Tag: Volkswagen

  • VW Dituduh Melanggar HAM Selama Era Kediktatoran Militer di Brasil

    Jakarta | Produsen mobil Jerman Volkswagen pada Selasa (14/06/2022), menghadapi audiensi dengan jaksa Brasil, atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di sebuah peternakan yang dijalankannya selama kediktatoran militer Brasil pada 1970-an dan 80-an, termasuk kerja paksa, pemerkosaan dan pemukulan.

    Jaksa telah mengumpulkan berkas 90 halaman yang mereka sebut mendokumentasikan kekejaman bertahun-tahun yang dilakukan oleh manajer Volkswagen dan menyewa senjata di sebuah peternakan sapi milik perusahaan di lembah hutan hujan Amazon pada era tersebut.

    Dalam upaya terbaru untuk membawa keadilan atas pelanggaran yang dilakukan di bawah rezim militer Brasil 1964-1985, kantor kejaksaan federal untuk urusan perburuhan memanggil perwakilan VW ke sidang di Brasilia untuk menjawab bukti pelanggaran, termasuk penyiksaan dan pembunuhan di properti di negara bagian utara dari Para, yang dikenal sebagai Fazenda Vale do Rio Cristalino.

    “Ada pelanggaran berat dan sistematis terhadap hak asasi manusia, dan Volkswagen bertanggung jawab secara langsung,” kata ketua jaksa Rafael Garcia seperti dilansir dari AFP.

    Volkswagen telah menolak berkomentar secara spesifik tentang kasus ini, dengan mengatakan bahwa pertama-tama perlu kejelasan atas semua tuduhan. Namun melalui email, perusahaan itu menyatakan berkomitmen untuk berkontribusi sangat serius pada penyelidikan.

    Pada 2020, Volkswagen setuju untuk membayar 36 juta reais atau setara USD 6,4 juta pada saat itu, sebagai kompensasi untuk berkolaborasi dengan polisi rahasia Brasil selama kediktatoran untuk mengidentifikasi tersangka lawan kiri dan pemimpin serikat pekerja di operasi lokalnya, yang kemudian ditahan dan disiksa.[]

  • BMW dan VW Terpaksa Hentikan Pengiriman Mobil ke Tiongkok

    Jakarta | Perang Rusia-Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari 2022 telah berdampak terhadap segala aspek, termasuk bisnis otomotif. Kali ini, giliran BMW Group dan Audi Volkswagen Group terpaksa menangguhkan pengiriman mobil dengan kereta api dari Jerman ke Tiongkok akibat perang tersebut, padahal Tiongkok adalah pasar terbesar bagi dua perusahaan itu.

    “Karena situasi geopolitik saat ini, transportasi kereta api kami di Jalur Sutra dan Trans-Siberia untuk sementara dialihkan ke rute alternatif atau moda transportasi untuk memastikan perencanaan dan keamanan pasokan,” ujar juru bicara BMW yang dilansir dari Nikkei Asia.

    Untuk sementara waktu, kendaraan untuk pasar Tiongkok dan Mongolia akan diangkut dengan menggunakan kapal dari Bremerhaven.

    BMW mulai September tahun lalu telah menggunakan kereta api untuk mengirimkan mobil bagi pasar Tiongkok, dengan target 16.000 unit per tahun.

    Selain untuk menurunkan jejak emisi karbon, langkah itu juga dilakukan untuk mengejar kecepatan dan keandalan jadwal yang lebih tinggi, terutama pandemi telah mengganggu kelancaran operasi pelabuhan di banyak wilayah.

