Tag: Vaksinasi

  • Kapolri Paparkan Strategi Cegah Lonjakan Covid-19 Saat Nataru

    peloporberita.com/ | Pemerintah, TNI, Polri dan instansi terkait menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral untuk membahas tentang antisipasi potensi lonjakan Covid-19 saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Rakor tersebut digelar di Mabes Polri, Jakarta, pada Jumat (26/11/2021).

    Dalam kesempatan itu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menekankan, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), koordinasi antar-lembaga sangat diperlukan untuk tetap mempertahankan trend positif laju pertumbuhan Covid-19 yang kini sudah dapat dikendalikan dengan baik. Sehingga, saat memasuki libur Nataru, tidak mengalami lonjakan.

    “Selain menjadi prestasi pemerintah, hal itu juga hasil dari kerja keras seluruh pihak terkait dan elemen masyarakat. Jika trend positif ini bisa dipertahankan saat Nataru, maka hal tersebut bisa menjadi semakin membangkitkan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Mengingat, kedepannya Indonesia akan menggelar perhelatan agenda nasional maupun internasional,” ujar Listyo Sigit.

    Baca juga: Kapolri Perintahkan Seluruh Jajaran Antisipasi Gangguan Kamtibmas Jelang Nataru

    “Demi mengantisipasi laju pertumbuhan Covid-19 saat Nataru, saya telah memberikan sejumlah strategi dan instruksi kepada seluruh jajaran agar mencegah laju pertumbuhan Covid-19 saat Nataru, di antaranya adalah strategi penanganan dari hulu dan hilir. Kemudian, pengawasan ketat protokol kesehatan (prokes) di seluruh moda transportasi laut, udara dan darat. Harapannya, strategi antisipasi pencegahan laju pertumbuhan Covid-19 akan diterapkan dalam Operasi Lilin untuk mengawal kebijakan PPKM Level 3 saat Nataru,” kata Listyo Sigit.

    Dalam upaya antisipasi Nataru, Kepolisian akan melaksanakan Operasi Lilin, namun tentunya hal ini akan disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah. Polri akan mengawali satu minggu sebelum dan satu minggu setelah diberlakukan PPKM Level 3, dengan tujuan mengurangi transmisi angka Covid-19.

    Terkait pemberlakuan skenario pengetatan prokes mulai dari pra-keberangkatan hingga lokasi tujuan bagi masyarakat yang tetap mudik, melalui Posko PPKM mulai dari tingkat RT/RW. Bagi warga yang harus melaksanakan perjalanan, harus dapat menyertakan surat keterangan mudik, sertifikat vaksin dua kali dan hasil Swab Antigen ataupun PCR. Bahkan, Polri juga menyiapkan pos-pos yang akan digunakan untuk vaksinasi masyarakat. Ada juga tempat yang disiapkan untuk melakukan karantina jika ditemukan warga yang hasil swab-nya positif.

    Baca juga: Kepala BPOM Minta Anggota Polri Isi Dua Jabatan Baru

    “Polisi juga akan membentuk pos untuk checkpoint, guna memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Pada Bandara, polisi juga akan meningkatkan pengawasan para pelaku perjalanan dari luar negeri, guna mencegah masuknya varian baru Covid-19,” lanjutnya.

    Kapolri juga menyebutkan, strategi selanjutnya adalah TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat akan terus melakukan akselerasi percepatan vaksinasi untuk mencapai target Presiden Jokowi sebesar 70 persen di akhir tahun. Artinya, perlu ada langkah yang harus dilakukan untuk mengantisipasi capaian bulan November dan di Desember minimal 70 persen.

    “Sementara itu, untuk pusat perbelanjaan atau mall, selain dipasangi PeduliLindungi, harus disediakan juga posko vaksinasi dan karantina. Sedangkan di tempat wisata, bisa dilakukan dengan cara One Gate System dan juga tersedia pos vaksin serta karantina,” pungkasnya. []

  • Arab Saudi Cabut Larangan Masuk Bagi Pelancong Indonesia

    peloporberita.com/ | Arab Saudi akhirnya menghapus larangan masuk untuk pelancong dari enam negara, yaitu dari Indonesia, Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir dan India. Selama ini, Arab Saudi menerapkan larangan masuk itu untuk menekan penyebaran Covid-19.

