Tag: Unilever

  • Aplikasi Hadiah Belanja Fetch Rewards Raih Investasi Rp 3,4 Triliun

    Jakarta | Aplikasi hadiah belanja, Fetch Rewards, berhasil mengumpulkan USD 240 juta atau setara Rp 3,4 triliun dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh perusahaan manajemen investasi Hamilton Lane. Hal ini membawa total dana aplikasi menjadi USD 578 juta.

    Sejumlah investor lain yang turut berpartisipasi adalah Vision Fund 2 SoftBank Group, ICONIQ Capital dan DST Global. Dengan capaian itu, maka nilai valuasi Fetch Rewards saat ini telah mencapai lebih dari USD 2,5 miliar.

    Pendanaan baru tersebut datang setelah Fetch Rewards menggandakan basis pengguna aktifnya pada tahun lalu menjadi 13 juta, seiring tumbuhnya e-commerce selama pandemi.

    “Kami menjalin kemitraan secara langsung dengan CPG, pengecer dan restoran besar yang ingin perusahaan mereka terlihat maju demi loyalitas pelanggan dan menghadiahi mereka dengan poin,” ujar Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Founder Fetch Rewards Wes Schroll dilansir dari Reuters.

    Fetch Rewards berbasis di Madison, Wisconsin dan berdiri sejak 2017. Mereka menawarkan hadiah gratis bagi pelanggan yang mengirim tanda terima pembelian setiap hari di aplikasinya.

    Saat ini, Fetch Rewards telah memiliki lebih dari 600 mitra, termasuk Unilever, BurgerKing, dan Safeway. Namun, pelanggan juga dapat memperoleh poin hadiah untuk pembelian dari pedagang yang bukan mitra platform Fetch Rewards.

    Rencananya, Fetch Rewards akan berinvestasi dalam membangun lebih banyak fitur dan memperluas ke pasar baru dengan aplikasi versi Spanyol yang baru diluncurkan.[]

  • GlaxoSmithKline Tolak Tawaran Unilever Senilai 50 Miliar Poundsterling

    peloporberita.com/ | GlaxoSmithKline (GSK) menolak tawaran senilai 50 miliar poundsterling dari Unilever, untuk unit bisnis barang konsumennya. Pasalnya, GSK menilai, penawaran itu telah meremehkan bisnis dan prospek masa depannya secara fundamental.

    Padahal, jika kesepakatan ini berhasil, maka akan menjadi yang terbesar di dunia sejak awal pandemi. Kesepakatan ini juga dapat mengubah Unilever menjadi pemasok produk kecantikan dan perawatan pribadi yang tangguh, seperti Estee Lauder dan L’Oreal.

    Sedangkan bagi GSK, hal ini dapat memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan dari tekanan investor yang semakin tinggi selama setahun terakhir, seperti dilansir dari Reuters.

    Pihak GSK mengatakan telah menerima tiga tawaran dari Unilever. Terakhir pada 20 Desember lalu, yang terdiri dari 41,7 miliar poundsterling tunai dan 8,3 miliar poundsterling saham Unilever.

    Meski begitu, GSK akan tetap melaksanakan usulan pemisahan bisnis Layanan Kesehatan Konsumen yang ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini. Rencananya, bisnis barang konsumsi GSK akan dilebur menjadi listing terpisah.

    Sebelumnya diberitakan bahwa tawaran Unilever untuk bisnis yang dibuat akhir tahun lalu bernilai sekitar 50 miliar poundsterling. Penawaran itu telah ditolak oleh GSK dan Pfizer lantaran dianggap terlalu rendah. GSK dan Pfizer tercatat memiliki saham minoritas di divisi tersebut.

    Kinerja unit yang menjual Dove, Lifebuoy, Axe, dan Vaseline, memang kurang memuaskan selama pandemi, lantaran sangat sedikit orang yang keluar atau menghadiri acara-acara sosial, sementara biaya plastik dan petrokimia yang lebih tinggi juga mengurangi margin.

    Pada kuartal terakhir tahun lalu, volume produk perawatan kecantikan dan pribadi turun 1,3 persen, sedangkan harga jual naik 3,9 persen. []

    Baca juga: Pfizer Prediksi Covid Terus Merajalela Tahun 2022