    Data Nunner Logistics dan layanan informasi pengiriman Drewry Supply Chain Advisors Belanda menunjukkan, biaya untuk mengirim peti kemas ke Shanghai dengan rute kereta api biasa kini mencapai sekitar 78% lebih tinggi dibanding dengan angkutan laut. Namun, banyak pihak mengakui bahwa rute kereta sangat menghemat waktu.[]

  • Renault Pertimbangkan Lepas Sebagian Sahamnya di Nissan

    Jakarta | Produsen otomotif Prancis, Renault SA mempertimbangkan untuk melepas sebagian sahamnya di Nissan Motor Co Ltd. Langkah itu diambil sebagai upaya memisahkan bisnis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), untuk mengejar ketertinggalannya dari Tesla dan Volkswagen.

    Rencana ini diprediksi dapat menghasilkan miliaran euro setelah beralih ke bisnis EV. Selain itu, melansir Reuters, rencana tersebut juga sekaligus sebagai upaya untuk meredakan ketegangan dengan mitra aliansi.

    Sejumlah sumber menyebutkan bahwa ada kemungkinan Nissan bersedia membeli sebagian dari 1,83 miliar sahamnya yang dimiliki Renault. Namun, Renault juga dapat mencari investor lain untuk mengakusisi saham tersebut.

    Sebelumnya, CEO Renault Luca de Meo membuat cetak biru atau blueprint bisnis perusahaan pada Februari lalu dan salah satunya terkait rencana pemisahan bisnis serta penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) entitas mobil listrik tersendiri.

    Renault akan menggandeng pengendali Volvo Car AB, yaitu Zhejiang Geely Holding Group Co. Awal tahun ini, Renault memang telah mencapai kesepakatan produksi bersama dengan Geely untuk pabrik di Korea Selatan, dan kedua pihak juga menyatakan akan berkolaborasi di Tiongkok.

    Chief Operating Officer Nissan Ashwani Gupta akan ke Prancis pekan depan, untuk berdiskusi dengan CEO Renault de Meo, sebelum pertemuan yang lebih luas antara eksekutif Renault dan Nissan di Tokyo pada bulan depan. Negosiasi ini bertujuan menyeimbangkan kembali aliansi Prancis-Jepang, yang juga mencakup Mitsubishi Motors Corp.

    Seperti diketahui, ketegangan seputar sifat asimetris dari ikatan perusahaan hampir menghancurkan aliansi, setelah penangkapan mantan Pemimpin Nissan Carlos Ghosn di Jepang pada 2018. Sejak saat itu, para produsen mobil fokus pada rencana perubahan haluan terpisah untuk membuat mereka melewati kerusakan yang ditimbulkan oleh kasus Ghosn dan dampak pandemi.[]

  • VW Prediksi Masalah Cip Mungkin Baru Teratasi Tahun 2024

    Jakarta | Perusahaan otomotif asal Jerman, Volkswagen (VW) menilai, pasokan cip semikonduktor yang ada saat ini, tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan kendaraan yang melonjak hingga tahun 2024.

    Menurut Chief Financial Officer (CFO) VW Arno Antlitz, kelangkaan cip mungkin bisa mulai reda menjelang akhir tahun ini, kemudian tingkat produksi tahun depan kembali normal.

    “Kekurangan pasokan struktural kemungkinan baru akan teratasi pada tahun 2024,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

    Selain itu, lanjut Antlitz, kurangnya wire harness dari Ukraina juga menyebabkan beberapa shift dibatalkan, bahkan ketika VW berupaya membangun hubungan dengan pemasok baru untuk mendapatkan komponen dari negara lain.

    Sebelumnya, VW menyatakan akan membangun fasilitas produksi baru untuk mobil listrik Trinity, di dekat pabrik utamanya di Wolfsburg, Jerman, pada awal musim semi 2023. Pabrik Trinity yang menelan investasi 2 miliar euro atau sekitar Rp 31 triliun itu adalah komponen kunci dari program modernisasi terbesar dalam sejarah lokasi utama VW.