    Namun, jika ada yang terpaksa masuk, mereka harus menjalani karantina terlebih dahulu di negara ketiga. Dengan dihapuskannya aturan itu, maka kini para pelancong dan ekspatriat dari enam negara tersebut bisa langsung masuk ke Arab Saudi, seperti dikutip dari Arab News, pada Jumat (26/11/2021).

    Kebijakan ini berlaku mulai pukul 1 pagi, pada 1 Desember 2021. Namun, traveler yang datang dari negara-negara ini tetap harus menjalankan lima hari karantina, terlepas dari status vaksinasi mereka di luar Arab Saudi. Semua prosedur harus tetap tunduk pada evaluasi berkelanjutan oleh otoritas kesehatan Kerajaan.

    Sebelumnya pada Februari lalu, Arab Saudi menerapkan larangan masuk langsung, setelah adanya kenaikan kasus Covid-19 varian baru yang terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan dan Brasil. Saat itu, muncul kekhawatiran bahwa vaksin kurang efektif melawan varian baru ini.

    Larangan masuk langsung itu mencakup Uni Emirat Arab, Mesir, Lebanon, Turki, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan, India, Indonesia, Pakistan dan Jepang. Namun larangan ini tidak berlaku bagi para diplomat, staf medis dan keluarga mereka. []

    Baca juga: Arab Saudi Bangun Megaproyek Senilai USD 7 Triliun

  • Corona Ngamuk di Eropa, Belanda Catat 23 Ribu Kasus Sehari

    peloporberita.com/ | Belanda mencetak rekor tertinggi 23.709 kasus Covid-19 dalam 24 jam, pada Rabu (24/11/2021) waktu setempat. Angka itu berdasarkan data resmi Pemerintah Belanda, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/11/2021).

    Angka mingguan yang dirilis pada Selasa (23/11/2021) juga telah menunjukkan peningkatan hampir 40 persen dalam jumlah kasus Covid-19 di Belanda seminggu terakhir. “Tingkat infeksi lebih tinggi dari sebelumnya. Penerimaan rumah sakit terus melebihi harapan dan kita belum melihat yang terburuk,” tulis Menteri Kesehatan Belanda Hugo De Jonge dalam surat kepada parlemen.

    Hal ini membuat Pemerintah Belanda kembali memerintahkan pemakaian masker mulai bulan ini, setelah mengakhiri sebagian besar kebijakan protokol kesehatan pada September lalu. Lockdown parsial juga kembali diterapkan yang membuat toko-toko non-esensial di Belanda wajib tutup pada pukul 18.00. Sedangkan restoran, bar, kafe dan toko esensial, seperti supermarket, harus ditutup pukul 20.00.

    Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Larang Pesta Kembang Api

    Selain Belanda, jumlah kasus Corona juga melonjak drastis di Jerman dan Denmark. Bahkan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melarang warganya bepergian ke Jerman dan Denmark.

    Mengutip US Today, ada lebih dari 333.000 kasus Covid di Jerman pada Senin (15/11/2021). Angka ini hampir dua kali lipat dari tingkat mingguan selama lonjakan pada Desember 2020, dan merupakan yang terburuk sejak awal pandemi.

    Sedangkan Denmark melaporkan lebih dari 26.500 kasus per 15 November, yang juga merupakan jumlah kasus mingguan tertinggi. Padahal, menurut statistik Our World in Data, sekitar 76 persen populasi Denmark telah divaksinasi penuh hingga awal pekan ini.

