Tag: Ubud

  • Pertunjukan Budaya yang Membanggakan!

    Jakarta | Tarian Bali, Barong Bali, Tari Kecak sudah mendunia sejak lama. Kita harus punya pengalaman menyaksikannya, jangan mau kalah sama turis asing yang sudah menonton langsung di Bali!

    Barong dan Tarian Bali – Batubulan, Desa Ubud dan GWK

    Wilayah Batubulan sudah terkenal dengan berbagai pertunjukan kebudayaan khas Bali yang ramai dikunjungi turis lokal maupun asing.

    Beberapa seni yang bisa Anda nikmati di Batubulan antara lain Tari Barong, Tari Kecak dan Tari Lenggong, yang ditawarkan di tiga lokasi berbeda yaitu Sila Candra Stage, Sahadewa Stage dan Denjalan Stage.

    Cerita, percakapan, kostum dan tarianya sangat kental dalam memuaskan hasrat mengetahui budaya dan pertunjukan asli Bali.

    Di Ubud, Anda bisa menyaksikan pertunjukan budaya khas bali yaitu Tari Barong. Jadwal pertunjukan Tari Barong di Ubud berbeda-beda setiap harinya. Di depan Pura Padang Kerta, Tari Barong berlangsung pukul 19.00 WITA di hari Senin.

    Sedangkan di Arma Museum, Tari Barong berlangsung pukul 17.30 WITA di hari Jumat. Dan yang terakhir ada Tari Barong yang berlangsung di Pura Dalem Ubud dan pertunjukan dimulai pukul 19.30 WITA.

    Desa Ubud bisa menjadi referensi lokasi pertunjukan Tari Barong yang bisa Anda datangi saat ke Bali.

    Tari Kecak. (Foto: peloporberita.com/Unsplash/Sifrianus Tokan)

    Tari Kecak – Pura Uluwatu dan Tanah Lot

    Cak…cak…cak…cak adalah seruan penari Kecak yang khas Bali banget! Tarian ini dapat disaksikan di Ampitheater Kompleks Pura Uluwatu dikala Sunset, sehingga cerita Rama dan Sinta serta keseruan aksi Hanoman yang menghampiri penonton ini menjadi semakin berkesan dengan latar belakang sunset bersiluet Pura Uluwatu dan lautan yang teduh.

    Selain itu, tari kecak juga dapat ditemukan di Taman Budaya Surya Mandala yang berlokasi di kompleks kawasan Pura Tanah Lot.

    Tari Legong – Museum Arma

    Pertunjukan tari selanjutnya yang ada di Bali adalah Tari Lengong, sebuah atraksi yang digelar di panggung terbuka bernama Museum Arma di Ubud. Tempat ini memang sangat umum untuk menggelar pertunjukan drama dan tarian khas Bali lainnya.

    Pertunjukan Tari Lengong merupakan tarian klasik dari Bali yang disediakan untuk para tamu agung atau kerajaan. Gelaran Tari Legong biasanya dilakukan setiap pekan atau pada hari Minggu pukul 19.30 WITA. Namun, pertunjukan itu libur atau ditiadakan pada saat malam bulan purnama maupun bulan baru.

    Selain itu, untuk menjamu pengunjung biasanya pihak pengelola akan menawarkan paket jamuan makan malam setelah pertunjukan Tari Lengong.

    Bali Agung Show – Teater Bali

    Bali Agung Show menghadirkan perpaduan sebuah cerita legenda, koreografi, kostum, komposisi musik dan tata suara/cahaya berteknologi. Kisah dan kasih yang disajikan adalah antara Raja Bali, Sri Jayapangus dengan Putri Raja dari Tiongkok bernama Kang Ching We.

    Penggemar pertunjukan ini biasanya adalah wisatawan asing yang notabene pihak panitia menyediakan narasi dalam bahasa Inggris.

    Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK)

    Yang baru-baru ini sedang viral dan banyak dikunjungi wisatawan adalah Taman Budaya GWK. Di tempat ini juga menyajikan pertunjukan Tari Barong, Tari Joged Bumbung, Tari Kecak, Tari Lenggong dan Tari Garuda Wisnu Kencana.

    Tempat berlangsungnya berbagai tarian seni di Taman Budaya GWK adalah di Amphitheater yang mampu menampung hingga sekitar 800 penonton. []

  • Gunung dan Danau nan Cantik di Pulau Dewata

    Jakarta | Kintamani sekarang makin wow sebagai tempat wisata, penginapan dan resto kafe instagramable makin menjamur dan ramai dikunjungi wisatawan. Jika Anda berkunjung ke Kintamani dan waktunya panjang, coba menginap di hotel dan resort baru di sana supaya lebih puas explore Kintamani, termasuk gunung dan danau Batur yang dekat dengan Kintamani.