    VW berharap pembangunan pabrik baru ini dapat membuatnya mengalahkan dominasi Tesla di pasar kendaraan listrik dunia. Selain membangun pabrik baru di Jerman, VW juga fokus memperluas penjualan kendaraan listrik di Tiongkok dan menargetkan penjualan satu juta mobil listrik pada 2023.[]

  • Volkswagen Bangun Pabrik Baru untuk Mobil Listrik Trinity

    peloporberita.com/ – Volkswagen membangun fasilitas produksi baru untuk mobil listrik Trinity di dekat pabrik utamanya di Wolfsburg, Jerman. Pabrik Trinity yang menelan investasi 2 miliar euro atau sekitar 31 triliun rupiah itu adalah komponen kunci dari program modernisasi terbesar dalam sejarah lokasi utama Volkswagen.

    Pekerjaan konstruksi akan dimulai pada awal musim semi 2023 dan akan mempertimbangkan hukum bangunan dan lingkungan. Dengan demikian, situs baru akan memenuhi standar lingkungan yang tinggi. Model Trinity netral karbon akan diluncurkan dari jalur perakitan mulai tahun 2026 seperti dilansir dari Hindustan Times, Senin (07/03/2022).

    Pembangunan pabrik baru di Wolfsburg, diharapkan dapat membuat Volkswagen bisa menggeser dominasi Tesla di pasar kendaraan listrik dunia. Selain membangun pabrik baru di Jerman, Volkswagen juga tengah berfokus memperluas penjualan kendaraan listrik di Tiongkok dan menargetkan penjualan satu juta mobil listrik di 2023 mendatang.

    Adapun saat ini penjualan mobil penumpang Volkswagen di Tiongkok, menyumbang 60 persen dari total penjualan mereka secara global. Lebih lanjut, Produsen mobil asal Jerman ini juga tengah bersiap untuk peluncuran mobil listrik barunya, ID.Buzz dan versi kargonya, ID.Buzz Cargo pada 9 Maret 2022.

    Versi listrik dari Microbus Volkswagen ini, akan mengusung paket baterai 82 kWh dan 150 kWh untuk versi kargonya. Volkswagen, telah menggelontorkan dana sebesar 35 miliar Euro atau sekitar Rp 550 triliun untuk mengejar target menjadi produsen EV terbesar di dunia pada 2025.[]

  • Volkswagen Siapkan IPO Porsche, Dananya untuk Transformasi Bisnis

    peloporberita.com/ – Grup otomotif asal Jerman, Volkswagen mengumumkan akan melakukan uji kelayakan soal potensi IPO salah satu anak usahanya, Porsche. Langkah ini, demi mempercepat transformasi bisnis grup tersebut untuk menjadi pemain utama mobil tanpa emisi dan mobil swakemudi.

    “Porsche AG akan mendapatkan lebih banyak kebebasan berwirausaha dan pada saat yang sama terus mendapat manfaat dari sinergi kelompok,” tutur CEO Volkswagen AG Herbert Diess yang dikutip Senin, (28/02/2022).

    Dalam rangka IPO, modal saham Porsche direncanakan akan dibagi menjadi 50 persen saham preferen dan 50 persen saham biasa. Sebanyak 25 persen saham preferen akan ditempatkan di pasar sebagai bagian dari kemungkinan penawaran umum perdana.

    Porsche Automobil Holding akan mengakuisisi 25 persen ditambah satu saham biasa di Porsche dari Volkswagen dengan harga penempatan saham preferen ditambah premi 7 setengah persen. Hal ini tidak dimaksudkan untuk mencatatkan saham biasa di pasar saham.

    Porsche
    Logo Porsche. (Foto:Pelopor.id/Ist)

    Volkswagen, akan dapat menggunakan hasil dari IPO potensial Porsche untuk mempercepat transformasi industri dan teknologi Grup Volkswagen. Termasuk berinvestasi dalam mengubah kapasitas produksi globalnya menjadi kendaraan listrik.