    Dengan tambahan Jerman dan Denmark, maka daftar level 4 CDC kini mencapai 75 negara, antara lain Inggris, Norwegia, Belgia, Yunani, Rumania, Austria, Swiss, Irlandia, Republik Ceko, Singapura, dan Malaysia. []

    Baca juga: AstraZeneca Akan Tarik Keuntungan dari Vaksin Covid-19

  • Tak Perlu Karantina, Singapura Sambut WNI yang Sudah Divaksin

    peloporberita.com/ | Pemerintah Singapura memperluas skema jalur perjalanan yang sudah divaksinasi atau vaccinated travel lane (VTL) mulai 29 November 2021, salah satunya Indonesia. Dengan demikian, turis dari Indonesia atau orang yang berkunjung ke Singapura tidak perlu menjalani karantina.

    Pengunjung dari Indonesia ke Singapura cukup menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 dan hasil negatif tes PCR yang berlaku maksimal 2×24 jam. Saat kedatangan, pengunjung juga wajib menjalankan tes PCR lagi, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (16/11/2021).

    Baca juga: Singapura Izinkan Wisatawan dari 11 Negara Masuk Tanpa Karantina

    Meski begitu, Menteri Perhubungan Singapura S. Iswaran mengatakan, untuk saat ini perjanjian VTL dengan Indonesia akan menjadi jalur perjalanan vaksinasi satu arah, lantaran Indonesia masih tertutup untuk perjalanan umum.

    “Sejak 14 Oktober, Indonesia secara sepihak membuka kembali perbatasannya untuk mengizinkan pengunjung dari 19 negara. Kami berharap Indonesia juga segera membuka kembali perbatasannya untuk pelancong dari Singapura,” kata Iswaran.

    Sebagai permulaan, akan ada dua layanan harian antara Singapura dan Jakarta, dan menurut Iswaran, akan ditingkatkan secara bertahap menjadi empat layanan.

    Baca juga: Varian Delta Plus Mulai Masuk Malaysia dan Singapura

    Selain Indonesia, Kementerian Kesehatan Singapura juga akan membuka VTL dengan India, Malaysia, Finlandia dan Swedia mulai 29 November 2021. Sedangkan dengan Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) dibuka mulai 6 Desember 2021.

    Sebelumnya, Singapura sudah melakukan VTL dengan sejumlah negara, seperti Australia, Brunei, Kanada, Denmark Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, Korea, Swiss, Inggris dan Amerika Serikat. []

  • Personel Nakes Satgas Yonmek 403/WP Terima Vaksin Moderna

    peloporberita.com/ | Personel tenaga kesehatan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista mulai melaksanakan suntik vaksin Covid-19 tahap ketiga jenis Moderna di Kantor Dinas Kesehatan Keerom Kampung Wor Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua.

    Kegiatan vaksinasi tahap ketiga jenis Moderna ini diharapkan dapat menambah imun atau daya tahan tubuh petugas kesehatan Satgas TNI, sehingga dapat terus berkontribusi dalam mendukung program pemerintah melaksanakan program vaksinasi di wilayah perbatasan RI-PNG.

    “Semoga semua unsur pemerintahan baik TNI-Polri, dan instansi kesehatan pemerintah terkait lainnya di Provinsi Papua ini dapat selalu bersinergi demi menyukseskan kegiatan program vaksinasi Covid-19 ini untuk menuju Indonesia bebas Covid-19,” ungkap Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, (14/11/2021).

    Baca juga: Papua Mulai Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

    Sementara itu, Dokter Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista Lettu Ckm dr. Kristia Yudha Bayu mengatakan bahwa tim kesehatan pos jajaran selalu siap mendukung program pemerintah dengan ikut menyukseskan dan mengawal proses vaksinasi Covid-19, terutama di wilayah Kabupaten Keerom dan Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

    “Dengan vaksin ini, kita berharap akan mendukung dalam pelaksanaan tugas, sehingga dapat lebih maksimal dalam membantu kesulitan masyarakat dan menjaga kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan,” tutur Bayu. []

  • Kasus COVID-19 Kembali Melonjak di Sejumlah Negara Ini

    peloporberita.com/ | Belakangan ini, COVID-19 dilaporkan kembali melonjak di sejumlah negara di Eropa, Asia dan Amerika. Dirangkum dari berbagai sumber, inilah sejumlah negara yang kembali melaporkan lonjakan kasus COVID-19 dan beberapa di antaranya terpaksa menerapkan aturan lockdown lagi.

