Tag: udang

  • Pasar Ikan Muara Angke, Tempat Beli Kepiting, Cumi, dan Udang Harga Miring

    Jakarta – Pasar Ikan Muara Angke, yang dikenal sebagai tempat membeli hasil tangkapan laut dengan harga murah atau miring, berada di daerah pesisir utara Jakarta.

    Setiap harinya sekitar 850 kapal ikan bersandar di situ. Pengunjung yang datang tidak hanya dari Ibukota, tetapi juga dari daerah lainnya.

    Banyak para pengunjung yang menjadikan Pasar Ikan Muara Angke sebagai pilhan detinasi wisata. Mereka bisa menemukan beraneka ragam hasil tangkapan laut yang masih segar dengan harga murah.

    Salah satunya Ibu Melani, yang membawa keluarganya untuk melihat, memilih dan membeli langsung hasil tangkapan laut di tempat tersebut.

    Kepada peloporberita.com/, Ibu Melani asal Jakarta Barat mengaku sering datang ke pasar Ikan Muara Angke untuk berbelanja hasil tangkapan laut.

    Menurutnya, tempat tersebut menjadi pilihan lantaran ikan, udang, kerang atau Cumi dijajakan masih segar. Selain itu harganya juga terbilang sangat murah.

    [irp]

    “Di sini (pasar Ikan Muara Angke) murah-murah Cumi basah saja Rp55.000 perkilo, di tempat lain bisa Rp80.000-90.000 perkilo,” tuturnya di lokasi Minggu, (15/05/2022).

    Dalam kunjungannya kali ini Ibu Melani beserta Suami dan 4 orang anaknya membeli Cumi dengan harga Rp55.000 perkilogram dan Kerang dara Rp25.000 perkilogram.

    Pengunjung lainnya Febrian, rela datang dari Kota Depok, Jawa Barat bersama Ibundanya khusus untuk membeli hasil tangkapan laut segar di pasar ikan Muara Angke.

    [irp]

    Febrian yang baru pertama kalinya mengunjungi Pasar Ikan tersebut mengaku senang, karena bisa melihat langsung bermacam-macam hasil tangkapan laut.

    “Beli Cumi, udang, sama Kepiting besar tadi,” ungkapnya setelah berbelanja.

    Dia juga menyampaikan bahwa yang dibelinya pertama kali adalah Cumi basah dengan seharga Rp55.000 perkilogram.

    [irp]

    Harga tersebut didapat setelah melakukan tawar-menawar dengan pedagang. Adapun harga yang semula ditawarkan pedagang Rp80.000 perkilogram.

    Selanjutnya, Febrian membeli udang segar dengan harga Rp60.000 perkilogram, serta Kepiting 100.000 perkilogram. []

    Baca berita lainnya dari peloporberita.com/ di Google News

    [irp]

  • Menko Luhut Tinjau Fasilitas Budidaya Udang di Bali

    peloporberita.com/ – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut binsar Pandjaitan mengatakan, Pemerintah saat ini sedang menggalakkan upaya peningkatan produksi Udang sebagai salah satu komoditas strategis perikanan.

    Hal ini disampaikannya saat meninjau Fasilitas dan Penebaran Benur Udang Vaname di Indonesian Naval Aquagriculture Program (INAP), Jembrana, Bali, Jumat (25-02-2022).

    “Target produksi udang 2 juta ton di tahun 2024 terus dikebut dengan revitalisasi intensifikasi produksi. Produk udang memegang porsi hampir 40% dari total ekspor perikanan Indonesia dalam kurun 5 tahun terakhir ini dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara utama pengekspor Udang di dunia dan saya senang ke sini (INAP), bahwa kita bisa bikin seperti ini,” tutur Menko Luhut.

    INAP, merupakan program pengembangan budidaya udang dengan teknologi buatan dalam negeri yang diinisiasi TNI Angkatan Laut (AL) bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Pemerintah Daerah (Pemda), pihak swasta dan beberapa pihak lainnya.

    “Ini paten dan harus dikembangkan, sehingga anak-anak kita putra-putri Indonesia itu terpacu untuk melakukan inovasi seperti ini. Dalam hal ini Pemerintah akan bantu itu,” ungkap Menko Luhut.

    Ia juga berharap kegiatan budidaya udang ini menjadi sangat prospektif untuk dikembangkan, dengan melibatkan semua pelaku usaha ataupun kelompok masyarakat dan salah satunya meningkatkan UMKM.

    “Wakasal Laksdya Ahmad Heri Purwono juga sempat bilang bahwa di sini ada sekitar 60 orang dengan lapangan pekerjaan, terus juga ada keripik dibuat untuk yang hasil udangnya kelas 2, sedangkan yang kelas 1 diekspor. Nah itu kan lapangan kerja lagi. Kita bangun yang seperti itu,” ujar Menko Luhut.

    Meski demikian, fokus pemerintah tidak hanya pada peningkatan produksi saja, tetapi juga mengedepankan upaya keberlanjutan lingkungan. Menko Luhut menegaskan, Kelestarian wilayah sekitar tambak harus menjadi perhatian bersama. Era Pengelolaan perikanan ke depan harus berbasis blue economy, zero waste bahkan recyclable, dengan demikian peningkatan produksi juga harus disertai dengan menjaga kualitas lingkungan sekitar. []