    Jika IPO ini berhasil, Volkswagen akan mengusulkan kepada pemegang saham untuk membagikan dividen khusus sebesar 49 persen dari total pendapatan kotor dari penempatan saham preferen dan penjualan saham biasa. []

  • Andalkan Mobil Listrik, Hyundai Akan Bertempur Lagi di Jepang

    peloporberita.com/ | Perusahaan otomotif asal Korea Selatan (Korsel), Hyundai Motor Co. menyatakan siap kembali bertempur di Jepang, setelah 12 tahun lalu hengkang akibat gagal bersaing. Kali ini, Hyundai membidik pasar mobil listrik di negara tersebut.

    Hyundai akan memanfaatkan tingginya permintaan EV. Namun, perusahaan ini masih harus mengawasi pemain unggulan lain, seperti Tesla, Volkswagen AG dan Stellantis yang juga mulai masuk ke pasar yang sama.

    Data Asosiasi Importir Mobil Jepang (JAIA) menunjukkan, ada sekitar 20.000 EV yang terjual pada tahun lalu. Pertumbuhan pasar EV di Jepang terbilang cukup pesat, bahkan ketika penjualan mobil secara umum mengalami penurunan.

    Rencananya, Hyundai akan mengandalkan mobil listrik sel bahan bakar hidrogen, Nexo SUV, dan mobil listrik atau electric vehicle (EV) crossover menengah, Ioniq 5.

    Ioniq 5 sendiri adalah produk andalan Hyundai yang diharapkan mampu menguasai 10% pangsa pasar EV global pada tahun 2025.

    Chairman Hyundai Mobility Jepang Shigeaki Kato menjelaskan, untuk kedatangannya kali ini, Hyundai akan fokus pada penjualan online dan menggandeng layanan berbagi mobil yang dioperasikan oleh perusahaan digital, DeNA Co., dan perusahaan asuransi, Sompo Holdings.

    Kerja sama itu pun memungkinkan konsumen Hyundai untuk menyewakan kendaraan mereka.

    Mengutip Reuters, hingga kini Hyundai mengaku belum menetapkan target, namun perusahaan tersebut akan memberi update, setelah menerima pesanan online yang dijadwalkan mulai Mei mendatang.

    Hyundai memasuki Jepang pertama kalinya pada tahun 2001, kemudian hanya berhasil menjual 15.000 mobil sampai tahun 2009, yang akhirnya membuat mereka menyerah dan keluar dari Jepang. []

  • Mercedes Didenda 20,2 Miliar Won Akibat Melanggar Aturan Emisi Korsel

    peloporberita.com/ | Perusahaan otomotif asal Jerman, Mercedes Benz, terbukti melanggar aturan emisi Korea Selatan (Korsel). Terkait hal itu, Komisi Perdagangan Adil Korea atau Korea Fair Trade Commission (KFTC) menjatuhkan denda sebesar 20,2 miliar won atau sekitar USD 16,9 juta.

    Menurut KFTC, Mercedes telah merusak perangkat mitigasi polusi dengan menginstal perangkat lunak ilegal di kendaraannya. Dengan begitu, kendaraan Mercedes yang beredar di Korsel ada dalam standar penilaian emisi yang lebih rendah dari saat tes sertifikasi.

    Penyelidikan lebih dalam menemukan Mercedes juga terbukti memasang iklan palsu yang menyebutkan emisi kendaraan mereka ada pada tingkat minimum dan memenuhi standar emisi Euro 6 antara Agustus 2013 dan Desember 2016.

    “Menjatuhkan sanksi terhadap operator penjualan mobil impor nomor 1 negara karena menghalangi pilihan pembelian rasional konsumen dengan iklan palsu dan menipu tentang kinerja pengurangan emisinya bahkan setelah skandal Dieselgate,” ujar pihak KFTC dalam sebuah pernyataan dilansir dari Reuters.