    1. Perancis

    Meski belum ada rencana lockdown, varian Delta menjadi penyumbang terbesar kenaikan kasus COVID di Perancis. Bahkan, pada Rabu (10/11/2021), Menteri Kesehatan Perancis Olivier Veran mengatakan, Perancis berada diawal gelombang kelima pandemi.

    Tercatat, per Kamis (11/11/2021) ada 12.603 kasus Corona di Perancis, dengan penambahan kasus meninggal sebanyak 17 orang.

    1. Belanda

    Belanda kembali mencatat kenaikan kasus COVID-19 sebanyak 16.287 orang, dengan 26 kematian, pada Kamis (11/11/2021). Lonjakan kasus di Belanda diperkirakan dimulai saat aturan jarak sosial dicabut pada akhir September, seperti dikutip dari Reuters.

    Tak lama setelah itu, terjadi penambahan kasus hingga dua kali lipat. Akibat kenaikan ini, Belanda pun berencana memberlakukan lockdown parsial pertama.

    1. Jerman

    Setelah sempat berhasil menangani pandemi dan menuai pujian, Jerman kini menghadapi gelombang keempat COVID-19, seperti dikutip dari Evening Standard.

    Pada Jumat (12/11/2021), Jerman melaporkan jumlah kasus COVID-19 baru tertinggi kedua. Berdasarkan data Institut Robert Koch, ada 48.640 infeksi COVID-19 di Jerman dan 191 kasus meninggal.

    Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran terjadinya lockdown kembali, terutama jika vaksinasi tidak digencarkan.

    4. Austria

    Selama sepekan terakhir, kasus baru COVID-19 di Austria dilaporkan menyentuh 815 per 100.000 orang. Negara itupun akhirnya memperketat aturan dengan menerapkan lockdown terhadap jutaan orang yang tidak divaksinasi mulai Senin (15/11/2021).

    Bagi mereka yang tidak divaksinasi, hanya boleh meninggalkan rumahnya untuk kepentingan tertentu seperti bekerja atau berbelanja kebutuhan pokok.

    Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer menegaskan akan ada pemeriksaan menyeluruh selama lockdown. Bagi yang melanggar, bisa didenda hingga 1.450 euro atau sekitar Rp 23 juta, dan petugas polisi akan memeriksa status vaksinasi warga.

    Reuters melaporkan memang banyak warga Austria yang skeptis soal vaksin. Hal itu terlihat dari hanya 65 persen populasi Austria yang telah menerima dua dosis vaksin COVID-19, salah satu cakupan vaksinasi terendah di Eropa barat.

    1. China

    Otoritas wilayah bagian utara China juga disebut akan kembali melakukan lockdown, akibat adanya lonjakan kasus COVID-19.

    Tercatat, ada lebih dari 100 kasus harian positif di 11 provinsi, antara lain Mongolia dalam, Gansu, Ningxia, Guizhou dan Beijing.

    1. Negara bagian Amerika Serikat

    Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat, seperti Michigan, Vermont, Colorado dan New Mexico juga mengalami lonjakan kasus COVID-19.

    Bahkan, rumah sakit di New Mexico dan Colorado sudah mulai kewalahan akibat melonjaknya jumlah pasien COVID-19. Selain itu, satu rumah sakit di Michigan juga melaporkan sedang mengobati hampir 400 pasien COVID. []

  • Kapolda Jateng: Lapor Kasus Penipuan Pinjol Bisa Lewat Website

    peloporberita.com/ | Maraknya penipuan pinjaman online (pinjol) membuat polisi melakukan sejumlah program inovasi penanganan. Salah satunya adalah Polda Jateng yang mengembangkan inovasi pelaporan melalui website Ditreskrimsus. Masyarakat yang mengadu hanya perlu hadir jika petugas polisi akan melakukan klarifikasi.