    Gunung dan danau Batur, sudah tentu danau cantik dikelilingi pegunungan hijau dan dengan bangunan pura yang khas pemandangan dan budaya Bali, enggak akan ketemu lagi yang seperti ini di mana pun! Pengalaman lain yang dapat dinikmati adalah pemandian air panas alami.

    Ada dua tempat pemandian yang biasa dikunjungi wisatawan, yaitu Batur Natural Hot Spring dan Toya Devasya Hot Spring Wellness Resort. Keduanya menyediakan pemandian air panas alami dengan pemandangan danau Batur langsung. Berjarak sekitar 10 menit dari danau Batur juga dapat mengunjungi Museum Geopark Batur. Selain itu, gunung Abang juga berada tak jauh dari Gunung Batur. Kita akan menjumpai sejumlah pura milik masyarakat Bali yang asli bernama Bali Aga.

    Danau Buyan dan danau Tamblingan yang berdekatan, sering disebut sebagai “danau kembar”. Danau Buyan dikelilingi oleh hutan yang dipenuhi pepohonan rimbun. Lokasi danau yang berada di dataran tinggi membuatnya memiliki udara yang sejuk.

    Danau yang lebih ditujukan sebagai cagar alam dan budaya tersebut terbilang masih minim fasilitas wisata. Namun, Anda tidak perlu cemas karena pihak pengelola tempat wisata menyediakan penyewaan sampan untuk mengelilingi danau. Setelah puas menikmati pemandangan dari tengah danau, Anda juga bisa berkunjung ke sejumlah pura yang terletak di area danau tersebut.

    Salah satunya adalah Pura Ulun Danu Tamblingan yang terletak di tepi danau, kala air danau pasang, pura ini akan nampak seperti mengapung di danau tersebut. Kemudian ada juga danau Beratan atau Bratan, sering disebut danau Bedugul, karena berada di wilayah Bedugul.

    Pura Ulun Danu Bratan. (Foto: peloporberita.com/Unsplash/Kharl Anthony Paica)

    Di danau ini juga ada Pura Ulun Danu Bratan, sama dengan Pura Ulun Danu Tamblingan, pura seperti mengapung ketika air sedang naik, terkesan pura mengapung ditengah danau.  Ketiga danau itu juga terletak di dataran tinggi dan dikelilingi pegunungan yang penuh hutan dan hijau mempesona.

    Mau pengalaman glamping di Bali dengan pemandangan hamparan sawah hijau dan taman bunga? Damarwidi Glamping adalah pilihan tepat, atau mungkin Anda ingin merasakan sensasi seperti di atas awan? Gunung Batukaru harus masuk itinerary!

    Namanya wisata ke dataran tinggi maupun danau, pengalaman kesejukan bahkan sensasi suhu dingin pasti kita dapatkan, sangat bertolak belakang dengan pengalaman ke pantai atau laut.

    Jangan sampai terlewatkan yang satu ini, trekking atau bersepeda ke desa dan perbukitan Campuhan yang terbilang lagi tren juga. Bukit Campuhan ini tidak terpisah dari salah satu pura di Ubud, yaitu Pura Gunung Lebah.

    Gunung lebah itu sendiri memiliki makna bukit kecil yang berada di lembah. Selain itu, bukit Campuhan berada di antara dua aliran sungai di Ubud, yaitu sungai Oos dan sungai Cerik yang memilki Campuhan Ridge Walk seperti jalur jalan di garis puncak bukitnya. []

  • Berburu Air Terjun di Bali, Segar dan Adem!

    Jakarta | Bali memang tidak terkenal dengan air terjun, namun jika mau liburan ganti itinerary yang sudah mainstream, yaitu pantai dan sawah, Anda bisa tambahkan sedikit naluri berpetualangan dengan bermain air di beberapa air terjunnya Bali. Tentunya akan mendapatkan suasana adem dan segar yang berbeda dari pantai.

    Tak jauh dari Ubud, Anda bisa bertemu dengan air terjun Tegunungan yang tidak terlalu sulit digapai namun cukup penuh kegembiraan. Arus airnya deras, sehingga jarang yang main air di kolam tempat jatuhnya air, namun kita bisa mendaki tebing-tebingnya sampai ke atas dengan hati-hati karena bebatuannya cukup licin.

    Mumpung masih dekat Ubud, di daerah Gianyar, Anda bisa mengunjungi air terjun Kanto Lampo, yang tidak terlalu tinggi namun struktur bebatuan yang berundak justru memungkinkan Anda mendaki air terjun dan duduk di batu-batunya sambil menikmati guyuran air terjun.