    KFTC memang telah memprioritaskan aturan emisi pada kendaraan untuk mengurangi kadar polusi di Korsel. Sebelumnya, sejumlah pabrikan besar telah terkena denda untuk kasus yang serupa.

    Bahkan pada tahun lalu, KFTC telah mendenda atau memerintahkan tindakan korektif untuk Audi-Volkswagen Korea, Nissan Motor Corp, Stellantis Korea dan Porsche AG atas kecurangan yang sama. []

  • Volkswagen Produksi Satu Juta Mobil listrik di China pada 2023

    peloporberita.com/ – Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen (VW) mulai tahun 2023 akan memproduksi satu juta Mobil listrik per tahun di Tiongkok. Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen, Ralf Brandstaetter mengungkapkan bahwa target produksi mobil listrik VW ini didorong oleh pabrik baru mereka yang ada di Provinsi Anhui dikutip dari Nikkei Jumat (4/2/2022).

    Pabrik hasil patungan antara VW dengan Anhui Jianghuai Automobile Co (JAC) Tiongkok itu, akan memproduksi 300.000 mobil listrik per tahun yang produksi dimulai pada 2023 mendatang.

    VW. (Foto: peloporberita.com/Unsplash)

    Brandstaetter juga menerangkan, bahwa VW dalam memproduksi mobil listrik hingga mencapai kapasitas produksi 1 juta unit pertahun turut menggandeng dua pabrikan lain, yakni FAW Group, dan SAIC Motor.

    Pada 2021, VW menjual sebanyak 70.625 kendaraan listrik. Angka itu meleset dari target semula, yakni untuk menjual 80.000 hingga 100.000 mobil. Penyebabnya, produksi dipengaruhi oleh wabah Covid-19 juga masalah pasokan cip.

    VW merupakan pabrikan otomotif yang berbasis di Wolfsburg, Lower Saxony, Jerman. Perusahaan ini, didirikan oleh Serikat Buruh Jerman (Deutsche Arbeitsfront) pada 1937 yang merupakan merk asli dari Grup Volkswagen.

    Grup itu juga membawahi beberapa merk mobil lain seperti Audi, Bentley Motors,Bugatti Automobiles, Automobili Lamborghini, SEAT, Škoda Auto dan Scania. Kemudian tahun 2009, Supervisory Board dari Volkswagen AG mengesahkan pendirian sebuah grup otomotif yang terintegrasi dengan Porsche di bawah naungan Volkswagen. []

  • Toyota Jadi Penjual Mobil Nomor Satu Dunia Lagi

    peloporberita.com/ | Perusahaan otomotif asal Jepang, Toyota Motor Corp, mengklaim sebagai penjual mobil nomor satu di dunia, selama dua tahun berturut-turut.

    Melansir Reuters, sepanjang tahun lalu Toyota berhasil menjual hingga 10,5 juta unit kendaraan di seluruh dunia, tumbuh sekitar 10% dari tahun sebelumnya. Angka itu termasuk penjualan produk Daihatsu Motors dan Hino Motors yang berafiliasi dengan Toyota.

    Dengan pencapaian itu juga Toyota berhasil mengalahkan kompetitornya dari Jerman, Volkswagen, yang hanya menjual 8,9 juta unit mobil pada tahun lalu.

    Toyota berhasil meraih kinerja yang memuaskan, di tengah menurunnya daya beli konsumen akibat pandemi dan juga kelangkaan komponen semikonduktor di pasar global. Bahkan, Toyota sempat harus mengurangi produksinya akibat kekurangan semikonduktor.

    Meski demikian, nama besar Toyota terbukti masih mampu menaklukkan sebagian besar pasar Asia, termasuk Indonesia.

    Adapun untuk awal tahun ini, Toyota memprediksi akan gagal memenuhi target produksi sebanyak 9 juta unit pada tahun fiskal yang akan berakhir 31 Maret mendatang. Hal itu utamanya dipengaruhi oleh pandemi. []