    Kapolda Jateng Irjen Pol. Ahmad Luthfi mengatakan masyarakat tidak perlu ragu jika merasa terganggu atau terteror pinjol ilegal. “Kita juga melakukan upaya penegakan hukum dengan menangkap pelaku pinjol ilegal. Masyarakat tidak perlu ragu, bila merasa terganggu oleh teror pinjol ilegal, silahkan laporkan dan nanti akan ditangani,” ujar Ahmad.

    Baca juga: Buka Hotline, Polda Jabar Terima Ratusan Pengaduan Pinjol Ilegal

    Ia juga membahas tentang membumikan Polri Presisi di Jawa Tengah. Kapolda Jateng didampingi Kabid Humas, menegaskan wujud riil dalam membumikan Polri Presisi adalah merealisasikan seluruh program prioritas Kapolri. Di antaranya, peningkatan pelayanan publik dan mengurangi keluhan masyarakat.

    “Ini kita wujudkan dengan mengembangkan berbagai aplikasi, seperti ETLE di fungsi lalu lintas dan Virtual Police di Fungsi Reserse,” kata Ahmad.

    Baca juga: Cakupan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Capai 200 Juta Dosis

    Membumikan Polri Presisi juga berarti meningkatkan sinergi dengan TNI serta stakeholder terkait. Sinergitas ini amat dirasakan ketika Jateng menghadapi lonjakan pandemi Covid-19. “Saat ini, pandemi di Jateng sudah menurun jauh. Situasi saat ini cenderung landai. Ini berkat sinergitas yang dibangun antara TNI-Polri serta stakeholder terkait,” ucapnya.

    Sinergitas itu juga membuat program penanganan Covid di Jateng berjalan lancar, salah satunya terlihat dari progres vaksinasi yang melaju sangat signifikan di aglomerasi Solo Raya dan Semarang Raya. “Kita harapkan sesegera mungkin seratus persen warga sudah tervaksin,” tegas Kapolda Jateng Irjen Pol. Ahmad Luthfi. []

  • Korsel Akan Hapus Pembatasan Covid Kecuali Pemakaian Masker

    peloporberita.com/ | Pemerintah Korea Selatan (Korsel) memutuskan akan hidup berdampingan dengan Corona dan berencana menghapus semua batasan, kecuali kewajiban memakai masker, pada Februari 2022. Korsel mengklaim, sebagian besar wilayahnya telah berhasil mengelola pandemi melalui testing, tracing, jaga jarak dan memakai masker, seperti dikutip dari Euronews, Senin (01/11/2021).

    Baca juga: BPOM AS Izinkan Vaksin COVID-19 Pfizer untuk Usia 5-11 Tahun

    Tahap pertama, semua pembatasan jam operasional di restoran, kafe, dan bisnis lainnya akan dihapus. Namun untuk klub malam masih diwajibkan tutup pada tengah malam. Kemudian para pengunjung juga wajib sudah divaksinasi dosis lengkap, terutama untuk pengunjung tempat berisiko tinggi seperti gym dalam ruangan, sauna dan bar karaoke.

    Sedangkan untuk pertemuan pribadi di wilayah Seoul dan sekitarnya diizinkan mencakup hingga 10 orang, terlepas dari status vaksinasi. Saat ini, pertemuan hingga delapan orang diperbolehkan, jika empat orang di antaranya telah divaksinasi lengkap.

    Baca juga: China Lockdown Kota Lanzhou Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Pemerintah Korsel memang sudah memulai skema tersebut pada hari ini waktu setempat, namun pihak berwenang tetap fokus pada rawat inap mingguan dan tingkat kematian kasus COVID-19 baru setiap hari.

    Korsel tercatat sebagai salah satu negara pertama yang mencatatkan kasus virus corona, setelah muncul di China pada akhir 2019. Sejak itu, Korsel mendata 353.089 kasus infeksi, dengan 2.773 kematian. []

  • Akhirnya, BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun

    peloporberita.com/ | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin vaksin Covid-19 merek Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun. Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, izin tersebut berdasarkan penggunaan vaksin sebelumnya terhadap anak usia 12-17 tahun.