    Sekumpul, adalah air terjun yang lumayan populer namun sangat cantik dengan sekitar tujuh air terjun berkumpul berdekatan. Air terjun Nungnung dianggap sebagai salah satu air terjun di Bali yang terindah oleh wisatawan. Dengan tinggi 50 meter, memandangi air terjun ini sudah merupakan pengalaman yang mendebarkan.

    Dengan air terjun yang jatuh di area mirip mangkok, menjadikannya kolam lumayan luas sehingga puas sambil bermain air di kolamnya, dengan latar belakang air terjun dan hijaunya pohon-pohon sekitar air terjun.

    Satu lagi yang harus dikunjungi adalah air terjun Munduk yang menghadirkan udara sejuk, ekosistem alam yang menakjubkan, dan aktivitas liburan yang seru, plus menyediakan manfaat kesehatan kulit. Bagi yang mau menikmati manfaat kandungan sulfur di air terjun ini, harus berendam sejenak di kolam air terjun yang tidak terlalu dalam.

    Masih banyak lagi air terjun di Bali yang dapat dikunjungi, namun siap-siap dengan trekking atau perlu berjuang ya untuk menggapainya, ada yang langsung menghadap pantai juga lho, tapi kebayang betapa sulit menggapainya.[]

  • Desa dan Sawah yang Kental Budaya Bali

    Jakarta | Hamparan sawah luas Jatiluwih di Bali sudah dinyatakan sebagai salah satu World Heritage oleh UNESCO, sebagai kekayaan alam khususnya di bidang pengaturan dan perawatan sistem pengairan tradisional yang disebut subak.

    Area yang diakui sebagai World Heritage ini meliputi 14 subak yang menaungi 11 desa, luas hamparan sawah (padi fields) 2.372 ha, taman seluas 3.545 ha, hutan seluas 9.316 ha, rumah sebanyak 317 unit, dan semak-semak liar seluas 475 ha. Jadi perlu berapa hari untuk kita wisata keseluruhan sawah dan desa di sini?

    Ubud! Sudah pasti terkenal dengan terasering sawah hijau memukaunya. Pasti sudah pernah dong! Jalani setapak demi setapak tepian sawah dengan tanjakan maupun turunannya, jangan takut lelah karena pasti terbayarkan dengan pengalaman seru dan memuaskan.

    Nikmati kudapan, kopi maupun makan utama di sekitar sawah-sawah ini sambil menatap ulang panorama perjalanan dengan ditemani alunan musik tradisional Bali. Selain Ubud, Bali masih memiliki berbagai pemandangan dan pengalaman sawah.

    Desa Panglipuran sudah pasti yang paling terkenal. Desa ini juga sudah mendapat berbagai penghargaan dan pengakuan dikompetisi kelas dunia. Desa ini bersih dan menerapkan local wise. Jika berkunjung ke sini, wisatawan bisa mempelajari aturan adat, tradisi unik, dan banyak acara ritual, termasuk Galungan.

    Galungan. (Foto: peloporberita.com/Pixabay/ignartonosbg)

    Jika ingin mempelajari lebih dalam mengenai budaya Bali lama, aturan adat dan kebiasaan hidup desanya, bisa menginap di sejumlah homestay yang ada di lingkungan desa tersebut. Harus dikunjungi dan ambil foto di berbagai spot ya, viralkan, biar semakin mendunia!

    Desa Tigawasa, memiliki keistimewaan bagi pengunjung untuk menikmati kopi robusta yang dipetik langsung dari perkebunan kopi setempat sambil melihat pemandangan perbukitan. Puas menikmati pemandangan, langsung saja menjelajahi salah satu desa tua di Buleleng tersebut dan berinteraksi dengan masyarakat setempat sambil mempelajari budaya, tradisi, dan adat istiadat yang ada.

    Wilayah Karang Asem terkenal masih mempertahankan budaya asli Bali. Salah satunya Desa Tenganan yang masih mempertahankan rumah dan adat yang sudah ada sejak dulu kala. Hal ini karena masyarakat desa memiliki aturan adat yang sangat kuat yang disebut dengan awig-awig. Aturan adat itu sudah ada sejak abad ke-11.

    Lingkungan Desa Tenganan masih sangat terjaga. Banyak sawah dan tanaman masih terlihat asri. Kerbau milik warga pun bebas berkeliaran di pekarangan rumah sehingga pengalaman mengunjungi desa dengan kehidupan masyarakat asli Bali sebelum abad ke-20 dapat kita rasakan juga.[]