
    5. Sony:Xperia Miro, Sony Xperia Neo L, Xperia Arc S.
    6. Alcatel:One Touch Evo 7
    7. Archos 53 Platinum
    8. HTC Desire 500
    9. Caterpillar Cat B15
    10. Wiko (Wiko Cink Five, Wiko Darknight)
    11. Lenovo A820
    12. UMi X
    13. Faea F1
    14. THL W8
    15. Apple iPhone (Apple iPhone SE, Apple iPhone 6S, Apple iPhone 6S Plus).[]

    Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Infinix Hot 11s Siap Meluncur

    Baca Juga: TikTok akan Tambah Durasi Video Hingga Lima Menit

  • WhatsApp Versi iPad Apple Segera Meluncur

    peloporberita.com/ | Jakarta – WhatsApp mengabarkan sedang mengembangkan aplikasi untuk iPad Apple. Sebelumnya, perangkat besutan Apple itu masih belum mendukung aplikasi WhatsApp seperti yang ada di iPhone.

    WABetaInfo melalui tweet-nya menyebut bahwa WhatsApp untuk perangkat iPad akan segera dirilis dalam bentuk aplikasi independen. Sebelumnya pada Juni lalu, pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg dan Head of WhatsApp Will Cathcart mengaku bahwa mereka akan merilis aplikasi WhatsApp versi iPad.

    Baca juga: Realme Book, Laptop Tipis dan Ringan Pakai Intel Core i5 Generasi 11

    Selain itu, mereka juga mengaku tengah mengembangkan fitur multi-perangkat yang memungkinkan satu akun WhatsApp bisa dipakai ke empat perangkat sekaligus, termasuk ponsel.

    Phone Arena memberitakan, Senin, 23 Agustus 2021, bahwa Multi-device 2.0 ini akan disertakan dalam pembaruan software WhatsApp selanjutnya. Update ini juga akan membawa dukungan untuk WhatsApp versi iPad.

    Kemudian, pembaruan juga membawa dukungan multi perangkat untuk ponsel Android bersamaan dengan perangkat tablet berbasis Android.

    Dengan multi-device 2.0, WhatsApp akan terus terkoneksi. Meskipun perangkat utama yang dikenakan dalam keadaan habis baterai atau tidak ada jaringan internet.

    Kabar kehadiran WhatsApp versi iPad sebenarnya bukan kali pertama muncul. Pada 2019, beredar bocoran, WhatsApp telah selesai mengembangkan aplikasi untuk iPad. Namun pihak WhatsApp tidak meluncurkan lantaran masih mengembangkan fitur multi perangkat (multi-device).[]

    Baca juga: Harga dan Spesifikasi Realme GT Master Edition di Indonesia

    Baca juga: Produksi Ponsel Pixel 5 dan 4a 5G akan Distop Google