    Penny juga menegaskan bahwa vaksinasi untuk anak 6-11 tahun saat ini sangat penting dilakukan. “Saya kira ini suatu berita yang menggembirakan, karena kami yakin sekali bahwa vaksinasi anak sangat menjadi suatu yang urgent sekarang,” ujarnya pada Senin (01/11/2021).

    Baca juga: Nadiem Makarim: PTM Terbatas Jaga Kesehatan Jiwa Anak

    Seperti diketahui, pembelajaran tatap muka (PTM) sudah mulai berlangsung di beberapa daerah, dan hal ini yang menjadi dasar prioritas dan urgensi anak 6-11 tahun untuk segera divaksin.

    “Para ahlinya nanti akan menyampaikan urgensi dan prioritas yang komprehensif dan tentunya dikaitkan kenapa anak-anak harus segera divaksinasi COVID-19,” ungkapnya.

    Penny menambahkan, Sinovac adalah vaksin yang primer dengan jumlah yang paling dominan di Indonesia. Keputusan penyuntikannya ada di tangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dikaitkan dengan program vaksinasi ke depan.

    Baca juga: BPOM AS Izinkan Vaksin COVID-19 Pfizer untuk Usia 5-11 Tahun

    Sebelumnya, BPOM juga telah menyetujui vaksin untuk anak usia 12-17 tahun dengan vaksin produksi PT Bio Farma yang didasari sejumlah pertimbangan. Salah satunya adalah hasil uji klinis Fase I dan II vaksin Sinovac rentang usia anak.

    Dari data keamanan uji klinik fase I dan fase II, profil AE Sistemik berupa fever pada populasi 12-17 tahun tidak dilaporkan dibandingkan dengan usia 3-5 tahun dan 6-11 tahun,” jelas BPOM, dikutip dari edaran hasil evaluasi uji klinis yang diterima detikcom, Minggu (27/6).

    Selain hasil uji klinis, BPOM juga melihat adanya peningkatan kasus Covid-19 pada anak. Bahkan, angka kematian Covid-19 pada anak usia 10-18 tahun disebut mencapai 30 persen. []

  • Pemerintah Gelar Vaksinasi bagi Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul

    peloporberita.com/ | Pemerintah melakukan vaksinasi bagi Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul yang berada di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (30/10/2021). Vaksinasi ini akan diikuti oleh lebih dari 1.000 orang. Langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali denyut kebudayaan di masa pandemi.

    Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Didik Suhardi mengatakan, koordinasi dan kolaborasi yang kuat sangat diperlukan, terutama sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan COVID-19.

    “Ini menjadi syarat mutlak agar bersama-sama kita dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, serta membangkitkan kembali kegiatan masyarakat, terutama kegiatan budaya dan ekonomi,” ujarnya.

    Didik menyatakan, kegiatan vaksinasi sampai masyarakat adat merupakan cerminan nyata koordinasi dan kolaborasi yang sangat baik. Ia pun berharap kebersamaan ini dapat terus terjaga dan terpelihara dalam kegiatan-kegiatan lainnya.

    Sebagai informasi, ini adalah kegiatan vaksinasi masyarakat adat, setelah sebelumnya dilaksanakan di Masyarakat Adat Baduy pada 14 Oktober 2021.

    Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Tim Koordinasi Layanan Advokasi terhadap Penganut Kepercayaan dan Masyarakat Adat, yang anggotanya terdiri dari Kemenko PMK, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK), dan  bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mandalawangi Bergerak, pemerintah daerah dan para tokoh masyarakat.

    Kegiatan ini juga didukung oleh Gerakan Solidaritas dan Kedermawanan Penanganan Covid-19 dan Bencana Lainnya, Gerakan Nasional Revolusi Mental, Humanitarian Forum Indonesia, Klik Dokter, Rumah Zakat, AMCF, dan sponsor lainnya.

    Tidak hanya vaksinasi, kegiatan ini juga menghadirkan dialog dengan masyarakat adat dan Bhakti Sosial, seperti pemberian 1.000 paket sembako, 380 paket sekolah, 500 hand sanitizer, paket Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan pemberian 2.000 bibit tanaman. []